adalah seorang penulis buku Indonesia tahun 70 hingga 80-an. Dia dikenal sebagai penulis buku fiksi-ilmiah seperti seri Penjelajah Antariksa (Bencana di Planet Poa, Sekoci Penyelamat, Kunin Bergolak), Jatuh ke Matahari dan sekuelnya, Bintang Hitam. Selain menulis buku fiksi-ilmiah, Djokolelono juga dikenal sebagai penulis buku anak-anak, seperti seri Astrid, dan beberapa cerita wayang. Djokolelono juga adalah seorang penerjemah. Buku-buku yang ia terjemahkan antara lain Petualangan Tom Sawyer dan karya Mark Twain yang lain, seri Pilih Sendiri Petualanganmu, seri cergam Mimin, seri Mallory Towers dan buku-buku Enid Blyton yang lain, dan seri Rumah Kecil Laura Ingalls Wilder[1]. Karya-karyanya diterbitkan oleh Pustaka Jaya (PT Dunia Pustaka Jaya), Gramedia, dan BPK Gunung Mulia.
dahulu saya cuma tahu Djokolelono sebagai pengarang Astrid dan penerjemah Malory Towers, Komplotan dan buku2 lain karya Enid Blyton. di Goodreads inilah saya baru tahu bahwa Beliau juga mengarang beberapa karya fiksi ilmiah. dan ternyata Beliau memang cukup ahli di bidang ini. hingga saat ini saya belum menemukan penulis Indonesia lain yang seperti Beliau.
Setelah selesai membaca buku ini, saya cuma bisa berkomentar: "Luar biasa". walaupun sudah berumur 30 tahun, buku ini tetap enak dibaca. sebagai sebuah science fiction (fiksi ilmiah) tetap tidak terasa usang. masih terasa meyakinkan. disamping itu detil cerita benar-benar dipersiapkan dengan baik oleh penulis. saya cukup terkagum-kagum dengan segala teori dan teknologi (yang mungkin saja spekulatif dan sulit diterapkan di dunia nyata) yang sepertinya masuk akal dalam cerita tersebut.
walaupun terbit sebagai bagian seri Kancil terbitan Gramedia yang ditujukan untuk anak-anak (untuk remaja disiapkan seri Elang), namun saya rasa buku ini harusnya dahulu terbit di seri Elang. karena saya rasa terlalu rumit untuk anak-anak mencerna cerita di buku ini.
Kelemahan cerita ini menurut saya hanyalah menjadikan sang tokoh utama berumur 16 tahun, dan cewek "love interest"nya berumur 15 tahun. terlalu muda, ditambah cerita yang ditampilkan juga tidak berhasil membuat kita yakin bahwa umur mereka memang "cuma" segitu. :-) Dan ilustrasi, Jan Mintaraga (salah satu komikus favorit saya) juga tidak membantu karena menampilkan pria dan wanita yang sepertinya berumur, paling tidak 20 tahun. :-)
tapi saya kira, cerita yang demikian seru dan sedikit ilustrasi dari Jan Mintaraga, sudah akan membuat saya dengan mantap memberikan bintang 5 pada buku ini (sudah saya bilang, saya ini murah hati :-)). putusan: tetap bintang 5.
Saat ini saya tinggal mencari buku pertama dari seri ini, Jatuh Ke Matahari. dan mulai membaca seri karya Djokolelono lainnya, Penjelajah Antariksa (1-3). Sip.
Super seru! Salah satu karya fiksi ilmiah terbaik dari penulis Indonesia (setidaknya buat saya).
Ceritanya bisa dibilang cukup sederhana dan singkat karena pada dasarnya memang ditulis untuk anak-anak, tapi di sisi lain tetap jadi bacaan yang menyenangkan dengan plot yang compact untuk menarasikan petualangan di antariksa yang penuh aksi dan imajinasi.