Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ada Apa Dengan Cinta?

Rate this book
Apa lagi yang kurang dalam hidup Cinta? Ia punya keluarga yang bahagia, popularitas di sekolah, banyak pengagum, dan yang paling penting, ia punya sahabat-sahabatnya. Alya, Maura, Milly, dan Karmen membuat hari-harinya selalu berwarna. Mereka adalah pusat dunia Cinta.

Sampai suatu hari, ia berkenalan dengan Rangga, cowok jutek dan penyendiri yang lebih suka berteman dengan buku daripada manusia. Ternyata mereka sama-sama menyukai puisi, minat yang tak bisa Cinta bagi dengan keempat sahabatnya. Dan perlahan hal itu membawa perubahan pada dirinya, membuat orang-orang di sekitarnya bertanya-tanya, ada apa dengan Cinta?

Ketika Cinta sendiri pun ikut mempertanyakan dirinya dan persahabatannya menjadi taruhan, apa yang sebaiknya ia lakukan?

192 pages, Paperback

First published April 1, 2016

23 people are currently reading
266 people want to read

About the author

Silvarani

13 books19 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
34 (22%)
4 stars
54 (35%)
3 stars
47 (31%)
2 stars
12 (7%)
1 star
4 (2%)
Displaying 1 - 30 of 35 reviews
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
December 15, 2016
OMG, rupanya Tuhan bersimpati sama aku hari ini.... Di aplikasi hapeku ada reviewku yang sempat kubuka pas mau baca komen. Langsung deh aku screenshot sebelum dia menghilang. I am so blessed today <33333 Jadi gak perlu repot-repot mikir lagi deh. Tinggal salin ulang lagi aja <3333 Jadi maaf ya teman-teman kalo review ini tayang lagi di layar ada XD

Jadi ceritanya tuh aku beli buku ini pas film AADC 2 lagi tayang di bioskop. Berhubung aku gak pernah nonton di bioskop akhir-akhir ini, jadi aku beli aja bukunya. Nunggu filmnya tayang di tivi aja deh XD. Tapi namanya juga main ambil buku tanpa lihat lebih detail. Walhasil, di rumah baru ketahuan kalo ini tuh cerita AADC yang pertama, bukan yang kedua!



Makanya lama belum kubaca bukunya karena rasa bete itu. Lalu baru-baru ini aku kan langganan Hooq dan akhirnya bisa nonton AADC2! Girang banget, dong! >.< Lalu habis itu lanjut nonton AADC 1, tapi berhenti di tengah karena mutusin untuk baca bukunya dulu. Dan... well, gak nyesel akhirnya baca bukunya juga. Sukaaaa!!! Karena lewat buku ini aku jadi bisa tahu hal-hal yang gak bisa dijelasin di film. Karena film kan mainnya pake ekspresi, dan gak semua ekspresi pake dialog atau dijelasin pake narasi. Jadi mana bisa membaca secara pasti arti ekspresi yang ditunjukkan oleh sang aktor?

Contohnya nih:

1. Waktu Alya pertama kali nunjukin luka memar di bahunya ke sobat-sobatnya. Yang paling vokal kan Cinta, sedangkan Milly dan kawan-kawan banyakan diemnya. Di buku ini ada penjelasannya:

"Di antara mereka, Milly-lah yang paling tak dapat membayangkan masalah yang diderita Alya. Ia tak banyak bicara. Bahkan, ia tak tahu harus berbicara apa. Paling-paling ia hanya bisa merangkul bahu sahabatnya itu. Sebagai anak bungsu dengan tiga kakak laki-laki yang begitu menyayangi dan memanjakannya, kekerasan yang dialami Alya tak dapat diterima akal sehat."


2. Waktu pertama kali Cinta nyamperin Rangga di Perpus. Sumpah, aku kira Rangga gak ada rasa secuil pun untuk Cinta, selain kesel karena jam bacanya terganggu. Habis dia jutek banget tampangnya. Gak taunya...:

"Tatapan mereka beradu. Hanya dalam hitungan detik, sepertinya adu tatap itu mengirimkan getar ke hati mereka berdua. Namun Cinta dan Rangga buru-buru membunuh rasa yang sebenarnya sudah menyentuh hati mereka."


3. Aku gak paham-paham amat kenapa Rangga menatap Cinta dan Borne yang lagi di mobil Jeep dengan sebegitu "muaknya". Eh ternyata ada rasa cemburu di balik itu, hahaha:

"Ia tak terlalu mengenal Cinta, apalagi Borne. Anehnya, ada semacam perasaan tak terima saat ia melihat pemandangan itu."


