Tahukah kamu bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada bagaimana cara mereka mengatur waktunya? Setiap orang di dunia ini memiliki jatah waktu yang sama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari per tahun. Namun, ada pengusaha yang bisnisnya berkembang, ada juga yang tidak. Ada artis yang berhasil go international, ada juga yang one-hit-wonder saja. Ada yang jadi juara kelas, ada yang tidak. Kira-kira bagaimana, ya, para juara itu mengatur waktunya?
Di buku keduanya ini, Zivanna Letisha akan berbagi pengalaman dan kiat-kiat sukses dalam mengatur waktu. Membuat perencanaan yang baik, mengintip kebiasaan orang-orang yang produktif, sampai berbagi “The Secret Forumula” untuk dapat memaksimalkan setiap menit yang kita punya.
Kalau banyak yang bisa menjadi juara, mengapa kita tidak?
Mimpi yang besar tetap harus dimulai dari satu langkah kecil. Semakin pandai kita mengelola waktu, semakin dekat pula kita dengan mimpi-mimpi kita. Yuk, jadi “bos” untuk waktu kita sendiri!
Saya termasuk orang yang menganggap diri sendiri lemah dalam hal manajemen waktu. Sering telat, kadang suka merasa hari berlalu tanpa pencapaian yang berarti, dan permasalahan terkait waktu lainnya. Karena itu, setiap kali saya menemukan ada buku baru yang membahas mengenai manajemen waktu, biasanya saya langsung berkomitmen untuk beli.
Nah, kebetulan, buku dari Mbak Zivanna Letisha ini adalah buku kedua yang saya miliki tentang manajemen waktu. Buku pertama yang saya baca adalah buku Lorong Waktu karya Monde Ariezta. Keseluruhan tema, dia buku tersebut membahas tentang hal yang sama. Tetapi ada perbedaan yang cukup terlihat dari gaya bahasa dan penyampaiannya.
Berhubung saya sedang meresensi buku Mbak Zivanna, saya akan bahas secara singkat isi bukunya berikut komentar-komentar pribadi.
di Buku ini, pertama-tama kita akan belajar mengenai apa sebenarnya manajemen waktu. Disini saya belajar mengenai dua konsep waktu:
1. Clock Time - waktu sebagaimana adanya, contoh: 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik 2. Real Time - waktu dimana kita merasa "we get our things done" dan ini berbeda-beda untuk setiap orang.
Nah, Real Time ini yang harus kita atur. Real Time ini bisa dibagi-bagi lagi menjadi empat penggunaan waktu menurut Dagfinn Aas: 1. Contracted Time - waktu yang dialokasikan untuk belajar & bekerja sesuai dengan perjanjian, seperti jam belajar sekolah, jam bekerja di kantor, dll 2. Committed Time - waktu yang ditekankan pada kewajiban seseorang pada keluarga atau kepentingan rumah tangga 3. Necessary Time - waktu untuk diri sendiri seperti makan, mandi, tidur dll. 4. Free Time - waktu senggang
Pembagian-pembagian waktu itu dilakukan agar kita dapat mengatur waktu dengan lebih baik. Kita tentu ingin free time kita diisi dengan kegiatan kegiatan produktif kan? ;)
Setelah kita memahami bentuk konsep waktu dan pembagiannya, kita berpindah ke pembahasan yang paling saya tunggu-tunggu. Produktivitas.
Kurang lebih, tips dari buku ini ketika kita ingin menghindari rasa tidak produktif adalah: 1. Bersihkan area kerjamu (meja belajar, ruangan, dan lain-lainnya) - Saya pribadi merasa lebih segar sewaktu berhasil membereskan tumpukan buku-buku yang berserakan di meja belajar~ 2. Move, Move, Move! - Intinya: AYO GERAK! Bangun pagi langsung mandi! 3. Tidur - Tidur yang berkualitas bisa membuat kita lebih semangat. Tidur siang 10-20 menit juga bisa ngebuat kita lebih fresh, lo (true story) 4. Mendengarkan musik - Sama seperti tidur. Musik juga bisa menentukan ritme kita dalam bekerja. 5. Buat tugas sampingan yang kamu suka - Penat dengan aktivitas? Coba buat tugas-tugas sampingan yang bisa membuat kita produktif. Misal, kita senang masak, coba bikin tugas sampingan bikin kue atau makan siang. dsb 6. Buat jadwal/schedule - Agar kita tahu apa yang mau kita lakukan hari ini.
