Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gramedia Writing Project

Finding You Among The Stars

Rate this book
Bagi Nadhira, Reo adalah bintang yang selalu menerangi hidupnya. Saat cowok itu meninggal, hidup Nadhira menjadi gelap. Dia menjadi lebih tertutup dan enggan bersosialisasi.

Sampai akhirnya Nadhira bertemu Haykel si mahasiswa menyebalkan di salah satu perpustakaan Jakarta. Herannya, cowok itu mengingatkan Nadhira pada Reo karena sama-sama menyukai alam semesta. Kemiripan itulah yang membuat hati Nadhira pelan-pelan terbuka.

Kedekatan Nadhira dan Haykel membuat Edgar—sahabat Reo—kesal. Bagaimanapun, Edgar lebih dulu menyukai Nadhira. Bahkan cowok itu rela melakukan apa pun demi Nadhira. Kegigihan Edgar pun membuat perasaan Nadhira goyah.

Selain itu, Nadhira juga dihadapkan pada kenyataan menyakitkan tentang asal-usul Haykel, kehidupan Edgar, bahkan misteri kematian Reo.

212 pages, Paperback

First published April 25, 2016

8 people are currently reading
35 people want to read

About the author

Eka Annisa

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (10%)
4 stars
9 (13%)
3 stars
32 (47%)
2 stars
19 (28%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
July 6, 2018
Jahat nggak sih kalau saya ngasih satu setengah bintang doang? Jahat banget sih kayaknya. Yaudah saya buletin ke atas deh soalnya covernya lucu.

Abisnya, saya bener2 ga paham ama si Nadhira ini. Maksudnya gimana sih? Di awal dia putus asa karena ditinggal mati Reo, trus dia naksir Haykel alias orang asing yg dia temuin di perpustakaan. Okelah, saya ngerti kalo dia nyoba move on. TAPI... setelah dia jadian sama Haykel, dengan gampangnya dia memutuskan bahwa dia juga jatuh cinta sama Edgar??? Kemudian mereka selingkuh di belakang Haykel??? Saya jadi bingung sama karakterisasinya si Nadhira ini. Di awal seolah-olah dia jadi memandang hidup dgn cara yg lebih baik setelah ditinggal mati Reo, ampe bawa2 Tuhan segala, tapi kenapa makin ke belakang dia malah bertingkah yg aneh-aneh? Selingkuh, bro! Dan alasan dibalik kelakuannya itu sama sekali nggak mendukung.

Kekurangan buku ini bukan cuma di Nadhira-nya aja. Masih banyak hal lainnya yg bikin saya ga sreg. Contoh: kalimat "aku sayang kamu" yang nggak keitung naujubilah banyaknya! Terus, hampir semua adegan di buku ini diceritain secara sekilas doang ama narasinya si Nadhira, bener2 telling deh. Jadi sama sekali nggak ada chemistry yg terbentuk bagi pembaca, rasanya seakan-akan penulisnya pengen buru-buru selesai aja ceritanya.

Belum lagi aksesoris-aksesoris tambahan seperti breakdance, Sosiologi, Astronomi, dll, yang nggak dibarengi dengan pendalaman yang detail dan nyata; character-hole yg menurut saya menimpa si Marsha; serta pergantian POV yang awkward dan maksa. Oke... saya nggak mau keep going karena saya pun nggak ahli dalam menulis buku, suer.

Tapi yang paling bikin saya nggak suka ya si Nadhira itu ampe saya mutusin untuk ngasih satu setengah bintang doang. Di detik ini dia mengaku tertutup dan enggan bersosialisasi, eh di halaman berikutnya dia tiba2 sadar harus mulai membuka hati. Lalu dia menutup diri lagi, lalu membuka lagi. Begitu terus ampe kiamat. Jadi sebenernya titik balik dari seorang Nadhira itu yg mana sih? Saya nggak nemu. Argh.

Emang sih ini teenlit, tapi bukan berarti tokohnya bebas bersikap labil dan nyebelin sepanjang waktu kan? Pada akhirnya semua tokoh harus berkembang kan? Apalagi event yg dialami Nadhira itu berdampak besar loh, ditinggal mati cowok. Harusnya dia bisa lebih "belajar" sesuatu. Bener2 deh si Nadhira, ga ngerti saya.. Edgar dan Haykel juga, mereka tipe tokoh cowok yg diciptakan untuk bikin pembaca klepek-klepek tapi yg ada malah ngebuat saya muter mata mulu tiap bagian mereka ngomong.

I appreciate the fact that the writer is trying so hard to convey something crucial thru the story, but the way everything is being sorted out is kinda off to me. Kayak... maksa banget lah pokoknya. Yah, maafin saya yang tidak bisa menyukai cerita ini. Walaupun covernya lucu, tapi Nadhira, Haykel, dan Edgar, mereka sama sekali tidak lucu.
Profile Image for Fakhrisina Amalia.
Author 14 books200 followers
July 12, 2016
Pertama, selamat buat Kak Eka Annisa untuk kelahiran novel debutnya. Covernya lucu banget, seriusan.