Terus yang paling juara nih, surat yang pertama kali diberikan Cinta buat Rangga, yang diselipkan di bawah pintu ruangan Pak Wardiman. Semua yang udah nonton AADC 1 tapi belom baca buku ini pasti gak ada yang tahu apa isi surat itu yang bikin Rangga seesmosi itu dan melabrak Cinta di redaksi mading. Iya kan, iya kan? Haha, kasih tau nggak ya isi suratnya...? Ehm, gak usah deh. Mending beli bukunya aja dan baca sendiri, lol. Kalo mengaku penggemar AADC, pastinya gak akan merasa rugi dong :D

Nah, sekarang pendapat aku soal novelisasinya. Menurutku sih biasa-biasa aja penulisannya. Tanpa perlu penulisan yang indah, udah bisa ngebayangin Cinta, Rangga, dkk berikut keadaan sekitarnya. Tapi tentu akan menjadi lebih istimewa kalo penulisannya "canggih". Aku kasih rating empat karena ya bonus yang aku sebut di atas. Ditambah lagi bisa paham dialog yang kadang gak kedengeran jelas kalo di film, karena diucapkan terlalu pelan.

Soal kemiripan dengan film? Gak seratus persen ini sama dengan filmnya. Maksudku, ada beberapa bagian yang difilmnya malah gak ada. Makin penasaran? Baca sendiri aja ya... XD



Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
February 4, 2017
3,5 bintang

Saya bahagia.
Ini serupa harapan yang menjadi kenyataan.

Beberapa waktu silam, saya memasukkan AADC? ke daftar sepuluh film yang semestinya ada versi novelnya. Dan, seperti terkabulnya doa, kini sudah ada versi novel dari salah satu film Indonesia modern yang menandai kebangkitan kembali perfilman tanah air. Namun, entah karena apa, saya enggak langsung beli-dan-baca novel AADC? itu. Ada sedikit kesongongan saya menyoal kredibilitas penulisnya, sih. Maaf. Heh, siapa sih ini Silvarani? Enggak bisa gitu minta penulis sekaliber Winna Efendi atau Orizuka atau Esti Kinasih buat novelin film mahafenomenal ini? Yeah, yeah, saya memang (kadang) sesongong itu. Hingga akhirnya saya nemu info diskonan hingga 50% all item di @hematbuku20 jadi saya beli (dan baca) novelisasi film yang mempopulerkan Dian Sastro dan Nicholas Saputra ini.

Jika kamu seperti saya yang begitu nge-fans filmnya sampai-sampai hafal-luar-kepala dialog-dialognya, pasti hepi banget baca novel AADC? ini. Sebagian besar dialog-dialog itu dipertahankan sesuai yang ada di film, dengan beberapa penambahan. pengurangan, dan penyesuaian lainnya. Dialog-dialog ikonik seperti, "Basi! Madingnya udah siap terbit!", "Terus salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue?", atau "Salah satu dari kita pasti lebih punya otak atau lebih punya hati, tapi kayaknya kamu nggak punya dua-duanya". Nah, dialog-dialog semacam itu juga tetap ada di novelnya.

Selain dialog, secara garis besar cerita juga sama persis dengan filmnya, meskipun terdapat penambahan sebab-akibat atau sudut pandang lain dari para tokohnya ketika berinteraksi. Tambahan lain adalah penggambaran ekspresi tokoh masing-masing. Apa yang saya lihat di film ditambahkan efek dramatisasi melalui rangkaian kata-kata (yang untunnya tidak sampai lebay). Tentu saja, hal tersebut menambah kenikmatan mengikuti kisah Cinta dan Rangga ini. Detail visual yang tidak tertangkap mata ketika menonton filmnya, bisa kita dapatkan dari novel.

Selain tambahan efek dramatisasi, di AADC? versi novel juga diberikan beberapa hal yang tidak dibuat gamblang di filmnya. Misal: isi surat Cinta untuk Rangga yang diselipkan di ruangan Pak Wardiman yang bikin Rangga marah (di film kan enggak dikasih tahu bunyi suratnya bagaimana)...

resensi selengkapnya di: http://www.fiksimetropop.com/2017/01/...
Profile Image for Athaya Irfan.
187 reviews72 followers
May 9, 2016
Waktu mendengar film Ada Apa Dengan Cinta? akan diadaptasi menjadi novel saya sangat senang sekali. Karena saya sudah menonton versi filmnya dan penasaran bagaimana film ini akan dikemas menjadi sebuah novel.

Buku Ada Apa Dengan Cinta? menjadi pengalaman pertama saya membaca tulisan Silvarani. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan buku ini secara langsung sesaat setelah Silvarani mempromosikan buku ini disalah satu stasiun radio di Jakarta.

Novel ini juga menjadi novel dalam negeri yang diangkat dari sebuah film pertama yang saya baca. Membaca novel ini membuat saya bernostalgia dengan masa dibangku SMA karena setiap tokohnya adalah remaja yang sedang berada di tingkat sekolah menengah atas. Kegiatan khas remaja mewarnai kisah persahabatan Cinta, seperti ikut kegiatan majalah dinding sekolah, nonton konser band favorit sampai jodoh-jodohan sesama teman.

