Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jomblo: Sebuah Komedi Cinta

Rate this book
Empat sahabat dengan masalah mereka dalam mencari cinta.

Yang satu harus memilih—seorang yang baik atau yang cocok.
Yang satu harus memilih—antara seorang perempuan atau sahabat.
Yang satu harus memilih—lebih baik diam saja selamanya atau menyatakan cinta.
Yang satu harus memilih—terus mencoba atau tidak sama sekali.

Jomblo adalah sebuah novel yang menjawab semua pertanyaan itu.
Pertanyaan yang kita temukan sehari-hari, baik dalam cerita teman atau cerita kita sendiri.

150 pages, Paperback

First published January 1, 2003

180 people are currently reading
3240 people want to read

About the author

Adhitya Mulya

19 books702 followers
Adhitya Mulya (Adit) aspires to be a story-teller.

At early age, Adit learned and enjoyed story telling thru visual mediums like movies and drawings. This, inspired little Adit to take up drawing as a child, and later photography in his teen years.

As a young adult, Adit tries to expand his storytelling medium thru novels. Jomblo (2003) is his first novel (romantic comedies) and was national best-seller - and later made into a movie by the same title (2006). He went on to write another rom-com novel Gege Mengejar Cinta (2004).

Adit uses novels as a medium to try new genres. Travelers Tale (2007) was the amongst the first Indonesian fiction novels with traveling theme before becoming mainstream in Indonesia. Mencoba Sukses (2012) was his effort to try on horror-comedy which later found, not working very well.

He released Sabtu Bersama Bapak (2014), a family themed novel which again became national best seller, well received, and also made its' way into motion picture (2016).

His latest novel, Bajak Laut & Purnama Terakhir (2016) - is his effort in learning how to make a thriller-history novel.

Adit's passion towards storytelling branches out from drawing, photography to novel and move scripts, which amongst other are,
Jomblo (2006)
Testpack (2012)
Sabtu Bersama Bapak (2016)
Shy-Shy cat (2016).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
891 (23%)
4 stars
1,109 (29%)
3 stars
1,200 (31%)
2 stars
478 (12%)
1 star
134 (3%)
Displaying 1 - 30 of 357 reviews
Profile Image for Indhira Adam.
25 reviews13 followers
July 24, 2007
Yap, mulai dari baca buku ini, gwe mulai jatuh cinta sama Adhitya Mulya. karena buku ini sukses bikin gwe gak brenti2 ketawa *hohohoh apa karena pas lagi baca gwe mood-nya lagi enak ya? makanya sukses ketawa mulu*

yah ceritanya tentang segerombolan anak muda yang sobatan baek dan sangat setia kawan? hehe sampe2 dalam hal percintaan pun mereka kompak belum punya pacar,, Intinya cerita berlanjut dann ternyata punya pacar itu ribett heheh.. karena gara2 punya pacar juga hubungan persahabatan mereka jadi agak2 berarakan hehe :)

ya punya pacara itu gak selamanya enak.. :P
tapi ya itu karena ini buku komedi maka akan selalu ada sudut pandang komedinya .. learn ironic part of love without tears ..

2 reviews1 follower
January 5, 2008
I watched the movie on RCTI first, almost 'accidentally'. I knew I had to have the book. Wise thought. I finished it in 2 days. It's because, first, it's not a thick book (kind of sweet -spot-thick to me), and, more importantly, it flowed. It just did.

Reading quite a number of 'so-so' reviews here, I would just have to be satisfied with the fact that I: am only a year or less older than the author, also formally engineering trained, love smart jokes but am completely not offended by frontal stupidities, can't read for too long. And I love Lupus, fwiw (it worths a legend).

Hence the 5 stars. Perfecto.

Well, I'd be lying if I don't say that some of the dialogs are overboard, footnotes are annoying at worst, few fresh metaphors are repeated a bit too soon it makes them old, etc.

Still the 5 stars is not of generosity. Did I tell you the story flowed? The story did. And smart? It was. And perfect? 5 stars.

