Jump to ratings and reviews
Rate this book

friend ZONE

Rate this book
Di mata Abel, David adalah cowok sempurna. Dia ganteng, populer, meski tengil tetapi baik, dan selalu berada di sisi Abel. Tiap David memandangnya, Abel selalu berharap rona merah di pipinya tidak ketahuan oleh David. Apalagi saat David menyentuhnya, mengacak rambutnya, seolah seluruh partikel di dalam tubuh Abel siap memelesat tinggi menembus langit. Hanya satu kekurangan David, ia adalah sahabat Abel.

Di mata David, Abel adalah cewek tomboi yang sejak kecil berada di orbit kehidupannya. Ia merasa sangat nyaman bersama Abel. David nggak perlu jaga image di depan cewek itu. Sayangnya, kenyamanan yang berlebihan ini membuatnya lupa, bahkan nggak peka. Tanpa sadar janji David untuk selalu menjadi sahabat Abel selamanya, justru melukai perasaan gadis itu.

272 pages, Paperback

First published August 3, 2016

42 people are currently reading
703 people want to read

About the author

Vanesa Marcella

2 books17 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
72 (29%)
4 stars
57 (22%)
3 stars
51 (20%)
2 stars
45 (18%)
1 star
23 (9%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
Read
October 26, 2016
DNF. Sorry. Pertama kalinya DNF. Gimana ya? Buku ini mungkin cocok buat orang lain, tapi bukan aku. Mungkin ini hanya masalah selera.

Bukunya ringan banget. Ringan dalam hal gaya bahasa dan lain-lainnya. Kayak buku curhat. Ceplas-ceplos, menggebu, bahasa gaul. Untuk beberapa remaja yang males baca buku kayaknya cocok deh baca ini. Anak SMP yang males baca boleh tuh dikasih buku ini.

Biasanya aku masih bisa-bisa aja sih baca narasi yang semacam itu. Aku masih bisa kok baca cerita anak sekolah. Aku juga masih bisa baca cerita yang narasinya mirip curhat. Tapi, nggak tau kenapa untuk yang ini berat.

Awalnya mau coba percaya kalau buku ini pasti punya sesuatu yang menarik. Di labelnya aja kan udah dibaca 7,5 juta kali. Oh so wow. Pasti ada hal menarik sampai bisa sebanyak itu pembacanya.

Tapi, sayang, aku belum menemukan itu di seratus halaman pertama. Mungkin aku kurang sabar. Aku yang nggak sanggup duluan. Atau kembali ke masalah selera.

Maaf ya. Percayalah, setiap buku pasti menemukan pembacanya :)
Profile Image for Eka Fajar Suprayitno.
80 reviews
February 6, 2018
Saya tertipu oleh salah satu review di web yang mengatakan bahwa buku ini bikin baper.

Setelah baca 2 halaman, saya stop. "Ok, ini buku jelas-jelas keluar dari ekspektasi. Bukan untuk saya. Kalau diteruskan bakal sobek ini buku."

Kalau anda menginginkan cerita "Friendzone" saya harap anda tidak memilih buku ini.
Profile Image for Park Emilia.
17 reviews1 follower
March 26, 2019
Baru kali ini saya ngasih bintang dua untuk sebuah novel, terlebih sebuah novel best seller. What?! Ya, ada alasannya. Saya akan mengupas masalahnya satu per satu. Pertama saya melihat buku Friendzone yang dimiliki teman saya, tapi saya nggak berpikiran untuk meminjamnya. Akhirnya, saya pun beli sendiri. Ya, saya akui, meski saya ngasih bintang dua, tapi ini adalah novel favorit saya. Dulu, saya menganggap bahwa novel ini sempurna, flawless, dan sangat recommended. Kenapa nggak dijadiin film aja, ya? Ternyata, lewat dua tahun setelah saya membeli Friendzone, saya baru kepikiran cacatnya.

Inti ceritanya sebenarnya cukup sederhana, meski temanya sudah terlalu mainstream di kalangan teenfic Indonesia. Tentang Abel dan David yang sudah bersahabat sejak kecil, bahkan David sendiri berjanji untuk menjadi sahabat Abel selamanya. Namun, lama kelamaan Abel memendam perasaan terhadap David, hanya saja nggak ia katakan langsung karena takut menghancurkan persahabatan mereka. David sendiri juga nggak ada peka-pekanya, justru yang peka terhadap perasaan Abel adalah teman-temannya. Karena itu, David tidak pernah tahu bahwa Abel menyukainya, dan ia sendiri juga tidak pernah tahu perasaan apa yang tumbuh dalam dirinya, dan siapakah wanita yang berhasil menarik perhatiannya itu.