Membaca novel ini juga mengingatkan saya pada hal-hal yang sempat ada pada masanya di awal tahun 2000an. Keberadaan pasar buku loak di kawasan Kwitang salah satunya. Kawasan ini dulunya pernah jadi tempat penjaja buku yang biasa menjual buku-buku edisi lama atau yang sudah tidak diproduksi lagi. Letaknya diapit oleh Jalan Senen Raya dan Jalan Kwitang Raya. Di tempat inilah Rangga mengajak Cinta untuk mencari buku sastra untuk melengkapi koleksi Chairil Anwar milik Cinta.

Saya sangat menikmati proses membaca buku ini. Alur cerita yang cepat membuat saya tidak sadar sudah hampir menyelesaikan buku ini. Penggunaan POV 3 sangat tepat untuk menceritakan isi buku ini. Saya mampu memahami setiap pemikiran dan dilema yang dihadapi setiap karakternya. Bagi yang belum mengetahui jalan cerita aslinya, tidak akan sulit untuk mengikuti arah cerita di buku ini. Penulis memakai bahasa yang ringan dan mudah untuk dipahami.

Namun satu hal fatal yang membuat saya 'memaklumi' kekurangan buku ni adalah gaya bercerita yang terlalu cepat. Pergantian antar bab terkesan terlalu dipaksakan. Saya berpikir haruisnya pengadaptasian film menjadi novel bisa lebih lembut dan lebih mengalir daripada filmnya. Tidak ada tambahan sedikitpun usaha penulis untuk membuat buku ini lebih baik dari filmnya. Hanya asal mengalihkan cerita dari tiap scene di film menjadi untaian bab, asal plok tempel jadi. Kurang lebih seperti itulah buku ini.

Jika harus membandingkan cerita Ada Apa Dengan Cinta versi antara versi film dengan novel hampir tidak ada perbedaan sama sekali. Bahkan menurut saya membaca Ada Apa Dengan Cinta versi film bisa jadi melengkapi apa yang tidak ditunjukkan dalam bentuk visual tapi tidak ada yang spesial juga dari buku ini. Tapi dari segi emosional, buku ini lebih baik dari filmnya. Saya lebih merasakan kekuatan emosional persahabatan Cinta dan sahabatnya dalam novel ini. Pergolakan batin Cinta dan pemikirannya yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata pun dapat terasa lebih maksimal dalam versi novelnya.

Kalau kamu ingin mencari bacaan yang sarat nilai persahabatan, mengibur sekaligus mengenang kembali masa sekolah dulu, buku ini sangat layak untuk jadi daftar bacaanmu. 
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 10, 2016
Tahun 2000an, AADC hadir menggebrak dunia perfilman Indonesia dengan ide ceritanya yang ringan dan kemasannya yang menarik khas remaja. Kisah Cinta-Rangga menjadi salah satu film Indonesia yang paling ditunggu dan membius para penikmat film.

Yang sudah pernah menonton AADC pasti masih mengingat dengan jelas ending perpisahan Rangga-Cinta di bandara yang cukup fenomenal dan berakhir dengan sebuah janji. Janji yang sayangnya baru akan terlaksana setelah 14 tahun berlalu....

"Aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya. Bukan untuknya, bukan untuk siapa. Tapi untukku, karena aku ingin kamu. Itu saja."

Tahun 2016, bagi kamu yang kangen dengan kisah Rangga dan Cinta, siap-siap bernostalgia karena filmnya AADC 2 akan tayang dalam waktu dekat di bioskop kesayanganmu. Untuk menyambut film AADC 2 yang akan segera tayang, akhirnya film AADC akhirnya terwujud dan dapat dituangkan juga menjadi sebuah novel adaptasi karya Silvarani yang sedang kubaca ini.

Akhirnya, setelah bertahun-tahun berlalu, bagi kamu penikmat buku, kamu bisa merasakan sensasi yang berbeda membaca kisah Rangga dan Cinta melalui novel adaptasi film AADC ini. Bagiku sendiri, membaca novel AADC ini seperti kembali mengulang memoriku dan bernostalgia kembali dengan Rangga-Cinta. Masih teringat jelas setiap adegan film AADC yang begitu sangat berkesan, walau waktu sudah lama berlalu saat aku pertama kali menontonnya.

Salut sekali, buat Mba Silvarani yang mampu merajut kembali kisah Rangga-Cinta ke dalam sebuah novel adaptasi yang tetap semenarik filmnya. Kamu akan diajak berkenalan dengan Cinta, seorang gadis SMA yang mempunyai 4 sahabat yang saling mencintai dan menyayangi. Hidup Cinta terasa lengkap, punya keluarga yang baik, prestasi sekolah yang gemilang, sahabat yang selalu mendukung dan banyak pria yang antri menjadi kekasihnya, seperti Borne cowok populer di sekolahnya yang sedang pedekate dengannya.

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, setiap adegan yang ada dalam novel ini tidak berbeda jauh dengan yang ada di film. Mba Silvarani mampu menyampaikan dan menuangkan apa yang ada di dalam film ke dalam novel ini. Karakter para tokoh tergambar dengan cukup baik, begitupun chemistry yang terbangun di antara para tokoh.

