What do you think?


My Dad My Pious Dad : Ayahku, Ayah yang Sholeh
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
March 14, 2008
Membaca karya alumni Darunnajah yang juga Magister Sastra Arab dari Universitas di Pakistan ini seperti membaca Rich Dad Poor Dad Kiyosaki, namun dengan pendekatan lain.
Arsil memotret kegigihan dan keteladanan sang ayah yang dipanggilnya dengan sebutan Abak, seorang tukang sol sepatu di Pasar Atas Bukit Tinggi. Profesinya tak membuatnya minder untuk berkenalan dan bersahabat dengan ulama besar. Abak pun rajin menghadiri pengajian para ulama di sana.
Mari kita simak satu nasehat dari Abak :
'Di dunia ini, Nak, tidak ada kesuksesan sekecil apa pun yang bisa dicapai dengan mudah. Memulai sebuah usaha baru sama beratnya dengan penderitaan seorang ibu melahirkan bayi. Keduanya sama-sama menuntut pengorbanan, pemikiran, keringat, ketahanan menanggung rasa sakit, bahkan sering kali nyawa. Namun keteguhan hati kita untuk terus melangkah, insya Allah itulah yang akan membawa kita menuju perubahan. Melangkahlah, Nak. Lebih baik melangkah seribu langkah untuk mencari air, daripada membiarkan diri mati kehausan di tengah padang pasir.''
Saya cukup terpukau dengan adegan duel Abak kala bertanding pencak-silat dengan jagoan Betawi di Tanah Abang.
Arsil memotret kegigihan dan keteladanan sang ayah yang dipanggilnya dengan sebutan Abak, seorang tukang sol sepatu di Pasar Atas Bukit Tinggi. Profesinya tak membuatnya minder untuk berkenalan dan bersahabat dengan ulama besar. Abak pun rajin menghadiri pengajian para ulama di sana.
Mari kita simak satu nasehat dari Abak :
'Di dunia ini, Nak, tidak ada kesuksesan sekecil apa pun yang bisa dicapai dengan mudah. Memulai sebuah usaha baru sama beratnya dengan penderitaan seorang ibu melahirkan bayi. Keduanya sama-sama menuntut pengorbanan, pemikiran, keringat, ketahanan menanggung rasa sakit, bahkan sering kali nyawa. Namun keteguhan hati kita untuk terus melangkah, insya Allah itulah yang akan membawa kita menuju perubahan. Melangkahlah, Nak. Lebih baik melangkah seribu langkah untuk mencari air, daripada membiarkan diri mati kehausan di tengah padang pasir.''
Saya cukup terpukau dengan adegan duel Abak kala bertanding pencak-silat dengan jagoan Betawi di Tanah Abang.
November 11, 2008
Next comment..
Read
January 30, 2016luar biasa
Displaying 1 - 3 of 3 reviews