Kedua, ada beberapa alasan yang membuatku memberikan 2 bintang untuk FYATS ini di antaranya:
1. Aku gagal merasakan kesedihan Nadhira yang ditinggal mati pacarnya. Maksudku, memang cerita ini tentang Nadhira yang berusaha move on pasca meninggalnya Reo. Tapi, ini adalah perkara selera, ya, aku mengharapkan adanya moment di mana mengenang Reo membuat Nadhira merasa break down gitu. Apalagi dari narasi sahabat-sahabatnya, Nadhira sempat stress selama beberapa bulan. Aku merasa perlu aja gitu, tahu se-break down apa si Nadhira saat itu.
2. Mungkin ini ke-skip atau memang begitu adanya, aku nggak tau. Tapi di awal Nadhira bilang dia suka Sosiologi karena Reo. Terus begitu Haekal muncul dan cowok itu mulai jelasin soal Astronomi, Nadhira juga bersikap seolah-olah ilmu astronomi itu favoritnya (karena Reo juga suka astronomi) dan masalah Sosiologi jadi kurang disinggung lagi. Mungkin, mungkin (ini udah berapa kali coba pake kata 'mungkin') kalau fokusnya cuma pada satu kesukaan, feel-nya bakalan lebih dapet.
3. Ada banyak informasi yang dikasih di buku ini, tentang Sosiologi, tentang Astronomi, bahkan tentang perkara hukum. Tapi entah akunya yang kurang ngeh, rasanya jadi selewat aja bacanya. Dan agak bingung juga kenapa Nadhira sebagai orang yang mengaku suka astronomi, cuma iya-iya aja pas dijelasin kalau cahaya bintang yang kita lihat itu sebenarnya dari masa lalu. Karena somehow, IMHO, itu adalah pengetahuan umum buat orang yang mengaku suka astronomi atau at least punya pacar yang suka astronomi. Masa sih selama pacaran, Reo nggak pernah ngasih tau apa-apa? Padahal Nadhira bilang dia rindu lihat Reo yang semangat ngomong soal bntang-bintang waktu lihat Haykel melakukan hal yang sama.
4. Tentang Nadhira yang ternyata di bagian akhir udah tahu siapa itu Haykel, itu agak-agak...... gimana ya, aku nggak punya padanan kata yang tepat. Belum lagi perpindahan POV yang tiba-tiba di bagian akhir. Terus ada beberapa part yang aku nggak paham itu flashback atau apa.

Nah, itu beberapa kritiknya. Poin yang aku suka di novel ini:
1. Gaya berceritanya udah cukup luwes untuk ukuran teenlit. Nggak kaku, tapi juga nggak berlebihan menunjukkan ABG-nya. Meski ada beberapa kritik di atas, aku cukup enjoy membacanya.
2. Bagi beberapa orang Nadhira itu menyebalkan. Bagiku juga. Tapi kalau buat orang lain itu kekurangan, bagiku justru kelebihan. Entah sengaja atau nggak, membuat karakter yang bikin pembaca sebel itu sesuatu yang bisa dibanggakan. Nggak semua tokoh harus mendapatkan simpati, kan?

Jadi, 2.5 bintang. But because I can't say that I liked it, so I'm gonna say this book was ok.
Profile Image for inas.
392 reviews37 followers
May 21, 2016
Awal aku intip-intip bagian pertengahan, aku agak cringe waktu tahu Nadhira belum tau—bahkan tertarik—tentang Astronomi. Aku berusaha sekuat tenaga ngusir rasa waswas yang tiba-tiba nyerang ekspektasiku, dan nyoba baca aja.

Memang nyaman banget sih. Tiap babnya pendek-pendek, jadi pace-nya juga kerasa cepet.

Cuman, semua hancur waktu ada beberapa hal yang bikin bingung.

Di halaman 34, misalnya, waktu Nadhira bernarasi, Menyadari kecanggungan yang terasa, Haykel membuka topik baru. Aku nggak ngerti kenapa Nadhira tahu Haykel sadar, seolah otaknya memang semampu itu buat ikut ngerasain apa yang orang lain rasain. Kecuali aku kelewatan beberapa fakta.

Terus, di halaman 36, ada frase menuju keluar toko, yang entah kenapa nggak enak aja bacanya. Menurutku lebih pas “menuju luar toko” atau “ke luar toko” (pake spasi). Karena “menuju” sama “keluar” itu kesannya sama-sama kata kerja, kalo tumpang-tindih rasanya aneh.

