Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sehidup Sesurga

Rate this book
Mereka bilang, pernikahan kita tidak akan baik-baik saja. Bahwa kau tak akan bisa selalu membuatku bahagia dan aku akan membuat masalah-masalah dalam hidupmu jadi lebih rumit.

Namun, kita tahu lebih baik.

Kita tahu sebesar apa kita saling mencintai. Kitalah yang menjalani, menjadi tuan bagi hidup kita sendiri. Kita akan tumbuh menjadi sepasang manusia yang menumpas semua kesulitan bersama-sama. Kita tahu kalau kita berbeda, itulah sebabnya kita bertekad untuk saling melengkapi satu sama lain.

Di atas semua keraguan orang lain, kita akan saling menumbuhkan keyakinan. Di sana, kita bangun sebuah rumah dengan tangan dan jerih payah sendiri. Kita pasang pintu dan jendela. Kita isi dengan sofa, tempat tidur, karpet, mesin jahit, atau apa saja yang kita kumpulkan satu per satu dengan cinta.

Kemudian, kita akan tertawa, menceritakan semua ‘kata orang’ sambil bercanda, memaklumi semua keraguan mereka yang tak beralasan, sambil mensyukuri dan merayakan pernikahan kita yang memang tak punya alasan apa pun;

Kecuali karena kita saling mencintai, sehidup sesurga.

210 pages, Paperback

First published June 9, 2016

21 people are currently reading
176 people want to read

About the author

Fahd Pahdepie

27 books530 followers
FAHD PAHDEPIE, suami juga ayah penuh-waktu untuk Rizqa Abidin serta dua putra mereka Falsafa Kalky Pahdepie dan Alkemia Malaky Pahdepie. Menulis, bekerja, dan berkreativitas dirayakannya di waktu senggang. Orang rumahan yang menulis untuk diceritakan pada istri dan anak-anaknya.

Selain menulis, Fahd juga merupakan pembicara publik, penulis skenario dan sutradara film maupun teater. Saat ini menjadi co-founder dan CEO inspirasi.co. Ia bisa ditemui di www.fahdpahdepie.com atau facebook.com/fahdpahdepie atau twitter @fahdisme.

Profil lengkapnya bisa dibaca di: http://id.wikipedia.org/wiki/Fahd_Pah...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
33 (30%)
4 stars
41 (37%)
3 stars
30 (27%)
2 stars
4 (3%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for Nafisa Diniwati.
11 reviews
May 11, 2017
Bukunya terdiri dari cerita-cerita pendek sederhana, tapi cukup banyak hal baik yang bermakna.

Well, buat yang sudah ingin menikah, ada satu hal keren yang bisa kita petik dari buku ini.
Ini tentang filosofi puasa bagi yang belum mampu menikah. Mampu disini bukan hanya sekedar finansial, tapi juga fisik maupun emosional. Saya baru paham, kenapa pemuda-pemudi yang ingin menikah namun belum mampu, dianjurkan Rasulullah untuk berpuasa


Berpuasalah seperti kau menjalani puasa ramadhan. Berpuasalah seperti seseorang yang ingin memperbaiki kualitas-kualitas dirinya selama menjalani puasa itu. Berpuasalah seperti seseorang yang ingin mengubah dirinya dari ulat menjadi kupu-kupu.

Sahur mengajarimu tentang persiapan dan perencanaan. Mungkin kamu akan kuat berpuasa seharian tanpa sahur. Namun, dengan bangun sahur, kamu melatih dirimu menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Kau mempersiapkan dirimu untuk menjalani puasa sebaik mungkin. Kau menghitung apa yang kau perlu makan saat sahur sehingga kuat menjalani aktivitas terberat saat puasa. Jika sahurmu baik, kau akan siap melakukan yang terbaik dalam puasamu,

