What do you think?
Rate this book


512 pages, Paperback
First published June 20, 2016
Tidak ada yang salah denganku. Aku hanya menjalani kehidupan sebagaimana wanita lainnya saat jatuh cinta. Merencanakan pernikahan dengan pria yang kukira juga mencintaiku bukanlah kesalahan. Dan ketika dia memutuskan meninggalkanku, itu juga bukan kesalahanku. [hal. 9]
Astaga, apa yang kulakukan sejak sore tadi? Menyeret-nyeret seseorang untuk menemaniku menelusuri kembali semua jejak kenanganku yang sudah tergerus waktu? [hal. 53]
“Aku tidak pernah memenangi perdebatan dengan ibuku. Jadi mengikuti perintahnya adalah cara paling aman untuk menghindari perang dunia ketiga”. [hal. 101]
“Kamu juga menyukainya, kan? Jangan mengelak, aku tidak buta. Kamu tidak akan membiarkannya berkeliaran didekatmu jika dia tidak membuatmu nyaman. …” [hal. 204]
“Aku tidak pernah melupakanmu, Mia. Dan memang tidak ingin. Jika menuruti kehendakku, aku takkan pernah pergi dari sisimu. Kamu tahu kan betapa aku mencintaimu?” [hal. 262]
“Kamu tidak bisa memiliki keduanya, kan? Itu yang disebut memilih. Kita wanita, Mia. Dan wanita ditakdirkan dengan kemampuan untuk mudah menerima dan mencintai. Jadi saat kita dihadapkan pada dua pilihan, kita harus memilih orang yang lebih mencintai kita.” [hal. 298]
“Saat Tuhan menentukan jodohmu, Dia tidak perlu bertanya lebih dulu padamu apakah pria itu tipemu atau bukan.” [hal. 85]
“Kalian tahu siapa yang paling sukses menerapkan prinsip ekonomi tersebut dalam hidupnya?” …
“Cinderella.”…
“Dia hanya perlu sebelah sepatunya untuk mendapatkan kedudukan sebagai permaisuri. Irit sekali, kan? Bayangkan apa yang bisa didapatkannya jika mengorbankan sepasang sepatunya.” [hal. 156]
“Aku punya waktu seumur hidup untuk mendengarkanmu, Sayang.” [hal. 328]