SHE SAID... Amelie Rashad memilih untuk menggigit lidahnya kuat-kuat ketimbang mengakui kalau debaran hebat jantungnya disebabkan oleh Zach Barata. Dia lebih suka melihat Zach sebagai atasan galak dan perfeksionis ketimbang sosok hangat yang juga begitu mudah akrab dengan putri semata wayangnya.
HE SAID... Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga Amelie menyusup dalam ruang pribadi, menggedor keras-keras pintu hatinya. Alih-alih menyerah, sikap menentang perempuan itu membuat Zach bertambah penasaran. Ketika mengetahui status orangtua tunggal Amelie, ketertarikan itu kemudian menyublim menjadi rasa hormat.
IS IT LOVE? Percik-percik perasaan di antara mereka kedua nyata adanya dan tak satu pun mampu menyangkalnya. Namun, ketika Zach siap untuk membuka hatinya, dia malah mendapati perhatian perempuan itu terbelah karena rencana perjodohan dengan kembaran mendiang suaminya. Sudikah Zach bersaing dengan laki-laki yang mengingatkan Amelie pada sosok dari masa lalunya? Atau, sebaiknya dia membiarkan saja hubungan mereka kembali seperti semula, selayaknya atasan dengan asistennya?
Akhirnya rasa penasaranku terbayar sudah, akhirnya tahu kenapa novel ini bisa meraih predikat juara 1 di Kompetisi Menulis Sweet and Spicy Romance, novelnya page-turner walau ide ceritanya memang sederhana sekali dan mudah tertebak :)
Walau memang menjelang ending, terkesan terburu-buru tapi aku sangat menikmati membaca novel ini. Semoga penulis tidak berhenti disini dan bisa menghadirkan karya lainnya yang jauh lebih baik dan aku tidak akan ragu untuk membaca karyanya
Amelie adalah seorang janda dengan anak satu. Suaminya meninggal karena kecelakaan. menjadi seorang janda, seringkali digosipkan yang tidak-tidak mengenai dirinya bukanlah hal yang baru buat Amelie. Setiap Amelie mengobrol dengan seorang pria, gosip murahan langsung berkembang pesat.
Amelie adalah seorang wanita karir yang harus bekerja sampai sore dan meninggalkan anak semata wayangnya Elsa di rumah dengan ibunya. Bekerja kantoran sambil mengurus anaknya sendirian bukanlah hal yang mudah. Sering Ameline terlambat kantor hanya karena mengurusi keperluan anaknya terlebih dahulu. Untung Amelie punya seorang bos yang pengertian.
Tapi kehidupan kerja Amelie harus berubah saat bosnya memberinya tugas menjadi asisten pribadi Zach - bos departemen lain- yang terkenal galak seantreo kantornya. Namun karena tidak kuasa menolak permintaan bosnya, Amelie harus beradaptasi dengan keganasan Zach. berkali-kali Amelie dimarahi tanpa ada alasan yang jelas. Hal itu diperparah saat kemunculan sosok baru dalam hidup Amelie- Otto-. Zach juga menjadi ikut campur akan ranah pribadi Amelie.
Gimana akhirnya Amelie mengatasi keruwetan dalam hidupnya?
Saat pertama kali membaca naskah ini yang mentah, gue benar2 jatuh cinta sama gaya penulisannya Elektra Queen. Bahkan sampe saat ini gue benaran penasaran siapa sosok asli Elektra Queen. Wkwkwkwk
Ceritanya mengambil POV ketiga tentang rekan office. Kehidupan perkantoran yang coba ditunjukan penulis terasa hidup. Bagaimana setiap tokohnya memiliki karakter yang kuat satu sama lain dan itu membuat pembaca ikut larut membaca kisah Zach dan Amelie ini. yang menjadi pertanyaanku adalah bagian departemen yang dibawahi Jonas -boss Amelie- dikatakan kalau Jonas membawahi Departemen Personalia dan Umum tapi juga membawahi Departemen Keuangan dan Akuntansi. Seinget gue dulu saat membaca naskah mentahnya, gue sempat mendiskusikan hal ini namun entah kenapa terlewat oleh editor yang akhirnya menanganinya. Atau memang bagian departemen seperti itu wajar-wajar aja? gue sendiri sih gak pernah tau kalau personalia dan umum bisa sama dengan Keuangan. Hahahahaha..
Ceritanya sendiri sebenarnya klise dan sering ditemukan dibanyak novel sejenisnya. Tapi lagi-lagi penulis mampus menghidupkan cerita ini secara keseluruhan.
Tokoh yang mencuri perhatian tentu saja Zach. Karakter dya yang dingin, arogant benar-benar menimbulkan antipati dalam diri pembaca tapi sekaligus membuat lovable karena memang Zach digambarkan tampan. Hanya saja penulis kurang mengeksekusi perubahaan karakter Zach menjelang ending saat menghadapi Amelie. Perubahannya kerasa ganggu sih. Tapi mungkin penulis ingin menggambarkan kalau cinta itu bisa menimbulkan efek gak waras.
Gue juga menemukan adanya pengulangan narasi mengenai orangtua Amelie. Di suatu halaman (maaf tidak mencatatnya) penulis sudah memberi tahu kondisi keluarga Amelie, tapi di beberapa halaman selanjutnya penulis juga memberi tahu ulang. Gak perlu sampe 2 kali sih..
Endingnya cukup manis, walau gue masih ngerasa udah gitu doang?
Overall, gue menantikan kembali karya Elektra selanjutnya..
Amelie Rashad sangat menyukai pekerjaanya, terlebih dia memiliki bos yang sangat baik dan pengertian, bahkan pernah ada gosip tentang hubungan mereka, tapi Amelie mengabaikan karena Pak Jonas, atasannya di Departemen Administrasi dan Keuangan sangat mencintai keluarganya. Namun kenyamanan Amelie harus disudahi ketika Pak Jonas menawarkan menjadi asisten sementara untuk Zachary Barata, kepala bagian Personalia dan Umum, lelaki tampan, masih muda sudah memiliki posisi mentereng, tapi kejamnya setengah mati, sejak asistennya pensiun, sudah ada 3 asisten pengganti yang tidak betah karena perangai Zack yang gampang marah. Melihat Amelie yang cekatan dan tahan banting, dia pun direkomendasikan.
