Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dark Series #1

Rahasia Tergelap

Rate this book
Giselle tidak pernah menyangka Merly akan mengakhiri hidupnya dengan terjun dari atap gedung kampus. Setahu Giselle, Merly termasuk cewek ceria yang tak pernah punya masalah, tapi kenapa cewek itu bunuh diri?

Saat sedang berduka atas kematian Merly, Daryl yang sudah lama disukai Giselle, datang. Di tengah kebersamaan mereka, Giselle jadi tahu bahwa ada yang tak beres dengan kematian Merly. Ia menduga Merly tidak bunuh diri, melainkan dibunuh.

Belum sempat menguak misteri kematian Merly, salah satu sahabatnya, Ella, juga terjun dari atas gedung kampus. Kali ini Giselle makin yakin ada dalang dari kematian dua temannya itu. Daryl dan kawan-kawannya pun merasakan hal yang sama, sampai-sampai mereka menyewa jasa bantuan Erika Guruh, hacker legendaris di kampus tersebut.

304 pages, Paperback

First published July 25, 2016

65 people are currently reading
710 people want to read

About the author

Lexie Xu

43 books901 followers
Lexie Xu adalah penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Seorang Sherlockian, penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatik sama angka 47. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-lakinya, Alexis Maxwell.

Ingin tahu lebih banyak soal Lexie?
Silakan kunjungi website-nya: www.lexiexu.com
Facebook: www.facebook.com/lexiexu.thewriter
Twitter: @lexiexu
Instagram: @lexiexu47
Email: lexiexu47@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
213 (34%)
4 stars
215 (34%)
3 stars
146 (23%)
2 stars
33 (5%)
1 star
13 (2%)
Displaying 1 - 30 of 103 reviews
Profile Image for Cindy Claudia.
99 reviews16 followers
August 20, 2016
Karena saya tidak menemukan quotes menarik dalam buku ini untuk mengawali review saya, maka saya akan langsung mulai saja.

Sebelumnya, saya sudah membaca seluruh karya tunggal Lexie Xu dan 2 kumcernya (meskipun keduanya mengecewakan bagi saya). Seingat saya, tidak pernah saya memberikan 2 bintang untuk satu pun karya baik dari Johan Series maupun Omen Series karena saya sangat menikmati membaca kedua serial tersebut.

Novel-novel Lexie Xu merupakan guilty pleasure saya untuk kategori buku bahasa Indonesia. Saya sebut sebagai "guilty pleasure" karena meskipun tema utama yg diangkat dalam setiap bukunya adalah misteri, mereka bukanlah novel misteri semacam Sherlock Holmes yg "memaksa" para pembaca untuk berpikir dan menerka-nerka sepanjang cerita. Karya-karya penulis lebih terasa seperti YA yg ringan dengan selipan misteri sebagai alur utama cerita. Saya sangat menyukai Johan Series yg sebenarnya jauh lebih sederhana baik dalam alur maupun karakternya dibandingkan Omen Series, karena sedikit banyak saya bisa "merinding" dan tenggelam dalam suspense yg disajikan (terutama dalam Teror). Omen Series sendiri juga merupakan salah 1 favorit saya, saya menyukai hampir seluruh tokoh utamanya terutama Erika dan Valeria. Meskipun pada buku-buku akhir Omen Series penulis menggunakan 4-5 sudut pandang dalam 1 buku, saya tetap bisa membedakan mereka dengan mudah karena karakter mereka terasa begitu kuat dan memorable dalam benak saya. Ya, walau sejujurnya saya menemukan banyak "plot holes" pada aspek misterinya, hal ini tidak masalah karena sekali lagi saya mengkategorikan kedua serial tersebut sebagai YA.

Lantas, mengapa saya dengan pelitnya memberikan 1 bintang pada karya baru ini? Simply because I don't feel anything toward this one. Sebagai buku YA, saya merasa para tokoh dalam cerita ini "kembar identik" dan "satu dimensional". Mengecewakan, mengingat penulis telah menerbitkan begitu banyak buku dengan tema serupa sebelumnya.

Pada kelompok Daryl, saya merasa sedang membaca sebuah percakapan yg dilakukan oleh 1 orang dengan nama yg berbeda-beda. Pembicaraan mereka terasa "jayus" dan meaningless bahkan agak kekanakan untuk seusia mahasiswa tahun akhir (kalau saya tidak salah ingat). Saya merasakan hal yg sama pada kelompok Giselle, bahkan pada The Bulliers. Satu-satunya hal yg menarik dalam cerita ini adalah kemunculan Erika. Saya bersyukur Erika tidak kehilangan personality-nya yg khas dalam cerita ini.

Dengan kata lain, buku ini gagal sebagai YA untuk saya. Sementara sebagai buku misteri? Saya angkat tangan. Saya tidak akan berkomentar pada aspek ini walau sesungguhnya banyak sekali hal yg bisa mendukung opini saya. Failed as a YA, failed as a mystery. What else left here? Nothing.

Overall, saya tetap menyukai penulis dan akan tetap membaca karya-karya selanjutnya. Mungkin review terkesan agak kasar dan tajam tetapi saya sunguh-sungguh merindukan penulis yg saya kenal dari Johan Series dan Omen Series..
Profile Image for Ridha Amalia Nur.
124 reviews24 followers
September 7, 2022
Lumayaan seru nih!! Meskipun konfliknya gak seintens biasanyaa, tp lumayanlahh buat jadi buku pembuka di Dark Series ini!
.
Menceritakan 5 sahabat yg dipertemukan karena sejurusan (di Fakultas Ekonomi) Universitas Persada—Giselle, Bea, Paulin, Delilah, dan Ella. Kehidupan 5 sobat ini adem ayem ajaa sampe suatu hari, salah satu anak yg namanya Merly (teman sejurusan mereka jg) bunuh diri dgn loncat dari atap kampus dan tentu saja mati. Akan tetapi, Giselle yg lumayan dekat sama Merly ini ngerasa yakin klo kayaknya Merly gak bunuh diri! Ya emang hidup doi bukan yg perfect bgt gitu, justru condong ke org yg punya banyak masalah. Tp dari semua masalah ituu, gakk ada yg cukup pantas itk dijadiin motif bunuh diri.
.
Akhirnya bersama Daryl (crushnya Giselle) dkk, mereka nyelidikin kasus ini. Dan ujung2nya melibatkan Erika Guruh (yg dari Omen Series ituu loh), si Hacker yg tentu saja jadi andalan anak2 ini wkwk!
.
Akan tetapiiii semuanya ga berjalan muluzz nih bestie, tau2 ajaa hubungan Ella dan Bea tuhh berantakan yg membuat Ella udah jarang lg ngumpul2 sm Giselle dkk. Smpe di suatu harii yg naas bgtt, Ella jg loncat dari atap gedung yg sama dengan Merly! Ternyata di kampus mereka ada pembunuh berantai😭😭😭 apaa gak seremmmm. Lebih seremnya lg karena target berikutnya adalah Giselle. Duhh coba baca deh guiss buat tauu siapa si pembunuh berantaii biadab iniii 🤬
.
Kesanku : Buku ini mengandung konflik yg gak seberat biasanya, penyelesaiannya pun terasa ringan, pokoknya beda aja gituu dari buku2 kak Lexie yg uda pernah aku baca sebelumnya. Tp ini ringan in a good way ya! Jadinya dia light gituuu, cocok buat pemula yg baru mo coba baca thriller!! Karena meski ringan, iniii ttp menegangkan jg. Terlebih yg pas adegan Giselle nanya ke pembunuhnya “jadi gini cara lo bunuh Ella dan Merly?” Trus si pembunuhnya jawab “bgitulah”.🥶🥶🥶
.
Aduh aduh aduhhh pokoknya temen2 harus baca bukunya biar tau semenegangkan apaa adegan yg kumaksud di atasss!!!!!
.
Tapiii satu yg kusayangkan siiih. Dialognya Daryl dkk tuh cringe bgt boooo’. I dont like. Garing garing garing. Pdhl seingatkuu yg di Omen dan Johan gak se-cringe ini loh dialognya. Aku merasa Daryl dkk ini kurang hidup. Aku bahkan ga bs ngapalin semua nama mereka 🥵
Profile Image for Ainay.
418 reviews78 followers
August 11, 2020
Lower than my lowest expectation. Padahal aku suka sama Rahasia Ayu (seri Jangan Diklik), dan aku berharap juga suka sama yang ini. Ternyata ... hmm pola penokohannya mirip-mirip, dan semuanya 0 empati/simpati terhadap semua korban. Motifnya juga meh.

