Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hati yang tak kunjung menerima cintanya, Alana menerima tantangan itu . Reality show membuat kue! Di sinilah petaka dimulai. Alana bisa melakukan apapun, kecuali memasak! Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah-susah melakukan ini.
Ia terpaksa harus berbohong di depan kamera bahwa ia mahir membuat cake. Adonan menjijikkan, kue bantat, dekorasi mengerikan adalah hasil karya Alana selama proses syuting. Untungnya, ia bertemu Regan, seorang karyawan baru di Strawberry Garden Deli, kafe tempat mereka syuting. Alana takjub dengan kemampuan Regan membuat kue. Karenanya, Alana membujuk Regan habis-habisan untuk mengajarinya demi keperluan syuting.
Meski Regan galak dan menyebalkan, Alana terpaksa belajar darinya. Alana benci harus menghadapi Regan yang sok cool itu setiap hari. Alana benci ketika Regan selalu meremehkan kemampuannya, yang sebenarnya memang tidak ada. Alana benci terlihat bodoh di depan Regan. Dan, yang paling tidak disukai Alana adalah ia benci harus menyangkal tunas-tunas perasaan yang tumbuh di hatinya, untuk Regan.
Kebanyakan karyanya adalah fiksi romance dan selalu mengambil tema yang ringan. Sebab, menulis untuknya adalah salah satu caranya bersenang-senang. Selain fiksi romance, ia juga menulis novelisasi dari beberapa film dan novel biografi. Selepas studi komunikasi di Universitas Indonesia, penulis bekerja sebagai editor di salah satu penerbit buku di Jakarta. Novel "Frenemy" adalah pemenang lomba penulisan teenlit "30 hari 30 buku" Bentang Pustaka
Aku suka banget sama karakter Alana. Entah kenapa part dia itu selalu seru. Dengan tingkah-tingkahnya yang unik dan dialog yang dia ucapkan selalu bikin nyengir gitu.
-------- Stawberry Cheesecake adalah seri Yummy-Lit lainnya yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka selain Déessert. Dan novel ini merupakan novel pertama Ayuwidya yang saya baca. Secara keseluruhan, saya menyukai isi bukunya. Pengalaman pertama yang baik berkenalan dengan karya Ayuwidya ini. Kisahnya dibuat simple. Tidak terlalu berat. Saya cukup menyukai ide cerita nya ini. Dalam menyampaikan ceritanya dilakukan secara bergantian. Cerita diambil dari dua POV yang berbeda, Alana dan Regan mengambil peran dalam membagikan kisah dalam buku ini.
Untuk karakter favorit, saya memberikannya dengan senang hati untuk Alana. Karena menurut saya yang membuat buku ini menjadi hidup adalah Alana. Dengan karakternya yang dibuat penulis Alana mampu membuat saya tersenyum dan tertawa melihat kelakuannya ini. Penggambaran karakter Alana juga sukses sekali menurut saya. Saya sangat menyukai bagian-bagian dimana Alana memperlihatkan karakternya, apalagi saat mengikuti acara reality show tersebut. Saat Alana sedang membuat kue itu bagian terlucu. Misalnya bagian saat Alana yang tidak sabar menunggu di depan api yang panas akhirnya malah membesarkan apinya agar cepat matang ataubagian dia mengenakan jaket pink kucing nya yang membuat Regan kaget sampai-sampai menyebut Alana seorang siluman kucing. Lucu sekali, hehehe…
Hal lainnya yang saya sukai dalam buku ini adalah penggambungan cerita dan masak-memasaknya. Tidak terlihat seperti dipaksakan, semuanya terlihat menyatu. Penggambaran kegiatan memasaknya pun dibuat dengan baik, tidak hanya seperti tempelan dan seperti membaca buku resep. Jadi saya menikmatinya, nilai plus untuk buku ini. Dan selera humor penulis. 4 bintang buat humor yang disediakan dalam buku ini. Humor-humor yang diselipkan tidak ada yang garing, semuanya sukses membuat saya tetawa dan nyengir-nyengir bacanya^^
"Di antara rasa manis, selalu ada rasa asam yang muncul tiba-tiba."
Akhirnya selesai! Sebenarnya aku bisa menyelesaikan buku ini lebih cepat, akan tetapi berhubung suasana hatiku kurang mendukung.. jadilah aku membaca dengan perlahan.
Satu kata untuk novel ini: manis!
Kisah Alana dan Regan membuat hariku terasa lebih menyenangkan. Aku dibuat senyum-senyum sendiri.
Ada beberapa bagian yang membuatku sadar akan betapa kita harus punya tujuan yang benar. Kita perlu berpikir panjang. Tidak untuk keinginan semata, tetapi juga berguna untuk ke depannya.
Konfliknya menurutku tidak terlalu berat, meski lumayan banyak. Tokohnya juga digambarkan dengan cukup kuat. Sukses membuat kesal dan hangat.
Sampul bukunya begitu indah dan menarik! Dan ternyata, di akhir buku diselingi empat resep membuat berbagai kue yang salah satunya tentu saja strawberry cheesecake.
Alana adalah seorang artis ternama. Stuting film stripping sudah mengangkat namanya. Kali ini Alana datang ke Orchid Cafe untuk membeli strawberry cheesecake untuk diberikan kepada Aidan, artis pendatang baru yang katanya suka sama cewek yang pintar bikin kue. Jadi Alana akan mengaku kalau strawberry cheesecake yang dibelinya itu adalah buatannya. Sayangnya, satu2nya kue yang tersisa sudah dibeli oleh Regan dan geng motor gedenya. Setelah sesi rebut2an kue yang akhirnya malah membuat kuenya jatuh dan tidak bisa dimakan, Alana terpaksa membawa cheesecake lainnya untuk Aidan.