Untuk karakter tokoh sendiri, aku tetap jatuh cinta dengan sosok Rangga yang misterius. Rangga yang jutek tetapi charming. Novel ini sederhana, namun mampu memadukan sebuah kisah cinta, persahabatan dan keluarga yang sungguh menyentuh.

Buat kamu yang belum pernah menonton film AADC atau sudah pernah menonton film AADC, silahkan membaca novel ini. Bersiaplah untuk bernostalgia bersama kisah Rangga dan Cinta. Semoga jatuh cinta!!!!!

Review selengkapnya bisa dibaca disini http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
January 11, 2017
** Books 11 - 2017 **

3,4 dari 5 bintang!

Hahaha mau ditonton berapa kalipun AADC ini membuat perasaan saya menjadi sentimentil. Betapa tidak saya masih ingat sekali Film ini berjaya di tahun 2002 di saat saya masih menjadi gadis remaja yang tergila-gila dengan abang Nicholas haha.. Ya ampun kalau ingat masa itu saya jadi malu sendiri saya heboh mengumpulkan poster dan sampai membuat kliping dari majalah semua tentang AADC LMFAO. Tidak tanggung-tanggung saya menonton film ini hingga TIGA KALI. Itu suatu prestasi buat saya karena sampai sekarang saya termasuk jarang yang nonton film di bioskop. Paling banyak 5 film dalam setahun. (Tahun 2016 yang saya tonton hanya film Sabtu bersama bapak, Ada Apa Dengan Cinta 2, Bigbang MADE, Fantastic Beasts dan ditutup dengan Kimi No Na Wa)

Saya sudah pernah membaca versi skenarionya dan menonton filmnya. Tetapi saya senang sekali karena masih ada hal-hal baru yang bisa saya dapatkan dinovel ini yang tidak kelihatan di film atau skenarionya. Contoh adegan cinta menuliskan surat untuk Rangga yang tidak mau di wawancara. Kalau di Filmnya gak keliatan apa isi suratnya nah disini dilihatin tuh apa isi suratnya. Lalu adegan Rangga Menyebrang.. aishhhh bikin hati ini rasanya kembali bernostalgia Hahhahaa..

Kalau dibandingkan dengan cerita AADC 2 jujur sih saya masih lebih suka dengan cerita AADC 1 yang lebih pas kadar manisnya dan endingnya. AADC 2 menurut saya endingnya dipaksakan sekali Cinta harus kembali dengan Rangga. Padahal toh mereka udah punya kehidupan masing-masing dan menunggu hingga bertahun-tahun tanpa kepastian bukanlah hal yang mudah. Mana ada wanita yang secara logika mau menunggu selama itu demi sebuah cinta? wkwkk

Kalau kalian suka dengan AADC dan ingin melihat beberapa adegan yang tidak didapatkan di film dan skenarionya saya rasa kalian patut untuk membaca versi novelnya ini :D

Terimakasih Scoop!
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
April 18, 2016
Review Lengkap + giveaway: http://duniakecilprili.blogspot.co.id... DL: 22 April

