Jump to ratings and reviews
Rate this book

Look at Me Please

Rate this book
Mencintai berarti merelakan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain?

Omong Kosong !

Cinta itu tidak melulu soal merelakan, namun juga soal perjuangan. Bodoh namanya jika aku merelakan kamu, yang jelas-jelas pernah mencintaiku, demi wanita yang diam-diam menusukku dari belakang. Delapan tahun aku hidup dalam sebuah kebohongan yang mengatasnamakan persahabatan. Aku bukan malaikat. Aku juga bukan orang suci yang bisa pasrah dan menerima begitu saja apa yang telah terjadi sebelumnya. Kini tiba saatnya untuk aku memperjuangkan kembali kelanjutan cerita diantara kita. Kamu harus sadar bahwa aku juga ada disini menunggumu, sadar bahwa ada akhir bahagia untuk cerita kita.

We can have our happy ending, so look at me, please.

304 pages, Paperback

First published May 23, 2016

12 people are currently reading
163 people want to read

About the author

Sofi Meloni

8 books92 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (12%)
4 stars
47 (27%)
3 stars
77 (45%)
2 stars
23 (13%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
July 12, 2016
Begitu tahu kalau Sofi Meloni mengeluarkan novel terbarunya, saya sudah siap-siap akan membelinya. Apalagi novelnya yang LAMP ini merupakan novel pertama dari lini terbaru Elex Media, City Lite. Membaca sinopsisnya saja, membuat saya penasaran. Kali ini tentang seorang wanita yang memperjuangkan cintanya. Wah...pasti istimewa.

LAMP bercerita tentang seorang gadis bernama Laras, yang menyimpan perasaan cintanya pada Gerry. Sayangnya Gerry justru berpacaran dengan Lily, sahabatnya sekaligus teman serumahnya. Laras masih berharap akan ada jalan untuk dia dan Gerry bisa bersama. Apalagi Gerry pernah berjanji padanya untuk berbahagia bersama selamanya. Tapi sepertinya Gerry mengabaikannya. Apakah Gerry lupa dengan janjinya dulu? Dan apakah dia bisa bersaing dengan Lily yang punya segala-galanya dibandingkan dirinya?

Belakangan, dengan alur maju mundur, baru ketahuan kalau sewaktu mereka masih SMA, Gerry membuat surat cinta untuk Laras. Gerry yakin Laras juga memiliki perasaan yang sama. Tapi karena LAras sakit, suratnya dititipkan pada Lily. Lily tahunya Laras itu tidak mau pacaran agar sekolahnya tidak terganggu. Lagipula, Lily juga suka sama Gerry. Lily tidak pernah memberikan surat itu pada Laras. Yang saya tangkap, disitulah Gerry merasa tidak punya harapan dengan Laras, dan akhirnya memilih Lily.

Di tengah permasalahan antara Laras-Gerry-Lily, muncul Remy yang adalah rekan Laras di kantor, yang ternyata diam-diam mencintai Laras. Dia digambarkan sebagai bad boy yang mencoba mencuri perhatian Laras.

Lantas apakah ada usaha Laras untuk merebut perhatian Gerry? Menurut saya nyaris tidak ada. Kecuali janjian dengan Gerry diam-diam di belakang Lily (yang akhirnya Gerry juga tidak datang), atau menunggui Gerry di rumah sakit saat Gerry kecelakaan (dan Laras tidak mau memberitahu Lily supaya dia bisa punya waktu lebih lama dengan Gerry) dihitung sebagai usaha memenangkan perhatian Gerry. Yang ada, Laras hanya masih terpuruk dan semakin terpuruk berharap Gerry mau mencintainya. Di sisi lain, Lily ternyata juga menganggap Laras adalah orang yang jauh lebih sempurna dari dirinya. Di awal kebersamaannya dengan Gerry, nama Laras selalu ada. Tapi Lily bertahan karena dia memang mencintai Gerry. Lily bahkan yang mendesak Gerry untuk segera melamarnya. Berarti Gerry sebenarnya masih punya rasa dong sama Laras, tapi kenapa dia selalu merasa salah berada di dekat Laras?

Bingung baca review saya? Ya...karena saya sama bingungnya pas baca novel ini. Sampai menutup halaman terakhir, saya masih meraba-raba ini ceritanya mau dibawa ke mana. Saya bingung sama karakter Laras yang saya pikir dia mau berjuang, tapi di sepanjang novel ini dia lebih sering "menghindari" masalah dan terus menyalahkan orang lain. Karakter Lily bahkan lebih tidak jelas lagi, apalagi Gerry yang sepertinya plin-plan diantara dua perempuan yang bersahabat ini. Satu-satunya karakter yang konsisten dari awal hingga akhir adalah Remy.

Belum lagi beberapa bagian yang mengganggu saya. Misalnya saat Laras dan Remy yang diceritakan mau pergi survey ke pedalaman untuk ikan sabun pencuci tangan, mereka surveynya ke kota/desa/kampung mana? Tidak disebutkan namanya. Hanya ditulis 3 jam naik pesawat + 7 jam naik mobil, yang sampai di lokasi yang dituju, mereka harus tidur di tenda karena rumah penduduknya kecil. Habis itu, sama sekali tidak diceritakan apa yang mereka lakukan di lokasi itu sehubungan dengan pekerjaan mereka. Tahu-tahu sudah pulang saja ke Jakarta. Bagian lain adalah saat Laras dan Remy baru pulang dari mengunjugi mantan tunangannya Remy. Ada bagian Laras marah-marah dan langsung minta turun dari mobil. Pas dia sudah keluar dari mobil, tiba-tiba angin kencang plus hujan gerimis. Err.. kayak adegan sinetron kejar tayang. Ditambah lagi typo yang bertebaran, saya meragukan pekerjaan editor novel ini.

Saya sempat bertanya di timeline twitter, apa yang membedakan lini City Lite dari novel-novel romansa terbitan Elex Media lainnya. Sampai saya membuat review ini saya hanya mendapat jawaban bahwa City Lite adalah kisah kaum urban. Saya jadi berpikir, oh...mungkin mirip dengan Metropop-ya Gramedia, tapi ndak sampai bertaburan merk (setidaknya di dalam LAMP nyaris tidak menyebutkan merk). Di sini hanya ada gambaran hangout di bar sampai mabuk, dan seks pranikah sebagai pelarian cinta, yang mungkin bisa dimasukkan dalam hitungan gaya hidup kaum urban. Selain itu tidak ada yang spesial.

Menurut saya Peek A Boo, Love dan Stay with Me Tonight jauh lebih bagus daripada yang satu ini. Padahal ini buku ketiga dari penulis. Tapi saya tetap akan menantikan karya Sofi berikutnya. Semangat ya mbak :)

*UPDATE*
Akhirnya saya membaca ulang buku ini setelah membaca review seorang teman. Saya akui karakter Laras memang konsisten. Konsisten nyebelinnya...hehe. Tapi yaa...memang ada orang kayak gitu. Saya memberikan apresiasi kepada penulis yang bisa dengan sabar dan tidak terburu-buru membangun karakter Laras. Nambah satu bintang ya :)



This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
July 5, 2020
Baru pertama kalinya nih baca karya Sofi Meloni. Dan baru tahu kalo cerita ini diambil dari Wattpad. Memang ya sekarang karya para penulis Wattpad lagi menjamur di toko buku. Dari segi cerita dan penulisan, aku suka. Mengalir dan bikin pengen buka halaman selanjutnya lagi dan lagi. Meski temanya bukan baru banget, sih.

