Maps. Karya pertama kak Radin yang berhasil kubaca sampai tuntas. Sekaligus novel lahiran wattpad pertama yang mengisi rak buku di kamarku. Memang pada awalnya aku begitu antusias untuk beli novel ini setelah lihat review - review yang sangat meyakinkan di aplikasi goodreads. Jadi, begitu ada waktu luang, tanpa banyak berpikir aku langsung meluncur ke toko buku, khusus untuk beli novel Maps ini.
Novel ini menceritakan tentang persahabatan antara Gita dan Gellar yang dibumbui dengan cinta. Mereka adalah sepasang sahabat yang selalu bersama sejak kecil karena bertetangga. Bahkan, hubungan mereka jauh lebih akrab dari sepasang kekasih! Karena kedekatan mereka, para wanita yang menaruh hati pada Gellar seakan melangkah mundur perlahan - lahan. Pun sebaliknya, Gellar juga selalu memasang mata pada lelaki yang mencoba mendekati sahabatnya.
Sejak awal cerita, Gita memang dikisahkan mencintai Gellar. Akan tetapi, lelaki itu sama sekali tidak menunjukkan tanda - tanda bahwa ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh Gita. Hingga tiba pada satu bagian dimana Bunga kembali pada kehidupan mereka. Bunga adalah mantan kekasih Gellar saat SMP. Dan hingga kedatangannya, Gellar masih menyimpan rapi perasaannya untuk Bunga.
Lalu Dio masuk ke dalam kehidupan mereka. Ia merupakan sahabat Gellar semasa SMP. Perlahan - lahan dia mulai mendekati Gita. Entah kenapa, Gellar tidak merestui kedekatan keduanya, walaupun ia sudah memiliki Bunga. Menurut Gellar, Dio bukanlah orang yang baik, tidak cocok untuk Gita. Gellar takut Gita justru disakiti oleh Dio.
Satu konflik baru hadir dalam hidup Gita. Mamanya divonis terkena penyakit yang sangat parah. Beliau dianjurkan untuk segera berobat ke Singapura, Yang artinya, mau tak mau Gita harus ikut mamanya pindah ke Singapura. Selain Sarah - sahabat Gita - , tidak ada seorangpun temannya yang mengetahui berita akan kepindahannya. Bahkan Gellar sendiri - yang notabene merupakan sahabat karib Gita - tidak diberitahunya. Ia ingin kepindahannya menjadi rahasia.
Cerita bergulir pada kejadian empat tahun setelahnya. Gita memang masih berada di Singapura, namun belum menyelesaikan kuliahnya. Berbeda dengan Gellar yang baru saja lulus kuliah. Selama empat tahun, banyak sekali hal yang berubah. Terutama, kabar putusnya Bunga dan Gellar. Juga perasaan Gellar terhadap Gita. Entah kenapa, perasaan sayang-kepada-adik yang dulu Gellar rasakan terhadap Gita sudah menjelma menjadi cinta.
Di tahun keempat sejak ia menghilang tanpa kabar, Gita memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ia sengaja menitipkan surat untuk Gellar, yang mengharuskannya untuk pergi menemui Gita di kafe milik teman kakak tiri Gellar (Fikri). Tanpa berpikir panjang, Gellar langsung saja memenuhi permintaan sahabatnya itu.
Dan pertemuan mereka pun terjadi. Benar - benar tidak ada kecanggungan antara mereka - baik Gita maupun Gellar sangat mensyukuri hal tersebut. Hari itu mereka menghabiskan waktu bersama. Kembali mengenang masa - masa remaja mereka yang diwarnai dengan canda tawa bahagia. Tidak ada yang lebih Gellar syukuri selain kembalinya Gita.
Hingga keesokan harinya, disaat Gellar hendak mengutarakan perasaannya, kenyataan tersebut menamparnya. Ya, empat tahun merupakan waktu yang cukup banyak untuk membuat perasaan seseorang berubah, bukan? Begitupun dengan Gita yang bahkan telah bertunangan. Pupus sudah harapan Gellar.
Well, dari segi isi novel ini recommended banget. Memang sih, konfliknya baru terasa di halaman 200-an. But, at all, I love it! Cara kak Radin menuliskan ceritanya benar - benar bikin melting. Nggak perlu kata - kata kiasan, para pembaca sudah bisa dapat feel yang dibawakan. Bahasanya ringan, mudah dipahami, lengkap dengan kosa kata khas anak muda.
Tata letak (layout) nya juga rapiiii banget. Font yang dipakai nggak terlalu besar atau terlalu kecil, tapi pas untuk dibaca. Nggak buat mata capek. Pokoknya recommended deh :)