Tidak mudah menghadapi Zack, selain temperamennya menghadapi segala hal terlebih tentang pekerjaan, setiap berkata selalu ketus benar-benar membuat tidak nyaman, selain itu dia jarang berkomunikasi baik dengan orang lain, tapi Amelie bertahan, stok sabarnya melimpah. Hubungan mereka mulai berubah ketika keponakan Zack, Lionel dibawa seseorang ke kantor. Karena terbiasa menghadapi anak kecil, Amelie dengan mudahnya dekat dengan Lio, bahkan Lio tidak mau lepas dengan Amelie. Pun sebaliknya dengan Elsa, anak semata wayang Amelie, ketika bertemu dengan Zack tidak membutuhkan waktu lama untuk dekat, padahal kedua anak tersebut sulit jika berinteraksi dengan orang yang baru dikenal.
Sikap Zack yang awalnya sudah membaik tiba-tiba saja menjadi kasar lagi ketika mengetahui Amelie akan dijodohkan oleh mertuanya dengan Otto, adik kembar mendiang suaminya. Sejak dulu Amelie tidak nyaman dengan kehadiran mertuanya, khususnya ibu suaminya yang terlalu mengatur. Amelie harus menentukan pilihan, apakah menikah dengan orang yang selalu menginggatkannya akan suaminya atau seseorang yang sangat disukai anaknya dan tentu saja hatinya.
Mencintai seseorang menuntut diri sendiri untuk bisa bertoleransi. Kompromi nyaris selalu dibutuhkan untuk menjembatani dua pribadi yang berbeda. Lamanya masa pacaran tidak berpengaruh banyak dalam hal kehidupan pernikahan. Pada akhirnya, ketika orang yang dicintai tampil apa adanya tanpa topeng hasilnya mengejutkan. Ada yang mampu bertahan, tapi tidak sedikit pula yang menyerah dan memilih opsi lain. Berpisah.
Akhirnya bisa membaca karya juara pertama lomba Sweet and Spicy Romance 2015, saya lupa tema lombanya tentang apa, kalau di tahun ini kan tentang Bad Boy, mungkin lebih umum kali ya. Kalau dari cerita ada genre office romance dan domestic drama yang menaungi tulisan Elektra Queen, keduanya disampaikan dengan baik. Konfliknya pun ada dua, perkembangan kisah asmara antara Amelie dan Zack yang awalnya tidak baik, serta kedua tentang masalah keluarga Amelie dengan mertuanya. Secara keseluruhan disampaikan dengan baik, cara berceritanya rapi, gaya tulisannya setengah baku, melihat tokoh utamanya seorang single parent, terbilang cukup pendiam, kebanyakan setting di kantor yang biasanya formal saya rasa pemilihan gaya bahasanya sangat pas.
Dan terlebih karakternya sangat dapat. Amelie digambarkan seorang wanita yang cukup kuat, dia tidak peduli pandagan orang lain akan statusnya yang janda, dia nyaman dengan kondisinya, mungkin karena kehidupan keluarganya juga tidak mudah, ibunya menikah tiga kali dan memiliki dua adik dari ayah yang berbeda semua, dia sanggup mengatasi masalah yang dia hadapi. Sedangkan Zack, sikap kasar dan ketusnya ketika berhadapan orang lain juga tanpa sebab, selain dasarnya dia memang seperti itu, cara pendekatannya yang salah, baru ketika Amelie memahaminya, walau di awal sama sulitnya juga, toh hubungan mereka membaik. Otto sendiri tidak terlalu mendapatkan porsi, tapi dari karakternya terlihat kalau dia selalu menimbang keputusan sebelum dilontarkan. Saya sangat menyukai hubungan Zack dan Amelie dengan anak kecil di buku ini, terasa luwes sekali.
Sedikit kekurangan, atau bisa juga di mata orang lain bukan suatu yang perlu dipermasalahkan, hanya saya merasa tidak nyaman saja ketika membacanya, hehehe. Ketika teman kantor Amelie bercerita tentang permasalahan keluarganya. Mungkin bertujuan menggambarkan kehidupan kantor dan rumah tangga yang penuh dengan lika liku, hanya saja saya merasa hal tersebut tidak terlalu penting, saya malah mengharapkan hubungan Amelie dan Otto diperbanyak, sebanyak Amelie dan Zack sehingga tidak timpang, cerita tidak mudah ditebak. Peran Inge, tetangga Zack yang menyukai dirinya juga tidak berkesan mendalam.
Overall, buku ini tetap bisa dinikmati, terlebih penulis menyuguhkan sesuatu yang berbeda, karakter utama yang seorang single parent tidak banyak dipilih, pun kehidupannya akan statusnya juga disampaikan dengan baik. Buku ini tidak khusus dewasa, jadi bisa dinikmati bagi pembaca remaja ke atas, tidak ada adegan yang bikin kipas-kipas, jadi aman deh kalau ada yang tidak suka dengan hal tersebut.
Bakal ada blog tour-nya di blog saya nanti tanggal 23 Sep 2016.
Review:
1. Menurut gue, cover-nya kurang sesuai dengan ceritanya. Cover-nya kesannya seksi gitu, seakan-akan pemenang Sweet & Spicy Romance 2015 ini adalah dari kategori Spicy, padahal Sweet (menurut gue). Tapi ngerti sih kalo ini mungkin strategi penerbit untuk lebih menjual bukunya. Nama pengarangnya--yang gue duga adalah nama pena--juga lebih mencerminkan something sexy and sassy.