Inti dari cerita ini adalah penyesalan Laras yang nggak bisa jadian sama Gerry, padahal dulunya waktu SMA dia yakin banget kalo mereka sama-sama suka. Malah sekarang Gerry udah pacaran sama Lily, sahabat Laras dari zaman SMP. Kebayang gondoknya persaaan Laras. Dia jadi terobsesi mendapatkan Gerry kembali, merebut kebahagian yang seharusnya menjadi miliknya, sampai-sampai nggak menyadari kalo ada lelaki di kantornya yang menaruh hati sama dia.

Sebenernya cerita ini dibangun dengan cukup baik. Dengan alur maju dan mundur, di mana dalam masa lalu itu tersimpan rahasia kejadian yang sebenarnya antara ketiga orang itu. Pemegang kunci utamanya sih Lily, karena menurutku dia biangkerok utamanya. Aku suka banget sama bagian masa lalu ini. Nah, sayangnya, ada beberapa bagian dari masa lalu itu yang nggak konsisten. Di antaranya:

1. Lily dan Laras sempat dikatakan cuma satu sekolah di SMP. Padahal Laras pernah bilang kalau dia nggak ada yang jagain di SMA selain Gerry karena gak sama-sama Lily lagi. Nyatanya mereka tetep satu sekolah di SMA.
2. Yang menjaga Laras semenjak dinyatakan yatim piatu adalah Tante Desy dan Om Guntur. Tapi di belakang malah berubah jadi Om Edgar. Nah loh! Tapi tunggu, seingatku gak pernah diceritakan kalo orangtuanya Laras meninggal. Aku cuman ingat kalo mereka berantem hebat, terus mati lampu dan bikin Laras ketakutan dan memilih ngumpat di kolong tempat tidur. Lalu akhirnya Laras dibawa oleh om dan tantenya itu.
3. Terus Laras bilang kalo Lily nggak pernah mengungkapkan perasaannya soal Gerry, padahal di awal jelas Lily bilang kalo dia suka sama Gerry. Suka sekali! (Spesial untuk yang satu ini, entah ini termasuk ketidakkonsistenan atau emang Larasnya yang oon. Pelupa gitu.

Dan, soal penggambaran tokoh pun kurang memuaskan. Kalo untuk tokoh cowok memang digambarkan, tapi untuk para tokoh ceweknya malah gak jelas. Adapun gambaran fisik Lily waktu dia masih SMP dan keterangan bahwa Laras itu dulunya tomboi. Itu aja kan nggak cukup, secara mereka adalah tokoh utama. Lalu ada bagian yang gak aku paham. Yaitu halaman 125, which is gak searah sama halaman-halaman awal. Susah sih jelasinnya. Tapi kalo kalian nanti baca, siapa tahu kalian juga mengalami hal yang sama. Apalagi rumah Tante Desi itu katanya sebelahan sama rumah Lily, ngapain Lily harus repot-repot antar payung buat Laras, iya kan?

Soal pekerjaan Lily dan Gerry pun nggak jelas banget. Selain itu aku nggak kurang paham sama tempat tinggal Lily dan Laras. Itu mereka ngontrak apa Lily yang punya rumahnya. Aneh bagnet nih. Untungnya dunia kerja Laras sangat memuaskan. Eh tapi aku penasaran sama nama daerah yang dikunjungi Remy dan Laras, di mana ada kebiasaan kalo setiap bayi yang lahir diiringi dengan penanaman satu pohon yang harus sama-sama dijaga. Kenapa gak disebutin ya nama daerahnya sama penulis? Ini fiktif apa nyata? Terus sempat ada salah POV dan ada kelupaan penggunaan font kayaknya, di mana cerita masa lalu dan masa kini itu kan beda font.

Setelah kupikir-pikir, kedua tokoh wanita di sini, yaitu Laras dan Lily, sama-sama OON deh. Mereka itu sahabatan tapi kok gak terbuka. Dan mereka itu sok tahu apa yang terbaik buat satu sama lain. Terutama Lily, nih. Dia ini tulus memikirkan Laras dengan tidak menyampaikan surat itu pada Gerry atau sebenarnya ada udang di balik batu. Dan soal mereka yang menganggap satu sama lain sempurna (yang pada akhirnya menjadi salah satu akar dendam diantara mereka berdua), menurutku itu kurang terlihat dari dialog atau kejadian-kejadian sebelumnya.

Terus Laras ini bener-bener wanita yang udah terobsesi banget oleh Gerry deh. Masa, dia udah dua kali ML sama cowok bernama Remy (atau lebih dari dua kali ya?) , tapi habis itu dia masih aja tergila-gila sama Gerry. Haduuuh! Padahal nih cewek dulunya waktu di sekolah bener-bener menomorsatukan pelajaran. Nggak nyangka aja udah gedenya jadi kayak gitu. (Maaf bukan masuk menyinggung gaya hidup seperti ini) Heran banget! Yah, jalan hidup seseorang memang susah ditebak. Begitu pun jalan cerita dari novel ini. Tapi sekali lagi, aku menikmati bukunya, kok. Dan jadi penasaran sama yang Stay With Me Tonight.
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
May 24, 2016
When I heard that my fave author is gonna publish a new book, I waited with great anticipation & excitement. Tulisannya selalu berhasil membuat gw merasa emosional, kalo istilah gaulnya tuh baper & galau. Awalnya gw agak ragu sama buku ini, karena mengusung tema cinta segitiga. Tapi bukan Sofi namanya kalau ga berhasil bikin gw suka sama buku ini.

Singkatnya, buku ini berkisah tentang seorang gadis yatim piatu bernama Laras yang gagal move on dari cinta monyet semasa SMAnya, Gerry. Laras bersahabat dengan Lily yang kemudian berpacaran dengan Gerry. Sakit hati menahan perasaannya sudah merupakan makanan sehari-hari bagi Laras yang tinggal serumah dengan Lily. Tetapi Laras tetap kekeuh dengan cintanya untuk Gerry. Ia pun yakin bahwa sebenarnya Gerry pun masih menyimpan perasaan yang sama untuknya.

Menurut gw bagian awal sampai pertengahan buku ini agak ngebosenin karena isinya cuma tentang Laras dan kegalauannya. Gw ga habis pikir sih, kok bisa-bisanya si Laras masih ngarepin pacar sahabatnya sendiri. Sampe-sampe dia rela ngerusak hubungan Lily & Gerry berikut persahabatannya dengan Lily. Hasn't she ever heard of the girl code "Chicks before Dicks"? Alurnya mulai pick up ketika Laras mulai suatu hubungan tanpa status dengan seorang lelaki. Laras merasa diinginkan oleh lelaki tsb. Setiap kali Laras galau setelah mergokin Lily & Gerry, ia pasti lari ke pelukannya. Ah, coba kalau porsi Laras & dia diperbanyak, pasti ceritanya bakal lebih seru. Jujur gw lbh suka ngeliat Laras sama dia daripada dengerin tentang kegalauan Laras. Dan endingnya masa cuma kayak gitu doang sih? Kasian banget cowonya..

