Apa ini bikin konflik Hibiki & Rika makin memanas ya duh duh penasaran kelanjutannya lagi.. Semoga mereka segera baikan. Berawal dari kejujuran Hibiki soal novel Rika yg membosankan meski terjual sampe 200rb kopi emang marketing top juga titel anak Sobue. Kayaknya pak Sobue tau anaknya cerdas tapi belum benar2 siap jadi novelis karena pak Sobue mengalami masa sulit jadi penulis sehingga ingin anaknya tidak mengalami hal tersebut(?) tapi emang pak Sobue kek menyepelekan Rika pas umur 10 tahun nulis novel deh(?) Rika kek ingin menunjukkan dirinya meski jadi menahan diri membuat batasan yg bikin dirinya bukan dirinya seperti yg Takaya bilang aneh pas sama Hibiki eh Rika mulai meluapkan emosinya.. Hibiki juga bilang Rika sahabat & sejujur itu bilang pendapatnya soal novelnya Rika. Suka Yoshino sensei dia muncul dibuku sebelum ini tapi entah kenapa kata²nya nerap lama sampe baca volume ini terbayang² beliau..
Dari cover volume 1 yang meh banget sampai akhirnya cover volume 4 yang bagus seperti ini, senang sekali rasanya ketika melihat perkembangan keahlian seorang mangaka itu ya :)) Jadi ingat jaman SMP, tidak ada internet jadi tidak ada ceritanya dapat spoiler dari twitter tentang komik yang kamu ikuti dari penerbit lokal sehingga perkembangan mangaka itu benar-benar kerasa karena kamu harus nunggu lebih dari sebulan selama bertahun-tahun....
Ah, sudah cukup cerita masa lalu.
Btw, Hibiki, oh Hibiki, a-jor-na-lis kayak gitu emang nyebelin ya. Aku paham kok tapi kamu bisa dituduh menghalangi kebebasan pers loh. ih.
Membaca manga ini jadi semakin yakin jika sebenarnya penulis yang kamu elu-elukan itu bisa jadi makhluk busuk yang akan kamu benci jika berinteraksi di kehidupan biasa yaaa.
The rivalry between the main protagonist and the president of the literature club is an intriguing development, but I still have an underlying qualm about this book: Why are 9 out of 10 male characters in this story jerks? Hell, even the main protagonist's handsome childhood friend is a creepy stalker.