Jump to ratings and reviews
Rate this book

Re: #2

peREmpuan

Rate this book
Dua puluh enam tahun setelah kematian Re:, Melur kembali ke tanah airdengan gelar PhD tersandang di belakang namanya.

Sejumlah tanya ia bawa pulang: Siapa sebenarnya ibu kandungnya?Betulkah ibunya diperjualbelikan, dipaksa menjadi pelacur lesbian?Apa penyebab kematian ibunya yang teramat tragis itu?

Herman menyambut kedatangan Melur dengan risau. Haruskah rahasia yang ia pendam lebih dari seperempat abad itu diungkap? Tidakkah hal itu akan memicu Melur untuk membalas dendam?

Mengapa buku kehidupan perempuan harus sarat seloka luka?

. . . . . . . .

peREmpuan adalah sekuel novel RE: yang diangkat dari kisah nyata.

195 pages, Paperback

First published May 2, 2016

54 people are currently reading
509 people want to read

About the author

Maman Suherman

25 books134 followers
Maman Suherman lahir di Makassar, 10 November 1965. Menempuh beragam pendidikan, namun hanya lulus dari Jurusan Kriminologi, FISIP - UI. Bertumbuh sebagai penulis selama 15 tahun (1998-2003), dari reporter hingga menjadi pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia. Ia pernah juga menjadi Direktur Produksi hingga Managing Director (2003-2011) di Biro Iklan & Rumah Produksi Avicom.

Penggagas Panasonic Gobel Awards ini memutuskan untuk tidak berkantor lagi, dan kini menjadi "pemulung kata-kata". Sempat menjadi presenter untuk acara di KompasTV, kini ia menjadi konsultan kreatif dan No Tulen acara 'Indonesia Lawak Club' di Trans7.

Re adalah buku keempatnya bersama penerbit KPG. Sebelumnya telah terbit Matahati (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012), dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
101 (36%)
4 stars
102 (36%)
3 stars
61 (22%)
2 stars
9 (3%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Ipeh Alena.
543 reviews21 followers
October 25, 2018
Bolehkah, jika pada akhirnya saya justru penasaran dengan Melur? Siapa dia di dunia nyata ini? Maksud saya, apakah namanya benar-benar Melur? Ataukah hanya diselimuri saja dengan nama samaran? Karena, saya penasaran dengan kehebatannya, mampu menjadi seorang yang bertahan hidup dalam kegelisahan jati diri yang membayangi. Bisa menyelesaikan pendidikannya dengan cara yang cukup WAH bagi saya.

Saya juga benar-benar merasa penasaran dengan SEKAR. Bagaimana dia berdamai dengan masa lalu suaminya? Bagaimana dia menerima, kisah cinta yang masih terpendam dalam diam sang suami? Bagaimana dia tahu, bahwa dia melangkah di jalan yang benar? Ah, buku kedua ini meninggalkan banyak rasa penasaran yang menuntut penjelasan. Jadi, bagaimana saya harus menuntaskannya?
Profile Image for isaiah.
159 reviews
August 15, 2022
uh, so i read this book in 2 days dan cuma sampe di halaman 100 aja.. karena aku pikir, buku ini lebih ngejelasin reka ulang kehidupan Mbak Rere dan Mas Herman sewaktu Mbak Rere masih ada di dunia.

so, yeah, u can say that i get bored easily over a book—walaupun buku ini punya topik yang nggak bisa dipandang sebelah mata. a kind of topic that we should care about. but, i decided to not continue after hours of reading it because i think it's just plain and boring. mungkin bisa dibilang: lebih banyak tulisan edukatifnya ketimbang inti dan penyelesaian masalah dalam cerita tersebut. i mean, it's not on point.

sementara itu, aku nyari bacaan yang ‘serius’ dan mendidik, tapi juga sangat berfokus dengan cerita yang lagi diangkat. sadly, i didn't find it in this novel.

dari halaman pertama sampai seratus, aku ngerasa kayak lagi ‘diajari’ bukan ‘diceritakan’ tentang kelanjutan kisah Mbak Rere. i wasn't there for that thing, though. i was there to read–to know, how Mas Herman and all characters SOLVE the problem. quickly. competently. but, man, it took too long to reach that part. it kinda annoy me.

