Jump to ratings and reviews
Rate this book

White Wedding

Rate this book
Ini kisah kecil tentang gadis mungil bernama Elphira. Dia terlahir albino. Drai ujung kepala hingga ujung kaki, semuanya putih. Kadang-kadang, Elphira menganggap dirinya hantu. Dia akan meringis ngeri setiap melihat pantulan dirinya dalam cermin. Kulitnya akan terbakar jika sinar matahari menyentuhnya. Pada akhirnya, Elphira punya satu keyakinan bulat: dia benci warna putih.

Kemudian, kisah kecil ini menjadi besar ketika Sierra, cowok berambut merah datang ke dalam hidup Elphira. Dia sabar bagaikan malaikat. Dia tersenyum ketika Elphira merajuk, dan teguh pada tekadnya untuk membuat Elphira menyukai warna putih. Bagi Sierra, putih adalah warna kebahagiaan, kesucian, dan keabadian.

Elphira senang atas kehadiran Sierra, sebenci apa pun dirinya pada prinsip Sierra tentang warna putih. Hingga, Elphira percaya. Mungkin dia harus menerima semua keyakinan konyol Sierra tentang warna putih. Namun haruskah kisah besar ini dihentikan jika Sierra memang benar-benar malaikat?

244 pages, Paperback

First published April 1, 2016

142 people are currently reading
918 people want to read

About the author

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

40 books1,449 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
438 (31%)
4 stars
628 (44%)
3 stars
292 (20%)
2 stars
34 (2%)
1 star
12 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 353 reviews
Profile Image for gia.
16 reviews2 followers
June 28, 2021
“Kematian hanya menjadi buruk ketika manusia enggak bisa merelakan apa yang dulu pernah mereka miliki."

I'm literally out of my words after finishing this book. Such a breathtaking yet heartbreaking.

Buku tentang proses seseorang merelakan kematian, mencintai diri sendiri, dan memaafkan. Dikemas dengan sudut pandang seorang anak perempuan berumur 11 tahun yang terlahir albino, memiliki ayah yang divonis leukimia, dan ibu yang gila karena memiliki anak albino, membuat buku ini akan sangat mudah dipahami. Kak Ziggy memang selalu mampu membuat hal-hal ruwet menjadi sederhana, dengan topik yang kelihatan berat ini ketika kamu membacanya pasti akan langsung terhanyut. Buku ini juga penuh trivia (seperti biasanya) tapi Kak Ziggy (lagi lagi dengan kerennya) mampu mengemas trivia-trivia tersebut sehingga manyatu menjadi kesatuan dengan cerita yang ditulis. Brilliant, indeed. Menurutku buku ini cocok banget untuk orang-orang di luar sana yang masih terlalu attached sama seseorang sampe susah untuk merelakan mereka mati. Karena sebenernya, banyak makna dibalik kematian.

Selain itu, buku ini juga dibumbui oleh romansa antara sang tokoh utama—Elphira dengan Sierra. Tapi yang lagi-lagi membuat aku takjub adalah romansanya yang indah dan unik, membuatnya beda dari buku-buku romansa pada umumnya. Percakapan antara mereka itu selalu memiliki makna (memang buku ini penuh dengan makna 😌). Bagaimana sierra berusaha membuat Elphira mencintai dirinya sendiri dengan caranya yang unik dan brilliant. ARRGGHHH I LOVE EVERYTHING ABOUT THIS BOOK *nangessssssss*

And this book is weird, but in a good way. But hey, this is Kak Ziggy, bukunya kebanyakan memang weird, jadi jangan dipikirin dengan akal logika. Kalau nggak, kamu ga akan bisa enjoy sama cerita dan pesan yang disampaikan. This book feels like magical with beautifully written. Buku ini juga diselingi sama jokes-nya Kak Ziggy yang khas, membuat aku ketawa, nangis, ketawa, nangis, cengar cengir sendiri selama membaca. Bukunya manis pokoknya... tapi tetep siapin tissue ya!
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books463 followers
October 20, 2020
Jujur saja aku masih nggak paham apa yang kubaca. Terutama bagian Elphira tahu bahwa Sierra itu malaikat. Kok bisa tahu? Hanya digambarkan bahwa ada cahaya putih meledak lalu Sierra lenyap saat Elphi membuka mata. Tapi kok Elphi langsung ambil kesimpulan bahwa Sierra itu malaikat? Bukan ... hantu? Atau bom nuklir? Aku pengin baca ulang dari awal untuk cari tahu soal ini, siapa tahu aku terlewat, tapi nanti dulu deh.

