~Dia yang mencintaiku, tetapi aku justru mengabaikannya~
Ayla adalah mahasiswi abadi, masih berkutat dengan skripsinya pada saat teman-temannya lulus kuliah. Selain masalah akademisnya, semua terasa baik-baik saja. Ada Ando, sang kekasih yang tak pernah ia kenalkan pada papanya. Ada Viana dan Dilan, dua sahabat baiknya yang benar-benar gila.
~Mencintaimu itu bagaikan terbang mengendarai pesawat. Memiliki tanggung jawab yang besar dengan tingkat risiko yang sangat tinggi~
Berbekal wasiat mendiang papanya, Arsen mendatangi gadis itu dan ingin menikahinya. Walau ia ditolak mentah-mentah, tapi ia tidak menyerah. Ia akan selalu bersabar dan terus berjuang untuk meluluhkan hati si singa betina itu. Karena ‘sabar’ adalah nama belakangnya.
~Karena perasaan orang yang sudah kecewa, akan sulit diobati~
Menikah tidak menjadikan mereka bebas dari masalah. Saat mereka sudah melangkahkan kaki bersama sebagai pasangan suami-istri, saat itulah ujian demi ujian menghadang mereka. Sanggupkah mereka melewatinya bersama walaupun pernikahan itu terjadi bukan atas dasar cinta?
Buku ini ngebuat aku lebih pinter, utk jgn tertipu sama embel2 "lebih dari 3 jt orang" karena kualitasnya ternyata nggak sebanding dengan harganya yg mahal (mahal mgk krn tebal yaa). 2 bintang aku sematkan utk Ayla yang demi Tuhan, menyebalkan, egois, nggak jelas, labil, kekanakan. Arsen yg dibuat terlalu sempurna (bad boy yg berubah menjadi good boy) biar diceritakan cocok utk Ayla yg bad girl gitu yaa? serasa type2 Fedi Nuril yg alim trus dikawinkan sm Abegeh yg doyan pake baju seksi dan kalo galau, doyannya minum cairan kuning pekat (penulisnya nulis gini, mgk itu teh yg bikin mabok😂). Okelah, mgk mereka bisa jadi couple yg sweet di tengah drama (honestyl, buanyaaak drama) yg penulis ciptakan. Yang paling mencolok bt aku adalah, Arsen tb2 ngilang kelar neneknya mangkat krn ya... boleh dibilang ada kesalahan Ayla disitu, lalu Ayla yg shock ditinggal Arsen, jadi sedih tak berkesudahan dan demi memaksakan feel bertambah sedih, dibikinlah Ayla ini keguguran yg bodohnya gegara minum obat antidepresi, padahaaal dia tau sedang hamil. Ini gimana sih? penulis emang mau bikin Ayla keliatan tercela dan bodoh banget gt kah? hhhhhhh, orang hamil mau makan nanas aja mikir2, lah iniii obat antidepresi, yg mana nggak gampang kan utk dapat obat itu? sebelumnya nggak ada tuh ceritanya Ayla ke dokter lalu dapat resep obat ini. Entahlah, mgk ghaib dokternya. Ah trus satu lagi, saat pertemuan pertama dg Nimas, apa segampang itu ngangkat anak? tinggal bilang ke ibu pantinya "Bu, aku suka yg ini. Aku ambil ya." ebuseett dikata ngadopsi kucing? sekali lagi, entahlah. Aku juga mau menyinggung sedikit ttg gosip novel ini plagiat novel negara tetangga dg judul 200% rindu awak-Liyana Zahim(yang sinetronnya juga udah kelar aku nonton). Memang, ada beberapa hal yg mirip, yaitu : 1. Alasan menikah (ibu bapak saling kenal, berjanji saling menikahkan anak dan juga sebagai hukuman atas skandal Ayla yg mabuk2an) 2. Pacar yg sm2 berengsek (iyesss, type pacarnya samaaa bgt). 3. Jodoh istikharah (alasan yg sama, kenapa Arsen dan Zill Faezrul-tokoh 200% rindu awak-mau menikah dan kekeuh mempertahanakan pernikahan, krn mendapat mimpi setelah sholat) 4. Ayla dan Armel Aisya-tokoh 200% rindu awak-dari awal sampe menikah, sama2 nggak tau lakinya itu supir pesawat😂 5. Pengambaran fisik Arsen itu seperti Zul Arifin versi sinetron 200% rindu awak. Tinggi, kekar, mata tajam dan hobinya tersenyum manis. Seriusss, gugel dehhh kalo nggak percaya. Aku nggak tau 5 hal ini bisa nggak langsung semena2 bilang 95% plagiat. Seriuss, ilmuku belum nyampe disitu. Yang aku tau, nggak ada ide cerita yg benar2 orisinil. Rata2 novel, drama, sinetron, film bisa jadi terinspirasi dari novel, drama, sinetron lainnya. Yang tau dg pasti ini niru atau nggak, yaa cuma penulisnya dan Tuhan yg tau, jadi nggak usahlah buru2 menghakimi. 😊
Jarang sekali aku tega memberikan bintang dua kepada buku yang kubaca tapi khusus untuk buku ini dengan terpaksa aku harus memberikan rate yang tak lazim ini.
Ada beberapa flaw yang aku garis bawahi di sini.