the first book was pretty good but the second one? it isn't my cup of tea.
Profile Image for Anisa Tri Kusuma.
10 reviews5 followers
June 9, 2016
Ketika anda melihat saya membaca buku karya Sapardi Djoko Damono, artinya saya sedang menambah ilmu tentang sastra, dan ketika anda melihat saya membaca buku Remy Sylado, artinya saya sedang menambah ilmu tentang budaya, lain halnya ketika anda melihat saya membaca buku Maman Suherman, artinya saya sedang melihat, mengetahui & mempelajari sebuah "sisi lain" dari kehidupan.
peREmpuan , merupakan kelanjutan dari novel sebelumnya Re; dalam novel ini kita diajak sang penulis untuk mengenal lebih dalam sosok Melur, putri semata wayang (alm) Rere.
Segala kegelisahan, seribu tanya, kepedihan, rasa sakit, dendam serta kesedihan yang dirasakan Melur seolah2 bisa saya rasakan. Melur adalah perempuan yang tangguh, tegas, tegar serta cerdas, tangis yang dia tumpahkan saat mengetahui kebenaran tentang sosok ibu kandungnya, sanggup membuat siapapun meneteskan air mata, setidaknya bisa ikut merasakan kesedihan yang beliau alami.
Meskipun dipertengahan novel saya sedikit merasakan kejenuhan dalam pemaparan ceritanya (mungkin karena diawal cerita, adrenaline saya langsung merangsak naik) tetapi semuanya tekontrol dengan mood yang kembali naik dipertengahan cerita dan mencapai puncaknya dibagian akhir cerita.
Mungkin anda akan menganggap saya berlebihan, mungkin juga ini hanya sekedar "cocoklogi". Setelah selesai membaca novel ini, saya merasakan sedikit sakit didada sebelah kanan atas, rasanya sedikit sesak & perih (percayalah, saya sedang tidak galau apalagi sakit hati) seingat saya, biasanya kalau sakit dibagian tersebut terjadi kalau saya mulai terlalu banyak minum kopi hitam, menjadi hal yang ganjil karena pagi ini saya minum teh tubruk yang terlalu manis.
Saya berharap, mbak Melur mau membagikan kisahnya, saya ingin melihat kisah ini dari sudut pandang beliau, semoga bisa dituangkan dalam novel selanjutnya. Amiin
Profile Image for Aldrina.
84 reviews15 followers
April 3, 2022
peREmpuan adlh novel sekuel dari Re: yang mana selain berfokuskan pada kegelisahan Herman akan rahasia yg selama ini dia jaga rapat2 dari Melur, juga tentang kehidupan Melur di Jakarta dan petualangan Melur mencari informasi sebanyak mungkin tentang ibu biologisnya; Re:

Utk sekuelnya, mnrt w condong berisi pemikiran2 "underground" Herman & Melur terkait penderitaan Re:

Dan endingnya, somehow bikin w puas.
Profile Image for Kimi.
406 reviews30 followers
July 22, 2021
peREmpuan merupakan sekuel dari Re: yang sudah pernah saya tulis resensinya di sini. Kali ini cerita utamanya seputaran Melur, anak Re:, yang berusaha mencari tahu siapa ibu kandungnya sebenarnya. Ia bertanya langsung ke Herman. Mulanya Herman mengelak untuk menjawab, tetapi pada akhirnya Herman menceritakan kepada Melur siapa sesungguhnya Re: itu.

Melur, yang sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh Herman, tanpa sepengetahuan Herman pergi sendiri mencari tahu tentang ibunya hingga ke Bandung. Melur bahkan sampai tahu siapa nama asli Re:, sesuatu hal yang oleh Herman sendiri tidak diketahui. Nama asli Re: indah sekali, yaitu Rabi'ah Aldawiyah. Karena Re: merasa namanya terlalu berat untuknya, jadi ia mencari nama lain maka jadilah ia dipanggil Re: atau Rere.

Selain tentang Melur, buku ini juga bercerita sekilas nama-nama baru yang buat saya tidak begitu berkesan. Ada nama Sherina, Anton, Karina, Rahma, Reshna, Roy. Mereka ini masih muda, tetapi dengan sadar dan kemauan sendiri menjadi pelacur dan gigolo. Salah satu dari mereka yang menjadi mucikarinya adalah pacarnya sendiri, yang notabene merupakan anak bupati.