Selain itu, kita juga harus memahami bahwa menjadi produktif adalah berarti MENGENAL DIRI SENDIRI. * What am I good at? * What do I enjoy doing? * What do I really really want to do? Ketiga pertanyaan tersebut harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Ketika kita menemukan jawabannya, kita akan tahu untuk apa kita berusaha menjadi orang yang produktif. Orang produktif juga berani untuk bilang TIDAK untuk sesuatu yang bukan prioritasnya. Disini, kita tahu bahwa orang produkti bisa menentukan PRIORITASNYA.
Buku ini juga membahas mengenai akhir pekan. Bagaimana cara untuk memaksimalkan dan menikmati akhir pekan kita? Berikut poin-poinnya: * Luangkan waktu dengan KTP (Keluarga, Teman, Pasangan) * Berolahraga * Do your passion or hobbies * Getaway! * OFF Mode - turn off your daily gadget * Do some social work * Arrange your ME Time (but do some -self control-)
Kita juga sebaiknya merencanakan apa yang hendak kita lakukan di akhir pekan ini. Bagian yang paling menarik, menurut saya, adalah ketika buku ini juga memberikan contoh-contoh bagaimana orang-orang sukses merencanakan akhir pekan mereka. Keseluruhan, berikut poin-poinnya: * Always have a plan - work related, personal related, or family related. * Allocate some time to socialize * Do some sport * Go to special place e.g. climb some mountain, biking on the hill, etc * Do hobbies * Interested with arts * Off from gadgets for a while * Learn something new (learn that skills that you wanna get well) * Read books * They know how to refuse. Know your priority. * Do some reflection Mungkin bagian paling sulit adalah "off" dari gadget. Tapi terlihat menarik. Mungkin memang harus dibiasakan.
Omong-omong tentang pembiasaan, buku ini juga membahas mengenai itu. Melatih sesuatu hingga menjadi kebiasaan itu ternyata sangat penting hingga dapat mengurangi beban di otak kita. Nah, menurut Benjamin Franklin, ada 12 langkah untuk melakukan pembiasaan. 1. Be Honest to yourself (Apa yg kita inginkan dan mengapa?) 2. Building Trust (kelilingi diri dengan orang2 terpercaya dan mempercayai kita) 3. Get your maximum energy (pertahankan gaya hidup yang memaksimalkan energi) 4. Listen & Organize (dengarkan badan sendiri & belajar untuk mengatur kegiatan sehari2 agar sesuai dengan kemampuan badan) 5. Set a few priorities and set your commitment! (Tentukan maksimal 2 prioritas) 6. Know your weaknesses and say NO firmly 7. One day = one work 8. Better and Faster 9. Make a system 10. Spot your problems - and fix it ASAP 11. Big goal, small works 12. Finish if it's good - stop if it's not
Untuk melihat sekaligus melatih pembiasaan, bisa dimulai dengan satu bulan. Jangan lupa untuk menentukan goals atau target-target. Apakah akan memunculkan satu kebiasaan baik (good habits) yang baru, atau membuang kebiasaan buruk (bad habits)?
Now, how to get rid from bad habits? * Jauhi godaan * Cari temen seperjuangan * Let them know about your habits/designed habits. * Kekuatan imajinasi (anything is possible!) * Be your original You! * Forgive yourself
Diakhir bukunya, terdapat beberapa tips untuk produktivitas lagi, tetapi saya akan ambil dua yang menurut saya paling menarik: * Konsep 30 menit (alokasi waktu 30 menit sekali utk memaksimalkan dan melatih diri), dan * Make a "Let's see list" (if you're a writer, let's see how much paper you can make in 30 min)
Sebenarnya masih banyak pembahasan dan info menarik lainnya mengenai manajemen waktu dan kiat-kiat produktivitas di buku ini. Supaya ramai, langsung cek saja bukunya ya ;)
Sekian, resensi (yang ternyata tidak) singkat ini. Semoga membantu!
Sepertinya saya selalu bermasalah dalam hal waktu, terkadang saya melakukan hal-hal yang tidak produktif dan membuang-buang waktu. 24 Jam itu terasa sangat kurang, padahal semua orang memiliki waktu yang sama : 24 jam sehari. Dan terkadang mereka dapat berbuat jauh lebih banyak dengan waktu yang sama
Buku Trik Juara Mengatur Waktu , sangat tepat untuk saya...tetapi menyesal...kenapa baru baca sekarang?? Kenapa tidak dari dulu yaa..saat saya masih muda..#eh,ketahuan deh udah ga muda :) Mungkin kalau saya dapat memanage waktu saya dengan baik...hasilnya akan jauh lebih memuaskan.
