Jump to ratings and reviews
Rate this book

Déessert

Rate this book
Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Tapi, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Dengan sosok yang jauh berbeda daru masa lalu. Lebih tampan, lebih berkharisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati?

Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu, sebagai chef pastry. Namun, semuanya jadi tidak mudah. Di tengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.

Suasana makin diperparah dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin di antara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang telah tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum sepenuhnya selesai.

318 pages, Paperback

First published March 28, 2016

9 people are currently reading
150 people want to read

About the author

Elsa Puspita

10 books44 followers
Pecinta genre romance yang masih menunggu cinta, sekaligus mencari arti cinta itu sendiri (halah).

Penyuka sunyi yang lebih menggilai kopi daripada air putih, cokelat batang daripada es krim, matahari terbit daripada matahari terbenam.

Pemimpi yang lebih sering mimpi dalam keadaan mata terbuka, dan mulai jarang mimpi pas tidur lelap.

Suatu saat bakal coba nulis genre horor, kalau fobia setannya sudah berkurang.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
71 (26%)
4 stars
118 (44%)
3 stars
69 (25%)
2 stars
6 (2%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 105 reviews
Profile Image for Crowdstroia Crowdstroia.
Author 11 books649 followers
August 12, 2016
bintang 4.5.

sebenernya pas abis baca juga kaget sih bakal mau kasih bintang 5 (ya dibulatkan ke atas ya, soalnya terlepas dr kekurangan teknisnya, i really enjoy this book). awalnya cuma baca karena liat review2 buat cerita ini menarik saya. ada yg bilang deskripsi makanannya bikin ngiler, trus penulisannya enak, dll, yg akhirnya membuat saya baca. tapi ini masuk ke golongan buku yang mengagetkan saya dengan cara yg manis. pas awal baca, saya cuma berekspektasi "oke, kayaknya ini buku asik, kalo deskripsi makanannya kata sebagian pembaca bikin ngiler, pasti beneran niat itu nulisnya". But, then, BANG, ceritanya lebih baik dari yang saya duga. Deskripsi makanannya bikin ngiler, emang betul. Tapi yang bikin saya suka banget sama buku ini adalah ide2 untuk makanannya. Bener2 kreatif dan bikin ceritanya makin 'hidup' gitu. saya suka bagaimana penulisnya membuat ceritanya sangat berproses. jadi proses membuat restorannya itu diperdetail, dan deskripsinya juga aku suka, gaya nulisnya juga aku suka, pokoknya kusuka semua. Chemistry Dewa sama Naya juga terjalin pelan-pelan, dan aku menikmati sekali hal itu. No instalove, just enjoy the process. Aku juga suka tokoh Naya-nya. I think she's pretty lovable, dan terasa manusiawi. Dewa juga, seandainya gak ada someone who pointed out that he was sexy (thanks to Ava hahaha), aku udah ngebayangin dia memang demikian. Karena kerasa di bagaimana dia bicara, gesturnya, bagaimana dia menanggapi orang lain dan masalahnya, di mataku dia keren gitu. AND HE IS A ZERO TO HERO CHARACTER, itu yang paling kuapresiasi. Ini selera, sih. Tapi kulebih suka tokoh yg pas awal2 ditindas, secara fisik gak menarik, pokoknya yg invisible gitulah, yg pas dewasa dia bermetamorfosis jadi "kupu-kupu" gitu. Dan dia mendapatkan itu semua dengan effort. Pokoknya puas setelah baca ini. Worth to read.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
July 14, 2016
Naya akhirnya nembak Dewa, adik Lulu, sahabatnya. Naya yang biasanya pacaran dengan cowok-cowok populer menyatakan perasaannya pada Dewa di perpustakaan sekolah. Alasan Naya sebenarnya sederhana, dia sudah bosan dengan cowok-cowok pecicilan. Tapi Dewa berbeda, pembawaannya yang tenang menjadi daya tariknya yang utama. Naya ingin Dewa adalah yang terakhir untuknya.

Sepuluh tahun kemudian, Naya dan Dewa sudah tidak bersama lagi. Di tahun kedua hubungan mereka menghadapi masalah. Saat itu Dewa sedang berada di Sidney mengikuti kata hatinya untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang pastry chef. Sementara Naya kuliah di Palembang. Hubungan jarak jauh dan komunikasi yang tidak lancar dan akhirnya putus tidak baik-baik. Naya pindah ke Jakarta setelah lulus kuliah dan mendapat pekerjaan sebagai presenter acara kuliner di sebuah TV swasta. Tapi sekarang, setelah kontrak acaranya berakhir, Naya memutuskan untuk kembali ke Palembang. Lulu dan Arfan (kekasihnya) mengajaknya untuk membuka restoran dengan cita rasa tradisional di Palembang.

Sementara itu di Sidney, Dewa pun tiba-tiba memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Meski karirnya sedang menanjak sebagai pastry chef yang berbakat di sebuah jarigan hotel ternama, Dewa tidak ingin memperpanjang kontrak kerjanya. Keputusan ini membuat Ava, pacarnya, marah. Ava berpendapat kalau kepulangan Dewa itu karena dia tidak bisa melupakan mantan kekasihnya di Indonesia. Sayangnya perselingkuhan yang dilakukan Ava semakin menyulut keinginan Dewa untuk pulang. Sekali lagi, Dewa putus tidak baik-baik dengan pacarnya.

Naya bersama Lulu dan Arfan sedang sibuk mempersiapkan opening Dapur Ketje, restoran mereka. Semua proses berjalan lancar kecuali satu kendala, mereka belum punya seorang pastry chef. Ketika Dewa datang, Lulu menawarkan posisi itu pada adiknya yang langsung ditolak mentah-mentah. Dewa punya keinginan untuk membuka bakery, dan itu yang akan dilakukannya. Tapi dia mau membantu persiapan opening restoran kakaknya sampai mereka menemukan pastry chef yang baru. Tak ayal lagi, Naya dan Dewa kembali bertemu. Dan pertemuan pertama mereka diwarnai dengan layangan tinju dari tangan Naya ke wajah Dewa.

Setelah sekian lama, akhirnya ada lagi novel yang membuat saya betah melek sampai subuh. Saya betul-betul tidak bisa mematikan gadget yang saya gunakan membaca e-book ini sampai halaman terakhir. Saya terbius dengan ceritanya. Saya sampai pengen punya satu Dewa untuk saya sendiri...hehe. Dewa dengan bicaranya yang irit tapi dalam, ketenangan tingkat tinggi, plus kemampuannya meramu pastry yang unik dan bikin saya merasa lapar. Pumpkin sponge cake dan cokelat bumbu dapur-nya bikin saya berharap sosok Dewa ini benar-benar ada.

