“Apa kau tahu kalau ada juga hantu yang menyebalkan? Ada, namanya Peter Van Gils! Anak hantu keturunan bangsawan Belanda itu paling bisa membuatku gemas, kesal, marah, bahkan terkadang takut.
.............Namun, suatu malam... kudapati dia murung dan sedih.
“Dia rindu mamanya, Risa...” Begitulah cerita yang kudengar.”
•
•
Sesuai dengan judulnya ‘Peter‘, melalui buku ini Teh Risa mencoba mengajak kita untuk mengetahui tentang sosok Peter semasa hidupnya hingga akhir hidupnya.
Seperti yang kita ketahui, bahwa Teh Risa memiliki lima sahabat hantu di antaranya yaitu; Peter, Janshen, William, Hans, dan juga Hendrick. Di mana Peter lah yang menjadi pemimpin mereka.
Sebab itu, kerap kali Teh Risa mengenalkan kelima sahabat hantunya kepada pembaca dengan sebutan Petes CS.
Di antara anak-anak yang lain, Peter lah yang paling menyebalkan. Dia suka memerintah semua orang dengan seenaknya, tak peduli itu hantu maupun manusia. Dan, tak ada yang berani menolak setiap perintah/keinginan Peter.
Peter adalah anak dari pasangan Albertus Van Gils dn Beatrice Van Gils. Dia lahir di Bandung, namun dia tidak menetap di Bandung. Dia bersama keluarganya tinggal di salah satu kota kecil, dekat dengan kota Bandung.
Keluarga Peter adalah salah satu keluarga Belanda yang cukup berada. Ibunya sangat baik, dia memiliki hati yang mulia dan penuh kasih. Dia sangat menyayangi Peter. Berbeda dengan Ayahnya, Ayah Peter yang notabene adalah seorang komandan tentara Belanda, memiliki watak yang keras dan kaku.
Sikap dan cara mendidik kedua orang tua Peter terhadapnya sangat bertolak belakang. Di satu sisi, Ibunya selalu sabar setiap kali memberi pengajaran pada Peter. Dia selalu memberikan suntikan semangat pada Peter agar dia tetap mau belajar. Namun, di sisi lain, Ayahnya tidak punya kesabaran seperti Ibu Peter.
Kerap kali Ayahnya mengatai Peter bodoh hanya karena Peter malas belajar. Iya.. Perlu kalian ketahui, Peter sangat malas belajar. Bahkan sebagai Londo, dia tidak begitu bisa menggunakan bahasa Netherland.
Jujur aku cukup kaget kalau Peter tidak begitu bisa berbicara dengan bahasa Netherland. Sebagai keturunan asli Netherland, ini sedikit lucu.. 😁. Peter justru lebih fasih menggunakan bahasa melayu, bahasa Indonesia saat ini.
Aaah Peter, kuharap kau tidak marah karena aku sudah bicara seperti ini. Bagaimana pun juga, aku menyanyangimu. Dari kelima sahabat hantu Teh Risa, aku sangat menyukaimu dan juga si kecil Janshen.
Oke, balik lagi ke kisah kehidupan Peter. Karena sikap dan cara didik orang tuanya yang bertolak belakang tersebut, membuat Peter menjadi sosok yang manja, penakut, sekaligus keras kepala dan juga gampang marah.
Tapi, pada dasarnya Peter adalah anak baik. Keadaan lah yang membuat dia memiliki sifat-sifat seperti itu. Mungkin karena hal tersebut lah yang membuat Peter saat ini.. menjadi hantu yang sangat menyebalkan.
Namun di balik kelakuannya yang menyebalkan, dan sifat sok benarnya.. Dia begitu rapuh. Kehidupan di dunia dan kematian yang membuatnya seperti itu. Dia sangat kehilangan sosok Ayah yang diidolakannya, dan juga Ibu yang sangat dicintainya. Hingga hari ini, Peter masih menanti Ibunya... Dia menunggu pertemuan itu.. 😢😢
Well, seperti novel-novel Teh Risa sebelumnya, yang mengisahkan tentang kelima sahabat hantunya. Novel kali ini pun cukup menyedihkan. Ya.. Walau.. untuk kali ini tidak sampai membuatku menangis.. Berbeda dengan novel-novel Teh Risa sebelumnya yang pernah kubaca, selalu sukses membuatku menangis. Tapi, tetap saja aku merasa pilu. Saat membaca kisah Peter ini.
Buat kalian yang penasaran dengan kisah Peter.. Dan ingin mengenal lebih dekat sosok Peter.. Coba kalian baca buku ini!!!
Selamat membaca... 😊