Editannya yah begitulah.. Standard buku yang diambil dari wattpad yang kayaknya ga usah dibahas lagi deh ya. Untungnya tulisan Sofi lumayan rapi, jadi ya not that bad. So, I'm gonna give this book 3-star rating while waiting (IM)patiently for her next book.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
August 4, 2016
Review + giveaway >> http://www.kubikelromance.com/2016/08...


Laras dan Lily sudah bersahabat sejak SMA, sampai menjalani dunia kerja pun mereka memilih untuk tinggal bersama, tapi masing-masing memiliki rahasia yang tidak bisa diungkapkan satu sama lain. Laras tahu kebohongan yang Lily lakukan padanya di masa lalu, yang membuatnya menyesali apa yang terjadi saat ini. Demi memenuhi perasaanya akan Gerry, Lily terpaksa berbohong kepada Laras, dia tidak ingin mengalah untuk yang satu ini. Laras bertahan untuk persahabatan yang terjalin, tapi lama kelamaan dia ingin memperjuangkan perasaanya juga, dia tidak rela bahwa perasaan yang sebenarnya saling berbalas harus terputus karena keberadaan Lily. Laras mencintai Gerry, pun sebaliknya, bukan?

Teman kerja Laras yang terkenal playboy dan tampan dengan kemeja slim fit-nya, Remy, mengetahui perasaan yang salah tempat tersebut, bahwa Laras ingin merebut Gerry dari Lily, dari sahabatnya sendiri. Remy yang berpikir realistis menganggap hal tersebut bakalan sia-sia, Laras seharusnya bisa move on dan mulai melupakan Gerry, merelakannya. Bahkan tidak jarang Remy menjadi tameng ketika Laras ketahuan secara terang-terangan menunjukkan perasaanya kepada Gerry yang membuat Lily curiga. Remy seperti penganggu bagi Laras, seseorang yang ingin menyadarkan agar Laras melihat orang lain.

"Terkadang kita terlalu larut dengan masalah kita sendiri sampai lupa bahwa masih banyak masalah besar yang dialami orang lain, Ras."

Everyone can always have a fresh start.


Look At Me Please adalah karya ketiga dari Sofi Meloni yang saya baca, sama halnya dengan buku debutnya, buku ini pernah penulis posting di Wattpad. Walau terbilang Look At Me Please ini tidak segurih Stay With Me Tonight dan semanis Peek A Boo, Love, tetap saja ada bagian yang bisa dinikmati. Tema buku ini sendiri tentang memperjuangkan perasaan, tentang cinta segi empat dibumbui kehidupan kantor dan sedikit adegan dewasa. Menggunakan sudut pandang orang pertama dengan Laras sebagai narator dan menggunakan alur maju mundur dengan font yang berbeda untuk membantu pembaca menggenali setting waktunya.

Salah satu kelebihan buku ini adalah karakter para tokohnya. Penulis cukup konsisten dalam hal penokohan, sifat mereka terekam jelas pada tiap adegan. Laras digambarkan seorang perempuan yang feminis, dia memiliki perasaan pada Gerry sejak SMA, pun dengan Gerry sebenarnya, sayangnya sebuah kejadian membuat mereka jauh sampai akhirnya Gerry berpacaran dengan Lily. Laras pun akan menjadi lemah ketika berhadapan dengan Gerry, misalkan saja dia akan selalu datang ketika Gerry membutuhkan tanpa melihat kalau kondisi dia tidak memungkinkan pergi meninggalkan pekerjaan. Laras rela menunggu berjam-jam sampai akhirnya Gerry tidak datang, dan dia tidak akan pernah marah. Yah, Laras memang tokoh yang susah untuk disukai karena kebodohannya XD.

Gerry sendiri sebenarnya ada dibagian yang netral, dia tulus mencintai Lily walau pernah memiliki perasaan dengan Laras, sikapnya pun pada Laras juga layaknya seorang teman, menghargai dan tidak ingin lebih, sama-sama menjaga perasaan dua sahabat tersebut. Sedangkan Lily, dia sebenarnya iri dengan Laras yang bisa mendapatkan segala dengan kemampuannya, Gerry adalah keinginan terbesarnya dan dia tidak ingin mengalah. Sedangkan Remy, sangat terlihat perasaanya pada Laras, hanya saja perempuan tersebut tidak pernah melihat dirinya. Semua karakter memiliki peran masing-masing, walau tidak terlalu eksplisit, adegan hotnya boleh lah untuk menambah kadar romantisme di buku ini.

Ada beberapa kekurangan, misalkan saja ada bagian yang seharusnya terjadi di masa sekarang tercetak font untuk adegan masa lalu. Penulis terlalu fokus dengan Laras yang tergila-gila pada Gerry, bagian ini sebenarnya perlu juga untuk memperjelas konflik yang terjadi, sayangnya peran Remy menjadi tidak kelihatan, saya berharapnya banyak adegan yang melibatkan Remy karena dia tokoh favorit saya, hahahaha. Latar belakangnya tidak tergali secara detail, perasaanya pada Laras cukup terlihat, pun dengan Laras yang awalnya tidak memiliki perasaan tapi kelamaan sadar kalau Remy ada. Dan untuk adegan kipasnya, menurut saya masih lebih baik di Stay With Me Tonight.

Overall, untuk pembuka lini Elexmedia yang terbaru yaitu CityLite, tidak ada salahnya kalian mencoba membaca buku ini, dunia kerjanya tidak terlalu dipertontonkan, tapi cukup. Dan kalau kalian menginginkan tokoh utamanya membuat jengkel atau geregetan, kalian harus mengenal Laras :D

3 sayap untuk Remy yang pelukable.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
April 24, 2019
Aku sebenarnya cukup suka topik yang diangkat penulis. Tapi, aku sangat menyayangkan tokoh-tokoh yang nggak loveable menurutku. Masing-masing egois dan nggak punya ketegasan. Labil juga. Yang masih termaafkan buatku adalah sikap Remi. Walaupun yaa terkesan seenaknya tapi setidaknya dia tahu apa yang dia mau.

Alur maju mundur menjelaskan semuanya. Tapi kecepatan alur yang lambat bagiku terkesan bertele-tele. Apalagi ditambah sikap Laras yang bertingkah sebagai korban bikin aku kesel sepanjang baca ini.
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
April 18, 2021
Agak bingung sih sama karakter Laras. Bikin sebel iya, keras kepala iya, dan klo udah egois gak bisa mikir pake kepala dingin lagi. Apalagi tokoh Gerry dan Lily yg timbul tenggelam tp sebenernya punya impact kuat di cerita. Sebel juga sama Gerry yg plin plan, gak bisa tegas. Pas udah jatuh baru deh. Ketiga tokoh bener² berasa playing victim aja sih. Untung ada Remy yg bikin betah. Masalah nya oke, sukses bikin geregetan. Tp feel City Lite nya kurang berasa.

But overall it's nice reading :)
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Ada 1 eks Look At Me Please by Sofi Meloni disini DL 22 Juli 2016 http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

Pernah membayangkan kamu jatuh cinta kepada pacar sahabatmu sendiri? Tentunya sakit sekali berada di posisi Laras, melihat pria yang pernah dan masih sangat dicintainya itu malah memilih Lily, sahabatnya. Seharusnya sebagai sahabat yang baik, Laras bisa segera move on atau merelakan cintanya melihat dua orang yang sangat dicintainya bersama, sayangnya merelakan itu sungguh tidak mudah....

