Tidak selamanya ‘dingin’ itu membekukan. Kadang yang ‘dingin’ itulah bisa jadi yang paling meluluhkan. Seperti dia, yang dingin tapi selalu bisa menumbuhkan cinta. Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang...
***
Kenarya Hechira jatuh hati kepada Sena Putra Dirmaga, siswa yang paling ‘dingin’ seantero sekolah. Mereka sangat bertolak belakang, yang satu menghangatkan karena kerahamannya, yang satu penyendiri karena sifatnya yang dingin kepada orang-orang.
Akankah Kena mampu dan sanggup terus berjuang mengeluarkan Sena dari belenggu es yang membalut hari Sena? Ataukah dia menyerah pada keadaan dan tak mampu bertahan? Bisakah mereka bersatu di antara jurang perbedaan?
Sebenernya, buku ini letak kekuatannya itu ada di paragraf. Ni bocah legh ugha dah bikin permainan katanya. Satu level lebih tinggi dari penulis wattpad lain yang bukunya bisa diterbitin tapi pas gue baca... lah, mana paragrafnya-_- cuman dialog aja terus-terus-san. Paragrafnya ya cuman sebatas ngasih tau pembaca, dia dimana, dengan siapa, tapi suasana dan perbuatannya nggak begitu digambarin. Tapi buku ini bisa menggambarkan suasana, perbuatan, sama isi hati tokoh.
Penerbit nggak salah sih milih buku yang udah dibaca jutaan umat di wattpad, toh penerbit juga ingin untung. Ya nggak? Dan target mereka 'kan emang anak-anak umur 13-18 tahunan lah ye. Lagi masa alay-alay baper. Gue juga pernah sih. Tapi nggak pernah se-wow kek di novel. Pacaran ya pacaran. Cowok gue nggak bisa seromantis cowok-cowok di novel. Nggak sesempurna mereka. Njir, jadi curhat aing.
Sad ending. Itu juga kelebihan buku ini. Coba lihat buku-buku yang udah boooommiing dimana mane, endingnya kebanyakan menggantung, bikin bingung, nggak sampe dijelasin dia nikah, punya anak, sampe anaknya punya anak, sampe bikin anaknya, eh. Tapi nggak selamanya sad ending bageus. Happy ending juga bageus. Nonton Anime H malem-malem juga bageus. Apa? Iya, Anime H itu Anime Hidayah. Kayak Tukang Ramen Naik Haji, Sasuke Mudik ke Konoha, sama Siksa Kubur Para Titan. Itu sih gimana penulis mengeksekusi konfliknya. Tapi 'kan biasanya teenfic dengan tema, "cewek periang ngejar-ngejar cowok dingin," itu berakhir dengan si cowok yang suka balik sama si cewek. Dan mereka jadian, pembaca pun bahagia. Hadeuh terlalu fiksi, seperti kata spongebob, "IMAJINAJIS. Eh. IMAJINASI."
Dan sebenernya lagi, Sena nggak dingin-dingin amat, harusnya ada adegan yang 'ngena' yang bisa buat Sena luluh gitu, tapi adegannya ya gitu lagi gitu lagi ala-ala FTV yang sering banget ditemuin di banyak cerita. Menurut gue, cowok dingin nggak akan mempan sama banyak kejadian FTV lho. Justru harusnya pendekatan Sena ame Kena bisa dibuat beda. Soalnya Sena di judge dingin. Kenanya harus panas dong (eh bukan bitches juga kali ya). Ya mungkin mereka jadian gegara doa ibu Kena di dengar Tuhan.
Gue rasa penulis bisa kali ya buat judul yang lebih UGHH dari pada The Coldest Boyfriend. Ketebak banget gimana jalan ceritanya.
Novel ini cocok buat sinetron atau FTV. Pasti tetangga gue yang masih kecil-kecil nonton. Siapa tau Pak Sutradara minat? Atau minat juga ngambil saya jadi tokoh utamanya? Ah, jadi orang lewat juga nggak papa lah. Atau ada diantara kalian yang lagi buka peluang buat saya kerja? #butuh #uang #buat #nikah #tapi #calonnya #belum #ada #:(
Oh ya, buku ini ketebelan, Sob. Karena konfliknya dikit gue rasa bisa dipertegas lagi.