Ternyata Aidan hanya menjebak Alana agar dia bisa ikut dalam reality show memasak kue khusus artis. Alana ditantang untuk membuat sejumlah kue berbahan strawberry di sebuah deli di Bandung. Tidak disangka dia bertemu lagi dengan Regan yang ujung2nya akan membantu dia membuat semua kue.
Itu baru sekelumit konflik dalam buku ini. Masih ada konflik cinta segi banyak, masalah penemuan jati diri, ayah yang korupsi, dan masih banyak lagi. Sebenarnya kisahnya terangkai dengan baik. Mungkin saya saja yang merasa kedua tokoh utama (Alana dan Regan) tidak simpatik. Yang satu lebay dan manjanya ga ketulungan, yang satu lagi sok dewasa tapi nanggung.
Berbeda dengan #yummylit yang saya baca sebelumnya yang bikin saya ngiler ama kue2 yang disebutkan di dalam kisahnya, kali ini saya tidak menjumpai rasa yang sama saat membaca buku ini. Bukan ga suka strawberry, tapi ga bisa bikin saya meneteskan air liur aja..hehe.
Awalnya gasuka sama Alana, terlalu apa ya sifatnya. Cuma itu poin bagusnya, karakterisasi si Alana ini lumayan recognizable. Artinya, oh ya gw kenal sih sama si Alana, dia anaknya gininigitugitu. Dapet banget deh pokoknya. Kalo Regan, mungkin lebih ke perkembangan karakternya walaupun tetap ga se-memorable itu.
Kalo ceritanya sih, mirip2 sama ftv yang marak beredar di negeri ini (ooh my language), jadi ya biasa aja.
Not my typical book, but somehow I can enjoy it, tho just slightly. The cover, I love it. Haha.
Saya tak bisa tak tersenyum saat membaca novel Strawberry Cheesecake. Ini adalah novel Ayuwidya pertama yang saya baca, dan saya cukup terhibur dengan gayanya bercerita yang seringkali disisipi humor yang tidak disangka-sangka. Betul-betul deh, selera humor seorang Ayuwidya tak bisa diremehkan. Terasa sangat segar bagi saya karena ini sesuatu yang belum pernah saya temukan pada penulis lainnya.
Hal lain yang membuat saya terkesan adalah cara Ayuwidya melibatkan tema baking di dalam ceritanya. Saya pernah membaca kisah cinta bertema masak-memasak (dan baking) yang terasa memaksa. Kegiatan meramu hidangannya masih terasa seperti textbook, kurang terintegrasi dengan cerita. Namun Strawberry Cheesecake berhasil melibatkan elemen baking tersebut dengan indahnya, membuatnya kental terasa, namun tetap mengusung romantic comedy yang menjadi tema utamanya. Saya juga cukup suka dengan keputusan memajang resep kue2 yang dibuat Alana setelah epilog.
Karakterisasi pada novel ini pun menurut saya cukup lumayan. Terutama tokoh Alana yang memang digambarkan sangat santai, simpel, dan kurang pertimbangan matang. Ayuwidya bahkan memperlihatkan dengan jelas apa jadinya seorang cewek seperti Alana jika terpaksa masuk dapur dan membuat kue untuk pertama kalinya. Saya suka bagaimana Ayuwidya memperlihatkan Alana yang sengaja membesarkan suhu/bara api untuk mempercepat proses pembuatan kue, hanya karena dia tak sabar menunggu. Sayang, saya merasa karakter2 lainnya masih kurang terasa, terutama Regan yang sedianya penting untuk cerita, namun entah mengapa saya merasa karakternya masih kurang mengena di hati.
Adapun hal2 yang terasa sedikit mengganjal adalah alur cerita dan plot yang kadang kurang konsisten/logis. Ada beberapa momen dalam proses membaca dimana saya harus mengulang adegan dua-tiga kali karena saya merasa ada yang tidak nyambung dalam logika cerita Alana tersebut. Salah satu contoh kecil adalah saat Alana mencabut rol rambutnya, kesakitan, kemudian memarahi make-up artist karenanya. Saya jadi bingung, bukankah Alana sendiri yang berbuat, kenapa jadi make-up artist yang ditegur? Tadinya saya pikir adegan tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan sifat Alana yang memang kadang kurang logis, atau mungkin Alana yang sedang galau sehingga bersikap demikian, atau mungkin bagian dari bumbu komedi ala Ayuwidya, namun apapun itu, saya merasa adegan tersebut masih kurang terasa maksudnya apa.
Ceritanya pun terasa sangat instan di beberapa bagian. Baik soal dunia entertainment di dalamnya, proses peradilan ayah Regan, persahabatan Regan, dll dsb. Kebersamaan Alana dan Regan pun masih terasa sangat direkayasa dan tipikal. Somehow mengingatkan saya akan drama2 korea. Terpaksa tinggal bersama dalam satu rumah. Mati lampu dan berdiam dalam ruangan yang sama karena sebenarnya ada dua lilin namun keukeuh memakai satu lilin bersama demi alasan ekonomis. Alana yang katanya takut gelap tapi setuju untuk ditinggal Regan sendirian di rumah saat mati lampu. Sampai adegan paling tak masuk akal yang membuat saya tertawa tapi sekaligus geleng2 : saat Alana melihat Regan meloncat dari kereta dan Alana melempar sepatu high heels-nya karena itu.
Tunggu. Wait. What? Ngapain dia lempar sepatu?
Saya rasa ya adegan itu ada untuk memperkuat elemen humor Alana yang menangisi rusaknya sepatu kesayangannya sesudahnya. Lucu sih, tapi tetap saja, terasa sangat memaksa.
