What do you think?
Rate this book


86 pages, Paperback
First published January 1, 2016

Laju rindu seperti angin di laut lepas. Kecepatannya tujuh knot. Bertiup sepoi, Kadang sepi. Menyejukkan hati, menyingkirkan kecemasan soal mati. Lalu air laut bercampur butiran garam menetes dari Ingatan, yang terendap tinggal air mata. Rindu dan sunyi itu tanjung dan teluk, keduanya saling mendesak-bertumbuk: hanya untuk menagih peluk.


Batu asah memilih diam
Ketika tukang-tukang batu,
Memecah-mecah tubuh
yang mengeraskan waktu.
Batu asah memilih diam
ketika kauasah amarah
Di permukaan kasar diri.
hingga lahirlah:
sunyi bermata dua
yang tanpa segan
menebas kita lagi.
Aku ini batu asah
yang memilih diam
letika orang-orang
memuji tajam pedangmu.
Aku ini batu asah yang
mencintaimu dari kejauhan
Aku jauhkanmu dari kejatuhan.