1. Karakter Ayla yang dangkal. Aku tidak bisa jatuh cinta dengan tokoh utama ini. Mengaku berumur 25 tahun tapi kelakuan kaya anak SMA, bahkan aku rasa anak SMA pun bisa lebih dewasa dan lebih mikir. Tidak dijelaskan mengapa dia memiliki karakter seperti itu walau memiliki orang tua yang cukup baik mendidik anak. Kedua, dia dikabarkan mahasiswa abadi tapi tidak dijelaskan konsekuensinya. Tidak ada peer pressure untuk segera lulus? Teman-temannya juga sama flatnya dengan tidak menyindir. Dan masih bisa bolos kuliah? Halo? Kalo semester akhir adanya bimbingan dosen dengan jadwal yang tidak tetap dan sama sekali tidak perlu surat dokter/izin bila ingin mengganti jadwal bimbingan.
Apakah pengarangnya benar-benar riset soal kehidupan anak kuliah?
2. Karakter Arsen yg too good to be true. Oke dia bertobat karena orang tuanya meninggal tapi aku tidak bisa simpatik dengan dia dan perjuangannya untuk memenangkan Ayla. Dia sana flatnya dengan seluruh tokoh di dalam kisah ini. Motivasinya tidak jelas, tujuan hidupnya kabur. Tidak ada pergumulan batin yang kuat ketika dia harus menerima cewe kekanakan kaya Ayla.
Sebenarnya aku ingin memberikan bintang satu pada buku ini, hanya saja aku menghargai penulis yang sudah menulis kisah ini setebal 500 halaman.
If i may give some input to the author, tolong riset. Amati sekitar, cari tahu topik yang ditulis, perdalam karakter yang diciptakan. Bukan sekedar cewe kekanakan keras kepala vs cowo too good to be true. Berikan mereka motivasi, berikan mereka pertimbangan, berikan mereka nyawa dengan mengupas kepribadian mereka selapis demi selapis.
Dari awal baca gaya penulisannya udah kurang “klik” sebenernya. Karakter si cewe juga ngeselin dan bocah bgt me dont like 😂 arsennya ya seperti karakter “cowo idaman” pada umumnya 😅 ya ga ada yg spesial sih, tapi lumayan buat nambah reading challenge lol
Kesan pertama saya selesai membaca buku ini adalah : Ternyata embel-embel “Dibaca lebih dari 3 Juta orang di wattpad” ada gunanya juga, karen bagi saya cerita ini sangat memberi arti banget buat saya. Yah, meskipun setahu saya dalam istilah sebuah cerita di wattpad adalah “viewers” dan seingat pengetahuan bahasa inggris saya yang kacau balau, viewers diartikan sebagai dilihat bukan dibaca lol (Duh, jemari saya nyinyir abis)
Awal saya membaca buku ini, sangat benci sekali dengan karakter tokoh utama—Ayla Hantara Muhti—yang kekanakan abis meskipun sudah berumur 25 tahun. Ayla digambarkan sebagai sosok yang kekanakan, egois banget, mau menang sendiri, nggak punya tata krama di depan orangtua, urakan, manja, cengeng, dan segala tindak tanduk buruk lainnya. Awalnya saya mengira penulis salah memasukkan arwah tulisannya ke dalam karakter tokohnya hingga menghasilkan sosok karakter dua puluh lima tahun tetapi justru semuanya terlihat seperti anak abegeh labil yang masih duduk di bangku SMP.
Namun semuanya terjawab di pertengahan isi buku. Di mana semua menjadi titik balik dari seorang Ayla Hantara Muhti, saat di mana Ayla egois dengan membohongi kantornya dengan mengatakan bahwa ia belum menikah dan hal tersebut diketahui oleh Arsen—suaminya. Perang mulut dalam rumah tangga terjadi yang mengakibatkan neneknya pingsan dan kemudian meninggal dunia. Arsen menjadi marah dan pergi bertugas untuk menenangkan diri sementara di antara kediaman Arsen diketahui bahwa Alya mengandung janin Arsen. Tak hanya itu, Ayla pun harus menerima pil pahit dengan mengalami keguguran.
Semua cobaan yang bertubi-tubi tersebut mampu mengubah dan menjungkirbalikkan emosi Ayla. Ayla nyaris depresi, dan kehadiran Arsen perlahan-lahan mengembalikan kondisi Ayla seperti semula. Dan di antara pemulihan kondisi Ayla yang depresi, Ayla berusaha untuk berubah. Demi Arsen, demi dirinya dan demi semuanya.
Bagi saya cerita ini seperti bercerita tentang proses dari seorang yang penuh keburukan menjadi lebih baik.
Cerita ini mengajarkan saya banyak hal. Tentang kesabaran besar milik Arsen, tentang perubahan besar yang sedang digapai Ayla dari sosok yang penuh dengan keegoisan menjadi sosok yang jauh lebih baik, dan tentang kedekatan dengan Tuhan. Cobaan yang bertubi-tubi dalam rumah tangga mereka pun mengajarkan saya satu hal, bahwa dalam berumah tangga tidak hanya ada satu masalah kemudian akan hidup happily ever after, melainkan setiap masalah akan selalu datang, bertubi-tubi. Namun bagaimana satu pasangan dapat saling menguatkan dan saling bertahan. Salut untuk penulisnya yang bisa menghadirkan pelajaran yang besar dalam satu cerita.
