Berawal dari padang rumput di Asia Tengah, bangkitlah para ksatria Islam Turki Ustmani yang menyandang gelar Ghazi. Mereka menginspirasi umat Islam dan mengingatkan kembali pada janji Rasulullah Saw untuk menaklukkan Konstantinopel.
Sepak terjang mereka menggentarkan musuh-musuh Islam, dari garis keturunan merekalah lahir seorang penakluk besar, Muhammad Al Fatih, juga kegigihannya dalam berjuang mewujudkan janji Rasulullah Saw, Penaklukan Konstantinopel.
Sesuai dengan judul buku nya yaitu Muhammad Al Fatih Kebangkitan, ini buku ke 2 lanjutan dari Muhammad Al Fatih Perang Varna dan mengisahkan bagaimana Muhammad Al Fatih dapat bangkit lagi untuk melanjutkan mimpi dan cita-cita dirinya beserta umat Islam terdahulu yaitu menaklukkan konstantinopel.
Ilustrasinya bagus sekali sehingga terlihat nyata saat menelusuri perjuangan Muhammad Al Fatih untuk terus bangkit menggapai impian. Warna yang kontras juga membuat mata nyaman dan beberapa penjelasan yang ada membantu ku memahami sejarah kebangkitan ini dengan baik. Membaca sejarah Islam dengan ilustrasi menarik seperti ini tidak membuat bosan malah bikin ketagihan dan terus mengikuti bagaimana kelanjutan dari perjuangan Muhammad Al Fatih ini.
Buku Kedua dari Serial Muhammad Al-Fatih. Muhammad Al-Fatih beranjak dewasa, dan di tahun 1451 diangkat kembali menjadi sultan menggantikan ayahnya. Mengapa diangkat kembali? karena sebelumnya sudah diangkat tetapi karena dianggap belum mampu, maka jabatan tersebut diserahkan kembali kepada ayahnya.
Al-Fatih mulai menjalankan siasatnya dalam mencapai cita-cita menaklukkan Konstantinopel.
“Ada cara yang menyenangkan untuk mengubah kepribadian anda agar menjadi selevel para ksatria islam yang terpisah zaman dan waktu; bacalah sejarah” (Felix Siauw, dalam bukunya Muhammad Al-Fatih 1453)