Dan di halaman 39, Haykel bilang, ”Hydra itu ular berkepala manusia yang punya lidah panjang. Setahuku, Hydra itu ular yang kepalanya banyak, bukan berkepala manusia. Mungkin waktu itu Haykel lagi nge-ship Hydra sama Rokurokubi, hantu wanita Jepang berleher panjang? Atau gara-gara dia terpesona sama Nadhira, konsentrasinya terusik; harusnya udah punya gambaran jelas di kepala, pas keluar dari mulut malah berlepotan.

Aku nggak begitu merhatiin reaksi Nadhira setiap kali dikasih informasi, sampe di halaman 52, Reo bilang, ”Di alam semesta, baru diketahui ada 37 galaksi—” yang langsung disambut antusiasme Nadhira. Aku nggak paham logika Reo; 37 galaksi itu maksudnya gimana? Kluster? Klasifikasi berdasarkan sifat, lokasi, massa (karena bentuk kan cuma empat)? Atau maksudnya Local Group? Reo ngomongnya seperempat-seperempat sih. Dia kan pandai fisika, harusnya masalah sesepele ini juga jeli dong. Masa nggak sadar kalo ada yang dinamain superkluster? Nadhira juga, dikasih tau apa-apa mesti iya-iya aja, bikin gemes. Mendebat kek, atau tanya-tanya, nggak asal terpesona sama cowok terus percaya gitu aja. Dia kan juga pandai matematika; logikanya itu lho, bikin kudu nangis. ;-;

Halaman 83, ada typo Marsh yang harusnya Marsha. Terus di halaman 84, ada kata tersenggal-senggal—seharusnya tersengal-sengal.

Halaman 91, dijelasin kalo mesin mobil masih nyala. Habis itu, Edgar sama Nadhira nari-nari untuk waktu yang nggak ditentukan tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai mesin mobil. Padahal itu jalan sepi, dan aku jadi meragukan logika Edgar juga. Kok nggak takut kehabisan bensin sih?

Kalimat di halaman 95: Pikiranku kembali ke waktu saat rambut halus Reo masih dapat terbang tertiup angin saat dia bermain futsal. Penggunaan waktu dan saat yang berdampingan itu kurang nyaman aja bacanya, lebih enak diganti ke momen saat rambut... terus saat yang kedua diganti selagi. Jadinya, Pikiranku kembali ke momen saat rambut halus Reo masih dapat terbang tertiup angin selagi dia bermain futsal biar nggak tumpang-tindih melulu.

Halaman 98 juga, Aku tersadar terlalu lama menatapi wajahnya. Kata tersadar itu kesannya kayak dia tersentak, tapi nggak diikuti koma, jadi penjelasannya agak blur. Mending diganti sadar aja, atau, Aku tersadar, malu karena terlalu lama menatapi wajahnya. Yah, sesuatu yang kayak gitu.

Di halaman 100—ini agak personal sih—Nadhira bilang, Aku hanya berusaha menjalin hubungan dengan siapa pun agar bisa berinteraksi dengan banyak orang lagi. Padahal, di halaman-halaman sebelumnya, dia nggak mau kumpul sama temen-temennya gara-gara dia kangen Reo. Begitu ketemu Haykel, byaaar, konsistensinya lagi-lagi bercabang.

Lagi, di halaman 118-119, Edgar nanyain tentang benda-benda langit yang nggak bisa jatuh ke dasar langit, terus Nadhira dengan entengnya jawab nggak tahu. Padahal udah dari kelas sepuluh Reo ngenalin dia sama konsep lubang hitam, seenggaknya kan bisa dipake contoh. Atau, sekali lagi, mendebat Edgar kek. Dasar langit apa, maksudnya? Nadhira kan bisa ngejelasin tentang dentuman besar, gimana ruang itu mengalami ekspansi dari waktu ke waktu... but then again, kalo Edgar ngerti konsep beginian dan Nadhira bisa nyangkal, karakter mereka bisa hancur. Dari awal kan udah diatur kayak gitu. (Dan ini bukan sarkasme lho ya. Seenggaknya itu yang aku tangkep dari dinamikanya Nadhira.)

Di halaman 130, Nadhira bernarasi, Aku mengakui bahwa aku menyayanginya, namun lidahku kelu mengucapkan. Kayaknya kurang kata keterangan, atau salah diksi. Gelap ah gelap.

Halaman 136, pas Haykel nyebutin kata Om Hardian, terus paragraf dialog di bawahnya nggak dikasih keterangan siapa yang ngomong, bikin bertanya-tanya, ini Haykel, kan? Kenapa nggak dijadiin satu paragraf aja? Atau, di sela-sela dua dialog terpisah itu, dikasih Haykel yang lagi senyum, atau hening sesaat, atau semacamnya.

Di halaman 146, kata shock nggak dimiringkan, padahal nama-nama bintang dimiringkan. Apalagi, nama-nama itu nggak dibarengi huruf kapital. Menurutku sih kebalik. Harusnya shock dimiringkan dan nama bintang pake kapital tanpa dimiringkan; kayak Regulus, misalnya. CMIIW.