Membaca kisah Rangga dan Cinta yang telah di adaptasi dalam sebuah novel membuatku mengenang kembali seperti apa alur cerita filmnya pada era 2002 silam.
Sepertinya novel ini tidak berubah banyak dengan versi aslinya.
Membaca kisah Rangga dan Cinta di tahun 2016 memang sedikit terlambat, karena gambaran setting tempat dan situasi dalam novel sudah banyak berubah dengan aslinya.
Bahkan kemunculan Pas Band pun bisa dipastikan tidak banyak yang tahu akan sosok band itu bagi kalangan anak muda sekarang.
Namun, kisah Rangga dan Cinta ini dikemas sangat apik oleh penulisnya.
Pembaca yang menggilai film Ada Apa Dengan Cinta dulu bisa terpuaskan nostalgianya saat membaca novel ini.
Terimakasih telah menghadirkan kembali sosok Rangga dan Cinta dalam bentuk fisik yang tak akan lekang oleh waktu.
Pembaca akan mudah melalukan re-read ulang jika kembali melupakan kisahnya.
Profile Image for Lies Tangalayuk.
69 reviews11 followers
April 11, 2023
Demi apa baru tau film AADC dibikin buku? Malah dari tahun 2016 terbitnya. Saking sukanya sama filmnya di awal tahun 2000an, langsung gercep beli dari toko ijo. Kirain "vibe"nya akan sama dengan filmnya yang sangat nyastra (is that even a word?). Ternyata tidak, saudara2. Belum lagi di deskripsi tokonya tidak dicantumkan berapa halaman. Kirain paling tidak 300an lah, ternyata cuma 186 halaman. Gimana bisa rangkum filmnya yg sekitar 2 jam?
Pas baca halaman 1 kecewa lagi soalnya pake sudut pandang orang ke-3. Padahal bakal bagus banget kalau pake POV Cinta trus vibenya dibikin kayak tulisan di diary yang banyak pake kata2 puitis secara inti filmnya memang tentang puisi. Selanjutnya, plotnya kecepetan sampe bingung lagi baca novel apa komik. Bahasanya bener2 kayak novel remaja biasa yang ditulis sama remaja juga. Penulisnya dikejar2 deadline apa gimana? Habis itu puisi Rangga yang dinyanyikan sama Cinta di cafe tidak ditulis lengkap sampai ke bagian lagunya. Padahal itu bagian paling memorable.
Kalau ada yang bilang jangan bandingkan film sama buku, ya susah. Soalnya di cover bukunya sudah dicantumkan "Adaptasi dari film". Walaupun yang tulis buku ini bukan penulis naskah filmnya tetap saja sebagai fan kisah Cinta dan Rangga akan ekspektasi tinggi sama buku ini. Sekian.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ardy Damar.
141 reviews18 followers
March 10, 2018
Apa aku harus lari kehutan belok ke pantai..
Profile Image for Diva.
31 reviews2 followers
July 8, 2017
Beli buku ini karena covernya yang sangat legendaris dan tampak indah untuk menghiasi rak buku. Selebihnya, saya tidak terlalu terkesan dengan isinya. Bukunya terlalu tipis untuk ukuran film yang menurut saya luar biasa. Salah satu film romansa Indonesia favorit saya. Sudah ga kehitung lagi berapa kali saya nonton film ini, bahkan saya hafal hampir sebagian besar dari dialognya.
Ini pertama kalinya baca buku setelah nonton filmnya, lucu juga sih karena setiap baca dialognya, di otak saya langsung membaca dengan suara, nada, dan bahkan bisa terbayangkan ekspresi tiap karakter saking memang udah nempel di kepala. Sayangnya penggambaran adegan di buku ini terlalu datar dan terkesan benar-benar hanya menulis ulang dialog dari film, tanpa ada dramatisasi atau deskripsi yang lebih detail dan bisa mempengaruhi emosi pembaca.
Profile Image for Hani Mahdiyanti.
217 reviews37 followers
February 16, 2018
Karena belum juga dapet giliran baca buku Dilan, akhirnya baca buku ini dulu. Toh setting-nya sama, tahun 90-an. Walaupun udah lama nonton film-nya, ditonton ulang pun kayaknya saya nggak bakal bosen. Nostalgic banget soalnya. Sampai hafal adegan dan dialognya.

Buku ini juga sukses bikin baper. Bukan karena puisi-puisi Rangga sih, tapi karena ceritanya yang Indonesia banget bikin saya homesick. Rasanya beda dengan teenlit pada jaman itu yang biasanya suka mengacu ke budaya 'barat'.

Saya jadi mengerti kenapa Cinta yang menyukai sastra Indonesia dan puisi jadi menyukai Rangga karena memiliki ketertarikan yang sama. Pada jaman itu, kalau nggak update sama hal-hal yang hits, seperti boyband dan gosip artis luar negeri, bakal dianggap ketinggalan jaman. Anak-anak seperti Cinta atau Rangga bakal dianggap 'sok' nyastra dan aneh. Tapi ada rasa yang aneh dan nyeleneh walaupun tipenya nyeleneh yang baik, kalau Cinta ternyata populer dan nggak dianggap aneh kalau nyastra. Hehehee...

Padahal, jaman itu saya nggak paham dengan maksud puisi-puisi Rangga walaupun hafal. Hahahaa... Tapi dengan membaca buku ini, setidaknya saya memiliki gambaran. Saya memang orangnya lemot, susah peka, dan nggak romantis. Kayak Milly. Hahahaa..

Ada beberapa hal yang mengganjal karena ada dialog yang nggak persis sama di film. Misalnya puisi Rangga sepertinya ada kata yang letaknya tertukar, urutan kejadian yang sedikit berbeda dengan filmnya, dan beberapa dialog yang juga kadang berbeda.

Tapi ada juga hal-hal yang nggak ada di film. Misalnya surat dari Cinta yang bikin Rangga marah. Penasaran kan? Lalu pas adegan Rangga nggak sengaja lihat Cinta semobil dengan Borne. Tahu nggak, apa yang Rangga pikir? Silakan dibaca kalau penasaran.

Keseluruhan oke, ditulis dengan mengalir dan tidak bertele-tele. Sepanjang membaca, saya terbayang adegan filmnya. Ceritanya oke pada jamannya, dan sampai sekarang pun saya masih menikmatinya.

Saya malah dibuat baper dengan pidato Pak Taufik, kepala sekolah di sekolah Cinta dan Rangga:

"Indonesia yang bersatu, jangan sampai cuma jadi masa lalu. Indonesia yang berbudi luhur, jangan sampai tercemar dan hancur. Indonesia yang berbahasa indah, jangan sampai kelak mencari-cari keindahan bahasanya di perpustakaan-perpustakaan di Leiden dan Harvard. ... kita memiliki satu kekayaan yang tak ternilai harganya, yaitu Bahasa Indonesia."