Tetapi tidak ada kata terlambat,kata Zivanna...setelah baca buku ini, yang terpenting praktikan...itu akan jauh lebih bermanfaat daripada menyesali waktu yang berlalu.
Duluu banget pernah satu kelas dengan Mbak Zizi di kelas dasar belajar bahasa Mandarin di LBI UI. Makanya saya mau baca buku ini karena melihat langsung si mbak yang pinter banget bahasa mandarinnya (itu bahasa susah banget loh bok, saya aja sampe KO telak!) padahal dia juga banyak kegiatan ini itu. Berarti dia pinter bagi waktu kan ya? Dan saat dia nulis buku soal trik mengatur waktu, ya patut dibaca lah... :)
Katanya kesuksesan seseorang tergantung pada bagaimana cara mereka mengatur waktunya. Dan saya sangat mempercayai itu. Saya sendiri merasa bahwa saya bukanlah orang yang pandai mengatur waktu. That's why I read this book. Buku ini memberi kita berbagai tips untuk bisa memanfaatkan waktu dengan baik, berdasarkan fakta ilmiah dan juga pengalaman pribadi penulis. Tips-tips nya sendiri cukup applicable, bahkan kadang sederhana tapi sering terlupakan. Bahasanya juga santai, enak untuk dibaca.
Baru kali ini nih baca buku pengembangan diri yang seasik ini. Bahasanya ngalir dan gak menggurui, mungkin karena kisah-kisah yang dicontohkan memang dialami sendiri oleh Zivanna. Ulasannya sangat informatif dan motivatif. Gak nyesel sih menghabiskan 3 jam untuk membaca buku ini. Worth reading :)
Waktu memiliki dua satuan, satuan yang tertera pada jam dinding dan satuan yang sebenarnya. Satuan yang tertera pada jam dinding (clock time) adalah satuan waktu seperti yang biasa kita ketahui –ada detik, menit dan jam. Sedangkan satuan sebenarnya (real time) adalah satuan waktu yang begitu relatif. Setidaknya hal itulah yang disampaikan oleh Zivanna dalam buku keduanya, Trik Juara Mengatur Waktu.
Ya, pernahkah kita menyadari, perkuliahan yang hanya berlangsung 30 menit tapi berasa 2 jam? Atau saat menonton 2 jam pertunjukan musik tapi kita merasa sebentar, hanya 30 menit? Hal itulah yang dijelaskan oleh Zivanna sebagai real time. Yakni waktu yang tidak berpatokan pada angka-angka (detik, menit atau jam tadi) melainkan pada seberapa banyak waktu yang berlalu saat kita melakukan sebuah kegiatan. Dan, bagi Putri Indonesia 2008 ini, waktu real time itulah yang harus kita atur.
Lantas pertanyaannya, bagaimana cara kita mengatur waktu?
Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, berdasarkan buku Zizi tentunya, ada baiknya saya sampaikan dahulu, bebarapa alasan saya, mengapa kita perlu membaca buku ini.
Pertama, ini awal tahun. Waktunya kita membuat resolusi. Maka buku ini tepat untuk mendampingi kita membuat perencanaan dan gol-gol pencapaian di sepanjang tahun berjalan.
Kedua, khususnya untuk generasi muda, buku ini membantu kita mengatur waktu untuk lebih produktif. Memanfaatkan waktu seminimal mungkin untuk mencapai kesuksesan. Tak hanya di weekday, tapi juga weekend.
Dan ketiga, contoh-contohnya sederhana dan mudah diikuti. Bahkan di tiap bab Zizi membagikan pengalamannya dalam mengolah waktu. Termasuk, which bird are we? Zizi menjelaskan kita termasuk manusia mana, manusia pagi apa malam.
Sebagai seorang pribadi, ketokohan Zizi tak bisa dipungkiri. Sebagai seorang Puteri Indonesia, caranya mengatur waktu pastinya sudah teruji. Apalagi saat dia dituntut mewakili Indonesia dalam ajang kecantikan sejagad, Miss Universe di tahun 2009. Antara kuliah, bekerja dan berkonsentrasi di ajang internasional tentunya menuntut penyelarasan yang aduhai beratnya.
Ya, bagi seorang Zizi, hal pertama yang perlu kita lakukan agar sang waktu mau takluk di hadapan kita adalah mengenali kelemahan kita: Hal-hal apa saja sih yang membuat waktu kita terbuang dan kita tidak menjadi produktif? Lalu, mulai mengaturnya dengan melatih kebiasaan-kebiasaan produktif, seperti: bangun pagi, mengatur meja kerja, menyempatkan diri untuk berdoa dan berolahraga di pagi hari, sarapan dan datang lebih pagi di tempat kerja.