Untuk penulisan, ada beberapa kata yang typo, tapi tidak sampai membuat saya mengurungkan membaca cerita ini lol
Ada satu hal yang mengganggu pada halaman 342 – 343. Saya membeli buku yang cetakan pertama dan ada perubahan font dadakan. 3 paragraf pertama masih menggunakan font utama buku, namun paragraf selanjutnya berubah sampai akhir bab menggunakan font seperti Times New Roman.
Lalu pada hal. 43. Saya rasa ada beda penafsiran bunyi yang dwujudkan dalam suara tulisan. Seperti saat Ayla menendang kaki Arsen dan bunyi yang terdengar adalah “Brak”. Karena dalam praktiknya langsung, saat saya menendang kaki seorang, bunyi yang ditimbulkan bukanlah “brak”, kecuali jika kaki ayla mengenai meja atau benda apapun, namun di dalam buku tidak dituliskan bahwa kaki ayla tidak mengenai benda apapun. Dan hal tersebut ditegaskan kembali pada halaman 47 yang menyatakan bahwa saat ayla menendang kaki Arsen untuk kedua kalinya menimbulkan suara “Brak”. Tidak sinkron dengan apa yang terjadi secara nyata lol
Kemudian pada adegan saat Ayla dan Arsen perang besar di mana Arsen mengetahui informasi Ayla yang menyembunyikan statusnya yang sudah menikah. Saya nebak, Arsen tahu darimana? Bagaimana Arsen bisa tahu? Namun sampai akhir buku tidak dijelaskan bagaimana Arsen mengetahui hal tersebut. Meskipun itu disembunyikan dalam antar tokoh, tapi pembaca butuh tahu kepastian darimana Arsen mendapatkan informasi tersebut. Sampai sekarang saya dibuat kepo maximal lol
Dan, ada yang janggal pula pada halaman 222. Di mana Ayla menegaskan bahwa waktu yang terjadi adalah pukul 3 pagi dengan kalimat: “Ha? Gila kamu. Ini sudah jam tiga, Sen. Mana ada warung nasi yang buka.” Dan setelah itu Ayla menceritakan tentang mimpi buruknya yang hanya satu paragraph, kemudian mereka berciuman dan tiba-tiba azan berkumandang. Tidak ada keterangan waktu yang diulur, terlihat jelas pada percakapan Ayla dan Arsen: “Kepalaku sakit.” Hanya mampu kalimat itu yang aku ucapkan bla…bla…bla… Kemudian suara azan berkumandang dari ponsel milik Arsen. “Yasudah kita salat shubuh berjamaah dulu, yuk. Habis itu kamu beristirahat.” Bla…bla… bla
Sejak kapan waktu shubuh di Jakarta jam 3 pagi, atau paling mentok jam 3 lebih beberapa puluh menit setelah ada adegan mereka cerita tentang mimpi dan ciuman. Ada dua kesimpulan yang dapat saya tarik disini: 1. Penunjuk waktu shalat di ponselnya Arsen ngaco. 2. Mereka ciuman menghabiskan waktu sekitar kurang lebih satu jam. Namun, kok ya ciuman aja satu jam. Nggak jontor bibir Ayla? Ups.
Namun dibalik kekurangan itu, ditutupi oleh makna cerita yang sangat besar. Dan untuk pesan Arsen di akhir cerita, saya suka banget.
Terima kasih untuk Emak Arsen yang membuat cerita ini tampak begitu berkesan buat saya.
Love-love-love
This entire review has been hidden because of spoilers.
Mungkin saya terlalu kejam menilai buku ini, tapi saya hanya mencoba memberi penilaian yang jujur di sini. Saya adalah pengguna Wattpad selama bertahun-tahun, tetapi saya tidak memilih Bahasa Indonesia sebagai preferensi saya, karena itu saya sedikit surprised saat melihat beberapa novel terbitan baru dengan embel-embel "Wattpadlit". Saya adalah seorang fast-reader, yang berarti saya dapat membaca sebuah novel 700 halaman dalam waktu 1 hari. Tetapi membaca The Perfect Husband, yang hanya 560 halaman membutuhkan 3 minggu. Jujur aja, menurut saya ceritanya terlalu didramatisasi. Typical drama sinetron-sinetron Indonesia, the exact reason I wasn't interested in reading any stories in Bahasa on Wattpad.
Pertama, the heroine, Ayla, she was a total bitch. Like seriously, I get that she's supposed to be a spoiled girl tried to rebelling but really? Dia udah setuju untuk menikah, tapi ga ingin disentuh suami sendiri, bahkan si suami terpaksa tidur di sofa di apartment MILIK SI SUAMI, trus pas liat Arsen pergi sama temen-temennya yang salah satunya perempuan langsung menuduh selingkuh gitu aja? I was like, 'is she for real?' pertanyaan bodoh memang, karena sudah jelas dia hanya tokoh fiktif. But please.. Kedua, Arsen was too good to be true. Dia hampir sempurna. Walaupun memang, di sepertiga trakhir cerita terlihat ketidaksempurnaan Arsen. Dimulai dari saat ia mengetahui tentang istrinya yang berbohong tentang status pernikahan mereka, sampai saat ia tugas setelah neneknya meninggal yang practically meninggalkan istrinya begitu saja. But he's just a human after all. Wajar saja kalau dia sampai di titik puncak batas kesabarannya. Ketiga, lagi-lagi tentang Ayla. Saya ngerti kalau dia tidak dapat masuk ke dalam golongan orang-orang pintar, tapi memangnya dia tidak mengerti yang namanya common sense? Sedang hamil tetapi mengkonsumsi obat anti depresan tanpa konsultasi dengan dokter kandungan? Bahkan paracetamol sekalipun tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan oleh wanita hamil. Lagipula, obat antidepresan kan tidak dijual secara bebas, darimana dia mendapatkannya kalau bukan diresepkan oleh dokter?