Mungkin kalau saya nggak di sini, kata-kata itu nggak bakal bikin saya sebaper ini...
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
December 17, 2024
TW: KDRT, percobaan bun*h diri

Akankah sensasi yang sama atau bahkan lebih gila menguar ketika membaca buku Ada Apa dengan Cinta? setelah lebih dari 2 dekade lalu menonton filmnya? Begitu tanyaku ketika menemukan buku ini. Film yang digandrungi remaja era awal 2000-an bahkan masih dibicarakan jauh setelah penayangannya ini rasanya memang layak untuk dinovelkan.

Kehidupan Cinta terasa sempurna. Ia punya segalanya: kepopuleran, keluarga bahagia, serta sahabat-sahabat yang senantiasa ada dan saling mendukung. Namun, harinya (dan hatinya) mulai terusik ketika Rangga–lelaki yang tidak populer–mengalahkannya dalam lomba puisi di sekolah yang kerap dimenangkannya. Sayangnya, Rangga memberikan sentuhan yang berbeda dengan sahabat-sahabatnya. Diam-diam Cinta mulai menutupi kedekatannya dengan Rangga. Masalah muncul ketika Cinta dituding menjadi sosok yang layak disalahkan karena ketidakhadirannya saat Alya butuh dukungan. Cinta bimbang, haruskah ia memilih untuk tetap dekat dengan sahabat-sahabatnya yang bisa berarti menjauhi Rangga–lelaki yang telah mencuri perhatiannya.

Kalau kamu termasuk penonton film AADC? bisa jadi membaca buku ini menjadi sarana kembali ke masa lalu. Mengulang cerita serunya nonton film ini di bioskop atau membayangkan kembali asyiknya hari-hari di SMA yang dibumbui dengan kentalnya persahabatan, asyiknya berkegiatan ekskul, atau masa-masa mengenal nano-nanonya cinta pertama. Buku ini betul-betul menceritakan kembali apa yang digambarkan filmnya. Kalaupun ada perbedaan, (seingatku) kurasa ada di emosi para tokohnya yang lebih jelas. Di sini aku lebih paham apa yang dirasa Rangga. Aku lebih mengerti kegundahan dan kekalutan Cinta. Penggunaan kosakata yang akrab di telinga anak muda (pada masa itu) membuat buku ini terasa asyik dibaca, kesan yang persis sama kudapatkan dari filmnya.

Nah, kalau kamu ingin mengenang serunya masa SMA dan menikmati asyiknya kisah persahabatan dan percintaan remaja, cobalah baca buku ini. Siapa tahu bisa mengobati kerinduanmu dengan cinta pertamamu: Mas Nicsap. Ya, kan?

Ada Apa dengan Cinta? • Silvarani • GPU • 2016 • 196 halaman
Profile Image for Caca.
26 reviews
October 25, 2022
Aku selalu menikmati membaca novelisasi naskah film-film yang kutonton. Karena setiap menonton film, otakku juga secara otomatis selalu berputar memikirkan bagaimana naskah dari adegan-adegan yang sedang ditampilkan itu ditulis. Dan sebelum aku menyadarinya, aku sudah mencoba menulis naskah adegan tersebut di kepalaku. Maybe it's just the anak penyiaran in me, i don't know.

Aku bisa bilang novel ini did a good enough job untuk mengubah adegan-adegan legendaris dan ikonis AADC ke dalam bentuk tulisan. Walaupun tidak ada penambahan atau pengurangan yang berarti, tapi cukup untuk aku (mungkin juga kamu) yang kangen melihat geng Cinta dan ingin melihat mereka dalam bentuk yang berbeda.

Aku juga suka gaya bahasa Silvarani yang lugas banget, membuat keremajaan ala AADC makin terasa dan terkenang. Seolah film garapan Rudy Soedjarwo itu baru dirilis kemarin sore.

Kayaknya aku akan tetap menyukai Rangga dan Cinta di medium apapun.
Profile Image for Citra Rizcha Maya.
Author 5 books23 followers
June 23, 2018
Membaca ini adalah upaya mengenang masa remaja, ceritanya sudah dihapal di luar kepala, jadi yang dinikmati kata perkatanya, tapi selagi membaca yang diingat ya tetap versi filmnya.

Suka sangat pada Rangga!
Bukan karena cool-nya!
Bukan karena rambut kriwilnya!
Suka karena dia suka baca buku!
Suka karena dia bisa menulis puisi!


Kalimat Rangga banget yang paling membekas adalah, "Nonton harus sama-sama, berangkat sekolah sama-sama, pulang sama-sama. Itu apa namanya kalau bukan mengorbankan kebebasan pribadi demi sesuatu yang kurang prinsipil?"


Kalo soal Cinta-nya, ya khas cewek protagonis manis, dan terima kasih Karmen, Maura, Alya, dan Milly yang menjadikan cerita ini seru abis.