Naya sendiri hadir dengan karakternya yang unik. Dia sama sekali tidak pandai memasak, tapi lidahnya bisa dengan ahli merasakan makanan dan mengetahui kekurangan dari menilai kualitas makanan itu. Kemudian dia bisa menuliskannya apa yang dirasakannya. Kebalikan dari Dewa, Naya adalah seorang yang memiliki pembawaan ceria dan hidup. Makanya Dewa sempat heran ketika Naya menyatakan cinta padanya. Ketika putus dari Dewa, Naya tidak butuh waktu lama untuk menemukan pacar baru. Namun dibalik semua yang ditunjukkan Naya, jauh di dalam hatinya dia masih menyimpan cintanya untuk Dewa. Hidupnya tidak pernah sama lagi sejak Dewa meninggalkannya. Dewa dan Naya seperti terjebak dalam cinta masa lalu yang belum selesai. Perpisahan mereka terjadi karena Dewa selalu berharap Naya bisa memahami kesibukannya, sementara Naya merasa ditinggalkan dan digantung begitu saja oleh Dewa.

Yang membuat saya tanpa ragu memberikan bintang lima pada novel ini adalah karena ceritanya mengalir dengan baik. Belum lagi detail masakan yang dimasak oleh Dewa dan Arfan (Arfan juga berprofesi sebagai koki) seperti nyata adanya. Biasanya saya tidak terlalu memperhatikan detail masakan saat membaca food literature seperti ini. Tapi novel satu ini memang beda. Penulis juga dengan piawai menempatkan beberapa karakter pendukung yang ada seperti Lulu, Dipati (salah satu mantannya Naya), Arfan, Damar (kakaknya Naya) dan Ava masing-masing dengan porsi yang pas. Selain itu, ada beberapa tips yang disajikan penulis tentang membuka usaha restoran. Ada dua adegan favorit saya dalam novel ini. Yang pertama ketika Dewa menyajikan puding jahe pada Naya saat ada Dipati di dapur restoran mereka, padahal Dewa tahu Naya membenci semua penganan dengan rasa jahe. Dan yang kedua saat Dewa mengirimkan snack berbentuk jahe untuk Naya setelah dia mengungkapkan semua isi hatinya.

Ini adalah buku kedua dari Elsa Puspita yang saya baca. Sebelumnya saya membaca Pre Wedding in Chaos yang masuk dalam lini #weddinglit dari Bentang Pustaka. Sementara novel ini masuk dalam lini #yummylit dari penerbit yang sama. Saya menyukai konsistensi dan ide cerita unik yang diangkat oleh penulis dalam dua karyanya. Buat kamu pecinta romance dan penikmat kuliner, saya rekomendasikan novel ini untuk masuk dalam koleksimu.

Profile Image for Riz.
1,262 reviews139 followers
May 11, 2017
4 Solid Stars

Buku ini sukses bikin gua begadang. Sampe pagi. Dang!

Oke, berikut adalah ulasan yang maafkan kalo terdapat kekeliruan dalam berbagai hal karena ngetik ini dengan mata kriyep-kriyep plus LAPAR dan belum tidur semaleman 😕. Bah, terakhir kali begadang gini nih pas baca novel The Silent Water-nya B-Cherry. Eh sekarang begini lagi.

Ceritanya ngalir bangeeet 🌸🌸
Gua sampe begadang nggak tahu waktu ya karena ceritanya yang ngalir gini 👀

Poin plus dari novel ini adalah penulis bagus dalam meramu ceritanya jadi berasa ngalir banget dan hidup. Bukan cuma tokoh utama, tapi tokoh-tokoh pendukung di cerita ini juga makin memperkaya isi ceritanya sehingga makin kerasa hidup. Gua nikmatin banget obrolan-obrolannya 🌸 Ceritanya juga ringan walaupun ada unsur angst di dalamnya tapi porsinya cukup.

Cumaaa, yah gua juga ada komplain sih sama buku ini. Gua beberapa kali nemuin grammatical errors di dalamnya. Itu ngeganggu sebenernya. Trus juga soal konflik. Pas udah ngelewatin bagian pertengahan sewaktu konfliknya menguat, gua sempet ngerasa "aku lelah kakaaak dengan konflik tipikal giniii 😩😩 dramanya kurang sukaaa 😫😫". Hal ini sempat bikin gua galau dan nyaris menurunkan rating-nya. Tapi... karena kepiawaian penulis merangkai kata di cerita ini membuat gua mengurungkan niat itu.
Kalo soal tokoh utama, banyak yang suka sama Dewa ya? Ya walaupun dia memiliki beberapa poin plus, tapi nggak sampe bikin gua klepek-klepek kayak ikan yang lagi kurang air 😂 Malahan kalo disuruh milih gua lebih suka sama kak Damar. Cowok yang nggak romantis tapi penyayang banget.
Jadi ya karena beberapa hal yang udah gua jelaskan plus yang belum (karena males ngetik panjang-panjanh >> inget, mata udah kriyep-kriyep) gua dengan murah hati #plaks memberikan 4 bintang solid nggak pake koma kepada buku ini 👏👏

Oya, ini udah buku ke 2 dari penulis ini yang gua baca dan terbukti dari 2 karya ini kalo penulis ini bagus dalam merangkai kata dan meramu cerita (gua suka penjabaran penulis tentang dunia pastry di sini, risetnya kuat juga ya). Jadi, gua tetapkan bahwa Elsa Puspita ini bakal masuk dalam daftar penulis yang bakal gua perhatiin setiap karya terbarunya yang akan terbit mendatang 🌞
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 28, 2016
Wah suka banget sama Dewa, si pastry chef. Mau banget nih dibikinin kue2 yang enak :D Disarankan untuk tidak dibaca saat keadaan lapar, karena bisa bikin makin kelaparan saking bayangin makanan yang baru dibayangkan saja sudah terasa enaknya :D
Profile Image for Lina | Adlina H.
414 reviews20 followers
September 7, 2016
Banyak yang bilang novel ini bagus ya?
Me?

Setuju sih hahaha.
Novel ini bagus, ceritanya ngalir, konfliknya jelas, dan karakternya juga menarik. Aku suka tokoh Dewa, well, aku juga suka tokoh Naya, tapi aku lebih suka tokoh Dewa. Dia itu jelas dan berani, dan jujur, dan... suka deh, dia diem tapi diem-diem kangen gitu. Suka pas akhirnya Dewa berani buat ngajak Naya ngobrol lagi. Ada sweet moment-nya, dan emosi keduanya juga dapet. Bahasanya enak, dan alurnya mulus.