Halaman 160, dialog, ”Nad, meski Edgar sahabat gue. Kalau dia salah, nggak bakal gue bela.” Harusnya sebelum “kalau” nggak usah dikasih titik, langsung pake koma terus digabungin jadi satu kalimat aja karena itu menunjukkan pertentangan.

Halaman 164, setelah sekalian lama. Harusnya sekian.

Halaman 178 juga ada typo kebahagianku.

Sekarang, menuju spoiler. Kalo ada yang pengin baca ceritanya, nggak kusarankan menyelisik review ini lebih jauh.


Beberapa hal yang aku suka banget tuh pas ngebahas modern dance dan kegiatannya Edgar sehubungan dengan topik itu. Aku paling simpati sama dia, nggak peduli di akhir-akhir dia macem kesetanan gitu. Aku juga ngedukung dia sama Marsha, jadi ya...

Aku juga suka cara Kak Eka munculin Haykel. Nggak tiba-tiba dilabeli gitu aja. Jadi pas rahasia ceritanya terungkap, walau petunjuknya udah tersebar di mana-mana dan cukup bisa ditebak, kejutannya itu masih berhasil.

Terakhir, hukum. Aku bener-bener seneng di sini undang-undang disebutin sedetail itu. Cocok banget dijadiin referensi! Tahun lalu aku masih bertanya-tanya apa ada Teenlit yang ngelibatin hukum sampe se-“njelimet” itu, dan sekarang aku udah dapet jawabannya. Well done, Kak Eka!

Semangat terus ya, Kak. Ulasan ini bisa jadi subjektif dan masalah selera aja kok. Tapi semoga membantu Kakak jadi penulis yang lebih baik lagi. Sukses selamanya!
Profile Image for R. Wahyu.
Author 8 books14 followers
May 23, 2016
Judul Buku : Finfing You Among The Stars
Penulis : Eka Annisa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 212 halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-03-2754-9

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih banyak pada Kak Eka dan Kak Sulis yang sudah menghadiahkan buku ini pada saya. Apalagi karena buku ini datangnya tepat pada hari ulang tahun saya 11 Mei lalu. Mohon maaf karena banyaknya tugas saya baru selesai membaca buku ini sekarang.
Buku ini bercerita tentang Nadhira seorang gadis yang sedang kalau karena ditinggal mati pacarnya Reo. Nadhira sangat sedih sampai tak dapat membuka hatinya untuk mencintai orang lain hingga membuat teman-temannya (Adel, Coca, Edgar, Prasto dan Amru) cemas. Suatu ketika lewat perebutan sebuah buku di sebuah perpustakaan, Nadhita bertemu Haykel. Seorang pemuda memiliki hobi dan kesukaan yang hampir mirip dengan Reo, pacarnya yang telah meninggal. Perlahan tapi pasti, Haykel membuat Nadhira membuka hatinya dan kembali bersemangat menjalani hidupnya sepeninggal Reo.
Ada satu hal yang tidak saya sukai dari novel ini yaitu Nadhira! Ya, saya sangat tidak menyukai tokoh utama novel ini. Dia sangat kekanak-kanakan dan ababil. Dia jadi seperti orang gila setelah pacarnya meninggal sehingga membuat susah teman-temannya. Sudah begitu dia sangat amat tidak peka pada perasaan Edgar yang sudah lama menyukainya. Lalu dia melakukan sebuah hal yang tidak dapat saya tolerir pada bab 18! Hal apa itu? Silahkan membaca, saya tidak mau spoiler.
Meskipun sifatnya menurut saya sangat menyebalkan, entah mengapa dia begitu beruntung karena ada dua cowok ganteng yang menyukainya yaitu Haykel dan Edgar. (Saya mah boro-boro ada yang suka, makanya saya jadi iri hihi...). Namun saya sadar bahwa Nadhira masih SMA dan dia sedang belajar tentang banyak hal, saya pun mengerti bahwa Nadhira sedang berada pada proses pencarian jati diri.
Sosok yang paling saya sukai dalam novel ini adalah Mamah, ibu Reo yang begitu tegar menerima kematian putra sulungnya. Ada satu dialog dari Mamah yang sebenarnya sangat saya sukai di halam 197, tapi entah kenapa saya jadi merasa Mamah jadi terlalu gaul karena pakai bahasa loe-gue. Berasa aneh saja seorang ibu yang penuh wibawa kok pakai bahasa begitu, tapi saya positif thinking saja dan menganggapnya salah cetak.
Tokoh kedua yang saya sukai adalah Bunda, ibu Nadhira. Saya sangat menyukai wejangan beliau pada hala 194. "Yang namanya emosi itu puya tombol on dan off. Kamu bisa marah, lalu mereda, atau bisa sedih kemudian bahagia. Nah, cinta juga bisa gitu, bisa naik dan turun, padam dan menggebu. Yang nggak stabil ini nggak kuat menahan goncnagan. Makanya dibutuhkan komitmen untuk menjaga keutuhan hubungan."
Over all, novel ini memiliki banyak pesan moral. Terutama pesan untuk memaafkan, memberikan kesempatan bagi orang yang telah menyakiti kita untuk memperbaiki kesalahannya, dan bahwa seburuk apa pun masa lalu seseorang, masa depannya masih suci. Sosok Haykel membuat saya sadar bahwa peranan orang tua sangat penting dalam perkembangan anaknya. Anak yang dipuji akan belajar menghargai orang lain, sebaliknya anak yang dipukul akan belajar menyakiti orang lain. Novel ini saya rekomendasikan untuk para remaja yang sedang mencari jati dirinya.
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book37 followers
February 19, 2017
Sejak meninggalnya Rheo, Nadhira merasa kalau hidupnya sudah tak utuh lagi. Nadhira merasa, ia tidak akan pernah dapat jatuh cinta lagi karena bayang-bayang Rheo masih begitu erat. Akan tetapi, sejak kedatangan Haykel, pandangan Nadhira menjadi berubah. Apalagi, nyatanya ada juga Edgar yang sudah menaruh hati pada Nadhira sejak lama.