Btw, gaya bercerita Ziggy emang begini, ya. Semacam ngelantur sendiri. Hahaha tapi asyik dan khas sih. Sayangnya aku nggak bisa menikmati White Wedding kayak aku menikmati Jakarta Sebelum Pagi.
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews242 followers
March 28, 2022
Selesaiiii! 🤩🤩🤩 lucu, manis, heartwarming juga bikin nyesek. Banyak kutipan-kutipan bagus di dalam novel ini. Tadinya aku kirain ini novel romance biasa gitu ternyata salah. Baca ini aku ikutan belajar bareng Elphira bagaimana cara mencintai juga menerima diri sendiri, memaafkan, merelakan, pengorbanan, mengatasi ketakutan akan kehilangan. Dan cara Sierra juga Papanya Elphira mengajarkan dan mengingatkan Elphira tu oke kalau menurutku 👍🏼👏🏼.
Profile Image for di.
65 reviews
April 10, 2022
I just wish the main characters were written as an adult. The marriage of 11 and 15 years old seems off to me even though it just means symbolism.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
April 17, 2023
3.75/5

"Kalau malaikat sedang enggak duduk di pelangi, mereka ada di mana?"


"Di atas bintang, tentu saja. Kamu pikir kenapa ada bintang jatuh?"


Selalu suka sama gaya penulisan Ziggy. White Wedding mengingatkan ku sama Jakarta Sebelum Pagi. Pemikiran karakternya yang abstrak dan polos bikin aku nggak bisa berhenti baca buku ini saking seru dan randomnya percakapan mereka, aku jadi pengen baca terus dialog antara Elphira dan Sierra.

Main characters-nya adalah anak-anak, dan cara Ziggy menyampaikan maksud dan pesan dari bukunya lewat perspective anak-anak itu lebih terasa dekat di hati. Dengan masalah yang mereka hadapi menurut ku cukup berat tapi aku suka penyelesaian konfliknya. Ada sprinkle fantasy element juga yang menyenangkan banget buat dibaca.

The only thing yang bikin aku nggak ngasih full rating, adalah menurutku beberapa aspek sebenarnya bisa di stretch dan dijelasin lebih lagi, soalnya waktu udah mau akhir cerita seakan beberapa peristiwa itu tiba-tiba terjadi secara bersamaan. Ada beberapa plot hole juga yang sampe akhir cerita belum terjawab.

Tapi overall, aku suka banget sama buku ini.
Profile Image for gray read's.
61 reviews6 followers
June 4, 2022
3.5 actually 🥰

Buku ini isinya bener-bener heartwarming banget. Terus ditulis dari sudut pandang anak kecil 11 tahun itu jadi kerasa banget kesan polosnya.

Elphira lucuuuuu, Sierra pinter banget😻😆

Banyak banget hal yang bisa dipelajari dari buku ini. Salah satunya tentang cinta dan kehilangan. Dan juga tentang mengikhlaskan.

Endingnya juga ga nyangka dan lumayan memuaskan juga.

Tapi ada satu hal yang aku kurang suka, romansa Sierra sama Elphira ini entah kenapa ganjal banget dihati. Apalagi kata-kata pengetahuan Elphira tentang cinta tuh kek over menurutku, ya walaupun dia digambarkan jadi sosok anak kecil yang dewasa tapi tetep aja ada yang ganjal sama kisah cinta mereka.

Anyway I'm very recommended this book 🤗🥰
Profile Image for liz.
185 reviews6 followers
July 11, 2021
Pas pertama baca blurb-nya, udah skeptis sama ceritanya, "ah paling cerita cinta yang tak bisa bersatu seperti pada umumnya." Tapi penasaran karena ini karyanya kak Ziggy.

Tapi ternyata, nggak. Bahkan love story di antara Elphira & Sierra jarang dibahas disini. Lebih membahas ke bagaimana Elphira menerima dirinya sendiri, kisah keluarga Elphira yang mengaduk-aduk hati, tentang Elphira sebagai seorang anak 11 tahun dengan pemikirannya yang sangat dewasa (bahkan mungkin lebih dewasa dari saya sendiri), dan juga bagaimana Elphira merasa cemas akan masa depannya yang menurut saya agak relatable juga, sih.

Perasaan setelah membaca buku ini: hampa.
Profile Image for 斜陽..
67 reviews18 followers
August 12, 2025
Aku suka banget sama bukunya. Buku dengan pov anak 11 tahun tapi dialog Elphira dan Sierra kaya orang dewasa. Bagaimana Elphira anak albino yg membenci warna putih dan Sierra yg selalu meyakini dia kalau putih itu cantik dan sangat berarti. Banyak pelajaran hidup yg bisa ku ambil dari sini. Banyak kutipan yg aku petik dari setiap dialognya. Aku suka banget bahkan sampai reading thread ku panjaaaang banget. Aku suka konsep yg disusun oleh Ziggy dari detil detil kecil seperti Elphira yg artinya putih dalam bahasa latin dan Sierra yang artinya kegelapan. Aku suka konsep bagaimana Sierra adalah malaikat berambut merah yang menduduki bintang Sirius (bintang merah). Aku suka bagaimana penulis menyampaikan pesan-pesan moral di dalamnya.

