Ira punya semua yang diinginkan cewek seusianya: kecantikan, profesi model, kepopuleran di sekolah, dan cowok yang keren dan tajir. Cuma satu kelemahan Ira: kalo ulangan pelajaran eksakta, nilainya nggak pernah lebih dari empat! Ini jelas lampu kuning buat Ira, apalagi dia udah kelas tiga SMA.
Karena itu, saat Ira nerima tantangan untuk bertaruh, siapa yang bisa lulus SPMB dan masuk perguruan tinggi dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi, jelas teman-temannya nggak percaya. Jelas itu mission impossible! Gimana nggak? Lawannya Kelly, cewek paling pinter di sekolahnya!
Tapi Ira cuek. Dengan segala cara dia berusaha memenangkan taruhannya dengan Kelly, termasuk meninggalkan dunia model, dan minta diajar privat Aldo, anak "aneh" dan nggak punya teman di kelas, tapi pinter banget. Ira ingin ngebantah mitos yang mengatakan cewek cakep tuh kemampuan otaknya payah. Ira pengin semua orang tahu model kayak dia juga bersaing dengan ribuan lulusan SMA lain, dan masuk perguruan tinggi negeri terfavorit di negeri ini melalui jalur SPMB.
Namaku unik, terdiri atas: Luna, dan Torashyngu. Tentunya itu bukan nama asliku. nama asliku adalah (hee..hee..hee.. masih rahasia. tebak sendiri yaa...) Dalam bahasa Spanyol, Luna berarti "bulan". Sedang Torashyngu,walau kayak nama Jepang, aq produk lokal loh. Aq pilih nama Torashyngu gw doyan banget segala hal berbau Jepang, dari mulai masakan Jepang, musik, hingga dorama. Penyanyi favoritku Ayumi Hamasaki, BoA, dan sedikit Laruku. Sedang film Jepang kesukaanku : YOMIGAERI (bagi penggemar J-movie wajib nonton nih film. Ceritanya bagus banget! Touching dan romantis!), sedang dorama banyak yang aq suka, tapi paling terkesan waktu nonton LOVE GENERATION-nya Takuya Kimura dan Takako Matsu. Ceritanya berupa cerita cinta sederhana, tapi bagus banget. Beberapa ceritaku bahkan terinspirasi dari J-Movie dan dorama yang pernah aq tonton, walau aq gak bakal jiplak abis-abisan, gak kayak sinetron kita yang doyan banget ngejiplak punya orang (Udah gitu gak mau ngaku lagi...)
Lumayan lucu, kadang saya ketawa waktu baca dialog-dialog atau narasinya. Tapi, ada beberapa hal yang agak janggal buat saya.
1. Saya enggak ngerti lagi sama karakter Kelly. Pertama ini anak enggak ngambil kuota SNMPTN (jalur undangan)-nya karena alasan: enggak ngerasa pantas kalau keterima lewat jalur undangan dan pengin lewat SBMPTN (jalur tes). Dan dia pengin masuk FKUI. Maksud saya, hello? Yakin bener lo keterima undangan FKUI, sok-sok gak mau ngambil kuota. Kalau alasannya karena, mungkin, dia mau lintas jurusan (dari IPA ke IPS) dan enggak ngerasa mampu ngalahin anak-anak IPS di SNMPTN, ya wajar, lah. Tapi ini alasannya enggak masuk akal banget. Lo kira SBMPTN segampang tes di kelas? Seenaknya aja lo ikutin dan merasa bakal lulus. Kocak banget, deh.
2. Ketika SBMPTN dan milih FKUI, udah keterima tuh.. eh, disobek-sobek dong kartu buat daftar ulangnya. Seenaknya bilang gajadi masuk FK. I mean, ya oke, saya ngerti dia pengin kuliah musik dll dll. Tapi kenapa setelah diterima di FK? Lo pikir keterima di FK (UI lagi) pakai SBM segampang itu? Ada ribuan anak lain yang pengin masuk sana dan karena dari awal lo enggak jelas sama pilihan lo sendiri, lo bikin anak lain (yang bener-bener pengin masuk FK) gak kedapetan kursi. *Kesal* lol.