Sebuah kisah remaja yang sesungguhnya penuh drama. Ada beberapa hal yang menurutku tidak masuk akal, sehingga aku hanya dapat menyematkan dua bintang saja untuk FYATS. Ulasan lengkap dapat dibaca di http://prayrahayusbook.blogspot.co.id...
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
August 25, 2016
Pertama kali tahu buku ini adalah dari situs GWP. Waktu itu naskah ini menjadi pilihan editor, makanya aku baca di situs tersebut. Ternyata memang asyik banget gaya bahasanya. Mengalir dan khas anak muda banget. Aku senang banget pas buku ini akhirnya diterbitkan juga dan jadi pilihan pertama untuk dibaca dari beberapa buku jebolan GWP yang udah aku beli. Lalu pas aku baca, aku heran mengapa rasa gemas dan lucu yang aku rasakan pas baca di GWP nggak aku temukan setelah baca novelnya.

Aku jatuh cinta sama tokoh Adel dan Haykel. Adel dan Haykel itu (dari gambaran yang aku baca di GWP) adalah tokoh yang jutek dan to the point kalo ngomong. Tapi sayang tokoh Adel dan keseruannya jarang dimunculkan di novel ini. Dan Haykel yang di bab pertama begitu jutek, jadi baik dan pengertian banget. Memang sih ada tujuannya dari balik itu semua. Sudahlah...

Tokoh utama di sini bernama Nadhira. Dia ditinggal mati oleh pacarnya Reo karena menjadi korban pengeroyokan. Dua tahun dia nggak bisa melupakan Reo (padahal setahuku pacarannya cuma bentar doang, deh). Teman-teman Nadhira selalu mendesaknya supaya membuka hati, which is nggak semudah itu. Kenangan Reo begitu kuat. Tapi tahukah? Sekalinya membuka hati, Nadhira langsung cinta sama dua orang cowok. WOW. Inilah bagian yang aku nggak suka.

Dan aku selalu benci sama orang yang baru berani nyatain perasaannya ketika orang yang ditaksirnya tersebut udah jadian sama orang lain. WHY? Nah, inilah yang bikin Nadhira selingkuh!!! Bisa-bisanya, deh. Padahal baru beberapa hari lalu dia bilang nggak bisa melupakan Reo. Aku benci bagian ini.

Dan aku juga benci bagian mendekati akhir di mana akhirnya teman-teman Reo tahu siapa pacar Nadhira sebenarnya. Menurutku, setting waktunya jadi tumpang tindih Kalau nggak hati-hati bacanya, bisa-bisa salah paham. Eh, tapi aku hampir marah soal Haykel yang katanya saudara sepupu Reo. Ternyata penulis sengaja bikin tipuan di sana.

Bagian yang aku suka, tentunya pengetahuan penulis soal bintang, di mana aku buta banget soal itu. Membayangkan kalau matahari suatu saat nanti, milyaran tahun lagi tepatnya, akan meledak bikin aku merinding. Apalagi sekarang cuaca memang bertambah panas. Karena semakin terang bintang, semakin cepat dia akan mati atau meledak. Matahari pun bintang juga kan? Kalo nggak salah pernah dengar soal ini.