Resensi lengkap ada di sini.
Profile Image for Benji.
34 reviews
May 19, 2024
Lebih seru dari buku pertama pokoknya. Penuh haru juga :((
Profile Image for Aldila Sakinah Putri.
83 reviews
February 9, 2022
Kita tidak hidup dari pertanyaan orang lain. Kita harus hidup dari jawaban-jawaban kita sendiri atas semua persoalan hidup --halaman 36⁣

Ketika aku membaca bab awal, kukira buku ini menceritakan tentang cerita horor karena ada adegan melihat hantu yang menuntut balas dendam. Ternyata termasuk cerita 18+ lebih banyak menceritakan tentang kisah pekerja seks komersial.⁣

Herman menjadi saksi perjalanan hidup Rere sebagai PSK, bagaimana ia terjerumus dalam lubang hitam kehidupan di ibukota. Rere bahkan meminta Herman untuk menjaga Melur, putri semata wayangnya. Hari berganti minggu, pun bulan-bulan menahun, Rere meninggal dengan menyisakan tanda tanya, apalagi dalam benak Melur yang selalu bertanya siapa ibu kandungnya.⁣

Cerita sederhana ini dibalut dengan konflik kepentingan golongan, seperti sex trafficking, premanisme, dan politik, membuat buku yang kurang dari 200 halaman menjadi cerpen yang berat untuk dibaca. Tak jarang Kang Maman memasukkan kritiknya terhadap sistem pemerintah dan kecurangan-kecurangan politisi. Beberapa bab membahas tentang materi kriminologi dan undang-undang pemidanaan yang kadang membuat aku kebingungan, haha, benar-benar gelap.⁣

Namun, cinta dan kasih sayang lah yang menjadi inti dari buku ini. Bagaimana jadinya jika Rere terus menghantui Herman karena dendamnya belum terbalaskan. Ataukah Melur yang akan membalaskan dendam kesumatnya. Bagaimana Herman mencegah hal itu terjadi. Endingnya benar-benar plot twist 👍⁣

Cinta itu tak berdefinisi, tak berujung, seperti minuman yang semakin diminum semakin tak membuat hilang haus. Jangan berhenti, terus saja mencintai --halaman 163⁣
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
May 2, 2021
"Mengapa buku kehidupan perempuan harus sarat akan seloka luka?"

peREmpuan ini merupakan lanjutan dari kisah RE: 26 tahun setelah peristiwa kematiannya yang tragis. Narasi masih diambil dari sudut pandang Herman, namun kini dilengkapi dengan sudut pandang Melur, anak Re: yang kini telah bergelar PhD in Economics. Melur yang sedang berlibur ke Jakarta kerap merongrong Herman dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai ibunya.

Berbeda dengan prekuelnya yang ultrakelam, peREmpuan lebih mengutamakan penggambaran duka dan dendam mendalam yang diakibatkan kematian sosok orang yang dicintai. Sepanjang cerita, banyak pertanyaan yang membuat aku sendiri bertanya-tanya mengenai bagaimana bentuk keadilan itu. Salahkah kita jika menyimpan dendam? Haruskah kita terus hidup dengan menahan perih dari luka yang tidak pernah terobati? Sebegitu buruknyakah sesuatu yang dinamakan balas dendam itu? Kenapa orang yang balas dendam selalu dicap jahat, meski sebelumnya dia yang lebih dulu dijahati?

Aku suka sekali interaksi antara Herman dengan Melur. Tiap kali mereka mengobrol, rasanya aku dihadapkan dengan sebuah talkshow yang mengundang orang-orang cerdas sebagai pembicaranya. Lagi-lagi ada teori kriminologi yang disisipkan, sehingga aku sendiri mendapat setitik ilmu baru.

Dan bagian ending-nya... sangat-sangat memuaskan. XD

5 out of 5 stars, I can see myself re-reading this somewhere in the future.
Profile Image for Nad..
188 reviews18 followers
December 26, 2020
Bintang pertama karena plot ceritanya yang bikin penasaran. "Apa yang bakal dilakuin Melur ya"

Bintang kedua karena diksinya yang indah ditambah terselip beberapa puisi mengenai Re, Melur, dan cinta.

Bintang ketiga karena cerita mengenai prostitusi selalu menarik, banyak sudut yg bisa dicover. Ditambah, cerita ini diangkat dari kisah nyata /3

Sayangnya dari keseluruhan cerita di buku ini lebih sering point out ke hal-hal yg kurang penting (jadinya banyak yang aku skip deh). Ada juga beberapa kalimat yang sumbang, harusnya menyebut tokoh A malah menyebut tokoh B.
Profile Image for instawa_.
77 reviews12 followers
October 28, 2018
"Sediakan sapu tangan tebal!"

