Jump to ratings and reviews
Rate this book

Our Destiny

Rate this book
Hari Afra berubah warna-warni setelah Radit hadir dalam hidupnya dan menjadi pacarnya. Kehidupan rumah yang selalu membuatnya sedih karena Nenek begitu membencinya tak lagi terasa begitu berat.

Afra kira ini awal menuju keadaan yang lebih baik.

Tapi, kenyataan berkata lain. Radit memutuskannya, Nenek menuduhnya sebagai penyebab adiknya celaka, dan ia tak sengaja mengungkap rahasia kelam yang bertahun-tahun disimpan keluarganya.

Kemudian Ihsan—mantan pacar yang dulu mencampakkannya—tiba-tiba kembali mengisi harinya.

Ujian kelulusan semakin dekat, Radit punya pacar baru, dan Nenek tetap mengecapnya sebagai “anak pembawa sial”. Ke manakah takdir akan membawa Afra? Kebahagiaan atau tangis kehilangan?

192 pages, Paperback

First published July 18, 2016

6 people are currently reading
23 people want to read

About the author

Aya Nh

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (4%)
4 stars
4 (18%)
3 stars
10 (45%)
2 stars
5 (22%)
1 star
2 (9%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for raafi.
933 reviews451 followers
July 24, 2016
What a light reading! Alur waktunya yang maju-mundur (dengan cantik) dan rinci membuat buku ini enak dibaca. Memang ceritanya ringan dan tidak begitu mendetail--cocoklah untuk anak SMP-SMA yang pusing sama tugas sekolah dan Pekerjaan Rumah. Cetakan hurufnya pun besar dan bukunya juga tidak tebal-tebal amat--kurang dari 200 halaman, jadi kupikir nyaman untuk mereka yang terkadang bosan dan terdistraksi oleh hal lain saat membaca.

Buku ini mengajak pembaca kembali bisa melepaskan apa yang pernah dimilikinya dan menerima takdir yang terjadi di antaranya. Debut yang bagus, Aya!

Selengkapnya dengan giveaway: http://bibliough.blogspot.co.id/2016/...
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
March 29, 2017
Pertama, saya mau mengucapkan selamat kepada penulis yang berhasil melahirkan karya debutannya ini. Saya tahu bahwa perjalanan mengeluarkan novel perdana tidaklah mudah, dan butuh perjuangan serta kesabaran :)

Kedua, saya ingin menyampaikan beberapa hal seputar kesan yang saya dapatkan setelah membaca novel ini. Ada beberapa catatan yang saya berikan tentang novel Our Destiny yang semoga bisa menjadi masukan dan menjadi kritik dan saran yang membangun, atau menjadi catatan perbaikan untuk karya-karya selanjutnya.

Saya membaca novel ini dengan hati yang senang, dan dalam waktu singkat, kurang dari satu hari. Kesan yang saya dapatkan adalah, novel ini tanggung. Tanggung karena karakter tokohnya kurang digali. Seolah, kepribadian karakter-karakternya hanya sepintas lalu saja. Untuk menjadikannya karakter yang berkesan, tokoh-tokoh di Our Destiny kurang "nendang". Lalu, konfliknya kurang digali secara mendalam. Saat membacanya, tidak ada perasaan empati atau sekadar iba terhadap keadaan si tokoh utama, baik ketika ia disakiti neneknya secara psikis selama bertahun-tahun, atau tentang konflik percintaan khas remaja yang harusnya terasa bittersweet, atau galau-galauan manis-manis sepet gitu.

Karakter yang berkesan, justru si nenek. Namun, bukan karena karakternya yang solid, melainkan mengingatkan saya pada jahatnya nenek Tapasya di sinetron India Uttaran. .-.

Secara umum, premisnya cukup menarik. Namun, karena ke"tanggung"an yang saya rasakan saat membacanya, dan eksekusi yang kurang halus dan kurang manis terhadap plot-plotnya, membuat saya hanya bisa berpuas diri memberikan bintang dua. Padahal, kalau bisa digali lebih detail dan lebih menyentuh lagi, saya rasa saya bisa mendapatkan yang lebih dari yang sudah saya baca ini. Karena, buku ini seharusnya bisa dieksplor lagi mengingat yang ini halamannya cukup sedikit dengan font yang besar-besar.

Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Ditunggu karya-karya selanjutnya :) Semangat!
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
August 9, 2016
Oke, karena blurb-nya sudah cukup lengkap dan mewakili isi cerita, kamu bisa langsung baca blurb-nya saja kalau penasaran isi novel ini seperti apa.