Selain itu aku juga suka dengan pesan utama dari penulis. Melalui bukunya ini penulis mencoba mengungkapkan pandangannya soal tawuran yang banyak terjadi antarsekolah. Penulis pun mencoba mengungkapkan solusinya dalam menghadapi masalah tawuran ini. Lalu gambaran soal tewasnya Reo dan nasib para pelaku pun digambarkan dengan cukup tragis. Ini merupakah ending yang keren. Dan ini menjadi satu-satunya alasan kenapa aku kasih empat bintang untuk novel ini.
Profile Image for Septi RA Hayuu.
54 reviews
May 8, 2017
Finding You Among The Stars.

Menceritakan tentang gadis bernama Nadhira yang hendak move on dari Reo -pacarnya yang sudah meninggal. Lalu bertemu dengan Haykel -mahasiswa ganteng yang menyebalkan- dan akhirnya mereka dekat. Saat hati Nadhira mulai terbuka untuk cowok itu, Edgar -sahabat almarhum Reo- menyatakan perasaan yang sudah dipendam selama bertahun-tahun. Di satu sisi Nadhira nyaman dengan Haykel, dan di sisi lain ia pun menyayangi Edgar. Cewek itu pun dilema buat milih Haykel atau Edgar, padahal...

Awalnya saya ngira gambar orang yang dicovernya itu paranormal. Atau yang berhubungan dengan ramalan-ramalan gitu, deh. Seriusan. Tapi bukan. Itu bintang-bintang, berhubungan sama isi ceritanya. Emang mata saya aja yang nangkepnya lain xD

Komentar saya soal isinya: ringan, khas teenlit. Walaupun rasa percintaannya rasa dewasa. Bukan dewasa yang macem-macem sih. Maksudnya, perasaan Nadhira ke Reo itu terlalu dalam. Ya gitu deh. Emang susah kalo udah menyangkut hati.

Tapi apa, ya? Saya ngerasa down-nya Nadhira ini gak terlalu sampai ke hati. Saya juga gak nemu apa yang bisa bikin mikir, "Wah, pantesan Nadhira sampai segitu terpuruknya. La wong gitu, kok."
Karakternya Nadhira juga agak gimana gitu. Dia susah move on dari Reo. Tapi giliran udah mulai buka hati, dua cowok sekaligus masuk ke hatinya.

Kelebihannya: pesan yang disampaikan penulis bisa saya tangkap. Juga menyelipkan gambaran remaja kebanyakan, yang masih suka ikut-ikutan para temannya. Entah baik entah buruk, yang penting ditiru aja. Coba aja Entah itu tayangan di televisi atau media yang punya kemungkinan itu, deh. Kali aja kan, tayangan-tayangan yang gak pantes dilihat anak-anak di bawah umur bisa berkurang? *cerewet+OOT mode on

Untuk typo, gak banyak, tapi ada beberapa sih yang saya tandai. Udah ditulis juga di komentar sebelumnya.

Sekian, review dari saya.
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
November 18, 2019
Skor final 2.5. 0.5 buat kovernya yang cakep.

Buat karya perdana, novel ini udah cukup solid. Novel ini juga punya plot twist, karakter, dan hal-hal menarik. Sayangnya, semua tidak diramu dengan baik.

1. Karakter Nadhira yang nggak konsisten. Penulis terlalu sering menunjukkan Nadhira begini dan begitu lewat tell, pembaca nggak mendapatkan karakter Nadhila ya bener begini dan begitu ketika penulis melakukan show. Terus lagi dia ini tipe karakter yang saya ga bisa simpati. Aneh banget jalan pikirnya pokoknya. Nggak kelihatan juga perkembangan karakternya karena Nadhila kayak kerjanya muter-muter terus.

2. Kebanyakan interest. Saya selalu suka novel yang penuh dengan hal-hal menarik. Di novel ini, ada sosiologi, astronomi, sampai break dance. Tapiiiii semuanya cuma jadi tempelan. Kayak nggak menyatu dalam cerita. Cuma hiasan aja. Padahal sayang banget. Sepertinya bakal lebih baik kalo fokus pada satu hal aja supaya tergali dengan optimal.

3. Emosi cerita nggak dapat. Nadhira yang kehilangan Reo nggak berhasil saya dapatkan. Nadhira yang berusaha dekat dengan Heykal juga. Belum lagi ketika Edgar muncul. Mana ini semua karakter seneng main kode. Aduh. Capek sendiri baca kode-kode mereka. 😅

4. Plot twist yang sayang dieksekusi nggak bagus. Padahal punya potensi. Mulai dari awal, soal kematian Reo yang nggak digambarkan dengan jelas. Jadi plot twist yang diberikan itu ya bikin pembaca nggak berhasil merasakan hal itu. Sayang.

Apalagi ya? Yah kurang lebih itu sih. Secara keseluruhan, buku ini oke buat dibaca dan karya debut yang solid.
Profile Image for Neng Ani.
10 reviews
July 6, 2019
Bagi Nadhira Reo adalah bintang yang selalu menerangi hidupnya. Tapi setelah Reo meninggal ia menjadi sosok yang pendiam dan enggan bersosialisasi.