2. Temanya sebenernya nothing new, mainstream romance dengan latar perkantoran. Tapiiii yang jadi juara ada di penokohannya yang kompleks. Banyak hal yang membuat mereka jadi orang-orang yang bersifat dan bersikap seperti yang pembaca kenal melalui cerita Wonder Fall ini. Makanya bisa menang mungkin ya. Pengembangan karakter dan emosi kedua tokoh utama tuh juga pas, nggak kecepetan nggak kelambatan dan gue sebagai pembaca bisa perlahan-lahan kenal mereka dan menyayangi mereka. Tokoh utama perempuannya mengingatkan gue sama temen gue banget dan dengerin cerita dia tiap hari tuh ngebikin gue ngerti kalau berada dalam posisi Amelie, si tokoh utama, itu memang sulit dan pantes aja dia bisa berpikir seperti itu.
3. Tokoh-tokoh pendukungnya pun tampil dalam porsi yang pas dan beberapa menyenangkan. Saya suka sama adik-adik dan ibu Amelie, yang selalu mendukung dan menyemangati Amelie. Saya juga suka anak-anak di novel ini, adorable banget!
Intinya, ceritanya bagus. Walau gue memulainya dengan impresi yang salah *karena gue pikir ceritanya bakal badung-badung gimanaaa gitu*, akhirnya puas juga. Hahaha.. Review yang lebih rapi nanti di blog.
Diawali rasa penasaran akan penerbit Twigora, saya membeli novel Wonder Fall karya Elektra Queen ini. Saya ingin tahu cerita macam apa yang ditawarkan oleh genre adult yang diusung oleh penerbit Twigora, apalagi novel ini merupakan pemenang pertama Kompetisi Sweet & Spicy Romance 2015 dari Twigora.
Ceritanya memang rumus dasar dari kisah adult yang melibatkan tokoh dewasa yang rata2 sudah menikah, sudah memiliki anak, dan segala permasalahan yang mungkin terjadi. Entah mengapa saya jadi ingat novel Chasin' After You, Fallin' For You, dan Wedding Debt karya Ratinatif, bumbu2 ceritanya kurang lebih mirip, meski tidak benar-benar sama.
Untuk karya debut, Elektra Queen tidak mengecewakan. Bahasanya cukup jelas, kisahnya cukup sesuai dengan genre dan umur yang ingin disasar. Tapi saya sedikit bermasalah dengan karakterisasinya, yaitu tokoh Amelie yang terus-menerus membahas pandangan buruk orang2 tentang status janda yang disandangnya. Karena terus menerus disebutkan tanpa penggambaran sebab-akibat yang cukup signifikan mengenai status janda tersebut (hanya sebatas gosip2 di kantor saja), jadinya tokoh Amelie bagi saya jadi terasa sedikit lebay, jadinya cukup mempengaruhi kenikmatan saya membaca cerita.
Di luar itu, semuanya sudah cukup oke, tinggal diperdalam saja karakterisasi, konfliknya, juga pendalamannya. Saya merasa lingkungan kantor yang diusung di novel ini masih kurang terasa, sebatas bumbu karakter saja.
Membaca Wonder Fall ini jadi belajar banyak hal. Tak hanya tentang hidup, pekerjaan, bagaimana bersikap dengan atasan, pergaulan di kantor, namun juga tentang hati. Bagaimana menjaga hati untuk seseorang yang sudah berbeda dunia dengan kita, bagaimana tetap terlihat kuat di depan banyak orang, bagaimana keluarga selalu ada di samping kita saat kita memiliki masalah seringan dan seberat apapun. Jangan lupakan juga, bagaimana kita belajar untuk mengungkapkan pendapat kita sendiri. Jujur kepada orang lain.
Aku selalu suka membaca cerita dengan tokoh utama seorang wanita, dimana dia berusaha kuat, tangguh walaupun sebenarnya dia rapuh. Amelie contohnya. Dia berusaha untuk kuat, tangguh di depan anaknya, namun sebenarnya dia sendiri rapuh dan membutuhkan tempat bersandar.
Hubungan antara Amelie dengan ibunya dan adik-adiknya pun cukup harmonis. Amelie sangat tahu bagaimana sayangnya ibu serta adik-adiknya padanya dan Elsa. Hubungannya dengan mertuanya dan keluarganya pun juga cukup baik. Walaupun mama mertuanya masih tetap sama seperti dulu saat Ryan, almarhum suaminya hidup.
Suka sama cover-nya. Seperti menonjolkan seorang wanita yang mandiri dan tangguh seperti yang digambarkan dari sosok Amelie. Di sini pun saya suka banget dengan karakter Zach, begitu hidup dan mudah dijinakkan oleh Amelie. Apalagi di bagian akhir, sulit dipercaya Zach dapat bertindak konyol lol
Dan saya patut setuju dengan stigma bahwa janda terkadang dipandang sebelah mata, apalagi jika janda tersebut berdekatan dengan laki-laki.
Namun saya disini kurang suka dengan kepribadian Amelie, terlalu plin-plan dan tidak tegas. Dan karena kedua hal tersebutlah dia membuat masalah kecil menjadi pelik dan besar. Dan Kedekatan antara Amelie dan Elsa, apakah cuma saya disini yang merasa ibu dan anak itu tidak memiliki chemistry sama sekali? Mereka berdua terasa renggang dalam benak saya.
Dan penggunaan kata "kau" di sini terasa kurang tepat di lidah saya. Karena setting-nya pun di Indonesia (Jakarta), sepertinya menggunakan panggilan aku-Kau ke sesama rekan di Jakarta itu seperti apa ya? Terasa aneh di lidah saya.
Amelie Rashad adalah seorang wanita karir yang bekerja di PT Drisana di bagian Departemen Administrasi dan Keuangan di bawah naungan Pak Jonas. Wanita cantik berambut sebahu, tinggi sekitar seratus enam puluh sentimeter, beralis tipis, bulu mata lentik, hidung mungil, dan bibir tipis ini juga merupakan single mom dari putri kecil bernama Elsa Miriam Ferran yang masih berusia dua tahun. Amelie harus hidup menjanda karena ditinggal oleh suaminya, Ryan Azael Ferran, yang meninggal karena kecelakaan.