Kesimpulannya, saya tidak menikmati membaca buku ini. Yeah, walaupun ada beberapa part yang cukup menghibur, contohnya saat Arsen sedang menggoda Ayla. Itupun terasa seperti adegan-adegan pada FTV yang ditayangkan di beberapa channel lokal. Tetapi saya cukup salut dengan penulis, karena saya rasa ia mempunyai potensi yang jika terus diasah akan bisa menghasilkan karya yang hopefully akan sefenomenal karya-karya Ilana Tan ataupun Agnes Jessica.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Gue sebenernya suka banget sama novel ini. Bahkan gue salah satu pembaca lama di TPH. Makanya gue pasang dua bintang bukan satu. Yang bikin gue kecewa adalah karena pas udah revisi, prolognya mirip sama cerita author fav gue di wattpad yang kayaknya gak mau lagi ngelanjutin ceritanya pas novel ini terbit. Iya kalau dia tenar, sayangnya gak. Bukannya gue gak suka penulis terinspirasi dari cerita lain ya, tapi setidaknya bilang saja lah kalau author terinspirasi sama dia. Bayangin kalau lo punya ide yang susah-susah lo tuangin dalam kata-kata trus akhirnya ide itu dipake sama orang lain. diterbitin pula! Gimana rasanya coba?
Gue gak akan ngebahas kekurangan di novel terbitan karena menurut gue kesalahan-kesalahan pas novel udah terbit kayak logika lepas dan typo itu bukan salahnya penulis, tapi editor.
Ini adalah karya terbaik dari semua wattpadlit dengan embel-embel "sudah dibaca oleh ___ di Wattpad" yang pernah terbit. Untuk The Bridesmaids Tale by Kaleela saya sudah baca versi Wattpad dan cukup puas. Tapi saya bicara soal versi cetak.
Kesalahan pasti ada, mengingat kita semua udah sering denger soal "terbitin tok dari versi Wattpad" seolah semua penulis adalah single fighter yang harus hapus part dan revisi sendiri. Kalau gak mau revisi sendiri, siap-siap aja kena kritik-kritik pedas di Goodreads.
Tapi dari segi amanat, alur cerita, riset tentang sikap manusia, watak dan penokohan, sampai kesinambungan cerita... this novel has put much effort and worth all the fame.
Cara bicara tokoh-tokoh di novel ini mungkin kaku, tapi kerennya, kekakuan itu gak terbawa ke dalam cerita, which is ceritanya gak jadi ikutan kaku-kaku formal gak jelas seperti cerita Wattpad lainnya. Cukup terpatri dalam pikiran kalau hanya Arsen aja yang kaku, bukan ceritanya yang kaku. Apa karena pembawaan Ayla yang pas dengan watak yang sejak awal disuguhkan?
Cuman memang agak kecewa aja dengan betapa sekilasnya kehadiran Ando di novel ini, apalagi si Ando namanya nempel di belakang buku alias sinopsis. Dan kemudian dia cuma muncul dua kali, di awal cerita, dan di tengah cerita (pada konflik sampingan sebagai lanjutan dari kemunculan dan kepergian karakter Ando di awal cerita).
Klasik gak sih, soal pernikahan tanpa cinta? Saya udah cukup kenyang selawiran di Wattpad dengan topik seperti ini. Tapi seperti komentar saya di atas : TPH lebih baik dibanding cerita-cerita bernada sama. Seakan TPH ini ada di tempat terbaik dan strategis dalam liganya.
Sukses terus Kak Indah! Kapan-kapan kita ngobrol lagi, ya :) semoga kedepannya akan muncul novel yang lebih baik daripada sekarang, dari segi isi, konten, kerapihan... karena saya salut sama tujuan Kak Indah dalam pembuatan cerita ini : tidak semua pilot bajingan.
Okelah, basi banget kita membahas soal "cowok perfect nikah paksa ala Wattpad". Tapi memang, watak seperti itu sengaja dipasangkan oleh Kak Indah pada profesi pilot yang 'katanya' nakal.
So, saya cukup rekomendasi bagi kalian yang ingin novel ringan! Because it wouldn't be a junk and worth all of your money (even though i get it for free xD)
Well... saya beli buku ini dalam bentuk versi digital di Google Play pas ada diskon 50%. Penasaran aja sih sebenarnya, apalagi novel ini diadaptasi menjadi film.
Novel ini bukan novel jebolan wattpad pertama yang aku baca. Jadi dari awal nggak mau masang ekspektasi tinggi. Buat hiburan aja. Tapi yang ada bacanya jadi gregetan. Soalnya tokoh wanitanya, Ayla, super duper menyebalkan. Ngeselin. Manja. Kayak nggak pernah make otaknya. Okeylah dia baru berumur 25 tahun saat menikah (saya juga nikahnya umur segitu nggak "sepolos" Ayla), dan kuliahnya juga lebih dari 6 tahun, tapi apa iya karakternya sampai segitu amat. Nikah sama pria yang dijodohkan sama dia, bahkan latar belakangnya dia ga mau repot-repot nyari tahu? Kerjaan suaminya apa juga dia nggak tahu.