Hingga tiba pada suatu hari ia bertemu dengan seseorang bernama Heykel yang punya ke samaan dengan Reo, suka sosiologi dan menyukai benda-benda di langit.

Ia juga merasa bahwa saatnya ia move on dan mengikhlaskan kepergian Reo. Saat ia mulai menerima Heykel dalam hidupnya tiba-tiba Edgar hadir membuat pengakuan tentang perasaanya pada Nadhira.

Di satu sisi Nadhira tidak mau kehilangan manusia ikhlas seperti Heykel, di satu sisi ia juga menyayangi Edgar, sahabatnya.

Dibalik itu semua terkuaklah misteri kematian Reo.
Profile Image for nasya.
828 reviews
June 20, 2022
dari awal sebenernya novelnya menarik, cuma pas udah mau ending tuh bikin kurang sreg gtu deh. dari nadhira yang gamon sama reo sampe nggak bisa buka hati, malah tiba2 jadi macarin 2 cowo sekaligus. trus bingung juga kenapa haykel ini tau ttg edgar sama nadhira. trus aku endingnya nadhira sama haykel juga kurang sreg, karena memegang quote yg intinya, "kalau kamu mencintai 2 orang sekaligus, maka pilihlah yang kedua, karena kalo kamu cinta sama yg pertama, ga akan ada yg kedua" malah sebenernya berharapnya nadhira putusin aja 22nya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for haikal.
116 reviews
May 31, 2023
i didnt like the characters. tbh the message couldve been relayed in a different and better way. nadhira was so annoying. awalnya gak bisa buka hati tapi tiba-tiba malah bisa sayang dua cowok sekaligus, aneh.
Profile Image for Lita Lestianti.
38 reviews
May 19, 2017
Yang saya suka adalah banyak hal yang mengejutkan di bagian belakang..walaupun di bagian pertama sedikit bertanya2 arah dari ceritanya
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
June 21, 2016
Meski banyak banget hal yang nggak sesuai harapan, pasti ada jalan.

Betapa senangnya saya saat Kak Eka dengan humble bercerita tentang novel pertamanya ini di twitter ketika bukunya belum masuk ke toko buku. Saat itu aku hanya membaca sekitar lima bab di website GWP dan betapa beruntungnya aku bisa membaca bukunya ini sekarang. Yeah!
Finding You Among The Stars adalah novel pertama Kak Eka, tapi tidak memberikan impresi buruk padaku saat perkenalan ini. Di bawah naungan lini Teenlit Gramedia, novel ini memiliki bahasan yang agak berbeda dari teenlit pada umumnya.
Berbicara tentang tokoh-tokohnya, aku kurang suka dengan si tokoh utama. Bagiku Nadhira adalah remaja perempuan yang annoying, maaf. Aku sebal sekali dengan Nadhira yang labil, keras kepala, dan ... yang paling kubenci dari Nadhira adalah kegalauannya yang seolah dialah orang paling sedih di dunia. Tapi, dibalik itu semua, diam-diam aku bisa memakluminya karena masa remaja memanglah masa-masa ketika kita terkesan bingung mengambil pilihan dan labil. Masa remaja adalah masa belajar, tentang cinta kepada lawan jenis, keluarga, mencapai cita-cita, dan mendewasakan diri. Aku juga seorang remaja yang pastinya pernah melewati masa ababil itu, jadi, menurutku karakter Nadhira ini bisa ditolerir lah.
Lalu, ada Haykel. Cowok yang tiba-tiba hadir dan mengubah kehidupan Nadhira. Aku merasa benci dan cinta pada tokoh satu ini. Pertama, aku benci karena dia terlalu pasrah. Bagiku, kalau memang suka ya diusahakan dong! Kedua, aku cinta pada pada tokoh ini karena siapa sih yang tidak mau dicintai dengan sungguh-sungguh seperti cara mencintai Haykel ini?
Dan Edgar... dialah tokoh yang aku sukai! Aku suka dengan cara Edgar selalu berada di sisi Nadhira setiap saat. Aku suka dengan bagaimana caranya menyembunyikan tentang kehidupannya dan tetap peduli pada orang lain. Oh ya, sebenarnya aku mengharapkan lebih banyak scene bersama Adel di novel ini, karena dari kisah yang kubaca di GWP saat itu, Adel adalah sosok sahabat yang menyenangkan. Akan tetapi, pada novel ini, aku kurang merasakan kehadiran Adel sebagai sahabat yang menyenangkan karena apa yang aku harapkan dari kehadiran Adel tak sepenuhnya terwujud.
Aku sebenarnya sedikit heran dengan intensitas pertemuan Nadhira dengan Bunda (ibunya Reo) lebih sering dibandingkan pertemuan Nadhira dan ibunya sendiri. Hal ini membuatku penasaran dengan kisah Nadhira dan ibunya sendiri.
Finding You Among The Stars dikisahkan dari sudut pandang Nadhira. Gaya bahasa yang digunakan Kak Eka benar-benar enak dan mengalir. Aku benar-benar suka dengan cara mengalirnya kisah ini. Lalu, ada bagian dari novel ini yang dikisahkan melalui sudut pandang Haykel dan lagi-lagi aku menyukainya, tidak ada kesamaan tone antara aku-annya Nadhira dan aku-annya Haykel. Mungkin ini karena jika di sudut pandang Nadhira, Kak Eka menggunakan ‘aku’ dan di sudut pandang Haykel menggunakan ‘gue’.
Mitologi Yunani dan Dunia Perbintangan yang menjadi ‘pengawal’ dari kisah ini benar-benar menarik. Untuk novel teenlit, hal seperti ini jarang sekali diterapkan. Aku suka denga perumpamaan-perumpamaan yang digunakan seperti Reo adalah Regulus, dan lain-lain. Selain itu, aku paling menyukai bagian yang membahas tentang tawuran pada novel ini. Dari situ, aku bisa mengerti dan tidak men-judge begitu saja remaja-remaja yang melakukan tawuran. Hidup memang sulit, ya?