Mungkin yang agak menggangguku sepanjang cerita adalah beberapa bagian yang cukup mudah ditebak. Jadi waktu baca udah tau habis ini apa, padahal mungkin awalnya mau digambarkan sebagai kejutan atau sebagai twist. Ada yang berhasil sih, makannya aku masih suka sama buku ini.

Buku ini ringan, dan cocok untuk dinikmati di waktu-waktu senggang. Nggak butuh terlalu banyak fokus karena mudah dimengerti dan cukup asik dengan emosi pemainnya. Oya, baca buku ini bikin laper. Sekarang aku jadi pingin nyari labu hahahha.
Profile Image for Fitriscia.
15 reviews2 followers
May 16, 2016
Full review: https://twinieblio.wordpress.com/2016...


"OH MY GOD! Mau dong punya cowok kayak Dewa! XD"

Itulah pikiran pertama setelah selesai membaca novel ini. And i really really and super duper really love this book! :* Ide ceritanya emang biasa, menyatukan kuliner dengan romansa cinta, tapi aku suka banget cara penulis menyampaikan ceritanya. Aku jatuh cinta sekali dengan Dewa. Beruntung banget jadi Naya. Duuh, emang nih aku lemah banget sama tipe cowok macam gini ;) Ah! Dan yang bikin aku sensi selesai baca buku ini juga, bahwa aku harus mengakui kalau aku iri dengan semua yang dimiliki Naya dalam buku ini! Hehehe....

Btw, dari semua menu yang muncul di buku ini, yang paling menggugah selera itu snack bumbu dapur dan pumpkin sponge cake nya. Look so yummy! Yum yum yum! :9

5 bintang untuk pumpkin sponge cake ini! ♡
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
May 8, 2018
"Tidak ada rasa sakit atas kehilangan yang akan sembuh secepat kilat." (hlm. 262)
.
.
🍫Suka suka suka banget sama ini buku😱 pertama kali baca karya kak Elsa dan langsung jatuh cinta dengan gaya tulisan yang simple dan nyaman untuk dinikmati. Walau konflik klise tapi tapi tapi ini duuh nggak bisa komen apa-apa lagi. Dari awal baca sampe akhir semunya pas. Alur, pace, ending, semua enak. Apalagi sisipan makanan dari yang gurih dan manis menambah kenikmatan hqq akan buku ini😆. Sayangnya cuma kurang 1, typo tahun di bab 1 harusnya 2014 ya bukan 2004.
🍫Menggunakan POV orang ketiga dan semua karakter tokohnya kuat. Perjalanan love-hate relationship Naya dan Dewa buat gemay sekaleeee... Kak Damar yang unchh (kira-kira ada cerita Kak Damar nggak yaa??), persahabatan Naya-Lulu juga friendshipgoal banget. Interaksi tiap tokohnya juga pas nggak berlebihan. Dan aku benci si Ava.
🍫Aku rekomendasiin buku ini buat kalian yang pengen baca buku yang bisa buat kalian laper baper.
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
July 18, 2021
3.8 dibulatkan ke atas.

Ah, ternyata aku menyukai buku ini. Gaya tulis yang mengalir sampai ga kerasa udah baca 300 halaman lebih. Aku suka bagaimana perasaan Naya tergambar di sini, pembaca ikut baper juga jadinya. Begitu pula saat pembaca tahu perasaan Dewa kaya gimana.. Duh makin baper.

Iya sih kisahnya mudah ditebak, tapi ini kan romance, ya ga masalah sih kalau ga ada tokoh yang begitu bermasalah atau ceritanya masih oke 😁 Akhirannya juga memuaskan.

Oh iya, aku jadi pengen kue labunya, dong 😭😋
Profile Image for Laura Yuwi.
209 reviews15 followers
July 31, 2024
Sukaa sama Novel ini. Langsung terhibur dari awal baca juga. Ceritanya ringan, trus dialog2nya juga santai jadi gak ngebosenin dan malah bikin pengen terus lanjut membaca. Konflik yg cukup complicated tp dikemas ringan jadi cocok buat bacaan refreshing.

Yg suka makanan manis, yukk baca Novel ini. Siap² craving for desserts yaa hahaha
Profile Image for Fetreiscia Frida.
10 reviews183 followers
June 3, 2016
Aku suka buku ini banget!!
Ceritanya tuh konsisten dari awal sampai akhir, tentang gimana Naya sama Dewa yang sudah berpisah sekian lama yang kemudian dipertemukan kembali dikampung halamam dimana mereka harus menyusun lagi hubungan yang sempat retak itu. Two thumbs up buat ide Elsa Puspita ini!! ^^

Tapi nya aku sempet keki plus geregetan juga bacanya. Karena hampir setengah halaman sendiri si Naya dan Dewa ini interaksi nya hemat banget. Untung ceritanya ga membosankan untuk terus dibalik per lembarnya.

Sedikit saran untuk buku ini, aku sedikit terganggu dengan penggunaan bahasa daerahnya. Terkhusus waktu Naya dan Lulu ke pengrajin kayu untuk lihat papan nama mereka. Disitu mereka berbincang dengan menggunakan bahasa Palembang, dan penjelasan arti bahasa yng digunakan disini adalah dengan memberikan kurung diaebelahnya. Seperti 'double' gitu bacanya. Saran aja, lebih baik artinya ditaruh di footnate aja. Lebih nyaman bacanya^^

Dan setelah membaca Yummy-lit karya Elsa Puspita dan Ayuwidya ini aku menemukan keunikan dari masing-masing buku. Untuk Déessert visualisasi kue nya yang lebih terasa. Seakan didepan kita benar-benar ada masakan itu. Dan ketika baca jadi pengen makan juga kue nya. Sedangkan di buku Strawberry Cheesecake visualisasi memasak nya yang sangat terasa. Jadi pengen ikutan coba buat. Menurutku ini keunikan buku itu masing-masing.

Aku merekomendasikannya untuk kamu para pembaca yang juga meyukai masak-memasak dan makan juga ;)
Profile Image for kitty.
241 reviews6 followers
October 26, 2025
xmy link text

Mantan Host Kuliner, Chef Bintang Lima, dan Kampung Palembang
Naya (Kinara Gayatri Adiharja), mantan host acara kuliner, memutuskan pulang ke Palembang setelah rating acaranya anjlok. Kepulangannya ini membawanya merintis kafe bareng sahabatnya, Lulu.

Nah, twist-nya datang dari dapur kafe ini! Sadewa Banyu Sastrawirya (Dewa), adik Lulu, ternyata mantan kekasih Naya saat mereka remaja dulu. Dewa yang selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia kini kembali ke Palembang sebagai pastry chef yang jauh berbeda—lebih tampan dan berkarisma.