Arsen, pria yang dijodohkan dengan Ayla, sosok TGTBT (too good to be true). Gambaran suami ideal dengan kesabaran tingkat dewa.
Diceritakan dari sudut pandang Ayla (Arsen hanya dapat 2 atau 3 bab saja, saya lupa) membuat pembaca lebih banyak terpapar sama tingkah laku Ayla dibandingkan kedewasaan Arsen. Kalau penulis bertujuan ingin memperlihatkan bagaimana perubahan karakter Ayla, metode ini cukup berhasil.
Karakter Ayla ini memang sukses bikin aku sebel. Plin-plan bgt. Huft, dan Arsen juga bisa sesabar itu ngehadepinnya.
Aslinya aku iseng doang baca ini, cari2 yg ada di library Play Books. Eh pas baca aku keterusan😂. Lumayan suka sih, sama Arsen-nya /heh.
Terus menurutku penyelesaian konfliknya itu kecepatan(?) dan kurang greget hehe. Subjektif kok. Ada beberapa istilah/kata juga yg salah penempatannya. Lumayan bikin bingung juga wkwk.
Pertama kali di ceritain sama Manajer saya tentang buku ini, ekspektasi saya sangat tinggi. Setelah membaca buku ini, entah kenapa saya kurang suka dengan karakter Ayla yang benar-benar seperti ABG labil. Di usia yang ke 25, seharusnya Ayla tidak bersikap se labil dan se alay itu. Ya...meskipun dijodohkan, setidaknya tidak memanggil nama orang dengan kata-kata buruk.
Arsen is a perfect 'too good to be true' husband. Pengen banget punya imam kaya Arsen, yang bener-bener sabar ngadepin tingkah istrinya yang kelewatan. Developing ceritanya agak membosankan di tengah-tengah, karena kelakuan Ayla yang bikin geregetan bikin saya cepat bosan.
Ada beberapa penggalan paragraf penutup yang membuat saya menutup buku ini dengan sebuah renungan.
"Jangan hanya memandang indahnya langit, tapi lihat juga kesakitan tanah yang engkau pijak. Lihat ke bawah, masih banyak orang-orang yang lebih tidak beruntung daripada kamu"
A good book, but bukan buku yang harus banget dibaca :)
sebenarnya kisahnya biasa aja..drama banget malah.. dan saya ga suka sama tokoh utama ceweknya.. terus cara penulisannya juga masih harus diperbaiki..karena ada beberapa hal yg ga konsisten..
tapi.. sosok ARSEN yang ngebuat saya bertahan dan bahkan mencapai tahap fangirlingan <3
emang bener sosok Arsen ini PERFECT banget.. ya ampun mau donk 1
Thanks God, finally I can finish read this book! Actually, I expect nothing when I read this story. Well, usually I’m very picky when it comes to books that I read, but maybe this time, I give so much tolerance.
Maybe you’ll ask, why I read this book? Well, it’s not because the sign of ‘3M viewers on wattpad’ in the book. Well, maybe it’s the 3rd reason. The 1st one is because I’m bored and want to read somethings light and there’s this book, so yeah. The 2nd reason is because I already watched the movie adaption of this story, and I’m freaking in love with Dimas Anggara! He such a ‘to good to be true’ kind of character in the movie. So, when I read the book, I visualized Arsen as Dimas Anggara.
Maybe you’ll also ask me, how do I think about this novel? How many rating? Well, I honestly hate to rate this novel, but so sorry, I’ll give this novel 2/5⭐️. I barely finish this book as soon as possible because I just can’t help it. I’ve got enough, but I still want to read it until the end. So, I can review this books completely.
First of all, I would say that I don’t like (almost hate) the female characters in the story—Ayla Hantara Muhti. Oh my God, she is such an egoist, stubborn, childish, spoiled, whiny and stupid 25 years old woman (pardon my language)! How could she becomes so stupid and having no manners like that? I know she described as someone with low level of intelligence, but at least use your brain to know the common sense! Ayla surely succeed to piss me of from the very beginning.
Let’s talk about Arsen Wafi Haliim. Well, Arsen is definitely a TO GOOD TO BE TRUE kind of man. Well, the author describes him as a handome man, with a wonderful job, with high level of patience, kind, humorist, religious and hardworking man. How could someone becomes so perfect like him? A bad boy that change to be a gentleman? I know there are a lot of people like him in the real world, but come on. Get real, guys! Personally, I read this novel because of the character of Arsen, but at the end I’ve got enough of him. I think someone as perfect as him doesn’t exist.
The story itself is full of dramatic storyline. There are a lot of plot holes too and somehow those are so unrealistic and un logic too. The style of writing that the author use isn’t suit for me. I will say that there are some part of the story that can made me feel the pain, the sadness and made me laugh too. But, overall I would say that I don’t like this book. 2/5⭐️ is the highest rate that I can give for this book.
