Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dongeng Tentang Waktu

Rate this book
Bram meninggalkanku saat upacara pernikahan kami sudah di depan mata. Begitu saja. Tanpa alasan jelas. Dan kuhabiskan ratusan hari hanya untuk berusaha melupakan laki-laki itu. Untunglah kesibukan sebagai dokter residen membantuku melangkah ke depan, apalagi kemudian aku bertemu Pram, pria yang membuatku tertarik. Aku berpikir, inilah saatnya aku melanjutkan hidup.

Namun Bram tahu-tahu kembali, justru ketika aku mulai mengisi hari-hariku dengan Pram. Hatiku bimbang. Yang menyesakkan, di tengah kegalauan itu, sekali lagi aku ditinggalkan. Bukan hanya oleh Bram… atau Pram. Melainkan oleh keduanya.

Sungguh, sesulit itukah mendapatkan cinta sejati?

512 pages, Paperback

First published June 20, 2016

16 people are currently reading
200 people want to read

About the author

Titi Sanaria

32 books205 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
59 (19%)
4 stars
115 (37%)
3 stars
95 (31%)
2 stars
16 (5%)
1 star
19 (6%)
Displaying 1 - 30 of 64 reviews
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
October 30, 2017
Setelah baca Dirt on My Boots, aku mencoba membaca karya penulis lainnya, karena kebetulan dia besar lewat wattpad ( kalau tidak salah 😬), aku lagi bikin riset penulis wattpad soalnya, untuk postingan di blog, jadi butuh baca lebih dari satu buku untuk memantapkan pilihanku.

Ini novel pertamanya yang terbit, aku juga membaca satu cerita yang ada di wattpad (tentang Putra dan Raisa), dari tiga buku yang sudah aku baca aku bisa mengenali "signature"-nya, dan aku menikmatinya 😀
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
August 31, 2016
3,8 bintang.

Gak kebayang ya, pas mau nikah 2 minggu lagi. Calon mempelai pria malah pergi membatalkan pernikahan. Mia, orang yang patah hati. Sakit memang, selama 3 tahun menunggu penjelasan. Gak ada kabar apapun dari Bram, setelah berusaha berpindah hati ke Pram. Meskipun sulit, Mia mencoba. Tetapi, saat itu Bram datang dg membawa penjelasan. Dan bikin Mia Dilema.. Siapakah yg bakal dia pilih??

Huaaa aku gemes sama Mia. Tapi emang sih ya, apa yg kita rasa cuman kita yg tau. Kadang cinta gak butuh logika, tetapi kesempatan kedua tidak datang setelah beberapa tahun. Buat aku, apa yg telah pergi. Pas kembali dia gak sama *curcol
Pram sosok dewasa, dia gak mau memaksakan kehendak. Karena emang gak baik. Bram juga sih, merelakan sulit tapi ya harus.

Overall novel perdana ka Titi, kerennn.. Aku suka, gaya cerita mengalir. Penjabaran tentang kota BauBau nya juga keren. Penasaran jg untk berburu sunset dan sunrise disanaaa..
Profile Image for Amaya.
753 reviews58 followers
July 27, 2023
Actual rating: 2,8

Setelah dipikir-pikir, novel ini vibe-nya mirip drama Korea. Penulis juga sebut beberapa hal soal salah satu drakor, sih, tapi dilihat lebih jelas memang seperti novel terjemahan dari Bakor berlatar Indonesia.

Di sini ceritanya Mia baru ditinggal tunangannya pergi, tepat beberapa minggu sebelum pernikahan mereka. Alasannya? Nggak jelas. Bagiku sih, nggak jelas dan agak kurang sopan. Ketika menjalani residen di salah satu desa, seorang teman dari rekan kerjanya datang berkunjung. Pekerjaan laki-laki itu juga nggak jelas. Mia hanya tahu Pram suka memotret dan selalu membawa-bawa kameranya. Pram juga jadi kasus menarik karena enggan makan di warung pinggir jalan. Eh, bukan enggan lebih tepatnya, ya, mungkin macam nggak pernah aja. Nah, di sini Mia mulai dekat sama Pram sampai perpisahan mereka terjadi.

Bukan perpisahan abadi, guys, karena Pram adalah karakter utama di buku ini. Identitas asli Pram terungkap dan ketika kebersamaan mereka mulai mengarah ke satu tujuan, Mia mulai ragu dengan perasaannya. Lebih tepatnya, dia denial. Baginya agak nggak mungkin bisa bersanding dengan Pram. Lalu masalah lain muncul. Sang mantan kembali. Jejeng! Iya, Bram balik. Serangan masa lalu nggak bisa Mia hindari begitu saja dan dia harus memilih.

Sejak membaca blurb, aku udah antisipasi si Bram bakal jadi perusuh dan yaaa memang perusuh, tapi datangnya barengan sama pahlawan "kesiangan" alias lama banget. Hampir akhir kayaknya si Bram baru muncul. Kalau bagiku, alasan Bram menghilang sangat apa ya, nggak sopan dan nggak bisa dijadikan alasan. Dimaafkan aja sudah syukur, kalau sampai minta kesempatan kedua, kebangetan, bos! Ini salah satu poin yang kurang aku suka dan menurunkan 0,2 dari rating rencana awal yang bakal kukasih.

Alasan lain yang kurang aku suka mungkin vibe-serasa-nonton-drakor kali, ya. Tbh, aku bukan penikmat novel Korea yang punya vibe serasa nonton karena bagiku lebih baik nonton langsung daripada baca. Feel-nya juga lebih dapet. Alasan yang sangat pribadi. Terus format di ipusnas kenapa ya font-nya jadi aneh, mana ada huruf yang hilang lagi, hiks. Overall, aku suka sama bukunya. Cukup menghibur.
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
December 28, 2018
#2018-[146]

Sepertinya ku mulai familiar sama tokoh-tokoh bentukan mba Titi. Sebagian besar main cast cewenya pasti bermulut pedas (ini yang kelihatan banget sih), selalu ngerasa insecure dan merasa diri mereka nggak cantik padahal aslinya sebaliknya, selalu jadi incaran cowok-cowok tapi kelewat cuek dan kadang nggak peka kalo lagi dideketin. Cowoknya? hell lah, semuanya punya struktur dan tulang wajah? yang bagus, aka pada ganteng semua! dan tentunya pada tajir setengah mampus semua, wk! Kalo yang satu anak pemilik rumah sakit, satunya anak pengusaha property, satu lagi anak yang punya jaringan hotel dibeberapa kota di Indonesia. Yah dengan kata lain, old money semua!