“Andai para lajang di luar sana tahu seperti apa kehidupan yang menunggu mereka setelah punya anak, kurasa akan ada banyak orang yang berpikir ulang untuk buru-buru menikah. Sayang, dalam hidup ini tidaj ada tombol rewind.” — Amelie (hlm.9)
Meski menjadi ibu tunggal, Amelie selalu dibantu oleh ibunya, dua saudara perempuannya (Arianna dan Arabel), dan sahabat baik Arianna bernama Visca. Mereka semua sayang pada Elsa sehingga tak pernah keberatan kalau harus mengurus Elsa selama Amelie masih sibuk di kantornya. Di kantor pun Amelia punya Tara, sahabat baiknya yang selalu siap menampung cerita apa pun saat jam makan siang.
“Suka atau tidak, sebagian besar masyarakat kita masih beranggapan kalau janda itu adalah status nyaris hina yang dianggao sebagai ancaman. Yang orang tahu, para janda cenderung suka mengganggu lelaki lain, baik yang masih sendiri atau sudah punya pasangan. Kesepian adalah alasan utama yang dipercayai,” — Amelie (hlm.107)
Sebagai seorang janda, sudah terbiasa bagi Amelie mendengar omongan miring tentangnya. Meski suaminya telah meninggal, tetapi Amelie masih dekat dengan keluarga suaminya terdahulu. Kalila, ibu mertuanya, adalah wanita perfectionist dan suka memaksakan kehendaknya pada Amelie. Contohnya, beliau gencar membujuk Amelie supaya mau bertemu Otto, saudara kembar Ryan, yang baru pulang dari luar negeri bahkan dengan maksud seperti ingin menjodohkan mereka.
“Perempuan sepertiku tidak diberi kesempatan untuk berduka, Zach. Seakan-akan, status ini menjadi cap bahwa perempuan adalah makhluk penggoda yang egois. Makhluk yang pantas disumpahi oleh seisi dunia.” — Amelie (hlm.107)
Hidup Amelie langsung jungkir balik ketika Pak Jonas memintanya menjadi asisten sementara bagi Zachary Barata dari departemen yang masih di bawah Pak Jonas. Masalahnya adalah karena Zach dikenal sebagai bos yang sangat dingin, kaku, cerewet, dan suka marah-marah pada bawahannya meski Zach adalah pria menawan berusia tiga puluh satu tahun, tinggi mencapai 180 sentimeter, berambut gelap dan tebal, hidung bangir, mata tajam, dagu berbelah, serta tulang pipi yang bagus. Bahkan sudah ada beberapa karyawan sebelumnya yang tidak tahan lalu mundur jadi asistennya. Namun, bujukan Pak Jonas tak dapat ditolak Amelie, toh ini hanya sementara.
“Kritik tidak kehilangan maknanya hanya karena diucapkan dengan bahasa yang enak didengar.” — Amelie (hlm.59)
Suatu hari, pandangan Amelia terhadap Zach berubah ketika bocah lelaki lucu datang ke ruangan Zach sambil meneriakan kata “Papa” lalu memeluknya dengan penuh sayang. Amelie tidak menyangka jika bos galaknya itu punya sisi manis dan sangat penyayang terhadap anak-anak. Hati Amelie makin berdebar ketika melihat Elsa langsung akrab hingga duduk di pangkuan Zach, padahal Elsa adalah bocah yang suka pilih-pilih terhadap lelaki dewasa. Sikap Amelie yang sangat keibuan dan mengemong Lionel pun nampaknya sanggup menyentuh hati Zach.
Apakah kekakuan antara bos dan asisten ini dapat segera mencair dan berlanjut ke hubungan yang lebih serius?
***
“Dunia kadang lebih ajaib dibanding fiksi, Mel.” — Tara (hlm.205)
Novel ini merupakan juara pertama dari sayembara naskah SWEET AND SPICY ROMANCE 2015 yang diadakan oleh Penerbit Twigora. Romance? Of course, it is. Sweet? Yes, cerita di sini memang cenderung manis, terlebih adanya Elsa dan Lionel yang menambah kegemasan sekaligus menjadi lem perekat antara Zach dan Amelie. But… Spicy? Hmmm… Unfortunately, it’s not spicy enough for me. Saya tidak tahu dengan pasti standar spicy yang dimaksud seperti apa, hanya saja saya tidak merasakan getaran-getaran menggigit saat menyimak interaksi Zach dan Amelie. Mungkin karena ini bukan jenis novel yang menyuguhkan lovey dovey things meski tidak pula kukategorikan sebagai novel dewasa.
Secara keseluruhan alur ceritanya baik dan tidak bertele-tele. Meski ada lumayan banyak nama tokoh yang muncul, tetapi peran yang saya sayangkan adalah tokoh Inge. Wanita ini seolah hanya numpang lewat, hanya sekali atau dua kaki kemunculannya. Padahal dia bisa jadi bumbu spicy yang lebih nampol untuk Zach dan Amelie jika saja tokoh Inge bisa di-explore lebih jauh. Menurutku sangat disayangkan hanya dia yang seolah tidak begitu berkontribusi, sementara tokoh-tokoh lainnya rata-rata punya peranan penting masing-masing.
Berkisah tentang Amelie dan Zach, seorang asisten dan bos. Pada mulanya hubungan mereka bisa dibilang sedikit mencekam, karena Zach yang dingin dan galak. Untungnya Amelie bukan perempuan yang manut bae, ada saat-saat dia 'melawan' Zach dengan sopan.
Saya merasa datar. Saya kadang merasa tidak bisa menyatu dengan percakapan-percakapan antar tokoh. Buku ini menggunakan POV 3, tapi hanya menyorot dari sudut Amelie saja. Saya menunggu sisi Zach yang disorot, setidaknya mungkin menjelaskan suatu detail kondisi dan perasaan dari sisi Zach, sedikit saja. Memang sih, masalahnya Amelie lebih pelik, tapi sisi Zach bisa diceritakan dengan lebih banyak.
Penceritaan mengenai perpindahan waktu yang cepat terasa lompat-lompatnya, jadi kadang bingung, ini baru lewat sehari dari kejadian atau sudah lumayan lama atau gimana.
