Cerita indah dengan elemen drama, komedi, dan misteri tentang masa kecil Harper Lee dan Truman Capote ketika mereka masih berusia enam tahun. Mereka bertetangga dan langsung bersahabat meski awalnya saling mengejek. Nelle (Harper Lee) meminjam buku-buku Sherlock Holmes dari Truman. Mereka bisa dekat karena kesukaan mereka pada buku-buku detektif. Truman bersimpati pada Nelle karena mendengar kabar bahwa ibu gadis itu sedang menjalani pengobatan untuk skizofrenia. Nelle terkesan dengan koleksi buku bacaan Truman yang tak pernah ia punya.
Saking sukanya dengan cerita detektif, dua anak ini mainnya ke Gedung Pengadilan Monroevillie, Alabama, loh. Tapi ketika pertama kali datang ke pengadilan, yang jadi terdakwa ternyata ayah Truman sendiri, Archulus Persons! Hanya saja ayahnya mangkir dari panggilan pengadilan dan muncul di luar gedung untuk menjemput Truman.
Ayahnya mengadakan pertunjukan dengan lelaki India bernama panggung Hadjah yang Agung. Lelaki itu bisa menahan napas selama satu jam dengan memperlambat detak jantung yang membawanya dalam kondisi hibernasi. Pertunjukannya adalah taruhan untuk membuktikan apakah dia bisa selamat setelah dikubur hidup-hidup. Pertunjukan pertama berhasil dan mereka berdua dapat uang banyak. Tapi di pertunjukan berikutnya, ayah Truman keasyikan mengumpulkan uang dan mencatat taruhan para penonton hingga waktu berlalu dua jam. Hadjah pun tewas. Menyebalkan saat Archulus menceritakan hal itu pada Truman tanpa nada penyesalan dan justru menyalahkan Hadjah dan istrinya.
Entah Truman bisa dibilang beruntung atau tidak, yang jelas ayah dan ibunya, Lillie Mae kemudian pergi meninggalkannya di rumah sepupu sang ibu, Jenny. Archus meninggalkan Truman ketika bocah itu asyik dengan hadiah sepeda yang dihias seperti pesawat terbang. Benar-benar pasangan orangtua yang buruk.
Untuk menghibur Truman yang terus murung setelah ditinggal orangtuanya, Nelle membuat markas detektif di rumah pohon. Setelahnya mereka membuka kantor detektif bersama, bermain peran sebagai Sherlock dan Watson lalu menyelidiki misteri pencuri bros yang memecahkan kaca jendela toko obat.
Bagian paling menegangkan adalah saat mereka berhadapan dengan para Ku Klux Klan. Cerita ini memang terjadi di era Great Depression (1930-an) ketika isu-isu rasial masih sangat kental. Nelle dan Truman tidak mengindahkan isu itu dan malah berteman akrab dengan seorang anak kulit hitam bernama Big boy.
Mereka bertemu dengan sekawanan Ku Klux Klan di ladang sehabis menonton adu ular untuk menyelidiki kasus pencurian itu. Kebetulan sekali mereka sedang bersama seorang juru masak negro, Little Bit. Ia jelas ketakutan dengan kawanan itu.
Pada akhirnya pencuri bros itu ketahuan, sih. Pelakunya dua orang. Tapi menurutku cara penyelesaiannya antiklimaks. Nggak jelas juga kenapa dua orang itu melakukannya. Yang jelas setelah persidangan, A.C. (ayah Nelle yang pengacara) memberikan mesik tik pada dua anak itu agar mereka lebih fokus menulis cerita mereka sendiri daripada mencampuri urusan orang lain. Hahaha.
***
Pada suatu hari ibu Truman, Lilly Mae, memenangkan sebuah kontes kecantikan. Ia pun pergi ke New York untuk mengikuti kursus kecantikan gratis sebagai hadiahnya.
Beberapa lama kemudian, setelah ultah Truman yang kesembilan, ada kabar bahwa ibunya menikah lagi dengan pria bernama Joe Capote. Ia ingin membawa Truman ke New York. Nelle terpaksa harus berpisah dengan Truman. Sebelum perpisahan itu benar-benar terjadi, mereka berencana akan mengadakan pesta besar.
Sayangnya keriuhan pesta itu terusik oleh kedatangan kawanan Ku Klux Klan. Rupanya mereka mendengar bahwa Truman memilih untuk mengundang beberapa orang kulit hitam seperti Little Bit, Big Boy, dan menyamarkan mereka dengan kostum.
Seorang gadis bernama Sally Boular menangis mengatakan bahwa kakaknya, Sonny Boular diringkus oleh Ku Klux Klan dan akan digantung ketika mereka berdua sedang dalam perjalanan ke pesta kostum Truman.
Rupanya Boss Henderson, si anak berandalan, marah karena dirinya tidak diizinkan hadir ke pesta Truman. Tentu saja itu karena Truman pernah dihajar habis-habisan olehnya, dasar anak tahu malu! Karena itu ia mengadu pada ayahnya, Catfish Henderson, yang merupakan pemimpin Ku Klux Klan.
Berkat A.C. dan para orang dewasa yang hadir di pesta itu, Ku Klux Klan pun bubar dan pesta kembali berlanjut.
Nelle dan Truman berjanji mereka akan terus menulis cerita dengan mesin tik sampai mereka bisa bertemu lagi. Mesin tik dari A.C. dibawa oleh Nelle karena Truman mengatakan ayah barunya mau membelikan mesin tik lain baginya.
***
Setelah cerita tentang pesta perpisahan, sisa halamannya yamg cukup banyak diisi dengan berbagai cerita pendek yang sudut pandangnya ditulis bergantian antara Truman dan Nelle.
Ada cerita saat Nelle dan Big Boy meminjam sepeda pesawat Truman secara diam-diam dan merusaknya dengan mencoba menerbangkannya. Ada cerita ketika Nelle dan Truman membuat pertunjukan karnaval tentang ikan lele purba raksasa, bayi babi yang diawetkan dan ayam berkepala dua, dan lain-lain.
Lalu ada sedikit catatan biografi tentang Truman Capote dan Nelle Harper Lee. Setelah membaca indahnya kisah masa kecil mereka, rasanya patah hati saat tahu bahwa persahabatan Truman dan Nelle berakhir karena Truman tidak mengakui besarnya kontribusi Nelle dalam riset In Cold Blood dan hanya mempublikasikannya sebagai bantuan sekretariat.
Truman tampaknya cemburu karena karya Nelle, To Kill A Mockingbird lebih dulu mendapatkan penghargaan Pulitzer. Ah, sayang sekali. Ego orang dewasa merusak jalinan persahabatan selama itu.