Okay mari kita ulas sedikit cerita kali ini, chek it out!
Dengan segala hormat Saya kayanya sedikit lebih mudah menebak arah jalanya novel ini. Saya bukan tipe yang suka baca sinopsis diback cover jadi nggak ngeh kalo beberapa clue udah disebutin sebelumnya, like - akhirnya Bram dateng lagi sekian lama pergi dan nggak ngasih penjelasan ke Mia, yah balik pas Mia udah sama Pram dan merusak semua kesenangan kami para pembaca. Meskipun deep down Saya tahu kalau Mia pada akhirnya akan memilih Pram tapi tetep aja kzl waktu Mia sempat bimbang atas kepergian Bram dan nerima keputusan Pram buat ninggalin dia gitu aja.

Yang kusuka sih mba Titi nggak nyelipin adegan-adegan mengerikan disinetron dalam novelnya secara berlebihan. Kaya cewek-cewek antagonis yang selalu muncul dan bikin geram sampai para ibu/orangtua yang kelewat rese sampai bikin gedeg.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 8, 2016
Ada 2 paket buku gramedia DL 14 Agustus 2016 http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

“Tidak ada yang salah denganku. Aku hanya menjalani kehidupan sebagaimana wanita lainnya saat jatuh cinta. Merencanakan pernikahan dengan pria yang kukira juga mencintaiku bukanlah kesalahan. Dan ketika dia memutuskan meninggalkanku, itu juga bukan kesalahanku.(hlm.9)

Apakah yang akan kamu lakukan jika menjelang hari pernikahanmu, pria yang kau cintai dan telah kau pilih mendampingimu meninggalkanmu begitu saja? Meninggalkanmu tanpa alasan yang jelas, dan kemudian hilang bak ditelan bumi?

Itulah yang dirasakan oleh Mia, seorang dokter residen di sebuah RSUD di Sulawesi Tenggara. Menjelang hari pernikahannya dengan Bram, kekasihnya tiba-tiba saja Bram menghilang. Memutuskan pernikahan mereka yang sudah di depan mata, pergi begitu saja tanpa alasan dan penjelasan untuk Mia sama sekali. Sejak hari itu, Mia hancur berkeping-keping, semua masa depan yang telah dia rangkai bersama Bram hancur sudah. Hati Mia pun tak sama lagi.

“Aku di sini, di tempat kita selalu memandang laut bersama. Apakah kamu masih mengingatku? Karena aku sekarang teringat padamu. Merindumu meski tidak ingin. Tahu harus melepasmu tapi tak pernah cukup memiliki kerelaan. Aku di sini. Seperti pecundang yang menyeret kotak kenangannya ke mana-mana karena tak mampu membuangnya. Berusaha terlihat setegar karang tapi hatiku keropos di dalam. (hlm.35)

Hari-hari pun berlalu, Mia pun mulai sudah terbiasa hidup tanpa Bram. Walau terkadang kenangan tentang Bram senantiasa menghampiri, tapi Mia berusaha untuk melangkah ke depan. Untungnya, kesibukannya sebagai dokter residen cukup menyita waktu dan ada sahabat serta keluarga yang mendukungnya.

“Karena aku tak lagi memiliki sepasang lengan kokoh yang akan membebaskanmu dari segala macam ketakutan? Tak ada lagi dada yang bisa kubasahi dengan air mata saat suasana hatiku sedang buruk? Ketika kita tinggal sendiri, kurasa mekanisme pertahanan diri kita otomatis bangkit untuk melindungi diri sendiri dari dunia yang tidak ramah. Menjelma menjadi pribadi yang mandiri, suka atau tidak suka." (hlm. 52)

Mia menjalani hari seperti biasa, ada saja pria yang mendekatinya. Sayangnya, Mia belum menemukan seorang pria yang mampu menggetarkan hatinya. Walau ada Harso, rekan kerja sesama dokter yang menunjukkan ketertarikannya atau Ridho, anak teman mamanya tetap saja Mia belum tertarik untuk membuka hatinya.

“Kalau kamu sudah melewati masa pemujaan fisik, kamu akan cukup dewasa untuk menyadari bahwa memilih pasangan hanya berdasarkan hormon adalah tindakan paling bodoh, tidak masuk akal, dan egois. Banyak masalah yang bisa dipecahkan oleh uang dan tidak oleh cinta."(hlm.123)

Semua menjadi berbeda, ketika Pram mulai hadir dalam hidupnya. Sosok Pram yang begitu berbeda dengan Mia. Mereka malah cenderung sulit untuk akrab, ada saja perdebatan kecil di antara kedunya. Namun, perlahan-lahan semua mencair dan mereka pun menjadi lebih sering menghabiskan waktu bersama.

“Saat Tuhan menentukan jodohmu, Dia tidak perlu bertanya lebih dulu padamu apakah pria itu tipemu atau bukan.(hlm.85)

Ketika akhirnya Pram berhasil masuk dalam hati Mia, lagi-lagi takdir bekerja. Bayangan masa lalu pun datang menghampiri. Bayangan masa lalu itu datang kembali untuk sebuah penjelasan dan mempertanyakan kembali perasaan yang telah sekian lama terkubur rapat. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Mia memilih diantara Bram atau Pram? Atau tidak keduanya?

“Itulah keajaiban hati, bisa membuatmu iba dan benci hanya dalam hitungan menit. Juga bisa membuatmu merasa begitu mencintai dan membenci pada saat bersamaan. Hati membuat kita merasakan berbagai emosi yang bahkan tidak dapat dibayangkan pikiran kita.”(hlm.168)

Dongeng Tentang Waktu adalah novel debut Titi Sanaria. Novel yang mengisahkan tentang patah hati, move-on dan cinta segitiga. Terlihat sederhana, mungkin kisah seperti ini terasa familiar dan bahkan mungkin sudah pernah kamu baca di novel lainnya, tetapi Titi mampu membuat kisah Mia ini menjadi sesuatu yang menarik.

Diceritakan dari sudut pandang Mia, kamu akan diajak memasuki saat-saat patah hatinya, kemudian akhirnya mampu move-on dan membuka hatinya untuk cinta yang baru. Semua diceritakan secara perlahan, membuatmu bisa ikut simpati terhadap kondisi yang dialaminya.