Mugkin hanya berlaku untuk beberapa orang, tapi bagiku itu penting, karena buku ingin sama saja menyayatnya seperti buku pertamanya, RE:.

"peREmpuan" menceritakan kisah Herman setelah ditinggal pergi Re:. Juga kisah anaknya, Melur, yang berhasil membuktikan pepatah "habis gelap terbitlah terang" itu nyata adanya. Melur menjadi cahaya bagi Re:, Herman dan keluarganya.

Ada banyak pesan dalam buku ini, yang diwakili oleh percakapan-percakapan Re: dengan Herman yang melintas diingatannya. Juga percakapan Herman dengan Melur; soal hukum negeri ini yang masih tumpang tindih dan jauh dari kata adil, soal keadilan itu sendiri, soal pembalasan dendam dan kematian.

Tidak hanya itu, Maman juga menyelipkan pesan-pesan agama, dengan cara yang manis sekali menurutku. Tidak menggurui, hanya mengingatkan. Tidak memaksa, hanya menyampaikan.

Dibandingkan buku RE:, buku peREmpuan lebih terasa fiksi. Mulai dari pilihan diksi yang sastrawi dan puitis menurutku, sampai caranya mengungkapkan perasaan yang tak bisa diceritakan; Maman memilih menyampaikannya melalui puisi.

Kamu akan menemukan banyak potongan sajak di buku ini. Juga potongan-potongan kata-kata bijak dari beberapa tokoh. Dan masih.. kamu masih akan menemukan beberapa teori tentang hukum dan kriminologi, yang disampaikan dengan cara yang lugas dan sederhana.

Tapi meskipun sederhana, tetap mengajak kita untuk berpikir keras.

Aku menyukai buku ini sama seperti aku menyukai buku RE:. Di dalamnya tidak hanya rekaan penulis, tetapi juga sejumlah data dan fakta. Serta pengetahuan-pengetahuan baru, yang mungkin tidak begitu banyak orang tahu. Tentu saja, apa-apa yang tertulis di buku ini bisa menambah wawasan para pembaca, membuka pikiran kita untuk menilai lebih bijaksana tentang kehidupan ini.

Tabir dibuka sekali lagi. Tapi Maman Suherman seperti masih menyimpan satu-dua rahasia. Atau, dia sendiri belum menemukan jawabannya?

Apakah memang benar, semua pertanyaan itu tidak harus ada jawabannya?

Aku harap pertanyaanku tentang Melur kelak akan menemukan jawabannya. :)

ps: aku membaca buku ini via aplikasi iPusnas.
Profile Image for Ika Sari.
3 reviews
November 3, 2018
Pernah kepilut sama sebuah buku?

Pertama, aku kepincut sama buku Re: milik Maman Suherman. Kedua, masih dari beliau juga saya terpesona. Kali ini beda buku. Yaitu, peREmpuan. Masih dari penerbit yang sama, yaitu Penerbit KPG, Pop Ice Cube.

Baiklah, kita intip blurb-nya dahulu sebelum aku mengulasnya.

***

Dua puluh enam tahun setelah kematian Re:, Melur kembali ke tanah air dengan gelar PhD tersandang di belakang namanya. .
Sejumlah tanya ia bawa pulang: Siapa sebenarnya ibu kandungnya? Betulkah ibunya diperjualbelikan, dipaksa menjadi pelacur lesbian? Apa penyebab kematian ibunya yang teramat tragis itu?

Herman menyambut kedatangan Melur dengan risau. Haruskah rahasia yang ia pendam lebih dari seperempat abad itu diungkap? Tidakkah hal itu akan memicu Melur untuk membalas dendam?

Mengapa buku kehidupan perempuan harus sarat seloka luka?

. . . . . . . .

peREmpuan adalah sekuel novel RE: yang diangkat dari kisah nyata.

***

Buku ini mengisahkan tentang waktu seperempat abad lebih setelah kematian Re:. Melur, putri kandung Re: mencari jati diri siapa dirinya sebenarnya. Seorang wanita yang telah bergelar PhD in economics.

Masih menggunakan POV Herman. Namun, gaya penceritaannya begitu ciamik hingga saya larut dalamnya. Pemilihan diksi yang terasa lebih puitis.