3. Romance-nya agak lucu-lucu gimana gitu, sih. Cuma saya enggak ngerti lagi sama Ira. Cewek macam apa yang nentuin dia mau pacaran sama siapa berdasarkan keterima di mana waktu SBMPTN??? *nangis* Jadi gini, *spoiler*, si Ira ini milih TI ITB dan Geologi UNPAD waktu SBM. Dan setahu dia, Aldo (gebetannya) keterima di TI ITB lewat jalur undangan. Pas lagi nunggu hasil SBM, Reza (mantannya Ira) ngajak Ira balikan. Ira gabisa nentuin antara Aldo atau Reza. Dia pun memutuskan untuk lihat hasil SBM-nya nanti. Ketika SBM keluar hasilnya, dia keterima di Geologi UNPAD. Dan dia pun merasa dia gak jodoh sama Aldo karena beda tempat kuliah. *syok* Gini ya... keterima SBM tuh bukan hal gampang. Peluang lulusnya tuh keciiil banget, apalagi belajarnya setengah-setengah kayak Ira. Belum tentu kan keterima SBM? Nah, gimana ceritanya dia jadiin itu buat pertanda takdir harus sama cowok yang mana?? Oh ya, FYI, si Aldo ternyata bercanda dia keterima di TI ITB, ternyata dia keterima di Geologi UNPAD saudara-saudara. Jadilah Ira merasa jodohnya adalah Aldo :))) Sudahlah.
Terakhir...
4. Taruhan Ira dan Kelly tuh konyol banget. Maksudnya okelah, taruhan yang bisa lolos SBMPTN tuh masih masuk akal. Tapi ini, mereka taruhannya siapa yang bisa lolos SBMPTN ke fakultas dengan passing grade lebih tinggi. Jadilah si Ira nyari fakultas yang passing grade-nya tinggi. Kan konyol banget. Masa nentuin mau kuliah apa berdasarkan tinggi-tinggian passing grade buat taruhan??
Walaupun Kelly akhirnya bilang dia cuma iseng waktu nyebut taruhan itu, tetep aja, itu jadi semacam pemicu berbagai konflik di sini, jadi saya tetep enggak bisa terima taruhan aneh begitu.
Sudahlah :) Hehe.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kalau selama ini kita biasa mendengar istilah Beauty and The Beast (Si Cantik dan Si Buruk Rupa) kali ini bukan kisah dongeng si cantik dan pangerannya yang buruk rupa yang bakal kita temuin dibuku ini.. Disini adanya Ira dan Kelly, Beauty and The Best (Si Cantik dan Si Pintar kalau saya terjemahkan..) Ira cantik, ngetop, populer, dan seorang model, cuma sayang kecantikannya tidak sesuai dengan prestasinya disekolah. Nilai-nilai Ira selalu merah dan anjlok.. Padahal dia sudah hampir UAN. Ada lagi Kelly, gadis yang berpenampilan sederhana, tapi cerdas luar biasa.. Kelly selalu mengganggap kalau cewek2 cerdas itu berotak dangkal. Maka dia nantangin Ira buat taruhan siapa yang bisa masuk ke perguruan negri favorite yang menuntut nilai kelulusan tinggi yang terkenal ketat dalam menyeleksi calon mahasiswa.. Bingung donk si Ira dapet tantangan kaya gini.. Kapasitas otaknya dirasa gak bisa menuhin tantangan Kelly, tapi kalau mau nolak gengsi dong, masa dia takut ama tantangan kaya gt.. Akhirnya diterima juga tantangan Kelly ini..