Apalagi ketika sebuah rahasia terkuak, Gerry pria yang pernah dicintainya itu pernah punya rasa yang sama terhadapnya. Laras pun mulai berandai-andai, seandainya tidak pernah ada Lily pasti dia dan Gerry akan bahagia sekarang. Hal ini membuat Laras menjadi semakin terobsesi terhadap Gerry, membuat dirinya tidak lagi berpikir jernih. Alih-alih merelakan cintanya, Laras malah memilih untuk memperjuangkan cintanya.

Di sisi lain, tanpa Laras sadari ada sosok Remy, rekan kerjanya yang walaupun agak nyebelin, Remy lah pria yang senantiasa ada di antara kerumitan hubungan Laras dengan Lily-Gerry. Bagaimana akhir kisah Laras-Lily-Gerry? Akankah ada akhir bahagia untuk Laras?

Ini novel ketiga Kak Sofi Meloni yang kubaca, setelah Stay With Me Tonight dan Peek A Boo, Love. Walaupun tema yang diangkat merupakan tema paling klise, tapi di tangan Kak Sofi novel ini menjadi sebuah karya yang sungguh menarik untuk dibaca.

Tokoh seperti Laras ini mungkin dan bahkan pernah kita temui di dunia nyata, tidak sekedar fiksi saja. Hal ini membuatku merasa begitu dekat dengan sosok Laras. Aku bisa merasakan bagaimana Laras yang jatuh cinta setengah mati terhadap Gerry, dan berharap akan bersama selamanya. Sayangnya, kenyataan tak seindah bayangannya. Gerry yang dicintainya malah memutuskan untuk berpacaran dengan Lily, sahabatnya sendiri. Tentunya sakit sekali dan susah untuk menerima kenyataan ini, apalagi Laras harus melihat kebersamaan dan kemesraan yang dirasanya "seharusnya" menjadi miliknya. Apalagi saat Laras tahu jika dulu Gerry pernah punya rasa yang sama, namun Lily sahabatnya malah memilih menutupi semuanya. Walaupun sudah bertahun-tahun berlalu, perasaan Laras tetap sama, Laras malah memilih berjuang untuk mendapatkan cinta Gerry kembali, bukannya melepaskan Gerry.

Laras sampai menutup mata dari persahabatannya dengan Lily. Laras melupakan semua kebaikan Lily bahkan persahabatan yang sudah sekian lama terjalin, karena menganggap Lily lah perusak kebahagiaan yang seharusnya dia miliki. Jujur rasanya sulit sekali untuk membenci Laras atau Lily, aku pun akan sama bingungnya jika berada di posisi mereka. Mereka hanyalah dua orang yang terjebak dalam suatu hubungan yang rumit. Hubungan yang terasa semakin dipersulit, karena pria yang sama-sama mereka cintai pun tak melakukan apa-apa. Jujur, aku malah gregetan dengan sikap Gerry, yang kurasa plin-plan bahkan tidak bisa tegas memilih di antara dua sahabat ini.

Diceritakan dengan alur maju mundur, sebagai pembaca aku bisa memahami situasi yang terjadi diantara Laras-Gerry-Lily. Bagaimana akhirnya mereka masing-masing terjebak dengan perasaan mereka masing-masing. Semua terlalu sibuk memikirkan diri masing-masing, hingga tak sadar mereka pun saling melukai. Andai saja mereka bisa lebih terbuka, mungkin kisah mereka akan jauh lebih berbeda.

Aku suka sekali bagaimana Kak Sofi membangun karakter para tokoh dalam novel ini, karakternya kuat membuatku sebagai pembaca larut dalam kisah ini. Dari sekian tokoh yang hadir, aku malah jatuh simpati dengan Remy, sosok yang malah mengorbankan diri masuk dalam hubungan yang nyata-nyata sudah rumit ini.

Kak Sofi benar-benar membuatku larut dengan hingga terus melanjutkan bacaanku karena penasaran bagaimana akhir kisah Laras dan bagaimana persahabatannya dengan Lily. Walau pun sedikit banyak, aku sudah bisa menebak akhir kisah novel seperti ini, tapi menjelang ending aku tidak ingin kisah ini cepat diakhiri. Untungnya, endingnya terasa realistis dan sesuai dengan yang kubayangkan.

Walau memang tak ada gading yang tak retak, masih ada beberapa kesalahan penulisan/ketikan, tapi karena aku sudah terlanjur menikmati proses membaca, aku sudah tidak peduli lagi. Semoga saja jika nanti di cetak ulang, novel ini bisa lebih diperbaiki lagi dari segi teknis penulisan, agar jauh lebih baik lagi.

Melalui kisah ini, kamu akan belajar mengenai move on dan melepas masa lalu. Hal ini mungkin terasa mudah untuk diucapkan, tetapi akan terasa sulit untuk dilakukan. Tapi tidak ada hal yang tidak mungkin, siapa tahu tanpa kamu sadari ada cinta lain yang layak untuk kamu perjuangkan. Selamat jatuh cinta...
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews202 followers
July 20, 2016
Ada satu novel Look at Me Please di http://dhynhanarun.blogspot.com/2016/... Giveaway berlangsung sampai 3 Agustus 2016

’Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu, Ras. Apa sebenarnya yang kamu harapkan dari semua ini?
‘Aku hanya ingin mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku.’

- halaman 88

Dari SMA, Laras menyukai Gerry dan perasaan itu tidak bertepuk sebelah tangan. Teman baiknya, Lily, juga menyukai Gerry. Dialah yang berakhir menjadi pacar Gerry karena mereka kuliah di universitas yang sama. Mereka bertiga bertemu lagi karena sama-sama bekerja di Jakarta. Laras dan Lily malahan mengontrak rumah dan tinggal bersama. Setiap Gerry datang untuk Lily, Laras sulit mengendalikan perasaan terpendamnya. Dia lalu memutuskan untuk berjuang untuk hal yang seharusnya menjadi miliknya dari dulu. Hal ini menganggu pekerjaannya di kantor. Menyebabkan dia dan rekan kerjanya, Remy, sampai kehilangan klien penting.

---

Look at Me, Please menceritakan cinta segitiga yang berbeda karena tokoh-tokohnya yang berada di daerah abu-abu. Ditulis dengan gaya bahasa yang enak dibaca dan cukup lugas. Gaya tulisannya itu membuatku tidak mengira ceritanya akan penuh drama. Karena kan biasanya gaya tulisan yang digunakan untuk cerita seperti itu adalah yang penuh kalimat puitis yang memakan waktu untuk dicerna. Untungnya yang ini kepuitisannya masih bisa di batas normal sehingga aku langsung bisa menyelami tokoh-tokoh dan karakternya masing-masing. Aku juga tidak tahu kalau ini cerita segitiga sampai selesai membaca bagian prolognya. Damn, mataku langsung terbuka lebar di bagian tersebut. Aku sampai membolak-balik ke halaman pertama untuk sekedar memastikan kalau yang kubaca itu benar adanya.