Selain itu, kita akan menemukan sajak-sajak penuh rasa, teori kriminologi yang dijabarkan dengan apik, ringan nan sederhana. Yang berpadu dengan narasi. Walaupun begitu, saya tetap harus mikir keras untuk mengerti. Banyak amanat yang beliau hadirkan di buku ini. Tidak hanya pesan kehidupan, pesan agama pun ada jika kita benar-benar membaca dengan hati. Bukan selintas lalu.

Kerai tersibak lagi dalam buku ini yang sebelumnya membawa tanya besar dalam kepala saya dari buku pertama: Re:. Namun, saya merasa, rahasia yang terungkap itu belum sepenuhnya terbuka. Ada beberapa yang mengganjal dalam benak dan hati. Mungkin ada lanjutannya? Saya penasaran dengan endingnya. Saya menebak saling berkaitan, tapi benar tidaknya, hanya penulis yang tahu.

Kekurangannya masih di bagian penulisan saja. Lumayan sih.
Profile Image for a.
90 reviews1 follower
November 16, 2023
lanjutan dari Re:. kalo terbitan baru sih bukunya udah digabung.

anak Re:, melur udah umur 30, udah s3, lulusan jepang. sebenernya ini lebih ke proses gimana herman mengungkap kisah re: ke melur. karna selama ini ngga dibilangin kan sebenernya re: ini ibunya melur. tapi ternyata sebenernya si melur ini udah pernah nyari nyari tanpa sepengetahuan herman. sampe akhirnya diceritakan secara lengkap.

banyak throwbacknya, jelas lebih seru baca buku pertamanya karna lebih mengungkap gimana kehidupan re: kan, kalo ini kayak terlalu banyak teori kriminologi dsb tentang balas dendam dan segala macamnya. sama seperti di buku Re:, di buku ini kita bisa ngeliat psk dari sisi kemanusiaan, tapi gue tetep tidak menyetujui apapun alasan di balik orang melakukan pekerjaan itu ya. walau tetep ada kasiannya sih sama re: karna dia dijebak, pas mau bertobat, malah dibunuh. GILA SIH SI MAMI ITU EMANG OTAKNYA UDAH DIBUTAKAN DAN KOTOR. dan masih bagian paling sedih yang ada di buku re: dan diangkat lagi di buku ini, re: ngga mau menyusui melur lagi, ngga mau memeluk melur padahal itu anaknya sendiri, karna ngga mau mengotori melur sama keringat dia yang seorang pelacur T__T

btw gue kagum sih dengan istrinya herman yang bisa dengan legowo menerima melur, herman dan keterikatannya dengan re:, iya sih orangnya emang udah ngga ada, tapi herman nih keliatan banget masih terjebak masa lalunya gitu. APALAGI INI KAN KISAH ASLI DIA YA

ketar ketir banget pas di ending jujur, soalnya melur ini ngomongin detail tentang mobil dan paham banget. trus dia sempet ngilang, tapi akhirnya balik ke rumah. dia bilangnya jalan jalan nikmatin jakarta sebelum balik ke jepang. TAPI PAGINYA ADA BERITA ANGGOTA DPR MOBILNYA KEBALIK DAN DIE, DAN DIA ADALAH ANAKNYA MAMI LANI--yang menjebak Re:.

TERUUUSS kan nisan makamnya re diganti ya, dan ditanya lah ke penjaga kuburnanya ini ama herman, dibilang yg ngeganti itu melur. melur dateng ama cowo wangi banget, pas ditanya ciri cirinya, ya sama banget ama si anggota dpr yang kecelakaan ini. KAN TAKUT, MELUR KAMU BALAS DENDAM!!!?????????
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for jian..
77 reviews3 followers
December 1, 2021
3,7/5⭐

Ini adalah buku lanjutan dari Re: dan buku ketiga dari Kang Maman yang aku baca pada bulan November.

Ini menceritakan tentang Melur, anak dari Rere atau Re: yang telah berhasil menyandang gelar Dr di depan namanya. Banyak kilas balik ke masa lalu yang disajikan oleh Kang Maman di buku yang ini. Pada bagian awal dan ke tengah, aku merasa bosan bacanya. Menurutku terlalu banyak basa-basi yang seharusnya dipangkas saja, lalu menuju ke inti masalah. Tapi, beberapa chapter menjelang akhir, boom. Aku nangis, merasa sakit hati dan sedih. Sakit hati karena hidup Rere yang begitu bajingan, tapi dia tetap bisa melalui itu dan bersyukur melalui kacamata pribadinya. Sedih karena cerita Herman kepada Melur mengenai Rere sepanjang hidupnya. Apalagi pas Melur membaca surat dari Re: untuk Herman, rasanya pedih sekali.