Itu saja, sisanya sudah cukup bagus. Saya cukup menikmati membaca kisah Alana dan Regan ini. Jadi sedikit penasaran membaca novel2 Ayuwidya yang lain. Akankah selucu humor dalam novel Strawberry Cheesecake-nya kali ini? ^^
Strawberry Cheesecake ini manis-manis asem khas strawberry :D Manis, melihat tingkah Alana si artis yang polos ini. Manis, melihat perpaduan Alana dengan Regan. Asem, membaca kisah persatuan antara Alana dan Regan. Asem, geregetan sama sikap cowok kayak Aidan.
Setelah membaca 2 seri YummyLit, yaitu Deessert dan Strawberry Cheessecake, dua-duanya sama-sama manis menurut gaya cerita masing-masing. Kalau Deessert ceritanya terkesan cool karena sikap Dewa dan Naya. Kalau Strawberry Cheessecake terkesan manis karena sikap Alana dan Regan yang lucuuuu banget.
Semakin penasaran membaca seri YummyLit selanjutnya, yaitu Il Tiramisu ;)
Novel ini menyajikan drama romantis nan humor dengan cita rasa yang apik. Buat yang suka quote-quote manis, di novel ini juga bisa kalian temukan. Bagi kalian yang hobi memasak atau pun memiliki niat untuk belajar memasak, di dalam novel ini juga menyertakan beberapa resep cake dengan rasa strawbery yang dapat kalian praktekkan sendiri. Menikmati novel ini sambil melahap sepotong strawbery cheesecake mungkin akan sangat cocok. Serasi.
Ya, Regan seperti cokelat. Mencicipnya sedikit tidak cukup. Perhatian, kebaikan, bahkan perdebatan dengannya selama ini tidak cukup. Aku bukan hanya ingin cokelatnya, tapi sekarang aku juga ingin pabriknya, pohonnya, kebunnya, petaninya, hingga kerbau pembajak kebunnya! (Jika memang kebun cokelat perlu dibajak juga, entahlah.)
Lucu dan menghibur! Kesan ini yang tertinggal setelah selesai membaca Strawberry Cheesecake. Banyak dialog-dialog lucu antara Alana dan Regan. Juga narasi yang..... menggemaskan! salah satu contohnya seperti paragraf pertama itu. Meskipun sedikit di bawah ekspektasi, karena jika dibandingkan dengan Yummylit Series lain yang sudah kubaca (Il Tiramisu dan Little bit Muffin), novel ini masih ada di peringkat ketiga.
Aku tidak ada masalah dengan karakter-karakternya. Alana dan Regan sungguh manis. Hanya saja aku sedikit terganggu dengan bagaimana tidak konsistennya kepribadian Regan. Tidak habis pikir saja. Sosok yang digambarkan laki banget, gentle, dewasa, dan keren jadi keliatan anak-anak banget di akhir-akhir cerita. Aku tahu jika suka dengan seseorang akan sulit bilang, tapi enggak perlu ah rasanya seperti Regan begitu. Aku juga gemas kalau tokoh laki-lakinya insecure begitu.
Lalu, dituliskan kalau Regan bahkan belum selesai skripsi. Berapa umurnya? 22? 23? terus Alana usia berapa? harusnya seumuran gak sih? Aku bingung aja. Kalau karakter Regan mau dibuat dewasa dan keren, kenapa belum lulus kuliah? terus katanya Regan ini pintar sekali, cerdas. Tapi kok jadi melempen cuma karena Bapaknya tiba-tiba masuk penjara dan 'bukan anak Mahesa yang dulu'. Kontradiktif dong ah kalau katanya dia dibesarkan dengan keras :" gitu aja sih...
Jadi, meskipun menghibur dan lucu banget narasinya (ini beneran), bukan salah satu yang akan jadi favoritku ~
Mitosnya, kalau sepasang kekasih membagi double strawberry kemudian memakan bagian masing-masing, cinta mereka akan abadi.
3.5
Sebetulnya buku ini cheesy, ga ada yang "wah" karena ceritanya tipikal cerita FTV yang nuansanya ceria. Tapi aku bisa menikmati buku ini tanpa merasa mual akan cinta-cintaannya, kemistri antara Alana dan Regan juga terbentuk dengan oke, dengan adegan-adegan yang lucu bikin senyum sendiri.
Intinya kalau kalian masih menerima buku romansa ala-ala FTV, aku merekomendasikan buku ini. Ya siapa tau jadi gulity pleasure?
I LOVE CHEESECAKE SO MUCH! Tapi aku lebih suka New-York Style Cheesecake siih. Hehehe
Novel ini tipikal romance enemy to lovers. Ceritanya mengalir dengan santai. Teruss, semua cake-nya sangat menggugah yaa, bikin ngiler dan pengen cobain pastry-nya. Hati² yaa Novel ini mengandung kalori yg sangat tinggi!! Buat kalian pecinta cheesecake atau pastry apapun kayak aku boleh nih dibaca buat jadi teman istirahat.
Aku bacanya di app iJak. Terdiri dari 39 BAB plus di ada bonus resep cake dari Regan juga loh. Btw, ini yg buat baca di app, ada typo di keterangan POV-nya. Misalnya harusnya POV si Alana tapi ditulisnya Regan gitu di atasnya.
semanis strawberry cheesecake!! apa ya aku suka sih isi bukunya kayak MANIS tapi ngga lebay. aku juga suka karakter alana dan regan. apalagi regan disini tuh ngga sombong dan sok jutek gitu walaupun karakter dia bukan karakter yang ramah. bukunya ringan banget, konfliknya nggak berbelit dan penyelesaiannya keren. narasinya pas di aku, ngga bikin cringe sama sekali. interaksi alana regan yg punya pov masing masing juga bikin gemes!! terus di akhir juga ada resep gemesin dari regan!! suka banget!!