Ini adalah buku pertama yang bikin gue benci banget dengan tokoh utama wanitanya. Yups, that is something new for me. Bahkan saking gue benci banget sama Tokoh Ayla nya, gue sampe bersorak ria pada saat karmanya dia berjalan. Ditinggal Arsen, keguguran, nabrak anak kecil, dan sampe depresi segala, TOP BGT. Bahkan hingga bukunya kelar pun, ketika si Ayla berubah, tetap saja aku membenci Aylanya.
Jujur, pada pertengahan chapter, terutama saat bagian Ayla terus saja membantah Arsen kenapa dia tidak jujur soal status pernikahannya demi pekerjaannya, hal tersebut membuat gue pengen ngomel-ngomel ke penulis, nulis buku kok ya ampe gue gregetan dan benci banget sama tokoh utamanya. Bahkan tadinya sempet mau kasih rate bintang 1 atau 2. Tapi, setelah selesai baca bukunya, gue jadi kepikiran bahwa sebetulnya buku ini bagus. Masih banyak kekurangan memang, tapi cara penulisannya yang ngebuat pembaca emosi banget ke si tokoh utama wanita, itu adalah hal baru loh menurut gue. Karena jarang sekali gue menemukan buku yang isinya bisa buat gue kesel gara-gara si tokoh utamanya, biasanya kan yang disebelin tokoh ketiga atau tokoh lainnya.
Untuk kekurangan yang ga rasional menurut gue adalah mengenai ponselnya Arsen. Katanya Arsen cinta dan bla bla bla ke Ayla, tapi kok kenapa bisa lupa ponsel mati dan tidak di charge selama berhari-hari? Memangnya tidak ada rasa rindu atau khawatir? Kan jika memang Arsen punya perasaan yang begitu besar ke Ayla, dia pasti kan stay contact with her dong. Nah kemudian, pas kehilangan ponselnya saat Arsen terjebak di Pekanbaru, kenapa pada hari pertama dia tidak langsung saja pinjam ponsel temannya? Kan terjebak bareng dengan co-pilotnya. Dan karakteristik si Arsen pun terlalu sempurna. Literally The Perfect Guy.
Tapi dikarenakan novel adalah imajinasi sang penulis, aku ga bisa mengatakan ini tidak rasional. Namanya juga imajinasi,fantasi, rasional tidak rasional kan terserah penulis :) , let them enjoy their fantasies. So, berdasarkan poin2 diatas, aku berikan buku score 4stars ya. Mudah2an kedepannya bisa lebih baik dan lebih seru bukunya. :).
Cerita ini awalnya ditulis di Wattpad sebelum diterbitkan menjadi sebuah buku. Ayla adalah seorang mahasiswa abadi, bisa dibilang seorang perempuan yang nakal karena pergaulannya yang bebas. Bukannya ngerjain skripsi, eh malah sibuk keluyuran dan pacaran hadeuh. Berbanding terbalik dengan Arsen, seorang pilot tampan berdarah campuran Arab. Aku bisa membayangkan bagaimana penggambaran fisik Arsen yang mendekati kata sempurna. Jarak umur mereka cukup jauh, bisa dibilang 8 atau 10 tahun. Namun, seperti kata pepatah, cinta tidak mengenal jarak usia *ceileh*.
Menurut aku, lelaki seperti Arsen ini hampir tidak mungkin nyata di dunia, bagaimana bisa dia begitu sabar menghadapi tingkah Ayla yang bisa dibilang sudah kelewat batas. Arsen ini adalah sosok suami idaman para cewe, ya gimana engga. Secara fisik ia tampan, punya profesi yang mapan, jago masak, dan sifatnya itu lho, penyabar. Tapi, ya orang sabar juga pasti punya batas kesabarannya yang membuat Arsen menjauh dari Ayla, lho kenapa? Silakan dibaca sendiri ceritanya!
Emosiku berhasil dibuat seperti sedang naik rollercoaster, ada kalanya sedih, senang, ikut deg-deg an, bahkan aku sampai menitikkan air mata karena saking terharunya. Dari cerita ini aku belajar untuk lebih menghargai kasih sayang yang telah diberikan oleh orang-orang di sekitarku, terutama keluarga. Hargai selagi bersama, jaga selagi ada. Karena ada kalanya yang bertahan akan pergi. Jangan sampai ketika jarak memisahkan barulah kita sadari bahwa mereka sangatlah berharga. Sungguh sebuah buku yang sangat membagongkan sekaligus mengharukan, karena ada beberapa humor yang diselipkan di sela-sela cerita wkwkwk. Happy reading, guys!
