Di sampul belakang novel, tercantum tag 'Novel Remaja'.
Jujur, saya agak ragu.
Pertama, untuk genre remaja biasanya diterbitkan oleh penerbit satunya (yang masih satu imprint).
Kedua, kovernya nggak ada remaja-remajanya sama sekali.
Dan, setelah membaca beberapa halaman, keraguan saya terbukti.
Entah apa maksudnya penerbit melabeli novel ini sebagai novel remaja.
Ini mah novel dewasa.
Hanya karena salah satu tokohnya adalah anak SMA, bukan berarti langsung dibilang novel remaja, kan?
Untuk novelnya sendiri, ceritanya ringan dan menghibur.
Hanya saja, untuk ukuran novel berhalaman 600++ novel ini bagi saya masih kosong.
Banyak adegan nggak penting, yang harusnya dibuang saja.
Ceritanya itu-itu aja, membuat novel ini jadi kayak kebanyakan halaman.
Untuk anak SMA (saya heran kenapa penulis masih memakai istilah SMU), hamil di luar nikah itu udah pasti bencana besar. Namun, penulis kurang menggali perasaan Valeri. Gimana stresnya dia, galaunya dia, dan lain sebagainya.
Terus, masa iya nggak ada satu temannya yang menyadari kalau Val hamil?
Penulis tidak membahas apa saja hal yang dialami Valeri ketika hamil (morning sickness, dll). Kayaknya kok Valeri ini fine-fine aja dengan kandungannya. Nggak ada masalah berarti. Harusnya, bukankah ada hal-hal yang mebuat Valeri bingung, kesakitan, masalah psikologisnya, atau apalah itu yang berhubungan dengan kehamilan?
Terus untuk proses lahiran.
Anak SMA yang baru pertama kali hamil, bisa ya menjalani proses kehamilan sendirian (cuma didampingi dokter dan perawat?)
Secara psikologis, bukankah dia harusnya membutuhkan Ibu atau suaminya untuk menemani?
Ceritanya ya cuma berputar di situ-situ aja.
Nggak terlalu memengaruhi jalannya cerita.
Banyak saltik dan logika bolong.
Beberapa dialog terasa kaku, seperti kayak baca novel terjemahan.
Kurang konsisten.
Intinya, novel ini terlalu tebal. Untuk novel seringan ini, saya rasa 300 halaman sudah cukup sebenarnya.