But that's just me, and perhaps couple hundred thousands of other readers.
Profile Image for Anom Bayu.
1 review1 follower
December 27, 2013
“Jomblo itu pedih, Jendral!” adalah petuah bijak yang selalu saya ingat novel ini. Karya pertama dari Adhitya Mulya-semoga saya tidak salah menuliskan susunan hurufnya-ini sebenarnya tidak menceritakan nasib jomblo sepenuhnya. Karena setelah kita membaca separuh buku, kita hanya akan menemukan 2 orang yang jomblo dan itu pun tidak mendapat porsi cerita yang signifikan. Justru ceritanya lebih banyak berkutat di kehidupan Agus yang sejak halaman 24 sudah bukan Jomblo lagi. Tapi ‘ketidaksesuain’ judul dan bahasan cerita, saya rasa tidak berpengaruh sama sekali. Karena saya juga gagal menemukan solusi yang tepat untuk mengganti kata Jomblo pada sampul buku. Anggap saja seperti puisi Chairil Anwar yang berjudul ‘Derai-derai Cemara’. Judul puisi itu diambil dari kalimat pertama dari tubuh puisi yang sebenarnya tanpa judul. Maka judul Jomblo adalah gambaran dari kondisi awal para tokoh dalam novel yang jomblo.

Selayaknya novel komedi, kita akan dibuat tertawa sepanjang alurnya plus geregetan dengan ketidakberdayaan Agus. Khusus untuk yang geregetan, mungkin kita akan tetap geregetan sampai selesai membaca novel ini. Bahkan sajian endnote dalam novel ini juga bisa membuat kita tertawa dengan lezatnya. Tapi jangan pernah membayangkan novel komedi ini terus membuat hati kita riang. Anda salah!. Semakin menuju akhir cerita, alur adalah berupa tikungan tajam yang menukik-seperti kata Riri Riza pada bagian belakang sampul-dan tidak lagi bisa membuat kita terus tertawa ngakak. Pada saatnya kita akan dibuat tertawa trenyuh.

Novel ini bisa kita nikmati jika kita sejalan dengan pikiran dan imajinasi Adhit sebagai penulis. Contohnya adalah ungkapan ‘Jomblo itu pedih, Jendral!” mungkin bisa membuat tersenyum para pembaca jomblo, tapi esensi dari kalimat tersebut akan mengena sempurna bagi generasi yang dibesarkan oleh film G 30 S seperti halnya Adhit sendiri. Novel ini adalah novel imajinatif, meskipun apa yang diceritakan sangat riil. Lompatan-lompatan imajinasi dalam novel ini sangat menghibur meskipun kadang bersifat liar dan sangat-sangat kartun. Seperti adegan Doni yang menemani Agus ke rumah Rita. Proses penceritaannya tidak biasa, karena anda akan menemukan BAP (Berita Acara Pengapelan) yang bisa membuat kita tertawa sampai perut kram ketika membaca untuk pertama kalinya.

Sebagai buku yang saya tahbiskan sebagai salah satu buku favorit saya, saya nyaris tidak bisa mengkritik. Mungkin yang agak mengganggu adalah penggunaan endnote. Kenapa endnote bukan footnote saja? Karena menurut saya footnote akan lebih praktis daripada harus membuka halaman belakang buku untuk melihat catatan-catatan yang kadang tidak terlalu penting-tapi saya tetap tersenyum karenanya-.

Soal beberapa adegan dalam buku yang menuntut daya imajinasi tinggi yang mungkin tidak bisa dimiliki banyak orang itu adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Kasus asli yang terjadi pada saya dan kawan saya. Efek membaca novel ini untuk pertama kali adalah, saya bisa tertawa terpingkal-pingkal pada beberapa bagian dan hal itu ternyata tidak bisa saya temukan pada seorang kawan saya yang notabene merupakan salah satu anak terpandai di kelas. Justru kawan saya ini terlihat ‘bodoh’ ketika membaca novel ini lebih banyak bertanya “Maksudnya apa sih ini? Kok aku gak nyambung...” Saya sempat meragukan selera humor saya yang absurd, tapi dengan melihat bahwa novel ini bisa dicetak dua kali dalam sebulan dan juga menjadi sebuah film, maka saya lebih suka berpendapat, ada beberapa orang kurang beruntung dalam hal berimajinasi dan itu bukan saya. Dan saya tidak usah bercerita ketika novel ini ada di tangan kawan yang juga aktifis mushola, yang dengan penuh penghayatan terus beristighfar daripada ngakak...