Ceritanya lumayan.. 3 bintang utk ceritanya.. Setuju banget ama moral cerita disini, tidak ada yang mustahil asal kita mau mencoba dan berusaha sekeras mungkin untuk mencapai apa yang kita mau. Seperti juga satu hal lagi yang saya setuju, tidak ada orang yang benar2 bodoh, yang ada hanya sifat pemalas yang menghambat langkah maju kita..
Cerita ini bermula dari Kelly -siswa terpintar di sekolah- yang menantang Ira untuk mendapatkan nilai tertinggi di ujian dan mendapatkan perguruan tinggi negeri terfavorit (entah apa namanya, aku juga lupa).
Ira yang sebenarnya tidak mungkin bisa memenangkan taruhan ini terpaksa menyetujuinya. Dengan bantuan Upi, ia meminta Aldo -teman sekelasnya yang pintar- untuk mengajari Ira. Tapi siapa sangka, ternyata Aldo adalah sepupu Kelly.
Lambat laun, Ira menyukai Aldo, tetapi ia mendapatkan kenyataan lain kalau Upi juga menyukai Aldo. Bagaimana kisah selanjutnya? Baca sendiri di Beauty and The Best.
---
Ceritanya tidak sesingkat reviewku, karena aku sedang malas menulis review jadinya aku hanya menuliskan garis besarnya. Ceritanya sangat seru untuk dibaca :) Beauty and The Best ini juga akhirnya dibuat series Best of The Best dan Golden Bird. Walaupun ceritanya berbeda, tetapi intinya tetap sama. Tidak semua perempuan yang bergaya dan terlihat cantik itu bodoh.
Karena kurasa novel ini mampu menghiburku aku memberikan rating 5 untuk buku ini. Wajib dibaca buat penggemar novel ringan :)
3.5 Ceritanya ringan jadi cocok dibaca sebagai selingan kerasnya hidup hohoho. Suka karena ga difokuskan ke satu tokoh aja, melainkan dapet juga kepingan-kepingan kisah hidup tokoh lain yang ga kalah seru dari kehidupannya ira. Lumayan deh
Aku membeli buku cetak Beauty and The Best dengan bermodalkan karya-karya penulisnya. Luna Torasyhngu menjadi sekian dari banyaknya penulis teenlit favoritku. Aku juga cukup senang ketika novel ini dialihwahanakan ke layar lebar. Ya, meskipun filmnya tidak terlalu memuaskan, sih.
Beberapa tahun berselang, tibalah aku mengenyam mata kuliah Sastra Populer pada semester tiga. Buku inilah yang aku pakai sebagai objek penelitian tugas. Rasanya seperti bernostalgia mengingat bagaimana senangnya ketika aku membedah kembali satu per satu bagian novelnya.
This book is so down to earth. how the model and how they're doing at school, how many people doesn't like her bacause she's popular or etc. and how they're trying to compete with people that SMART!
Pada usia remaja menjadi cewek populer di sekolah, punya tampang cantik, serta punya cowok yang keren dan tajir adalah impian hampir semua remaja cewek. Namun hal tersebut bukan impian lagi bagi Ira. Selain populer, cantik, dan punya cowok keren, ia juga seorang model. Ia sering memenangkan acara pemilihan model tingkat remaja. Namun Ira punya kelemahan terbesar : nilainya selalu hancur-hancuran di pelajaran eksakta.
Cewek cantik itu biasanya bego. Itu yang diyakini oleh Kelly, cewek paling pintar di sekolah Ira. Dan sosok Ira membuktinya kalimat tersebut. Cantik sih, tapi kalau nilai gak pernah jauh dari angka empat berarti cewek bego kan? Ira merasa tertantang oleh hal tersebut dan menerima tantangan Kelly untuk bertaruh siapa yang bisa lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri dengan passing grade yang paling tinggi. Toh, Ira kan gak bego-bego banget. Dia cuma belum menemukan guru yang tepat untuk mengajarinya.