Judul: Strawberry cheesecake Penulis: Ayuwidya Penerbit: Bentang Pustaka Dimensi: iv + 304 hlm, 20.5 cm, cetakan pertama Maret 2016 ISBN: 978 602 291 138 8
Demi menarik perhatian cowok yang disukainya, Alana--artis terkenal--rela berbohong bahwa dirinya suka memasak. Sampai ia sering membelikan strawberry cheesecake kesukaan Aidan di Orchid Cafe dan mengaku kue itu adalah buatannya. Tentunya dengan mengganti kotak dan membuang segala identitas orchid cafe di dalamnya. Alana tak pernah menyangka kebohongan kecilnya itu akan menyeretnya ke dalam situasi yang lebih rumit. Ia terjebak pada sebuah acara reality show yang meliputnya memasak secara live di dapur. Tidak hanya itu, gara-gara strawberry cheesecake kesukaan Aidan, ia pun menjadi mengenal Regan melalui kejadian yang tak mengesankan.
Siapa sangka, bahwa segala kekacauan itu akan membuatnya lebih dekat pada Regan yang misterius. Hingga perlahan Alana menyadari bahwa ada tunas perasaan yang baru tumbuh di hatinya. Hatinya mempertanyakan, siapakah yang sesungguhnya ia cintai, Aidan atau Regan? Untuk apa semua kekonyolan dan kebohongan ini ia jalani?
Awal saya membaca naskah ini dalam bentuk soft file masih kurang mengalir. Namun saat saya sudah memegangnya dalam bentuk buku, saya bisa menikmatinya selembut strawberry cheesecake yang saya bayangkan. Manis, membuat tersenyum, hingga di beberapa part saya tertawa. Logika ceritanya menjadi lebih asyik dan dapat saya bayangkan seperti menonton film korea. Ada perbaikan dan penambahan adegan serta ending yang so sweet. Sungguh berkembang dari naskah awal yang saya baca. Saya dibuat tertawa dan meringis malu seakan saya yang menjadi Alana. Menurut saya, itu adalah sebuah kesuksesan ketika pembaca merasa seperti dialah sang tokoh utama. Tapi sungguh, saya tidak mau menjadi seperti Alana. Berpura-pura mencintai dapur dan memasak. Saya jauh lebih suka bilang "Tidak suka masak, atau tidak bisa masak." Meskipun saya bisa dan saya akan memasak yang terbaik bila saya sayang pada seseorang. Haha...
Hanya butuh waktu dua jam untuk menyelesaikan novel ringan bergenre metropop ini. Hanya saja untuk covernya saya kurang suka. Di bayangan saya harusnya sepotong strawberry cheesecake berwarna pink soft dengan latar putih, atau celemek ala Celebrity Cake Show dengan nuansa riang.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
"Apakah kamu tahu bagaimana rasanya itu? Melakukan sesuatu yang paling kamu benci untuk orang yang kamu cintai?" (Hlm. 64)
"Betapa enaknya kalau kita bisa mengerjakan apa yang kita sukai sepanjang hari. Berkarier dan hidup dari hal itu." (Hlm. 99)
"Kita punya cara sendiri-sendiri untuk bertahan hidup tanpa orang yang kita cintai. Sebagian orang bertahan dengan memori, sebagian lagi justru terluka karena memori. Jadi... kurasa kita tidak bisa memvonis seseorang itu kuat atau lemah berdasarkan caranya melupakan orang yang dicintai." (Hlm. 142)
"Kamu harus terus belajar kalau tidak mau tertinggal. Betapa pun berbakatnya kamu, orang-orang yang belajar akan mengalahkan kamu, dan orang yang belajar paling banyak yang akan jadi pemenangnya."
Alana adalah seorang selebritis yang 'terjebak' dalam acara memasak di tv. Ia menyadari bahwa bakatnya adalah di dunia entertainer bukan di dapur. Tetapi demi Aidan yang menyukai perempuan yang bisa memasak, ia akhirnya menerima tantangan dalam acara masak tersebut. 'Toh, aku bisa belajar masak dari youtube,' pikir Alana.
Tempat tantangan acara masak yang diikuti Alana adalah sebuah deli yang terletak di daerah Bandung bernama Strawberry Garden Deli. Saat kali pertama menginjakkan kaki di Strawberry Garden Deli, di depan kamera tv yang menyala, Alana menangkap sosok pengunjung yang ingin kabur tanpa membayar makanan terlebih dahulu.
Insiden tersebut mempertemukannya dengan Regan--si pelaku yang ia tangkap basah--yang ternyata sudah kali kedua ia temui. Di luar dugaan, Regan yang berpenampilan sangar itu ternyata memiliki bakat memasak. Sadar karena dalam dua tantangan sebelumnya dirinya selalu gagal dalam tantangan membuat Alana berpikir untuk menjadikan Regan sebagai 'guru memasaknya'. Sayangnya, permintaan itu tak semudah membeli sepatu-sepatu bermerk bagi Alana. Banyak hal yang dilalui Alana selama syuting di Strawberry Garden Deli yang lambat laun membuatnya berpikir, "Apakah ini yang kuinginkan untuk orang yang kucintai?"
Strawberry Cheesecake adalah salah satu dari 3 novel seri YummyLit yang saya baca. Sama seperti dua novel yang lain, novel dengan sampul merah stroberi ini juga mengangkat tema makanan--kali ini dengan tema stroberi. Selain konflik antara sepasang laki-laki dan perempuan, kisah ini juga dibumbui dengan konflik antara orang tua dan anak. Tentang bagaimana meraih mimpi saat dunia kita sepertinya tak mendukung mimpi itu. Tentang bagaimana meraih cinta saat kita sendiri mulai tidak yakin cinta itu seperti apa. Di bagian belakang novel ini juga diselipkan beberapa resep cake yang pernah dibuat Regan lho!
Jujur, di halaman-halaman awal saya sudah menebak akan ke mana ini cerita, pastilah berakhir Regan dan Alana. Tetapi, penuturan cerita yang cukup mengalir membuat saya tergerak untuk menuntaskan sampai akhir -ya,kadang perjalanan lebih menyenangkan dari tujuan bukan? Banyak adegan yang terkesan kebetulan, dan menginap bersama seorang perempuan dalam sebuah penginapan tanpa ada orang lain itu... tindakan yang... begitulah. Mungkin saja sebab tokohnya adalah pemain sinetron, maka saya merasa sedang menonton ftv. Biar begitu novel cukup membawa humor segar lewat tindakan atau ucapan tokohnya. Sukses untuk penulisnya ^^
“Untukku, memasak, membuat cake, bukan hanya sekedar mencampur bahan-bahan supaya bisa dimakan. Bagiku memasak adalah membahagiakan orang lain. makanan yang enak bisa bikin bahagia. Lebih dari itu, memasak adalah sebuah kejujuran.”
Mendapat undangan untuk datang ke apartemen Aidan membuat Alana kegirangan. Undangan itu diartikan Alana sebagai kode dari Aidan bahwa laki-laki itu mulai membuka pintu hati untuknya. Alana tahu Aidan suka perempuan yang pintar membuat kue jadi ia berjanji akan membawakan strawberry cheesecake buatannya. Bukannya membuat sendiri, Alana justru pergi ke toko kue langganannya, Orchid cafe. Namun tak disangka kue yang ia janjikan telah habis, orang terakhir yang membeli kue tersebut adalah laki-laki yang sedang merayakan ulang tahun bersama teman-temannya. Dari pakaiannya dan banyaknya motor yang terparkir di depan toko membuat Alana menerka bahwa mereka adalah geng motor. Alana pun berniat untuk membeli kue terakhir itu. Tanpa takut Alana menawarkan harga berkali-kali lipat untuk strawberry cheesecake tersebut. Pria pemilik kue tersebut menolak mentah-mentah tawaran Alana, lalu selanjutnya yang terjadi adalah tarik menarik kue hingga menyebabkan kue terakhir itu jatuh dan tak bisa dimakan.
“Apakah kamu tahu bagaimana rasanya itu? Melakukan sesuatu yang justru paling kamu benci untuk orang yang kamu cintai?” –Alana (hlm 64)
Meskipun gagal mendapatkan strawberry cheesecake, Alana tetap pergi ke apartemen Aidan dan membawa kue lainnya. Sesampainya di apartemen Aidan, Alana malah mendapatkan kejutan. Ia ternyata diliput oleh salah satu reality show bernama Celebrity Cake Show. Ternyata Aidan ingin Alana ikut acara reality show tersebut karena Alana jago membuat kue. Alana ingin mundur karena tentu saja memasak bukanlah bidangnya, namun Alana yang tak suka ditantang akhirnya menyanggupi acara tersebut demi merebut hati Aidan.
"Kamu harus terus belajar kalau tidak mau tertinggal. Betapa pun berbakatnya kamu, orang-orang yang belajar akan mengalahkan kamu, dan orang yang belajar paling banyak yang akan jadi pemenangnya."
Seperti rasa strawberry yang asam manis, kisah cinta dalam novel ini pun terasa demikian. Interaksi Alana dan Regan yang manis dan menggemaskan membangun novel ini hingga terasa lebih hidup. Saya sangat mengapresiasi penulis mengenai risetnya dalam pembuatan kue-kue berbahan strawberry. Penulis mampu menuliskan cara membuat kue melalui deskripsi maupun dialog dengan cara yang menarik untuk dibaca. Walaupun tentang memasak namun tidak membosankan seperti buku resep masakan.
“Aku nggak suka disuruh menyerah, apalagi ada yang meremehkan kemampuanku.”
Novel ini diceritakan melalui dua sudut pandang yaitu sudut pandang Alana dan Regan secara bergantian. Walau diceritakan melalui sudut pandangan Alana dan Regan, entah mengapa bagian Regan terasa kurang mengena. Ada beberapa bab yang dituliskan melalui sudut pandang Regan, namun isinya hanya membahas tentang Alana. Saya rasa perasaan, kisah hidup, serta masalah keluarga Regan masih kurang dieksplor. Padahal saat bab berganti menjadi sudut pandang Regan, ini adalah kesempatan penulis untuk membahas habis mengenai Regan.
Karakter favorit saya tentu saja Alana. Sejak di bab awal, karakter Alana sudah mengambil hati saya dengan deskripsi dan dialog yang penulis tuliskan untuk membangun karakter Alana. Namun yang mengganjal di hati saya adalah profesi Alana sebagai selebriti papan atas yang lagi-lagi kurang di eksplor oleh penulis. Selain itu, mengapa Alana mencintai Aidan yang merupakan artis pendatang baru juga kurang dijelaskan oleh penulis. Hal ini menyebabkan cerita terasa instan. Segalanya begitu cepat dan langsung saja terjadi. Bagian ketika Aidan dan Alana akhirnya jadian juga terasa tiba-tiba dan perubahan Aidan yang tadinya terlihat baik di awal lalu ternyata licik sayangnya terlalu cepat diceritakan oleh penulis.
Mengambil genre komedi romantis tentu tak jauh dari adegan ala sinetron dan drama korea. Hal ini juga yang terjadi pada novel Strawberry Cheesecake. Beberapa adegan kental terasa seperti sinetron dan drama korea, seperti adegan pembuka yaitu rebutan kue, tinggal satu atap, adegan mati lampu, dan beberapa bagian lainnya. Ada satu hal yang mengganjal saat membaca buku ini mengenai status Alana yang artis papan atas, namun setiap Alana pergi tidak ada yang mengenalinya, menyalaminya, memanggil namanya atau meminta foto darinya padahal Alana sering pergi ke tempat-tempat umum seperti adegan di cafe dan adegan di kereta, saya jadi mempertanyakan statusnya yang merupakan seorang artis.