Namun, terlepas dari itu semua, Kak Elektra berhasil menghibur saya dengan kegemasan dua bocah yang diceritakan di sini. Saya juga bisa merasa kesal dengan salah satu tokoh (eh, dua deng, satu lagi tokoh yang menurut saya plin-plan wkwk). Tema masa lalunya Amelie pun tak terduga. Saya menduga hal lain, yang sudah umum, eh ternyata bukan.
Wonder Fall bercerita tentang Amelia. Seorang ibu tunggal anak perempuan imut. Berkat pekerjaan, dia bertemu Zach. Zach dijuluki sebagai bos yg menyeramkan, dingin, dan tidak disukai banyak bawahan. Akan tetapi, ketika tahu Zach mengasuh keponakan yg juga masih kecil, Amelia bisa dekat dengannya.
Di samping Zach, hidup Amelia masih dipenuhi drama. Mulai dari mertua yg banyak menuntut hingga kembarang sang suami yg mendadak muncul.
Blurb di novel ini tuh semacam cuma menceritakan bagian akhir. Padahal Wonder Fall ceritanya lebih penuh.
Dan saya nggak nyangka bakal sangat menikmati. Ada banyak stereotipe yg harus dihadapi Amelia terkait statusnya sebagai janda. Dan cerita keluarganya sendiri asik. Interaksinya dengan Zach juga bikin ketawa.
Cuma saya nggak suka sama interaksi mereka di menjelang akhir. Terlalu cheesy gitu. Zach jd OOC banget.
Yah, overall, saya menikmati banget Wonder Fall. Karakternya nggak biasa dan tulisannya sangat rapi.
Cocok kalau butuh bacaan ringan yang cukup panjang. Juga cocok buat penyuka romance.
Yang aku suka, novel ini ringan. Bener deh. Bahkan ini hampir mirip dengan tulisan Babangse! Berasa kayak baca novel belio. Selain itu, bahasanya juga mengalir, untuk vulgarnya juga nggak begitu. Kecuali kissing masuk dalam anggota vulgar ya. Nggak cuma itu aja, beberapa hal tentang jadi seorang single parent di sini juga diangkat, misalnya, sering digosipin karena deket sama cowok lain, padahal cuma temenan aja. Lingkungan sosial yang ngeselin juga ada.
Lupa kapan tanggal pastinya saya membaca cerita ini.
Yang membuat saya lucu di cerita ini biasanya cewe yang ngasih kode-kodean dan biasanya cowo gak paham akan kode tersebut lalu membuat cewe marah plus ngambek. Tapi di novel ini kebalikan. Membuat saya bahagia. Tapi tenang cowonya bukan tipikal memuakan dalam bertutur kata.
“Suka atau tidak, sebagian besar masyarakat kita masih beranggapan kalau janda itu adalah statu nyaris hina yang dianggap sebagai ancaman. Yang orang tahu, para janda cenderung suka mengganggu lelaki lain, baik yang masih sendiri atau sudah punya pasangan. Kesepian adalah alasan utama yang dipercayai.” [hal. 107] Tema cerita mengenai kehidupan wanita berstatus janda sebenarnya bukan hal baru di novel. Hal yang digali seputar cibiran dan hinaan pada wanita janda. Karena memang di masyarakat luas, status janda menjadi sangat sensitif, mengesankan wanita kesepian yang kapan saja bisa menggoda pria mana saja. Pandangan itulah yang dibawa Elektra Queen dalam novel Wonder Fall ini, untuk ia luruskan dengan pendapatnya. Melalui sosok Amelie, penulis menggambarkan sosok janda yang terhormat dan elegan. Proses ini yang membuat saya salut kepada penulis karena penyajian ceritanya dibuat dengan tidak terburu-buru dan tanpa doktrin.
Ditambah ada bumbu plot lain seperti plot keluarga (keluarga Lita dan anak-anaknya) dan plot pertemanan (Arianna-Visca-Amelie dan Amelie-Tara). Plot samping ini tidak membuat garis besar cerita menjadi samar. Justru, penulis membuat garis besar cerita semakin utuh melalui persinggungan dengan plot kecil tadi, saling menunjang.
Dinamika ceritanya tidak begitu terasa, menurut saya. Penulis lebih banyak mengurai hubungan Amelie dan Zach, dan menonjolkan konflik perjodohan yang digagas ibu mertua. Sekalinya ada lompatan konflik tinggi hanya pada bagian ketika salah paham Zach pada Amelie urusan rencana pernikahan Amelie dengan iparnya. Di luar itu, semua gejolak hanya berupa letupan yang timbul tenggelam. Sebabnya, penulis membawa karakter yang memang tidak ada yang memiliki tempramen meledak-ledak. Sehingga, rasanya segala kemunculan konflik kecil bisa terselesaikan dengan bijak. Ini yang membuat saya tidak menemukan kesan mendalam pada novel ini.
Untuk eksekusi konflik, karena tokoh dewasa yang dihadirkan, jadi terasa biasa saja. Semua sudah bisa ditebak akan kemana dan konflik yang dihadirkan tidak akan menjadi badai luar biasa. Kecuali, keberadaan pertanyaan yang sempat disodorkan penulis di awal buku, yang kemudian menjadi satu alasan saya mengejar jawabannya sampai akhir buku. Selama pernikahan itu, Amelie yakin kebahagiaannya sudah maksimal. Ryan adalah tipe suami yang sangat pengertian dan sabar. Kecuali untuk satu masalah yang selama ini disembunyikan Amelie rapat-rapat dari dunia [hal. 24]. Namun, jawaban yang saya dapatkan tidak membuat saya terkejut ala drama. Padahal saya menaruh ekspektasi yang tinggi untuk misteri yang satu ini.