Untuk bagian endingnya, aku sedikit bingung namun puas. Bingung karena apakah benar-benar Melur atau itu memang murni? Kalau itu benar, aku puas, meskipun itu hal terlarang hahaha. Re: has had been through hard life for her entire lives. Meskipun balasannya bukan langsung ke orangnya, at least yang kena keturunannya, yang mana masih melanjutkan bisnis tersebut.

Overall, i like this 2nd book of Re:. Apalagi ini berdasarkan kisah nyata. Aku jadi banyak belajar mengenai kehidupan PSK yang banyak belum kita ketahui. Kadang masyarakat memandang mereka sebelah mata dan hina, padahal mereka telah melewati banyak hal dan itu tidak mudah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nis.
16 reviews
July 10, 2022
Sekuel dari Re: ini lebih nendang lagi!

Memang buku ini tidak terlalu terfokus pada dunia pelacuran atau dunia malam lainnya, namun itu menjadi poin plus karena banyak obrolan antara Herman dan Melur yang sangat mendaging.

Saya terkesiap dengan cara penyampaian tokoh Herman yang melalui sudut pandangnya, mempertanyakan tentang kehidupan juga memaparkan jawaban-jawaban dalam pencarian tersebut.

Apalagi pada halaman 107, ketika Herman dan Melur membicarakan tentang salat.

“Untuk apa kamu salat?”
“Seperti yang pernah Om ajarkan tentang menjalankan kewajiban salat dan ibadah lainnya dari Rabi'ah Al Adawiyah.

‘Aku mengabdi kepada Tuhan bukan karena takut neraka, bukan pula karena mengharap masuk surga. Tetapi aku mengabdi, karena cintaku pada-Nya. Jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya. Tetapi, jika aku menyembah-Mu karena Engkau semata, janganlah Engkau memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi padaku.’”

Tiba-tiba saja saya merasa ada keajaiban dalam buku ini. Meski tokoh utama di buku sebelumnya adalah orang yang gelap menurut masyarakat, namun banyak pelajaran kehidupan yang saya dapat dari Re:, yang dituturkan oleh Herman.

Juga pada bagian akhir, lebih memuaskan daripada di buku pertamanya.

4/5
Profile Image for Nur Afifah.
96 reviews3 followers
June 29, 2020
4,5 ⭐

Untuk yang penasaran tentang Melur, buah hati Re:⁣

Rasa asin, kecut penderitaan yang kita alami itu sangat bergantung dari besarnya hati yang menampungnya," ... "Kalau hatimu hanya sebesar gelas, asin derita itu akan sangat kau rasakan. Tapi kalau seluas danau, tak lagi asin itu kau rasakan," ... ―hlm. 23⁣

Jika buku pertama 'Re:' menjelaskan tentang Re: dan kehidupannya, maka 'PeREmpuan' menjelaskan kehidupan setelah Re: meninggal. ⁣

Dalam buku sekuel ini, membahas mengenai rindu, sejarah tentang Melur, Herman bertemu dan berdialog dengan Melur, serta posisi Melur di kehidupan Herman. ⁣

Begitu banyak pelajaran tentang kehidupan yang bisa kita petik dengan membaca novel ini. Salah dua di antaranya adalah besar hati dan syukur. ⁣

Melur dewasa sudah mapan dengan kehidupan suksesnya di Jepang. Sekolah sampai tinggi, S3. Seorang anak pelacur, bisa sekolah tinggi dan sukses. ⁣

Banyak pertanyaan Melur untuk Herman, hingga mengenai hal balas dendam atau hukum pemidanaan. Herman menyerah, sedangkan Melur tambah menjadi. ⁣
Profile Image for Ahmad Rofai.
62 reviews5 followers
April 11, 2018
bagus sih, maksudnya secara penulis memberikan pandanganya mengenai sesuatu yang barangkali kita anggap sebagai sebuah dosa (lantaran tokoh utama si Re merupakan seorang pekerja seks); tapi penulis berhasil memberikan pandangan kemanusiaanya, bahwa bagaimana dan apapun pekerjaan seorang, dia adalah manusia.
manusia sebagai mana memiliki emosi, cinta, getir dan jalanya kehidupan yang penuh liku.
hanya saja,
ada beberapa hal yang menurut saya diluar ekspektasi saya sebagai pembaca mengenai keluwesan dan kecairan penulis dalam menyajikan kisah Re ini.
Konon, ini merupakan kisah asli percajalanan penulis ketika dulu sedang mengerjakan tugas akhir mengenai kehidupan seorang pekerja seksual.

