Banyak buku berkisah tentang kemuliaan ulama tentang keahlian Hasan Al-Bashri. Tentang kejeniusan Asy-Syafi'i Tentang kecerdasan Iyas Adz-Dzaki. Bertebaran pula kisah para mujahid yang gagah.Tentang keberanian putera Zubair, Abdullah. Atau ketegaran saudaranya, Urwah Tentang empat putera Khansa yang gugur menyongsong syahadah.Tapi ...Siapakah gerangan di balik mereka ? Ada pepatah yang tak asing di telinga.Dibelakang tokoh mulia, pasti ada wanita yang mulia. Tentang merekalah buku ini bercerita. Bagaimana para ibu yang mulia. Mengantarkan putra-putra mereka yang istimewa. Jangan mimpi anak Anda seperti mereka. Kecuali ... Jika Anda berusaha meniru ibu mereka.
Sekilas dari judul bukunya, saya sangat mengharapkan begitu banyak kisah dari sisi sang ibunda. Tapi sayangnya, tidak begitu. Penulis banyak menceritakan kisah-kisah si anak. Pada mulanya agak kecewa. Mujur pada muqaddimahnya sudah ditulis bahawa sumber yang menceritakan tentang peranan wanita dalam 'mencetak lelaki sejati' sangatlah minimum sehingga penulis terpaksa membuka kitab tarikh yang besar, lembar demi lembar untuk mendapatkan sepenggal cerita. Jadi, dimaklumi.
Adapun pelajaran berharga dari buku ini adalah bahawa setiap ibu hendaknya sentiasa melantunkan doa, harapan dan nasihat yang baik kepada anaknya dan keteladanan akan amal-amal kebaikan itu bermula sejak sang anak berada di dalam kandungan. Perhatikan bagaimana corak pemakanan kita?
Yang demikian dari makanan tersebut menghasilkan air susu. Dan penyusuan itu seperti hubungan darah ; mempengaruhi watak seseorang. Kerana itu, Rasulullah melarang para orang tua menyusukan bayi mereka kepada wanita yang lemah akal, kerana air susu dapat mewariskan sifat-sifat ibu pada si bayi.
Menggugah jiwa dan memberi tambahan semangat buat para wanita untuk selalu meningkatkan kualiti diri hingga anaknya tumbuh kembang dalam nuansa 'manusia yang memanusiakan manusia' berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah juga contoh tauladan dari sifat para auliaussolihin.
Kata pepatah yang patut direnung jauh :
الأم مدرسة إذا أعددتها أعددت شعبا طيب الأعراق. Ibu umpama madrasah, dipersiapkan dengan kualiti, lahirlah bangsa yang kuat jati diri. ليس يرقى الأبناء في أمة ما لم تكن قد ترقت الأمهات. Tidak akan bangkit anak watan hinggalah bangkit para ibunya.
Maka bagaimanakah nasib para pemalas seperti kita? .الله المستعان
Judul: Ibunda Para Ulama Penulis: Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA. Isi: xvii + 302 halaman Penerbit: Pustaka Al-Inabah
Buku yang bagus. Mengulas banyak hal terkait kisah ibunda para ulama terkenal dari berbagai penjuru dunia dengan segala dinamika tarbawinya. Dari ibunda ulama-ulama salaf hingga ulama modern.
Sayangnya, highlight tentang cara pendidikannya kurang detail. Karena hanya sebuah kisah yang diambil dari beberapa sumber. Saya paham, karena memang riwayat yang ada tidak banyak menceritakan detailnya.
Overall, cukup untuk jadi gambaran betapa peran ibu adalah sangat penting. Maka saya menyimpulkan bahwa ibu adalah pendidik terbaik maka ia harus cerdas, shalihah, dan benar dalam mendidik anak-anaknya kelak.
Saya berharap ada banyak buku-buku inspirasi mendidik anak menjadi ulama seperti ini.
Buku ini sangat direkomendasikan terutama bagi perempuan dan buku ini salah satu buku yang sebaiknya dimiliki kita sebagai muslimah yang sebentar lagi akan menjadi istri dan ibu.
Buku ini banyak memberikan contoh bagaimana sosok ibu menjadi tolak ukur keberhasilan anaknya. Banyak sekali kisah-kisah keberhasilan anak yang tidak lain karena ikhtiar ibunya dalam mentarbiyah anaknya.
