Pen name used by manga-ka Sumomo Yumeka for her predominantly seinen works. Published in the magazines Afternoon (Kodansha), Melody (Shueisha), and Comic Bunch (Shinchosha).
Direkomendasikan bagi penggemar kisah kehidupan bercampur supernatural + ending yang sifatnya
Gambar: 4.5☆!! Gambar Misu Sahara-sensei, walau bukan beliau sendiri yang membuat cerita, tapi jeli sekali menampilkan emosi para tokohnya. Komplit dengan kuping kurcaci yang lucu ^^ //akusuka❤
Cerita: 4☆ .... tipe cerita yang (nyamannya) dibaca saat tenang dan senang, supaya bisa terjun dalam kekelaman tanpa khawatir hanyut dan terseret di dalamnya (*≧ω≦*) //lebayasalways
Menceritakan Kiwa, yang bingung mencari pekerjaan (*dari awal ini aja napasku sudah tercekik), sementara pacarnya sudah bekerja dan supel dan hebat dan lain-lainnya~ Tapi Kiwa punya kekuatan, yaitu "berdoa pada dewa". Pasti ampuh! Tapi...ada tumbalnya.
Kisahnya berputar di dunia pekerjaan dan semacam aliran kepercayaan baru (*nggak, aku becanda XD). Bukan cuma soal pekerjaan yang bikin " 'oh situasi ini ya', lalu mengenang nasib masa lalu selama sejam", tapi juga pertanyaan ini-itu soal dewa yang bersifat filosofis membuat bacanya jadi penuh dengan renungan XD
Sempat menduga-duga dan ngobrol dengan teman-teman di forum soal dewa ini, tapi ternyata
Ini kisah tentang ‘kekuatan misterius’ yang membuat permintaan tokoh utamanya bisa terkabul, namun dengan bayaran/konsekuensi berupa musibah yang akan terjadi. Dengan kata lain, ini skenario ala Monkey’s Paw. Penulisnya membingkai konsep tersebut dengan narasi bahwa tokoh utamanya ‘memohon kepada dewa’, sehingga ada tema tersendiri tentang hubungan manusia dengan sosok ‘Tuhan’ yang dipercayainya.
Oke, saya jelas tertarik dengan konsep demikian, saat unsur supernatural menjadi kendaraan yang membawa pembaca untuk berpikir lebih dalam tentang hal-hal di dunia nyata dan kehidupan sendiri. Di luar soal ‘perdewaan’, memang ada selipan tema tentang kegetiran di dunia perkantoran dan hubungan percintaan antara tokoh utama cowok dengan ceweknya yang lebih ‘bersinar’ dan sukses berkarier. Gambar Mizu Sahara yang sangat khas dan ekspresif pun menjadi nilai tambah tersendiri—membuat saya jadi ingin baca ulang Tetsugaku Letra, hehe.
Tapi……tapi! Terlalu banyak yang terasa ‘nanggung’ dari komik ini!!
Perkembangan karakternya nanggung. Penyelesaian konfliknya nanggung. Konsep supernatural maupun realitanya sama-sama nanggung. Penuturan tentang mekanisme supernatural di sini terasa setengah-setengah, terlampau samar, dan bahkan memunculkan plot hole (*biarpun tak menutup kemungkinan bahwa ‘lubang’nya ada di otak saya, bukannya di plotnya). Saat para karakternya mulai berfilosofi dan mengaitkan peristiwa supernatural yang terjadi dengan nilai kehidupan, kesan bahwa mereka sekedar jadi ‘alat penyampai pesan dari penulis’nya juga terlalu kuat.
Walau begitu, secara konseptual saya tetap merasa komiknya menarik dan layak dibaca (*dan dibaca ulang). Terlepas dari tumpukan hal-hal ‘kecil’ yang mengusik saya (*yang toh rasanya biasa saja diabaikan kebanyakan pembaca), saya jelas akan merekomendasikan judul ini untuk orang-orang yang sering berpikir tentang hubungan mereka dengan pekerjaan maupun dengan… sosok yang menjadi tujuan segala doa mereka.
Plus que son résumé, c’est sa couverture qui m’a fait avant tout de l’œil. Du coup, je suis partie dans cette lecture un peu à l’aveugle ne sachant pas trop à quoi m’attendre. Tout ce que j’ai compris c’est qu’il y aurait une partie surnaturelle et fantastique.
J’aime énormément le style de Mizu Sahara. Son trait est fin et j’aime la façon dont les personnages sont travaillés ainsi que les quelques décors mis en place dans certaines cases. Cela va bien avec ce style d’histoire. Ce premier tome fut plaisant à lire. On fait la connaissance du héros, Kiwa Ogata, que j’ai trouvé, en plus d’être pessimiste, c’est vrai, un peu effacé. J’ai même été étonnée qu’il ait une petite amie.
Mais, on découvre durant la lecture que toutes les choses positives qui sont arrivées à Ogata proviendraient d’une sorte de chance à double tranchant. Le problème dans cette histoire ce sont les contreparties parfois très néfastes pour le héros.
Je ne vous le cache pas, j’ai aimé ce que j’ai lu. C’est un manga possède une bonne trame avec ce qu’il faut pour happer les lecteur.ice. s. Durant tout le premier tome, je me suis demandé si on allait voir de quoi cette « chance » surnaturelle retourne, mais non.
Ici, tout se passe dans les suggestions et on s’arrête plus facilement sur la psychologie des personnages qu’il s’agisse des protagonistes ou des secondaires que sur le côté fantastique. L’ambiance au travail est mise en avant ainsi que des thématiques très actuelles comme le harcèlement sexuel dont est victime une des collègues de la petite amie du héros. C’est plutôt bien amené d’ailleurs.
Le côté fantastique reste donc en filigrane tout du long et la fin de ce premier tome se termine sur un cliffhanger haletant qui donne envie de savoir la suite.
Dans l’ensemble, j’ai passé un très bon moment avec le premier tome de Joker of Destiny. Ce fut une lecture intéressante avec une histoire palpitante et des personnages qui tiennent la route. Je serai au rendez-vous avec sa suite, c’est évident !
Sampai dengan akhir volume 1, sebetulnya aku masih belum yakin mengenai kekuatan cerita ini dan apakah aku akan meneruskan membaca seluruhnya (ada 3 volume). Bisa saja seseorang merasa bahwa dewa mendengarkan doanya, padahal belum tentu. Kebetulan-kebetulan adalah hal yang sangat mungkin terjadi di dunia ini, kan? Demikian pula halnya dengan Kiwa Ogata dan permintaan-permintaannya.
Como primer tomo esta bien, es rápido, se te presentan a varios personajes que serán claves en la historia y a otros más secundarios, el ritmo es más lentillo que otras obras cortas.
No es la obra con la trama más original, pero es curioso como el protagonista es consciente de lo que pasa y como recibe un castigo por cada deseo.
Sebagai volume pertama, tidak terlalu berkilau, namun perkembangan cerita cukup cepat, Kusunoki sensei mencoba mengenalkan beberapa karakter yang akan menjadi kunci dalam cerita. Kalau menilik paparan Kiwa, kita bisa katakan ini bukanlah karya dengan plot paling orisinal, tetapi penasaran bagaimana protagonis menyadari apa yang terjadi dan bagaimana dia menerima ganjaran untuk setiap keinginan.
Un début de série à l'ambiance troublante, servi par des graphismes fins. Et si tous vos vœux pouvaient se réaliser grâce à votre malheur, en prendriez-vous le risque ?