Crap, last paragraph, kata temen gue yang juga seorang penulis, suatu cerita terkadang digandrungi jutaan umat bukan karena kualitas isi ceritanya yang menginspirasi, tapi karena pembaca itu BERNASIB SAMA dengan apa yang dialami si TOKOH. Jadi, gue ambil kesimpulan, adek-adek yang suka ngeudh sama ni novel lagi ngejar-ngejar cowok dingin juga ya? Apa semua cewek Indonesia gitu? Tukang ngarep. Seleranya sama? Jadi kalian pikir cowok dingin itu perfek? Njir, turut berduka gue kalau kisah kalian sama kayak di novel ini.
Lanjutkan menulis Itsfiyawn, coba buktiin kalau novel wattpad juga pantes dilirik tiga mata eh dua mata. Nggak satu mata doang.
saya suka embel-embel cold, cerita tentang pacar yang dingin sering bikin saya gregetan sendiri. awalnya saya antusias sekali baca novel ini, tapi gak tau kenapa pas udah nyampe 20%nya saya jadi bingung.
fyi aja, dingin = bukan cuma ngetik singkat kalo lagi ngechat.
daya tarik sena sebagai cowok dingin hilang gitu aja, apalagi setelah sena & kena resmi pacaran.
terus, konfliknya bisa dijadiin alur cerita sinetron cinta fitri. lumpuh? seriouslyyyyyy? the way kena screams and cries also written in a really bad way. oooh not bad, alay fits more.
ini udah 2 kali saya bener bener kecewa sama cerita wattpad yang dipublish jadi buku. mungkin emang gak jodoh sama buku dari cerita cerita wattpad. hadeh.
Judul dengan sikap Sena yang sebenarnya gak dingin-dingin amat ini sama sekali gak cocok. Bahkan sikapnya yang dingin itu gak terlalu di eksplor. Dan terlalu banyak tragedi disini. Well, seseorang seharusnya tidak mendapatkan tragedi sebanyak itu. Dan endingnya sama sekali gak sesuai harapan. Kesedihan dan kepedihan yang ada rasanya tidak terbayarkan pada akhirnya. Anyway, bukunya enak dan menyentuh kok.
Awal-awal baca novel ini jadi baper sampai senyum-senyum sendiri karena Sena. Sena selain ‘dingin’ kadang-kadang ‘so sweet’ bingit sih. Sempet kasian sama Kena yang nasibnya jadi malang banget. Trus sempet heran sama Sena yang nyakitin diri sendiri. Sena bego atau gimana sih? Dan akhirnya, aku seperti Kena telah dibuat broken heart beneran sama Sena. Air mataku hampir tumpah, lho. Sedih-sedih gimana gitu. Ugh, nggak nyangka aja endingnya kayak gitu. Semoga kamu bahagia dengan kehidupanmu yang baru ya, Sena. Hiks.
Sampai di halaman 50an, and this book make me thinking kenapa dulu gue picked up this from the bookstore… iya, sticker dibaca 7 juta kali di wattpad. Sorry not my kind of tea karena too much cliche dan mungkin itu alasan kenapa gue anggurin buku ini, dulu, pas baca di halaman 10-ish.
Novel yang menceritakan tentang kisah seorang siswi gemilang bernama Kenarya Hechira (Kena) yang dipertemukan dengan siswa bernama Sena Putra Dirmaga (Sena) yang diawali dengan sebuah insiden memalukan. Kemudian kisah keduanya berlanjut sampai persoalan demi persoalan mewarnai kisah keduanya. Hingga pada puncaknya ketika sikap Sena yang membuat Kena terus menerus bertanya dalam kepala hingga saat keduanya dipertemukan oleh takdir,pada suatu waktu yang rasanya dapat menentukan arah kisah mereka. . . . Salah satu bagian yang menurut saya menarik dari novel ini terletak pada ilustrasi serta judul yang dipilih. Kerja keras penulis dan ilustrator yang patut diberi jempol. Berbicara tentang isi dari novelnya, saya pribadi tidak memiliki alasan untuk menjadikan bagian ini sebagai penambah nilai untuk karya mba Itsfiyawn ini karena mungkin sedikit banyaknya harapan yang telanjur dibumbung tinggi bahwa karakter untuk novel ini bukan dari kalangan pelajar. Mungkin saya harus belajar untuk tidak tergesa gesa dalam menilai novel berdasarkan apa yang saya lihat pada kover. Kemudian melangkah pada karakter novel yang bernama Sena. Menariknya dari karakter yang disebutkan itu karena banyak perilaku yang cukup membuat saya bertanya tanya tentang isi pikirannya terutama dalam menghadapi Kena. Sosok Sena dan sikapnya terasa benar benar mewakili judul dari kisah Sena dan Kena ini. Tempo dari alur cerita yang terkadang terasa lama dan pada beberapa bagian justru begitu cepat, kembali membuat saya harus kembali mempertimbangkan jika ingin menelusuri kelanjutan kisah mereka walaupun dengan risiko harus sesabar Kena untuk menghadapi banyak pertanyaan jika sewaktu waktu teringat kembali dengan kisah mereka. Secara keseluruhan, novel ini cukup bagus dan cocok di nikmati oleh pembaca remaja
Tidak selamanya 'dingin' itu membekukan. Kadang yang 'dingin' itulah bisa jadi yang paling meluluhkan. Seperti dia, yang dingin tetapi selalu bisa menumbuhkan cinta. Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang.