Ohya satu lagi, meski dilabeli YA sebenernya ini lebih cocok masuk Teenlit karena tokoh-tokohnya lebih kayak anak sekolahan daripada anak kuliahan tahun ketiga. Terakhir, ini cringe abis 😭

Dark Series, coret! Tapi aku masih mau coba Johan dan Omen. Semoga nggak segininya krn aku bener2 ngarep bisa klik dengan tulisan Lexie Xu setelah Rahasia Ayu.
Profile Image for Shinta Amelia.
49 reviews19 followers
December 3, 2016
Rahasia Tergelap di buka dengan adegan Ella yang ingin melompat dari atap gedung kampusnya. Menurutku itu merupakan prolog yang sangat memikat—dan juga mengikat, karena siapapun calon pembaca yang ingin membeli novel Young Adult dengan genre thriller ini pastinya bakalan kepo berat dengan alasan yang melatarbelakangi tindakan Ella tersebut serta "rahasia tergelap" apa yang tersimpan di balik semua itu. Suasana yang digambarkan penulis juga cukup dingin dan mencekam. Cukuplah, untuk membuat bulu kuduk meremang (kebetulan, aku memang bacanya tengah malam gimana dong T_T).

Kemudian setting pun berubah, flashback ke sepuluh hari yang lalu. Seperti biasa, Lexie menggunakan sudut pandang orang pertama, kisah ini diceritakan dari sisi Giselle dan Daryl secara bergantian.

Di kampus, Giselle bersahabat dengan Ella, Delilah, Paulin dan Beatrice. Mereka sudah bersahabat selama 3 tahun dari sejak kelimanya menjadi mahasiwa baru di Universitas Persada Internasional. Walaupun persahabatan mereka tidak sempurna, tapi Giselle merasa ia dan teman-temannya itu selalu kompak ketika bersama. Tak ada masalah yang terlalu berarti di kehidupan Giselle. Walaupun ibunya lumayan keras mendidiknya soal bekerja untuk menghasilkan uangnya sendiri dan perasaan sukanya yang bertepuk sebelah tangan pada Daryl, selain itu hidupnya fine-fine saja. Di sisi lain ada Ella yang baik, penuh inisiatif dan senang membantu tapi suka juga 'memanfaatkan' kebaikan hati teman-temannya. Hal tersebut disebabkan karena ia berasal dari keluarga kurang berada dan terkadang merasa rendah diri sehingga menyebabkan ia enggan menunjukkan kondisinya yang sebenarnya—berpura-pura tajir padahal selalu menjadi parasit bagi mereka. Ada juga Delilah yang cantik dan cerdas, bisa berkuliah di kampus mereka karena beasiswa. Namun tentunya tak ada gadis yang benar-benar sempurna karena keluarga Delilah hidup dalam kemiskinan dan dia pun harus bekerja keras—melakukan berbagai pekerjaan sampingan—dan juga membantu ibunya berjualan setiap minggu mencari uang untuk membayar hutang yang ayahnya tinggalkan. Juga ada Beatrice atau biasa disapa Bea yang paling populer di antara mereka yang akhir-akhir itu agak menjauh dari lingkar persahabatan mereka karena menemukan teman-teman baru yang lebih populer dan memahami dirinya. Sementara dengan Paulin... well, mungkin dia satu-satunya karakter yang kurang menonjol dan dikembangkan karakternya di buku ini, jadi aku nggak ingat banyak tentang dia.

Kasus bunuh diri itu dimulai ketika Daryl dan teman-temannya sedang mengobrol santai sebelum dikejutkan oleh penampakan seorang gadis yang siap untuk melompat dari atap gedung fakultas ekonomi. Mereka tak bisa mencegah peristiwa tersebut karena sebelum mereka sanggup menghentikannya, gadis itu sudah terlanjur terjun dan jatuh tepat di depan mata mereka. Giselle yang sampai di TKP pun shock karena dia mengenal sosok gadis yang bunuh diri tersebut.

Gadis itu bernama Merly, Giselle lumayan akrab dengannya karena mereka pernah berada di kelas yang sama beberapa kali. Walaupun gadis itu tidak pandai bergaul dan tidak punya banyak teman dekat namun Giselle tau dari curhatan-curhatan Merly bahwa tak ada masalah yang begitu kritis yang menyebabkan gadis itu depresi hingga dirinya merasa ingin bunuh diri. Ditambah dengan pengakuan teman Daryl yang melihat adanya bayangan orang lain di atap dan juga ponsel Merly yang tak bisa ditemukan semakin menguatkan dugaan bahwa kematian Merly bukanlah kasus bunuh diri biasa. Mungkin saja sebenarnya itu adalah pembunuhan. Merly telah dibunuh oleh seorang pembunuh keji yang saat ini bebas berkeliaran di kampus mereka! Giselle bersama Daryl and geng pun memutuskan untuk menyelidiki kasus ini dan memecahkan misteri di balik kematian teman-temannya dengan di bantu oleh seorang hacker legendaris bernama Erika Guruh.

***

Sebelumnya, izinkan aku bersuka cita dahulu... HOREEEEE ERIKA COMEBACK!! Argh! Aku excited banget karena Erika dapat peran besar di sini! Walaupun dia memang cuma cameo sih, tapi gak apa, dialah alasan mengapa aku membaca dan memberi 3 bintang untuk novel ini.

Well, aku suka ceritanya. Plotnya rapi. Dan gaya menulis Lexie masih tetap jenaka dan mengalir apa adanya sehingga asik buat diikuti. Misterinya? Top banget! Lexie mengangkat topik favoritku, bunuh diri, topik yang sangat tabu di Indonesia dan masih penuh akan stigma dan cap negatif. Selain bunuh diri tersebut Lexie juga mengangkat isu remaja lainnya seperti permasalahan keluarga, konflik dengan sahabat dan juga, tak ketinggalan pastinya, asmara. Pokoknya sih ceritanya menarik banget dan cocok dengan cerita YA yang katanya memang harus lebih berat dan berisi dibanding Teenlit. Kekurangannya adalah aku agak bosan dengan kisah romance yang Lexie suguhkan. Rasa cinta yang awalnya heroine kita kira bertepuk sebelah tangan tapi ternyata tidak, sang hero juga selama ini memendam rasa padanya... O-ow aku sudah lelah dengan formula basi itu terdapat di setiap karya Lexie. JS dan OS saja sudah cukup kurasa.

Selain plotnya, aku juga suka dengan narasi-narasi Daryl yang witty dan lumayan manly. Lebih terhibur menyimak perkembangan cerita dari sudut pandangnya daripada Giselle. Tapi sayangnya keapikan narasinya itu agak ternoda kalau sudah sampai di bagian Daryl dan kawan-kawannya (Dante, Josh, Grey, Justin) mengobrol dan bersenda gurau. Aku dibuat keder, karena kadang percakapan mereka sering sok asik sendiri—yang percayalah sebenarnya gak asik sama sekali—gaje, garing dan suka melantur. Aku mengerti Lexie perlu menunjukkan bahwa persahabatan cowok-cowok itu fun dan seru banget, Lexie ingin meyakinkan hal itu kepada pembaca, namun sayangnya gagal. Hal itu disebabkan karena banyaknya tokoh yang diperkenalkan di dalam novel ini yang membuatku bingung dan kesulitan mengenali per-karakter mereka. Satu-satunya karakter yang berhasil sedikit menarik perhatianku mungkin Hyuga. Yang lainnya nggak terlalu berkesan dan nggak terlalu loveable (bahkan Daryl dengan streotipnya yang membosankan itu dan Giselle yang berkepribadian 4D yang secara mereka itu, kan, merupakan karakter utama). Bandingkanlah dengan Erika Guruh dkk di serial Omen yang dengan keunikannya masing-masing mampu memikat hati sejak awal kemunculannya!