///

REVIEW BARU, EDISI TERBARU.

sebuah kisah yang hangat perihal keluarga dan kasih sayang. berfokus pada luka di antara ibu dan anak, menghadapi duka dan menerima diri sendiri. indah tapi juga berhasil meninggalkan kesan 'hampa' di akhir ceritanya.

Banyak hal buruk yang datang ketika Elphira terlahir di dunia. Warna putih mendatangkan penderitaan kepada ayah dan ibunya sehingga Elphira, gadis berusia 11 tahun membenci dirinya sendiri, membenci warna putih. Sierra hadir sebagai pengingat kalau warna putih tidak seburuk itu juga menyadarkan bahwa Elphira banyak dikelilingi orang-orang yang menyayanginya.

White Wedding 2015 dan White Wedding 2025 masih memiliki cerita yang sama namun menurutku Kak Ziggy menulis ulang kembali buku ini dengan lebih terfokus pada keluarga, pada penyelesaian dari kerenggangan hubungan ibu dan anak. Narasinya masih dari anak perempuan berusia 11 tahun dan masih sangat menyenangkan sekali percakapan di antara Elphira dan Sierra; memberikan trivia-trivia yang menarik! Lalu, akan ada tiga tokoh baru! Akhir ceritanya pun diselesaikan dengan cara berbeda namun sangat khas Kak Ziggy. 😛

Aku sangat suka sekali dengan White Wedding gubahan terbaru ini karena momen di antara Elphira dan ibunya lebih banyak dan mengharukan sekali. “Beginikah hubungan ibu dan anak? Yang satu marah, yang satu takut–yang satu berbuat salah, yang satu tidak berhenti mengingatnya?” Walau sudah berlalu, terkadang seorang anak masih mengingat bagaimana dia diperlakukan buruk oleh ibunya. Lalu ada satu kutipan yang aku suka perihal bahwa perasaan marah dan sedih seorang anak itu valid dan dia boleh saja nggak memaafkan perlakuan ibunya.

Kak Ziggy berhasil membuatku menyadari bahwa seiring berjalannya waktu, kita akan mengerti dan memahami juga menerima diri sendiri dari apa-apa saja hal buruk yang terjadi di sekitar. Lalu, di buku ini juga aku merasakan bagaimana menghadapi duka dan kehilangan dengan penerimaan.

“Apa gunanya mengafirmasi kebencian setiap hari?”
“Mencerca hal yang kamu hubungkan dengan dirimu, akan membuatmu merasa buruk.”


Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
January 21, 2018
Membaca karya Ziggy memang butuh imajinasi, dalam artian baik tentunya. Tema yang diangkatnya selalu unik dan berbeda, berikut cara berceritanya.
Kali ini tentang Elphira, seorang anak perempuan albino berumur 11 tahun, ayahnya menderita leukemia dan ibunya mengalami gangguan karena melahirkan seorang anak albino. Elphira dibesarkan oleh neneknya dan ayahnya. Karena tidak bersekolah dengan normal, ayahnya meminta seorang pemuda untuk mengajarnya secara privat. Sierra, pemuda itu, mengajarkan banyak hal. Bukan hanya itu, Sierra juga menjadi sahabat Elphira.

Elphira tidak menyukai warna putih. Sel darah putih membuat ayahnya sakit. Dan ibunya tidak pernah menjadi "mama" karena dirinya berwarna putih. Tapi Sierra berusaha mengubah pandangan Elphira tentang warna putih.

Setiap bab berjudul satu varian warna putih. Dan ada penjelasan di dalamnya. Saya baru tahu kalau baby powder juga merupakan varian warna putih.

Tentu saja ada kejutan di dalam buku ini. Dan saya teringat dengan film Angel-nya Nicolas Cage, btw.
Profile Image for Fita Riyana.
33 reviews3 followers
February 16, 2022
Ziggy ga pernah gagal buat bikin pembaca masuk ke dunia yg dia buat, gaya bahasa nya juga selalu menarik.

Aku baru tau juga kalo ternyata warna putih punya banyak nama, dan juga cerita di balik nya jujur kagum sama pembahasan warna yg bisa jd sangat menarik.