Oke, menurut saya ceritanya menarik. Namun, banyak banget kejanggalan dan kecacatan yang ada. Saya mulai berpikir tentang Abel yang tinggal satu kos dengan David. What? Tinggal satu kos sama cowok? Katanya, sih, orangtuanya udah percaya sama David, jadi mereka mengizinkan mereka satu kos bareng sembari diawasi oleh kedua sepupu Abel, Kak Maya dan Kak Richard. Meski nggak tinggal sekamar (untungnya nggak ampe sekamar), tapi apa rasa percaya orangtua Abel sama David segitu tingginya ampe membolehkan David tinggal satu kos dengan Abel? Where's the logic? Nggak ada logikanya, toh? Lagi pula, meski udah bersahabat bertahun-tahun dan tinggal satu kos bersama, apakah David sama sekali nggak memendam gairah seksual terhadap Abel? Bagaimana pun juga, manusia diciptakan untuk memiliki nafsu. Ini kecacatan pertama.

Kedua. Seharusnya cerita ini mampu dibingkai lebih menarik dengan menggunakan premis yang ada; kisah friendzone Abel terhadap David. Seharusnya, cerita berfokus terhadap hubungan Abel dengan David. Tapi, apa yang saya temukan? Kehidupan hedon ala kids jaman now. Let's see. David, Finn, Steven, Axel, dan Carlos, semuanya punya mobil sendiri dan kelihatan kece, terlebih mobil mereka adalah mobil sport. Nggak masalah kalau mereka berasal dari keluarga berada, tapi? Ceritanya nggak harus dibuat se-hedon ini, kan? Sebagian besar isi cerita hanyalah kisah hangout Abel bersama teman-temannya dari mall sana ke mall sini.

Pergi bersama Lunetta untuk meni-pedi, mampir ke restoran western bareng David, dan mengerjakan tugas di Starbucks bareng Carlos. Semua tempat yang mereka kunjungi adalah tempat-tempat keren. Ini jadi kayak cerita slice of life yang dibingkai secara alay. Yap, dalam kepala saya, cerita ini masuk ke kategori "alay".

Lalu, tokoh David yang segitu nggak pekanya dengan Abel. Meskipun dia cowok, tapi seharusnya dia agak "peka". Bagaimana pun juga, manusia tetap punya perasaan, sekalipun si David ini adalah cowok. Masa bertahun-tahun Abel suka dengan David dan dekat dengannya, David segitu nggak pekanya? Untuk tokoh Lunetta, bisa dimaklumi dia langsung peka, karena Lunetta memang punya kemampuan membaca pikiran orang lain. Namun, David? Oh, c'mon, Dav. Sementara tokoh cowok lainnya yakni Finn, Steven, Axel, dan Carlos, kenapa bisa tahu kalo Abel suka sama David?

Sebagai tokoh antagonis, menurut saya Carlos tidak terlalu difokuskan. Karena, dia ini hilang timbul. Kemunculannya juga jarang banget. Suka datang tak diundang, pulang tak diantar kayak Jelangkung. Umumnya, tokoh antagonis akan selalu muncul sepanjang cerita, lalu berambisi menjatuhkan si protagonis. But, Carlos? Dia hanya muncul pada saat-saat tertentu aja. Dan klimaksnya, saat Carlos membalaskan dendam terhadap David melalui Abel, dengan cara menabrakkan mobilnya sendiri ke pohon, yang mana saat itu ia sedang berkendara bareng Abel. Selain itu, teror yang diberikan Carlos terhadap Abel juga nggak dijelaskan secara gamblang.

Abel pernah ngomong, kalau Carlos sering neror dia lewat sosmed dan telepon. Tapi, alangkah baiknya kalau teror itu dijelaskan oleh penulis, bukan hanya disampaikan lewat Abel saja. Seharusnya sepanjang cerita dibuat beberapa adegan saat Carlos meneror Abel. Biar cerita ini jadi terasa lebih tegang dan menarik, dan identitas Carlos sebagai stalker bermuka dua juga di-reveal secara sempurna, nggak setengah-setengah doang. Tapi, sayang banget sebagian besar cerita ini hanya diisi dengan kehidupan hedon remaja yang, "mentang-mentang orang kaya, jadi lo bisa hangout sepuasnya ke tempat-tempat keren tanpa memperhatikan kerutan kening di dahi pembaca".