Buku ini cukup membuat menangis. Tersentil dan tertampar, membuat diri bertanya-tanya dan berharap semoga Allah berikan rahim yang suci jga padaku dan menjadikannya aku untk dapat melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Tidak banyak riwayat atau sejarah yang menceritakan bagaimana kehidupan ibunda para ulama. Jadi, jangan harap akan menemukan biografi lengkap mereka atau metode apa yang digunakan dalam membesarkan anak agar kelak bisa menjadi ulama besar, disini.
Penulis justru banyak membawakan kisah kehebatan ulama-ulama itu sendiri. Walau kisah para ibunda ditulis dengan singkat, pembaca tetap bisa ambil hikmah dan pelajaran darinya.
Ada satu kalimat yang ngena banget: 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐢𝐧. Rule number one, be the person you want your children to be.
Lepas beli dan baca buku ni, baru terfikir nak tengok ulasan dekat GR. Mungkin sebab nak masukkan dalam rak kan. Dan rupanya ramai juga yang kurang gemar dengan buku ni disebabkan tajuknya tidak terlalu menunjukkan isi kandungannya. Tapi tidaklah begitu kesal kerana masih mendapat ilmu yang banyak. Dapat menngenal lebih banyak ulama. Jadi, saya msih rekemen buku ini untuk orang lain. Tapi bukan berdasarkan tajuk dia.
Dari sini saya bisa menarik kesimpulan bahwa seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya terutama ibunya. Meski tidak dijelaskan secara mendetail seperti apa sosok ibu dari masing2 ulama, tapi kita bisa tau bahwa sosok ibunda ulama memang begitulah hebat. Hal itu tercermin dari hasil didikannya untuk menjadikan anak2 menjadi ulama2 panutan.
Buku yang ini termasuk buku yang mudah dibaca dan poin2nya mudah dipahami. 3.7/5✨
Buku saku yang pastinya udah banyak para penuntut ilmu yang baca dan review. Dewasa kini, generasi anak mengalami kemunduran akibat pengaruh medsos, pergaulan, dan kecanduan terhadap hal-hal yang tidak membawa manfaat.
Oleh karena itu, kita sebagai wanita muslim yang akan melahirkan bibit generasi masa depan, sepantasnya belajar dan mencari tahu apa kiat sukses menjadi ibu yang berhasil di pandangan Allah ﷻ. Tentunya, berkaca pada kesuksesan Ibunda para Generasi Salaf, Tabiin, Tabiut Tabiin.
Buku ini sangat direkomendasikan, dituliskan dengan runtun berdasarkan fakta, dan dilengkapi dengan kalamullah dan hadits Rasulullah yang semakin memperindah isi buku.
The references in this book are from authentic resources. That's the bonus point of thus book.
These great mothers were pious muslimahs during their time. They walked their talk.
they envisioned their kids to be leaders of the righteous ones. they prepared their children with knowledge, persuading their kids to memorize Al Quran and hadith and they implemented the knowledge in their daily life
These great mothers gathered their strengths by making sure they were close to Allah. They performed tahajjud, memorized Al Quran, attended religious thoughts, equipped themselves with knowledge ( war, politics, business etc) and always did continuous good deeds without any hesitation.
These are the great women whom we should follow their steps
dari judulnya, sebenarnya saya berharap akan banyak kisahnya dari sisi si ibu. Tapi sayangnya memang tidak begitu banyak, jadinya penulis menambah kisah si anak. Awalnya agak kecewa. Tapi memang sempat ditulis bahwa sumber yang mengisahkan perjuangan ibu2 tokoh tidak begitu banyak. Jadi dimaklumi. Dan bukannya tidak bermanfaat sama sekali, buku ini memberikan tambahan semangat pada perempuan (ibu) untuk selaly meningkatkan kualitas dirinya terutama ilmu agama, pantang menyerah, dan kuatkan aqidah.
pelajaran berharga dari buku ini adalah bahwa setiap ibu hendaknya senatiasa melantunkan do'a , harapan dan nasihat baik kepada anaknya. Dan poin terpentingnya adalah pelajaran keteladanan akan amal-amal kebaikan sejak sang anak berada dlam kandungan..