Dewa dan Naya yang sama-sama baru putus dari pasangan masing-masing (Dewa ditinggal selingkuh, Naya ditinggal artis bernama Dipati) kini harus bekerja bersama. Hubungan yang seharusnya manis kayak dessert, malah jadi perang dingin penuh ego dan kesalahpahaman!

Spoiler Ending dan Keseluruhan Cerita (Hatiku Tahu Apa yang Dipilihnya)
Penyelesaian Konflik: Perang dingin antara Naya dan Dewa akhirnya meledak dan memuntahkan segala ganjalan yang tersimpan bertahun-tahun. Konflik ini menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum selesai sepenuhnya.
Dewa yang Romantis: Dewa digambarkan romantis dan pengertian, berhasil membuat pembaca meleleh dengan tindakannya.
Kesimpulan: Novel ini membayar rasa asam dan pahit dari kenangan masa lalu dengan kesan manis dan menyegarkan berkat pertemuan keduanya di usia dewasa. Hatiku dan hatimu, tahu apa yang dipilihnya, dan pilihan itu adalah Dewa.

Novel ini cocok banget buat bacaan refreshing di waktu senggang. Déessert membuktikan kalau cinta lama dan makanan manis adalah perpaduan yang lezat dan membuat hati berdebar. Siap-siap lapar dan baper saat membacanya!

4/5 Bintang

(Kisah CLBK yang manis asam dengan deskripsi makanan yang bikin ngiler! Cocok buat yang percaya cinta pertama belum selesai! Kurang sedikit karena Dewa terlalu ganteng dan sempurna, jadi kurang relate. Tapi Dewa-Naya biki
Profile Image for Nur Reti Jiwani.
109 reviews27 followers
July 20, 2020
Aduh, mau tulis apa ya...

Jujur aku baru banget nyelesaiin buku ini. Nothing special but I love it. Dari semua #yummylitseries yang sudah aku baca, ini yang punya gaya percintaan paling alon-alon. Semuanya lambat tapi tertata. Manusiawi dan hidup. Gaya berceritanya juga detil. Melibatkan garis waktu yang jelas, gambaran profesi masing-masing tokohnya, porsi keluarga dan teman-teman karakter utama yang dilibatkan dalam cerita juga cukup banyak dan punya impact. Bukan tempelan pelengkap cerita gitu..

Aku suka Dewa dan Naya. Mereka lucu banget masa. Bukan 'lucu' dalam artian karakter mereka konyol, tapi karena apa yang mereka lakukan itu khas banget pengalaman masa SMA banyak orang. Yah, termasuk aku (mungkin?) Hahahaha. Cinta pertama itu memang-memang deh ya. Dasar hormon masa muda menyebalkan! Wkwk. Aku tidak berakhir dengan cinta pertamaku, sih. Tapi seseorang yang bersamaku dan dan dekat secara emosional saat ini, adalah seseorang yang bilang aku cinta pertamanya saat SMA. Iya, kami satu sekolah. Ciaaaat...Ciaaaaaat Kan, mangkanya gemas sekali baca Deessert ini. Ingat masa lalu pemirsah!

Hal yang aku puji sekali dari #yummylitseries ini mungkin riset penulisnya kali, ya. Karena meskipun banyak dari mereka hanya suka makan dan mengaku dapur bukan area kesukaannya, tapi detail aneka kue di novel-novel ini nyata banget! Khususnya keahlian Dewa bikin kue-kue lucu di novel ini. Oh, andaikan ada resep yang bisa dicoba sungguhan. Hihihihi.

Dengan menyelesaikan novel terakhir ini, khatamlah aku menyelesaikan ke-enam bukunya. SELESAI! Jika dibuat ranking pribadi, mungkin urutannya begini:

1) il tiramisu
2) heartwarming chocolate
3) little bit muffin
4) deessert
5) love cake
6) strawberry cheesecake

***Berurutan, dengan nomor 1 adalah judul paling favorit!
Profile Image for Ella Oktaverina.
288 reviews1 follower
August 13, 2018
“Satu hubungan itu harus berjalan dua arah, Dek. Nggak bisa Cuma kamu, atau Cuma dia. Harus dua-duanya. Kamu nggak bisa ngarepin dia paham gitu aja.” – Halaman 243.

Deessert, sekali membaca judulnya saya sudah tertarik karena ekspektasi saya adalah melihat peran vital ‘makanan penutup’ dalam ceritanya, dan ternyata ya sesuai harapan, Dewa sang pastry chef bisa menyulap makanan-makanan umum dan menggabungkannya (semacam fushion gitu) untuk jadi makanan baru. Dan asal tahu aja, walaupun cuma dideskripsikan dalam kata-kata tanpa ilustrasi, saya sukses dibuat lapar dan hampir ngiler karena berimajinasi :D Inti cerita sebenarnya sih tetang cinta lama belum kelar yang cukup kompleks dan menurut saya nggak mainstream. Saya gemes sama Naya dan Dewa, yang satunya keras kepala yang satunya sok cuek, padahal sebenarnya mereka itu masih sayang satu sama lain. Naya dendam sama Dewa yang tiba-tiba hilang kontak dengan dia gara-gara Dewa harus sekolah masak di Australia, sementara Dewa ... hm ... sebenarnya dia hanya salah paham. Miskomunikasi akhirnya jadi bencana dan berujung tonjokan dari Naya ke pipi Dewa saat bertemu pasca bertahun-tahun terpisah.

Masalah selesai setelah satu tonjokan?

Tentu tidak.

Jika ada hal yang agak saya sayangkan adalah porsi dan peran mantannya Dewa dan Naya yang ‘kurang’ gereget. Mereka di sana seperti hanya menjadi pelengkap saja lalu hilang jadi seperti kurang penting gitu.