Hal lain yang tidak kusukai dari tulisan lexie adalah saat tokoh-tokoh di novelnya mengutarakan dengan amat sadar bahwa, gue itu populer lho, gue ini kan ganteng/cantik pada narasi/dialog mereka. Hal itu terkadang jadi membuatku berpikir bahwa entah itu populer, cantik, ganteng dan keren itu bukankah suatu penilaian/cap yang orang lain sematkan kepada diri kita, ya? Masalah itu juga mengingatkanku pada Erika di halaman 24 dan 249 yang memberi tahu kepada Giselle, Daryl dan lain-lain bahwa dirinya itu mempunyai kemampuan daya ingat fotografis (btw Erika ini seperti yang kita tahu di Omen bukanlah seorang tukang pamer). Adakah orang jenius yang mengatakan bahwa diri mereka itu jenius? Kurasa akan lebih baik kemampuan Erika tersebut ditunjukkan dengan tindakan saja. Toh, dia sangat terkenal di seluruh kampus, cepat atau lambat kejeniusan dan kemampuan daya ingat fotografisnya juga akan diketahui semua orang dengan sendirinya. Aku jadi ilfil sih kalo mereka terus-terusan mengulang kalimat "gue ini populer/ganteng/keren/punya kemampuan super" karena orang yang beneran populer serta jenius kan gak perlu mendeklarasikan kalau dirinya itu populer atau jenius. Lexie nggak perlu capek-capek tell. Show saja, kita semua juga enggak sebegitu bolotnya.

Terlepas dari kekurangannya, novel ini PLOT TWIST-NYA DAPET BANGET! Aku punya banyak teori tentang siapa tersangka pembunuhannya tapi semua itu dibuat buyar oleh Lexie di ending. Oh iya di novel ini juga ada tokoh bernama Johan yang dari ciri-cirinya mirip banget sama si Johan sang psikopat di Johan series itu, tapi enggak yakin juga sih. Aku sempat kepikiran Johan adalah pelakunya karena dia mencurigakan banget selalu muncul di tempat dan waktu yang nggak tepat. Tapi ternyata pelakunya adalah... ah baca deh sendiri, siapa tahu memang beneran Johan :)) dan Erika, wah Erika berperan banget di sini. Aku rindu saat dia mulai menganalisa kasus, seperti biasa spekulasinya tajam dan keren banget. Dia lebih cocok jadi profiler kriminal sebenarnya dibanding hacker. Tapi profesi hacker emang bikin dia tambah keren sih, nggak bisa disangkal XD

Mungkin di antara kasus-kasus yang ada di JS dan juga OS, Rahasia Tergelap ini yang paling greget twist-nya setelah Permainan Maut. Plot twistnya mengejutkan dan emang nggak diprediksi banget sih. Kerennya lagi, semuanya itu masuk akal. Sori aja, soalnya di serial sebelum-sebelumnya aku merasa motif pelaku kejahatan terlalu remeh sehingga kurang plausible, gitu.

Dan jangan lupakan epilognya. ASTAGA EPILOGNYA!!! Bikin aku pengin cepat-cepat baca buku kedua!

Uh, kapan ya kira-kira terbitnya? ☺
Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews12 followers
August 23, 2020
3,5 ⭐ tapi aku bulatkan ke 4 ⭐ karena ceritanya cukup membuatku penasaran dan ketagihan untuk membaca halaman selanjutnya.

[ Rahasia Tergelap - Lexie Xu ] #DarkSeries

Kejadian yang paling mencolok di awal adalah meninggalnya seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi bernama Merly, dengan menjatuhkan diri dari atap Fakultas di siang bolong. Langsung saja tempat kejadian dipenuhi kerumunan termasuk Giselle, seorang cewek yang dirasa dekat dengan Merly, yang nyatanya tidak punya teman dekat.

Giselle yang melihat fakta itu langsung terpukul dan merasa bersalah karena ia tidak terlalu memperhatikan temannya. Semua ini berlanjut hingga ke suatu kesimpulan sementara yaitu bukan suicide melainkan dibunuh, ditambah lagi dengan kematian Ella, teman Giselle yang lain, jatuh seperti Merly.

Kita akan dibawa ke dua sudut pandang, Giselle dan Daryl. Daryl ini yah, cowok terkenal di kampus, anak futsal, dan Giselle naksir di hari pertama mereka bertemu. Di pov Daryl akan sering menunjukkan proses investigasi, sedangkan pov Giselle ke arah pengenalan tokoh dan observasi sekitar. Well, lumayan membantu.

3,5 karena beberapa adegan seperti percakapan guyonan teman-teman Daryl kurasa terlalu banyak, dan tidak terlalu penting, jadi kadang aku skip. Tapi aku kasih 4 karena ceritanya cukup bikin nagih untuk tau perkembangan kasusnya gimana.

Untuk eksekusi cerita, aku nggak terlalu kaget juga. Aku bisa merasakan kecurigaan terhadap 'A' di awal Giselle bercerita ke dia. Aku juga nggak membenarkan atau menyalahkan beberapa adegan 'maling' di sini 😂

Terlepas fakta di balik kasus ini, beberapa hal yang bisa kita dapatkan adalah, kita tidak tau apakah ucapan kita menyakiti hati orang lain, atau kita tidak tau ucapan kita melukai perasaan orang lain 'segitu' dalamnya.

Kehadiran orang sebagai pendengar yang baik juga menurutku cukup membantu meringankan hati yang gelisah, karena biasanya kita hanya butuh didengarkan dan dipedulikan walau itu perhatian yang kecil sekalipun. Aku cukup sedih dengan yang menimpa Ella dan Merly.
Profile Image for Autmn Reader.
879 reviews91 followers
dnf
July 16, 2020
Gak bisa aku kasih rating karena aku berhenti di halaman 150an. Selanjutnya aku scroll down aja. Untung baca di Ipusnas dan enggak beli, huhu. Cringe parah sumpah.

Percakaan antar karakter yang dari awal sampe akhir gaje. Deskripsi yang nasistik walaupun si karakternya bilang dia enggak narsis (ya mana ana orang narsis mau ngaku dia narsis?)

2 seri sebelumnya seru, dan aku gak nyangka aku gak ngasih rating ke ceritanya Mbak Lexie :(

Tapi katanya cerita selanjutnya lebih bagus, mungkin aku bakalan ngasih kesempatan buat buku2 selanjutnya. Mumpung baca gratis :(
Profile Image for Amaya.
742 reviews59 followers
December 23, 2021
Actual rate 3.8

Entah kenapa tension-nya agak turun waktu baca bab awal-awal. Nggak ada kesan komedi lagi seperti dua seri sebelumnya. Apa karena labelnya Young Adult? Jujur, dari awal malah aku terkesan bingung karena langsung disuguhkan dengan banyak karakter yang mau tidak mau harus langsung dihafal. Sampai akhir buku aku bahkan belum bisa menghafal ciri-ciri dan penokohan teman satu geng Daryl. Kalau untuk geng The Bulliers dan geng Giselle cs sih masih bisa melekat, tapi kalau geng tim futsal itu nggak bisa bedain sampai akhir, so sad.

