Kita, orang Kristen, percaya bahwa kita diutus Allah di bumi dan harus mewujudkan kehendak-Nya "di bumi seperti di surga" -sesuai dengan doa yang diajarkan Yesus Kristus. Dengan demikian, tak dapat tidak kita harus siap bagi bumi, harus mengetahui fakta-fakta tentang bumi (istimewanya dari kacamata Alkitab), dan harus punya suatu kadar kebetahan tinggal di bumi.
Dalam Di Bumi Seperti di Surga #2, Sam Tumanggor melanjutkan telaah tentang kehendak Allah yang mencakup secara luas segala bidang kehidupan di dunia, bukan bidang agama dan kerohanian saja. Ia mengajak umat Kristen untuk menyelami ajaran Alkitab tentang perbuatan baik dan pekerjaan sekuler, mengenali Kitab Suci secara utuh dan objektif, serta mengembangkan persaudaraan hati alih-alih perseteruan hati di antara sesama pengikut Kristus.
Buku ini berisi ide-ide segar, alkitabiah, dan layak dikaji oleh setiap orang Kristen yang sudah "serius dengan Allah" dan mencari perwujudan kehendak-Nya di bumi seperti di surga.
Di halaman kedua buku (yang saya 'terima' -gagal move on dari Bab 11-) ini, tertera tanda tangan Bang Sam tertanggal 24.05.2016. Ya, cukup jauh jaraknya dengan waktu sekarang. Itu berarti, setelah buku ini dulu saya terima, bacanya ga selesai2. "Ampun, Bang". :D Kelarnya baru skrg, di Malang 2018.
Seperti Buku #1, pesan2 Bang Sam selalu tegas. Bayangin aja intonasi suara Bang Sam (yg biasa kita dengar di kelas menulis) waktu baca buku-bukunya. Jelas bgt bikin nangis, haha.
Bab 10-11 mrpkn hal yg sangat ptg utk direnungkan menurutku, apalagi dlm situasi 'panas' persiapan pilkada skrg. Ada (banyak) pesan2 yg pas untuk boleh diaplikasikan oleh kita (yg menyebut diri sbg Pengikut Kristus dan mempercayai Alkitab) dalam memberi 'pencerahan' di medsos2 kesayangan kita. Buku ini menyarankan kepada kita untuk tak memilih profesi menjadi "Penembak Runduk Kristen". Seharusnya kita selalu belajar utk ga pernah, ga tergoda buat sombong, karena SEMUA yg ada pd kita adalah PEMBERIAN. Saya, kita, butuh pertolongan Tuhan utk berhikmat kapan pun. Semoga semangat Kristen Doang menjadi dasar bagi kita utk tetap rendah hati dan mempu menerima dan memahami banyak hal secara luas.
Saya memahami makna kedok Allah dan kekristenan laten lewat buku yang bagus ini. Saya juga semakin semangat untuk melakukan perbuatan baik. Buku yang sangat mencerahkan pemikiran saya sebagai orang Kristen!
Buku ini banyak mengilhami saya tentang perbuatan baik dan Kristen Laten.
Saya menjadi semakin giat untuk melakukan perbuatan baik karena dengan itu saya sedang mewujudkan doa jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.
Saya juga diilhami tentang pentingnya menjadi seorang Kristen Laten. Dengan menjadi Kristen Laten saya semakin "merdeka" bekerja profesional di bidang pekerjaan saya saat ini.
Buku ini patut dibaca setiap orang yang rindu dipakai Allah untuk mewujudkan kehendakNya di bumi seperti di surga.
Gara-gara buku ini, saya jadi lebih menghargai setiap perayaan ulang tahun. Umur yang bertambah panjang itu berarti bertambah panjang juga kesempatan bagi yang berulang tahun untuk berkarya di bumi ini. Saya punya banyak kawan (baik yang senior maupun yang masih muda) yang karya baiknya di bumi saya anggap luar biasa dan saya berdoa umur mereka terus dipanjangkan.
Gara-gara buku ini juga saya bersyukur punya kawan-kawan yang berbeda gereja dengan saya. Saya jadi bisa melihat keragaman di dalam kekristenan. Lewat pergaulan dengan kawan-kawan itu, saya melatih jiwa "Kristen doang" saya. Saya berharap suatu hari nanti gereja-gereja bisa bersatu, tidak berseteru. Tampaknya inilah yang dirindukan sekaligus diresahkan oleh penulis buku ini.