✈ Membaca buku ini rasanya kurang, walau tebel tapi gak bikin bosan, malah bikin nagih. Aku cuma butuh sekitar 5 jam buat menyelesaikan cerita ini. . ✈ Ceritanya ngalir gitu aja. Per-bab selalu bikin penasaran apa yang bakal terjadi selanjutnya yang bakal dilakuin Ayla, karena Aylah lah sumber masalah disini😂 . ✈ Menggunakan alur maju dan sedikit alur mundur tentang masalalu Arsen yang ternyata gak seperfect yang aku kira. Ternyata Arsen juga mempunyai masa lalu yang kelam. . ✈ Menggunakan sudut pandang orang pertama dari tokoh Ayla. Tetapi beberapa bab juga menggunakan sudut pandang dari Arsen. Jadi kita tahu kebimbangan Arsen, impas lah walau menurutku belum tuntas wkw. . ✈ Karakter tokohnya sangat kuat disini. Terutama Ayla, Arsen dan Viana sahabat dari Ayla yang tegas banget. Gak ikut sana-sini justru selalu memberikan nasihat kepada Ayla sikeras kepala. . ✈ Dari kisah Arsen dan Ayla disini banyak memberikan pesan moral. Apalagi setelah Arsen dan Ayla sempat terpisah. . ✈ Pokoknya aku kesel banget sama Ayla. Walau dia udah berubah sekalipun. *dendam banget akutu😆 . Ah ya, aku rasa dibagian akhir yang Ayla terkena depresi kurang klop yaa kalo diceritain pake sudut pandang Ayla, euum aku rasa kalo pake sudut pandang orang ketiga lebih pas hhe ini pendapatku sih. . Aku rekomendasiin banget The Perfect Husband ini. Ati-ati aja bacanya bikin tekanan darah tinggi naik gara-gara tingkah Ayla. Salam perang buat Ayla, kalau kamu gak mau sama mas-mas tuamu boleh banget buat aku Ay😆
2.5🌟 Writing stylenya ok, mengalir. Tapi tetap saja, ada beberapa typo dan pemilihan diksi yang kurang pas. Entah ini lolos dari proses editing atau memang tidak dicek olek editornya. Seriously, ini yang membuat aku sangsi untuk membaca wattpadlit. So let's talk about the main characters. ASDFGHJKL$#%+&!! Aku sangat tidak suka dengan Ayla disini. Sungguh gambaran wanita lancang & suka membangkang. Dan permasalahan di buku ini hanya 1. Arsen (si suami idaman sejuta umat) harus meladeni sifat Ayla yang terlalu childish. TBH, ini kalo Ayla ada di dunia nyata aku pengen jambak rambutnya sampai rontok deh. Gila itu perempuan mulutnya benar-benar tidak dijaga 😤 bahkan sampai akhir buku pun aku kurang simpati pada si tokoh utama perempuan. Lain halnya dengan Arsen. Aah Arsen sukses membuatku guling-guling di kasur sembari senyum-senyum tidak jelas. Sungguh tanpa Arsen mungkin aku tidak akan memberi rate 2.5🌟 karena ceritanya benar-benar "nggak banget" menurut versiku.
Berlatar belakang perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua Ayla dan Arsen. Arsen sih setuju saja, sedangkan Ayla menentang dengan segala cara. Bahkan hingga menikah, Ayla membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya jatuh cinta pada Arsen. Tapi di saat ia sudah jatuh cinta pada Arsen, terjadi sesuatu yang membuat Ayla sendiri yakin bahwa Arsen pun tidak akan kembali padanya.
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama, yakni dari sisi Ayla. Tapi ada beberapa chapter yang menggunakan sudut pandang dari sisi Arsen. Alur bergerak maju. Karakter di sini dibuat Ayla dengan ketidaksempurnaannya serta Arsen yang terlihat sempurna.
Ide nya bisa terbilang setengah fresh, mengingat masih mengusung soal perjodohan. Yang membuat fresh itu justru karakter Ayla yang tidak sempurna.
Banyak pesan moral di dalamnya dan juga diselipkan dengan sedikit ajaran agama.
Pengen baca buku yang gak pake mikir, eh kebeneran trailer film nya muncul. Langsung search di iPusnas dan ternyata ada. Kalo diitung jam, baca buku 500an lembar ini selama 5 jam. Tadinya gue kira ini novel paling 300an halaman eh taunya 500 haha banyak.
Sii tokoh utama, Ayla ini gua kira 18 tahun taunya 24 HAHA. Agak gak make sense sih kalo kata gue anak umur 24 lebih kok sifatnya terlalu labil gini. Yang bilang ini too much drama juga ya gue mayan setuju. Penggambaran kesolehan tokoh2 disini juga kesannya agak maksain menurut gue. Jalan ceritanya juga gampang ketebak haha. Tapi penggambaran emosi dan konfliknya bagus kok kalo kata gue. Dapet feel nya. Gak gue pungkirin gue juga bacanya pengen cepet kelar, jadi kek belom mau berenti sebelum kelar gitu haha. Ya pokoknya buku ini emg cocok untuk jadi bacaan orang yg lagi pengen baca buku tapi gak pengen pake mikir.
hampir 100% meniru novel malaysia yang sudah difilm kan jauh sebelum my perfect husband dirilis...yaitu berjudul "rindu awak 200%"
dari alur cerita dan penokohan 1. tokoh utama sama sama profesi pilot muda yang kalem, penurut, sabar, menurut orang tua dan mencari jodoh menurut pilihan orang tua. 2. tokoh kedua si perempuan, sama sama lebih muda, urakan, pemberontak keluarga, selalu ingin have fun, menolak perjodohan orang tua, dan awalnya mencintai pasangan nya yang sama sama nakal gaul urakan dan tidak serius mencintai 3. orangtua si pilot dan si perempuan sama sama teman dekat dan menghendaki anak mereka saling menikah..dijodohkan. 4. konflik antara anak dan orang tua. si pilot dan si perempuan sekitarnya mirip mirip..beda nya sewaktu dibuat film.. rindu awak 200% dibuat series sedangkan my perfect husband dibuat movie 1 episode saja.