Konfliknya lebih berat ya sepertinya, atau sama saja? Kurasa pengaruh bahasa yang dipakai Kalex di sini sedikit lebih "kalem" jadi nggak kerasa dark walaupun ya, permasalahan antarremaja pasti berat. Intinya, buku ini bagus walaupun nggak sesuai ekspektasi. Aku suka sama Daryl dan Giselle. Mereka manis banget ㅠㅠ oke, lanjut ke buku kedua ....
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
December 2, 2017
more on : whatsgabyread.blogspot.com/2017/12/re...

Awalnya, kehidupan Giselle dkk, dan Daryl dkk biasa aja. Sampai Daryl melihat sendiri kejadian bunuh diri, tepat di depannya. Daryl terang aja kaget. Gimana nggak, adegan terjun dari gedung berlantai sekian dan jatuh tepat di depannya? Cuma orang yang psycho aja yang santai. Kampus langsung gempar. Anehnya, polisi cuma menganggap ini adegan bunuh diri biasa. Padahal Daryl dkk yakin, ini bukan cuma sekadar bunuh diri! Giselle yang mendengar kabar ini pun kaget. Karena korban bunuh diri yang bernama Merly ini adalah salah satu orang yang dikenal Giselle cukup dekat. Hal ini jelas aja bikin dia shock.

Kejadian bunuh diri Merly jadi satu alasan Daryl deket sama Giselle, cewek yang dulu pernah ditolongnya. Nah, kali ini mereka bersatu untuk ngurus masalah Merly. Tapi belum sampai masalah ini selesai, masalah kembali datang. Ella, sahabat Giselle sendiri, bunuh diri. Sama kejadiannya dengan Merly. Di sini, Giselle rasanya hampa. Karena sebelumnya, Giselle melihat sendiri, bagaimana Ella bertengkar dengan Bea. Selain itu, Giselle juga sempat dimusuhi oleh Ella akibat pertengkarannya dengan Bea. Dan lagi-lagi, kejadian ini dianggap bunuh diri biasa.
Profile Image for Indri Octa Safitry.
Author 1 book18 followers
November 25, 2020
3.5 🌟

Cukup menegangkan. Kepingan puzzle nya bikin penasaran. Tapi, agak lieur sama banyaknya tokoh. Tapi, tetap seru kok hehe
Profile Image for Ardina Alth Mora.
484 reviews16 followers
April 18, 2024
2.8⭐️
G tw kenapa kompliknya kayak gak g bsa di jadilan rwadin yg kuat gt. Beda dgn 2 buku sblmnya yg aku baca🧐
Profile Image for Cimol.
26 reviews4 followers
August 29, 2023
Jujur waktu awal baca prolog aku langsung suka sama buku ini, penasaran banget sama alasan Ella bunuh diri. Makin penasaran lagi setelah tahu perbedaan cerita di POV Ella dan Giselle, mulai merasa kalau memang Ella yang salah dan suka menyalahkan orang lain. Tapi, setelah itu agak males bacanya terutama waktu POV Daryl karena bener-bener kebanyakan dialog yang ga penting dan ga ada hubungannya sama ceritanya. Karakter-karakter di sini pun bisa dibilang semuanya 'terlalu sempurna', goodlooking, pintar, jago ini itu, paling cuma ada sedikit kekuranganya dan itu pun mirip-mirip. Susah banget buat inget dan ngebedain karakter-karakternya yang banyak banget karena ga ada ciri khas yang menonjol.

Buat penyelidikannya sendiri juga kurang mantep menurutku sih, yah mungkin karena tokoh-tokohnya ceritanya juga mahasiswa biasa yang ga biasa melakukan penyelidikan. Overall, aku tetep enjoy bacanya terutama ketika baca POV Giselle.

Agak kaget sama kemunculan Johan dan Erika dkk, in a good way, mereka yang bikin penasaran pengen baca buku lanjutannya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nai DDepressant Reader.
27 reviews1 follower
January 15, 2023
Pelakunya Delilah, oke. Dia membunuh karena alasan men-dongkol-kan, oke. Dia disewa oleh pembunuh bayaran, oke. Kagak ada foreshadowing yang merujuk Delilah di halaman sebelum-sebelumnya? IT’S NOT OKAY!

Cara Delilah diuangkap sebagai pembunuh betul-betul MAKSA. Memang ada satu dua foreshadowing, kayak ciri fisik Delilah dan fakta bahwa dia ada di jurusan ekonomi yang terduga sama dengan pelaku. TAPI! Ciri fisik Delilah hanya digambarkan secara tell dan sekejap saja, seolah hanya informasi numpang lewat. Selain daripada itu, kagak ada clue yang ditinggalkan pembaca buat MENCURIGAI DELILAH! Padahal itu seharusnya fungsi foreshadowing, jiwa, nafas, dan INTI DARI SEBUAH KISAH MISTERI!

Soal pembunuh bayaran itu, mungkin karena ini masih satu universe dengan The Omen, ada beberapa bagian yang perlu untukku membaca series sebelumnya agar memberi suspension of disbelief. Contohnya, agensi kriminal yang merekrut mahasiswa untuk dikirim keluar negeri menjadi pembunuh bayaran. Hello,
cahaya cinta perlahan menyilaukan
Itulah mimpi kehidupan kedua
plot point itu DARIMANA DATANGNYA??

Saat saya pertama kali membaca series Omen, yaitu saat masih di bangku sekolah saya tidak tahu akan betapa tidak sukanya saya pada tulisan-tulisan Lexie Xu 6 tahun kemudian. Karakterisasi yang benar klise sesuai trope sekali ("fake nerd" untuk Valeria Guntur), diksi-diksinya yang sangat aduh-duh, dan plot twist maksa.
Meski saya tidak suka tulisan-tulisan Lexie Xu, saya tetap punya soft spot bagi beliau. Mengingat kata “Omen” dan “Lexie Xu” membuat saya nostalgia ke jaman dulu.

Saya bisa jadi sangat bias untuk menilai novel ini, karena awalnya saya berniat memberi bintang 1 ketika mendapati plot twist kentang. Namun, begitu membaca epilog rasanya ingin sedikit dermawan dengan memberi bintang 2. Pasalnya, saya baru tahu kalau tokoh-tokoh pemecah misteri dari series Omen ternyata membentuk sebuah tim detektif yang berurusan dengan ‘Dunia Bawah’ (dunia kriminal). Atau apalah itu, saya berhenti baca sejak buku ke-3.

Belum lagi, ada sedikit rasa bangga karena meski sudah lama tidak baca, saya tetap bisa mengenali tokoh-tokoh dari series Omen yang dipakaikan nama samaran. Seperti:
• Si Makelar—Valeria Guntur.

• Si Hantu —Rima Hujan.

• Si Penyamar—saya masih belum tahu, tapi saya curiga kalau itu Jack, pacarnya Erika. Dia pernah nyamar jadi ojol kan, ya?

• Si Ketua—serius, saya tidak tahu sama sekali.

• Si Hacker—ini sudah jelas, sih.

Sebenarnya masih ada kekurangan dari segi gaya penulisan, dan dialog geng-gengnya Daryl. Sumpaahh baca POv Daryl selagi cecunguk-cecunguknya buka mulut bikin saya mau nge-skip halaman buku ini sampe tamat. Begini, pernah ada 1 scene dialog isinya filler aja! (Awal hlm. 36—awal hlm.41) baru kemudian ada progress.

Setelah membaca beberapa review dari fans lama mbak Lexie, saya sekamin curiga kalau Lexie Xu menulis buku ini dengan bantuan ghostwriter.

Akan terlalu panjang jika saya sebut semua, secara saya masih belum bikin blog review. Harga domain lumayan mahal, sementara domain blogspot bikin kesannya jadi blog murah.