Sejak awal, aku mungkin seperti pembaca lainnya, penasaran dengan sosok Bram. Sosok yang hanya kukenal melalui kenangan Mia yang dibaginya, membuatku begitu penasaran alasan paling logis apa yang membuatnya sampai meninggalkan Mia tanpa penjelasan. Alasan yang baru akan terkuak menjelang ending. Jujur, aku sempat membenci Bram di awal kisah ini, karena bagaimana pun karena dia lah Mia akhirnya menderita patah hati yang begitu dalam, hingga untuk membuka hati pun terasa sulit. Namun, ketika mengetahui alasannya pun sulit untuk membenarkan tindakannya itu.

Hal yang sungguh berbeda dengan sosok Pram, sosok yang sudah mencuri perhatian sejak awal kehadirannya. Perdebatan kecil Pram dengan Mia, chemistry dan tarik ulur di antara keduanya, itu dibangun secara perlahan dan berasa sekali perasaan satu sama lain.

Ketika akhirnya Mia dihadapkan pada posisi dilema, memilih antara masa lalu dan masa kini, antara Bram dan Pram mungkin adalah pilihan yang sulit. Semua orang yang berada di posisi Mia pasti akan bisa merasakan kegalauan hatinya. Tentunya tidak mudah sekali. Aku pun dibuat penasaran, kepada siapa akhirnya pilihan Mia dan ternyata oh ternyata .....

“Kamu tidak bisa memiliki keduanya, kan? Itu yang disebut memilih. Kita wanita, Mia. Dan wanita ditakdirkan dengan kemampuan untuk mudah menerima dan mencintai. Jadi saat kita dihadapkan pada dua pilihan, kita harus memilih orang yang lebih mencintai kita.”(hlm.298)

Membaca novel debut Mba Titi cukup menarik, walau dari segi tema memang terasa sederhana sekali, tetapi karakter yang kuat dan gaya berkisah yang menyenangkan membuatku sangat menikmati kisah Mia ini.

Poin plus novel ini adalah setting Sulawesi Tenggara yang begitu memikat. Mungkin karena penulis berasal dari sana, jadi penggambarannya begitu detail sekali. Mba Titi membuktikan tidak perlu menggunakan setting kota besar atau kota yang terkenal untuk membuat pembaca larut dengan kisah yang dia bawakan. Begitu pun dengan hal-hal terkait dunia kerja Mia sebagai dokter dan pengabdiannya, membuatku semakin salut dengan dokter-dokter seperti Mia.

“Mengikhlaskannya adalah pilihan paling bijaksana yang dapat ku ambil. Bohong jika aku tidak sedih. Kehilangan itu bahkan terasa hingga ke sumsum tulang. Tapi kesedihan yang berkepanjangan tidak akan membuatnya kembali.”(hlm.160)
Profile Image for Leila Rumeila.
1,000 reviews28 followers
October 2, 2021
Dari 3 buku Titi yg sudah gue baca, buku ini paling gue suka.
Hangat, lucu, ada sedih juga.
1 hal yg paling buat gue kurang bisa menyatu dengan buku ini a/ gaya penulisannya.
Dibilang kaku, tapi tepatnya bukan itu istilah tepatnya, mungkin engga mengikuti jaman kali ya.

Pram !!!!!!!!!!!!!!!
Meskipun di sini penggambaran sosok Pram itu sempurna dari segala aspek, tapi gue menyiratkan banyak sisi2 kekurangan sifatnya yg meskipun kecil tapi membuat karakternya lebih realistis dan hidup dan itu justru membuat gue jatuh hati.
Profile Image for Mala.
65 reviews4 followers
January 31, 2017
Ah, novelnya Mbak Titi ini... four thumbs up!
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
July 30, 2019
"Saat Tuhan menemukan jodohmu, Dia tidak perlu bertanya lebih dulu padamu apakah pria itu tipemu atau bukan." (hal.85)

Mia seorang calon dokter yang cantik nan pintar, walau memang mulutnya cukup pedas. Namun, sayangnya hatinya dibuat kecewa sampai dia tidak percaya dengan mulut manis laki-laki. Kekecewaan itu membuatnya trauma hingga sulit membuka hati lagi. Semua karena Bram--pacarnya yang tidak bertanggung jawab. Apa yang Bram lakukan coba?

Sampai akhirnya kehidupannya yang flat hanya dengan praktik dan praktik itu datang sosok Pram-teman Radit satu tempat praktiknya itu membuat hidupnya jadi semrawut. karena first impress tentang sosok Pram sudah membuatnya seakan ilfeel dan harus berkata tidak menyenangkan. Padahal Pram ini ganteng, tinggi, putih lohhh.

Berbeda dengan Pram, dia selalu ingin di dekat Mia. Selalu ingin bersama Mia. Apa Pram menyukai Mia? Dan bagaimana dengan Mia?

Dan, kisah mereka nggak semudah itu ferguso. Amat pelik, sampai Mia dilanda galau untuk memilih masa depan hatinya. Siapa yang akhirnya jadi masa depannya?

Yayy. Buku ke 10 karya ka Titi yang aku baca. Kali ini nggak terlalu dark. Sedikit konflik tentang Mia yang sulit move on. Dan konflik tentang kisah hatinya yang baru. Sejauh ini cukup menarik. Walau memang, penyelesaiannya sedikit cepat. Di awalnya yang sedikit lambat sih menurutku

Aku selalu sukak karakter yang ka Titi ciptakan. Wanita yang tegar dan laki-laki yang juga menawan namun kali ini Pram kurang gentle nih sedikit gemasin. Tokoh Harso-Radit-Asty bahkan Nina bikin kisah ini sedikit terhibur dengan karakter yang gambreng alias ramai.

Latar tempatnya detail bener. Sampai aku ngebayangin pas Mia lagi dipantai liat sunset apalagi pas malem-malem nyari babi hutan wkwk

Overall, suka deh recomended banget. Bukunya juga lumayan ringan. Sukses selalu untuk ka Titi 💕
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
November 4, 2019
Sepertinya ini novel debutan TS, dan setelah novel ini penulis mengalami banyak perkembangan yang positif.

Mia, seorang dokter yang ditinggalkan oleh kekasihnya dua minggu sebelum pernikahan mereka. Bram pergi meninggalkannya tanpa alasan apapun. Mia sangat kehilangan dan sakit hati. Hal itu mempengaruhi dirinya sedmikian rupa, sampai dia membatasi diri jika berinteraksi dengan laki-laki. Sampai kemudian Pram datang dan membuka hatinya.