"Our Destiny" ini pada dasarnya adalah sebuah novel remaja yang ringan dan tidak terlalu neko-neko. Tokoh, plot, dan jalan ceritanya relatif sederhana dan mudah dicerna. Ukuran huruf dan jarak spasi yang besar juga membuat novel ini enak untuk mata.

Ada dua fokus besar di novel ini. Pertama tentang nenek Afra yang selalu menganggap cucunya itu sebagai anak pembawa sial. Yang kedua, ada masalah percintaan Afra.

Masalah percintaan Afra ini lebih sukses eksekusinya dibandingkan masalah pertama. Afra yang berada di antara kebimbangan tentang Radit dan Ihsan tersampaikan dengan cukup baik. Berbagai masalah pada hubungan percintaan Afra juga diolah dengan baik, walau memang ada rasa terburu-buru saat masalah-masalahnya mulai dilemparkan. Entah ini karena masalah batasan halaman, atau karena memang ingin menyederhanakan cerita.

"[...]. Pacaran itu normal di umurmu, Ibu mengerti. Yang Ibu mau jangan sampai pacaran ini mengganggu fokus kamu. Inget, yang paling penting adalah sekolah. Ibu baru akan marah kalau prestasi kamu turun. Mengerti?" (hal. 23)


Oh, iya. Satu poin tambahan juga saya berikan untuk akhir ceritanya. Ada sedikit kejutan soalnya.

Permasalahan Afra dengan neneknya terasa kurang digali. Tokoh nenek sifatnya sangat satu dimensi di sini. Dia hanya ada sebagai tokoh yang membenci Afra. Tidak lebih. Cara menyampaikan kebenciannya juga kurang kreatif. Setiap kali Afra muncul di harapannya, dia pasti akan marah-marah. Kalau Afra ingin menyentuhnya, dia pasti langsung menepis cucunya itu. Sikap ini lalu ditambah dengan kalimat pamungkas, "Dasar kamu anak pembawa sial!" Lama-kelamaan hal ini menjadi repetitif dan terlihat dibuat-buat.

Danish berhenti menangis. "Nenek kenapa marahin Kak Afra? Kak Afra nggak salah."

"Karena dia anak pembawa sial." (hal. 86-87)


Dan imo, latar belakang masalah di antara Afra dan neneknya ini kurang kuat.

Secara keseluruhan, "Our Destiny" adalah novel ringan yang cocok dibaca oleh remaja. Nuansa dan gaya berceritanya pas dengan dunia remaja.

"[...]. Aku akan punya dunia baru, beradaptasi, belajar hidup sendiri, belajar menjadi orang dewasa. [...]. (hal. 136)
Profile Image for Agustin Handayani.
Author 3 books3 followers
June 21, 2018
Semua buku/novel yang kubaca selalu bisa mengugah hati. Dan aku yakin, hal yang sama juga dirasakan oleh pembaca lainnya. Kemelut hidup Afra yang sangat keras dengan kisah cinta yang sangat tragis. Diputusin Ihsan demi wanita lain, ditinggal meninggal Radit yang terkena kanker, hingga akhirnya sebelum meninggal, Radit membuat sebuah drama klise agar Afra bisa cepat melupakannya dan menitipkan wanita itu pada Ihsan, mantan pacar Afra. Oh, Okey. Cinta memang seperti itu, kan? Sangat sulit diterima nalar. Kehidupan Afra yang dibenci oleh Sang Nenek dan di cap pembawa sial nyatanya membuat konflik semakin menegang. But Last, I happy for this story. Happy Ending meski nggak harus Afra dengan Radit. Cinta selalu memiliki kisahnya sendiri. Thanks Afra, Radit dan Ihsan untuk petualangan malam ini. Good Bye!!.
Profile Image for novemberninth.
240 reviews
May 20, 2021
Idenya sih bagus, tapi menurutku penulisannya bisa lebih baik lagi dengan pacing yang lebih rapi. Beberapa plot point yang bagus dan seharusnya diberi resolusi di akhir cerita, bukan di tengah-tengah lalu dilupakan begitu saja setelah selesai.
Profile Image for Deria.
58 reviews
August 30, 2016
Buku ini cocok dibaca buat para remaja awal yg lagi stres sama sekolah atau sama kehidupannya, dan yg lagi jenuh pengen punya sesuatu utk dibaca. Karena cerita dan konfliknya mudah dicerna. Penulisannya juga sederhana. Cocoklah buat dibaca pas lagi santai.

Tapi saya pribadi kurang bisa merasakan apa yg dirasakan oleh tokoh2 di novel ini. Menurut saya penulis tidak terlalu memainkan kata2 sehingga tdk menyentuh hati saya. Jadi saya hanya sekadar membaca, tanpa meresapi kata per katanya.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.