Novel ini bisa jadi merupakan novel terbaik Adhitya Mulya, sebuah masterpiece. Konon sangat berat jika seseorang sudah melahirkan karya terbaik justru di karya pertama Mereka akan sangat susah untuk mengulanginya. Bisa jadi benar dan bisa jadi tidak untuk kasus Adhitya Mulya. Mungkin benar karena sampai sekarang belum ada buku yang dikarangnya bisa menyamai suksesnya Jomblo secara cerita. Mungkin juga salah, karena novel keduanya yang bergenre sama-komedi cinta-Gege Mengejar Cinta nyaris bisa membuat saya terhibur dengan cara yang sama dengan Jomblo. Jika Gege bisa nyaris menyamai Agus, bisa jadi Adhitya Mulya akan mencapai ‘kesempurnaan’ lagi ketika dia menemukan tema yang tepat nanti. Sebuah novel yang bisa dibaca dimana saja dan kapan saja dan teman perjalanan terbaik selain Luna Maya.
Profile Image for Pras.
36 reviews76 followers
October 11, 2007
temen yg ga penting: "eh pras ada buku bagus buat lu nih"
Pras : "ah lagi males baca, mendingan baca lampu merah dah"
TYGP (disingkat) :"cocok buat lu nih, dari judulnya aja"
Pras : "heeh???!!"
TYGP : "nih..gw pinjemin, tapi bayarin denda telat balikin ke sewaan ya..murah ko cuma 2 bulan telat"

Halaman demi halaman saya lahap buku ini layaknya saya membaca cerita-cerita Lupus karangan Hilman di masa 80an dulu. Dalam 3 jam saya selesai membaca buku ini nonstop, bukan karena takut harus bayar dendanya lebih banyak, tapi karena gaya bercerita Adhitya yang mengalir lancar. Ada pengalaman unik yang saya dapatkan selesai membaca buku ini. yaitu keakraban situasi yang digambarkan dalam buku ini dengan kehidupan mahasiswa saya (walau ga separah yang ada di buku). Detil kehidupan para jomblo dan dialog-dialog karikatural yang dihadirkan buku ini mampu membuat saya cengengesan sedirian membayangkan nasib teman2 saya yang masih dalam IJO LUMUT club (ikatan Jomblo lucu dan imut)-dari namanya aja udah ketauan hopeless bgt ini klub-.
Hal yang saya suka dari buku ini adalah tidak adanya penyelesaian happy ending yang maksa. Tidak ada nasihat-nasihat basi yang khas cerpen2 literatur agama.Memang ada beberapa point yang menjadi ganjalan bagi beberapa orang terutama dari kalangan ikhwan (musholla) di kampus saya, terutama dalam perilaku free sex di kalangan mahasiswa dan penggunaan "gele". Tapi itu adalah bagian dari realita. Penulis cukup adil dalam membeberkan masalah ini, tidak menghakimi dan tidak mendukung secara terang-terangan.
Kekurangannya? mungkin kurang tebel kali ya??..cerita nya masih bisa dieksplorasi mungkin seperti Lupus yang diceritain ga pernah lulus2 (pernah lulus n kuliah tapi balik lagi ke sma di edisi berikutnya.he.he).
Tapi baguslah ga terlalu tebel jadi ga bertele-tele dan saya masih bisa ngebalikin buku ini akhirnya tanpa denda tambahan.

Profile Image for Amanda Sastri.
144 reviews12 followers
March 1, 2011
Gw bacanya kelas 1 SMA, dipinjemin bukunya sama Syam. Dia bilang bukunya lucu dan segerrr. Tapi gw kan polos. Ok dari situ mari kita bercerita kenapa gw begitu polosnya.

Saat kelas 1 SMA, gw masih menganggap pergaulan bebas di Amerika itu hanya sebuah mitos. Jadi saat orang bilang freesex dan gonta-ganti pasangan, gw hanya menganggap itu lebay. Jadi gw yang polosnya dan baca buku ini, dan diceritakan begitu lugasnya dan beraninya memperlihatkan sisi 'berani' mahasiswa-mahasiswa Indonesia dengan budaya timurnya yang dibangga-banggakan, akhirnya gw percaya kalau budaya Amerika dengan budaya freesex-nya itu buka mitos.

Gw ngomong begini seakan-akan buku ini menceritakan soal free sex aja yah?