Juga kagum tentang bagaimana akhirnya elphira bisa mencintai diri nya sendiri dengan segala kekurangan nya
Profile Image for Olivia.
132 reviews9 followers
July 2, 2018
*WARNING: kind of a rant review*

Jujur, pertama kali saya memutuskan untuk mengambil buku ini, itu bukan karena blurb-nya. Blurb-nya tidak "spesial", sih- lebih seperti cerita romansa beda spesies yang agak mainstream. Tapi nama pengarangnya- nama Ziggy, sangatlah kuat dalam mempengaruhi keputusan saya. Karena sejak membaca ketiga karya "besar"nya, saya merasa jatuh cinta dan memutuskan untuk memasukkan Ziggy ke dalam list "auto-buy" saya.
Dan di sinilah saya, dengan White Wedding.
Yang rupanya tidak sesederhana blurb-nya.
Dan rupanya tidak memberikan sedikitpun penyesalan setelah membacanya.

Bukannya memfokuskan cerita kepada romansa antara Elphira dan Sierra- seperti yang ditunjukkan pada blurb, White Wedding lebih memfokuskan cerita pada kehidupan Elphira sehari-harinya. Bagaimana ia harus hidup sebagai seorang albino- kesulitan yang harus ia hadapi, bagaimana ia harus benar-benar menjaga dirinya, bahkan sampai tidak bisa bergaul dengan teman sebayanya. Juga bagaimana ia harus menghadapi kenyataan kalau ayahnya mengidap penyakit mematikan- yang mungkin dapat membuatnya meninggalkan Elphira, atau ibunya yang... tidak ingin dibicarakan Elphira; yang sudah menorehkan luka di masa lalunya. Bagaimana Elphira kemudian dipaksa untuk berdamai dengan masa lalunya dan mulai menghadapi masa kini...
Sementara peran Sierra sendiri, di sini, lebih sebagai pegangan Elphira- pembimbingnya, seseorang yang berperan banyak dalam membantu Elphira menghadapi permasalahan demi permasalahan, seseorang yang berperan banyak dalam membantu Elphira menerima kenyataan yang tidak dapat ia ubah.

Dan, saya suka itu. Saya suka bagaimana romance yang ada tidak dipaksaan terlepas keadaan Elphira yang tidak sepenuhnya "normal". Saya suka bagaimana plotnya tidak melulu tentang Elphira dan Sierra, dan sekalipun mereka bersama, yang lebih banyak dibahas adalah hidup Elphira- dan kadang, Sierra. Bukan "aku dan kamu".

Sementara karakternya, kalau di Di Tanah Lada kita dihadapkan dengan Ava- yang menurut saya terlalu pintar dan canggung, di White Wedding Elphira terasa lebih... manusia. Elphira ditunjukkan memiliki ketakutan-ketakutan akan masa depan yang akan terjadi, berdasarkan apa yang saat ini terjadi. Juga memiliki keegoisan, bahkan spontanitas anak kecil yang terkadang melupakan tanggung jawab dan kewajiban yang seharusnya ia pikirkan. Sepanjang cerita, akan terlihat juga perkembangan Elphira yang semakin dewasa dengan bantuan Sierra yang terus mendampinginya.
Dan Sierra sendiri, saya suka bagaimana ia digambarkan memiliki kekurangan sekalipun ia malaikat. Saya suka bagaimana terlepas semua tanggung jawabnya, Sierra juga masih dapat berpikir untuk membangkang- untuk bersikap egois dan memikirkan keinginan dan kebahagiaannya sendiri. Mungkin terdengar ganjil bagi sebagian orang, namun rasanya wajar untuk saya, bahwa malaikat digambarkan memiliki sifat yang berbeda-beda dan memiliki kekurangan; apalagi setelah mereka berwujud manusia/berhubungan dengan manusia.

Gaya penulisannya sendiri, sangat terasa Ziggy-nya. Dan saya rasa di situlah letak kekuatan Ziggy. Dengan unik, ia selalu bisa membuat sebuat plot yang mengalir dengan indah, nyaman dibaca, tidak bosan, dan tiba-tiba saja selesai. Saya benar-benar menikmati membaca cerita ini. Ditambah lagi, sejauh ini sih, tidak ada yang terasa "mengganjal"- yang terasa membingungkan atau perlu penjelasan lebih lanjut. Semuanya terasa pas.

Overall rating: 4.5/5
Profile Image for fara.
284 reviews43 followers
August 19, 2022
Saya belum banyak membaca karya-karya Ziggy, sejauh ini (hingga saya membaca White Wedding) baru Jakarta Sebelum Pagi dan Semua Ikan di Langit yang telah saya tuntaskan. Dari ketiga novel tersebut, saya mengambil beberapa kesimpulan atas pengamatan kecil-kecilan yang saya lakukan ketika tengah asyik berselancar di dalam cerita; (1) Mereka memiliki formula yang sama (tokoh anak kecil yang cerdas, monolog tokoh melalui sudut pandang orang pertama yang seperti tengah meracau, deskripsi yang terkesan magical dan fairy tale, juga dialog yang kadang-kadang disisipkan humor dan sarkasme implisit), (2) Narasi 'nyeleneh' khas Ziggy yang benar-benar bikin saya kadang menaikkan satu alis agak keheranan (kadang mirip terjemahan yang kaku, tapi sebenarnya ya bukan terjemahan). Kalau karakter di JSP digabungkan, mungkin akan jadi tokoh utama dalam novel ini, Elphira.