Secara keseluruhan saya cukup menikmati kisah beserta humor-humor yang disajikan ala Ayuwidya dalam novel ini. Permulaan yang baik untuk pembaca mecicipi karya Ayuwidya adalah melalui novel Strawberry Cheesecake. Bagi Anda yang penasaran dengan kisah cinta rasa strawberry antara Alana dan Regan, jangan lupa untuk membaca Strawberry Cheesecake yang merupakan salah satu seri Yummylit dari Bentang Pustaka!
Oke, fix, "Strawberry Cheesecake" ini adalah novel yang pure feel-good romance dan cocok banget dibaca kalau lagi butuh hiburan ringan tanpa mikir berat. Novel ini masuk seri YummyLit, jadi vibes-nya emang manis kayak kue dan ngasih banyak info soal masak-memasak. Ceritanya tentang Alana, artis papan atas yang lagi naik daun, yang nekat ikut reality show membuat kue demi menarik simpati Aidan, pujaan hatinya yang seorang aktor pendatang baru. Masalahnya: Alana itu literally enggak bisa masak, apalagi baking! Kebohongannya ini yang jadi petaka dan membuatnya harus membujuk Regan, cowok sangar yang dia tangkap basah mau kabur tanpa bayar di deli—buat jadi guru masaknya.
Yang bikin novel ini fun adalah interaksi hate-to-love antara Alana dan Regan. Alana yang diva dan Regan yang galak tapi jago masak, kontrasnya itu lucu dan sukses bikin kita tertawa. Aku suka banget riset penulis soal baking-nya; deskripsinya enggak bikin bosan kayak buku resep, malah bikin lapar. Tapi ini kritikku: romance-nya memang agak sinetron dan instan. Hubungan Alana ke Aidan, si cowok incaran, enggak terlalu kuat motifnya. Dan bagian Aidan yang ternyata licik dan punya maksud tertentu juga diceritakan terlalu cepat, padahal itu bisa jadi plot device yang lebih dramatis. Honestly, sebagian besar dari kita pasti langsung kena Second Lead Syndrome buat Regan, karena chemistry mereka tuh jauh lebih dapet!
— SPOILER ALERT! —
The real ending di novel ini sangat memuaskan (walaupun predictable dari chemistry yang dibangun): Alana dan Regan yang akhirnya jadian (endgame). Klimaksnya terjadi saat Alana menyadari kalau Aidan itu tidak benar-benar tulus mencintainya. Alana akhirnya tahu maksud tersembunyi Aidan mendekatinya. Di sisi lain, Regan, yang awalnya cuek dan nuntut Alana buat bayar jasa mengajarnya dengan syarat aneh, ternyata tulus dan melihat passion Alana yang sebenarnya, bukan hanya image artisnya. Ending-nya adalah Alana belajar bahwa cinta sejati itu adalah tentang kejujuran dan penerimaan diri (sesuai quote Regan: "memasak adalah sebuah kejujuran"), bukan tentang berpura-pura bisa membuat kue demi menyenangkan orang yang salah. Novel ini ditutup dengan kebahagiaan manis ala Strawberry Cheesecake antara Alana dan Regan. Plus poin: ada resep kue juga di bagian akhir, bikin tambah laper!
Ini novel kedua yang aku baca dari series Yummylit Bentang Pustaka. Cover novel ini—atau malah semua series Yummylit—menurutku cantik dan enak dipandang. Sesuai judulnya, Strawberry Cheesecake, maka novel ini punya cover warna merah sesegar buah strawberry. Jangan lupa juga ada tambahan ornamen celemek, strawberry dan daun strawberry. Selain cantik, cover ini juga cocok dengan isi cerita.
Novel ini bercerita tentang dua orang yang berusaha menjadi orang lain demi orang yang mereka cintai. Poin pertama yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah tentang kejujuran dan penerimaan. Bahwa untuk menjadi dicintai, atau mengejar cinta, nggak berarti harus melepaskan diri kita sendiri. Karena cinta yang sungguh, adalah ia yang bisa saling menerima meskipun berbeda.
Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namanya juga manusia, bukan tempatnya sempurna. Jadi, nggak usah dipaksakan, kalau memang akhirnya mengorbankan jati diri kita sendiri.
Bagian lucu yang favorit aku banget, adalah Alana dan sepatunya. Plot twist-nya dapet. Kaget aku dibuatnya. Memangnya dasarnya karakter si Alana ini udah kocak ya, artis terkenal yang nggak jago masak. Tapi ya itulah kekurangan Alana, tentu kelebihannya jelas ada. Jadi karakternya kalau dicampur sama si Regan, itu unik. Bayangin aja anggota geng motor gede yang jago masak.
Sebenarnya aku bukan pecinta kue-kue manis, apalagi ala cake ulang tahun. Tapi pecinta strawberry, dan aku penasaran pingin makan kue-kue yang dibuat Regan. Resepnya juga ada di bagian akhir cerita lho.
Terima kasih sudah menuliskan novel yang yummy ini Kak Ayu.
"Kayaknya ada yang lebih rumit daripada masak dan lebih seru daripada reality show. Cinta segi banyak." (Hal.189)
Regan menerima permintaan Alana sebagai chef untuk tantangan reality show itu. Semua karna Alana jujur ingin membuktikan cintanya pada Aidan. Walau niatnya salah yaa guys huhu
Kedekatan mereka menjadikan Alana dan Regan seperti kucing dan tikus namun makin akrab loh. Lucunya Regan bisa sabar menghadapi Alana dan Alana mau menuruti semua perkataan Regan. Kompak kan mereka?