ada beberapa part yang saya rasa membosankan dan membuat saya berpikir keberadaanya adalah paksaan. keberadaanya dipaksakan seolah berusaha menguliahi pembaca mengenai deretan teori-teori kriminologi tentang kejahatan dan bla bla nya.
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
July 23, 2022
Aku kembali dibuat menangis dengan kisah Re: bahkan setelah dua puluh enam tahun setelah kepergiannya.
"Banyak keindahan yang bisa dinikmati dalam gelap. Gelap membuatmu mensyukuri cahaya. Sekecil apapun cahaya itu."

Kisah ini membuatku mengingat kembali bagaimana Re: menalani kehidupannya, sekaligus ikut merasa kagum dan bangga pada Melur atas segala kekuatannya menjalani hidup. Muncul banyak tokoh baru yang berkecimpung dalam dunia gelap yang Re: jalani, juga sosok wanita hebat lainnya yaitu Sekar.

Untuk 'ending' dari buku ini sendiri aku merasa masih belum puas, karena muncul pertanyaan baru yang mungkin akan ditinggal tanpa ada jawaban. Namun aku akan tetap mempertahankan keinginanku setelah membaca buku ini, untuk tetap berpikir positif dan mengenyahkan pikiran negatif yang sempat hinggap.
Profile Image for Christy.
26 reviews1 follower
November 30, 2023
Sama halnya dengan ulasan pada buku Re; aku juga mengkategorisasikan buku peRempuan ini sebagai buku non-fiksi sebagai kepercayaanku atas kehidupan Re. Buku kedua ini lebih menceritakan tentang kisah anak Re, yaitu Melur. Menariknya banyak ungkapan yang diberikan Re yang ternyata menguatkan para pembaca. “Masalahku dan masalahmu sama saja. Juga masalah semua orang. Ukurannya hanya segenggam tangan. Nggak lebih nggak kurang. Semua punya penderitaan. Rasa asin, kecut penderitaan yang kita alami itu sangat bergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Kalau hatimu hanya sebesar gelas, asin derita itu akan sangat kau rasakan. Tapi kalau seluas danau, tak lagi asin itu kau rasakan”. Hiduplah dengan tenang Re🌸
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
January 5, 2019
Haduhhhh kenapa endingnya kok justru makin bikin penasaran ya? Apa kisah Melur ini belum selesai? :( Haduhhhh aku merasa kayak ada something yang ganjil gitu loh setelah kepergian Melur huhhh...

Btw, aku jadi kangen baca buku Re: :') Kangen sama Re: nya sih sebenernya ehehehe... Btw, gatau kenapa, aku cuma ngerasa buku ini di awal cukup agak ngebosenin ya :') entah aku yang gak fokus atau gimana, hmmmm kayak biasa aja gitu...

TAPI PLIS BANGET DONG, di pertengahan sampe menuju akhir aku banjir :') Banjir se banjir banjirnya :') aku nggak kuat bacanya. Mau banget aku peluk Re: 😭

Intinya aku selalu kagum sama Re:, dan setelah baca ini makin kagum ^^
Profile Image for katon.
25 reviews
December 30, 2021
Cukup menarik untuk membuka masa lalu dari Ibunya Melur. Narasi yang dihadirkan sangat mudah untuk diikuti. Alur campuran yang digunakan juga cukup nyaman untuk membawa pembaca mengikuti cerita yang disampaikan oleh penulis. Namun sayang, pada bab-bab akhir terdapat beberapa cerita yang menurut saya cukup dipaksakan. Hal ini dapat dilihat dari "balas dendam" Melur yang terkesan dipaksakan dan tanpa persiapan. Begitu saja tiba-tiba mereka saling mengenal dan balas dendam itu terjadi. Padahal bisa saja diceritakan dari sudut pandang Melur. Mengapa Melur harus melakukan hal tersebut? Balas dendam yang tak diinginkan oleh Ibunya, Re.
Profile Image for farah.
60 reviews3 followers
November 26, 2023
✨ — 3.5/5

wow, setelah sekian lama aku ga baca buku yang tuntas dalam sehari, akhirnya aku berhasil menuntaskan buku ini.