Dari kedua fakta yang saya simpulkan itu, saya jadi bisa menungkapkan ekspresi yang sama ketika membaca buku-buku Eka Kurniawan yang memang telah menemukan 'rasa' dan 'khas'nya sendiri. Sama dengan Ziggy yang telah menemukan gaya menulisnya sebagai 'identitas', yang mana kemudian pembacanya pasti akan menyeletuk dengan senang, "Ah, ini pasti tulisan Ziggy!" ketika membaca kalimat yang tersaji tanpa diberi tahu judulnya sekalipun. Dibandingkan dengan Semua Ikan di Langit yang sangat filosofis, saya lebih menikmati White Wedding karena pada dasarnya berangkat dari hal sederhana; seorang anak perempuan albino dengan orang tua leukimia (ayahnya) dan gangguan jiwa (ibunya), dibesarkan oleh ayah dan neneknya ditemani anak laki-laki cerdas (Sierra) sebagai 'pengasuh dan pengajarnya'. Formula yang lagi-lagi sama (meskipun barangkali JSP ditulis dan terbit setelah White Wedding).

Bagaimana tokoh-tokoh dalam novel ini berupaya mengajarkan pada Elphira untuk nggak membenci warna putih (warna yang identik dengan albino dan sel darah putih yang membuat ayahnya terkena leukimia) dan berdamai pada kematian (sesuatu yang selalu dekat dengan semua makhluk hidup). Aku tahu sekarang bahwa aku enggak harus menghabiskan hidupku dalam kesedihan dan ketakutan. Aku hidup untuk merasa bahagia dan mencoba sesuatu yang baru. Aku berhenti marah dan belajar untuk memaafkan ibuku, tuhan dan diriku sendiri. (hal 233) . Perkembangan karakternya cukup keren, menurut saya. Dari seorang Elphira kecil yang skeptis, menjadi Elphira yang lebih dewasa dan memahami keadaan dengan tenang. Kayaknya harus berterima kasih pada Sierra, nih, tokoh paling krusial yang kayak malaikat, hehehe.
Profile Image for cala.
46 reviews1 follower
August 11, 2022
Rate: 4.5/5

"Kamu engga boleh takut pada kematian. Hal itu akan terus terjadi. Kalau kamu takut pada kematian, kamu akan ketakutan sepanjang hidupmu." hlm 69

buku ini nyeritain soal Elphira yg beda dengan anak seumurannya, dia adalah seorang Albino. Elphira punya seorang sahabat yg paling baik, bernama Sierra. banyak hal baik dan pelajaran yg nantinya bisa didapat pada persahabatan ini.

sebenernya waktu aku untuk habisin ini tuh termasuk lama, 4 harian, padahal bukunya tipis, tapi aku ngerasa habisin lama bukan karena ceritanya ngebosenin, tapi aku emang engga pengen buku ini selesei dengan cepat.

rasanya pas baca ini aku ikutan terharu, buku ini menurutku sangat heartwarming. selama baca aku sering lupa kalo Sierra dan Elphira cuman dua anak kecil, tapi pemikiran mereka dan cara penceritaan kak Ziggy bikin aku lupa kalo mereka cuman anak kecil.

pengembangan karakter, penceritaan, aku beneran ngerasa enjoy selama baca. buku ini pake pov nya Elphira. sangking murninya cinta pada buku ini, aku ngerasa iri, karena engga pernah mencintai dan dicintai dengan sebaik itu, aku tetep pengen ngerasa di cintai sama Sierra hiks T____T
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
August 24, 2016
jadi saya orang pertama yang menulis review buku ini nih? *duh*

secara keseluruhan, saya tidak bisa mengatakan suka ataupun tidak menyukai buku ini. tema dan cerita yang dipilih menarik, membuat saya mengetahui banyak hal tentang definisi ''putih'' dalam hidup, jadi tau beberapa lagu jadul yang kerap diselipkan Ziggy juga di buku ini.

yang menganggu saya adalah perihal masalah sudut pandang. saya paling susah membaca sebuah buku yang menggunakan sudut pandang orang pertama(?) yang menggunakan aku.
err, sebenarnya nggak susah banget juga sih, ada kok beberapa buku kesukaan saya yang menggunakan aku dan sangat menarik perhatian saya.

saya merasa kesulitan mencerna ''aku'' disini mungkin karena tokoh aku-nya masih anak kecil kali ya.,
saya percaya dan tau sih kalau di dunia ini itu ada anak kecil yang ajaib (dalam banyak hal, contohnya Yotsuba), tapi kadang masih agak aneh aja gitu untuk nerima dengan baik anak kecil yang ajaib (dalam buku ini yang saya maksud adalah pola pikir, sifat dan gaya bahasa).

mungkin memang ciri khasnya Ziggy kali ya menggunakan tokoh anak kecil dan cerdas(?)

oh, ada beberapa percakapan dan kalimat yang berhasil membuat saya terdiam

''bagaimana caranya hidup tanpa papa? bagaimana caranya hidup sendiri, sierra? papaku cuma satu dan suatu hari aku akan hidup sendiri''

''papamu memang cuma satu orang'' kata sierra tiba-tiba
''yang mencintaimu bukan hanya satu orang'' lanjutnya.

