Nabi bersabda, “Sesungguhnya amalan seorang hamba yang akan dihisab pertama kali pada hari kiamat adalah amalan shalatnya. Jika shalatnya telah benar, maka dia akan beruntung dan berhasil. Namun, jika shalatnya itu rusak, maka dia akan merugi. Dan jika amalan wajibnya masih ada yang kurang, maka Rabb ‘Azza wa Jalla akan berkata, ”Lihatlah, apakah dia masih memiliki amalan sunnah?” (Jika didapati dirinya mempunyai amalan sunnah), maka amalan wajibnya yang masih kurang tadi disempurnakan pula dengan amalan sunnahnya tersebut.” (Diriwatkan oleh Turmudzi dan Nasa’i dari Abu Hurairah, Shahih Al-Jami’ (2020).
Benar, shalat memiliki posisi yang sangat vital dalam kerangka ibadah umat Islam. Kehadirannya memiliki warna bagi ibadah-ibadah yang lain. Barang siapa yang melalaikan shalatnya, maka dapat dipastikan terhadap amalan-amalan yang lain akan lebih melalaikannya lagi, Tak heran bila para salafushshalih (orang-orang terdahulu yang shalih) sangat besar perhatian mereka terhadap masalah shalat ini. Mereka menjadikan shalat sebagai istirahat dari penatnya kehidupan dunia. Shalat bagi mereka seakan perjumpaan dengan kekasih hati, pengobat rindu dan kenikmatan yang tiada tara. Namun seiring berjalannya waktu, perhatian umat islam terhadap shalat semakin berkurang. Akan banyak ditemui kesalahan-kesalahan yang terjadi seputar masalah shalat. Sehingga manisnya ibadah shalat merupakan barang langka di zaman ini.
Kesalahan dalam menunaikan shalat tidak hanya terjadi kala melakukan shalatnya saja. Tapi juga meliputi aktivitas sebelum dan sesudah shaalat, seperti wudhu. Walaupun tanpa ilustrasi bergambar, deskripsinya banyak mudah dimengerti. Selama membaca buku ini, banyak merenung tentang dampak shalat yg difirmankan Allah Ta'ala mampu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, pun firmanNya "jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu". Jika pasca mengerjakan shalat, perbuatannya keji, mungkar, perbuatan buruknya masih dilakoni (seperti maling sendal stl shalat di masjid, bergossip/ghibah), maka bisa jadi ada salah ketika menunaikan shalatnya. Apalagi menuduh firman Allah Ta'ala tidak manjur untuk mencegah hal itu. Naudzubillah... Oleh karena itu, agar shalat bisa berbuah pertolongan Allah, bisa mencegah dari perilaku keji & mungkar, maka salah satu hal yg harus diupayakan adalah dengan mengetahui, menghindari dan meninggalkan 400 kesalahan dalam shalat. Kepada Allah kita memohon pertolongan agar kita mampu memperbaiki kualitas shalat.