Kelebihan novel ini, sebenarnya ceritanya dirangkai dengan cukup menarik sehingga nggak membosankan. Untuk yang mencari bacaan ringan, novel ini cukup direkomendasikan. Namun, bagi yang merasakan banyak kejanggalan, sebaiknya baca novel lain saja. Walau banyak kejanggalan gini, sebenarnya novel ini amat saya sukai. Satu-satunya novel yang nggak pernah bosen saya baca, meski banyak yang aneh. Bagaimana pun juga, saya tetap mengapresiasi penulis yang sudah sukses membuat saya jatuh cinta dengan Friendzone.
Profile Image for Oh Sembilantujuh.
2 reviews
June 9, 2018
Baca nih novel via pinjam di Ipusnas. Hehehe.
Dan, novel Friend Zone ini merupakan novel pertama yang berhasil aku baca sampai habis di Ipusnas. Prok! Prok! Prok!
Menurutku, novel ini ringan ... banget. Bahasanya juga mudah dipahami. Jadi, aku nggak perlu buka KBBI untuk mencari kata yang nggak kumengerti.
Konflik?
Hh ... entahlah. Karena begitu ringannya, sampai-sampai aku nggak nemuin konflik yang ... wah. B aja. Mainstream.
Alur?
Mudah ditebak.
Lain-lain?
Aku nemuin beberapa kejanggalan dalam novel ini. Yaitu :
- Abel bilang, kan, kalau dia tinggal di kos sebab jaraknya dekat dengan sekolah. Tapi, pada saat ketiga teman David berkunjung ke sana, kok, berasa jauh banget, ya?
- SEPATU. Abel, kan, anak HOLKAY tuh, masa iya sih sepatu saja solnya sudah kayak mulut buaya? Masa iya, nggak punya sepatu cadangan gitu di rumahnya? Helloooo ... anak dari kalangan menengah ke bawah saja nggak sampai segitunya, kok. HOLKAY lho, ya, HOLKAY.
- Waktu Abel lihat hantu di dapur. Dia, kan, masuk kamar gitu, dan teriak-teriak. Lalu, David dan ketiga temannya waktu hantu itu muncul lagi jg teriak2 gitu, kan. Pertanyaanku, ke mana Kak Maya dan entah siapa itu namanya? Masa, sih, nggak dengar teriakkan dari 5 orang?
- Lupa aing.

Dan juga, terlalu banyak kebetulan di sini. Padahal, di awal-awal tidak pernah disinggung sedikit pun. Tentang David yang menyukai Lunetta, dan Steven yang ternyata adalah sahabat lama Lunetta. Terlalu kebetulan gitu.

Ini novel yang dicomot dari negeri orens, kan. Untuk itu, baru baca beberapa bab, aku memutuskan untuk mencari novel ini di wp. Kebetulan, aku penghuni wattpad juga. Dan, setelah nemu, Oh My God! Ya Allah... itu penempatan titik, koma, spasi, kok gitu amat, sih. Kalau orang yang benar-benar paham mengenai EBI dan sejenisnya, pasti baca satu paragraf aja langsung berhenti. Biarpun ceritanya bagus.

Lantas, apa yang spesial dari novel ini?
Menurutku :
1. Bahasanya yang ringan seringan-ringannya. Hanya ada beberapa kata bahasa Inggris saja yang tak kumengerti. Maklum, nggak jago bahasa Inggris.
2. Noh, kalimat "Telah dibaca sekian juta kali di Wattpad" di sampulnya onoh.

Oke, 2 bintang cukup.
0,5 untuk penerbitnya.
0,5 untuk penulisnya yang sudah berhasil menyelesaikan novel ini di usia yang masih terbilang sangat muda, dan bahkan mampu membuat novel ini sampai cetakan yang keenam (tahu dari review-an teman-teman lain).
Dan, 1 bintang untuk editornya. Jika novel ini tidak ada revisi oleh penulisnya, berarti editornya telah bekerja dengan begitu kerasnya untuk memperbaiki typo dan segala macam antek-anteknya. Prok! Prok! Prok!