Hubungannya dengan Pram sebenarnya juga tidak berjalan mulus. Pram yang mencoba mendekati Mia pertama kali, tapi kata cinta tidak terlontar dari mulutnya. Pram tahu kalau Mia masih belum sepenuhnya melupakan Bram. Jadi dia memberi waktu bagi Mia sebelum benar-benar masuk dalam kehidupan Mia. Sayangnya saat Mia membuka hatinya pada Pram, tiba-tiba saja Bram muncul menjelaskan alasan kepergiannya dan tentunya meminta Mia memberinya kesempatan kedua. Mengetahui kebimbangan Mia, Pram juga memilih untuk pergi.

Karakter Mia digambarkan sebagai gadis tangguh, seringkali sinis, dan rupanya masih menyimpan kepahitan atas kisah masa lalunya. Jujur saja saya kurang simpatik padanya, karena untuk ukuran wanita yang katanya mengandalkan logika, Mia justru sering menguatamakan perasaannya untuk menciptakan asumsi-asumsi yang sebenarnya bisa saja dikonfirmasi pada yg bersangkutan. Cinta segitiga menempatkannya dalam posisi sulit, well...sebenarnya bisa saja dia menentukannya, tapi masalah hati terkadang memang terlalu rumit.
Profile Image for Autmn Reader.
886 reviews93 followers
February 6, 2023
Baca di Ipusnas.

So so lah ya bukunya. Enjoy to read.

1. Aku suka build up hubungan Mia-Pram. Nggak buru-buru. Walaupun enggak yang lambat banget juga, sih.

2. Sebenrny rasional banget sih dengan kegalauan Mia, tpi ya bkin gedeg aja krena aku suka sama Pram, wkwek.

3. Emang klo nyium orang pas lagi tdur itu dan mreka ini gk ad hubungan apa2 itu boleh yak? Yaiaya sih Mia-nya emang suka balik tapi kan tetep aja nggak sopan.

Dan setelah baca novel yg begini2 tuh bikin aku pusing sama apa yang boleh dan gak boleh, krena menurutku nyium orang lagi tdur walaupun si cweknya emang suka balik, tetep creepy. Apalagi ini si cowok juga gk thu si cweknya suka dia atau nggak. Gk tahulah.
Profile Image for Kitty Wibisono.
211 reviews5 followers
August 8, 2016
For complete review please go directly to:
https://pelahapkata.wordpress.com/2016/07/18/blog-tour-giveaway-dongeng-tentang-waktu/


SINOPSIS

Tidak ada yang salah denganku. Aku hanya menjalani kehidupan sebagaimana wanita lainnya saat jatuh cinta. Merencanakan pernikahan dengan pria yang kukira juga mencintaiku bukanlah kesalahan. Dan ketika dia memutuskan meninggalkanku, itu juga bukan kesalahanku. [hal. 9]


Ya, Mia sama sekali tidak menyangka dan tidak mengerti mengapa pada detik-detik menjelang hari bahagianya, semuanya justru berbalik 180 derajat! Pria yang hampir bersanding dengannya di pelaminan justru meninggalkannya tanpa penjelasan apapun! Bayangkan betapa beratnya hari-hari yang harus dilalui oleh Mia untuk mengembalikan kepercayaan dan harga dirinya sebagai seorang perempuan!

Astaga, apa yang kulakukan sejak sore tadi? Menyeret-nyeret seseorang untuk menemaniku menelusuri kembali semua jejak kenanganku yang sudah tergerus waktu? [hal. 53]


Berkat kesibukannya sebagai seorang dokter residen, Mia mulai mampu melangkah ke depan meski tanpa Bram. Tentu saja rasa sakit itu belum lenyap sama sekali, namun toh Mia tidak lantas terus berkubang dalam kedukaan karena ditinggalkan pria itu. Ketika pada akhirnya sebuah pertemuan baru tercipta, tanpa diminta, kenangan tentang kebersamaan Mia dan Bram justru terus saja menghampiri.

“Aku tidak pernah memenangi perdebatan dengan ibuku. Jadi mengikuti perintahnya adalah cara paling aman untuk menghindari perang dunia ketiga”. [hal. 101]


Seorang ibu tak akan diam saja melihat anaknya bersedih kan? Mungkin itulah yang akhirnya membuat ibunda Mia bersikeras untuk mengenalkan anak perempuan semata wayangnya itu kepada anak temannya. Dan ya… setelah berkali-kali menghindar, akhirnya Mia pun harus menyerah kalah pada kegigihan mamanya. Yup! Sampailah ia pada momen itu: berkenalan dengan seorang pria atas desakan mamanya!

“Kamu juga menyukainya, kan? Jangan mengelak, aku tidak buta. Kamu tidak akan membiarkannya berkeliaran didekatmu jika dia tidak membuatmu nyaman. …” [hal. 204]


Ya. Setelah episode patah hati secara tiba-tiba dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk memulihkan hatinya yang terluka, kini Mia mulai membuka hatinya untuk pria lain. Meskipun luka dihati Mia belum benar-benar sembuh, entah mengapa ia merasa nyaman berada di dekat Pram.

“Aku tidak pernah melupakanmu, Mia. Dan memang tidak ingin. Jika menuruti kehendakku, aku takkan pernah pergi dari sisimu. Kamu tahu kan betapa aku mencintaimu?” [hal. 262]


Tentu saja perasaan Mia gak karuan ketika tiba-tiba saja pria yang hampir menjadi suaminya itu muncul kembali di hadapannya dengan kata-kata yang dulu begitu diimpikannya! Ya! Ratusan hari Mia bermimpi kalau Bram akan datang kembali ke sisinya. Namun tidak dalam kondisi seperti sekarang, dimana Mia sudah mulai berhasil melupakan pria itu. Ketika Mia mulai berani melangkah maju dengan membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama sosok pria yang lain.

“Kamu tidak bisa memiliki keduanya, kan? Itu yang disebut memilih. Kita wanita, Mia. Dan wanita ditakdirkan dengan kemampuan untuk mudah menerima dan mencintai. Jadi saat kita dihadapkan pada dua pilihan, kita harus memilih orang yang lebih mencintai kita.” [hal. 298]


Mampukah Mia membuat pilihan diantara para pria yang berusaha merebut hatinya? Seorang pria dari masa lalu yang pernah begitu ia cintai, namun pada akhirnya meninggalkannya dengan luka yang teramat dalam. Seorang pria yang setelah melewati proses panjang pertemanan kini mulai mendapat tempat spesial di hati Mia. Atau justru seorang pria lain yang merupakan rekomendasi langsung dari sang mama.