Terakhir,

Ada nggak ya cowok kaya Dewa di dunia nyata? :”)
Profile Image for liez.
180 reviews20 followers
May 2, 2017
Ini kisah tentang cinta lama yang belum kelar, makanan enak, passion dan kenangan. Membaca buku ini mengingatkan aku sama seseorang (ehem!) bahwa masalah itu ya harus diselesaikan bukan malah dihindari. Komunikasi juga penting biar gak saling salah paham dan jadinya menerka-nerka, yah kita kan gak tau apa yang mereka fikirkan. Kadang seseorang itu bisa jadi masokis dan denial. Udah tau ngingat2 hal yang lalu bikin sakit hati tapi teteeeeep aja dilakuin (emot face palm, LOL) eh ini jadinya curhat bukan ngereview :D. Yang jelas aku suukaaaa banget sama buku ini. Cerita dan temanya sesuai, makanannya juga bukan sekedar tempelan dan sponge cake Dewa itu bikin penasaran, makanan2 yang lainnya juga bikin ileran. Suka sama karakter2 tokohnya yang bikin ceritanya hidup dan nggak lebay. Walau agak sebal dengan sikap cueknya Dewa tapi aku juga bakal kayak Naya yang gampang luluh kalo dikasih makanan enak, hahahaha. Iri sama Naya yang makannya banyak tapi nggak pusing dengan timbangan (eaakk curcol lagiii) Review lengkap diblog aja deh, banyak hal-hal lain dibuku ini yang sayang untuk dilewatkan. Semua bintang untuk buku ini (5 stars ntah karena baper atau emang bawaannya laper, jadi pengen makan pempek deh)
Profile Image for KA.
57 reviews3 followers
February 1, 2024
Secara keseluruhan genre buku ini bukan genre buku yang aku sukai tapi menurutku buku ini lumayan.

Dari segi cerita memang tergolong ringan, bagian romancenya juga tidak terlalu berlebihan dan masih bisa ditolerir oleh aku, untuk alurnya bagus hanya saja masih mudah ditebak bahkan sampai endingnya pun masih bisa ditebak, bagian klimaks kurang greget buat aku tapi untuk pengembangan karakter dalam buku ini lumayan bagus bahkan emosi setiap karakter tersampaikan dengan baik.
Dibuku ini benar benar orang lama masih menjadi pemenang.

Pesan yang didapat dari buku ini menurutku adalah hubungan bisa berjalan dengan baik dan langgeng jika ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak, bukan hanya dipondasikan oleh satu pihak saja.
Buku ini cocok sih untuk kalian yang ingin membaca buku dengan genre romance tapi ngga lebay dan ceritanya ringan.
5 reviews3 followers
June 11, 2017
Udah kelar lama, baru sempat update. Ceritanya sweet banget, kisah cinta dibalik makanan. Gemez dengan pasangan Dewa & Naya yang sama sama menyimpan kesalahpahaman. Konflik ceritanya hanya satu, namun di bungkus sedemikian rupa sehingga agak njelimet. Tokoh hero dan heroine dibuat saling tarik ulur. Agak sedikit melelahkan sebenarnya, tapi tertolong oleh ending yang sweet bingo 😉
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
September 1, 2024
Satu2nya buku di bulan Agustus yang aku suka. Jujur, ini bulan berasa kelam banget karena moodbbacaku anjlok, tapi pas baca ini aku nggak bksa berenti baca.

Satu-satunya yang menghalangi aku nggak kasih t 🌟 karena so sweet nya sedikit, wkwkwk. Tapi aku suka semuanya sih. Suka karakrerisasinya, plot-nya.

Yg pasti aku suka banget sama Dewa, wakkakaak.
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews132 followers
October 5, 2016
LDR bukanlah hal yang mudah untuk dijalani oleh Naya dan Dewa yang masih muda. Mereka harus cukup puas dengan saling bertukar kabar lewat email dan telepon. Tapi rutinitas mereka ini pun makin lama makin surut oleh kesibukan masing - masing, mostly dari pihak Dewa. Tahun pun terus berganti namun tidak ada kabar dari Dewa yang memang sedang disibukkan dengan dunia pastry yang digelutinya. Di saat itu, Naya pun berhenti menunggu.

"If you make a girl laugh, she likes you, but if you make her cry, she loves you. But the real gentleman never wants to make his girl cry, doesn't he?"

Tepat sepuluh tahun berlalu, dengan pemikiran yang jauh lebih dewasa, Naya memutuskan untuk kembali ke Palembang setelah acara kuliner yang dibintanginya tidak kunjung mendapat rating yang bagus. Naya pun bertemu kembali dengan sahabat baiknya Lulu, yang merupakan kakak kandung Dewa. Tak lama ia dikabarkan bahwa Dewa juga akan terbang dari Sydney ke Palembang dan kali ini ia tidak akan pergi lagi. Melainkan Dewa berencana untuk membuat toko pastry di Palembang.

Naya memiliki rencananya sendiri dibalik keputusannya untuk berhenti dari pekerjaannya. Ia ingin membuka cafe bersama sahabatnya Lulu, dan tunangannya Arfan. Dan Dewa akan turut membantu persiapan mereka dengan menjadi pastry chef sementara mereka mencari orang yang tepat untuk posisi itu. Pertemuan yang tidak diinginkannya pun tak terelakkan. Mampukah Naya berdiri berhadapan dengan Dewa tanpa rasa kesal, kecewa dan penuh tanya tentang masa lalu mereka yang belum terselesaikan dengan baik?

Saya sukaaaa sekali dengan buku ini. Suka dengan ceritanya, semua karakter yang diciptakan oleh penulis. Naya, Dewa, kak Damar, Ibu, dan semuanya, dan juga kue - kue yang Dewa buat. I wish I can eat it too >.<. Naya tipe wanita yang tangguh, berpendirian kuat, dan punya sense humor yang bagus. Dan Dewa disisi lain berhasil jadi man crushku. Dewa tipe laki - laki yang tidak banyak bicara, lebih ke actionnya, walau seringkali terlibat salah paham karena kebiasaannya yang terlalu irit bicara. Dewa juga masternya dalam hal membuat kue-kue dan masakan enak. Bayangkan kalau jadi istri Dewa, kita nggak akan pernah kelaparan!! Dan Dewa juga sangat gentleman dan santun pada orangtua. Tipe menantu idaman banget pokoknya. Buku ini recommended buat siapa saja tanpa terkecuali.
Swear to you, this book is that good (Y)

"Aku emang belum pernah sampai beliin kamu cincin berlian karena waktu itu kita masih sama-sama terlalu muda buat ngerencanain nikah. Tapi, cuma kamu yang bisa aku bayangin sebagai orang pertama yang aku lihat pas bangun pagi, dan orang terakhir yang aku lihat sebelum tidur tiap malam. Bayangan itu udah ada di kepalaku sejak sepuluh tahun yang lalu, waktu pertama kali kamu muncul di perpusatakaan dan bilang kalau kamu sayang aku."
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
August 3, 2016
Akhirnya kecicip juga satu buku Yummylit. Padahal yang ada di TBR saya itu yang sampulnya merah, tapi ternyata lebih dulu berjodoh dengan si kuning-hijau ini.

