Beli buku ini juga pada awalnya karena panik liat anak sendiri gak doyan baca. Kebetulan dia suka acara TV series-nya, jadi saya pikir ini bisa jadi jembatan untuk menumbuhkan minat baca. Bukunya penuh gambar, banyak model komik, atau tulisan tangan, pokoknya rame, walau hitam putih. Jadi menurut saya udah menarik banget kalau dibandingkan dengan Enid Blyton di Indonesia waktu jaman saya seumur dia.
Tapi ternyata dia kurang suka. Dan karena buku ini dibiarkan begitu saja tergeletak di mana2 di rumah, dan karena saya abis baca Captain Correlli's Mandolin yang setting-nya WW2, saya jadi penasaran.
Aih..ternyata isinya berat yah...Terlalu berat utk anak under 10 rasanya. Beda kalau liat TV dibikin konyol2 berdarah2, tapi kalau ditulis jadi serius dan agak gloomy, walau penulis udah berusaha keras bikin cerita jadi ceria. Habis gimana ya..memang topiknya perang gitu lho.
Sebagai adult reader sih saya sangat enjoy. Penulis tidak menulis dengan berpihak, tapi adil untuk kedua belah pihak. War brings out the worst side of human being but also the best in others.
Banyak fakta yang dibikin lelucon, gimana Hitler and Stalin tadinya best friend, tapi terus Hitler berkhianat dan menyerang Soviet. DI samping2nya digambar Stalin dengan kumisnya yang dibuat dari brush, soalnya emang tebel banget. Sementara kumis Hitler dari sikat gigi.
Fakta2 yg bikin angkat alis, bahwa Hitler sayang binatang, melarang perlakuan keji, eksperimen thd binatang, tapi it's ok kalau eksperimen sama org Yahudi. Cerita2 personal seperti sebuah keluarga yang mau mengubur kakeknya, tapi gak punya peti, akhirnya digulung begitu aja dengan karpet digotong keluar. Pas tiba2 ada serangan udara, terpaksa mereka ngumpet dan ninggalin kakeknya begitu aja di jalan, pas mau diambil lagi udah hilang...halah
Cerita hantu ttg sebuah tank yang dengan selamat menmpuh ladang yg penuh ranjau yang ditanam, karena mengikuti seorang prajurit yang menuntun mereka berjalan zig-zag, padahal saksi mata tidak melihat prajurit itu..wah...cerita-cerita bohong yang dijadikan propaganda, makanan-makanan darurat spt anjing liar, bahkan..ehem...mayat org..bagaimana anak2 direkrut jadi tentara karena negara sudah kehabisan tentara yg mati di medan perang. Ini semua kadang2 dikemas dalam bentuk kuis. Jadi kita gak melulu baca komik, or baca tulisan, tapi juga interaktif.
Dan lagi-lagi penulis berulang kali berlaku fair, dia bercerita tentang serangan udara yang terjadi pada sebuah sirkus, kuda2 yang dihias warna-warni mati bertumpuk2 oleh serangan udara pasukan Jerman, badut, tenda-tenda, anak-anak dan keluarganya yang sedang asik pergi demi melihat secuil entertainment di masa yang luar biasa suram...terbunuh
..hais..ngebayanginnya aja sedih banget... and di akhir bagian itu dia tulis, tapi sebenarnya yang diserang adalah sebuah kota di Dresden, Jerman dan the bad guy is tentara sekutu!! Alamak...
Penulis meng-highlight betapa prejudice adalah senjata yang paling berbahaya :( dan semuanya itu dia lakukan dengan luwes, tanpa menggurui.
Dia juga bercerita tentang orang-orang Jerman yang berusaha melawan Hitler, namun dibunuh, yang laki-laki digantung , perempuan guillotine. Entah kenapa harus dibedakan sesuai gender. Juga cerita bittersweet, di mana seorang pasukan Polandia yang waktu itu di bawah NAZI, naik ke loteng, melihat 20 lebih org Yahudi yang ngumpet dalam kegelapan, tapi kemudian turun dan melapor kepada atasannya yg NAZI, no, there's no one.
Di sini saya juga membaca tentang suatu episode di mana para penduduk desa, laki2, perempuan, anak2 dikumpulkan, ditembak secara massal, dikurung dalam sebuah Gereja di Prancis, desa Oradour-sur-Glane dan dibakar oleh pasukan Jerman, yang merupakan setting film The Reader yang dibintangi Kate Winslett. Ini merupakan balas dendam NAZI karena seorang prajurit SS (pasukan khusus NAZI) ditangkap oleh pasukan resistance Prancis.
...And..ternyata belakangan baru ketahuan kalau desanya salah...yg bener mestinya desa Oradour-sur-Vayres, yang letaknya berlawanan dari sur-Glane (;_;)..alamakjan
Epilogue-nya juga membuat kita berpikir panjang, dengan analisa yang smart.
In 1939 most people really believed that wars were fought only by soldiers. The 2nd WW changed that forever. Wars were being fought by everyone;people in the cities as well as men on the battlefields. An America said, "Total wars are won by the side with the biggest factories."
(snip)
In the 2nd WW it had become easier to kill someone when all you had to do was push a button and drop a bomb. You'd never see the suffering you caused.
(snip)
That's why truly horrible history can be so important. It helps us to look back at the horror and say the single word from the memorial at the destroyed village of Oradour-sur-Glane: REMEMBER
Dan ini semua diakhiri dengan sebuah illustrasi seorang bapak dan anak yg bergandengan tangan, dg comment bubble si anak bertanya pada bapaknya, "Why is it that the ones who most need to remember are the ones most likely to forget?"
....DALEEEEEEMMMMM...