Intinya, saya jadi sedikit mempertimbangkan untuk menuntaskan Omen kembali, setelah 6 tahun.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yasfin.
119 reviews
September 1, 2016
Rate 4,5/5

Kali ini, Lexie Xu kembali dengan novel yang penuh misteri. Lanjutan dari Omen Series ini bercerita tentang peristiwa bunuh diri yang terjadi di kampus Giselle.
-
Giselle adalah seorang perempuan cantik yang tidak menyadari kecantikannya sendiri, dan juga mempunyai sahabat bernama Paulin, Ella, Bea, dan Delilah.
-
Saat membaca prolog, kita akan dipersembahkan cerita mengenai salah satu sahabat Giselle yang akan bunuh diri karena tidak tahan dengan semua beban yang ada. Tentu saja mengetahui hal itu, Giselle terguncang hingga peristiwa ini.Peristiwa ini juga membuatnya bisa dekat dengan Daryl, orang yang ia sukai.
-
Oke, novel Lexie Xu adalah salah satu karya yang saya suka. Mau orang berkomentar apa pun, saya akan tetap membeli dan membaca novelnya. Mungkin sama seperti yang lain, saya menunggu aksi Erika Guruh sebagai hacker legendaris. Mengagumkan sekali peran Erika di sini. Sayang saja dia hanya bisa dihitung jari berapa kali dia muncul.
-
Kenapa kasih 4,5? Yes, cerita Lexie Xu selalu mengalir apa adanya(?). Tidak sampai harus mengerutkan kening untuk mengartikan sebuah kalimat, juga ditambah dengan candaan-candaan khas Lexie Xu. -
Mungkin karena ini adalah seri pertama, penyelesaian masalahnya agak kurang memuaskan bagiku. Hanya begitu saja, sih. Tetapi tidak akan membuat saya tidak mengikuti seri ini karena akhir halaman membuat saya penasaran :)))
Makasih, lho, dibikin penasaran.
-
Novel ini masih termasuk ringan buatku, jadi bolehlah yang suka cerita ringan baca novel ini. Siapa tahu kalian malah tertarik baca novel Lexie Xu yang udah lama terbit dan yang akan terbit
Profile Image for inas.
387 reviews37 followers
September 29, 2019
Akhirnya selesai juga baca buku ini!! Whooo! 🎉🎊

[Ini ku-copas dari bookstagram karena males nyatet lagi, wkwkwk. Kurang-lebih begini lah review-ku. 🤭🙈]

Ceritanya tentang kasus bunuh diri yang ternyata pembunuhan berencana, dan Giselle, Daryl, dkk memutuskan buat melakukan penyelidikan dan nyari siapa pelakunya.

Ada beberapa hal yang aku suka:

1) pesan bahwa semua cerita punya dua sisi terasa banget sampe akhir,

2) petunjuk yang disebar di sepanjang cerita dengan rapi,

3) mutual pining!! Daryl sama Giselle gemas juga sebenernya, mungkin kalo nggak terlalu fokus ke pembunuhan, cecintaan mereka bakal lebih uwu wkwkwk, dan

4) Erika Guruh. She's there and I'm so hyperventilated because I stan OMG *chef's kiss* 😘😘😘


Yang kurang aku suka mungkin deskripsi tiap tokohnya. Banyak banget yang dijejalin di bab-bab awal sampe akhirnya sulit buat ngebedain satu dari yang lain. Dan mungkin ini subjektif, tapi aku ngerasa ceritanya kebanyakan tell ketimbang show.


Mungkin, aku agak berekspektasi seri awal ini bakal kayak Omen. Semua dijabarin dengan rinci sampe membekas di ingatan, tapi di sini agak diburu. Bahkan pas di klimaks ke falling action rasanya cepet banget.


Tapi ya masih oke sih. Bikin cerita apa pun, dengan perencanaan matang gini, pasti butuh waktu. Dan semua misterinya udah diungkap dengan cermat.


Jadi, 3/5 🌟🌟🌟 😙
Profile Image for Dinur A..
258 reviews98 followers
November 4, 2018
Lagi-lagi, saya dipertemukan dgn geng Erika Guruh, trus si Johan tau2 nongol. Belum apa2, si Erika udah nyuri spotlight, kemudian si Badai, Hujan, Topan, muncul di epilog; sepertinya penulis belum bisa move on dari mereka. Jujur aja, saya mulai capek sama geng cuaca ini, dan dgn comeback-nya mereka ini, berarti saya harus ngorek2 ingatan saya akan serial-serial sebelumnya, yakni Omen dan khususnya Johan Series yg saya sama sekali udah ngeblank itu tentang apaan. Sebenernya saya ngarepin universe yg benar2 baru dari Lexie Xu, itu pasti akan lebih seru dan lebih 'peka' terhadap pembaca2 baru yg gak ngikutin Johan dan Omen series. Saya ngerti sih, barangkali timeline seperti inilah yg udah disusun oleh penulis sejak awal. Yaa saya kan cuma ngarep..

Dan, entah deh, saya juga ngerasa klo Rahasia Tergelap ini kurang greget sebagai pembuka Dark Series dibandingkan Omen atau Obsesi sebagai pembuka dari masing-masing serial sebelumnya. Dan juga, level kejayusannya saya ga kuat.. cringey abis. Semoga sekuelnya bisa lebih asik, dan Daryl dkk bisa ngurangin comel ga pentingnya dan lebih banyakin aksi. Amin...
Profile Image for Nene.
68 reviews1 follower
August 27, 2016
Intinya saya gak sabar untuk membaca dark series 2 dan seterusnya :v ahahaha
suka banget sama formasi hacker, penyamar, makelar, hantu, ratues ....
di tambah genk daryl + giselle :*
Profile Image for ima.
102 reviews3 followers
February 20, 2017
Review :

Aku bingung bagaimana memulai menulis resensi untuk buku ini. Karena sejujurnya, semua buku Kalex itu enggak ada yang bisa aku buat resensinya. Sensasi yang kudapatkan ketika menutup bukunya-lah yang membuatku enggak bisa merangkai kata-kata untuk resensinya. Tiap kali selesai baca, aku ngeblank karena tiap buku Kalex itu punya sensasi yang mematikan. Serius deh! Tiap bukunya itu berhasil membuatku enggak bisa tidur karena kelakuan para psycho di buku-buku Kalex.

Oke, cukup untuk pendahuluannya. Sekarang aku mencoba untuk membuat resensi dari novel terbaru Kalex, sekaligus buku pertama dari seri barunya, Dark Series.

Kalex ini salah satu penulis favoritku, yang tiap kali menerbitkan buku pasti akan langsung masuk wishlist, bahkan kalau lagi ada duit pasti langsung beli. Tapi ketika Rahasia Tergelap rilis, aku baru beli bukunya akhir tahun kemarin, sih. Dan baru sempet baca bulan ini, haha. Dan aku enggak kecewa dengan alurnya.

Rahasia Tergelap ini berlatar kampus Persada Internasional dengan tokoh utama Giselle dan Daryl. Di hari Jumat yang damai, tiba-tiba ada seseorang yang jatuh dari atap kampus. Beberapa hari kemudian, kejadian serupa kembali terjadi. Giselle dan Daryl yakin kalau itu bukanlah bunuh diri, melainkan pembunuhan berantai.

Kalau di Johan Series dan Omen Series sepertinya kejahatannya enggak sampai mencabut nyawa orang lain, kan? Separah-parahnya ya melukai fisiknya. Tapi di buku ini, ya ampun. Mungkin karena itu juga kali ya, buku ini bukan sekedar teenlit lagi.

Sial, aku dibuat kaget sama halaman 83. Nama itu udah kayak nama keramat yang kalau disebutkan bisa membuat jantung tiap orang jadi berpacu lebih cepat. Pastinya campuran perasaan takut dan kesal setengah mati sama orang yang memiliki nama itu. Ah, pasti dia dalangnya. Sebel banget!