“Saat Tuhan menentukan jodohmu, Dia tidak perlu bertanya lebih dulu padamu apakah pria itu tipemu atau bukan.” [hal. 85]


Sanggupkah Mia benar-benar menerima segala konsekuensi dari pilihannya? Hanya waktu yang kembali dapat menjawabnya…

***

Review

Dongeng Tentang Waktu tidak hanya berkisah tentang triangle love ala roman picisan pada umumnya. Buku ini berkisah tentang cinta yang sangat sulit dilupakan, pengorbanan yang luar biasa, kegigihan untuk bangkit dari kejatuhan yang begitu menyakitkan, berani menerima kenyataan pahit yang ditawarkan kehidupan, bahkan juga keberanian untuk dapat terus melangkah maju.

“Kalian tahu siapa yang paling sukses menerapkan prinsip ekonomi tersebut dalam hidupnya?” …

“Cinderella.”…

“Dia hanya perlu sebelah sepatunya untuk mendapatkan kedudukan sebagai permaisuri. Irit sekali, kan? Bayangkan apa yang bisa didapatkannya jika mengorbankan sepasang sepatunya.” [hal. 156]


Yang paling kusukai dari novel ini adalah humor-humornya yang cerdas dan kalimat-kalimat yang menggigit dari tokoh-tokohnya. Bisa dibilang tokoh-tokoh dalam novel ini semuanya memegang perana penting dan gak ada yang cuma sekedar “tempelan” belaka. Interaksi Mia dengan sahabat-sahabatnya dan rekan-rekan seprofesinya juga begitu hidup dan sangat menarik diikuti.

“Aku punya waktu seumur hidup untuk mendengarkanmu, Sayang.” [hal. 328]


Overall, aku sangat menyukai novel ini dan merekomendasikannya untuk kamu baca! Gak nyangka banget kalau novel sebagus ini adalah karya perdana penulisnya loh! Yang hebatnya lagi, seluruh royalti penjualan novel ini akan disumbangkan ke Rumah Baca Rebung Cendani.
Profile Image for Caca.
107 reviews1 follower
April 22, 2025
Capek banget sama Mia pemikirannya ruwet dan banyak masalah miskomunikasi karena dia selalu lari dari masalah padahal umur dia udah mau 30 but why she acted like remaja baru pacaran dan belum lagi mamanya sedikit nyebelin dengan nasihatnya yang bilang Mia harus memilih yang terbaik tapi at the same time dipaksa milih Bram hanya karena dia lebih suka Bram.

Liat Pram ngejar Mia buat capek sendiri honestly Pram deserve so much better than Mia.

Sorry i'm not into miscommunication trope dan udah sepanjang ini halaman karena masalah yang muter-muter aja sorry to say tapi penyelesaiannya flat gitu aja.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
August 5, 2018
Dongeng Tentang Waktu sebuah novel yang benar-benar menguras hati dan pikiran di saat membacanya. Karena kita tanpa sadar akan ikut berpikir seandainya ‘aku ada di posisinya Mia, apa yang akan aku lakukan?’. Sepertilah itulah gambarannya. Patah hati bukanlah sebuah perasaan yang mengasyikkan, apalagi yang memilih pergi tidak meninggalkan kesalahan apa pun.

Baca review lengkapnya disini yaa

https://collection-of-book.blogspot.c...
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
August 2, 2016
Baca Review dan GAnya di sini yaa >> http://peekthebook.blogspot.co.id/201...

Membaca Dongeng Tentang Waktu ini bikin perasaanku campur aduk. Feelnya dapat banget. Bagaimana Mia berjuang untuk bisa bangkit dan menata kembali hidup juga hatinya setelah ditinggalkan oleh Bram. Rasanya gregetan, gemes, pingin nimpuk Bram, pingin bilang sama Mia buat cepat move on. Jadi, kebayang kan gimana rasanya kalau saat baca cerita ini kemudian meletakkan novel ini sebentar aja.

Gimana rasanya saat kamu ditinggalkan sama mantan pacar kamu eh bukan, mantan calon suami kamu beberapa minggu sebelum kamu menikah? Kemudian saat kamu bisa berhasil bangkit dan bertemu dengan orang baru, tiba-tiba mantan calon suami kamu kembali lagi dan dengan santainya mengacaukan segala macam bentuk pertahanan kamu selama ini dalam rangkan move on. Sebenarnya bukan tema yang baru dalam dunia pernovelan, sudah sering dan sudah banyak diceritakan. Namun, kalau tokoh utama yang diceritakan patah hati adalah seorang wanita bergelar dokter residen? Kemudian setting tempatnya ada di sebuah tempat yang sangat cantik yang bernama Baubau, ibu kota kabupaten Buton?
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
February 1, 2017
Tokoh cewek yang ditulis kak titi, memang selalu bisa membuat naik turun perasaan aku. Di beberapa lembar pertama, aku ikut mellow sedih sm Mhia, setelah itu aku pengen banget nyubit bibirnya yg judes itu. Apalagi saat dia ngejudes2in Pram. Eh helllooowwww cowok ketjeh badai kek Pram dijudes2in itu kek mengingkari nikmat Tuhan.
Aku masih ngerasa kaku di dialognya sih, tapi mgk itulah khasnya kak titi ye, krn di semua ceritanya yg aku baca, dialog2 cerita yg Beliyo tulis mengingatkan aku pada karya Oma Maria Sardjono. Sukses trus ya kak, ttp jadi penulis yg rendah hati kek sekarang ini, karena itu yg membuat aku jatuh hati pada kakak#eeaaakk
Profile Image for Risti.
7 reviews
August 15, 2016
Novel perdana Eonni Titi Sanaria ini bikin ketawa gak berhenti canda2annya ini khas eonni bgtlah,,baca satu bab juga aq udh tahu ini eonn titi yg aku kenal,,well karena satu hobby drama jadi cerita yg di buat ini langsung klop deh sama otakku,,konfliknya gak terlalu berat dan ganteng itu relatif ya,,soalnya aq gak suka lee sang yoonsih..di tunggu karya2 berikutnya eonni..jgn lupa chaebol ma tetep ya.
Profile Image for Rini Surastika.
52 reviews6 followers
May 11, 2020
Judul: Dongeng Tentang Waktu
Penulis: Titi Sanaria
Penerbit: GPU
Tahun Terbit: 2016
Jumlah Halaman: 336
Baca via Gramedia Digital

Ini novel yang berhasil aku selesaikan setelah beberapa hari ini mood bacaku menurun. Novel ini dengan mudah aku selesaikan, karena aku memang cocok dengan gaya bahasa penulisnya.