(N.B. Saya bacanya sambil ngemil kue kering lebaran kemarin, jadi lumayan lah buat ngeganjel perut yang merespons mata pas lihat kata pumpkin sponge cake, sushi roll sampai mie tek-tek)

Kali kedua saya membaca karya penulis (sebelumnya Lovhobia) dan jika karya yang tadi saya sebut meliputi dunia kuliah, yang ini lebih dewasa dengan konflik yang masih seputaran asmara. Meskipun begitu, suasana 'yummylit' begitu membalut cerita antara Naya-Dewa-Dipati-Ava, bahkan sampai ke side-story yang mengisahkan Lulu sahabat Naya serta kakak Naya, Damar.

Seperti fusion food yang ditawarkan Dapoer Ketje, gaya penulisan di novel ini juga enak dilahap tanpa terasa aneh dan campur-campur. Bahasa yang digunakan sederhana tapi bermakna, bisa sama nagihnya dengan snack bumbu dapur Dewa. Kalau bukan karena kerjaan, saya yakin saya bisa menghabiskan cerita ini sehari saja.

Saya juga suka dan menghargai muatan lokal yang ada di novel ini, mulai dari percakapan sampai kulinernya (yang udah nyobain pempek ASLI Palembang pasti ngerti bagaimana penganan satu itu nggak ada gantinya!). Konsep restoran Naya cs sendiri juga terbayang jelas. Mungkin saja ini hanya saya yang rasakan--bahwa rasio 'yummy'-nya lebih sedikit dibanding romansanya. Deskripsi makanannya terasa, tapi dramanya lebih mewarnai cerita.

Dan entah kenapa, saya lebih mengerti Naya daripada Dewa! Soalnya menjelang akhir yang Dewa mau cuma kasih penjelasan. Saya juga kalau jadi Naya ngambek duluan, deh. Hubungan Naya dan Dipati ditangani dengan baik, saya suka. Hanya Ava yang terlihat tipikal cewek "couple crusher" dan perbuatannya itu memang sungguh 'apa banget'.

Ada beberapa typo terdeteksi seperti mashroom (mushroom), am I really make you happy? (do I really make you happy?), dsb. Justru yang typo tahun saya nggak ngeh, padahal sudah pernah baca satu ulasan yang menyingkap itu, haha.

Untuk yang sedang cari foodlit, buku cantik ini bisa jadi santapan yang lumayan lezat. Dan untuk yang mencari romance, tenang, kadarnya pasti pas dengan seleramu. Kalau saya kayaknya harus digarami sedikit, haha. Tapi saya tetap menikmatinya, kok.
Profile Image for Ika.
103 reviews3 followers
September 25, 2017
B●L●U●R●B
——
Bagi sebagian orang, cinta SMA hanyalah salah satu kenangan masa remaja yang mudah saja untuk dilupakan. Tapi, bagaimana jika ia kembali hadir di masa kini? Dengan sosok yang jauh berbeda dari masa lalu. Lebih tampan, lebih berkharisma, dan lebih berpotensi kembali mencuri hati?

Naya begitu kaget melihat Dewa kembali ke Tanah Air, setelah selama delapan tahun sekolah dan bekerja di Australia. Karena campur tangan Lulu, sahabat sekaligus partner bisnis Naya, pria itu kini membantu mengurusi calon resto baru Naya dan Lulu sebagai chef pastry. Namun, semuanya jadi tidak mudah. Ditengah kesibukan jelang pembukaan Dapoer Ketje, keduanya justru melancarkan aksi perang dingin dengan ego masing-masing.

Suasana makin diperparah dengan kehadiran Ava, mantan kekasih Dewa yang datang dari Australia. Juga Dipati, mantan Naya yang seorang artis. Perang dingin diantara mereka tampaknya akan meledak, memuntahkan segala ganjalan yang tersimpan selama bertahun-tahun. Sesuatu yang menyadarkan mereka bahwa masa lalu itu belum sepenuhnya selesai.
.
Hmm.. kayanya ada bau bau CLBK nich.. cerita lama belum kelar.. terus terus kayanya kisah cinta segi 3 atau segi 4 atau bahkan tidak bersegi?
.
Serius aku jadi penasaran nich sama novel ini hihihi.. ga sabar rasanya ingin menjelajah untuk meng-eksplore chef pastry-nya ehh maksudku ceritanya.
.
.
"Move on dengan balik ke kota asal sama kayak ngaku move on, tapi balikan sama mantan," — Hal. 6

Naya, Kinara Gayatri Adiharja, merupakan seorang presenter acara kuliner, Pekan Kuliner. Awalnya sangat menyenangkan baginya bisa mencicipi banyak makanan dari berbagai daerah, namun, akhirnya dia memutuskan resign dari acara tersebut.

Ketika memutuskan pulang ke Palembang, itu berarti dia harus menyiapkan diri untuk mengingat kembali semua kenangan apa pun yang pernah dialaminya termasuk mengenang Sadewa Banyu Sastrawirya.
.
Sementara itu di belahan bumi benua Australia, Kota Sydney.. Ava, seorang aktris teater uring-uringan ketika dia tau bahwa kekasihnya, Dewa, memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya. "Aku tahu kenapa kamu ngotot pulang." — Hal. 19

Sebenarnya Ava bukan tipe gadis pencemburu, hanya saja dia menjadi uring-uringan setengah mati karena satu wanita dimana Ava belum pernah bertemu dengannya, Kinara Gayatri Adiharja.
.
Akankah kisah Naya dan Dewa kembali bercerita? Nampaknya cukup rumit. Ahh aku penasaran..
.
.
Akhirnya Naya bertemu Lulu setelah 3 hari di Palembang. Mereka bertiga —termasuk Arfan, tunangannya Lulu— membicarakan konsep resto yang akan menjadi proyek pertama. Setelah puas membicarakan konsep, mereka bertiga segera survey lokasi yang akan dijadikan tempat berdirinya proyek mereka.
.
Naya, Lulu dan Arfan kembali berdiskusi membicarakan desain untuk proyek mereka yang diberi nama Dapoer Ketje. Jantung Naya seakan disentil ketika Arfan menyebut nama Dewa. Arfan menyadari bahwa nama Dewa membuat Naya merasa tidak nyaman, pria itu menghentikan interogasinya tentang Dewa.
.
Naya sebelumnya merupakan sosok yang selalu mampu menyusun rencana dengan baik, berubah sebaliknya ketika rencana masa depannya —termasuk masa depannya bersama Dewa— berantakan.
.
Akhirnya Dewa kembali ke Palembang. Lulu, kakak Dewa, segera mengirim pesan usil pada Naya. "Dedekku udah di rumah, nih. Gak pengin main? :P" — Hal. 53

Astaga si Lulu.. udah tau kalo hubungan Naya dan Dewa itu selesai tanpa kepastian.
.
Dan waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Naya dan Dewa akhirnya bertemu. Sebuah tinju dari Naya bersarang di rahang Dewa.