Kelak jika sudah saatnya, kau akan berbuka. Itu bukan tentang melampiaskan nafsumu. Bukan tentang membayar semua rasa lapar yang kau tahan seharian. Buka puasa mengajari kita dua hal. Pertama, ia adalah tentang menyadari bahwa kita punya batas-batasnya. Kita tak bisa terus-menerus menahan lapar dan haus, kan? Maka kita perlu makan. Batas itu mengajari kira sikap mawas diri. Kedua, buka puasa juga mengjari kita tentang merayakan kebahagiaan. Percuma saja kualitas dirimu meningkat selama puasa jika kau tidak memberi ruang kepada dirimu sendiri untuk berbahagia. Dua hal itu kelak penting untukmu saat berumah tangga.
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
October 17, 2016
Judul: Sehidup sesurga
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: PandaMedia
Dimensi: x + 210 hlm, 14 x 20 cm, cetakan pertama juni 2016
ISBN: 978 979 780 845 7

Menikahimu,
Aku ingin melakukannya sekali saja.
Mencintaimu, aku ingin bersamamu selama-lamanya.
Sehidup, sesurga. (H. 1)

Bahwa cinta tidak terbatas pada ajal. Cinta bisa menembus kehidupan sesudah mati, surga. Begitulah buku ini hadir. Dengan keyakinan penulis terhadap agama yang dianutnya, bahwa pecinta akan dikumpulkan bersama yang dicintanya. Maka mewujudkan hal itu, adalah dengan menjadi pecinta hebat yang berpikiran jauh hingga akhirat. Lalu, apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi pecinta hebat itu?

Ada banyak hal, filosofi, sudut pandang dan pembelajaran dari kisah-kisah keseharian yang mungkin luput untuk kita perhatikan. Itulah yang dikisahkan dalam buku ini. Bagaimana memaknai kisah sederhana yang sering kita alami dengan "kacamata baru". Penulis cukup lihai mengemukakan persepsi dari sudut pandang baru. Terasa lebih jujur karena ini adalah pengalaman. Pengalaman berumah tangga tujuh tahun dengan dua orang anak lelaki.

Terbagi menjadi 8 bab dengan judul:
1. Apakah engkau sudah siap untuk menikah?
2. Mengatur langkah setelah menikah
3. Membangun rumah, menyusun tangga
4. Musuh dalam satu selimut
5. Mencicil surga dengan bait-bait doa
6. Sebab tak ada pernikahan yang sempurna
7. Belajar dewasa dengan menjadi orangtua
8. Menjaga harta yang paling berharga

Menariknya, setiap pergantian bab disertai dengan tulisan kontemplasi berupa surat dari penulis untuk istrinya atau nasihat dan ada gambar ilustrasi yang manis.

Beberapa tulisan pernah dipublish di facebook penulis dan saya sering mengelike tulisan tersebut.

Memang sejak menikah, tulisan fahd agak berbeda dengan dahulu, kala masih bernama pena Fahd Djibran. Rasanya lebih bijak, matang, dan mau belajar memakai "kacamata" yang berbeda di tiap harinya. Terlihat bahwa menikah membelajarkan pelakunya menjadi lebih baik.

Ada beberapa typo dan kisah yang menurut saya kurang pas mengikuti alur.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Tentang waktu, apa yang mesti kita risaukan? Bukankah hari ini adalah esok yang kemarin pernah kita cemaskan itu? Maka, tenang saja." (H. 4)

"Sebuah teori bahwa di antara dua orang yang ketakutan, yang mengatakan 'jangan takut' justru adalah orang yang paling merasa takut." (H. 45)

"Perempuan tipe ENFP berdasarkan 16 kepribadian MBTI hanya 7% saja di dunia. Orang jenis ini 'smart' karena selalu penuh rasa ingin tahu. Perhatian. Penuh energi. Pandai berempati. Punya kemampuan komunikasi di atas rata-rata. Tahu cara untuk bersenang-senang. Dan yang paking penting: mereka adalah jenis teman yang hebat!" (H. 55, tes MBTI saya ENFP hehe)

"Hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti cara yang kamu inginkan, tidak berarti ia tidak memberikan segala yang terbaik yang dimilikinya untukmu!" (H. 107)

"Jika aku menuliskan banyak kata cinta untukmu, itu tak berarti kamu beruntung. Itu berarti aku bangga. Jika aku mencintaimu, aku hanya perlu membuktikannya pada dirimu. Namun, jika aku bangga mencintaimu, aku harus membuktikannya kepada semua orang." (H. 185)