Bercerita tentang Mia yang setelah tiga tahun ditinggalkan calon suaminya belum juga bisa move on, lalu muncul Pram sebagai sosok pria yang tampan tapi tidak mampu memikat bagi Mia di awal-awal pertemuan mereka.

Aku suka komunikasi antara Mia dan Pram, yang membuatku mikir kalau laki2 yang lumayan banyak bicara juga tidak melulu menyebalkan dan mengganggu. Komunikasi mereka tidak memberikan terpaksa, malah memberikan kesan natural di saat keduanya melewati proses termenan yang lumayan memakan waktu lama sebelum beranjak memutuskan untuk mengubah hubungan keduanya yang lebih intim.

Karakter Pram lebih hidup karena dibuat menonjol padahal novel ini menggunakan sudut pandang Mia, aku pikir perasaan Prama tidak akan terlalu diekspos karena keterbatasan sudut pandang. Tapi Mbak Titi memang tau gimana caranya membuat karakter-karakter dalam novel-novelnya tidak menjadi pihak yang pasif❤

Aku suka bagaimana pergolakan batin Mia ketika masa lalunya ikut muncul setelah bertahun-tahun hal itu hanya di bayangannya. Kemunculan Bram memang terlalu singkat, tapi kemunculannya berandil besar dalam perkembangan konflik. Penulis berhasil memaparkan konflik ini menjadi ringan, meskipun ada rasa sakit seperti merasakan berada di posisi Pram dan Bram yang menunggu keputusan Mia, tapi aku senang karena endingnya gak mengecewakan.

Aku menduga akan ada plot twist mendekat ending, tapi ternyata semuanya berjalan sederhana. Pelajaran berharga yang kudapatkan bahwa segala sesuatu membutuhkan komunikasi, dan jangan mudah mengambil kesimpulan kalau belum mengetahui faktanya, karena hal itu hanya akan menyesatkan😍

Btw, ini novel lama Mbak Titi tapi karena cara penulisannya yang gak jauh berbeda dengan karya2nya yang sekarang, jadi novel ini gak terasa asing❤
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
March 2, 2018
🌟3,6

"Orang harus berteriak saat harus berteriak, menangis saat ingin menangis. Bukan karena lemah tapi untuk merasa lega. Jangan bersembunyi di balik ketegaran padahal hatimu memborok di dalam." (hlm. 229)
.
Kisah seorang calon dokter--Mia--yang ditinggal begitu saja tanpa penjelasan oleh mempelai prianya--Bram-- dua minggu sebelum hari pernikahan mereka . Empat tahun kemudian, Mia berhasil bangkit dari keterpurukannya, walau belum dapat melupakan Bram. Melalui Radit teman sesama residen di salah satu rumah sakit umum di Sulawesi Utara yang memintanya menjemput temannya Mia pun dipertemukan oleh Pram. Sosok pria tampan pecinta kebersihan. Awal yang menyebalkan namun setelah mengalami perjalanan kisah yang cukup banyak akhirnya mereka sama-sama membuka hati. Tapi saat Mia mulai membuka hati, Bram datang dengan segala penjelasannya empat tahun lalu. Lantas mana yang Mia pilih? Masa lalu atau masa kini untuk masa depannya?
.
💊Selalu suka dengan karya kak Titi💕 kesan gaya tulisan yang sedikit kaku tapi buat aku selalu menikmati karya kak Titi. Baca kisah Mia kayak naik rollercoaster. Alurnya terlalu lambat menurutku. Tapi endingnya aku suka, sesuai ekspektasi. Walau sempet gemes sama keputusan awal Mia, tapi akhirnya aku bisa bernapas lega.
💊Aku suka semua tokohnya, kecuali Bram karena dia terlalu pengecut. Padahal dia tau seperti apa Mia tapi kenapa milih ninggalin Mia dan kemudian minta kesempatan kedua? WTF, Dude.. Pram, aku suka cara dia memperlakukan Mia, tapi kenapa mesti nunggu waktu lama untuk nyatain rasa ke Mia? Why? Dan Mia, sosok perempuan dengan segala kelabilan dan menelan segala prasangkanya tanpa bertanya. Aku gemezzz... Asty dan Nina gokil, jarang ada temen kayak gitu
Profile Image for Yunita Lestari.
72 reviews3 followers
March 7, 2021
Mia, dokter spesialis anak yang memikat hati dua pria yang keduanya pun hampir memiliki kemiripan nama dan alasan kepergian. Mia harus bangkit dari jurang luka yang ditinggalkan Bram beberapa hari sebelum pernikahan mereka digelar. Tapi, semua ingatan manis akan Bram selalu muncul di setiap tempat di mana Mia berada saat sedang mengemban tugas di sebuah desa yang jaraknya cukup jauh dari tempat asalnya, Makassar. Karena memang, di sanalah kisah cinta Mia dan Bram bermula.

🕰️

Kehadiran Pramudya Murtopo justru memberi celah-celah cahaya baru pada diri Mia. Meskipun di awal perjumpaan tidak diwarnai adegan menyenangkan, sosok Mia malah membuat Pram jatuh hati. Meski terkadang jawaban yang keluar dari bibir Mia agak nylekit dan menjadi sebuah perdebatan kecil yang terjadi antara mereka, Pram semakin gencar untuk masuk secara perlahan mengetuk hati Mia dan menggantikan nama Bram menjadi Pram.