So, novel ini tidak membuatku merasa BAPER, seperti apa yang dituliskan oleh para readers yang membaca novel ini di wattpad.

Sekian.
Profile Image for Riski Oktavian.
465 reviews
April 21, 2021
Dipikir-pikir udah lama gak baca romance, jadi aku memilih buku ini. Ceritanya bisa dibaca di ipusnas atau di wattpad, tapi di wattpad sendiri udah banyak bab yang dihapus jadi ipusnas bisa jadi opsi terbaik. Tapi agak sebel aja sama ipusnas, yang sekarang suka eror mulu.

Ceritanya emang khasnya wattpad, terutama di romance yang pada awalnya emang cinta bertepuk sebelah tangan. Sebenarnya emang aku gak terlalu suka banget sama romance, sih. Jadi mungkin bisa kembali ke selera masing-masing aja.

Lagi-lagi aku bisa menebak ending tokoh di sini itu bagaimana ya karena emang mostly cerita wattpad gitu semua ceritanya, cuma ada pembeda dari konflik yang dialami aja. Yang mana membuat orang yang mungkin mau baca novel wattpad jadi males karena mereka biasanya juga tau ujung-ujungnya mereka bakal jadi apa.

Bahasanya di sinu ringan banget, khas wattpad. Tapi aku mendapati ada lumayan banyak bahasa yang kesannya masih tercampur-campur di dalam satu kalimat. Dan juga aku menemukan kata-kata yang sebenarnya non-baku tapi dibuat semacam "kata serapan" gitu jadi kesannya baku, yang justru ketika dibaca satu kalimat utuh kadang terdengar aneh sih.

Gaya penulisan nya menurutku gak terlalu masalah, cuma mungkin yang aku keluhkan sih seperti susunan kalimat yang seperti dibolak-balik. Entah sih mungkin itu dibuat seperti itu atau gimana juga gak tau. Dan juga aku sering menemukan dalam satu kalimat, kalau kata guru Bahasa Indonesiaku, itu "pemborosan kata". Kaya mengucapkan dua atau lebih kata dalam satu kalimat padahal itu bisa dibuat ringkas lagi. Itu aja sih saranku.

Tokohnya juga gak banyak banget jadi konflik di sini gak akan yang rumit banget. Tapi tokoh pendampingnya juga cukup main peran di sini. Jujur aku merasakan perkembangan tokoh Abel di dalam sini yang kayaknya di 100 halaman awal tuh hidupnya galau mulu dan bertidak seperti "cewek wattpad" pada umumnya.

Kalau based on story, tanpa memedulikan beberapa unsur yang tadi aku sebutin kurang suka, aku cukup menikmatinya. Ceritanya cukup unik aja menurutku sih. Meskipun ada bagian dramatis dan horor yang kayaknya agak kurang sreg aja gitu.

Atas beberapa pertimbangan aku akhirnya mau kasih rating 3,5 bintang buat buku ini. Bisa coba baca mungkin buat yang cari bacaan ringan. Tapi to be honest emang di awal-awal (100 halaman awal), alurnya masih terkesan aneh dan agak berantakan kalau menurutku.

Oke catatan tambahan: buat para penulis wattpad, cobalah membuat romance yang antimainstream. Karena menurutku cerita semacam cewe suka sama cowo yang cowo nya gak suka balik akhirnya mereka pacaran tuh kayak common banget. Sebenernya konflik bisa saja bikin ceritanya bagus tapi ending yang sama di hampir semua cerita wattpad yang pernah aku baca yang bikin akhirnya aku mikir dua kali buat baca novel wattpad. Mungkin ini salah satu alasan juga kenapa kebanyakan orang-orang agak kurang suka dengan cerita wattpad begini.

Catatan lagi: mungkin lebih ke editor atau penerbit yang menurutku lebih eksplor lagi cerita di wattpad (atau platform menulis lainnya). Jujur aku nemu banyak sebenarnya cerita bagus di wattpad, baik romance atau bahkan sampai fantasi, tapi entah kenapa penerbit Indonesia sepertinya hanya minat menerbitkan novel romance yang menurutku terlalu mainstream ceritanya. Sempat kepikiran apakah editornya tidak tertawa saat merevisi cerita-cerita semacam ini?