Dengan bantuan ketiga sahabatnya, akhirnya Ira mendapatkan seorang guru privat. Guru privat Ira cukup spesial. Dia seumuran dengan Ira, cowok, dan... terkenal pintar banget. Ira juga memutuskan untuk istirahat dari dunia modelling demi kesuksesan misinya. Walaupun Aldo, sang guru privat, sangat menyebalkan tapi dia terbukti sukses mengajari Ira. Yah.. setidaknya ujian tengah semester Ira tidak separah yang dulu.
Tidak hanya Ira yang mengalami perubahan dalam nilai ujiannya. Namun Aldo pun berubah. Dia menjadi sedikit lebih terbuka dan mau bercerita pada Ira. Aldo bercerita tentang kehidupannya bahkan mengajaknya ke tempat Ayahnya bekerja di Museum Geologi. Aldo tidak lagi seperti saat pertama kali ia mengajar Ira. Kaku, galak, dan sulit tersenyum.
Sementara bagi Kelly sendiri. Dia punya masalahnya sendiri. Mamanya ingin dirinya mengikuti jejak abang-abangnya yang kuliah di Fakultas Kedokteran, menjadi seorang dokter seperti Papa. Tapi Kelly punya keinginannya sendiri. Kalau Ira berani meninggalkan dunia modelling demi taruhan dan masa depannya, apa Kelly juga seberani itu untuk mengatakan pada Mama kalau dirinya tak ingin kuliah di Faluktas Kedokteran.
Cerita dalam buku ini merupakan retelling dari dongeng lawas Beauty and The Beast. Cukup menarik juga mengingat bukannya menghadirkan sosok The Beast namun justru sosok The Best yang muncul yang membuat cerita jadi berbeda.
Nggak tau kenapa, saya nggak pernah bisa untuk bener-bener suka sama novel-novelnya Luna, meskipun saya ngikutin novel-novelnya (khususnya yang genre sci-fi). Saya udah baca belasan novel Luna. Saya udah hafal sama kekhasan Luna dalam menulis. Gaya bahasanya yang santai dan ringan; kecenderungan mengganti vokal ‘ai’ pake ‘ae’ (mis. baik - baek, main - maen, dsb); kecenderungan tokohnya untuk nggak menggunakan kata ganti orang pertama untuk menyebut dirinya sendiri (lebih milih nyebut namanya daripada nyebut ‘aku’, ‘gue’,dsb, khususnya kalau tokohnya cewek); tokoh utamanya (yang kayaknya hampir selalu cewek) biasanya udah punya pacar atau minimal gebetan, terus ketauan kedoknya buaya; kebiasaan Luna untuk ngegantung cerita, terus baru dibuka di akhir (kadang pake flashback), dan beberapa hal lainnya yang bagi saya merupakan ciri khas Luna. Saya udah familiar sama itu semua, tapi tetep nggak bisa menikmatinya. Biasanya, ada twist menarik di setiap novel Luna yang akhirnya membuat saya mengikhlaskan bintang tiga untuk novelnya. Tapi di Beauty and the Best nggak ada. Padahal kisahnya udah dibuat senyata mungkin, selogis mungkin, tapi saya tetep nggak sreg. Maaf ya, kali ini saya bener-bener nggak bisa ngasih lebih dari dua bintang...