Aku selalu suka penyampaian cerita yang kak Titi Sanaria tuliskan pada setiap cerita-ceritanya. Apalagi para sahabat di sekitar peran utama. Kekonyolan dan hiburan selalu tercipta tanpa mengusik inti ceritanya, justru itu bumbu menarik. Dan penyampaian keadaan latar tempat dalam cerita selalu dijelaskan dengan rinci. Sehingga saat membaca langsung tersusun rapi bayangan-bayangannya.😍

Apalagi tempat-tempat yang memang tidak pernah ku sambangi. Berasa jalan-jalan pas baca😍

🕰️

'Ketika kita tinggal sendiri, kurasa mekanisme pertahanan diri kita otomatis bangkit untuk melindungi diri sendiri dari dunia yang tidak ramah. Menjelma menjadi pribadi yang mandiri. Suka atau tidak.' ~Mia


Penilaian pribadi : ✨4,6/5
Profile Image for Nihla Fuadah.
21 reviews
February 29, 2020
Dongeng Tentang Waktu membuat ku menemukan banyak hal baru, dari hal-hal kecil seperti ouh aku tahu akhirnya ada pulau bernama BauBau di Sulawesi Tenggara. Sampai kaya di sodorin kaca sama si Mia. Mia tuh aku banget. Yg ngomong berbisa banget, tapi emang dengan sengaja buat menyulut orang lain. Belum lagi, Mia senang sekali ambil kesimpulan sendiri. That it's me... event thought I know it's bad. But, it's not easy to control it. I feel you Mia. 😂😂✌️

Ouh yah, aku baru tahu juga, ternyata ini buku pertama dr penulis yg diterbitkan. Padahal beberapa buku dr penulis pernah ku baca. Tapi, aku menemukan tulisan Ka Titi yang ternyata memang khas. Bahasanya ringan, khas sekali. Tapi di buku ini, aku menemukan beberapa yang terlalu baku untuk dijadikan bahan percakapan mungkin, karena ini buku pertamanya juga kali yah. Hehehehe, ini menurut pandanganku saja.

Aku selalu suka bagaimana cara penulis menyodorkan konflik. Ciri khas ka Titi juga, lebih banyak konflik batin pada setiap novelnya. Jadi, konflik-konflik yang diangkat benar-benar dari peperangan batin tokoh yang ada dalam cerita.

Dalam cerita ini, setiap karakter punya permasalahan batin sendiri. Dan semua itu sesuai pas pada tempatnya. Tentang Mia yang harus memilih masa lalu atau masa kini. Lalu, yg menjadi pilihan disini Pram dan Bram malah seolah-olah paling mengerti perasaan Mia. Jadi, yah begitulah....

Lalu, kekurangannya ada pada plot twis yang menurutku pribadi kurang digali, padahal bisa jadi intisari cerita dari sudut pandang yang berbeda.

3,5 🌟 dari ku....
Profile Image for Wiwid Nurwidayati.
29 reviews2 followers
October 30, 2018
Membaca novel Titi Sanaria selalu membuat saya bahagia. Semua novel Titi yang saya baca selalu memperlihatkan sebuah perjuangan hati untuk melawan sakit dan kehilangan dan semuanya terhapus dengan cinta. Kita berhak bahagia, bukan? tidak ada salahnya memberi gizi pembaca lewat bacaan dengan menawarkan perjuangan dan kebahagiaan.

Di sinilah dunia Mia diceritakan. Mia seorang gadis yang kehilangan calon suaminya dua minggu sebelum hari pernikahan. Bram, calon suaminya itu meninggalkannya begitu saja tanpa penjelasan apapun. Empat tahun berlalu dan Mia masih belum melupakan sepenuhnya Bram.

saat Mia PTT di sebuah pelosok, dia bertemu dengan seorang lelaki teman dari temannya. Lelaki itu bernama Pram. Mia saat itu hanya mengenalnya sebagais eorang photografer atau jurnalis karena kebiasaannya membawa kamera dan mencari view-view yang bagus untuk memotret, hingga akhirnya mereka berpisah. Pram kembali ke Jakarta dan Mia kembali ke Makassar untuk melanjutkan sekolah spesialisnya menjadi dokter anak.

Waktu berlalu, hingga kemudian Mia memberanikan diri membuka hati untuk Pram dan menerimanya sebagai kekasih. Beberapa saat kemudian Bram datang kembali dalam kehidupannya, meminta maaf dan berniat kembali merajut kasih dengan Mia. Mia yang masih belum melupakan Bram menjadi bimbang hingga akhirnya justru Pram dan Bram meninggalkan Mia karena kebimbangannya. Lalu bagaimanakah akhir kisah cinta Mia, dia memilih tetap sendiri atau akhirnya menerima Bram, atau justru kembali ke Pram?
Profile Image for Lulu Syifa.
26 reviews4 followers
September 12, 2017
Awalnya, aku akan cukup memberi rating untuk buku ini, tapi ada yang bikin aku gatal kepingin berkomentar.

Dongeng Tentang Waktu bukan karya pertama Mbak Titi yang kubaca. Aku mengikuti di Wattpad dan membaca hampir semua karyanya.

Aku suka cerita ini. Hanya ada yang belum kumengerti. Jadi Cindy itu siapa? Kenapa dia tiba-tiba muncul dengan Ibunya Pram? Saat kukira dia akan menjadi tokoh antagonis dalam cerita ini, ternyata dia cuma figuran yang numpang lewat. Gak jelas siapa dan apa hubungan mereka? Cindy "galak" sama Mia tapi gak diceritakan mengejar Pram.

Tapi keseluruhan bagus kok. Ceritanya yang romantis tanpa adegan pelukan dan ciuman yang berlebihan. Dialog-dialog Mia dan kawan-kawannya mengundang senyum, meskipun Mia-nya bikin aku jengkel. Dia perempuan beruntung yang plin-plan. Sudah punya kekasih super keren, galau lagi karena mantan tiba-tiba datang dan minta balikan.

Tapi, yah, itu bikin aku tahu bahwa patah hati bisa bikin seseorang jadi seperti itu. Dan, gak melulu materi bisa bikin seseorang langsung yakin dengan perasaannya.

"Tapi aku yakin masih ada beberapa hal yang tidak bisa ditukar dengan uang dalam hidup ini. Harga diri, integritas, loyalitas, keluarga, persahabatan, dan kesetiaan adalah sedikit dari hal-hal itu." hlm. 146.
Profile Image for Yonea Bakla.
322 reviews36 followers
November 16, 2019
Akhirnya selesai!
Ini novel pertama kak titi yang diterbitkan penerbit mayor. Tidak heran. Diksinya cerdas khas metropop-amore GPU. Dialognya juga hidup.

Menggunakan Pov 1 Mia, kisah patah hati ditinggal pergi Bram-pacar empat tahunnya- tepat dua minggu sebelum hari-H cukup mengiris hati.

Mia yang ceplas-ceplos dan menutupi masa lalunya dengan sikap sinis dan kalimat sarkas, tidak disangka menarik perhatian Pramudya, teman Radit, yang kebetulan berlibur ke Sulawesi, tempat Mia, Radit dan Harso praktek residensi dokter spesialis.

