re:ON Comics Infinite menghadirkan antologi komik misteri: Shivers, komik dengan cerita dan materi yang lebih menantang dan dikhususkan untuk pembaca yang lebih dewasa. Shivers, merupakan kumpulan komik thriler karya para komikus muda berbakat Indonesia yang pantang untuk dilewatkan.
Reuni - Revival - Requiem | Story: Andik Prayogo Art: Felix Setiawan Berawal dari acara reuni, Aldi dan kelima sahabatnya yang menjadi berantakan gara-gara sebotol minuman keras. Aldi berusaha memperbaiki dan menebus segala kesalahannya, dengan kembali ke tempat di mana dia pertama kali berkumpul bareng sahabat-sahabatnya.
Kris | Story: Yudha Negara Nyoman Art: Aloysius Alfa Menceritakan kisah seorang wiyadana (pemburu supranatural) pemula yang harus membagi waktu antara aktivitas sekolahnya dengan pekerjaannya di malam hari yaitu memburu para makhluk jadi-jadian.
Midnight Visitor | Story & Art: Nan Nan Percaya tidak percaya, terkadang takhayul yang dipercaya oleh orang tua ada benarnya. Ada yang menyebutnya sebagai Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis), ada pula yang menganggapnya sedang mendapatkan kunjungan dari ‘tamu tak diundang’ di tengah malam.
Freudian | Story: Yudha Negara Nyoman Art: Bening Andyani Tidak ada yang pernah menyangka bahwa perjalanan liburan sekelompok mahasiswa akan menjadi amat mencekam hanya karena ulah sebuah tutup botol kopi susu.
Kali pertama baca komik seram indonesia, Indonesia dan seram agak sinomin sebenarnya jika kita mengikuti produk produk seram mereka terutamanya filem yang sememangnya tak dapat dinafikan lagi kualitinya.
Seram, luas sebenarnya konteks seram, tak semestinya hantu, itulah yang aku perasan cuba diterapkan dalam antologi ini. Tak seperti koleksi seram terbitan gempakstarz yang terbaru yang seperti agak hilang taringnya berbanding era PUYUH dulu dulu. (Kau hilang idea bila skop seram kau hanya hantu je)
1.REUNION, REVIVAL & REQUIEM karya ANDIK PRAYOGO & FELIX SETIAWAN
Art persis Oga, cerita yang agak menarik, dibantu oleh "pencahayaan" suram sepanjang masa. Cuma banyak sangat plot twist haha
2. KERIS by YUDHA & ALOYSIUS
Cover story, best,cuma art kurang sharp. Ala-ala Bleach.
3. NIGHT VISITOR by NAN NAN
Cuma 6 mukasurat, tapi komik inilah yang paling seram sekali!
4. PSIKO by YUDHA & BENING
"Buat apa nak takut hantu, manusia lagi bahaya". Cerita paling best sekali...
Sebuah antologi komik seram yang memuatkan 4 komik bergenre seram dan misteri karya artis-artis komik dari Indonesia. Ada komik yang menggunakan tema unsur-unsur mistik nusantara, dan ada juga berunsur thriller. Bagi saya, komik ini menghiburkan, tapi takde lah seram mana, ala-ala siri 'Dari Alam Angker' keluaran Gempakstarz. Lukisan komik pula menggunakan sketch manga, dan artis-artis berjaya menyampaikan mood seram dalam karya mereka. 4 komik yang dimuatkan di dalam buku ini adalah:
1) Reuni - Revival - Requiem (Story: Andik Prayogo/ Art: Felix Setiawan) Kehidupan Aldi mula ditimpa musibah selepas dia membeli sebentuk cincin dari seorang bomoh. Apakah misteri di sebalik cincin itu? 3.5/5
2) Kris (Story: Yudha Negara Nyoman/ Art: Aloysius Alfa) Kisah tentang Wiyadana, iaitu pemburu hantu puaka. Pada siang hari, mereka ada pelajar sekolah biasa. Pada malam hari pula, mereka memburu hantu puaka yang melakukan kekacauan. 3/5
3) Midnight Visitor (Story & Art: Nan Nan) Elis tidak mempercayai kewujudan makhluk halus. Pada malam itu, dia dikunjungi oleh tetamu dari alam ghaib semasa tidur. 4/5
4) Freudian (Story: Yudha Negara Nyoman/ Art: Bening Andyani) Kisah 4 remaja yang bercuti di sebuah villa. Akibat rasa tamak dan cemburu, mereka saling berbunuhan. 4.5/5
9 ratings total 3.22 stars that was pretty bad isn't it. Padahal ceritanya di dalam lumayan. Kecuali 3 cerita pertama: Reuni, Revival, dan Requim (gambarnya kurang rapi for my taste dan ceritanya juga biasa aja).
Kris bagus banget. Pemburu supernatural almost like Bleach campur Supernatural but just as good.
Midnight Visitor serem banget! Padahal paling pendek critanya dan sebenernya biasa aja, jamak, tapi gambarnya top abis!
Freudian agak terlalu pendek critanya tapi gambarnya bagus dan plotnya rapi jadi overall sih bagus-bagus aja. Bakal lebih bagus kalo kisah ini yang dipajangin.