Tokoh utama di novel ini adalah Amelie Rashad dan Zachary Barata. Amelie Rashad digambarkan sosok wanita berstatus janda, pekerja keras, penyuka anak-anak dan sifat mencoloknya tidak bisa tegas menolak pendapat orang lain. Gara-gara sifat ketidaktegasan inilah yang membuat masalah perjodohan ia dengan Otto semakin panjang. Zachary Barata digambarkan pria yang dewasa, pekerja keras, mapan, menyayangi anak, dan tentu saja susah berkomunikasi baik dengan orang lain. Kenapa harus selalu marah kalau bisa menggunakan bahasa lain yang nyaman untuk telinga? [hal. 55].
Sedangkan lainnya berupa tokoh figuran yang ikut menguatkan posisi tokoh utama. Ada Lita (Mamanya Amelie), Arianna & Arabel (adik Amelie), Nadim & Kalila (Orang tua Ryan), Otto (Ipar sekaligus saudara kembar Ryan), Gina (adik Ryan), Elsa (anak Amelie), Lionel (keponakan Zach), Tara, Marco & Jonas Li (rekan kerja Amelie), Visca (teman Amelie dan Arianna), Inge (wanita yang suka Zach).
Gaya bercerita penulis juga baik dan tata bahasanya mengalir. Apalagi, di novel ini saya menemukan kata yang jarang digunakan, seperti kata; terpentang, lengar, impak, pengar, menyugar, bindam. Ini menambah kosa kata saya sebagai pembaca buku.
Menilai kovernya, saya tidak suka. Sebab, sangat feminim. Bolehkah saya meminta kepada penerbit untuk menggarap kover yang aman dan nyaman dibawa pembaca pria, sekalipun ceritanya tentang wanita dan penulisnya seorang wanita? Kalau harus berpendapat dan menanggalkan permasalahan gender, kovernya memang menarik. Menampilkan sisi seksi melalui banyak warna merah yang diaplikasikan melalui bibir berlipstik merah, kuku bercat merah, bunga mawar merah dan warna hurup tulisan penulis pun dipilih warna merah. Tentu saja, warna dan penggambaran kovernya menunjukkan jika cerita Wonder Fall ini untuk wanita dewasa. Kekurangannya, sebegitu seksinya kovernya, tidak ada adegan panas di dalamnya. Lho?!
Melalui novel ini saya belajar untuk bisa mengekspresikan keinginan hati, suka atau tidak suka. Bersikap tegas selalu dibutuhkan dalam kondisi apa pun sebab keraguan lebih banyak membawa kemalangan. Jadi, bersikap tegaslah untuk banyak urusan, apalagi urusan asmara. Dan novel ini pas dibaca oleh pembaca perempuan menjelang dewasa dan pembaca perempuan dewasa.
Sejujurnya, jika tidak terbiasa dengan plot yang semacam Wonder Fall ini akan mudah sekali pembaca merasa bosan. Sepertiga bagian awal novel ini bergulir sangat pelan, tetapi setelah melewatinya maka akan terasa seru. Dan satu hal lagi, penyebutan nama tokohnya jika dicermati agaknya terlalu banyak sehingga sulit untuk diingat. Contoh, ada Odetta si tukang gosip di kantor, ada Risma perawat rumah sakit. Padahal mereka hanya bermain sepintas lalu jadi rasanya mereka tidak perlu dinamai.
Sedikit banyak, novel ini memberi kesan seperti Harlequin terjemahan. Gaya bahasa yang digunakan kaku dan resmi, bahkan termasuk di percakapan. Namun, seperti Harlequin, selalu saja ada hal yang menarik dari jalan cerita yang disajikan. Sangat merekomendasikan buku ini buat pembaca yang doyan novel romansa kontemporer.
Pertama-tama yang menarik dari buku ini adalah isu yang diangkat. Janda adalah gelar yang kerap ditempelkan dengan konotasi negatif. Fakta berkata bahwa kebanyakan masyarakat di Indonesia masih berpendapat bahwa janda adalah tipe wanita yang doyan menggoda. Apalagi jika didukung oleh tampilan fisik yang menarik, makin menjadilah komentar negatif yang akan terlontar. Berbicara dengan lawan jenis dalam radius dua meter lebih dari sepuluh menit bisa mengundang bisik-bisik tak mengenakkan dan terkadang menyakitkan. Yah maskarakat memang suka bergosip, tapi gosip seputar kehidupan seorang janda pada kebanyakan orang dibicarakan dengan cara yang berlebihan. Tidak banyak yang memandang janda sebagai wanita yang patut mendapat perlindungan dan kasih sayang, apalagi jika ia ditinggalkan dengan anak yang masih membutuhkan perhatian ekstra.
Wonder Fall sedikit banyak menyimpan dan menyampaikan pesan positif terkait label janda-itu-penggoda ini. Buku ini mengajak kita untuk memandang kehidupan janda dari sisi yang berbeda, dari sisi bagaimana ia menjalaninya. Kesulitan yang ia alami tidak hanya seperti yang kerap kita peroleh dari kulit luarnya, Bagaimana seorang perempuan berusaha memberikan kebahagiaan pada buah hatinya tanpa pendapmpingan seorang suami dan bagaimana pula ia berusaha membahagiakan dirinya dengan segala keterbatasan, kesulitan bahkan gujingan orang-orang.
Meski menggunakan sudut pandang pencerita, kehidupan Amelie yang dibahas disini membuat saya benar-benar dapat menyelami kesulitan yang ia hadapi sebagai seorang teman yang jauh. Beberapa kali saya dibuat gemas oleh sikap Amelie yang selalu berusaha menyenangkan orang lain tanpa memikirkan perasaannya sendiri. Kegemasan ini juga tertuju pada Zach, atasan baru Amelie. Sama seperti Amelie, saya juga berpendapat bahwa Zach memang adalah tipe atasan yang sangat menyebalkan. Kesan pertama yang saya temukan dari laki-laki itu adalah dia tidak bisa diajak berteman dan berbiacara baik-baik. Sungguh sangat menjengkelkan. Meski pendapat itu kemudian terpatahkan karena perubahan sikapnya. Kemudian pada Kalila, saya sumpah nggak pernah berdoa untuk medapatkan ibu mertua yang demikian menjengkelkan. Sikap mendominasi Kalila sangat terasa dan seprerti Amelie saya juga kerap berdebar tiap kali ada pertemuan atau kunjungan keluarga yang melibatkan Kalila.