Oke, selain nama keramat itu, ada satu lagi nama keramat. Kalau yang ini sih efeknya luar biasa kebalikan dari yang di halaman 83. Pasti kalian sudah tahu, ya, secara nama legendaris ini muncul di sinopsis belakang buku, haha. Erika Guruh! Ah, seneng banget akhirnya dia kembali. Dan di buku ini Erika benar-benar keren! Nah, yang aku sesalkan, tokoh utamanya kan Giselle dan Daryl, tapi sebagian besar yang mendominasi suasana kok malah Erika Guruh. Tapi ketika sampai di bagian epilog aku maklum sih. Kalau kata Erika sih mereka masih butuh bimbingan. Aku sudah tidak sabar dengan buku selanjutnya.

Favorite Scene
Oke ini bukan adegannya sih yang aku suka, tapi bagaimana perasaan Giselle terhadap teman-temannya. Dia benar-benar merasa bersalah banget sama Ella. Karena ini memakai sudut pandang orang pertama, jadi aku bisa tahu bagaimana perasaan Giselle. Nah tiap kali dia membicarakan tentang pertemanannya, aku bisa melihat sih kalau dia tulus. Ketulusannya itu yang membuatku tersentuh.

“Nggak peduli apa pun yang udah terjadi, gue masih percaya sama lo, sama persahabatan kita. Dan gue juga percaya lo nggak pernah mau semua ini terjadi pada Ella.” (hal. 182)


Pink's Review - https://pinksreview.wordpress.com/
2 reviews
May 10, 2017
Finallyy, Lexie Xu hadir lagi!
setelah gw gagal move on dari buku "Target Terakhir", gw bener-bener mengharapkan sesuatu yang lebih WEWW dari pada omen series.

but..... gw kecewa!
yap, gw sebagai salah satu penggemar lexie xu dari duluu bgt bener" kecewa sama buku ini!

awalnya, jujur gw seneng warbiasah pas gw liat nih buku udh terbit, dan bahkan gak ragu" buat ngambil nih buku pas gw liat di gra*edia, dan langsung beli saat itu juga! padahal, gw dompet gw tipis.

nih buku, gw selesaiin dalam 1 hari. dari jam 4, sampai jam 8. 3 jam kurang untungnya cukup untuk menyelesaikan 300++ halaman buku ini.

first, gw ngebaca summarynya, dan yap... summarynya keren banget astagahhhh! terus, next di prolog.

Terus, di prolog gw mulai rada" bingung. kenapa? karena banyak bgt tokoh" baru, yang tiba-tiba aja disebutin sama Ella (prolognya sudut pandang Ella), but gw anggap itu, ya wajar lah namanya juga prolog.

next, gw baca bab 1. dan, sh*t! gw bingung! kenapa? karena tiba-tiba aja langsung banyak bangett percakapan dari orang yang bahkan blm gw tau. alhasil, gw baca tuh bab 1 dengan berfikir keras supaya gw ngerti dan tau tokoh"nya.

terus, banyak bgt percakapan yang "garing+receh bgt". maap kak, Lexie, but... feel seru di percakapannya kurang dapet. beda dari novel" kakak lainnya yang percakapannya berhasil buat aku "ngakak".

terus, seiring dgn halaman yg gw balik, jujur gw ngerasa sedikit bosen dan bingung, terutama di tengah" cerita. banyak bgt tokoh yang ditampilkan secara gamblang. ibaratnya... bleg... gitu aja dan tau-tau semuanya udh tumpah. jadi, buku ini bener" menuntut gw untuk berfikir keras mengingat-ingat tokohp yang ada.

dan, menurut gw yang paling fatal adalah... banyak bgt karakter" yang menurut gw 'kurang konsisten'. entah kenapa, tapi gw ngerasa kak Lexie terkesan memaksakan karakter" di buku ini. selain itu, karatker utama malah kurang menonjol, dan Erika Guruh yang seharusnya tokoh pendukung, malah yg berhasil memecahakan masalahnya. ditambah lagi, penjelasan Erika yang juga dijelaskan secara gamblang, dan tidak ada clue-clue sebelumnya yang disertakan kak Lexie, sehingga pembaca harus mau membaca penjelasan panjang Erika, yang menurut gw terlalu "tau" akan segalanya.

but, overall... gak semuanya buruk kok. di buku ini romancenya paling dapet. jujur, gw sukaaa bgt sama kak Lexia yang mulai mau masukin unsur romance ke buku ini. selain itu, plot twist juga lebih rapi+ lebih masuk akal. dan yang +++ adalah... Ada Erika dan Valeria! G&G come back!

ditambah lagi, epilognya. astagahhh!!! gw penasaran bgt sama epilognya. intinya, semangat ya kak Lexie untuk menulis lanjutannya. ku tunggu seri keduanya!

#sorry kalau terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati para pembaca sekalian. saya hanya menulis menurut pandangan saya. terima kasih
Profile Image for Keya.
9 reviews
July 15, 2024
Ya ampun, akhirnya aku baca Dark Series!

Jujur aku cepet banget baca ini, karena SERU ABIS GILAAA. Mungkin biased aja sih, karena aku selalu naksir berat sama tulisan Kalex.

Rahasia Tergelap adalah novel pertama di seri Dark Series. Menurutku, dengan ending yang seperti itu, sangat membuat aku gak sabar untuk lanjut baca buku keduanya. Erika Guruh—favoritku, favorit semua orang—muncul dengan karakter khasnya dengan versi lebih dewasa. Aku butuh POV dia sebagai hacker. Karena kalau enggak, rasanya penyelesaian masalah ini berjalan terlalu mulus.

Buku ini menurutku bukan buku Kalex yang terbaik ...? Entahlah. Dari awal, kita langsung disuguhkan dengan berbagai macam karakter baru, dan itu cukup membingungkan. Butuh sampai ke pertengahan cerita untuk akhirnya paham dengan betul gimana penokohan masing-masing karakternya.

Karakternya banyak! Banget! Geng Giselle masih bisa kupahami penokohannya. Tapi untuk geng Daryl, menurutku cuman Grey, Hyuga, dan Josh aja yang mencolok. Untuk Dante dan Justin, ... nggak seberapa? Banyak karakter baru, sampai-sampai penokohannya jadi kurang mendalam. Beda kayak Omen dan Johan Series yang bisa menunjukkan perbedaan watak karakter mereka. Mungkin ini efek POV buku ini yang cuman melibatkan POV Giselle dan Daryl. Meskipun begitu, karakter mereka justru malah terasa mirip????

Jokesnya juga memang gak selucu Omen Series, tapi menurutku it's still fine? Emang jayus sih. Tapi aku masih oke-oke ajalah.

Menurutku dengan gak menjelaskan gimana cara Erika hacking, rasanya kayak ada plot hole besar. Semua masalah di sini nggak akan solved kalau gak ada Erika. Otaknya Erika. Mereka disetir Erika. Tapi gimana cara Erika bisa ngejalanin itu semua? Gimana cara/langkah pembunuhannya? Gimana cara pelaku bisa melakukan teror itu semua? I need to know that.

Tapi? Apakah aku suka cerita ini meskipun ada kekurangannya? ABSOLUTELY. Meskipun fast-paced, tapi rasanya gak terburu-buru. Apalagi endingnya! Daryl dan Giselle— Ah! Emang young adult begini cocok banget buatku.

Seru. Cerita ini seru banget!
Biarlah ratingku biased. Cuek.
5/5! ⭐
Profile Image for Fikriah Azhari.
362 reviews142 followers
November 24, 2017
“Pertanyaannya, siapa di antara mereka yang merupakan pelaku pembunuhan keji ini?” — halaman 238.


Lexie Xu mengangkat tema bunuh diri pada buku-nya kali ini. Ditambah pula dengan topik sensitif seperti pem-bully-an, juga kesenjangan sosial yang masih dapat dirasakan di lingkungan kita saat ini.