Sebegitu bencinya kah Naya kepada Dewa?
.
Adu mulut antara Dewa dan Naya tidak terhindarkan saat mereka membahas menu. Arfan dan Lulu segera mengambil alih sebelum peperangan terjadi di dapur tersebut.
.
"Kalau putusnya kayak mereka, sih, nggak bakal temenan," — Hal. 88

Semakin ke sini semakin penasaran. Akhir hubungan Naya dan Dewa ini seperti apa? Kalau kata Lulu, apabila ada kapak diantara Naya dan Dewa, Naya pasti akan melemparkan kapak itu untuk memenggal kepala Dewa. Sadis bukan??
.
"Dengan rasa manis labu yang tersisa di mulut, Naya membiarkan dirinya jatuh, untuk sekali lagi, dalam kenangannya dengan Dewa." — Hal. 104
.
.
"Dewa menghela nafas lega begitu sosok Naya meninggalkan dapur. Menjaga diri bersikap biasa sementara wanita itu berkeliaran di sekitarnya, bukan hal mudah. Begitupun menjaga detak jantungnya agar tetap normal. Setiap kali Naya mendekat, aroma yang dikenalnya sekaligus diam-diam sangat dirindukan Dewa terhirup." — Hal. 125
.
Perlahan tapi pasti hubungan Naya dan Dewa membaik walaupun masih ada batu besar dan tembok tinggi diantara mereka.

Saat hubungan mereka membaik, saat itu juga Ava, mantan Dewa, kembali hadir. Begitu juga dengan Dipati Ary, mantan Naya, muncul dihadapannya.
.
Dewa akhirnya bertemu dengan Dipati yang berujung insiden puding ginger ale. Dewa sengaja memberikan puding itu pada Naya, padahal dia tau Naya tidak suka dengan rasa jahe.

Begitupun dengan Naya. Gadis itu akhirnya bertemu dengan Ava. "Dia ternyata lebih cantik daripada di foto." — Hal. 185
.
Naya dan Dewa yang sama-sama keras kepala, yang sama-sama gengsinya gede.. Bisakah mereka duduk dan mendengar satu sama lain agar kesalahpahaman tersebut bisa selesai?
.
Ava merasa bisa merebut Dewa dengan adanya cincin berlian yang bertuliskan Marry Me. Namun ternyata, Ava salah besar. Dewa sudah tidak mau lagi berhubungan dengannya. Namun kejadian itu sukses membuat Naya hancur lebur hatinya.

Lamaran Lulu dan Arfan dimanfaatkan Dewa untuk bicara dari hati ke hati dengan Naya. Berhasilkah upaya itu? Dan bagaimana kelanjutan kisah mereka? Cerita lama mereka yang belum kelar, akankah berujung bahagia?
.
"Aku emang belum pernah sampai beliin kamu cincin karena waktu itu kita masih sama-sama terlalu muda buat ngerencanain nikah. Tapi cuma kamu yang bisa aku bayangin sebagai orang pertama yang aku lihat pas bangun pagi, dan orang terakhir yang aku lihat sebelum tidur tiap malam." — Hal. 285
.
.
Novel ini merupakan novel ketiga yummylit series yang aku baca setelah il Tiramisu dan heartwarming chocolate. Dan, novel ini sukses membuatku meneteskan air liur karena membayangkan makanan yang berseliweran.
.
Naya memutuskan resign dari pekerjaan di Jakarta dan kembali ke Palembang.

Dewa yang juga memutuskan meninggalkan "kehidupan"nya di Sydney dan kembali ke Palembang.

Ketika mereka memutuskan kembali ke kota kelahirannya, mereka juga harus mempersiapkan diri ketika kotak kenangan mereka dibuka secara paksa dan isinya berserakan.
.
Naya dan Dewa akhirnya bertemu kembali di Palembang setelah 8 tahun berpisah. Naya dan Dewa, sepasang manusia yang sama-sama gengsi tinggi, keras kepala dan tidak mau terbuka satu sama lain padahal diantara mereka masih terdapat ke salah pahaman yang harus segera diselesaikan.
.
Ketika hubungan mereka perlahan membaik, mereka dikejutkan dengan kemunculan seseorang di masa lalu.
.
Bisakah kesalahpahaman antara Naya dan Dewa terselesaikan dengan baik? Bisakah CLBK — cerita lama belum kelar— mereka berakhir manis?
.
Judulnya sangat unik lho.. awalnya aku pikir judulnya Deesert tapi ternyata Déessert yang artinya Dewi *ehh ini spoiler ga ya?* hihihi..
.
Baru kali ini aku selesai baca novel menjadi speechless. Novel ini baguuuuus bangeeeet, maniiiis bangeeeeet.. rekomen banget bagi readers yang suka akan cerita sweet-romance yang dibalut dengan pastry pastry enak hahaha.. 4 thumbs
11 reviews2 followers
August 31, 2019
Well everything was great, except one thing.

Keseluruhan, novel ini bagus. Pengembangan ceritanya bagus. Pengembangan karakternya lumayan, meski nggak terlalu kelihatan. Plotnya pas. Gaya penulisannya juga.
Harusnya saya kasih empat atau lima bintang, dong?
Cuma gara-gara hal ini, tiga bintang itu terpaksa saya hilangkan. Mungkin orang lain bakal bilang sepele. Tapi sama sekali nggak buat saya.

Dan yang bikin saya ilfeel itu, scene ketika Naya nonjok Dewa.
Unreasonable. Childish. Doesn't make sense.
Saya pembaca Mbak Elsa. Saya tahu karakter-karakter heroine punya Mbak Elsa banyak yang cablak. Tapi buat Naya di scene ini, nggak bisa saya tolerir. She's as bad as Ava.
Saya merasakan adanya standar ganda di sini.
Kalau ada karakter cowok nonjok cewek, saya yakin cowok itu bakal kena punish habis-habisan. Dan menurut saya, harusnya juga berlaku buat cewek yang nonjok cowok.
Di novel ini, Naya asyik lenggang-lenggong aja. Nggak merasa bersalah. Seingat saya juga nggak minta maaf. Nggak kena punish. Dan setelah nonjok, dia bilang apa tebak?
"Ingetin gue kalau tangan ini kepeleset nonjok Dewa lagi."
She said like what she did is a joke. Well, yeah, Naya, you're an abuser.
Profile Image for Lila Danisa.
791 reviews11 followers
June 15, 2016
Awal liat berjajar di rak buka Gramed udah tertarik beli. Covernya unyu banget. Yep, me judge a book by its cover. Sometimes. Liat reviewnya dan poinnya 4.8, nearly perfect. Langsung beli dan baca.