Misi Alana berhasil mendapatkan Aidan. Namun, semua tidak sesuai harapan. Justru ternyata ada misi Aidan yang jahat untuk Alana. Ada yang Aidan sembunyikan. Dan yah, Seperti Ada hati masing-masing yang tertinggal. Apakah Alana mencintai Regan? Bagaimana dengan Regan?
Kisah ini sungguh manis. Dengan baluran resep kue yang bikin aku menelan ludah saking berkhayal kue-kue yang manis ala chef Regan.
Penokohan dan chemistry lumayan bagus. Apalagi karakter Regan walau macem body guard tapi pesonanya aduhai syekali
Konflik berjalan maju dengan adanya alur maju sedikit mundur menjadikan konfliknya klimaks dan bagus banget
Gemeshnya tuh sikap Aidan yang emosional. Huh jahattt dia
Dannn, aku jatuh cinta sama Regan pokokkkknya deh
Recomended yang suka cerita manis. Sukses terus buat ka ayu widya
Hi I'm come back with new book review. Emang sih buku ini udah terbit hampir setahun yang lalu, tapi saya penasaran dan baru sempat baca tanggal 6 lalu. Ketika saya membuka profil penulis di goodreads, saya baru tahu kalau ternyata Ayuwidya ini yang nulis Hellogoodbye itu.
Nah langsung aja, ini Yummylit kedua yang saya baca setelah Il Tiramisu. Dibuka dengan kejadian yang bikin ngakak membuat saya nggak mau berhenti baca. Opening-nya asik! Ada campuran dengan dongengnya juga. Padahal cuma ngomongin strawberry cheesecake yang habis terjual.
Kalau disamaain sama Il Tiramisu, ada beberapa hal yang sama namun tentu saja punya ciri khas masing-masing.
Strawberry Cheesecake dan Il Tiramisu punya persamaan di plot yang membahas cerita keluarga, selebritas, passion di bidang kuliner yang terhalang dan reality show.
Perbedaan paling kentara di keduanya adalah emosi yang disampaikan. Kalau Strawberry Cheesecake ini lebih nyinetron dan bikin ketawa guling-guling. Kalau Il Tiramisu itu kalem, pahit, dan sedih.
Hebatnya, keduanya mempunyai karakter utama laki-laki yang berhasil bikin saya klepek-klepek.
-OVERALL & RECOMMENDATION- Novel ini cocok banget di baca kalau lagi senggang dan butuh hiburan. Yang butuh tawa juga cocok banget. Moral value-nya dapet, feelnya lumayan, klimaksnya mendekati ledakan dahsyat.
Kalau kamu butuh novel yang bikin perut keroncongan, bisa coba salah satu novel Yummylit. Rekomen buat remaja hingga dewasa, yang suka cerita manis dan menghibur, yang suka masak dan lagi butuh resep baru, dan tentunya yang suka lihat cowok niat banget sama passionnya.
"Untukku, memasak, membuat cake, bukan hanya sekadar mencampur bahan-bahan supaya bisa dimakan. Bagiku, memasak adalah membahagiakan orang lain. Makanan yang enak bisa bikin bahagia. Lebih dari itu, memasak adalah sebuah kejujuran. Memasak satu-satunya hal yang kusuka, tapi aku tidak bisa melakukannya dengan bebas. Ketika kamu bebas melakukan hal yang kamu suka untuk dirimu sendiri, itulah kejujuran."—hlm. 88-89
Ibaratnya, Regan itu seperti cokelat perusak diet, Alana menginginkannya, padahal tidak boleh. Sedangkan Alana itu seperti stroberi yang menebar wanginya, selalu menebar keceriaan. Gitu kata penulis di akhir cerita.
Btw, mau saya kasih tau quotes-nya nggak? Cukup segitu atau nambah? Komen yah!
"Makanlah yang enak maka hidupmu akan baik-baik saja."—hlm. 22
"Apakah kamu tahu bagaimana rasanya itu? Melakukan sesuatu yang paling kamu benci untuk orang yang kamu cintai?" (Hlm. 64) ---- Demi menarik perhatian cowok yang disukainya, Alana- seorang pemain sinetron striping mangaku jago membuat cake. Ia membeli cake di orchid cake dan mengaku itu adalah buatannya. ---- Sayangnya Alana tertangkap kamera sebuah acara reality show dan Alana tak bisa menolak saat ditantang untuk memamerkan kemampuamnya membuat kue dalam acara reality show tersebut. ---- Sadar tak punya keahlian membuat cake, Alana ter paksa belajar pada Regan yang galak. Karena sering memghabiskan waktu bersama, mulai tumbuh tunas-tumas perasaan baru di hati Alana. Apakah Alana akan menyerah pada perasaan itu dan tunduk pada pesona Regan atau ia akan mempertahankqn egonya? ---- Seperti judulnya, Strawberry CheseCake ini memang manis dan gurih. Bacanya adem-adem aja. Konfliknya gak terlalu berat. Dan aku suka deskripsi soal cakenya. Jadi lapar 😆😆. ---- Btw, ini serial #yummilit ke dua yang kubaca setelah Little Bit Of Muffin. Dan aku suka dua duanya, semoga ada rezeki buat ngelengkapin serienya.
novel ini menceritakan Alana yang merupakan selebriti yang menyukai Aidan. Aidan adalah lelaki yang suka pada perempuan yang bisa memasak. Saat mengunjungi Aidan di apartemen Alana membawa kue cheesecake dan mengaku bahwa itu kue buatannya. Akhirnya Aidan menantang Alana untuk ikut dalam reality show membuat kue. Acara TV ini lah yang membuat Alana bertemu lelaki bernama Regan. Regan merupakan lelaki yang cuek dan sangat menjengkelkan bagi Alana. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Alana menjadi dekat dengan Regan namun ia hanya menganggap sebagai teman karena Alana masih menyukai Aidan. Namun pada akhirnya Alana mengetahui bahwa Aidan mempunyai perempuan lain dan akhirnya Alana dekat dengan Regan.
menurut saya novel ini termasuk ke dalam novel yang bisa dibaca berkali-kali karena selain konflik yang ringan, cerita yang dibawakan sangat lumrah terjadi di dunia nyata. Pemiliha kata yang mudah dimengerti, alur yang dapat dipahami membuat saya ingin membacanya berkali-kali. Kelucuan cinta anak muda kental sekali dalam novel ini. Jika anda ingin membaca novel yang tidak terlalu berat namun tidak sembarang boleh sekali untuk membaca novel ini.