*kurang lebih seperti itu*

pas baca bagian itu langsung diem sampai lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget.

hhh, begitulah :'(

***

3 bintang karena ceritanya cukup menarik namun sudut pandang-aku-nya terkadang menganggu saya.
sebenarnya mau kasih 4 bintang kalau ada pembatas bukunya, tapi ini nggak ada :'(
Profile Image for Elvira.
128 reviews1 follower
December 18, 2020
Maaf cuma bisa kasih 1 bintang. Alurnya datar, konfliknya kurang greget. Isinya nggak menceritakan perjuangan menghadapi albino, tapi malah memberikan makna warna-warna PUTIH saja.

Saya juga merasa aneh. Anak kok diperbolehkan menikah dengan papanya? Lalu beralih pula menikah dengan malaikat.

Saya nggak suka novel fantasi karena nggak masuk akal banget.
Profile Image for sherly .
67 reviews3 followers
December 29, 2021
Buku ini "manis", Sierra dan Elphira juga manis. Sierra, atau Michael, yang selalu mencari cara gimana Elphira bisa suka warna putih, karena dengan menyukai warna putih artinya Elphira menyukai dirinya sendiri. Ilustrasi di akhir buku juga lucu banget, walaupun ending-nya selalu heartbreaking, tapi setidaknya Elphira udah ikhlas dan percaya bahwa papanya udah berada di tempat yang lebih baik.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for ohfarsya.
8 reviews
July 20, 2025
oh how i love children they genuinely have the purest love 🥹🤍

spoiler:



(ya walaupun mereka bukan anak2 sungguhan)
Profile Image for Khai.
69 reviews7 followers
June 1, 2022
Buku ini memiliki pesan yang baik, bahwa kita hidup untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang yang kita sayang sekalipun. Aku suka banget sama endingnya, setiap tokoh menemukan kebaikan bagi dirinya masing-masing, juga penerimaan diri seutuhnya. Keren banget.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
August 9, 2022
“Kamu tahu, sebetulnya ada nama untuk pertanyaan manusia tentang Tuhan. Ketika menanyakan mengapa ada hal buruk terjadi di dunia. Namanya problema teodesi. Mengapa Tuhan enggak menciptakan dunia tanpa kesedihan di dalamnya, mengapa Tuhan enggak menciptakan dunia yang sempurna ... pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Kamu pernah menanyakan.”

“Lalu apa jawabannya?”

“Kurasa, sebetulnya Tuhan sudah menciptakan dunia yang sempurna. Kesedihan, kejahatan, dan keburukan itu semuanya adalah delusi manusia. Maksudnya, khayalan. Bukan sesuatu yang nyata. Itu hanya ciptaan pikiranmu saja. Karena sebetulnya, kalau kamu percaya pada Tuhan, semua hal adalah hal baik.”


“Yang buruk dari kebahagiaan, bahwa ia akan segera berakhir. Namun, kekecewaan yang dirasakan manusia ketika kebahagiaan bergulir ada karena mereka egois. Karena mereka enggak mau apa yang mereka miliki berlalu.”


Ini pertama kalinya baca karya Ziggy. Aku nggak tahu harus ngomong apa. Yang jelas keren sekali. Sebenernya tema yang disajikan bukan suatu tema yang asing. Cuma bagaimana cara Ziggy mengemasnya menjadi sebuah cerita itu yang membuat novel ini menjadi menakjubkan.

Tapi di sisi lain.. Novel ini juga terkesan membosankan—bagi mereka yang lebih suka jenis cerita yang to the point. Kenapa aku bilang begitu..??
Karena gaya cerita Ziggy menggunakan permainan imajinasi. Sebab itu kenapa aku bilang, kalau untuk mereka yang butuh cerita yang simple & to the point. Novel ini nggak cocok buat kalian baca.

Tapi.. buat kalian yang mau sabar, dan mau mancari tahu makna apa yang terkandung dalam isi cerita.. Apa sih yang sebenarnya ingin disampaikan penulis melalui tulisannya. Maka novel ini cocok buat kalian konsumsi.