Tokoh-tokoh yang mengelilingi Amelie seolah bekerja sama untuk menyulitkan dan memberi masalah padanya namun tak sedikit juga tokoh yang bersedia mendampinginya. Saya benar-benar hanyut ke dalam kisah Amelie. Karakter yang kuat adalah apa yang membangun buku ini menjadi bacaan yang cocok menemani pembaca dalam keadaan santai. Buku yang ringan, bercerita tentang kehidupan namun menyimpan pesan moral yang mendalam. Terdapat beberapa kutipan yang menjadi favorit saya di antaranya
1. Ditinggal pasangan karena kematian... itu sungguh tidak mudah. Jika berpisah karena perceraian, tentu saja beda. Ada rasa benci, marah, murka. Perasaan seperti itu kadang memberi energi tambahan untuk mencari pasangan baru - Tara, hlmn 45 2. Mencintai seseorang berarti menuntut diri sendiri untuk menjembatani dua pribadi yang berbeda - hlmn 46 3. Kritik tidak kehilangan maknanya hanya karena diucapkan dengan bahasa yang enak didengar - Amelie, hlmn 59 4. Orangtua kadang sengaja pura-pura tidak tahu, Mel. Tapi kami punya insting atau radar yang luar biasa - Lita, hlmn 278 5. Anak-anak adalah makhluk yang paling jujur. Mereka penilai karakter yang sangat tepat - Zach, hlmn 302 6. Cemburu itu bisa membuat orang berkarat - Zach, hlmn 303
Ada beberapa keslahan penulisan yang saya temukan seperti pada halaman 130 nama lengkap Zachary Barata berubah menjadi Zachary Bastian. Buku ini saya rekoemndasikan untuk penyuka kisah cinta yang manis dan berjalan seirama interaksi yang tercipta karena pembacanya akan menemukan suasana baper yang berbeda
Novel ini memang layak dijadikan juara pertama di Kompetensi Menulis yang diadakan Penerbit Twigora pada tahun 2015 lalu. Ceritanya luar biasa, setiap alur ceritanya membuat kita penasaran Novel yang menceritakan tentang seorang Amilie rashad dengan status jandanya dan anaknya Elsa yang menggemaskan juga membuat saya tersenyum2 sendiri dengan tingkah khas anak kecilnya itu. Penggambaran sosok Elsa-nya pas banget, unyu2 gimana gitu..
Zach Barata yang terkenal dengan sifatnya yang galak, keras kepala dan dingin. sampai2 ketika asisten setianya pensiun, ia susah menemukan sosok asisten yg sesuai dengan karakternya. hingga saat Amilie yang menjadi asistennya, semuanya perlahan berubah termasuk sifatnya itu. beriringnya waktu, timbul perasaan lain kepada asistennya itu. saat zach ingin memulai startegi pendekatan, zach dikejutkan dengan berita perjodohan yang dilakukan oleh mertuanya amilie. ia sangat terkejut dan dibuat suhu emosinya langsung menunjak. bagaimana kelanjutan pendekatan zach terhadap amilie? apakah membuahkna hasil? dilain sisi amilie memikirkan perjodohan itu dari segala sisi karena ia mempunyai seorang anak yang masih sangat membutuhkan figur seorang ayah. ia tidak bisa memikirkan dirinya seorang.
Penasaran???? dengan kelanjutan ceritanya?? Baca deh Wonder Fall ini, dijamin bakal ketagihan dengan ceritanya. Saat membaca novel ini, saran aku siap2 dengan senyuman gila yang nggak jelas muncul, jangan gemas sendiri ntar dikira orang aneh lohh.. And yg paling penting, siap2 dibuat jatuh cinta dengan sosok Zach yaa, karakternya yang luar biasa manisss banget sampe2 akunya meleleh sendiri. heheh
Saya belum pernah denger atau baca nama penulis ini. Awalnya agak ragu untuk beli, karena mengira ini novel terjemahan. Tapi setelah lihat2 dari review orang2, dan ya baca sinopsis nya juga, ohh ternyata penulis sini tohh.. Liat covernya bagus banget, sexy dan agak bitchy2 gimana gitu yah. Udah pasti mikirnya nih cerita nya kek novel2 nya babang Simamora. Tapii jenggg jengg jengg ternyata cerita nya gk beda jauh dengan Amore nya GPU *sempet tertipu juga* Tapiiii...... saya suka dengan cerita nya. Dengan alur cerita nya yang rapi dan enak dibaca. Walau memang konflik nya gk begitu greget banget, tapi romantis aja.
Cerita nya memang sederhana. Tapi penulis ini mampu menyelipkan beberapa hal yang bikin cerita ini gk biasa aja. Entah pake ramuan apa, yang jelas saya selalu semangat untuk nyelesain baca ini.
Ada juga beberapa hal yg bikin greget, seperti Amelie yang agak lembek banget sama mantan mertua nya. Gk bisa gitu ya tegas atau nolak keinginan mantan mertua nya. Amit2 juga ya dapet mertua kya gini yang selalu mencampuri urusan rumah tangga anak nya *uugghhh* Di sisi lain, sepertinya penulis mengingatkan kita untuk gk salah pilih suami yang mertua nya macam mertua Amelie ini ya. Yawlaa yawlaaaa dijauhin dah ya dari beginian *malah curhat*
Baik lah, ditunggu cerita2 selanjutnya Elektra Queen :p
Hidup menjadi seorang janda muda—28 tahun adalah tantangan bagi Amelie. Karena selama ini rumor jelek sudah menjadi cap bagi para janda. Bahwa status yang disandang menunjukkan sebagai wanita tidak baik yang suka menggoda laki-laki baik lajang atau sudah menikah. Itulah yang kemudian membuat Amelie menjaga jarak dari laki-laki. Mengantisipasi apa yang tidak perlu. Apalagi baginya sat ini yang paling utamanya adalah fokus pada pekerjaan dan merawat putrinya Elsa. Amelie masih terlalu trauma dengan sebuah pernikahan.