First of all, ALHAMDULILLAH AKHIRNYA SELESAI JUGA BACA NOVEL INI. ME LITERALLY SUJUD SYUKUR PAS BACA HALAMAN TERAKHIR. Second, I'm so proud of myself yang bisa selesai baca novel ini tanpa membakar, menyobek, ataupun mencoret-coret bentuk rupa novel ini. Third, berdasarkan point 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa saya SANGAT TIDAK SUKA novel ini. Mulai dari segi cerita, tokoh, bentuk buku dan semuamuanya. Maaf sekali, Dear Penulis. But your book is not my cup a tea. Definitely not my piece of cake either. Saya baca buku ini benar-benar karena tidak ada buku bacaan yang lain dan kebetulan ada yang minjemin, yasudahdeh dibaca saja. Sisi bersyukurnya adalah saya tidak beli buku ini dengan uang saya sendiri, kalo beli dari kantong sendiri, I swear I'll regret it the rest of my life!
Demi apapun aku kesel banget sama Ayla, si egois yang gak ketulungan. Terus lagi si Arsen kenapa terlalu sabar banget jadi suami.
Well, untungnya si Arsen ini bukan selalu menjadi malaikat pelindung nya si Ayla. Author nya masih waras untuk ngebuat si Arsen bisa menjadi jahat juga walaupun jahatnya masih keliatan ngga tegaan sama Ayla.
Pas aku baca buku ini, aku kebayang aktor Malaysia yang peranin si Arsen! Jadi Pilot juga, cuma aku lupa di film apa. Semoga authornya bisa menciptakan karakter-karakter lain lagi ya, karena to be honest pilot's love life story ini sudah banyak sekali beredar.
Dibawa terbang ke novel ini sama Maxime Bouttier, LOL. Pertama lihat movie trailernya di yucup sebagai team #baca-dulu-nonton-kemudian udah pasti dengan gercepnya nyari-nyari ini novel dong. Dan butuh 5jam buat kelarin sampe epilog.
Nais, jadinya 3/5. Jodoh-jodohan, ribut-ribut, ditinggalkan, cause karma does exist jadi realize, eh sayang-sayangan deh. Yang bikin nais sih pelajaran hidup berumah tangganya ya, Ayla yang masih muda dan meledak-ledak ketemu Arsen yang calm banget. Jadi manusia itu diciptakan untuk saling melengkapi, unch.
Ceritanya sederhana tapi cukup inspiratif dan bikin penasaran. Buku ini bisa jadi referensi untuk siapa saja yang punya cita-cita menikah dalam waktu dekat hahaha.
Kebanyakan orang jaman sekarang berpikir bahwa perjodohan itu adalah hal yang kuno dan bahwa pernikahan itu harus dilandasi dengan cinta terlebih dahulu. Buku ini mencoba melawan stereotype tersebut. Bahwa cinta bisa datang karna terbiasa, seperti kata Dewa dalam lagunya Risalah Hati.
Huaaaa ini keren parah novelnyaa, gak heran kalo masuk national best seller. suka banget sama karakter Arsen di cerita ini, dapet banget, baik banget. Dan semenjak baca novel ini, aku jdi suka sama laki-laki pilot:) wkwk. Memang benar, Tuhan menang adil karena menakdirkan suatu pasangan untuk berubah menjadi lebih baik secata bersama-sama. Novelnya tebal, tapi asyik bacanya. aku enjoy selama baca cerita ini :-)
Meski tidak dibalut oleh diksi yang puitis, namun novel ini bagus! Tokoh utama yang ceplas-ceplos kadang membuat saya tertawa. Namun, ada di beberapa bagian membuat saya sedih saat tokoh utama depresi. Saya salut dengan keteguhan hati si Cowok (saya lupa namanya). Novel ini terlalu tebal, tapi saya sanggup menghabiskannya dalam satu hari! . Sungguh, novel ini sarat akan makna. Tidak heran bila difilmkan. Btw, kenapa novel dan film terlihat sangat kontras ya?
Ahkirnuya setelah 570 lembar (buku yang terlalu tebal) selesai!
Aku sendiri mulai membaca buku ini karena rekomendasi teman. Singkat kata, sangat kecewa. Aku mengerti mengapa buku ini bisa populer. Daya tarik terletak pada fantasi lelaki sempurna, dibumbuhi lagi dengan alur penuh dengan drama. Akan tetapi, jujur saja buku ini beda tipis dengan sinetron, terutama pada karakterisasi.
Sy suka sudut pandang dan alur cerita yg jelas, tidak bertele-tele. Dari segi cerita sy suka bagaimana karakter sang "perfect husband" ditampilkan dr sisi perempuan yg selalu berpikir negatif, jd pembaca dpt menikmati buku bukan sekedar masuk dlm alur cerita, tp dapat berjarak dan menilai bahkan bercermin dlm cerita tersebut. Sehingga nilai2 yg mau dimunculkan bisa tercerna dengan sangat baik.
baru baca ini hari ini dan selesai hari juga. ini cerita bikin aku nangis nangis sampe bengkak gini mata aku haha. pokoknya kalo aku mah suka bgt sm cerita iniiii! apalagi sm kelakuan romantisnya si arsen bikin senyum senyum sendiri, tapi aku ga suka bgt sm sifatnya ayla yg begitu keras kepala, batu, yg susah bgt diluluhin yaampun eh sekalinya polos kebangetan bgt. pokoknyaa suka dehhh