ceritanya seruu suka bgt soalnya penulis lebih naruh spotlight ke ira-kelly. minim cinta-cintaan, sekalinya cinta-cintaan ngebuat pembaca seneng sama aldo dan ira. karakter tokohnya juga unik-unik. seneng bgt sama perbedaan karakter antara ira, eka, upi, dan olia. apalagi kelly, beuhh aku sampe ngedengus jengkel liat dia dengkian. pengen bet nyanyi di depan kelly, jangan iri jangan iri jangan iri dengki. wkwkwkwkkwkwk. pokoknya worth to read lah ya (begini kan cara ngomongnya??) sebagai murid kelas 3 di sma yg taun depan bakal ikutan tes masuk ptn, ak jadi termotivasi sama perkataan ira ttg peluang sekecil apapun. kedengerannya konyol sih, tapi beneran memotivasi wakakakakak. semoga dehh taun dpan ak nyusul ira di unpad. oh iya, aku lebih suka versi buku daripada filmnya. di menif ke-20, aku gak tahan dan close apk sambil ngedumel. semua karakter tokoh diubah! terlebih ira, dia diceritain sebagai cewek cantik, tapi baikk bgt sampe aku kagum sendiri. tapi di film?? semua berubah jadi nyebelin! oh iya, cuma mo bilang. pemeran reza ama aldonya ketuker oyy!!! kenapa jdi reza yg cupu??😭😭
awal baca ini karena sinopsisnya cukup menarik buat aku ditambah aku memang sedang mencari buku bacaan yang ringan.
setelah tau bahwa karakternya memanggil dirinya dengan sebutan ‘nama’, aku berusaha untuk tetap membaca buku ini dikarenakan buku ini unik. tapi ternyata ‘keterpaksaanku’ tidak bisa bertahan lama…. i should ended reading this book on page 30+.
thank you for your writing, kak. maybe this book isn’t my cup of tea. good luck! 🫶🏻
Ini buku uda lama banget dulu saya baca, saya bawa sekolah sampe di gilir teman buat di piniam. Semua pada suka. Saya juga baca ulang dan tetap suka.
Tapi kalo sekarang dipikir lagi sebenarnya ceritanya sungguh sangat cringe, mungkin karena dulu saya masih abg kali ya jadi se excited itu baca novel ini.
Orang tua Kelly ambisius yang pengen anaknya masuk Kedokteran. Yang bikin bingung, kenapa si Kelly nggak mau ngambil kesempatan PMDK padahal itu salah satu cara agar dapet prodi yang diinginkan oleh emaknya. Bingung sama cara berpikir Kelly 😶. Lumayan lah buat bacaan. Ini termasuk bacaan ringan yang cepat dituntaskan.
Lumayan sih, soalnya wktu itu baca buku ini di awal smt kls 9 smp jdi lebih paham gmn persiapin masuk ptn sejak awal kls 10 sma. Kalo diinget2 lgi seenggaknya skrg di 12 sma lebih terbuka sama hal-hal sprti itu
Yang mengganggu cuma tokoh-tokohnya yang memilih menyebut namanya sendiri alih-alih make pengganti "aku". Satu tokoh sih nggak masalah. Ini hampir semuanya.
Ceritanya menarik dan seru. Aku enjoy bacanya, rasanya ingin terus baca. Kisah persahabatan, keluarga, pendidikan, dan romantis juga ada. Worth to read !
Baca ini buat selingan, dan penasaran ada hubungannya kah sama serial golden bird. Karena berdasarkan info online ini harusnya prequel dari best of the best, sedangkan info LSU dari kak luna sendiri prequelnya best of the best itu golden bird alpha. Dan sepertinya memang gak berhubungan sama LSU, bisa dibilang stand alone, cuma latar belakangnya yang sama (bandung, sma 76)
This entire review has been hidden because of spoilers.
akhirnya gue punya novel ini juga, setelah sekian lama hanya baca dari perpus (selama SMP dan SMA) dan pinjem dari tempat penyewaan (selama kuliah)~
well, re-read buku ini mengingatkan gue sama kegalauan waktu milih jurusan kuliah di masa SMA. hahahaa... dan berhubung gue grown-up di Bandung, yeaah, i quite familiar with the university and places in the book.
Now, back to review : Beauty and The Best. menceritakan tentang seorang model, Ira, dan taruhannya dengan Kelly. Taruhannya adalah mereka harus melewati SPMB dengan passing grade yang lebih tinggi. Ira kemudian dibantu oleh Aldo (yang ternyata adalah sepupunya Kelly) untuk belajar.