Kenarya Hechira jatuh hati kepada Sena Putra Dirmaga, siswa yang paling 'dingin' seantero sekolah. Mereka sangat bertolak belakang, yang satu menghangatkan karena keramahannya, yang satu penyendiri karena sifatnya yang dingin kepada orang-orang.
Kisah Kena dan Sena terbilang cukup rumit. Perjuangan Kena untuk membawa Sena keluar dari belenggu es yang membekukan hatinya seolah tak ada akhir. Sanggupkah Kena terus memperjuangkan rasa yang mereka miliki? Ataukah ia harus menyerah pada keadaan, karena ternyata Sena sendiri memiliki "sakit" yang begitu menggerogoti jiwanya?
Buku ini pas banget kalau dibaca saat hari hujan ditemani selimut dan secangkir cokelat panas. Suasana dingin dan suram terasa kental. Berbagai quote yang tersebar di dalamnya akan membuat para pembacanya baper akut. Beberapa kali perasaanku dibuat kagum oleh perjuangan dan keteguhan hati Kena, namun kadang jadi gemas juga melihatnya berjuang seorang diri sementara orang yang diperjuangkan terkesan tidak peduli. Tapi...oh! Ternyata... Sena juga memiliki masalahnya sendiri yang teramat pelik.
Novel ini dari awal sudah seru, apalagi menjelang konflik dan ending yang membuat napas pembaca naik turun. Tidak ditemukan salah kata, ada beberapa kutipan spoiler per partnya. Aku suka banget pas cowok dingin kayak Sena bisa periang saat Bersama Kena—hal yang ditunggu pembaca. Friendship atau lebih tepatnya couple date antara Sena-Kena dan Rio-Arin dan kehidupan mereka sebagai anak remaja sangat relate mengingat aku baru lulus SMA. Masalah Sena tentang mental health juga bisa dikatakan membuat novel ini semakin ramai, pula masalah lainnya memberi aware tersendiri terhadap pembaca.
Sebagai anak yang pernah SMA, alur di novel The Coldest Boyfriend sangat jarang ditemukan. Realistis saja, ada beberapa yang kurang logis dan tiba-tiba sehingga ada di beberapa bagian stres merealitakannya (mungkin aku saja yang over reacted). Sudut pandang yang beragam juga sulit membuatku konsen. Adapula sikap Sena yang cenderung childish dan Kena yang terlalu sabar membuatku pengin ketemu tokohnya langsung untuk menceramahi. Namun, kekurangan tersebut tertutupi dengan permasalahannya yang pelik sampai cepat kuselesaikan saking menariknya.
"Aku yakin, sebeku apapun suatu hal, pasti akan meleleh jika terus dihangatkan oleh mentari"
"Kata mereka wajahku datar dan aku sangat pendiam. Wajahku datar? Maaf, aku tidak suka fake smile..."
"...Kenapa harus ada alasan jika rasa di hati tumbuh tanpa ada alasan?"