"Sediakanlah ruang dalam diri kita untuk memahami bahwa takdir adalah akibat. Maka mari kita ciptakan sebab-sebab yang baik untuk akibat-akibat lain yang lebih baik. Tuhan dan semesta tak pernah berhenti bekerja, kan?
Nasib kita tidak ditentukan apa kata orang. Maka jangan melulu ikut kerumunan. Kebenaran lebih sering berada di luar kerumunan dan pendapat banyak orang." (H. 205)

Meta morfillah
Profile Image for Muhammad .
26 reviews24 followers
January 11, 2018
Buku terakhir yang saya baca di tahun 2017, buku Angan Senja Senyum Pagi karya @fahdpahdepie. Buku pertama yang saya baca di 2018, buku Sehidup Sesurga dengan penulis yang sama.
.
.
Pas Harbolnas Gramedia kemarin, saya memang memesan banyak buku Fahd Pahdepie. Secara belum pernah baca karya beliau. Sejauh ini hanya tulisan nonfiksi yang beredar di internet atau di inspirasi.co yang saya baca. .
.
Jadi, seharian ini saya memfokuskan diri membaca Sehidup Sesurga sambil menunggu dosen untuk dimintai tandatangan. Saya menyukai beberapa bagian dalam buku ini. Terutama bagian saat mendengar penjelasan puasa dari Pak Kiyai. Mungkin karena memang penjelasan seperti itu yang saya inginkan. Kita sering mengira bahwa bagi yang belum menikah -misalnya-, sangat dianjurkan berpuasa. Apakah sebatas menahan nafsu? Rupa-rupanya tidak. "Kau kira anjuran berpuasa saat kau belum siap menikah tak berhubungan dengan semua aspek yang selama ini kau keluhkan, termasuk soal kemapanan hartamu?" kata Pak Kiai yang jleb banget. Gak kebayang kalau itu ditujukan langsung pas di depan saya. Lantas bagaimana hubungan puasa dengan aspek lain, silakan baca bukunya.
.
.
Tentu saja, banyak cerita menarik dalam buku ini yang tak bisa kujelaskan semua. Begitu haru dan begitu manis. Kadang-kadang kita dibuat tertawa.
.
.
Pada akhirnya, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca teman-teman.
Profile Image for Meirna Fatkhawati.
136 reviews3 followers
August 13, 2019
Sama sekali tidak ada penyesalan telah membeli dan membaca buku ini. Banyak pelajaran yang saya dapatkan. Awalnya sih sempet males baca khawatir baper ingin secepatnya menikah. Saya kira ada adegan mesra suami istri. Ternyata ada. Haha. Tapi adegannya ya alami aja. Natural. Tidak buat baper. Seperti si penulis yang merencanakan quality time setiap pekan bersama istri. Ada catatan khusus untuk istri nya. Itu so sweet banget sih. Aah ... Iri deh.

Buku ini sangat dianjurkan untuk kalian yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Banyak hikmah yang bisa didapat. Dengan penceritaan yang mudah dicerna. Ada di kehidupan sehari-hari. Sama sekali tidak menggurui. Cara penyampaian dengan menuturkan cerita. Pembaca pun diajak berpikir, dan berpendapat dalam buku ini.

Tulisan yang paling saya suka adalah si penulis yang memiliki ide perihal asuransi kebahagiaan. Kalau di masyarakat pada umumnya telah menyiapkan asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan. Si penulis ini dengan kerennya punya asuransi kebahagiaan dengan caranya sendiri. Seperti menulis buku ini, mengabadikan foto, dll. Romantis banget. Keren.

Terimakasih untuk penulis. Semoga saya bisa mengabadikan kebahagiaan hidup bersama pasangan dan anak cucu kelak. Aamiin.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nihla Fuadah.
21 reviews
May 22, 2017
"Tentang pernikahan, selama apa pun saya menjalaninya, tak akan pernah selesai. Saya masih terus mengejar dan memburu hati yang telah saya simpan dipuncak gunung." (Hal 15)

Dari kedelapan bagian yg ada dalam buku ini bagian favorit aku adalah "Sebab Tak Ada Pernikahan Yng Sempurna." Percakapan-percakapan kecil yang terjadi antara penulis dan istrinya terasa lebih intens disini, lebih mengalir, dan lebih natural. Kalau boleh diliat, buku ini sebagiannya atau bakhan keseluruhannya mungkin berasal dari buku harian penulis sendiri.