Story line-nya rapi, aku nggak rasain ada-nya plot-hole. Dan aku prefer ke point of view Daryl dibanding Giselle sih, lebih lugas aja menurutku. Love story dua tokoh dalam buku ini nggak terlalu disorot kok, kita fokus ke kasus yang lagi jalan aja.

Aku penasaran, sebenarnya siapa orang di balik kasus ini, sampai-sampai sudah menghilangkan dua nyawa. Nggak main-main lho, bukan cuma menyakiti dari segi batin, tapi sampai ngehilangin nyawa orang juga. Apa motifnya?

Nah di sinilah, cara Erika Guruh mengambil tempat dalam kisah ini yang meninggalkan kesan kuat, meskipun nggak begitu banyak hadir, dia keren!

Untuk feel-nya sendiri, paling dapat waktu Bea nyeritain semua keluh kesahnya, sampai-sampai Giselle juga nggak bisa kontrol emosi. Di sini juga pesan yang terselip dalam banget, hidup itu memang keras, ya. Kita harus memosisikan diri sebaik mungkin.

Sayangnya, setelah selesai membaca buku ini, bukannya tercengang saat mengetahui pelaku dari kasus tersebut—yang omong-omong adalah sebuah plot twist, aku justru terfokus pada epilognya, nama-nama samaran yang muncul dan sedang berbincang, menjadi titik fokus-ku saat itu juga. Entah, aku kurang merasa greget gitu saat tahu pelakunya. Rasanya lebih seru pas bagian epilognya ini, nggak bisa nebak aku, sebenarnya mereka di epilog ini siapa aja 😂 .

Tapi di luar itu, Rahasia Tergelap ini menyampaikan pesan yang dalam banget sih, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata orang. Apa yang ditunjukkan orang, belum tentu apa yang dia rasakan sebenarnya. Karena... semua orang punya rahasia tergelap-nya masing-masing, kan?
Profile Image for Rin.
Author 1 book17 followers
April 22, 2022
Well ... sepertinya ini menjadi buku yang kuberikan rating biasa, bahkan lebih kecil daripada buku di series Omen atau Johan.

Karena aku terganggu banget dengan banyaknya tokoh. 😭😭 Serius deh, walaupun udah dijelasin satu per satu aku tetap gak bisa hapal dengan semua karakternya. Selain dua tokoh utama, dua tokoh yang mati, beberapa karakter yang muncul di series Omen dan Johan, satu-tiga orang yang menjadi sahabat kedua tokoh utama, sisanya terlupakan. :')

Percakapannya terlalu ramai karena banyak tokoh yang terlibat, membuatku susah untuk mengingat. Well, yeah, ingatanku tidak sebaik Erika yang punya kemampuan fotografis, kan? 😔

Padahal buku-buku seri sebelumnya juga punya banyak karakter, tapi entah bagaimana ini terlalu ... too much. Apalagi sepertinya beberapa tokoh baru ini akan menjadi fokus pada Dark series, dan mereka muncul berdesakan sekaligus untuk menampilkan diri. Kalau series sebelumnya kan, satu per satu gitu tiap tokoh pentingnya menjadi sorotan di buku. Jadi tidak keder di akhir. 😭🙏

(Note: tbh aku kurang suka kedua tokoh utamanya yang populer abis tapi terus merendah dan merasa biasa-biasa aja. :()

Oh, tapi kalau dari segi kasus, ini jauh lebih menarik dan menantang karena ada yang mati. Mengingat seri Omen dan Johan, korbannya cuma luka/sekarat. Levelnya naik jadi lebih seram. Tapi agak disayangkan untuk penyelesaiannya yang berperan besar tuh Erika, kehadiran dia justru lebih menarik dari kedua tokoh utama yang lempeng ... atau mungkin ini perasaanku saja karena aku gamon dengan series Omen?

Begitulah, maka aku berikan 3 bintang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Echa Windiasih.
29 reviews
September 4, 2024
Butuh waktu hampir 4 tahun lebih untuk mulai membaca Dark Series karya penulis favoritku, Kalex. Cerita-cerita Kalex menemaniku sejak SMP. Dari Johan series sampai Omen series aku baca berulang-ulang. Karena sesuka itu. Apalagi Omen series. Tapi untuk buku pertama di Dark series aku benar-benar gak tau harus komentar apa. Sedikit kecewa? Ya. Cukup terhibur? Tentu, karena munculnya Erika Guruh (mungkin karena aku belum move-on dari Omen series?) Terlalu banyak karakter yang gak begitu berguna ada dalam 1 novel. Apalagi ini buku pertama di seri Dark. Kenapa Kalex gak belajar dari Johan series dan Omen series yang tidak banyak memunculkan karakter dibuku pertama? 😭

Mungkin baiknya dibuku pertama jangan terlalu banyak karakter baru apalagi kalau ujung-ujungnya memunculkan karakter lama dari series sebelumnya. Karena saya yakin tidak semua orang memulai membaca Dark series dari series Johan-Omen. Pembaca baru pasti kebingungan mengenal semua karakter dalam 1 buku. Saya gak mempermasalahkan akan ada munculnya Erika & Johan di Dark Series (Malah saya suka banget!!!) Tapi karakter baru dari sisi geng Giselle, geng Daryl, dan The Bulliers saya rasa banyak yang gak berguna. Malah membuat pembaca kepusingan menghafal nama-nama mereka.


Saya komen di ini disaat Kalex sedang menggarap series terbaru yaitu Nemesis Series. Kalau Kalex membaca komen saya disini. Percayalah saya pembaca setia Kalex. Semoga buku pertama Nemesis series bisa lebih baik dibanding Dark series.
Profile Image for Azfa.
293 reviews2 followers
October 6, 2021
~~~
Novel ini mengisahkan tentang fakta dibalik terjadinya aksi bunuh diri yang dialami oleh Merly, salah satu teman dari Giselle di kampusnya. Pada hari yang tragis itu, Giselle dipertemukan kembali dengan Daryl, seorang lelaki yang telah lama ia sukai secara diam-diam.

Pertemuannya dengan Daryl dan otomatis dengan sahabatnya Daryl membuatnya sangat yakin bahwa Merly tidak bunuh diri melainkan didorong oleh seseorang. Beberapa hari kemudian sahabatnya Giselle yang bernama Ella pun ditemukan tewas di tempat yang sama dengan Merly. Lantas siapakah sebenarnya yang melakukan pembunuhan terhadap Merly dan Ella?
~~~

Novel ini adalah novel pertama yang kubaca dari karya-karyanya yang ternyata ada banyak juga ya. Dan novel ini ternyata isinya sadis juga menurutku, sangat sesuai dengan judulnya ya. Sosok pembunuh itu baru bisa ditebak saat ia mau membunuh Giselle dan itu sangat mengejutkan. 😭

Novel ini sebenarnya sangat menarik, meski ada beberapa hal yang terasa kurang masuk akal, seperti masa mahasiswanya lebih gercep sih daripada polisinya yang langsung menyatakan itu aksi bunuh diri padahal ada barang korban yang hilang. Tapi kalau tidak begitu, Giselle dan Daryl tidak akan menemukan fakta yang sebenarnya sih 😅

Meski begitu, novel ini tetap oke untuk dinikmati bahkan aku jadi penasaran dengan karya lainnya 👍

#jejak_sibuku
Profile Image for Nisrina Habibaty.
21 reviews2 followers
February 7, 2018
Karya-karya Kak Lexie adalah salah satu rangkaian teenlit yang masih aku ikutin sejauh ini karena ceritanya ngga melulu soal romance yang ugh-too-cheesy, tapi ada nuansa suspense-thriller yang seru buat diikutin. Apalagi karakter-karakter yang ada di series sebelumnya sukses bikin aku jatuh cinta sama karya Kak Lexie.

