Jump to ratings and reviews
Rate this book

Resonance: way to become a novelist #2

響~小説家になる方法~(2) (ビッグコミックス)

Rate this book
15歳の鮎喰響は、文芸誌の新人賞に自分への連絡先を伏せて小説を送りつける。編集者の花井は、その小説を読み、この作者なら文芸に革命を起こせる、文芸の力で世界を変えられる、と確信。名前しか手掛かりがない中、響を捜し出そうとする。そうとは知らない響は、周囲とギクシャクしながらも高校の文芸部に入部。みんなと部誌を作るため新たな小説の執筆に取りかかる。

222 pages, Kindle Edition

Published July 30, 2015

Loading...
Loading...

About the author

柳本光晴

53 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (33%)
4 stars
22 (48%)
3 stars
7 (15%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Nulaniah.
373 reviews7 followers
January 13, 2023
Dari sini bisa dilihat ya, kalo jadi seorang penulis tuh emang nggak mudah, tugas editor pun bisa dibilang lumayan susah, banyak yang harus dipikirkan, karena karya yang bagus belum tentu bisa laris di pasaran.

Hibiki makin sinting, astaga ini bocah, bahkan di bagian akhir juga ekstrim banget kelakuan dia, jadi greget sendiri bacanya. 😫

Tapi penasaran sih bakalan kayak gimana abis ini, mari lanjutkan~
Profile Image for Novella Dwisri.
213 reviews11 followers
February 22, 2022
Untuk pecinta novel jelaslah komik ini harus dapat bintang banyak².. Rasanya 5 gak cukup eh yah 5 bintang ini perwakilan singkat aja betapa bagusnya cerita yg tentu saja sesuai selera pecinta novel yg ingin melihat pengalaman suka duka sesama pecinta novel yg menjadi novelis menghadapi rintangan & orang² yg tidak suka akan karyanya hanya karena arogansi perbedaan perspektif & selera baca yg dicari tema apa..
Hibiki di sini lagi-lagi membuktikan betapa cerdas pikirannya meski kadang kontrol tonjok orangnya suka kelepasan.. Suka pas dia belain Rika yg risih dilecehkan dng kata2 sama bapa tua penulis sastra murni arogan yg enggan saya hapalkan namanya iyuuuh.. Najis banget bapa itu kezeelll
Suka main pukulnya Hibiki meski ya khawatir juga sama kelanjutan novelnya karena berani menendang juri acara penghargaan sastra tsb..
Pertemuan langsung Hibiki & Hanai juga kampret bet.. Pada gak sadar mereka udah telponan.. Sama² ngira gak bakal ketemu lagi.. Hei Hanai itu Hibiki Akui yg kamu cari²..
Pertanyaan Hibiki ke Hanai soal pencipta karya juga menusuk.. Ih gemes banget.. Berantemnya Hibiki gitu ya kalo nemu rak main jatohin raknya aja wkwk
Profile Image for mayday.
435 reviews11 followers
September 5, 2020
Perjalanan Sang Editor masih panjang kawan.

Dan kita sampai pada "sastra murni" vs "sastra ringan".

Keinginan Sang Editor mendaftarkan naskah Hibiki untuk mengikuti Akutagawa Prize agar dunia sastra di Jepang bisa kembali bangkit berujung panjang, tidak panjang sekali sampai membuat komik melebihi 50 volume sih. Eh, Akutagawa Prize apaan sih? Dan apa hubungan dengan sastra murni dan sastra ringan?

The Akutagawa Prize was established in 1935 by Kan Kikuchi, then-editor of Bungeishunjū magazine, in memory of author Ryūnosuke Akutagawa. It is currently sponsored by the Society for the Promotion of Japanese Literature, and is awarded in January and July to the best serious literary story published in a newspaper or magazine by a new or rising author


Sedangkan Klub Sastra SMA tempat Hibiki sekolah tidak hanya diisi oleh orang ajaib seperti Hibiki dan orang yang berusaha dengan keras untuk menjadi penulis seperti Rika. Ada Kayo-Chan yang suka Fantasy Young Adult Novels yang bisa dibilang adalah sastra ringan.

Di volume ini, pembaca juga diberi kenyataan bahwa hidup menjadi penulis tidak seindah itu, bahkan di Jepang, kecuali kamu bisa memenangkan penghargaan dan bukumu laku banyak. Sad. Untuk selevel Jepang yang jumlah pembacanya banyak, bahkan sangat sulit bagi penulis untuk hidup.

Kalian jangan baca buku/komik bajakan ya, penulis butuh uang buat hidup :'(
Profile Image for Stiltzkin Vanserine.
392 reviews8 followers
August 28, 2021
Volume 2 expands the story, enriches the characters, and throws in a few twists and turns. It portrays the harrowing reality of many writers (published or otherwise), which I find deeply moving. The main protagonist's penchant for violence still disturbs me, though.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews