Jump to ratings and reviews
Rate this book

Brothermaker

Rate this book
Bagi lelaki itu, kemenangan adalah mimpi yang belum selesai. Sedang bagi lelaki satunya lagi, kemenangan adalah mimpi yang tak akan pernah usai. Di kompetisi sebelumnya, mereka adalah orang yang sama-sama kalah. Namun kali ini, masing-masing akan membuktikan kalau dirinya pantas menjadi juara.

Sayangnya, semua harus dibayar dengan perubahan sikap orang-orang terdekat, luka, perselisihan, dan juga… pertemuan manis dengan gadis yang mungkin mereka cinta.



Dalam Brothermaker, kamu akan bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengejar angan dengan alasan dan jalan yang berbeda. Mereka percaya mimpi adalah sesuatu yang mesti dimiliki setiap orang, tapi benarkah ‘menang’ harus selalu jadi tujuan akhir?

184 pages, Paperback

First published June 1, 2016

16 people are currently reading
285 people want to read

About the author

Wulanfadi

14 books357 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
72 (39%)
4 stars
18 (9%)
3 stars
44 (24%)
2 stars
22 (12%)
1 star
25 (13%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for R.A.Y.
292 reviews47 followers
July 22, 2016
Akhirnya ada juga di Goodreads. I've been waiting for ages. Ini novel Wulan yang pertama kali saya punya, soalnya harganya paling murah dibandingin A dan R yang kala itu masih ngehitz banget. Mungkin ada yang pernah baca review saya di blog. Review yang itu meledak-ledak banget karena saya baru kena hype-nya Fire BTS yang baru rilis. Tapi di sini saya udah nggak kena hype, jadi lebih kalem.

Intinya adalah dari sekian banyak karya Wulan di Wattpad yang dibukukan, saya paling berharap pada bukunya yang belum pernah dipublikasikan di Wattpad. Mungkin ceritanya akan lebih original lagi, lebih seru, lebih menarik, lebih menunjukkan kualitas Wulan sebagai penulis muda baru, dan lain sebagainya. Tapi ternyata saya malah kebanting ekspetasi sendiri....

description

Karena saya udah males mikirin buku ini, ringkasan ceritanya saya copasin dari review lama di blog: Bercerita tentang Arya, seorang kakak yang overprotective terhadap adiknya yang dekat dengan cowok playboy tanpa mau terbuka padanya dan malah suka jalan diam-diam sampai bikin mama marah. Arya tertarik pada Niken, anak teman papanya yang harus tinggal bersamanya di rumahnya tapi nggak ngefek banyak ke cerita. Apa lagi ya ringkasan ceritanya... ya pokoknya intinya Arya jagain adiknya, Sophia, dari cowok yang diem-diem ashflcldbejfwoeuhfb. *dibungkam biar ga spoiler*

Lol

Beberapa hal yang bikin saya menjatuhkan empat bintang dan hanya ngasih satu bintang untuk buku ini (awalnya 2 bintang tapi saya berubah pikiran):

1) Terlalu banyak kata-kata "perempuan itu", "laki-laki itu", "sang anak", dan lain sebagainya sampai rasanya jadi monoton dan repetitif, sangat repetitif. Udah kerasa sejak Prolog.

2) Emosi yang dijelaskan langsung dengan nama emosi tersebut bikin kurang rasa dan kurang indah. Instead of "Arya terdiam, terkejut, dan heran", kenapa nggak pake kalimat semacam "Arya menatap dua orang di depannya sama bingungnya" atau blablabla yang lebih menggambarkan/melukiskan emosi yang sedang dijelaskan? Memang bagus kalau penjelasan singkat dan panjang digunakan secara bergantian dan teratur, tapi bacaan jadi tidak menarik kalau salah satunya mendominasi. Novel ini didominasi penjelasan singkat yang kurang ngasih gambaran dan feels ke pembaca.