Well, gue iri sama kepintaran kejeniusan Kelly. Dia bisa mencapai nilai 'segitu' tanpa belajar serius. Dia bisa memainkan alat musik hanya dengan memperhatikan orang yang memainkan alat musik tersebut. wew. amazing. Kemudian Aldo. hahaahahaa. gue jadi inget diri gue sendiri kalo ngebaca tentang kelakuan Aldo. Gue sendiri kutu buku, dan paling benci kalo diganggu kalo lagi baca. Gue juga pernah boong ke orang yang mengganggu aktifitas membaca gue. :D
Buku ini membuktikan bahwa tidak semua orang yang cantik itu memiliki otak yang kosong. Mereka bisa kalau mereka mau berusaha. Really loves this book (kalo nggak nggak mungkin gue bela-belain nyari buat PUNYA ni buku) hahahaa... MUST READ GUYS! ;)
Dalam novel Beauty and The Best ini, Luna mengisahkan tentang bagaimana persaingan dua gadis yang berbeda latar belakang dan pribadi. Ira punya semua yang diinginkan cewek seusianya: kecantikan, profesi model, kepopuleran di sekolah, dan cowok yang keren dan tajir. Cuma satu kelemahan Ira: kalo ulangan pelajaran eksakta, nilainya nggak pernah lebih dari empat! Ini jelas lampu kuning buat Ira, apalagi dia udah kelas tiga SMA. Karena itu, saat Ira nerima tantangan untuk bertaruh, siapa yang bisa lulus SPMB dan masuk perguruan tinggi dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi, jelas teman-temannya nggak percaya. Jelas itu mission impossible! Gimana nggak? Lawannya Kelly, cewek paling pinter di sekolahnya! Tapi Ira cuek. Dengan segala cara dia berusaha memenangkan taruhannya dengan Kelly, termasuk meninggalkan dunia model, dan minta diajar privat Aldo, anak "aneh" dan nggak punya teman di kelas, tapi pinter banget. Ira ingin ngebantah mitos yang mengatakan cewek cakep tuh kemampuan otaknya payah. Ira pengin semua orang tahu model kayak dia juga bersaing dengan ribuan lulusan SMA lain, dan masuk perguruan tinggi negeri terfavorit di negeri ini melalui jalur SPMB. Pengen tahu endingnya? Let’s READ :)
RESENSI NOVEL Judul:beauty and the best Pengarang:Luna torashyngu Penerbit:PT.Gramedia Pustaka Utama Cetakan pertama:Juni 2006 ISBN:979-22-2161-1 tebal buku:298 halaman Novel ini mengisahkan tentang dua anak SMA,yang bernama Ira dan Kelly.Cewek bernama Ira ini adalah seorang bintang model,kaya,cantik, namun tidak pandai dalam pelajaran EKSAK.Dan cewek saingannya adalah Kelly,dia anak yang pintar namun sombong. Suatu saat Kelly mempunyai argumen untuk disampaikan kepada Ira "kenapa sich setiap orang yang wajahnya cantik namun tidak diimbangi dengan otaknya,alias OON".Spontan Ira tidak setuju dan semua konfliknya berawal dari pembuktian bahwa tidak semua anak yang cantik otaknya selalu OON.Mereka berdua taruhan siapa yang benar-benar pintar dan masuk ke PTN yang passing gradenya tertinggi. Kelebihan novel ini adalah memberi inspirasi/motivasi kepada pembaca agar jangan mudah menyerah dan takut pada hal yang tidak mungkin terjadi sebelum ada usaha.kekurangan novel ini dalah banyak percakapan yang bahasanya terlalu datar,dan akhir ceritanya mudah ditebak oleh si pembaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kecantikan biasanya berbanding terbalik dengan otak. Jadi biasanya orang yang punya ‘tampang’ biasanya kemampuan otaknya kurang. Demikian sebaliknya.