Cerita segitiga yang orang-orangnya saling bersahabat sebenarnya sudah cukup sering kutemukan di novel lain, terutama yang setting-nya di Jepang. Semula aku berpikir cerita ini akan berujung pada pola yang sama. Tapi ternyata tidak. Kalau melihat sinopsisnya, Laras seperti mencoba merusak hubungan Gerry dan Lily. Dalam cerita pun, Laras bersikeras dengan perasaannya, sampai berani menyembunyikan kabar penting. Lama-lama dia seperti terobsesi dengan ide kebahagian tertundanya dengan Gerry. Serem, kan, kedengerannya. Setelah tahu apa yang membuatnya begitu teguh dengan keinginannya itu, aku bisa mengerti. Move on memang sulit apalagi dari orang mungkin saja ditakdirkan untukmu.

Baca review selengkapnya di http://dhynhanarun.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
July 6, 2016
Hihi...

Gue kasih bintang 4 aja deh, soalnya gue ngerasa karakter Laras ini konsisten dari awal sampai akhir cerita. Konsisten nyebelinnya. Huwahahaha!

Sepanjang baca bukunya, saya sih bete bener sama si Laras yang kayaknya hidupnya tuh pake kacamata kuda. Yang dilihat cuma Gerry dan Lily dan anggapan bahwa dia seharusnya bisa bersama-sama Gerry (yang dulu, pas zaman sekolah, sebenernya suka sama Laras dan disukai Laras, tapi sayang aja mereka sama-sama malu-malu kucing) kalau saja nggak disabotase sama Lily (sahabatnya Laras yang blak-blakan ngaku suka sama Gerry). Lalu hidupnya dipenuhi andai... andai... andai... karena ternyata si Lily bisa pacaran sama Gerry dan cukup langgeng. Lalu, Laras pun terpikir untuk menyabotase balik hubungan Lily sama Gerry.

Sungguh mati aku jadi penasaran... sampai mati pun akan kuperjuangkaaan... *jadi dangdutan kaaan....*

Meeen... Laraas.... Hidup tuh emang gak adil, mau lo banyak berdoa kek, mau lo banyak berbuat baik sama orang kek. Kalo kata temen gue sih, "hidup itu mengalir kayak sungai, kadang ada aja tai yang lewat". *Perumpamaan macam apa ini, Na??* Yang penting ikhlas dan move on.. Apalagi tuh udah ada si Remy...

Tapi ya, dipikir-pikir, orang kayak Laras yaa emang ada aja. Orang yang cuma fokus di masalahnya sampai-sampai dia memiliki memori selektif, cuma bisa inget-inget kecurangan sahabatnya, padahal sahabatnya juga udah banyak berbuat baik ke dia. Cuma bisa inget yang manis-manis tentang cowok yang dia suka sampe-sampe ga bisa inget betapa dia udah dikecewain sama tuh cowok berkali-kali. Dan di luar itu... Dianggap angin lalu. Pheeww... Kasian bener hidup lo dah ah!

Soal typo... ada banyak, khas si penerbitnya yang sepertinya menggantungkan ketelitian dan pemahaman penulis soal EYD dalam hal penulisan. Soal alur, gue ngerasa lebih smooth dari dua buku Sofi sebelumnya yang selalu buru-buru menjelang ending. Jadi, ya... 4 bintang deh.

Dan Remy... dia tokoh cowok favorit gue di novel-novel Sofi sejauh ini. Huehehehehe...

Review di blog: http://glasses-and-tea.blogspot.co.id...
Profile Image for Yacita Aditya.
230 reviews2 followers
February 20, 2018
Dari blurb saja sdh terlihat jelas jika cerita ini berkisah seputar sahabat & cinta. Tema yg abadi #eaa
.
Di novel ini ane dibuat gemes ama ulah Lily yg menutupi rahasia terbesar Gery u/Laras. Katanya friends forever? Tapi, apaan? *mulai bertanduk ini. Belum lagi sikap Gery. Bawaannya ga enak muluk. Sikapnya ke Laras podo ae ke Lily. Pegimane kedua sahabat tu ga salah tangkap coba? .
Dan parahnya, Laras kok mau sih galau terus2an? Sekali dua kali dikecewain sih masih maklumlah. Lha ini? Delapan tahun, Bro!
Untung, Laras punya temen kantor yg care bingits ama dirinya. Siapa lagi klo bukan Meri-calon mahmud zuper zabar-& Remy, si Playboy Kakap. Meski awalnya Laras menolak perhatian mereka namun toh akhirnya ia harus menerimanya. Apalagi bila dikaitkan dgn urusan kantor yg ga sekadar pekerjaan belaka #eaa .
.
Kali ini, penulis menggunakan alur maju-mundur cantik. Font yg berbeda membantu pembaca u/ga tersesat di jalan, wkwk. Selain masih terdpt beberapa typo, banyaknya adegan tarik-ulur antara 3 tokoh utama bikin mood baca kerap berubah. Selainnya, wokehlah!
Inti ni cerita, jgn terlalu larut dlm kepedihan hati. Blm tentu cinta yg diperjuangkan selama ini benar adanya. Bisa jadi itu hanya rasa peduli doang. Everybody must be happy
.
Seperti teriakan salah seorg tokoh di kisah ini, " ... tapi kamu hrs mengakui bhw jantungmu masih bisa berdetak lebih kencang utk org lain, 'kan?" (hlm. 103) .
Profile Image for Alvira Rahmi.
3 reviews1 follower
May 28, 2016
hellow, saya suka sekali sama novel ini sampai rela lagi tiris akhirnya berubah miris karena harus menanggung malu teruntuk membaca diam-diam di Gramedia, awal mula saya sedang hengout bareng sama temen wkwk dan berakhir beralasan mau pergi padahal diam-diam ke toko buku mumpung sekalian 'biar gak sangka kutu buku'. Satu setengah jam di habiskan, no skip dan berdiri !! haha #abaikan.

Sesuai dengan alam fikiran saya yang mengatakan akan berakhir dengan Remmy sih playboy.

Kisah percintaan yang mempengaruhi antara persahabatan, kilas emosi, dan gejolak batin. Saat Laras mempertahankan cinta masa lalu dan mengharapkan masa depan, di tempat yang sama juga dunia seolah berputar menjadi pertumpahan ego dan dendam akan ketidak adilan dunia, dimana hidup yang jauh dari kata layak Laras di pertemukan oleh Lily sahabat sekaligus perusak kisah percintaannya semasa SMA terhadap Gerry cinta pertama Laras.

Awal di masa kisah itu di mulai ketika rantai sepeda yang rusak mempertemukan Lily seorang yang baik hati dan dengan senang hati menjadi temannya sejak sekolah menengah pertama. Dan jujur saya sangat kesal semenjak mereka bertemu dengan Gerry sewaktu SMA dan saat Laras menemukan kisah cinta yang membuatnya bahagia, namun sangat di sayangkan semua harus kandas ketika Lily merusak dengan pengakuan yang mengejutkan. Sebagai beralasan tidak ingin merusak kisah persahabatan Laras dan Gerry surat pemuka perasaan Gerry tidak di sampaikan oleh Lily. Sebagai resiko perubahan sifat dan juga situasi menginjak lingkungan kuliah.

Gerry menghilang dengan kabar menjawab pertanyaan Laras. Pria itu menjalin kasih oleh sahabatnya Lily. ini adegan yang bikin hati saya ancur jikalau menjadi Laras. bagimana perasaannya harus menahan melihat keduanya menjalin kasih depan mata 'tutup mata dan pura-pura mati'.

kenyataan terkuak dengan delapan tahun sesudahnya bagimana Laras memendam rasanya dan bagimana penghianatan Lily 'kenapa saya bilang penghinaan? karena memang sedari awal saya sudah telanjur mengecapnya seperti itu', dengan surat yang terkubur akan terbuka ketika sepuluh tahun lamanya.