3) Instalove Arya dan Niken description Saya benci instalove, jadi gelap mata soal ini. Dan karena saya gelap mata maka apa-apanya yang berhubungan dengan ketertarikan Arya ke Niken jadi terasa tidak masuk akal. Ini sangat subjektif sih, tapi sebenarnya instalove bisa diakali dan dipercantik dengan alur atau plot yang unik. Alur dan plot Brothermaker tidak unik cenderung biasa banget dan gampang ketebak.

4) Lugu, manis, dan imutnya Niken diulang-ulang terus pakai kata "lugu", "manis", dan "imut". Repetitif (lagi). Apa tidak ada penjelasan lain, seperti penggambaran raut muka lugu dan manisnya Niken misalnya? Menggembungkan pipi? Mengerucutkan bibir? Saat terkejut matanya membesar seperti mata boneka? Jadi pembaca diberi gambaran dan kesan, bukan hanya tempelan kata sifat "lugu", "manis", dan "imut" yang diulang-ulang.

5) Beberapa kali terjadi typo, tapi ini bukan sepenuhnya salah penulis. Cuma yang agak lucu adalah pada halaman 71 "tembakan-tembakan bola Arya meleset dari ranjang" :))) Maksudnya keranjang kali ya :)))

6) Kekurangan yang paling krusial dalam novel ini adalah cara penulis menyembunyikan identitas cowok yang deket sama Sophia terkesan terlalu mengulur-ulur, sampai-sampai rasa misteriusnya jadi hilang. Efeknya adalah jadi nggak greget, karena penulis kayak memberi pembaca terlalu banyak waktu untuk menebak-nebak, dengan diberi petunjuk-petunjuk yang terlalu jelas pula. Ini hal pertama yang paling mengecewakan saya.

7) Hal kedua yang paling mengecewakan saya adalah blurb-nya menipu. BANGET. The blurb was well-written, bikin pembaca penasaran, bikin pembaca mengharapkan cerita yang lebih spektakuler dan rumit daripada yang sudah tertulis dalam Brothermaker. Kalau dibandingin sama cerita lain yang temanya mirip sama blurb itu (sama blurb-nya aja ya) katakanlah Dan Hujan Pun Berhenti, Jingga dan Senja, Love Puzzle, That Summer Breeze, well jujur saja Brothermaker ini gaada apa-apanya sama sekali :/ Gimana mau ada apa-apanya, lha wong ceritanya aja beda banget sama yang sudah diiklankan di blurb :/

Let me elaborate this.

EXPECTATION
Bagi lelaki itu, kemenangan adalah mimpi yang belum selesai. Sedang bagi lelaki satunya lagi, kemenangan adalah mimpi yang tak akan pernah usai. Baiklah pikir saya ini pasti cerita tentang dua cowok yang berseteru kayak Kim Tan dan Young Do di The Heirs.

Di kompetisi sebelumnya, mereka adalah orang yang sama-sama kalah.
Namun kali ini, masing-masing akan membuktikan kalau dirinya pantas menjadi juara.
Asek nih kayaknya Wulan mengeksplorasi tema selain cinta-cintaan.

Sayangnya, semua harus dibayar dengan perubahan sikap orang-orang terdekat, luka, perselisihan, dan juga… pertemuan manis dengan gadis yang mungkin mereka cinta. Makin asek nih, kayaknya ceritanya bakalan gelap! Saya suka cerita bertema gelap!

Dalam Brothermaker, kamu akan bertemu dengan tokoh-tokoh yang mengejar angan dengan alasan dan jalan yang berbeda. Mereka percaya mimpi adalah sesuatu yang mesti dimiliki setiap orang, tapi benarkah ‘menang’ harus selalu jadi tujuan akhir? Waaah bakalan banyak pesan moral nih!