Memang benar dia menjadi janda karena suaminya meninggal dalam kecelakaan, hanya saja ada sesuatu yang membuat Amelie merasa enggan untuk mengungkap sisi gelap pernikahannya yang membuatnya masih berpikir ulang dengan sebuah ikatan.
Dia bekerja di PT Drisana, sebuah perusahaan yang memproduksi alat tulis—sebuah perusahaan yang saat ini paling pesat berkembangannya. Amelie bertugas memeriksa semua laporan dari Bagian Kasir, salah satu divisi di Departemen keuangan (hal 7). Dan dia sudah nyaman memiliki atasan—Pak Jonas yang sangat welcome dengan bawahannya. Sampai kemudian Zach Barata muncul, membuat dunia Amelie jungkir balik.
Kisah ini sendiri bercerita tentang Amelie, sang janda sekaligus single parents yang mencoba memenuhi kehidupannya sendiri. Bertemu dengan Zach seorang bos perfeksionis yang di takuti oleh karyawannya. Berkat suatu kejadian akhirnya, Zach melunak dan mulai timbul percik-percik cinta di antaranya. Di tambah pemanis, berkat tokoh kecil kita yang paling imut, Lione, keponakan Zach dan Elsa, anak perempuan Amelie.
Konfliknya sendiri itu ketika Amelie harus di hadapkan pada permintaan ibu mertuanya untuk menikahi Otto, saudara kembar Ryan. Amelie dilema tentu aja. Bayangin aja, sosok yang pernah ia cintai, seolah-olah hidup lagi dengan tubuh yang sama pula. Lalu ketika Zach juga mulai bertingkah “aneh-aneh” sehingga Amelie sendiri bingung apa yang di pikirkan Zach.
Buku ini bagus ceritanya. Sweet banget sesuai dengan tema lombanya. Nggak heran kalau buku ini bisa menang. Ceritanya tentang seorang janda satu anak. Covernya pas dan bagus banget.
Saya memang suka anak kecil, jadi kehadiran tokoh anak kecil yakni Elsa dan Lionel yang bikin buku ini tambah memikat hati.
Hanya saja, di ending antara titik klimaks dan penyelesaiannya terasa agak diburu-buru. Dan banyaknya kata yang digunakan berkali-kali. Tapi itu tidak begitu masalah, mungkin karena memang ciri khas sang penulis.
Two thumbs up buat penulis. Kalau ia menerbitkan buku lagi, saya mau kok baca lagi. :)
Pada awalnya, ada kekhawatiran aneh ketika mengetahui siapa tokoh utama buku ini. Seseorang yang mempunyai masalah dalam pernikahan. Aku khawatir kembali ditawarkan kehidupan penuh drama.
Kehidupan Amelie mungkin memang penuh drama, tetapi penulis bisa menyampaikannya tanpa membuatku merasa lelah. Akan sangat menghibur kalau aku membacanya selagi santai dan sendirian di kamar. Hal itu bisa menjadi "me time" yang memuaskan.
Gaya ceritanya bagus, mengalir dan lumayan bikin penasaran. Apalagi tentang kisah kelam sang Alm suami nya. Di kita, status Janda emang bikin seseorang itu gak nyaman. Apalagi sering banyak yg nyinyir dan gosip..
Zach, emang bener-bener bikin ngakak deh sikapnya. Apalagi di akhir dia mau melakukan hal gilaaa.. you rock,Zach!!
Amelie, sikapnya kurang tegas ya.. kebanyakan gak enak nya. Jadi kan mertua nya berbuat semau gw..
Kata "Kau" disini bikin percakapan jadi kaku. Kebiasaan baca dialog yang "Aku-Kamu" jadi pas baca ini agak gimana gitu, tapi overall oke kok.
Well, this book is totally bellow my expectations. Embel-embel "juara pertama"-nya sangat menjanjikan. Terlebih lagi, covernya yang juga sangat bagus.
Tapi, entah aku yang gagal nangkep atau gimana, aku merasa covernya sama sekali nggak menyiratkan atau mencerminkan 'gimana' cerita yang bakal ditawarkan. Beda banget sama ekspetasiku.
Karakter Zachary Barata (tokoh utama) juga labil banget. Bikin males. Kadang dingin, eh nanti bisa kekanak-kanakkan banget.
Juga, untuk tokoh Inge, tokoh sampingan yang aku rasa 'nggak perlu kehadirannya'.
Sebenernya gue tipe yg gak suka baca novel mainstream romance, office romance, tapi Elektra Queen sukses bikin gak mau berhenti baca tiap Bab-nya. Zach, Lio, bener-bener bikin betah lanjut. Panggilan "Om Jek"ala Elsa pun sukses bikin ngakak, banyak humor juga disini. Menuju ending karakter Zach emang abnormal bgt, tapi sukses bikin deg"an^^ Kurangnya satu bintang itu balik lagi keselera awal gue pribadi. Pantes banget novel ini jadi juara pertama, thumbs up buat Elektra Queen!
Beli ini cuman karena ada embel-embel juara pertama, langsung ambil lalu bayar di kasir l haha. Meskipun ceritanya mudah ditebak tapi buku ini lumayan page-turner, dari awal cerita alur dan plotnya runtun banget, seperti ngupas bawang, satu demi satu sampai intinya. Which is I like it, cuman dibagian akhir terutama cara mereka baikan lagi agak kurang nendang diakunya. I expected ada sedikit cerita tentang bagaimana Zach dan Amelie di kantor dibagian epilog. Tapi this one already good.
Saya mah gampang dibikin jatuh cinta kalo novel ada karakter anak-anaknya.
Cuma mau ngomentarin ketidakkonsistenan nama tokoh cowok. Di halaman 99 namanya Zachary Barata. Di halaman 130 tiba-tiba jadi Zachary Bastian. Halaman 132 balik lagi jadi Barata.