Kisah dengan Laras yang mempertahankan cintanya, kisah yang membutakan perasaannya, kisah yang dimana harus melepas dan merelakan, kisah dimana ada titik balik dengan semua kisah-kisah yang lain.

But i love it.. new book and good looking...

Dan di sini Remmy yang mampu membuat saya meliriknya, di awal saya berprinsip Lily harus menerima getahnya dengan Laras berakhir dengan Gerry. dan ugh saya tarik itu semua ketika pertengahan Remmy memulai hubungannya untuk lebih mengenal dekat Laras, merubah pola pikirnya.

Ternyata mereka memiliki kesamaan, sama-sama cinta segitiga, tapi berbeda Remmy lebih merelakan pacarnya dengan lapang dada, sedangkan Laras harus melalui rintangan yang tentu di buat sendiri olehnya.

Sempat menahan tangis karena Inget sedang di Gramedia, bukan hanya Laras yang diam-diam sedih, diam-diam merasa iri terhadap Lily dengan hidup sempurna namun siapa sangka ketika terkuak Lily sama menderitanya dengan Laras saat Lily di sangka Laras dengan beranggapan Laras hidup sempurna.

Mereka sama-sama sempurna namun sangat berbeda jika di pendam sendirian.

Sayang ada dimana kisah ketika awal jalin cinta dan bagimana bisa Lily dapat bersama dengan Gerry tidak di ulas sedetail mungkin, padahal kalau itu di ulas kembali menjadi paket komplit dengan kejanggalan-kejanggalan nya

Saya paling suka ketika mereka lepas semua. kenapa saya beri bintang 5? karena menurut saya tidak ada kekurangan, dengan alur yang membuat saya berfikir menjadi puzzel yang untuh merangkai semua kisah alur campurannya. sejujurnya itu bikin saya dongkol.

Selebihnya saya puas dengan penyajian kisah yang patut di banggakan, klise namun menyesakkan..
Profile Image for Limphine.
5 reviews
June 4, 2016
Sorry to say, gw lebih suka 2 novel sebelumnya. Novel ketiga dari penulis favorit gw ini rada membosankan. Karakter utama nya si "Laras" berkesan menyebalkan =D
Menurut gw, dia egois banget mengorbankan persahabatannya demi perasaan dia sendiri. Buat apa pertahanin orang yang udah jelas2 ga cinta lagi sama dia. Sampai detik2 menjelang halaman terakhir, si Laras masih aja galau. Untung aja happy ending. Kalo aja endingnya gantung dengan perasaan Laras yg galau, pastinya bakal lebih kecewa..
Terus jg ada beberapa kata di novel ini yg "salah ketik" ejaannya..
Tapi gw bakal tetep tunggu novel ke 4 nya..
Sukses selalu Sofi.. God bless..
Profile Image for Rahma.
138 reviews8 followers
May 31, 2016
ketiga buku Sofie Meloni dah dibaca semua.., suka ama ceritanya...tapi stay with me tonight tetap juara buat saya...

di look at me please, suka sama akhir cerita, memang lebih baik pisah.., persahabatan memang tidak bisa semulus sebelumnya...,

mudah-mudahan di novel selanjutnya tetap keren.. ;-)

Profile Image for Riz.
1,262 reviews139 followers
Read
June 3, 2016
DNF

Kayaknya gua dan karya dari penulis ini memang tak sejalan deh... *dua kali nyoba, hasilnya selalu sama*
Profile Image for Fiony Angelika.
18 reviews
April 24, 2022
Novel ini berhasil membuat aku bingung pada setengah perjalanannya hahaha. Awalnya aku pikir Laras sama Benny ini pacaran terus si Benny selingkuh sama Lily. Eh, tahunya bukan gitu. Apalagi alurnya ini maju mundur dan ada beberapa part yang menurutku "sinetron" banget

Tapi... yang paling aku gak suka di sini adalah tokoh-tokohnya. Semuanya tuh bikin kesel hahaha.

1. Laras: Dia merasa kalau dia ini di posisinya paling tersakiti, tapi sebenarnya dia gak ada effort lebih buat ngasih tau ke Lily maupun ke Benny sebelum semuanya runyam. Padahal posisinya dia udah tersakiti yak, tapi dia juga menggunakan alasan "sakit hatinya" untuk menyakiti orang lain. Dan ditambah lagi, pas ada masalah Laras ini bukannya duduk nyelesaiin masalah, doi malah langsung aja menghindar dan cari pelarian lain. Berkali-kali secara konsisten dan gak ada karakter development yang jelas di buku ini.

2. Benny: Fix, cowok ini LABIL banget. Meskipun udah punya Lily, tapi dia masih berpikir kalau "maybe" dia bisa sama Laras. Dan baru menyesal pas belakang-belakang aja. Padahal seharusnya kalau memang dia udah cinta sama Lily, kenapa gak dari awal nentuin batas dan bilang dengan tegas. Kalau emang dia dari awal suka sama Laras, seharusnya dia gak banting setir sama "sahabat" dan "tetangga" cewek gebetan lo gak sii?!

3. Lily: Di buku ini, notabenenya Lily tuh pihak polos yang gak tahu apa-apa tapi dia sahabatan sama Laras udah dari SMP atau SMA gitu ya. Masa sih, udah sahabatan segitu lama tapi gak kenal sama sifat dan gerak gerik sahabat sendiri? Apalagi dia tahu kalau Benny awalnya emang sukanya sama Laras tapi dia egois dengan alasan "aku jatuh cinta" dia jadi menutup kemungkinan Benny dan Laras bisa pacaran. Menurutku Lily bukan sahabat sih apa lagi waktu dia dan Laras berantem, dia cuma bilang kesalahan dulu pas nyembunyiin surat pernyataan cinta dari Benny itu cuma kesalahan labil anak remaja. Hell, NO! red flag bangett!

4. Remy: Meskipun karakter Remy ini ya masih paling mending dan gak runyam seperti ketiga tokoh utama lainnya. Tapi ada sifat Remy yang menurutku malah... "apaan sih?" hahaha. Seperti dia tiba-tiba *spoiler alert* nyium Laras, terus satu kamar berkali-kali dengan Laras dengan berbagai alasan. Menurutku doi gak dewasa dan kelewat batas yak. Padahal mereka bukan pacaran, bukan juga teman dekat. Status mereka cuma teman sekantor dan kebetulan si Remy ini suka Laras.

Tuhkan, aku jadi penuh emosi menjabarkan karakter di novel ini hahaha. Masih bisa dibaca kok, gak seburuk itu. Tapi siap-siap aja emosi sama karakternya

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
July 18, 2024
“Terkadang kita terlalu larut dengan masalah kita sendiri sampai lupa bahwa masih banyak masalah besar yang dialami orang lain.”

“Kadang kita terlalu larut dengan semua pemikiran kita sendiri sampai akhirnya kita jatuh tenggelam di dalamnua.”

“Dalam hidup ini banyak sekali hal yang tidak bisa kita kendalikan. Seharusnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang dibandingkan tenggelam dalam keterpurukan.”