Review kali ini agak panjang, kalau kata-kata nya agak tidak mengenakkan mohon dimaafkan. Thank you!
Profile Image for Rini Cipta Rahayu.
28 reviews1 follower
January 15, 2023
#Rinsview Friend Zone by Vanesa Marcella, Bentang Belia 2021 (2-2023) via Ipusnas

Novel ini based on wattpad story @mylullaby_ yang dibaca lebih 7,5 kali di wattpad. Siapa nih yang ngikutin ceritanya dari wattpad hingga diterbitkan?

Bercerita tentang Abel dan David, yang sahabatan dari jaman bocil hingga duduk di bangku SMA sekarang. Mereka selalu ada untuk satu sama lain, dan berjanji untuk bersahabat selamanya. Hingga Abel diam-diam mengingkari janji mereka. Abel naksir David, tapi tidak pernah dia ungkapkan.

"Apa iya, gue harus duluan ungkapin perasaan gue ke lo? Biar lo lebih peka." - Bab Tujuh

Satu lagi novel dengan trope best friend to lovers yang gemes. Saat baca, aku merasa kayak kembali ke masa-masa putih abu. Belajar, seru-seruan sama temen dan juga naksir temen sekolah. Aku yakin, setiap orang pasti pernah punya crush di sekolah. Ada yang terungkap, ada yang dipendam aja. Lucunya, selalu ada salah satu pihak yang nggak peka. Justru orang-orang yang disekitar kita yang ngerti, kitanya denial wkwk. Itu juga nih yang dialami sama Abel dan David. Cowok emang semua nggak peka, apa gimana ya? Hmm.. Geregetan juga sama David.

Ceritanya emang berfokus sama Abel dan David, ada beberapa part dimana mereka flashback kebersamaan mereka di masa lalu.. Ditulis dengan POV 3 versi Abel dan David, dari segi penulisan ngga ada yang membedakan POV keduanya secara spesifik. Alurnya di awal agak lambat, dan konflik besarnya baru muncul menjelang akhir novelnya.

Kehadiran genk-nya David dan Bestie-nya Abel juga bikin cerita ini tambah seru kalo mereka becanda atau dalam kejadian ngeri-ngeri sedep.
Overall, kalo kamu pengin baca teenlit yang kocak, ada ngenes dan gregetnya boleh nih dicoba. Sebagai debut, novel ini udah bagus dan masih ada banyak hal yang bisa diimprove lagi. Oya, bocorannya bakal ada versi republish dengan cerita dan cover baru dg judul Friend Zone in Jakarta 😍

"Terkadang, lo harus sensitif sedikit dengan sekitar lo. Lihat cara pandangnya yang berbeda ke elo. Jangan sia-siain dia." -Bab Empat Belas
Profile Image for Natasha Winchester.
74 reviews2 followers
February 6, 2023
Sebenernya aku baca novel ini versi republishnya, yang judulnya Friend Zone in Jakarta. Oke, aku bakalan ulas dari sisi objektif.

Yang aku suka dari novel ini:
- Kisah cinta ringan (ringan buanget malah) khas anak SMA! Natural banget dan ... emang khas SMA aja. Waktu baca ini aku jadi keingetan zaman-zaman masih puber, waktu makhluk yang namanya cowok masih jadi pusat duniaku. Ngeliat doi naksir cewek lain galau, diperhatiin doi seneng, ya persis Abel gini.
- Di antara gempuran cerita-cerita teenlit dengan tema berat atau angst yang tokohnya penuh dengan siksaan, Friend Zone in Jakarta ini bisa jadi bacaan healing buat kamu.
- Buat kamu yang masih belasan tahun (maksimal banget 16 tahun), aku yakin alurnya masih relate buat kamu. Kalau udah 17++, mending cari bacaan lain.
- Character developmentnya David di sini oke banget.
- SUKA. BANGET. SAMA. KARAKTER. LUNETTA! Gila! Definisi sahabat sejati buat Abel.