Kadang kita akan melakukan hal yang paling kita benci untuk orang yang kita cintai. Seperti itulan kira-kira inti dari cerita ini. Melakukan sebuah kobohongan yang jauh menggambarkan diri sendiri agar bisa menyenangkan orang yang kita cinta. Lumrah, cinta memang membodohkan dan penuh dengan kebohongan. Reality Show, Kue, Adonan, dll benar-benar adalah hal yang paling dibenci oleh Alana. Akan tetapi, demi cintanya kepada Aidan, semua ia lakukan. Alur yang asyik dan tidak terburu-buru membuat aku (pembaca) benar-benar menikmati adegan per adegan. Karakter masing-masing tokoh pun sangat kuat. Terutama Alana -Karakter Favoriteku-. Lebih dari semuanya, Novel Strawberry CheeseCake ini memang sangat manis seperti cinta. Mengadoni semua emosi pembaca hingga kalis yang disajikan dalam sebuah karya yang menakjubkan.
MANIS BANGETT, meskipun plotnya agak ketebak tp i enjoyed reading this A LOT. personality alana yang ceria dan selalu punya kejutan - seperti kata regan and i totally agree HAHA - has always been the greatest amusement and im loving it! kadang dibuat greget dan emosi especially sama [redacted] but thanks to him anyways.
we also got both regan n alana's povs and it helped a lot actually, jadi lebih gampang buat ngerti hardships yang lagi dihadapin keduanya. if i may be honest BUTUH LEBIH BANYAK MOMEN MEREKA SETELAH JADIAN HUHU, tp thats okay i've already been fed up w their moments on deli :D OH AND gak nyangka bakal dapet resep kue-kue stroberinya di akhir AAA that was rlly nice of the author t_t jadi ngiler t_t
Ceritanya asam manis kayak strawberry, gaya penulisan kak Ayuwidya juga bikin nostalgia parah gatau kenapa.Menguak kehidupan aktris dan aktor, strawberry cheescake, enemies to friends to lovers. Disini ada tokoh utama, Alana, yang super duper mega unik, beda dari yang lain. Alana dengan segala kehebohan dan usaha kerasnya mendapatkan cinta menjadikan cerita ini gak membosankan. Karena meski kadang tingkah Alana ini nyebelin tapi sebenarnya lumayan menghibur dan ngangenin. Pas cuman bagian regan dan kawan-kawan aku malah jadi pengen skip dan liat kapan si Alana ini muncul lagi >< Oh ya, di akhir buku ini ada resep-resep dari makanan yang dibuat Alana sama Regan, jadi pengen nyoba resepnya juga.
There are some part that make me cringed, agak tidak terbiasa sama pemilihan kata-katanya yang kaku dan menurutku gak cocok sama background ceritanya, dunia entertaiment indo yang drama banget. Tapi ini kembali ke selera orang masing-masing sih. Mungkin penulis mikirnya kalo dibikin pake gaya nulis yang mirip sama dunia artis di Indonesia bakal jadi alay.
Partnya Alana selalu bikin ketawa, dia lebay banget sumpah, karakternya cocok jadi artis. Kalo yang cowok (kok aku lupa ya namanya) gak terlalu remarkable lah, but still doing a good job. Mungkin pesonanya kalah saing sama Alana.
Novel yang bikin aku senyum-senyum sendiri waktu baca. Kelakuan Alana jujur aja menjengkelkan sih. Dia ini kayak anak SMP yang labilnya kebangetan. Yang dia tau cuma beauty aja, sedangkan pekara dapur, nol besar. Sedangkan Regan, cowok yang bikin Alana terpesona secara nggak langsung, karena dia ternyata bisa bikin kue! Belum lagi tingkahnya Alana ini yang bikin kesel, tapi dibales lebih cuek sama Regan. Astaga, bener-bener ya.
Novel yummylit satu ini mengingatkan aku perasaan waktu nonton FTV di SC*V. Beneran miiiiiriiiiipp banget!!!!! Pokoknya berasa FTV versi tulisan, plekk ketiplek. Walaupun agak cringe, tapi bacanya tetep enjoy sambil senyam-senyum gemasss!😆 Hal yang bikin gemas lagi adalah, di akhir dicantumin resep-resep kue ala Regan hahahaha gemaaas gemass! Oh yaa, thanks to Regan (lagi), llmu pertepungan yang diajarkannya juga sangat amat bermanfaat bagi aku yang enggak tau apa-apa soal pertepungan duniawi ini hahha. 4/5 buat Strawberry Cheesecake ini (khusus yang buatan Regan 5/5 hahahha😋).
Yah, buku ini seru. Saat baca nggak ada kesan bosannya, pingin terus untuk buka lembaran berikutnya.
Aku juga suka karakter Regan yang realistis di sini. Regan sebenernya cukup dewasa, tapi nggak melupakan usianya yang baru 17 tahun. Jadi beberapa saat dia keliatan banget 17-tahunnya.
Alana, juga rumayan realistis. Menggambarkan kehidupan artis sebenernya.
Dialognya lucu, walau alurnya mirip sama FTV² gitu, tapi tetep seru