Kaget. Kaget banget pas baca kaki Kena harus diamputasi :( Tapi lebih miris lagi waktu baca Sena coba buat bunuh diri. Ngilu rasanya! :(
Kenapa sih cewek bisa se-bego dan sekuat Kena kalo udah sayang. Heran! Dasar wanita :(
Cerita sedih, sedih banget. Manisnya sebentar sisanya sedih-sedih aku nggak suka huhuhuhu. Sena Kena itu udah jatuh tertimpa tangga, tertimpa apa lagi, lagi lagi lagi dan lagi. Sad ending sebel :(
Gila sih! Sepanjang cerita dibikin baper dan gemas sendiri dengan tokoh yang gak saling ngungkapin rasanya masing-masing. Dan aku suka sama endingnya yang bener-bener diluar dugaan, sukses bikin bapernya!
This book made me cry a lot, especially since this is the first novel i have read. its been a long time, about four years ago but i still keep it. Because the ending of this story is so memorable, thank you for publishing a novel as beautiful as this.💐🤍
Sebuah buku dari wattpad dengan kisah tragis dan campur tangan penyakit mental (mental illness).. Sebenernya banyak yang bilang buku ini bisa membuat pembaca nangis, dan itu membuatku menaruh ekspektasi tinggi pada buku ini. Ternyata, aku sama sekali nggak nangis 😂 yang ada, aku malah mengambil break yang banyak untuk sekedar meraba-raba kaki dan pergelangan tanganku 😂 deskripsi nya wow dan itulah yang membuatku meraba-raba dua bagian tubuhku itu 😅
Sebelumnya, maafin gue karena enggak ngehargai penulis dengan beli bukunya. Lagi krisis ekonomi, mak. emak juga ndak mau kasih uang jajan lebih, hehe. Jadi, sekarang, gue mau ngasih review yang di wattpad aja ya :'v hehe
Ini buku sebenernya bagus. Deskripsinya kuat. Porsi dialog sama narasinya pas. Meski temanya klise, tapi penulis bisa bikin ini keren.
Baca awalnya sih, ena ya. Gue suka sikap dinginnya Sena dan sebagainya dan sebagainya. Tapi makin ke akhir, terlalu drama, menurut gue. Yah, sebenernya enggak apa-apa sih kalau mau nambahin konflik. Tapi, ya, kalau kebanyakan drama kan enggak bagus juga. Jadinya, saya enggak jadi nangis dan mikir, "Ini cerita apa sinetron?"
Tapi, kalau mau diperbaiki, dan porsi dramanya dikurangi, novel ini bisa lebih bagus kok. Semoga novel selanjutnya dari penulis bisa lebih bagus. hehe hehe. 2 of 5 stars for this book.
Begitulah risiko kalo suka dan pacaran sama orang dingin. Kadang memang bikin sakit hati sendiri. Sayang dinginnya Sena cuma segitu aja. Padahal aku berharap Sena itu lebih dingiiin lagi, mengingat judulnya "The Coldest".
Dan aku rasa ketika Sena melakukan "hal yang bodoh" saat ia frustasi itu berlebihan. Tapi, tidak lama setelah baca novel ini, di dunia nyata aku ternyata punya teman yang melakukan hal yang sama dengan Sena. Aku jadi tertarik sama (maaf) "kelainan" yang dialami Sena dan temanku itu.
Baca novel ini ketika sedang berada di fase "lagi halu-halunya tentang pacaran di SMA" dan sekarang nulis reviewnya saat aku udah ga tertarik lagi sama yang gituan. Kalau boleh dibilang, setelah aku baca-baca sekilas sekarang ini, ceritanya klise banget. Ya tipikal lah cerita wattpad, cowo dingin dan lain-lain. Malah menurut aku Sena tuh ga sedingin itu, mungkin penulisnya kurang ngedeskripsiin adegannya huft. Tapi aku menghargai novel ini yg pernah bikin aku kesemsem di masa halu-halunya, aku kasih bintang tiga deh.
Aku suka awal-awal pertemuan Sena dan Kena. Sifat 'dingin' Sena merupakan kekuatan dari buku ini. Tapi setelah jadian dengan Kena, dinginnya sudah buyar. Jadi kurang seru lagi.
Dan novel ini menurutku ketebelan. Padahal beberapa bagian bisa saja dipangkas karena kalau dihapus juga tidak akan berpengaruh apa-apa.
Kalau disuruh milih, aku lebih suka karya penulis yang judulnya Putih ketimbang The Coldest Boyfriend.