Menjadi ayah itu susah-susah gampang, Atau malah gampang-gampang susah?
Mimpi buruk semakin memperkeruh hari-hari Arka karena Wina belum bisa kembali ke Jakarta, padahal Anjani dan Velia akan tampil dalam drama sekolah. Pada hari yang sama, Arka harus mempresentasikan proyek bernilai triliunan rupiah. Kalau sudah begitu, apakah Anjani dan Velia yang harus dikorbankan? Apakah mereka harus tampil tanpa ditonton kedua orangtua? Mungkin begitu. Sampai suatu saat, sang “Didi” melakukan tindakan “super”!
Salut buat Mba Silvarani yang mampu menovelisasi film Super Didi menjadi sebuah novel yang menarik dan enak untuk dinikmati. Kisah keluarga yang diusung membuat emosiku naik turun saat membacanya. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari kisah keluarga Arka, yang biasa dipanggil Didi oleh kedua buah hatinya.
Novel yang cocok sekali dibaca untuk kamu yang sudah berkeluarga maupun yang sedang mencari pasangan hidup. Ringan dan berisi :)
bukunya lumayan seru. ngegambarin betapa hecticnya menjadi menjadi seorang ayah, apalagi ditinggal istri waktu lagi butuh2nya. poin pentingnya saling memiliki
Benar-benar terharu. Baru kali ini (biasanya jarang), baca novel yang bercerita tentang keluarga. Keromantisan antara keluarga benar-benar terasa banget di novel ini. Rasa haru, emosi, bahagia, sebel, semua rasa fix lebur menjadi satu. Kisah keluarga yang saling menyayangi, mencintai, penuh perjuangan, pantang putus asa semuanya tersaji secara komplit di novel ini.
Menceritakan tentang Arka yang seorang kepala keluarga dan benar-benar berjuang mencari nafkah untuk keluarganya. Tetapi disisi lain ada peran yang begitu luar biasa yang diembannya, seorang ayah dari dua orang putri yang lucu-lucu. Tapi, semua itu rela ditinggalkannya demi mengurus dua buah hatinya tatkala ditinggal pergi ke Hongkong oleh Wina, istrinya.