Kalau menurutku ya, cara Ziggy menuliskan ceritanya ini unik. Lain dari pada yang lain. Selain itu juga, sarat akan pesan dan pembelajaran hidup. Yang menyangkut tentang Ke-Tuhanan, tentang kehidupan manusia. Dan kalau disimpulkan, garis besar yang ingin disampaikan dalam novel ini tuh—menurutku yaa—tentang keikhlasan.

Bahwa kita mau menerima keadaan atau takdir yang ditetapkan Tuhan untuk kita. Bahwa segala yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi. Sebab itu kita harus ikhlas menerima apa yang harus kita terima, dan melepas apa yang harus kita lepas. Intinya harus bersyukur apa pun keadaan kita.

5/5 🌟 untuk novel ini. Aku suka keunikannya sehingga novel ini terlihat berbeda dan terkesan menakjubkan.
Profile Image for A..
2 reviews
April 26, 2023
"Mengapa Tuhan menciptakan rasa sakit?"


Mulai dari dialog itu aku dibuat jatuh cinta sama buku ini. Mulai dari bagian ini pula aku dibuat jatuh cinta sama kedua tokohnya. Bagaimana cerita ini ditulis menggunakan POV anak kecil bikin buku ini jadi sangat menarik; pertanyaan polos dari Elphira, ditambah Sierra yang selalu punya banyak jawaban cerdas. Buku yang terasa sangat hangat, heartwarming ketika dibaca. Banyak sekali hal-hal keren yang diselipkan di sini, banyak pula pelajaran yang dibawa oleh Elphira dan Sierra ke pembaca. Tentang cinta, tentang kehilangan, tentang melepaskan, tentang memaafkan, tentang menerima diri sendiri. Juga, bagaimana aku bisa merasakan betapa tulusnya rasa sayang mereka ke satu sama lain. Yang membuat aku sempat berpikir: "Gimana ya rasanya mencintai dan dicintai sampai seperti itu?", meskipun bisa dibilang ini termasuk cinta yang polos(?)

Aku purchase bukunya di Google Play Books dan sekarang jadi punya keinginan buat peluk buku fisiknya. Aku mau merekomendasikan buku ini ke siapapun yang suka baca cerita yang heartwarming dan cantik!
Profile Image for Laura Yuwi.
215 reviews16 followers
December 8, 2022
Elphira: "Mengapa Tuhan menciptakan rasa sakit?"
Sierra: "Karena, kita harus belajar untuk mengasihi. Agar kita engga membuat orang lain merasa sakit. Orang yang engga tau rasanya sakit, engga akan segan membuat orang lain merasa sakit. (Hal. 63)


Waahh, belajar dari anak perempuan usia 11 tahun (yang gak kayak 11 tahun pada umumny, ini dewasa yang kecepetan) yang belajar merelakan kematian orang terdekatnya, juga tentang self-love karena terlahir albino. Dari kecil Elphira udah mengalami hidup yang berat. Gimana engga?! Dia terlahir albino, ayahnya punya penyakit kanker semenjak Elphira lahir dan ibunya yang mengalami gangguan jiwa karna gak bisa terima anaknya lahir 'berbeda' dari anak lainnya. Tapi Elphira bersyukur karna kehadiran Sierra yang always be there for her, yang selalu menghibur dan care sama Elphira.

Buku kedua karya Kak Ziggy yang aku baca dan suka. Selalu beda deh dari novel pada umumnya. Bener-bener ciri khas Kak Ziggy dan ketika aku baca, aku tuh berasa lagi baca novel terjemahan, kayak bukan baca karya orang Indonesia. Good job, Kak Ziggy. Ini bacaan yg heart-warming, bagus. Recommended guys!
Profile Image for ☆ chu ☆.
99 reviews17 followers
May 28, 2022
buku ini berasa banget hangatnya. rasanya kyk lagi baca cerita dongeng 🧚🏼‍♀️ it's not just about a 'wedding' story or a 'romance' story. ini tentang merelakan, mengikhlaskan, menerima, memaafkan, dan bersyukur. karakter utamanya anak berusia belasan tahun, mirip sama "Di Tanah Lada" tapi dengan alur dan plot yang sangat berbeda.

banyak kutipan cantik yang tertulis di buku ini dan bikin aku 'sadar' pas ngebacanya. ekspresiku pas baca buku ini: 🥺🥺🥺🥺🥺 karena emang lucu dan mengharukan bgt! definitely one of my fav ziggy's book (kayaknya aku mulai ngefans sama beliau😁) diksi yg dipakai baguuuss banget! penggambaran suasana dan detail semuanya ditulis dgn lengkap jadi dapet bgt imajinasinya. it was a really great story!! jadi pengen peluk Elphira & Siera🥺💝
Profile Image for Laven.
347 reviews14 followers
March 13, 2023
"Aku selalu menyayangimu. Dimana pun aku berada. Meskipun kamu tidak bisa melihatku, aku selalu menyayangimu. Aku akan selalu menyayangimu."

