Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kelomang

Rate this book
Bagaikan gurita raksasa, tangan Sakib menjalar ke mana-mana. Sakib memang pengusaha ternama di seantero Banten. Beserta para kerabatnya, yang menduduki posisi puncak lembaga pemerintahan, Sakib mengendalikan dan menguasai kantor pemerintahan dan swasta di provinsi tersebut. Termasuk soal pemberian izin penambangan pasir laut di lepas pantai utara Serang.

Namun langkah Sakib mendapat perlawanan. Adalah Saija, Lukman, dan Yanto, yang dengan gigih berusaha menghentikan rencana penambangan yang berisiko merusak lingkungan itu, sekaligus membongkar kasus penyuapan di baliknya. Moto mereka hanya satu, jangan sampai hidup seperti kelomang yang hanya bisa bersembunyi kala berhadapan dengan musuh. Lawan ketidakadilan. Lawan korupsi!

184 pages, Paperback

First published June 6, 2016

3 people are currently reading
27 people want to read

About the author

Qizink La Aziva

2 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (5%)
4 stars
15 (40%)
3 stars
17 (45%)
2 stars
2 (5%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Matchanillaaa.
89 reviews1 follower
November 22, 2024
Diawali dengan kisah Sakib, seorang pengusaha yang namanya sudah menggurita di seluruh Banten. Posisinya sebagai penguasa pemerintah dengan angkuhnya memberikan izin penambangan pasir laut. Namun Saija dan beberapa kawan jurnalisnya berusaha untuk melakukan perlawanan.
Saija tidak ingin seperti kelomang. Hewan bercangkang yang hanya bersembunyi ketika dirinya merasa terancam. Saija tidak rela begitu tanah kelahirannya harus diacak-acak oleh sekelompok oknum yang mementingkan keuntungan pribadi. Penambangan pasir laut jelas akan berdampak besar bagi perekonomian dan kesehatan warga. Jelas Saija harus berjuang memerdekakan daerahnya.

(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

Perlawanan Saija dan kawan-kawannya menggugah jiwa. Bagaimana para jurnalis membela kebenaran diantara iming-iming dari berbagai sisi. Saija dan kawan-kawannya tidak ingin media memberikan penilaian palsu untuk dibagikan kepada publik,diskusi diskusi ini yang memberikan banyak insight tentang dunia jurnalis, politik, media dan aktivis.

Tapi sayangnya, aku kurang suka dengan penambahan kisah romansa yang terlalu mengada-ada. Bagaimana Saija keukeuh ingin mendapatkan sosok Adinda jadi terkesan terlalu memaksa. Ditambah dengan dialog yang kurang berkesan. Agak kaget ketika disuguhkan ending yang tragis dan terkesan plot hole. Bagian ending bikin aku bingung dan berpikir 'oh udah ya endingnya jadi begini? Selesai nih?' Padahal aku masih penasaran gimana keadaan warga sekitar setelah melakukan perlawanan itu nantinya.
Profile Image for Imam Rahmanto.
149 reviews8 followers
January 31, 2024
Ceritanya sebenarnya lurus-lurus aja. Buat saya malah cenderung agak 'lebay'. Tapi, cocoklah buat sekadar ngisi waktu luang dan refleksi bagi orang-orang dengan latar belakang pekerjaan jurnalis. Jadi bacaan ringan aja.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
September 1, 2020
"Aku nggak suka kelomang...,"⁣
"Tapi kan kelomang lucu..."⁣
"Kalau mau yang lebih lucu, nonton aja pejabat di negeri ini"⁣
.⁣
.⁣
.⁣
Nama Sakib adalah awal dari kisah yang menguak cukup banyak seputar dunia jurnalis,pemberitaan,dan politik. Terutama dengan kemungkinan kekuatan politik yang dapat menekan idealisme seseorang.⁣

Saya pribadi merasakan novel ini begitu menakutkan karena sang penulis seolah menuangkan pahit getirnya dunia jurnalis dan potensi berbahaya dari pers saat harapan agar ranah ini menjadi pihak yang objektif terhadap permasalahan di suatu negeri kemudian disentuh oleh kekuatan politik dengan janji (baca: iming-iming) yang jika tidak sanggup maka bersiap dengan idealisme dan prinsip yang terkikis atau kena revisi-padahal dua hal itu bukan karya tulis melainkan hal personal.⁣