Cek review lengkapnya dgn link dibawah ini yah..




https://nihlafuadah.wordpress.com/201...
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
February 27, 2018
Buku ini komplit.
Bagi yang belum menikah, buku ini bagus sekali jadi bahan bacaan untuk belajar.
Bagi yang sudah menikah pun buku ini bagus sekali menjadi bahan diskusi berdua suami istri, tentang menjadi suami, menjadi istri, bagaimana sebaiknya memperlakukan, menghargai satu sama lain, menjadi orang tua juga.

Buku ini tentang bagaimana kehidupan Fahd dan Rizqa, saya adalah salah satu follower mereka di IG. Walau usia pernikahan saya lebih lama dari mereka, saya merasa banyak dapet pelajaran dari membaca buku ini. Gak cuma itu, saya jadi punya banyak catatan untuk menjadi lebih baik secara pribadi, sebagai istri juga sebagai ibu.
Profile Image for K. R..
Author 2 books11 followers
June 23, 2017
yey~ akhirnya selesai juga marathon 3 buku Fahd yang dimandatkan Mami buat harus kelar di 10 hari terakhir Ramadan. haha.

over all, saya jauuuuh lebih suka buku ini dibandingkan "Rumah Tangga" karena selain rasanya jauh lebih terstruktur (baik secara isi maupun tata letak), juga lebih relevan dengan apa-apa yang saya cari dan inginkan. saya jadi semakin yakin bahwa segala sesuatu atau kejadian yang tidak baik-baik saja tetaplah baik-baik saja. bahagia juga sederhana meski terkadang mahal harganya; tentang bagaimana syukur dan sabar harus selalu diutamakan.
Profile Image for Rainilamsari.
181 reviews20 followers
September 30, 2020
Fahd banyak nulis tentang kehidupan rumah tangga, asik deh bacanya. nggak kayak menggurui, pure sharing kisah dan hikmah-hikmah yang pernah ditemuinya. ringan dibacanya, dan barangkali relate banget ya, haha. karena saya belum niqa, jadi cuma jadi catatan yang disimpen sendiri buat dibuka kapan-kapan, hehe
Profile Image for Azka.
68 reviews92 followers
January 3, 2019
Saya ingat pernah baca salah satu tulisan di buku ini di halaman Facebook, karena memang tulisan buku ini diambil dari post Facebook dan blog penulis lalu ditulis dan disusun ulang.

Bukunya singkat, bisa dibaca dalam sekali duduk.
Profile Image for Ukhtiy.
4 reviews
April 28, 2023
Buku yang ringan. Bagiku cocok dibaca sebelum atau setelah menikah. Juga sangat bermanfaat dibaca ulang karena ringan dan realistis.
Profile Image for Nung Ria.
36 reviews2 followers
September 29, 2016
saya suka judul yg dipilih. Sehidup sesurga. benar2 menekankan bahwa sekedar sehidup semati itu tidak cukup, membangun keluarga merupakan satu investasi untuk menimbun pahala sebanyak2nya demi kehidupan yg disebut lebih abadi. Tak hanya merasakan manis getirnya kehidupan saja, tapi indah nya surga pun harus merupakan tujuan utama dalam berkeluarga.

kontennya sederhana namun sangat mengena dengan.kehidupan berkeluarga. saya manggut2 juga menitikkan air mata. saya senyum2 utk beberapa bab.

sangaaat sukaaaa.
Profile Image for Hana Bilqisthi.
Author 4 books279 followers
July 9, 2016
I saw that you were perfect and so I love you.

I saw you were not perfect and then I loved you even more.




Setelah sukses dengan buku Rumah Tangga yang berisi kumpulan cerita dan hikmah pernikahan, Fahd Pahdepie kembali menulis buku rumah tangga berikutnya yang diberi judul Sehidup Sesurga. Fahd percaya bahwa cinta tidak harus berakhir di episode kematian, namun seharusnya terus hidup membersamai pasangan hingga menuju surga.