Ini cerita empat sahabat dengan perbedaan masing-masing dan menjalani hidupnya di Universitas Negeri Bandung (FIKTIF, FAKTANYA MAH ITB!). Yaaa... suka duka empat cowok mengejar cinta masing-masing. Ada suka, ada duka. Gw suka gaya bahasanya yang seger sehingga ga perlu lama buat gw namatin nih buku satu. Gw kasih bintang tiga karena... ya udah lumayan kaleee. Hohohoho.

Oh iya ini buku kan udah difilm-in yah? Ada VCD (ORIGINAL DONG ==a) di rumah.
Profile Image for oQ.
24 reviews7 followers
April 3, 2008
Cerita yg oKz bgt.. Ringan n spicy..
Dikala suntuk di coba aja d wat baca Jomblo.

Tapi jgn anggep sepele cerita na.. gw percaya tiap karya seceTek apapun pasti punya pesan atw pelajaran. bukan berarti karya ini dangkal Lho..!! gaya cerita na apik n keren, jadi ga bakal ngerasa bosen dari awal mpe akhir.. he's creative..

Aditya muLya berhasil bikin gw ketawa, tersenyum, merenung n sedikit terharu..Cinta mang hadir g kenal waktu n siapa orang na..yg pasti selagi ada kesempatan, raih cinta itu sebelum terlambat.

Ternyata hidup ini simpLe tp kita jg yg membuat na rumit dgn segala kekurangannya..
tapi itulah perjalana hidup.. antara cinta dan persahabatan..
kamu pilih yg mana??
Profile Image for Wikupedia.
65 reviews29 followers
October 19, 2007
kalau bisa ngasih bintangnya setengah aja, tentu saya akan memberikan bintang setenah untuk buku ini....terlalu luu kali yah hehehe jadinya garing, secara humor sih ok...tapi secara cerita kayaknya nggak deh...

dah buku itu kan di nilai bukan dari satu aspek saja, tapi banyak aspek, seperti plot, penokohan, tema dll. jadi saya memang harus memebrikan bintang setengah untuk novel ini.
Profile Image for Virania Nu'am.
5 reviews1 follower
April 20, 2011
kocak! gokil! ♥ sebelum dijadiin film, syukur saya udah baca novelnya jaman kapan dulu itu,jadi udh tau versi novelny gimana,. hHhaaha
sayang ini novel hilang waktu saya masi sekolah di SMA,. huhuhu udah saya cr2 kmn2, ksapa2, gk ketemu2 juga,. nyerah deh,... tunggu cetakan selanjutnya aja, muga2 masi ada.,. jadi nyesel klo mau minjemin novel lg,. :'(
Profile Image for Annisa Pratyasto.
46 reviews8 followers
February 17, 2012
terhanyut-tokoh-film. kesan saya membaca buku ini. efek setelah menonton film dan beberapa tahun kemudian baru membaca bukunya, mengungkung daya imajinasi saya dalam penggambaran tokoh-tokohnya. topik yang sederhana dan amat ringkas dibaca. komedi dalam beberapa hal, mungkin hanya asyik dibaca di zamannya :)
Profile Image for Teguh Gumelar.
8 reviews
January 19, 2016
sukses bikin ngakak, keabsurban kehidupan anak muda yang menurut saya termasuk bebas teuing.

tapi dibalik semua itu novel ini cukup menghibur, kata kata yang polos bahkan terkadang frontal membuat novel ini sangat dekat dengan kehidupan anak muda. mewakili kehidupan para jomblo hina didunia.