Dan akhir yang dipilih rasanya belum cukup menuntaskan pertanyaan di kepala saya mengapa dua tokoh utamanya menemui akhir yang seperti itu? Tapi merenung dan tidur cukup ampuh untuk membuat kepala ini berhenti dipenuhi tanya. Namanya juga cerita...tapi terasa senyata itu dengan problema dalam masyarakat yang kental dan apik...tapi ini fiksi... Atau nyata yah? Saking bagusnya jadi bingung😅⁣
Profile Image for DKay.
63 reviews1 follower
June 13, 2022
Diskusi mengenai penambangan PT Bintang Laut yang dilakukan oleh Saija dengan kawan-kawan aktivis lingkungannya mengingatkan saya tentang diskusi-diskusi dengan Perpustakaan Jalanan yang kerap saya lakukan ketika masih berada di Kota (Kabupaten) Serang, kota yang sama yang menjadi latar tempat novel ini. Namun sayang dalam diskusi itu saya tak menemukan sosok 'Adinda' karena memang bukan itu tujuan saya berkumpul dan berdiskusi 😂 Secara kedalaman cerita saya pikir ceritanya hanya berada di permukaan dan kurang tajam. Endingnya tidak bisa saya terima, saya pikir harus ada cerita lanjutannya!
Profile Image for Millenysm .
68 reviews3 followers
May 19, 2023
2,5 🌟
Tema pokok yang diusung kedalam cerita pada novel ini memang sangatlah substansial, tak ayal tindak-tanduk korupsi, penyuapan, nepotisme digambarkan secara gamblang (cenderung terasa realistis). Namun sangat disayangkan, bejibunnya protagonis dan konflik yang terasa singkat tak cukup untuk menarik simpati pembaca, tak heran pengalaman menyelesaikan novel ini terasa seperti angin lalu saja.
Untuk gaya bercerita masih perlu keluwesan, karena terasa sekali seperti teks khas jurnalistik, banyak pendeskripsian akan suatu hal yang terasa tidak penting terhadap jalan cerita.
Profile Image for Elsa.
31 reviews2 followers
June 29, 2023
Efek baca buku ini berasa ikutan keren. Berasa jadi orang yang paling cinta negri dan lingkungan.

Bukunya satir menyinggung pemerintahan kita yang bobrok, dikit dikit korupsi.

Ini tipis padahal tapi aku lumayan lama bacanya karna politik banget, males. Jadi harus fokus tapi disamping itu semua ini bagus ceritanya. I’m impressed

Dan jadi tertarik sama dunia jurnalistik. Keren banget klo bisa mempertahankan idealisme dengan menampilkan berita yang jujur sesuai fakta tanpa memihak manapun dan tanpa tergiur suap untuk mengubah narasi berita semau penguasa
Profile Image for Heru Prasetio.
210 reviews2 followers
June 20, 2020
"Tema yang diangkat novel ini bersumber dari keresahan abadi yang merugikan masyarakat luas, apalagi kalau bukan korupsi. Ceritanya luwes dan lugas tapi nilai sastranya masih kurang. Dibumbui kisah percintaan anak muda yang berakhir tragis dengan ending sedikit menumpuk. Nah, gegaslah baca dan rasakan sensasinya!"
Profile Image for Haditha.
Author 13 books21 followers
January 9, 2017
tema yang diangkat memang dari dulu sampai sekarang menjadi keresahan masyarakat.
korupsi. pejabat yang jadi kacung bajingan bisnis dinasti yang egois dan serakah.
semua demi harta.
keresahan-keresahan itu sudah seharusnya tidak hanya dikeluhkan saja.
dalam novel ini ada tiga yang bangkit untuk melawan, meskipun ada yang menghalangi, mereka terus berupaya. jangan jadi Kelomang. yang masuk ke dalam cangkang kala berhadapan dengan musuh. lalu keluar memamerkan capit berpura-pura gagah waktu musuh sudah pergi.

pun yang diangkat juga lagi marak terjadi. gimana cara memperalat? kuasailah media.
seperti quotes ini:
"Kalau media sudah dikuasai penguasa rakus dan politisi busuk, yang disuguhkan kepada publik adalah kebohongan dan manipulasi."

gaya bercerita yang ditampilkan dalam buku ini sederhana luwes dan realis.
itu yang menyebabkan saya jadi agak kecewa, saya kira ini akan sedikit berat "nyastra" yang saya suka. namun ternyata biasa saja.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.