REALITY
Ceritanya dapat dikilas balik dengan cepat: Arya dan instalove-nya dengan Niken (jadi intermeso aja sih), Arya dan masalah dengan adiknya yang mengisi sebagian besar cerita; masalah yang dimaksud hanya berupa adiknya jalan sama "cowok misterius" dan mereka konflik karena Arya being overprotective dan Sophia mendapat peran jadi adik yang "gue tau mana yang baik buat gue sendiri", dan si "cowok misterius" itu bahkan sudah bisa ditebak identitasnya dari pertama "dimunculkan". Kompetisinya? Perselisihannya? Kemenangannya? Lukanya? Pertemuan manisnya? GAADA BRO :( INI CERITANYA TENTANG KAKAK OVERPROTECTIVE SAMA ADIK, BUKAN TENTANG PERSAINGAN DUA COWOK YANG SERU DAN GELAP DAN PENUH PESAN MORAL.

Well.

description

GUE KESEL BANGET LAH, LU TAU KAN GIMANA RASANYA KETIPU?

Kalau blurb-nya kayak gitu, harusnya yang jadi fokus utama cerita adalah Arya dan Tian yang notabene bersaing. Blurb-nya toh jelas-jelas menyebutkan "lelaki itu" dan "lelaki satunya lagi", nggak salah kan kalo pembaca jadi berharap cerita ini berfokus pada dua anak laki-laki yang bersaing ketat demi kemenangan? Nggak taunya dikasih cerita kakak overprotective :/ Apa banget :/ Misteri di cerita ini, yang harusnya bisa jadi daya tarik tersendiri, malah hanya jadi "bayang-bayang" karena diceritakan dengan begitu... apa ya, kabur dan buram (?) karena penulis main misterius dengan mengganti nama-nama tokohnya dengan pronomina kayak "anak itu", "sang ayah", dan lain-lain. Nggak seru. Ending-nya juga kayak "gitu doang". Blah.

8) Hal ketiga yang paling mengecewakan saya adalah... cara bercerita penulis sangat biasa. Nggak seasik dan seseru yang pernah saya baca di Wattpad. Bener-bener... biasa aja. Malah banyak pengulangan kata yang makin nambah kesan repetitif. Banyak juga kalimat yang rasanya jelimet karena nggak jelas "-nya"-nya punya tokoh A atau B.

Sementara itu, beberapa hal yang saya suka dari cerita Wulan sejak dulu sampai sekarang adalah dialognya luwes dan bercandanya asik walau kadang jayus. Saya nggak ngerasain hype tokoh-tokohnya yang konon(?) bikin para pembaca cewek ngefangirl sih. Tapi dalam cerita-cerita Wattpad-nya yang saya baca dulu, tokoh-tokohnya lumayan terasa hidup. Wulan juga jago bikin quote, cuma kadang quotenya kurang luwes dan kayak maksa supaya quotable gitu.

Kalau ditanya apa buku ini recommended, saya akan jawab nggak. The story was poorly-written. Tagline dan blurb nggak sesuai sama cerita di dalamnya. You'd better save your money to buy and read something else.
Profile Image for Rina Fitri.
23 reviews2 followers
September 29, 2018
Ceritanya flat, sampai akhir nggak ada penjelasan kenapa Niken tinggal di rumah arya, tiba2 aja datang, diperkenalkan, dan langsung tinggal. Entah ayahnya lagi ke luar kota, atau lagi ada masalah ekonomi, idk. Mengenai pov yang kadang2 berganti, akhirnya ketahuan kalau itu adalah Tian, its clear.

Ada banyak typo, termasuk nama. Di halaman 10 disebutkan nama Arya itu Laditarya Gunawan Putra. Sementara di halaman 24 namanya sudah Ladityarya. Terus di halaman 96, dalam satu kalimat Arya menggunakan nama dan kata 'aku' untuk menyebut dirinya, agak rancu sih. "Arya sengaja belum tidur, nunggu Papa. Ada sesuatu yang mau aku tanya."

Oh iya, untuk suara hentakan buku di halaman 24 yang menggunakan kata duar, kayaknya kurang cocok deh. Duar itu bukannya lebih ke ledakan ya?
Profile Image for Ani Widihastuti.
11 reviews1 follower
May 6, 2018
Aku beli novel ini karena terjebak sama judul dan sinopsis. Ekspektasiku mungkin terlalu tinggi, begitu baca sampai pertengahan bab dan itupun maksa, aku sama sekali belum dapet feel ceritanya. Brothermaker ini nggak semenarik novel Wulan yang lain. Nggak tau juga sih kenapa.