Overall suka sama ceritanya. Unyu gitu, seunyu covernya haha
Suka sama Dewa yang pendiam dan cool tapi jago masak, apalagi bikin yang manis-manis. Suami idaman.
Lumayan suka sama Naya. Tapi lebih suka ke Lulu.
Cinta sama Damar, so typical older brother. Ah andai bisa punya abang juga.
Suka sama beberapa quote di dalam novelnya. Paling suka sama perumpamaan bolu labu bentuk jahe.
Overall saya tidak menyesal sudah judging this book by its cover haha

Sebenernya ingin kasih score 3.5/5 tapi mari bermurah hati dengan membulatkan menjadi 4/5
Profile Image for Wilma Monica.
159 reviews11 followers
July 2, 2016
A very light reading... Cant give this book more than 3 because of there's alot of typo... especially with the first date...

I need to search on the internet to understand that the first date wasnt 2014 but 2004..

and another one was the english was wrong
it's not "Everyone can be replace"
since it's a passive sentence considering the phrase. it should bee 'everyone can be replaced'

For overall story was light and enjoyable. Nothing too hard to think. Just like a story from a friend! Kind of interesting! ^^
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
August 14, 2016
Minus beberapa typo (termasuk bab awal Naya ketika SMA ditulis tahun 2004, dan Naya sudah dewasa juga 2004) saya menikmati bagaimana penulis menyajikan novel ini. Jalinan Naya-Dewa yang tidak menggebu-gebu, 'merah jambu' yang samar-samar namun terlihat, tokoh antagonis macam Ava yang biar 'nakal' namun tidak macam nenek sihir plus detail soal makanan yang dalam membuat saya menikmati buku ini.
Profile Image for mghf.
198 reviews24 followers
December 12, 2017
Keisengan mbaca sebelum melupakan tugas2.
baru sekali ini batja novel yg palembang bgt sampe ada Kambang Iwak waqwaqwaq. Ya gitu, bahasanya santai, bisa selesai sekali batja, dan tida terlalu istimewa. Palingan tentang perang "mantan lu, mantan gue" terus nyari celah ngomongin masa lalu, ya ujung2nya jadian lagi. Gitu aja. Tiga bintang tjukup, empat kalo tokoh utamanya ada yg mati.
Profile Image for Air.
154 reviews13 followers
December 12, 2016
Penulisannya enak. Makanan-makannya juga digambarkan dengan baik banget. Tokoh-tokohnya pun saya suka (DEWAAAA!). 4 bintang :-)
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
July 30, 2019
"... Aku bukan orang yang bisa ngungkapin jelas perasaanku lewat kata-kata. Aku juga nggak gampang jatuh cinta. Pacaran buatku udah masuk komitmen serius." (Hal.248)

Kisah ini bener-bener rumit banget. Seakan belum selesai satu muncul masalah lain. Dan yang makin rumitnya tuh sulitnya memulai untuk bercerita tentang segalanya. Iyah. Dewa ini susah banget klo buat ngomong jelasin. Buat ciut nyalinya. Tapi, liat Naya nya yang tak acuh membuatnya merasa kalau Naya sudah tidak peduli padanya.

Dan Ava memperkeruh saat Dewa mau memulai berbaikan dengan Naya. Ava datang segalanya dengan drama baru. Lagi-lagi Naya sedih dan benar-benar maraaahh besar pada Dewa

Apakah Dewa kali ini bisa bersikap tegas dan mau memperjuangkan cintanya untuk Naya? Atau justru kembali pada Ava yang masih menyayanginya?

Buku ke 2 ka Elsa yang aku baca. Dan ini kisah Dewa-Naya bener-bener yah bikin nano nano perasaannya. Tapiii, Dewa bikin jatuh cinta. Karakternya kuat banget. Naya pun sama kuatnya jadi nggak saling tumpang tindih.

Kisah tentang Deessert ini bener-bener keren. Survey tentang segalanya mendetail. Mulai dari bahan, pembuatan sampai penyajian mendetail. Bikin baper eh laper wkwk

Latar sedikit di jakarta dan sydney lumayan terekspos dan lebih banyak di palembang yang buat aku lumayan detail dari lokasi-lokasi jadi bener-bener kenalin kota Palembang.

Apalagi yah, mmmm... alur maju sedikit mundur menjelaskan masa lalu Dewa dan Naya perlahan jadi paham atas kesalah pahaman diantara mereka.

Overall, kereennn dan aku jatuh cinta sama Dewa pokoknya. Recomended guys. Sukses terus buat ka Elsa. Ditunggu karya selanjutnya~
Profile Image for Ten Alten.
61 reviews2 followers
May 19, 2020
Ya ampun, aku jatuh cinta pada buku ini seisinya. Termasuk gimana chara di sini berperan. Bahkan aku menyukai antagonis yang ada. Nggak cuma cover-nya yang sweet, tapi isinya juga. Bukan hanya dessert yang ditulis, tapi juga kisah mereka. Menurutku semua chara porsinya pas.

Membahas tentang profesi chef dan dapur. Kusuka karena dibahas cukup detail tentang makanan dan tentang masak. 'Dapur'nya terasa banget.

Tempatnya nggak banyak, tapi kebanyakan di Dapoer Ketje. Suasanya dibangun dengan tepat. Ngalir aja. Setting ngalir, interaksi chara ngalir, cerita ngalir, pokoknya tau² udah selesai.

Sudut pandangnya pakai orang ketiga, jadi kita tau banget apa yang sebenarnya terjadi pada semua tokoh. Terutama kita jadi tau alasan² dan pemikiran dari Dewa dan Naya.

Alurnya maju-mundur. Ketika mereka bernostalgia, membayangkan masa lalu, maka kita akan dibawa pada kisah masa lalu mereka. Konflik batinnya banyak. Meski gitu, konflik nyatanya juga cukup banyak. Seru. Aku paling suka pas Naya mukul, ahaha.

Seandainya betulan ada Dapoer Ketje dan Déessert di sini, pasti aku bakalan sering datang. Aku ngebayangin tempat yang hangat dan cozy, yang bahkan cocok buat baca buku sambil minum cokelat panas, teh, bahkan kopi.

Menurutku sih konflik percintaannya biasa aja, tapi eksekusinya bagus dan bikin aku susah berhenti. Aku juga penasaran dengan resep² yang para chef ini bicarakan. Pengen nyoba gitu, ahaha. Pokonya recommended! Baca ini kalo pengen tau sengiler apa aku bayangin makanan yang mereka sajikan. 😂
Displaying 1 - 30 of 105 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.