Yang aku tidak suka dari novel ini:
- Di awal sangat minim narasi. Percakapan sangat mendominasi dan bikin aku nggak bisa ngebayangin latar tempat dan waktunya.
- Terlalu banyak pergantian POV
- Alur ketebak banget, so sorry😭
- Gengnya David (Finn, Steven, Alex) kayak kembar tiga. Aku gatau ciri-ciri fisik mereka kayak gimana. Karakter mereka dibikin sama, nggak ada keunikan (kecuali Steven yang playboy)
- Karakter Carlos sebagai antagonis kurang dihighlight dan dikembangkan
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
January 4, 2020
Nih novel yang menurutku sih bisa dibilang bagus,dan mudah di pahami,kayak bahasanya ringan banget dah, dan novel ini tuh hampir mirip sama cerita ku wktu di kelas 10 (1 SMA)

Oh ya nih novel mirip banget kaya buku yang isinya tuh curhat, hampir semua yang ada di novel tersebut itu isinya curhat tapi bagus lah
79 reviews
March 11, 2022
Ini adalah novel pertama yang aku baca. It's pretty good, but the plot story was so cliche. Aku masih enjoy bacanya sih. Dan ada juga beberapa part yang buat aku kesel sendiri bacanya, I was about to cry lol
2 reviews
June 25, 2019
bahasanya terlalu ringan. terlalu "cheesy" isinya. kayaknya bacaan ini lebih cocok buat remaja yang lagi ada dimasa friend zone.
47 reviews
July 1, 2020
Mungkin karena ini kisah cinta untuk remaja ya, aku jadi kurang dapet feelnya dan bahasa yang digunakan bukan bahasa puitis, kurang suka aja sih baca novel yang bahasanya terlalu sehari hari gitu
Profile Image for khay.
15 reviews1 follower
September 5, 2022
Ini mencerminkan hubungan di kalangan remaja banget hahahaha
Profile Image for April Cahaya.
Author 2 books11 followers
March 8, 2024
Cerita ringan ala anak sekolahan.. Cukup membuatku balik baca buku lagi setelah sekian lama meski kadang alurnya sangat membosankan.
Profile Image for shau.
13 reviews
December 26, 2022
sooo cliche i dont like that. way too teenager-ish and even i as a teenager dont like it
Profile Image for Jasmina.
50 reviews2 followers
September 29, 2017
Lebih kayak buku curhat.

Alurnya juga muter-muter di itu-itu aja. Kayak buat nambah-nambahin halaman doang. Nggak ada sub-plot, yang mana bisa membuat ceritanya jadi lebih ‘berwarna’.

Kedua tokoh utamanya pun kadang bikin aku jengkel. Mereka tuh kayak memperlihatkan kegelisahan mereka tentang perasaan masing-masing dengan gaya yang... Eum, bisa kalian tebak.

Tapi di sisi lain, buku ini ringan banget. Menurutku, semacam nggak ada plot gitu, hehe. Bisa dibaca kalau lagi males baca buku yang bertema/bahasanya berat.
Profile Image for Michelle Dharmawan.
19 reviews
September 9, 2020
Buku ini menurut saya cukup menarik. Cover nya juga saya suka karna menurut saya covernya cantik.

Saya tertarik untuk membeli Friend ZONE karna teman-teman saya bilang bahwa buku ini menarik.

Saya mempunyai ekspetasi yang cukup besar terhadap buku ini dan saya mendapatkan nya.

Ya, buku ini tidak membuat saya kecewa karna saya juga greget sendiri pas bacanya.

Novel ini lumayan bagus, ringan untuk dibaca. Cocok untuk remaja yang ingin mencoba membaca novel.
Profile Image for sasa!.
4 reviews
November 14, 2025
INI SERU BANGETT! Aku baca sekitar 3 tahun yg lalu. Tapi aku udah baca ulang ini berkali-kali. Gregetnya dapett karna aku ga dapet spoiler sama sekali 😁😁. Bukunya sukses bikin readers nangiss T___T. Bacaan romansa ringan tapi seruu!! 🏃🏻‍♀️
23 reviews2 followers
April 15, 2017
Cerita ini sih konflik nya dikit, cuma tentang friendzone. Pake sudut pandang org pertama jadi kita bisa tahu apa yg dirasain si tokoh, walaupun buku ini isinya banyak banget curhatan. Yang aku kurang suka dari buku ini adalah konfliknya tuh kurang greget dan baru kerasa pas di halaman halaman terakhir. Typonya cukup banyak. Tapi buku ini ngga jelek juga sih. Cocok buat yang ngalamin situasi friendzone yang sama. Bahasanya ringan, konfliknya juga ringan. Dan saya suka quotes tentang cinta yg bertepuk sebelah tangan yg ada di novel ini. 3 bintang buat buku yang lebih mengarah kpd curhatan ini. Lumayan kok!
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.