Saya selalu percaya, fiksi yang bagus adalah fiksi yang membongkar; yang setelah membacanya otak kita dituntut habis-habisan untuk segera mengerti realitas yang ada. Tak perlu berlebihan, tapi novel ini, bagi saya, berhasil melakukan hal yang demikian. Kisah mengenai tiga jiwa manusia, yang entah dikutuk oleh Tuhan atau manusia, dipaksa menjalani cinta yang bagi sebagian besar manusia "tidak biasa". Barangkali, jika kau percaya moralitas merupakan tonggak utama bagi kehidupan manusia; yang kemudian membuatmu merasa bahwa mereka, kaum homoseks, pelacur dan biseksual, layak untuk dijebloskan ke dalam api dunia agar mengerti bahwa perbuatan mereka salah, maka kau perlu membaca buku ini. Struktur yang menindas; yang memang ada dan nyata di dalam masyarakat Indonesia; yang kemudian membuat mereka mesti hidup sedemikian rumit dan sulit, sudah tentu adalah hal yang mesti dilawan; terlepas dari apa yang selalu dikobar-kobarkan atas nama moral. Demikian, jika kau hendak mengerti bagaimana mereka hidup, berkembang di tengah tekanan yang ada, dan relative melawan seolah itu sudah merupakan tindakan moral bagi mereka, maka bacalah buku ini!