Statement inilah yang ingin Ira bantah. Ira bertaruh dengan Kelly, mereka taruhan siapa yang bisa lulus SPMB dan jurusan yang passing grade-nya lebih tinggi.
Yang menyenangkan dari buku ini adalah semua ceritanya masuk akal, gak mengada-ada. Positif buat anak-anak remaja. Karena disini diceritain bahkan Ira yang biasa nilainya pas-pasan bisa juga maju, karena belajar.
Romance remaja yang ada dibuku ini tidak berlebihan. Cover-nya sangat menggambarkan isi bukunya. Warnanya juga eye-catchy :)
Salah satu informasi yang aku suka di buku ini tuh soal PYRITE. Jadi Pirit ini adalah mineral yang hampir mirip sama emas. Cuma bedanya adalah di kekerasan dan daya tahannya., terus soal passing grade, pokoknya yang soal universitas gitu. Dimana pas baca buku ini tuh aku masih SMP dan buta soal universitas pastinya. Tapi karena baca buku ini akhirnya nyaritau di google ,passing grade itu apa. Jadi pas SMA pun sedikit banyak udah tau
tidak sperti karya kak luna sebelumnya, baiklah disini saya salah baca. kebanyakan novel kak luna yang saya baca diawali dari yang baru trus mundur ke belakang. sebenernya udah lama nyari-nyari ini teenlit ke temen dan rentalan. eh sampai tahun bergantipun pinjeman tak kunjung datang. sepertinya keadaan emang suka bermain-main dengan saya. dengan entengnya dan tanpa usaha sekalipun saya menemukan ini buku tergeletak begitu saja dikamar kosan temen . what a .....!
balik ke cerita, saya sih lebih prefer ke mawar merah and d'angel series. mnurut saya ceritanya lebih seru aja, ada gregetnya saat membaca. unutk seri Beauty and The Best ini saya masih prefer ke 2 seri terakhir. Memang overall buku ini intinya menarik, persahabatan, perselisihan, cinta, dikhianati, yah khas remaja sekali, namun masih oke kalo buat penghilang stress saat weekend :)
Agak kurang tertarik baca bukunya sebenernya. Tapi tetep dibaca kok, karena udah terlanjur minjem. Hehe. Cover sama judulnya menurutku nggak terlalu menarik perhatian pembaca karena terlalu biasa. Sekilas mbaca judulnya aku kira "Beauty and The Beast" tapi, setelah dibaca lagi ternyata "Beauty and The Best". Ceritanya menurutku agak muter-muter ya. Bahasa yang digunakan tokohnya juga agak kurang mengenakkan untuk dibaca. Maksudnya apa nggak sebaiknya pake aku-kamu atau gue-lo aja biar lebih enak gitu. Endingnya aku kira Ira balikan sama Reza, terus Upi sama Aldo. Eh, ternyata Ira sama Aldo. Hehe. Sorry to say, tapi saya cuma bisa kasih 2 bintang untuk buku ini. Tapi tetap berkarya buat Kak Luna! :)
Re-read buku ini dan perasaan saya masih sama seperti saat membaca pertama kali. Masih khas Luna Torashyngu, dengan misteri2 kecil di beberapa tempat. Bahasa yang agak kaku tapi udah terbiasa. Relatable banget, karena aku bisa dengan jelas memvisualisasikan kejadian dalam buku.
Yang berbeda dari saat pertama kali saya membaca buku ini adalah typo. Seingat saya, buku ini sudah saya beri label bahwa typo yang ada parah banget. Saat saya membaca kedua kalinya, yang saya tangkap itu bukan typo tapi pengulangan. Ada kata yang diulang maupun baris kalimat yang diulang saat membalik halamannya.
Overall, 3 bintang karena lumayan untuk jadi light reading meskipun tidak suka banget.