Kali ini, cerita Erika dkk berlanjut di bangku kuliah dan ternyata (masih) ada karakter Johan yang menjadi sosok bayangan dalam novel ini. Cerita dimulai dari bunuh dirinya Ella yang merupakan sahabat dari Giselle, tokoh sentral dalam cerita ini. Kemudian cerita berlanjut dengan flashback kasus bunuh diri teman Giselle dan penyelidikan yang dilakukan oleh Giselle cs dan Daryl cs.

Ceritanya sih masih oke untuk diikutin, cuma mungkin karena udah hafal jalan pikirannya Kak Lexie, cerita pada novel kali ini mulai gampang ditebak. Plot twist yang sederhana dan karakteristik yang hampir sama dengan novel-novel sebelumnya (tokoh utama yang seolah ngga menonjol dan polos padahal yang paling cakep dan geng cowok yang maha sempurna tanpa cela :')) Ditambah lagi dengan adegan-adegan cheesy yang bertebaran dimana-mana~

Semoga di novel selanjutnya ceritanya bisa mengundang plot twist yang lebih kece dan oke :3
Profile Image for Blank.
127 reviews4 followers
September 14, 2020
Buku thriller dengan plot yang ringan dan enak dibaca.

Bercerita saat Merly, teman Giselle, tiba - tiba melompat dari atap kampus. Karena merasa aneh, Giselle memutuskan untuk menyelidiki lebih jauh dan ternyata menemukan bahwa temannya itu bukan bunuh diri, melainkan dibunuh. Dan pelakunya berada lebih dekat dari yang dia duga.

Dari sisi cerita, plot nya ringan dan twist di ending dieksekusi dengan apik dan mengejutkan. Mengambil dua sudut pandang orang yang berbeda ( Giselle dan Daryl ) tapi anehnya, aku merasa kedua orang ini hanya figuran dengan tokoh Erika Guntur sebagai karakter utama. Kenapa ? Karena mereka berdua serasa ga melakukan apa - apa. Selain tu, entah kenapa, Lexie Xu mengungkit masalah ekonomi setiap tokoh lagi dan lagi, mengganggu ? Iya.

Keanehan lain adalah Daryl yang tiba - tiba menarik Giselle saat mereka melihat Merly melompat. Sebagai 2 orang yang hanya pernah bertemu 3 tahun lalu secara sekilas, rasanya aneh. Dan fakta bahwa dia membantu Giselle mencari pembunuhnya, semakin aneh lagi. Dan ada 1 karakter yang disebut diawal secara mendetail tapi anehnya tidak disebut lagi sampai akhir cerita.

Side note buat Daryl : mana ada medsos pakai server gratisan ?!
Profile Image for syfa ౨ৎ.
27 reviews1 follower
May 24, 2023
woah ternyata beda banget sama omen series yg emg aku beres baca, karena beneran berasa beda banget.. kalex did such a great job di omen series but this one:( its not like i expected:( sbnrnya aku udah baca ini kayaknya waktu awal2 rilis (pas masi kecil hahah) tp tadi reread lagi & i wanna say a alot of things about this

dari omen series kt bisa liat pov charactersnya banyak (lebih dr 2, gak kayak series ini yang povnya cuma daryl & giselle aja) nah di omen jg mnrtku pov dari characternya bnrbnr ‘kentel’ to the point where aku bisa bedain semua org, tapi di series ini agak..... terlalu flat? dan its not flavorful?????? dan banyak yg blg candaannya jg agak garing yah KFHWJWK pdhl di omen bnrn LUCUUUU!

ini kayaknya review aku bandingin bgt sm omen tp emg i do love omen series (kmrn baru reread lg tbh) terus pas kalex kleuarin buku ini..... my expectations are too high kayaknya krn once again aku suka bgt sm omen series. buku ini jg gak terlalu seintens buku2 omen series, dan buku pertamanya omen juga beneran seseru itu & bikin aku hooked sm seriesnya. but this one.. i need more time to decide whether aku bakal baca lanjutannya apa enggak HEHE:}
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
February 8, 2018
#2018-[15]

Aha, jadi sekarang nama mereka udah bener-bener disamarkan nih Kalex? Si Hacker, si Penyamar, Si Makelar, Si Hantu, dan Saya yakin si Putri Es yang sempet di singgung-singgung itu Putri Badai.

Sukaaa banget! Why? Saya tipikal yang suka susah move on kalo karakter dalam novelnya kece-kece gitu. Jadi pas baca description dibelakang Novel lgsg mutusin buat baca. Ah rasa kangen sama Omen series langsung terobati walaupun yang muncul cuman Erika, Val, sama Aya itupun 2 orang terakhir cuma figuran banget di seri kali ini. Oh well ada lagi dari Novel sebelah yang ikutan muncul, padahal Saya sama sekali gak mengharap kehadirannya. Yup, Johan si Psikopat saudara-saudara.

Ciamik lah novelnya, serasa baca lanjutan #Omen7 Target Terakhir bagian theBlackOps balik lagi ke Indo dan kulian di Persada Internasional. Tambahan karakter baru, Giselle dan Dixon—eh, Darryl, bersama konco-konconya tentunya. Mereka dihadapkan sama kasus bunuh diri teman satu kampus yang diyakini mereka adalah pembunuhan. Karena masih bau kencur—Erika yang bilang ya Dix— mereka mutusin buat minta bantuan si Hacker legendaris buat recover data dari satu-satunya barang bukti yang ditemuin. Disaat masih nunggu-nunggu kasus yang sama terulang lagi, dan bikin yakin kalo ada pembunuh keji yang keliaran di kampus merea, hiy! Meski sedih gak ngurangin semangat mereka buat ungkap siapa dalang pembunuhan itu. Berkat bantuan Erika sedikit demi sedikit kasus menemui titik terang—ok geng futsal juga ikutan bantu sih, dan Giselle juga cukup cerdas meski butuh diasah lagi wkwk. Selalu susah nebak siapa pembunuhnya, terutama motifnya sih. Kecemburuan sosial ngeri banget yah, banyak-banyakin bersyukur sama yang kita punya deh. Balik ke topik, pembunuhnya berhasil ditangkap, tapi kalo ada seri lanjutan sih yakin bangetan kalau si Johan brengsek dan bisa-bisa Nikki bakalan nongol juga nih. Oh syit, Saya cuman pengen ceritanya lanjut tanpa orang-orang mengerikan itu didalemnya. Ah tapi kayanya gak greget juga sih kalo tokoh antagonisnya ilang hehe.

Overall sukaaaaa! (Udah pake tanda seru nih Ngil, kelihatan jahat nggak? LOL)
Profile Image for Jeje.
65 reviews2 followers
September 4, 2022
Novel Misteri - Thriller Indonesia kedua yang aku baca setelah Touche. Plusnya disini karena ini novel dari penulis indo, semua isinya ngalir gitu aja karena dinarasiin dengan bahasa sehari hari. Walaupun dari indo, ceritanya ga ecek ecek dan plot twistnya lumayan (Aku bilang gini karena aku lebih sering baca novel Jepang kalo Misteri - Thriller). Beruntung aku baca dari seri pertama, jadi mungkin bisa dijadiin guide buat seri selanjutnya.

Minusnya adalah mungkin bagian sudut pandang Daryl yang lagi ngobrol sama temen - temennya, kek "apaansi", tapi keknya semua novel pasti ada hal yang gapenting dimasukin ke dalem situ. Dan juga semakin akhir jadi semakin dikasih hint siapa pelakunya alhasil aku jadi ga terlalu amaze sama plot twistnya, cuma ya tetep bagus.

Ada yang bilang disini pemeran utamanya malah bukan Giselle - Daryl tapi malah Erika. Kalo menurut aku, pasti di seri selanjutnya si Erika ini bakal lebih dominan lagi, karena ini novel berseries dan pasti ada 1 atau 2 karakter yang selalu muncul kek Erika ini. Lumayan suka sama sentuhan romance nya disini walau gabanyak.

4/5
Displaying 1 - 30 of 103 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.