Kumpulan komik misteri yang cukup menghibur. Sayangnya jumlah halaman yang kurang banyak membuat saya kurang menikmatinya.
Ada empat cerita: 1. Reuni - Revival - Requiem Cukup membuat penasaran, untuk dua bab pertama saja tapinya. Bab pertama, masa sekarang, ada kejadian. Bab kedua, masa lalu, penyebab untuk kejadian di bab pertama. Sampai sini cerita udah cukup bikin penasaran. Tapi sayangnya di bab 3, bab penyelesaian... twist yang diberikan (bagiku) sedikit mengganggu dan (terasa) agak maksa.
2. Kris Untuk ukuran cerita one-shot, judul ini terlalu nanggung. Sangat sangat nanggung. Kurangnya penjelasan ini itu, adanya pemborosan panel pada satu adegan yang sebenernya bisa diringkas. Terus penggambaran panel perpindahan masa sekarang ke masa lalu, lalu balik lagi ke masa sekarang kurang mengalir, kurang enak dibaca. Gambar jejadiannya juga kurang serem, terlalu 'keren' dan 'moderen'. Yah ini selera sih, ngeliat judul langsung ngebayangin sesuatu yang 'lokal' dan 'tradisional'.
3. Midnight Visitor Jujur saja, saya beli komik ini karena judul ini nih, karena nama pengarangnya, Nan Nan! Dan setelah baca hasilnya? Sereeeeeemmmm! Asli serem banget gambarnya! Jarang banget baca komik horor yang gambar hantunya seserem ini, dan bisa bikin saya merinding. Serius ini serem banget. Biasanya ga kayak gini kalo baca komik horor mana saya baca malem-malem sendirian di kamar. Sayang dibuat kecewa karena jumlah halaman yang sedikit.
4. Freudian Judul ini hampir sempurna dari segi cerita, gambar, maupun tokohnya.. cuma twist yang dimunculin di akhir cerita kurang pas. Seharusnya bisa diperbaiki lagi, atau ditambah halamannya, jadi bisa lebih greget, jadi saya bisa lebih merasakan 'kegilaan' manusia itu sendiri.
Reuni, Revival, Requiem - ingatkan mesej dia jangan main bomoh. Tapi ending dia jadi mamat main bomoh tu pulak jadi hero. Memang plot twist yang pelik.
Kris - kisah pemburu hantu puaka. Macam cerita anime sikit tapi senjata dia keris, ada la kelainan sikit. Cuma ending macam tak berapa faham. Ada karakter yang dah mati tapi tak berapa mati. eh
Midnight Visitor - cerita ni sangat simple dan relatable. Ending dia bagi mesej yang jelas pasal jangan pelekehkan dan berlagak berdepan 'benda' yang kita tak tahu.
Freudian - Plot permulaan rasa macam, "oh, ni pasal cerita cinta 3 segi ni..." Tapi ending dia lagi best dari yang disangka!
Lumayan, gak serem amat. Banyakan biasa aja ceritanya, gambarnya juga lumayan detail dan rapi.
1. Reuni, Revival, Requiem - 2/5 biasa aja ceritanya dan mudah ditebak, secara alur cerita dan gambar okelah.
2. Kris - 2/5 Sebenernya oke ide ceritanya, mirip komik Jepang, Bleach. Cuma detail gambar masih kurang dan alur cerita ada yang loncat bikin agak bingung.
3. Midnight Visitor - 3/5 Paling serem sih, mengangkat urban legend. Detail gambar cukup bagus.
4. Freudian - 2.5/5 Plot twistnya lumayan, alur cerita masih berantakan dan banyak loophole yang aneh. Gambar biasa saja.
Beli uda lamaa, tapi waktu itu stuck di cerita terakhir. Akhirnya baca ulang pas beli yang volume 2. Entah kenapa cerita terakhir ini rasanya menyebalkan sekali, hampir gak sanggup namatin gw. Yang paling serem cerita ketiga, short but scary.
Jika bisa berkata jujur, komik ini kubeli karena punya niat mendukung seniman komik Tanah Air. Maka dari itu wajar saja jika aku merasa kurang akrab dengan nama-nama penggambar dan pembuat cerita. Secara umum, bolehlah untuk menjadi hiburan di saat senggang. Sayangnya ceritanya kurang digali lebih dalam. Padahal bisa dibuat lebih njelimet dan memancing rasa penasaran. Dugaanku, konflik-konfilknya kurang dieksplorasi karena keterbatasan halaman. Cerita terakhir, "Freudian", sebetulnya punya potensi untuk jadi lebih bagus. Sayangnya, bolong besar dalam plot ceritanya justru dipajang di halaman terakhir. Harusnya editor bisa meminta ceritanya diperbaiki agar tidak membuat kesalahan sefatal itu.
So excited to see local comic anthology specified on the horror/thriller genre! Although there is so much room for development - in term of plot and characters, four stories in this anthology are worth to read. That being said, one story (Midnight Visitor) is particularly great. Great on the level of 'Fuan no Tane' greatness. With the involvement of Nan Nan's piece Midnight Visitor on this volume, I wish to read their next publication - and hope they will progress even better.