semoga para jomblo hina didunia segera membaca buku ini.
Profile Image for Mirna.
49 reviews6 followers
June 29, 2007
Baca iseng belaka. Garing luar biasa. Maaf bukan selera.
Profile Image for mina.
381 reviews12 followers
December 30, 2007
Buku ini minjem dari teman sekos di Jogja. Katanya sih lucu bangetttt! Sesudah aku baca, menurutku super duper garing. Aku tidak bilang sih sama yang minjamin, yang kebetulan namanya yasmin juga :D
Profile Image for Jelantik.
47 reviews3 followers
December 22, 2008
Ini buku kocak banget. Jangan baca buku ini di tempat umum. Nanti dikira pasien sakit jiwa loh karena cekikian terus :D
Profile Image for Susie Ncuss.
78 reviews14 followers
January 1, 2013
bukunya mantan mahasiswa itebe.
gue kira isinya lebih cerdas, tapi ternyata banyak adegan mesum dan lelucon jorok.
ga suka.
Profile Image for ukuklele.
462 reviews20 followers
November 23, 2020
Pertama kali saya membaca novel ini kira-kira tidak lama setelah terbitnya pada awal 2000-an, penasaran karena direkomendasikan oleh sebuah majalah remaja. Saya ingat ada bagian dari novel ini yang bikin saya mengakak malam-malam. Setelah itu, novel ini tidak tersentuh lagi, sepertinya dipinjamkan kepada entah siapa, dan tidak kembali. Maka, bertahun-tahun kemudian--mungkin ada satu dasawarsa--ketika melihat novel ini dalam kover baru di sebuah toko buku diskon, saya pun tertarik membelinya lagi.

Novel setebal 211 halaman, dengan paragraf-paragraf yang cukup pendek, serta spasi agak renggang ini dapat dituntaskan dalam waktu singkat, mungkin sekitar dua jam. Untuk alur ceritanya, saya masih hafal. Terlebih, saya sudah menonton versi film novel ini yang pertama. Meski begitu, tetap ada kesan-kesan yang baru dapat saya tangkap sekarang dibandingkan dengan saat membacanya belasan tahun yang lalu.

Saya merasa ini novel yang digarap secara efektif dan efisien, walau kadang-kadang redundant dengan footnote-footnote yang enggak penting lagi menyebalkan. Ceritanya mudah diikuti dan sangat ringan, yang bikin berat paling-paling selipan materi kuliah Teknik Sipil. Humornya pun, yah, lumayan untuk ketawa-tawa tipis. (Tergantung pada selera pembaca sih, terus terang saya tidak merasakan ini selucu waktu pembacaan pertama.)

Tokoh-tokohnya memiliki karakter yang khas, kuat, terasakan perbedaannya masing-masing. Tokoh yang paling berkesan buat saya yaitu Doni, karena manly abis. Kayaknya dia tipe cowok yang walaupun sudah dikenal sebagai playa, tetap saja cewek-cewek berharap padanya. Alpha male, apalah.

Walaupun sinopsisnya mengatakan ini kisah "empat sahabat dengan masalah mereka dalam mencari cinta", porsi yang diberikan kepada masing-masingnya tidak merata. Ceritanya berpusat pada tokoh Agus. Plotnya memakan sebagian besar cerita. Kemudian ada konflik sekunder berupa cinta segitiga antara Olip-Asri-Donny dengan porsi yang kurang daripada itu. Setelahnya, ada sedikit kisah asmara Bimo yang terus terang seperti sekadar pelengkap. Setelah hubungan singkatnya dengan Febi kandas, peran Bimo tidak lebih daripada peramai penggembira pemakan jangkrik.

Tiap-tiap plot dan sub-subplot itu memunculkan amanat yang jelas, bahwa menjalin cinta itu memerlukan: komitmen, tanggung jawab, keberanian, dan ... tampang.

Bacaan eskapis yang manis untuk "jomblo-jomblo hina". Take that blue pill, boyo!
Profile Image for Puspa.
168 reviews2 followers
September 23, 2020
Empat sahabat satu kampus ini mengaku berstatus jomblo alias tidak punya pacar. Mereka adalah Agus, Doni, Olip dan Bimo. Alasan mereka menjomblo beragam. Ada yang tidak laku-laku adapula yang takut komitmen.

Di antara mereka hanya Bimo yang tidak mempermasalahkan status jomblonya. Ia lebih memilih mengisap ganja daripada membuang waktu mengejar wanita idaman. Apalagi ketika ia mendapatkan sambutan tidak menyenangkan dari Febi. Ini jelas berbeda dengan Doni. Ia gampang mendapatkan wanita dengan paras lumayannya. Namun, ia tidak menginginkan ikatan. Baginya lebih enak menjomblo dan berganti-ganti pasangan.

Sikap Doni ini disirikin Agus. Ia iri sekaligus sebal dengan mudahnya Doni bergonta-ganti pacar. Ketika ia akhirnya berhasil mendapatkan Rita. Ia berjanji akan menjadi pacar yang baik dan setia. Namun, rupanya godaan meruntuhkan tekadnya. Ia tetap bersama Rita dengan Lani sebagai selingkuhan.