“Pengalaman mengajarkanku bahwa masa lalu sebaiknya tidak lebih dari kenangan dan juga pelajaran.”

“Masa lalu memang sepatutnya tidak lebih dari pengalaman dan kenangan. Yang pasti, pengalaman mengajarkanku untuk menikmati apa yang ada dengan terus berpandangan ke depan.”

3/5 🌟 untuk novel ‘Look At Me Please’ karya penulis Sofi Meloni. Ceritanya cukup menarik buat dinikmati, karena tergolong ringan. Temanya tentang persahabatan dan percintaan. Tentang rumitnya hubungan dua sahabat yang mencintai orang yang sama—cinta segitiga. Mungkin tema seperti ini cukup umum ya.. Tapi kembali lagi, setiap penulis pasti punya caranya sendiri untuk membuat cerita yang dituliskan menajdi menarik untuk dibaca.

Untuk karakter para tokohnya, bikin aku sebel akut. Ada Laras yang keras kepalanya minta ampun. Yang masih menyimpan dan berusaha memperjuangkan cintanya kepada Gerry. Karena di masa lalu—ketika mereka masih remaja—Gerry pernah berjanji untuk selalu bersama Laras.

Lalu ada Lily yang menurutku culas dan playing victim saat dia ketahuan bermain culas. Lily yang tahu Gerry suka Laras, tapi dia dengan sengaja menghadang hubungan mereka di masa lalu. Karena Lily juga cinta dengan Gerry. Hingga akhirnya dia bisa mendapatkan Gerry.

Kemudian ada Gerry yang kurang tegas, kurang berani mengambil sikap. Coba saja di masa lalu dia berani untuk menyatakan cintanya kepada Laras secara langsung tanpa campur tangan Liliy, pasti semua akan berakhir baik.

Tapi ya.. sekali lagi, ini adalah novel yang mesti harus ada konfliknya, karena dengan adanya konflik cerita akan menjadi seru.
Nah buat kalian yang penasaran akan seperti apa kisah Laras, Lily dan Gerry akan berakhir seperti apa.. Langsung aja baca novel ini..
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
July 31, 2019
"Egois namanya kalau kamu membiarkan orang-orang yang peduli sama kamu menjadi kalut melihat kamu seperti ini." (hal.134)

Ini novel kedua karya ka Sofi yang aku baca. Daaaan, memang aku selalu langsung kebawa dalam cerita ini.

Kisah Laras dan Lily bermulai saat masa kelam untuk Laras datang. Masa dimana yang membuat Laras mengalami banyak trauma, beruntung Laras termasuk anak yang kuat.

Sampai akhirnya hubungan Laras dengan Lily tidak penuh kebohongan sebelum Lily menjadi pacar Gerry. Yahhh, Laras sebenarnya lebih dulu mengenal Gerry bahkan mereka saling jatuh cinta. Apa yang terjadi iniii?

Awalnya aku kesal sama Laras, baru nemu gitu tokoh utama yang ngeselin. Eh ternyataaa, ada udang dibalik bakwan eh ada rahasia terbesar yang Lily simpan sejak lama. Membuat semuanya hancur, runyam dan berantakan abis.

Daaaan, sosok Remy si playboy ternyata jadi pelarian Laras. Tapi, Remy nggak playboy seperti yang Laras pikirkan. Justru Remy sudah lama menyukai Laras diam-diam.

"You are more beautiful when you are smiling. So, wipe that tears and smile for me, Ras." -Remy

Apakah Remy akan membuat Laras melupakan Gerry? Atau semakin runyam saja masalah hati Laras?

Kisah yang sulit ditebak alur ceritanya. Sekalipun alurnya maju dan sedikit mundur, tapi Ka Sofi pinter banget mengemas semuanya secara detail dan menyeluruh. Penyampaiannya juga nggak bertele-tele

Penokohan yang kuat banget. Membuat aku ikutan gemes bercampur emosi pada scene tertentu

Konflik yang cukup complicated dengan penyelesaian yang bener-bener buat aku puas sama endingnya

Mmmmm... Ada unsur hikmah dari kisah ini. Overall, recomended banget.
Profile Image for Rut.
6 reviews2 followers
August 5, 2018
Buku ke-3 yang kubaca dari Sofi Meloni. Favoritku masih Cinder Ana on Duty. Aku kasi bintang 4 karena aku pikir akan lebih cantik kalau ada epilog. Tapi mungkin dibiarkan seperti itu biar pembaca bisa melanjutkan sendiri jalan ceritanya.

Overall seperti biasa tulisannya mengalir apik. Mungkin ini sangat subjektif. Karena jujur aku bisa relate banget sama tokoh Laras. Mungkin buat orang lain she is such a crybaby who doesn't know how to move one. But believe me, it is totally understadable from her point of view. Di dekat orang yang adalah cinta pertama, melihatnya bersama sahabat kita sendiri, melihat kemesraan mereka di depan mata sendiri, dengan segala pengandaian di masa lalu. Lebih2 setelah dia tau ternyata sahabatnya punya andil cukup besar dalam gagalnya cerita cinta pertama Laras dan pengetahuan bahwa perasaanya sesungguhnya pernah berbalas. Juga Gerry yang sepanjang cerita kurang bersikap tegas. Her whole life totally revolve around Gerry dan Lily. Now tell me how could you easily move on on that situation?

Barulah kedatangan Remy membawa perubahan buat Laras kalo menurutku. Hidupnya ngga lagi soal Gerry dan Lily, tpi sudah agak bergeser. Meskipun butuh waktu karena cinta segi tiganya belum benar2 berakhir.

All in all aku suka cerita Laras. Totally relatable buat aku. Baik pengalaman pribadi dan juga temen-temen di sekitarku. Bahwa move on is not easy, dan untuk memulai suatu hubungan baru lebih baik yang lama benar2 diselesaikan lebih dulu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Riska Widia.
18 reviews1 follower
December 5, 2019
Look At Me Please adalah karya ketiga dari Sofi Meloni yang saya baca, sama halnya dengan buku debutnya, buku ini pernah penulis posting di Wattpad. Tema buku ini sendiri tentang memperjuangkan perasaan, tentang cinta segi empat dibumbui kehidupan kantor dan sedikit adegan dewasa. Menggunakan sudut pandang orang pertama dengan Laras sebagai narator dan menggunakan alur maju mundur dengan font yang berbeda untuk membantu pembaca menggenali setting waktunya.

Salah satu kelebihan buku ini adalah karakter para tokohnya. Penulis cukup konsisten dalam hal penokohan, sifat mereka terekam jelas pada tiap adegan. Laras digambarkan seorang perempuan yang feminis, dia memiliki perasaan pada Gerry sejak SMA, pun dengan Gerry sebenarnya, sayangnya sebuah kejadian membuat mereka jauh sampai akhirnya Gerry berpacaran dengan Lily. Laras pun akan menjadi lemah ketika berhadapan dengan Gerry, misalkan saja dia akan selalu datang ketika Gerry membutuhkan tanpa melihat kalau kondisi dia tidak memungkinkan pergi meninggalkan pekerjaan. Laras rela menunggu berjam-jam sampai akhirnya Gerry tidak datang, dan dia tidak akan pernah marah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Cut Maqfirah.
45 reviews2 followers
November 30, 2020
"Laras, dalam hidup ini banyak sekali hal yang tidak bisa kita kendalikan. Seharusnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang dibandingkan tenggelam dalam keterpurukan."