buku ini fokus pada cerita akan hubungan Herman dan Melur, juga bagaimana Melur mencari tahu akan sosok ibunya yang selama ini selalu menghabiskan waktu bersama Herman. sejujurnya, aku lebih suka buku yang pertama, karena di sana semuanya mengalir begitu saja sedangkan di buku ini lebih banyak bumbu politik (yang mana not my cup of tea) yang hadir dari percakapan antara Herman dan Melur.

but overall aku suka setiap reminder yang disuguhkan buku ini, terutama sosok Re: itu sendiri yang sukses bikin aku takjub akan kekuatan dirinya dalam menghadapi penderitaan.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
December 29, 2020
nangis baca novel ini.
banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil, banyak kata-kata yang tajam dan menusuk tentang keadilan juga.
walaupun ada beberapa kata yang typo, tapi gapapa, feel nya dapet bangetttt

banyak bgt kalimat yang aku suka, dan satu ini favoritku:
"Rasa asin, kecut penderitaan yang kita alami itu sangat bergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Kalau hatimu hanya sebesar gelas, asin derita itu akan sangat kau rasakan. Tapi kalau seluas danau, tak lagi asin itu kau rasakan."
(pg 23)
Profile Image for Lusiana Hevita.
Author 1 book7 followers
July 7, 2017
Sekuel dari buku sebelumnya, RE:, karya Maman Suherman ini melanjutkan kisah Melur, anak Re. Di buku sebelumnya Melur dikisahkan masih balita, dan betapa hubungan Re dan Melur telah cukup mengkoyak-koyak hati pembaca (bab. Peluk Dia). Di sini Melur telah dewasa, dan tengah mengobati kegalauan hatinya akan kenyataan tentang ibunya. Apakah akan ada buku ketiga, mengingat buku kedua ini ternyata endingnya belum tuntas :D
4 reviews
January 31, 2021
Lanjufan dari Re: buku ini lebih banyak bercerita tentang Melur, anak perempuan Re. Perjalanan Melur mencari tau terkait segala hal ibunya. Betapa Melur menjadi salah satu anomali yang ada, juga menjadi bukti bahwa "keajaiban" itu memang ada.


Selalu diisi tangis dan tanda tanya setelah membaca buku-buku seperti ini. Apa yang sebenarnya bisa saya lakukan setelah membaca? Apakah cukup dengan saya merasa bersimpati? Ataukah sesungguhnya ada hal lain yang bisa saya lakukan?
Profile Image for Runindaru.
19 reviews
January 16, 2023
Penulisan di buku kedua ini lebih terasa. Pembaca dibawa masuk ke dalam ceritanya, seolah menjadi tokoh ketiga yang menyaksikan semua peristiwa secara langsung. Ada bagian-bagian yang membuat tegang, sedih, cemas, dan terharu. Ada akhir yang memuat sebuah teka-teki. Apakah akan terjawab di buku ketiga?
8 reviews
September 28, 2024
Ceritanya kebanyakan mengulas kembali buku yang sebelumnya, namun di buku ini juga tergambar bagaimana perjuangan Melur untuk mengungkap identitas aslinya. Mencari seluk-beluk keluarganya. Saya amat menyukai tata bahasa yang digunakan Om Maman untuk menulis buku ini. Banyak juga puisi-puisi indah yang tertuang dalam buku. Cantik.
Profile Image for Amira Zarra Ovitte.
24 reviews
April 1, 2018
ada hal-hal yang mengerikan ketika membaca novel ini dan novel sebelumnya. sesuatu yang gelap, luka, juga ketakutan. sejenak membuka pikiran saya bahwa ternyata hal-hal yang dulunya saya pikir itu jauh dan tak mungkin terjadi, ada di dekat saya.
Profile Image for dilla.
68 reviews
May 15, 2021
Baca buku kedua Re: ini selalu nambah wawasan tentang sejarah. Bukan hanya sejarah, politik, agama juga saya dapatkan dari buku ini.

Terimakasih telah menjadi Re: dan Melur cerita yang sangat penuh makna ini kang Maman
Profile Image for Yuliyalia (Kaktus) .
26 reviews1 follower
July 12, 2021
Okay, jadi buku lanjutan dari kisah Re; ini milihat dan mengetahui sosok peRempuan dari sisi lain untuk mengajak kita mengenal lebih tentang sosok Melur, putri semata wayang alm Re. Melur benar-benar sesuatu banget menurut aku.

"Ukuran terindah cinta adalah mencintai tanpa pernah mengukurnya."
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.