Lain halnya dengan Olip. Ia terus mendambakan cinta Asri. Malang nasibnya. Gadis idamannya itu malah terpikat oleh Doni. Asmara itu lama kelamaan tidak dapat ditutupi. Doni akhirnya harus memilih meninggalkan Asri atau kehilangan sahabatnya

Sekilas kisah di atas mirip dengan cerita-cerita cinta penghuni kampus lainnya. Bedanya, Adhitya Mulya, membungkusnya dengan humor. Dari bab pertama hingga terakhir, pembaca akan dibuat tergelak dengan kelakuan empat pemuda jomblo itu. Dulu waktu kali pertama membaca rasanya begitu lucu, tapi kini malah terkesan biasa saja.

Ulasan juga tayang di dewipuspasari.net
Profile Image for Kunkunaprisakti.
7 reviews
July 22, 2024
Inget banget pertama kali saya baca ini waktu saya masih kelas 1 SMP. Belinya pun ga sengaja. Ngeliat di kasir indomaret/alfamart waktu itu. Saya lagi suka buku-buku jokes 2000an, saya kira ini salah satunya.

Ternyata saya salah. Ceritanya lucu, vulgar dan kuat untuk saya yang waktu itu masih SMP. Se-kena itu untuk saya bahkan sampai sekarang pun saya masih inget ceritanya. Bisa dibilang ini jadi salah satu novel-novel awal yang ngebuat saya suka baca novel.
Profile Image for Triyul.
46 reviews2 followers
April 5, 2020
banyak yang bilang buku ini gokil. tapi pas pertama baca, kok berasanya garing ya?!

apa mungkin karna aku baca di barengi suara bising tipi jadi ga fokus dan menikmati jokes yg disajikan. apa mungkin selera humorku yg beda.

tapi tetep aja sih aku menikmati ke-absurd-an kisah cinta sekawan ini.
Profile Image for Agung Setiawan.
9 reviews
December 8, 2016
Buku remaja terbaik yang pernah saya baca! Bagaimana kehidupan Agus dan ketiga sahabatnya berjuang mencari cinta, menemani hari-hari saya waktu masih kuliah dulu. Dari sini kekaguman saya pada penulis bermula, hingga akhirnya rajin hunting buku & mengikuti tulisan-tulisan terbarunya via blog.
Profile Image for Ayu Welirang.
Author 17 books93 followers
June 13, 2022
Kayaknya gue udah lama sih baca ini, tapi kok belum pernah review yak? Gue baca ini di versi Google play books dan suka sih. Baca ini sebenarnya buat belajar cara bikin persahabatan cowok-cowok. XD
Profile Image for Amel.
100 reviews
March 9, 2023
novel dan film sama sama bikin ga bosen dan seru
11 reviews
December 28, 2024
Baca buku ini waktu masih teenager, suka banget karena ceritanya ringan
Profile Image for Ronald Otong.
112 reviews4 followers
March 9, 2017
Baru inget dlu pernah baca buku ini, tp lupa tahunnya, kyknya jaman SMA deh.
Dlu sih lucu pas baca, ga tau deh klo sekarang baca lagi.
Yang jelas filmnya lucu :D
OST nya juga keren2 (Candil msh d Seurieus)
Profile Image for Cynthia Angelia.
14 reviews128 followers
April 13, 2015
first, covernya menarik banget dengan judul yang menjadi permasalahan booming di kalangan muda jaman sekarang.
dan jujur, gw gak cuma jatuh cinta sama covernya doang, tp juga sama penulisnya #ups salah..
hahahaha.. enggak, maksud gw isi novelnya hahaha...
novel ini mampu membuat gw ketawa ngakak dan juga nangis di sela2 ceritanya.
well....
cukup salut dengan bang Adhit yang menaruh beberapa keterangan (di pojok kiri bawah dengan tanda '*') dan dari situ dibuat beberapa unsur komedi yang bisa bikin ngakak.
ohyaa... suka banget di bagian cerita waktu si Agus lari-lari pake kostum ayam sambil dikejar-kejar sekuriti kampus demi dapetin no telpon n alamat si Lani...
bikin ngakak sekaligus terharu banget...
dan sumpah gw jd ngebayangin kalo ada di posisi Lani yang diperjuangkan segitunyaaa.... >.<