Separuh novel lebih banyak pengenalan tokoh dan deskripsi setting lokasi. Chemistry Mia-Pram dibangun pelan-pelan.

Lalu, ketika Bram kembali, siapa yang akan dipilih Mia?

Gemas pokoknya aku uwuwu. Bagian awal udah dibuat ketawa dengan dialog Mia dengan Harso dan Radit selama di RS, serta Nina dan Asty di luar RS.

Aku salut sama Pram yang maju terus pantang mundur. Gila beneran dah pindah dari Jakarta ke Makassar dalam rangka ngurus kantor cabang, padahal ya ada misi terselubung. ���

Walaupun masih nemu beberapa typo dan bahasanya agak kaku ala novel terjemahan, aku sangat menikmati membaca DTW ini. Semoga gaya khas kak Titi bisa dipertahankan di novel-novel selanjutnya.
Profile Image for Dhea Safira.
Author 8 books2 followers
October 3, 2017
Awal-awal membaca, saya agak bosan dengan Mia yang sibuk mengenang si Bram. Atau pas adegannya dengan Harso-Radit ataupun Asty-Nina.
Ada beberapa bagian yang mestinya nggak perlu, terkesan kayak cuma buat banyak-banyakin halaman.

Mulai ke belakang, mulai suka dengan ceritanya. Terutama pas Pram nembak Mia. Karakter Pram di sini lucu-lucu ngegemesin gitu, bikin suka.

Cuma, yang bikin bertanya2, beneran nih Cindy cuma muncul segitu? Saya merasa kok ada yang bolong dengan adanya Cindy.

Terus, pas kedatangan si Bram, di sinilah masalah mulai seru. Sebel juga sama ke-plinplanan Mia. Rasanya kayak dia mau balikan sama Bram tapi nggak mau kehilangan Pram.

Kemaruk mah intinya.

Tapi ya yang namanya manusia emang nggak boleh kemaruk kan? Bukannya dapat dua-duanya, minimal salah satunya, eh Mia malah ditinggalin keduanya.
Emang harusnya gitu sih.

Tapi, setelah Bram sama Pram pergi, rasa-rasanya penyelesaian konfliknya terlalu cepat. Saya berharap ada detail yang menyebabkan Mia sadar siapa yang akan dia pilih (minimal diceritain gitu proses berpikirnya hingga Mia tiba pada satu kesimpulan)

Endingnya? Bisa ditebaklah. Meski begitu, saya menikmati membaca novel ini.
Profile Image for endang cippy.
275 reviews26 followers
December 30, 2020
Bila kata maaf bisa menyelesaikan semua masalah di dunia ini, semua orang bisa bergandengan tangan dan berpelukan sekarang. Tidak akan ada pertikaian dan air mata. (Halaman 216)

Semua sudah terkubur debu waktu.

Mia ditinggalkan oleh kekasihnya, Bram ,di hari pernikahannya. Tanpa penjelasan apapun. Menghilang bagai di telan bumi.

3 tahun disela-sela waktunya praktek dan kuliah spesialisasi kedokteran. Pertanyaan yang sama selalu berkecamuk bagai badai yang tidak bisa diredakan oleh dirinya sendiri.

Kehadiran Pramudya (Pram) mengobati hari-harinya walaupun kesalahpahaman sering terjadi.

Ketika dunia Mia sudah menetap. Menemukan kebahagiannya sendiri. Bram datang tiba-tiba dalam kehidupan Mia..

Bacaan ringan banget. Walaupun alurnya sudah bisa ditebak.

Suka karakter:
Nina dan Asty, dua orang sahabat Mia. Mereka selalu mendukung langkah-langkah Mia. Seneng banget punya sahabat kayak merek berdua. Dunia bakalan selalu ceria hahaha
Mereka berdua loyal banget!
Profile Image for Erika.
120 reviews2 followers
April 17, 2020
Jadi, gimana rasanya patah hati ketika gagal menikah karena dibatalkan, padahal waktunya H-2 minggu. Tanyakan pada Mia yang mengalaminya karena Bram. Selama tiga tahun berusaha move dengan kesibukannya menjadi calon dokter spesialis anak. Hingga pertemuan baru dengan lelaki bernama Pram membuatnya perlahan move on. Tapi kehadiran Bram setelah sekian lama dan membuat Mia bingung, siapa yang akan dipilihnya? Ujungnya, semuanya memilih melepaskan.

Buku ini cukup menguras emosi. Sifat Mia yang gak peka, gak bisa mengenali perasaannya. Kesel, padahal jelas-jelas bukti terlihat nyata adanya, namanya juga belum move on.

Suka banget sama sikap Pram yang hampir sempuran. Heheh. Kekonyolan teman-teman Mia membuat buku ini terlihat konyol.
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
November 20, 2018
more on: https://whatsgabyread.blogspot.com/20...

Hmm.. Kayaknya dari sini aku bisa nebak nih, gaya ceritanya kak Titi ini selalu diceritain dari sisi ceweknya. Selain itu, selalu ceritanya mirip-mirip. Ceweknya yang galau gitu, atau ada masalah dalam rumah tangga. Menurutku seru sih. Meskipun kadang aku cukup bosan di awal, karena terlalu banyak narasinya. Did I mention you all about this? Tapi nggak papa, meskipun di bagian awalnya kita kayak digiring naik ke konfliknya, di bagian pertengahan sampe akhir tuh seru banget, bikin nggak mau lepas sama novelnya. Jadi ya seru-seru aja buatku.
Profile Image for Nathania.
118 reviews20 followers
March 22, 2021
Baru pertama kali baca novel Titi Sanaria dan langsung jatuh cinta. Ga kebayang sih kisah Mia yang ditinggal oleh calon suaminya, Bram. lalu kemudian bertemu dengan Pram, sahabat dari rekan kerja praktek. Mia gampang sekali ceplas ceplos sedangkan Pram sosok misterius yang selalu menjaga kebersihannya.

Konfliknya nyampe puncak ketika Bram kembali disaat dia ingin memulai hubungan dengan Pram. Jalan ceritanya agak lambat , masa Pedekate Pram dengan Mia, greget. Mia kurang peka & Pram kurang menunjukan lewat perkataan namun tindakannya gentleman banget. idaman deh si Pram ini.

Suka banget persahabatan Mia dengan Nina & Asty. Mantap perjuangan Pram yang pantang Mundur.
Displaying 1 - 30 of 64 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.