Buku Sehidup Sesurga ini memiliki 8 bagian:

1.Apakah Engkau Sudah Siap Menikah?
2.Mengatur Langkah Setelah Menikah
3.Membangun Rumah, Menyusun Tangga
4.Musuh Dalam Satu Selimut
5.Mencicil Surga Dalam Bait-Bait Doa
6.Sebab Tidak Ada Pernikahan Yang Sempurna
7.Belajar Dewasa Dengan Menjadi Orang Tua
8.Menjaga Harta Yang Paling Berharga
Saya cukup menikmati cerita dan hikmah yang disajikan Fahd. Ada banyak pembelajaran yang saya dapat.

Dalam "Apakah Engkau Sudah Siap Menikah?", Fahd memotivasi membaca untuk berani menikah meski belum 'mapan'.

No man is an island- John Donne

yang artinya tak ada seorang pun yang bisa hidup sendirian- seperti sebuah pulau yang tak membutuhkan orang lain. Setiap orang membutuhkan orang lain untuk berbagi dan mengisi sesuatu yang kosong dalam hidupnya. Dalam konsep ini, menurut Donne,tidak ada seorang pun di dunia ini yang ‘mapan’.


Namun, jika merasa belum siap menikah, maka berpuasalah seperti anjuran Rasulullah. Fahd kemudian memaparkan hikmah dibalik anjuran Rasulullah untuk berpuasa bagi yang belum siap menikah. Bagi yang mengikuti tumblr dan Facebook Fanpage-nya Fahd mungkin pernah membaca kisah ini.

Berpuasalah seperti kau menjalani puasa ramadhan. Berpuasalah seperti seseorang yang ingin memperbaiki kualitas-kualitas dirinya selama menjalani puasa itu. Berpuasalah seperti seseorang yang ingin mengubah dirinya dari ulat menjadi kupu-kupu.


Hana Book Review

Review lengkap di blog Hana Book Review
Profile Image for Nisa Misha.
212 reviews1 follower
September 1, 2018
Buku pertama oleh fahd pahdepie dan langsung jatuh hati dengan gaya penulisannya yang straight forward dan based on his true experience.... Buku ini mengisahkan lika liku pasangan yg berjuang untuk selalu menjaga Tali perikatan rumah tangga mereka.. Banyak juga quote yg dapat dipetik dari buku ini, nice one!!
Profile Image for Bina Izzatu Dini.
103 reviews4 followers
August 21, 2016
Masih suka kagum sama pemikiran-pemikiran Bang Fahd tentang kehidupan, pernikahan, parenting.

Ada beberapa part yang sudah pernah saya baca di tumblr / facebook nya, dan bagi saya itu mengurangi nikmat membaca.
Profile Image for Isti Hidayati.
12 reviews2 followers
Read
January 27, 2017
Ketika tangga di rumah kita rusak, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki tangganya bukan?
Bukan membuat bangunan baru~
Ketika kamu menikahi seorang perempuan dari keluarga tidak sempurna, maka kamu telab menikahi seorang perempuan dengan keajaiban hidup yang luar biasa.
Profile Image for Anis Arafah.
135 reviews24 followers
December 15, 2016
Buku beli online kesekian yang juga bikin baper-baperan kesekian kalinya. Bang Fahd memang ahlinya ya bikin hati ketar ketir dengan keromantisan kehidupan rumah tangganya bersama Mba Rizka. :)
Profile Image for Haya Najma.
Author 2 books10 followers
October 21, 2016
Buku rumah tangga jadi salah satu favorit setelah menikah. Buku ini simpel. Gak ada yang spesial, but tetap ada yang bisa dipetik darinya.
Profile Image for Nia Amalia.
5 reviews18 followers
February 17, 2017
Tentang menjalani hari - hari yang walau sudah dibayangkan tetap tidak akan tau bagaimana rasanya kalau bukan dijalankan sendiri. Tentang menjadi orang tua, diskusi, prioritas, waktu, tanggung jawab Baru ..
Profile Image for Bedry Qintha.
14 reviews
April 15, 2017
Simply not my cup of coffee.
Seperti membaca gombalan, but not my kind of good gombalan.
Saya personally lebih suka tipe gombalan macam Sapardi Djoko D atau Kahlil Gibran sekalian, tapi gombalan genre ini bikin bulu kudung merinding.
I dragged myself to finish this book.
Sorry mas Fahd ^^v
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.