“Semua orang pasti punya rasa takut, Nad. Mereka pasti juga takut waktu tawuran. Tapi kalau seseorang udah masuk ke dalam grup, mereka bakal bangun kepercayaan dan keberaniaan yang lebih tinggi. Apalagi kalau merasa kelompoknya solid, mereka bakal berpikir bahwa tindakan mereka bener, meski sebenarnya salah. Contohnya, orang yang takut mengutil bakal berani kalau dilakuinnya bareng-bareng. Mereka membuat persepsi yang salah karena pola pikir itu.”

Dari Finding You Among The Stars ini aku dapat memetik amanah untuk selalu melihat masa depan, bukannya selalu melihat ke masa lalu. Yang akan kita hadapi adalah masa depan, bukan lagi masa lalu. Jadi, memaafkan masa lalu dan menjadikannya pembelajaran adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.
Profile Image for Ramadhana Kirana.
44 reviews1 follower
July 9, 2017
Covernya bagus sekali, dan judulnya juga menarik. Disini saya suka tentang quotesnya bagus-bagus dan mengandung unsur bintang wkwk. Tapi untuk segi ceritanya, kurang greget sih menurut saya. Tiba-tiba bertemu 2 cowok dan jatuh cinta kepada mereka? Seriously? 😑
Ah sudahlah

Bintang : 3/5
Profile Image for Maula Fatimah.
2 reviews1 follower
February 14, 2017
Label teenlit dan GWP ini yang membuat saya memutuskan ingin membaca novel ini.
Bab bab pertanya saya merasa cukup lega, memang pantas dijadikan novel pilihan editor. Gaya bahasanya mengalir. Adegan-adegan yang dibangun juga khas teenlit.
Tapi makin ke belakang kok rasanya fiksi ini makin kurang logis. Saya merasakan seperti yang dirasakan tokoh lain yang bosan tiap Nadhira mengeluh akan kesedihannya ditinggal mati kekasihnya. Kesedihan itu makin diulang ulang dan membosankan.
Beberapa tokoh hanya seperti tempel dan tidak ada timbal balik untuk cerita. Pengetahuan yang dibangun sejak awal juga seperti dipakai seperlunya. Gak dibawa-bawa lagi hingga kesannya sia-sia.
Kavernya bagus.
Pengalaman dan keberanian bercerita untuk menghargai dan berusaha mengedukasi kisah tawuran yang marak di sekolah ibukota juga patut diapresiasi.
Profile Image for Laras.
18 reviews
July 10, 2016
Character ceweknya beneran macem bitchy.... Gue baca ada tentang narinari ingetin sinetron tak jelas. Salah beneran beli karena tertarik cover cantiknya. It's my opinion, tapi ya gue bacanya emang nyeleneh aja. Jatuh cinta lah, anak SMA uda ngomongin cinta. Sbnernya agak maksa sih soal bintang gemintag itu. Jadi gue tambahin sebintang de. Blah blah blah.
Profile Image for Dedul Faithful.
Author 7 books23 followers
February 5, 2017
Unik dengan cerita yang 'remaja' banget. Dunia astronominya juga diulik dengan porsi pas. Yang agak mengecewakan adalah nasib salah satu tokohnya yang gak jelas sampai akhir cerita. Overall, I like it!
Profile Image for Oki.
467 reviews11 followers
June 6, 2025
Alurnya sedikit picisan namun dibalut dengan penceritaan yang cukup piawai, okelah untuk teenlit tidak bisa berkomentar banyak karena juga bukan wah sekali ceritanya, tapi tetap menarik untuk dibaca.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.