Mungkin karena aku yang kurang bisa mengerti alur dan karakter yang ditulis, atau memang kenyataannya seperti itu. Tapi aku memang sulit menemukan feel dari masing-masing karakter, terutama Arya sebagai tokoh utama.

Kekecewaanku bertambah saat aku nggak menemukan bookmark di dalamnya. Iya aku pecinta bookmark. Hal pertama yang aku cari saat membuka novel baru ya pembatas buku itu. wkwk
Kekecewaanku sedikit terobati dengan adanya quotes di masing-masing bab. Yah setidaknya itu sedikit berhasil menghiburku
Profile Image for Rani Giza.
Author 2 books1 follower
February 23, 2018
ini novel yang bikin saya pengen nyanyi indonesia raya 😂. gimana ya dibilang karakternya kuat juga enggak. dibilang jalan ceritanya jelas juga enggak. malah saya bertanya2 kok bisa sih ini terbit? karena udah punya nama besar kali ya😂. nggak bermaksud jelek ya. serius aku beli novel A krn rame kan waktu itu stelah aku baca ternyata lumayan bagus. terus aku beli lagi yg R karena q suka covernya. tapi otak aku mandek ditengah jalan bacanya. kayak yang apa sih ini gitu 😂. dan brother maker sukses bikin saya ilfil. pkoknya yg paling lumayan bagus itu A.
Profile Image for Sahrah.
2 reviews5 followers
October 12, 2017
kecewa banget, pas beli tertarik banget banget sama sinopsisnya. aku tuh mikir kaya nih cerita pasti rame, murah lagi bukunya, dikit isinya, covernya menarik, sinopnya apalagi dan blablabla

nah, belikan.

sumpahh ceritanya jauh dari apa yang aku bayangin banget, jauh banget dari sinop (menurut aku). maaf yah, tapi monoton banget dan mudah ketebak buat alurnya. selama baca novel" karya wulan dari a, r, matt and mou, with julian, terus pas baca inii, kecewa.
Profile Image for Rere.
55 reviews
May 31, 2025
Cover dan judulnya narik perhatian. Tapi isi ceritanya tentang anak SMA yang 'baru puber' banget. Gaya bahasa, isi, alur, dan penggambarannya. Niken yang dikit-dikit salting, dikit-dikit bersemu merah, dikit-dikit kelihatan malu-malu padahal Niken belum catch feeling ke Arya. Arya juga di awal salaman langsung baper, ini terlalu 'tiba-tiba' dan 'ketebak' banget.
Profile Image for Nabila.
40 reviews
August 23, 2017
kecewa sih, hehe:") jadinya aku bacanya lama banget
Profile Image for Afy Zia.
Author 1 book116 followers
August 2, 2016
Ini pertama kalinya saya ngerating 2 bintang untuk sebuah buku. Too bad, 2 bintang ini harus jatuh pada buku Wulan berjudul Brothermaker ini. Saya percaya bahwa Wulan adalah seseorang yang pintar menulis cerita. Tapi entah kenapa, buku ini sama sekali gak memenuhi ekspetasi saya tentang tulisan-tulisan Wulan yang selama ini udah saya baca (Wattpad maupun novel). Nevertheless, Wulan tetep handal dalam menulis cerita-cerita remaja! :)
Profile Image for Hari Anugrah.
8 reviews
April 17, 2022
The book is simple, I read it in 2 days so it is quite interesting

The conflict, tbh is not that interesting but the execution is the interesting one
7 reviews
April 8, 2017
Seru sih sebenernya, mengajarkan apa itu arti persahabatan, pertemanan, keluarga, kakak dan adik, ibu dan ayah, dan cinta yang belum terungkapkan.
Tapi sayangnya halamannya tipis banget:( aku bacanya cuma beberapa jam, kalo tebal kayanya lebih seru, tapi ini juga bagus :)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.