Buku ini akan bersebelahan dengan karya kak Ziggy yang aman menurutku, bersama Jakarta Sebelum Pagi dan Semua Ikan di Langit.

Cerita tentang Elphira, gadis albino yang merasa bahwa sejak kelahirannya banyak hal buruk terjadi. Semakin hari ia menjadi benci dengan kondisinya dan juga warna putih. Judul wedding dalam buku ini kukira akan menggambarkan kisah cinta remaja manis, namun ternyata tidak seindah itu. Buku ini berisi banyak hal, kematian, kesedihan, keikhlasan, hingga kecintaan. Untuk setiap makhluk dan untuk diri sendiri.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews237 followers
December 8, 2023
3.8/5⭐️

Buku ini mengingatkanku dengan Jakarta Sebelum Pagi dan Di Tanah Lada soalnya menceritakan kisah romance yang (agak) absurd—melebihi Jakarta Sebelum Pagi—tapi manis lalu tokoh utamanya anak-anak dengan pemikiran ‘ajaib’—namun tidak seajaib Di Tanah Lada. Kekuatan cerita-cerita yang ditulis kak Ziggy adalah gaya berceritanya yang ngalir dan dibubuhi humor unik. Jadinya yaa seabsurd apapun aku bakal menikmati proses bacanya.

Anywayy novel ini gak fokus pada romance nya aja kok. Banyak pembelajaran soal kehidupan yang bisa diambil—terutama tentang penerimaan diri sendiri dan merelakan kehilangan. Ohiya banyaj trivia menarik seperti pada buku Ziggy yang lain.

Full review kan aku up di ig seperti biasa ya
Profile Image for farah.
60 reviews3 followers
January 16, 2024
“Mengapa Tuhan menciptakan rasa sakit?”

“Karena, kita harus belajar untuk mengasihi. Agar kita enggak membuat orang lain merasa sakit. Orang yang enggak tahu rasanya sakit, enggak akan segan membuat orang lain merasa sakit.” — p. 63

Elphira, namanya, seorang anak kecil albino berumur 11 tahun yang tidak ingin disebut kecil dan benci warna putih. Lalu, ada Sierra... 🥹 entah mengapa setiap tindakan maupun penggalan kalimat yang dia utarakan terasa begitu hangat dan menenangkan.

sejujurnya aku gabisa berkomentar banyak soal buku yang super duper cantik ini, yang jelas aku merasa terharu dengan perkembangan karakter Elphira yang luar biasa hebat untuk ukuran anak-anak seusianya :,)
Profile Image for lilie.
26 reviews
August 26, 2024
wahhhhh

ringan halamannya, pembahasannya cukup berat buat aku pribadi. tapi aku suka. ternyata novel-novel kak Ziggy cocok di aku. walaupun ini buku kedua yang aku baca tapi aku udah yakin.

cerita tentang anak-anak yang ga cocok dibaca anak-anak. ngga yang berat banget tapi berat. Sierra terlalu dewasa but yea he's angel.

aduh bingung tapi suka pokoknya. sempat maju mundur karena fantasi ternyata oke juga
Profile Image for Bunga Mawar.
1,358 reviews43 followers
December 29, 2019
Ini dongeng, walau para tokoh dongeng ini tahu tentang pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William.

Ini dongeng walau ada penyakit leukemia dan karya prosa Rilke, lagu "Smoke Gets on Your Eyes" atau pelajaran IPA.

Dan ini dongeng, dengan gaya yang sangat Ziggy sekali. Kali ini, bintang 3 saja.
Profile Image for rifa࿐.
46 reviews3 followers
September 7, 2022
Lagi, buku kak ziggy yang aku baca yang mana main character nya anak kecil dan lagi dengan pehaman dan pemikiran yang dewasa.

Elphira yang terlahir albino, dari ujung kepala sampai kaki semuanya putih. Sierra, cowok yang bagai malaikat (atau mungkin memang malaikat) datang ke dalam hidup Elphira dan berusaha membuat Elphira suka warna putih.

Bahasanya mudah dipahami walau pembahasannya sedikit tinggi, menceritakan tentang hubungan kekeluargaan juga, sebagian reviewer bilang kalo buku ini hangat dan memeluk and i agree with them.
Profile Image for mid.
143 reviews15 followers
October 11, 2020
The fairy tale that feels so close

Keseluruhan kisahnya benar rasa seperti dongeng. Ada hal-hal magic tetapi dekat karena masih berisi les matematika dan fisika.

Aku suka penjabaran warna-warna, nama dan trivia. memang as always dari Ziggy tulisanya berisi hal-hal menarik.
Displaying 1 - 30 of 353 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.