Dan ya ...

"Aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya..."


Ternyata Rangganya kembali pas gerhana total pemirsa!
Profile Image for Mor.
210 reviews7 followers
May 25, 2022
•[⭐ 4.5/5 ⭐]•



[ Aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya... ]



Jujur, aku gak nyangka bakal suka dengan ceritanya karena memang gak terlalu terbiasa baca teen-lit. Plot dan bahasa yang digunakan simple tapi berhasil memberikan kesan yang tersendiri dalam hati saya. Endingnya juga lucu banget, padahal di halaman sebelumnya lagi merenungkan puisi Rangga 😭
Profile Image for syaznee.
57 reviews
August 10, 2018
Filled in the blanks that the movie has. I finally understands what happened. Hahaha.
Profile Image for karsyreads.
5 reviews
January 5, 2022
Ya. Sebagian besar alurnya mirip dengan yang ada di film. Mungkin karna, ini memang ditulis berdasarkan film? Saya kurang tau juga. Worth it untuk dibaca ketika enggan menonton film nya.
Profile Image for Rara.
3 reviews
February 21, 2022
cocok untuk anak remaja seperti saya karena relate dengan kehidupan sma yang lucu, dan ceritanya juga sangat ringan! saya cuma butuh 2 hari untuk ngabisin buku ini.
Profile Image for Bintang Ach.
94 reviews
May 26, 2016
Sebagai orang yang masih sangat awam dengan cerita mau pun film AADC, aku sangat menikmati membaca buku ini. Segala halnya menjadi surprise tersendiri bagiku.

Pertama kali membaca buku tulisan Kak Silvarani, tidak menjadi kesulitan yang berarti untukku. Pemilihan diksi, susunan kalimat, dan gaya bahasanya sangat ‘aku’ banget. Nggak bikin kening berkerut pokoknya. Ceritanya ngalir dan istimewanya, membaca buku ini serasa nonton filmnya langsung loh, hehe. Jadi, bisa dibilang buku ini berhasil membangun adegan demi adegannya secara visual dan nyata. Magnet dari novel ini menurutku sudah bisa kita rasakan di awal-awal bab. Yaitu saat penulis mendeksripsikan dan menggambarkan suasana sekolah beserta keceriaan di dalamnya. Cerita yang lagi-lagi ‘aku’ banget, hehe. Di bab awal ini, aku serasa mendapat saluran energy positif yang mampu meningkatkan hormone endorphin-ku (ciieeilaahh bahasanya).

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati sekali cerita di AADC 1 versi novel ini. Ceritanya teens banget, ringan, dan bikin mesam-mesem. Lengkap deh! Persahabatan ada, yang manis-manis ada, sedih-sedihan juga ada. Dan yang lebih penting, moral value-nya juga pastinya ada! Klop!

Review lengkap: http://ach-bookforum.blogspot.co.id/2...
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
August 2, 2016
Aku suka dengan cara mbak Silvarani menuangkan sebuah karya film (skenario film) ke dalam sebuah novel ini. Kece banget. Apalagi saat menggambarkan sosok Cinta, Milly, Karmen, Alya, dan Maura. Pas banget. Apalagi chemistry antara masing-masing tokoh benar-benar dapat banget. Ada sisi positif dan negatif dari masing-masing tokoh, terutama Cinta yang diceritakan di novel ini. Apalagi sosok Rangga, penggambarannya pas banget. Jutek, sinis, smart, gantenggggggg banget. Interaksi antara Cinta dan Rangga benar-benar bikin aku kadang senyum sendiri, ketawa sendiri, sebel sendiri, manyun sendiri. Ha.. ha.. ha..

Endingnya pun benar-benar bikin aku sukses ketawa sampai kututupin bantal, biar kagak kedengaran sama orang rumah. Bingung ntar kan. Habis dikasih adegan mewek, terus ketawa deh. Pemilihan kalimatnya itu lhooo, pas banget. Jadi, terhanyut di dalam cerita ini.

