Sebagai bekas wilayah jajahan Hindia-Belanda, sesungguhnya Indonesia disatukan oleh ekspansi dan operasi militer kolonial Belanda. Sejak awal, kekuatan militer yang menjadi tulang punggung penaklukan dan penyatuan wilayah Hindia-Belanda—yang kini menjadi Indonesia Modern—adalah tentara Eropa dari berbagai kebangsaan. Tetapi, jangan dilupakan, meski menjadi kawula jajahan, para prajurit Nusantaralah yang kemudian menjadi kekuatan “pemersatu”. Para prajurit bumiputra di KNIL (het Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger) adalah bagian penting dari konsolidasi wilayah Nusantara sesudah era kejayaan Sriwijaya dan Majapahit. Sudut pandang sejarah ini terlupakan dan para prajurit KNIL kerap hanya semata dipandang “antek penjajah”. Berbagai mitos pun membungkus KNIL, seperti dominasi perwira Eropa dan prajurit Ambon sebagai tulang punggung KNIL. Selain memuat jawaban atas mitos tersebut, buku ini juga menunjukkan sejarah dan evolusi KNIL lewat serangkaian kesaksian dan catatan serdadu dan perwira berbahasa Prancis yang berkaitan dengan perang kolonial di Indonesia.
Kumpulan catatan2 prajurit KNIL pada saat bertugas di Hindia Belanda yang dirangkum dalam 1 buku dan dipisah2kan per periode, yaitu dari awal hingga terbentuknya KNIL, masa bertugas, dan saat bubarnya KNIL ..
Pada akhir buku, disimpulkan bahwa peran KNIL dalam menyatukan Indonesia sekarang jangan dilupakan, jangan dilihat dari sisi kolonialismenya tp dari sisi sebagai alat pemersatu bangsa.., karena personel2 KNIL pun hampir 90 persen adalah anak bangsa ini ...
Tidak akan ada Indonesia skrg ini bila tidak ada KNIL waktu itu