Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perempuan dalam Budaya Patriarki

Rate this book
Penindasan, eksploitasi, dan tekanan sosial yang dialami perempuan bukanlah ciri masyarakat Arab atau negara Duni Ketiga saja. Semuanya merupakan bagian yang integral dari sistem politik, ekonomi, dan budaya yang berpengaruh besar dalam hampir seluruh dunia, baik sistem itu melingkupi masyarakat terbelakang dan masih bersifat feodal, atau yang mewarnai masyarakat industri modern yang menyerah kepada pengaruh revolusi sains dan teknologi.

Keadaan dan persoalan-persoalan kaum perempuan dalam masyarakat manusia kontemporer lahir dari perkembangan sejarang uang yang membuat suatu kelas menguasai kelas lain dan laki-laki menguasai perempuan. Mereka adalah produk kelas dan seks.

429 pages, Paperback

Published January 1, 2011

Loading...
Loading...

About the author

Nawal El Saadawi

119 books3,785 followers
Nawal El Saadawi (Arabic: نوال السعداوي) was born in 1931, in a small village outside Cairo. Unusually, she and her brothers and sisters were educated together, and she graduated from the University of Cairo Medical School in 1955, specializing in psychiatry. For two years, she practiced as a medical doctor, both at the university and in her native Tahla.

From 1963 until 1972, Saadawi worked as Director General for Public Health Education for the Egyptian government. During this time, she also studied at Columbia University in New York, where she received her Master of Public Health degree in 1966. Her first novel Memoirs of a Woman Doctor was published in Cairo in 1958. In 1972, however, she lost her job in the Egyptian government as a result of political pressure. The magazine, Health, which she had founded and edited for more than three years, was closed down.

From 1973 to 1978 Saadawi worked at the High Institute of Literature and Science. It was at this time that she began to write, in works of fiction and non-fiction, the books on the oppression of Arab women for which she has become famous. Her most famous novel, Woman at Point Zero was published in Beirut in 1973. It was followed in 1976 by God Dies by the Nile and in 1977 by The Hidden Face of Eve: Women in the Arab World.

In 1981 Nawal El Saadawi publicly criticized the one-party rule of President Anwar Sadat, and was subsequently arrested and imprisoned. She was released one month after his assassination. In 1982, she established the Arab Women's Solidarity Association, which was outlawed in 1991. When, in 1988, her name appeared on a fundamentalist death list, she and her second husband, Sherif Hetata, fled to the USA, where she taught at Duke University and Washington State University. She returned to Egypt in 1996.

In 2004 she presented herself as a candidate for the presidential elections in Egypt, with a platform of human rights, democracy and greater freedom for women. In July 2005, however, she was forced to withdraw her candidacy in the face of ongoing government persecution.

Nawal El Saadawi has achieved widespread international recognition for her work. She holds honorary doctorates from the universities of York, Illinois at Chicago, St Andrews and Tromso. Her many prizes and awards include the Great Minds of the Twentieth Century Prize, awarded by the American Biographical Institute in 2003, the North-South Prize from the Council of Europe and the Premi Internacional Catalunya in 2004. Her books have been translated into over 28 languages worldwide. They are taught in universities across the world.

She now works as a writer, psychiatrist and activist. Her most recent novel, entitled Al Riwaya was published in Cairo in 2004.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
39 (51%)
4 stars
18 (23%)
3 stars
6 (7%)
2 stars
4 (5%)
1 star
9 (11%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Kaha Anwar.
46 reviews5 followers
Read
June 4, 2016
Barangkali, perempuan itu seperti huruf-huruf yang tak akan habis dituliskan, dirangkai menjadi sebuah kalimat. Anda bisa menuliskan apa saja tentang perempuan: mulai ujung rambut hingga ujung "anu"nya. Selain Nawal, beberapa waktu yang lalu aku sempat membaca tulisan Shereen el-Fiki yang juga menyoroti dunia perempuan. Baik Shereen maupun Nawal, menurutku, menempatkan perempuan dalam sangkar kekuasaan, menjadi sebuah objek sistem yang (seakan) dipegang kaum laki-laki.
Aku sendiri berpandangan sebaliknya, Anda boleh setuju atau tidak, perempuan itulah sebenarnya yang menggenggam dunia. Ia objek sekaligus subjek. Kalau ia (seakan) terpasung dalam kekuasaan, itu sebenarnya "senjata tak terlihat" yang dimilikinya. Banyak kaum lelaki yang terjunggal oleh perempuan. Kalau disebut dalam kekuasaan patriaki, ya, boleh jadi itu semacam kemasan saja. Perempuan itu tetap menjadi pusat kosmos, setelah Tuhan.
Itu saja.
Profile Image for Rizki Febriani.
59 reviews
April 24, 2023
Ini buku paling berkesan yang aku baca. Aku ingat setelah membaca bagian mengenai sunat perempuan, aku langsung dapat mimpi buruk soal sunat perempuan. Penggambarannya cukup detail untuk bagian ini, sehingga aku perlu memberi peringatan bagi pembaca yang tidak kuat untuk membaca mengenai pengalaman yang tidak mengenakkan.

Berangkat dari pengalaman Nawal sendiri yang juga adalah aktivis perempuan, dokter, juga penulis asal Mesir yang timbuh dalam keluarga yang patriarki. Ia merasakan sendiri bagaimana rasanya disunat sebagai perempuan. Lalu, sebagai dokter, ketika ia berpraktik, ia juga mendapati banyak masalah kesehatan perempuan baik fisik maupun psikis yang diakibatkan kuatnya budaya patriarki dalam masyarakat Mesir yang termanifestasi dalam praktik sunat perempuan.

Nawal percaya bahwa sunat perempuan sendiri adalah cara untuk mengontrol tubih dan seksualitas perempuan yang jejaknya bisa ditelusuri sebelum datangnya Islam, hingga ke zaman para Pharaoh.
10 reviews
January 28, 2025
Data-data yang diangkat di sini cukup bikin miris dan marah tentang bagaimana perempuan diperlakukan tidak adil di Timur Tengah sana. Sayang terjemahannya kasar banget di beberapa bagian jadi ga enak untuk dibaca.
Profile Image for Adelia.
15 reviews5 followers
June 30, 2025
Thought it was about feminism in general but specifically this book focused on the middle east issue — I mean i’m so sorry I skipped a lot about the Arabic history narratives because I don’t really have a thing for history in general
Displaying 1 - 5 of 5 reviews