novel ini juga sukses bkin gw nangis waktu baca tentang penolakan si Olip dan baca puisi di suratnya.. dan gw jg sebel sama si Doni yang jelas2 udah nyakitin perasaan sahabatnya sendiri namun masih ga merasa bersalah...
well.... gak tau jg sih..
mgkin karna mereka cowo jadi ga terlalu sensitif dan dramatisir perasaan...
jadi bingung jg mau ngambil pihak Doni ato Olip.
oya...
perpisahan agus dan si dewi embun (baca:Lani) itu sedih banget..
apalagi diliat gmn sikap Agus yang memang bner2 sayang sama si Lani
dan perjuangan yang udah dilakuin
gw jd bingung... disisi lain ak pengen mereka terus bersama, namun juga ingin mereka berpisah
karena dr segi moral keputusan agus untuk selingkuh sudah salah dari awal.
dan ini sempet bikin gw dilema sebagai penikmat novel ini..
dan...
oh my ghost...
kata2 agus itu sedih banget di bab terakhir yg bilang
"setiap butir embun akan mengingatkan saya akan kamu." #mulaisedih
eh si Lani tanya
"Setiap hari?" #gwmulaiberdesirkalangkabut
si Agus kampret jawab
"Sampai saya mati." #kamarbanjir #gwterisak #bukahalamanwaktuayam2an

butt...
reallyy...
sayaaaaa penasaraaaannn sama kisah akhir yang masih gantung
why ??
karna ga diceritain gmn hubungan doni n olip... apa sungguh mereka ga sahabatan lg ?? sedih lohhh :( :(
ga diceritain jg gmn nasib status olip.. yg ternyata ganteng tinggi putih...(deskripsi asri waktu di toilet sama lani)... sayang banget kan org sekeren dia ga dpt jodoh...
well... gw sempet berhayal sendiri
kalo kalo ternyata si Lani pcran sm si Olip
dan si Olip akhirnya bisa memaafkan si Doni
dan bimo ga makan jangkrik lagi...
paling engga rasa penasaran ku akan terobati dan cerita berakhir dengan sedikit lebih jelas..

over all...
i love it....
Olip yg tampan.... tenang masih banyak cwe di dunia ini dan semangat move on nya :D doni memang bangsat....
hahahahahaa....
Profile Image for Nadhira R..
Author 1 book3 followers
March 6, 2015
Well....
Buku ini memang mencirikan humor khas Adhitya Mulya *sok tau*, tapi secara karena kontennya yang 'menjurus', buku ini sedikit kehilangan pesonanya, menurut saya. Selain itu, akhirnya bukanlah sebuah happy ending, tapi sedikit menggantung dan membuat bertanya 'Loh, udah selesai?', 'Jadi gini? Terus abis itu gimana?'.

PS: Saya bukan seorang reviewer yang handal, hanya menilai berdasarkan preferensi pribadi.

Jomblo bercerita tentang empat sahabat dengan kisah cintanya masing-masing, seperti yang diceritakan di sinopsisnya.

Ada Agus yang mencari wanita keibuan sehingga berpacaran dengan Rita, tetapi kemudian bertemu Lani yang sangat cocok dengannya, hingga Agus memutuskan untuk selingkuh. Ada Bimo, pemuda Jawa dengan tampang pas-pasan yang jatuh cinta pada Febi, perempuan yang dikenalnya dari telepon salah sambung dan ditolak ketika akhirnya bertemu. Ada Olip yang jatuh cinta pada Asri selama tiga tahun tanpa berani berkenalan dengannya. Serta ada Doni, playboy 'sekali jalan', yang ternyata kemudian menjadi pacar Asri, gadis yang dicintai sahabatnya.

Diwarnai kisah PDKT Agus dengan Rita yang mengorbankan Doni untuk bermain dengan keponakan Rita. Cara Agus berusaha mendapatkan alamat Lani dengan berkeliling kampus menggunakan kostum ayam. Kencan buta Bimo dengan Febi yang berujung penolakan, dsb.
Displaying 1 - 30 of 357 reviews

Join the discussion

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.