Jujur, saya sendiri banyak mendapatkan manfaat dari buku ini. Setelah membaca tulisan milik sarjana lulusan FE UI ini, hidup saya lebih tertata. Saya lebih bisa menyelaraskan real time atau kebutuhan waktu saya untuk pekerjaan, pelayanan di gereja dan hobi saya menulis. Termasuk kebutuhan tubuh saya berolah raga.
Bagi saya kekurangan buku ini cuma satu. Kurang tebal! Hahahaha. Tak terasa, tiba-tiba saya sudah berada di halaman terakhir buku ini. Terbukti kan kalau realtime ‘rusak’ saat membaca buku ini. Wink! Finnaly, harapan saya, kalau saya saja mendapat banyak manfaat dari buku ini, kenapa Anda tidak membacanya dan mulai melakukan perubahan? Kita tentunya tak ingin menyesal di kemudian hari, bukan?
Menurutku ini adalah buku yang luar biasa dari Zivanna, dikemas secara ringkas, it was fun karena banyak ilustrasi gambar yang masuk ke dalamnya jadi otak kita ga mudah bosan, and last but not it least, it's helpful. Zivanna mengajak kita untuk memahami kemana 24 jam kita pergi, either 24 jam di weekdays or weekend. Salah satu bagian favorit ku adalah win your weekends, dan aku terapin sampai sekarang. Zivanna ngajak kita untuk tetep bikin planning apa yang bakal kita lakuin di weekend, entah itu bersih-bersih rumah, temenin orang tua jalan-jalan, or even nonton dvd kesukaan kita. It makes our weekend more productive! it works! rasanya aku telah melewatkan hari libur ku dengan baik kalo aku berhasil nyelesaiin semua plan yang aku bikin untuk weekend. Always be the CEO of your time!
Chapter 1 : talk about time management , One day's time is divided into 4 categories a. contracted time ( Time allocated to study in accordance with the agreement) b. Commited Time c. Necessary time d. Free time Chapter 2 👉 knowing about our problems in time management.(This dichapter described how to be a productive person) Chapter 3 : the difference between clock time and real time. Chapter 4 : # How to manage our self to be ON TIME #winning monday 1. Wake up early at 04.00 am 2. Silent moment 3. sport 4.Good monday starts with a good breakfast. 5. Come to our school or office early. #and then this chapter explains the importance sleep Chapter 5: How to win our weekends (it is like doing the good things such as, Sports , doing our passion, det away, social work, me time etc. Chapter 6: This chapter explain about Good habits and bad habits. (good habits formed at youth make all difference ). We know ( a change in bad habits leads to a change in life). Chapter 7 : the secret formula (how to use time to be productive).
Sebagai mahasiswa sekaligus sedang belajar untuk menjalani bisnis, jujur saya sendiri agak kewalahan dalam mengatur waktu..apalagi aktivitas kuliah juga waktunya nggak fleksibel.. nah kebetulan saya mencari buku untuk mengatur waktu. Setiap judul poin dan isi dari poin-poinnya mudah sekali dipahami dan menurut saya tidak sulit untuk menerapkan apa yang ada dibuku. Setelah beberapa hari selesai membaca buku ini, bisa dibilang hidup saya lebih produktif juga. Semua tips yang ditulis dalam buku dibuat mudah. Dan tentu saja saya terbantu dan bersyukur telah membaca buku ini.
Buku yang sangat menarik, bahasanya mudah dimengerti dan ringkas. Tipsnya sangat bermanfaat dan mudah dipraktekan. Membaca buku ini tidak membosankan dan membuat ingin mempraktikan langsung di kehidupan nyata.
Wah gokil sih, buku ini bener-bener menyadari akan waktu yang harus kita pergunakan dengan baik. Bagi orang yang mageran kaya gue. Ini bisa jadi cara pakem, apa yg harus gue lakukan biar gak buang-buang waktu.
Buku yang ringkas dengan isi yang padat, penuh info menarik dan tip-tip berguna. Walau baru setengah jalan menyelesaikan buku ini, tapi saya sudah merasa ada energi dan semangat saya yang terbarukan. Bagian favorit saya adalah kebiasaan sehari-hari dari para CEO perusahaan besar, serasa dapat suntikan semangat untuk meniru. Bravo untuk buku ini!