Dari beberapa karya kak Sofi yang aku baca aku tidak bisa menyukai cerita ini deh. Kalau bukan karena sosok Remy mungkin aku tidak akan selesai membacanya.

Terjebak cinta di tengah-tengah persahabatan itu seperti sebuah ujian. Begitu yang di alami oleh Laras, Lily dan Gerry. Mungkin dari awal aku sudah tidak bisa bersimpati dengan apa yang menimpa Laras, dia terlalu egois sih. Dan sampai di pertengahan cerita aku juga mulai tidak menyukai Lily yang menyembunyikan hal sepenting itu dari Laras. Apalagi Gerry, cowok yang menurutku super tidak tegas. Seperti yang aku tulis di awal, hanya Remy salah satu tokoh yang menurutku agak waras. Ia mengerti bagaimana persoalan yang di hadapi Laras karena pengalaman masa lalu mengajarkannya. Akan tetapi sepertinya Laras terlalu cinta buta kepada Gerry. Jadi yaa begitulah.

Nggak tau mau menuliskan ulasan yang seperti apa, tapi novel ini jauh sekali dari ekspektasi aku.
Profile Image for Dhea Safira.
Author 8 books2 followers
September 3, 2017
Di antara semua novel Mbak Sofi sejauh ini, LAMP adalah novel yang paling saya sukai.
Dari segi bahasa, diksi, alur, konflik.

Saya antara empati dan pengin jambak si Laras. Empati dengan yang dia rasain (ngenes, beneran) tapi juga kesel karena dia nggak juga bisa move on dan selalu bertindak sebagai korban. Marah sih marah, tapi apa iya sampai 8 tahun? Emang selama itu nggak nemu cowok lain?

Lily yang juga nggak kalah nyebelin.

Gerry yang plinplan berlebihan. Heran sama Laras, cowok kayak gini nggak pantes buat ditunggu. Kesannya si Gerry tuh nggak pengin putus dari Lily tapi nggak pengin Laras menjauh. Kenapa juga harus nunggu 8 tahun buat memutuskan ceritanya sama Laras. Cowok kayak gini perlu dikasih obat pencuci perut.

Terakhir, Remy. At least ada satu tokoh penyelamat di sini. Karakter yang lovable maksud saya ^^. Suka gayanya dan cara bertingkah maupun bertuturnya. Ya selain fakta kalau dia playboy (dan entah PK atau bukan) pribadinya yang hangat benar2 seperti gula yang memaniskan cerita ini.

Well, novel ini bagus. Saya suka ^^
Profile Image for Agnes Meilina.
68 reviews10 followers
April 22, 2020
Buku ini menceritakan tentang Laras yang mencintai Gerry dengan sepenuh hati. Namun, di sini ada sahabatnya, Lily, yang kini menjalin hubungan dengan Gerry.

Sebelumnya, aku merasa exited saat melihat cover dan judulnya. Dan ya memang benar, kisah ini cocok dengan Laras yang terlalu mendamba dan mengharapkan Gerry.

Emosi dapat, setiap karakter juga cukup baik. Namun, entah kenapa aku merasa cerita ini sedikit bertele-tele. Semuanya penuh dengan kelabilan dan drama yang membuatku rolling eyes.

Tapi aku bahagia, akhirnya Laras try to move on yang menurutku cintanya itu udah menjurus ke bodoh. Good job, Ras.

Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
July 31, 2019
Tidak menyangka bakal sebagus ini
Cerita cinta segitiga yg tergolong rumit sih kata gue
Kejutannya boleh lah
Tapi sayang gue kena spoiler gtu, jadi feel pas mau endingnya kurang ngena 😭
Ceritanya ngalir dan bikin betah buat baca terus
Endingnya lagi2 bikin bertanya-tanya dan bikin berandai-andai sendiri, which is good
Untuk penulisannya, cukup nyaman dibaca kok
Ceritanya juga cukup bikin gue merasa kesel sama salah satu tokoh, tapi pas beres baca yaudah lupa gtu sih
Profile Image for vini mawikere.
302 reviews10 followers
February 21, 2021
kupikir membaca buku ini akan menjadi selingan setelah gue hangover baca series shadow and bone. ternyata buku ini lumayan perih juga.
ini karya kedua sofi melani yang gue baca. dia kayaknya memang suka bikin cerita tragis.
but overall, gue suka konflik di buku ini. bukan sesuatu yang mudah ditebak. laras dan angan-angannya agak bikin gue emosi, tapi ya itulah salah satu keunikan buku ini. karakter utamanya yang keras kepala.
dan kehadiran remy, membuat buku ini less painful buat gue.
Profile Image for Riez Chiwi.
163 reviews
June 24, 2023
Sedih. Rasanya sedih, sakit banget jadi Laras. Di tengah halaman pengen rasanya teriak. Please, Laras pergi aja dari Lily dan Gerry.
Lily juga ternyata selama ini, parah. Gila sahabat macam apa begitu.
Gerry juga sama saja. Brengsek banget.
Tapi aku bahagia banget pas Remi mukul Gerry. Memang cowok macem Gerry pantes banget ditinju.
Ya ampun niat hati baca novel buat santai malah jadi emosi jiwa.
Untung berakhir happy. Kalo ngga rasanya pengen ngamuk aja.
Profile Image for Hilma __^.
15 reviews
June 29, 2023
alurnya mudah ketebak. Walau begitu aku sangat menikmati konflik yang ada di dalan cerita. Entah kenapa , rasa kesal terhadap karakter Lily masih melekat di hatiku. walau tau itu hanyalah karakter, tapi tetap saja...karakter yang tidak saya suka adalah Lily dan Gerry.

Tapi endingnya cukup memuaskan. Kita harus merelakan apa yang terjadi, dan kita harus mencoba memulai hubungan yang baru dengan orang baru. Siapa tau dia lebih setia..wkwkwk
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
October 21, 2018
Rating 3.5

Membaca kisah Laras, Garry, Lily dan Remy ini banyak nguras emosi pembaca. Bener-bener dibuat hanyut sama kisah mereka yang bikin mumet dan ngeselin dan ngemesin di saat bersamaan. Untuk ada Remy yang dengan sifatnya bisa mencairkan suasana cerita yg mendung menjadi cerah ceria..
Wkwkkwkkw
6 reviews
December 12, 2019
cukup menarik di awal. Tapi lama2 bosan dwngan tarik ulur hubungan Laras Gerry, dan Lily.
Ya, walau mungkin author ingin menonjolkan sisi itu. Agak kecewa dengan personalisasi Laras yang karakternya cukup lemah menurutku. Maaf, soalnya aku suka karakter yang kuat.
Boleh dibaca untuk mengisi waktu dan menghibur diri dengan ala drama romantis.
Peringatan! Ada unsur 17 + meski tidak vulgar.
Profile Image for Aryn.
24 reviews
March 16, 2019
Huh... baca cerita ini bikin aku kesal sama sikap Laras. Ya walaupun aku nggak bisa membenarkan apa yang dilakukan Lily -itu sama aja kayak makan teman sendiri kan? Tapi kalau aku jadi Laras, mungkin aku coba realistis aja, berusaha melupakan Gerry adalah pilihan terbaik.
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.