Intip review lengkapnya di sini >> http://peekthebook.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Hanum Rais.
13 reviews65 followers
April 30, 2016
Kalau biasanya filmnya mengecewakan dari penggambaran novelnya yang diadaptasi, novel ini adalah kebalikannya. Seharusnya, novelnya harus mampu membuat jaring-jaring yang lebih kompleks dari filmnya-dan itu adalah gunanya dinovelkan-yang membuat film 2 jam atau 90 menit menjadi seolah "3 hingga 4 jam pseudowriting fantasy dr filmnya". Tapi bisa dimaklumi, karena selama ini memang belum ada novel yang benar-benar memuaskan dari film yang diadaptasinya, begitu pula sebaliknya. Hanya saja, rasanya, untuk novel AADC ini, hanya 'yang penting dinovelkan' untuk memperoleh scale of economy atau economic of scope dan scale yang lebih profitable dari filmnya, sehingga penulisannya terasa tergesa dan hanya menterjemahkan satu demi satu skenario yang sudah ada di depannya. But that's once again, quite understandable. Dua setengah bintang yah:)
Profile Image for Larissa.
71 reviews
May 5, 2016
Saat ini sedang heboh-hebohnya penanyangan film AADC 2 di bioskop. Tentu masih teringat film pertamanya yang diputar tahun 2002 silam kan? Kalau lupa, buku ini bisa mengingatkan kita akan kisah Cinta itu. Mengingat buku ini merupakan adaptasi filmnya, maka tak heran jika jalan ceritanya sama persis dengan film, hanya saja seperti layaknya sebuah cerita, di buku ini lebih digambarkan bagaimana perasaan-perasaan yang dialami Cinta, Rangga, serta tokoh-tokoh lainnya.
Ada satu bagian yang agak janggal, jika tidak bisa dibilang itu suatu kesalahan fatal sih. Mungkin ada yang bisa jelaskan, siapa tahu saya yang salah. Pada bagian Cinta diajak kencan sama Borne, di hlm 52 ada kalimat "Jam dinding menunjukkan waktu pukul enam sore..." terus di hlm 53 Borne bilang ""Studio dua kan mainnya jam tiga..."" hmm..jadi, saat itu tuh sebenernya jam 3 atau jam 6? Sumpah ini aku penasaran banget.
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books181 followers
April 14, 2016
Buku ini dibaca saat bosen di TransJakarta karena macet dan selesai di saat naik kereta.

Well, 'kayaknya' aku belum pernah baca buku yang diadaptasi dari film (apa udah pernah tapi lupa ya?), dan ternyata rasanya cukup menyenangkan. Buku ini membuatku seperti sedang re-run film Ada Apa Dengan Cinta di layar tancep (?) yang ada di kepalaku (???).

Jadi penasaran kayak apa kisah Cinta dan Rangga 14 tahun kemudian.

Oh ya, makasih ya buat bukunya. Lengkap dengan namaku dan tanda tangan penulisnya, pula. Yeay!

***

Aku akan kembali dalam satu purnama untuk mempertanyakan kembali cintanya...
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku, karena aku ingin kamu
Itu saja.

- halaman 185 -
Profile Image for Elisabetpingkan.
115 reviews
April 15, 2016
Excited banget waktu denger buku AADC launching tanggal 14 April ini. Mostly, ceritanya sama dengan filmnya, tapi ada beberapa dialog yang dirubah. Honestly, when I read it, The scenes on the movie coming back to my mind dan juga cara-cara pengucapan dialog-dialog tertentu yang ada di buku. Agak annoyed waktu dialognya ada yang beda karena somehow a little bit ruining the movie memory, but a book always be different with the movie. The advantage adalah akhirnya setelah beberapa tahun akhirnya kita bisa baca surat yang pertama kali ditulis Cinta ke Rangga pertama kali, soalnya di film ga dikasih tahu isi suratnya itu apa. Overall, it was good.
Profile Image for Wahyu.
94 reviews5 followers
April 25, 2016
Tak beda jauh dari versi filmnya. Mungkin ini alasan mengapa disebut adaptasi film. Tak ada informasi tambahan (kalau memang diharapkan sih) dalam novel ini. Jujur, saya malah mengharapkan itu. Bagi saya, novel ini seperti memutar kembali kehebohan filmnya dulu. Cuman amat disayangkan terdapat typo yg sangat fatal pada dua baris terakhir puisi Rangga yg terkenal itu. Entah ini disengaja atau tidak. Saya sampai harus cek versi filmnya langsung.
Profile Image for Ken.
45 reviews2 followers
May 26, 2016
Kini, 14 tahun berlalu sejak kemunculan movie pertamanya, dan bahkan nyaris berbarengan dengan sekuel film tersebutㅡAADC2ㅡGramedia bersama Silvarani menerbitkan sebuah buku yang diadaptasi dari AADC. Dan beruntung sekali, saya mendapat kesempatan untuk mencicipi bukunya langsung dari sang penulis.... (more : https://justsavemywords.wordpress.com...)
Profile Image for F. Hanim.
176 reviews
January 30, 2017
Penulisannya biasa-biasa seperti menonton ulang filemnya, hampir 90% tidak lari dari babak dalam filem. Berbaki 10%, termasuk isi surat lepas geram Cinta kepada Rangga yang tidak disiarkan. Menarik juga. Paling saya suka, babak di Kwitang. Dasar pemungut buku bekas.

"Macam roman 70an aja kau. Berawal dari buku, berlanjut ke malam minggu."
Profile Image for Sosa.
50 reviews3 followers
August 21, 2021
Sebagai pecinta AADC, rasanya harus melengkapi bacaan dengan novel adaptasi dari filmnya. Karena berulang kali menonton AADC, aku hapal dialognya. Menurutku nggak ada yang spesial dari buku ini. Bonusnya cuma jadi tau, isi surat yang ditulis Cinta yang bikin Rangga marah-marah.
Displaying 1 - 30 of 35 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.