Jump to ratings and reviews
Rate this book

Curhat Tita

Rate this book
Curhat is abbreviation of curahan hati (bahasa Indonesia)= pouring one's heart out, expressing one's feeling, etc.

This is a fun graphic diary made by an Indonesian woman, a lecturer, a wife, a mother of two kids who wants to share her joy of life.

88 pages, Paperback

First published March 1, 2008

5 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Tita Larasati

15 books59 followers
Tita was born and bred in Jakarta. She moved to Bandung in 1991 to study industrial design at the Technological Institute of Bandung (ITB). At the beginning of 1998, she went to the Netherlands to pursue her postgraduate studies. After having earned her doctoral degree at the Technical University of Delft, at the beginning of 2007, she returned to Indonesia.

During her stay in the Netherlands, her passion for comic books led to her involvement in various comics-related activities, among which the 'Madjoe!' exhibition and workshop at Stripdagen Haarlem (2002) and the Royal Ethnology Museum (Leiden, 2002), the 'Homesick' exhibition at De Schone Kunsten Gallery (Haarlem, 2004) and her participation in the '24 Hour Comics Day' at Lambiek (Amsterdam, 2006). In Indonesia, she participated with her drawings in the 'Fellow Indonesian Comic Artists' exhibition at Erasmus Huis (Jakarta, 2005) and Karta Pustaka (Yogyakarta, 2005), the 'DI:Y' exhibition at Taman Ismail Marzuki (Jakarta, 2007), and the 'Curhat Tita' solo exhibition at SpaCe59 (Bandung, 2007). In 2008 her graphic diaries were published: 'Curhat Tita', 'Transition' and 'Curhat Tita: Back in Bandung'.

Tita currently resides in Bandung with her husband and two children, and works as a lecturer and researcher at the Industrial Design Department of ITB.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (15%)
4 stars
41 (40%)
3 stars
37 (36%)
2 stars
7 (6%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Anne Mariane.
Author 1 book17 followers
April 4, 2008
I love this book, because it is so honest, and spontaneous. If you are a mother you must share the same feelings like her. If you are Indonesian, you must also think like her.

Tita made us a big mirror for all us to ponder as Indonesian citizen :)
Profile Image for Chrysantiani Rahmavita.
22 reviews
June 24, 2018
Isi dari buku ini memang sangat personal dan seharusnya bisa disajikan lebih baik jika memang dipublish untuk dibaca ke semua orang karena saya sendiri agak sulit membaca tulisan tangannya. Namun cerita dan pengalaman Mba Tita yang dituang ke dalam sketsa sangat menarik.
Profile Image for Adiputra Singgih.
Author 9 books11 followers
April 5, 2008
apa yang bisa saya katakan tentang buku Curhat Tita ini?

saya pertama kali membaca jurnal/travel log Tita ini sejak zaman kuliah dahulu, setelah Tita, senior saya itu, kembali ke Indonesia [Bandung] setelah melakukan tugas kerja praktek di Jerman. Dan sejak itu saya tanpa terpaksa menjadi fans jurnal-jurnalnya Tita...

ketika Tita, kembali lagi pergi dan tinggal di luar negeri, dengan adanya kemajuan teknologi [huraaah!], saya kembali terpuaskan kebetuhan membaca jurnalnya Tita, dengan membaca blognya Tita di multiply...

pertanyaan...kenapa saya suka jurnalnya Tita?, karena Tita berhasil dengan uniknya bercerita tentang pengalamannya dia di luar sana, perbedaan perilaku di sana versus di sini, hal-hal kecil yang menarik perhatian dia yang terkadang suka kita anggap suatu hal yang biasa saja [desainer yang baik menurut saya harus banyak melakukan pengamatan], dan lain-lain, yang terangkum dalam jurnal bergambar ala Tita ini...dan seperti yang Motul bilang dalam launching jurnal ini...kita memang seringkali tergoda untuk melihat apa yang dilakukan orang lain...buktinya infotainment marak di tv-tv lokal...

satu hal lagi yang harus diacungkan jempol ke Tita adalah ketekunannya untuk menuliskan jurnalnya secara konstan selama ini, dan percayalah ketekunan menulis jurnal bergambar itu sangat lah sulit untuk beberapa orang, terutama saya...yang terkadang menulis jurnal bergambar secara angin-anginan...salut saya kepadanya...

mengapa tidak bintang 5?
karena beberapa alasan sebenarnya...kurangnya jumlah halaman, Curhat Tita ini hanya 88 halaman, sedang kan jurnalnya sendiri baru dimulai pada halaman ke 17, sehingga hanya tersisa 71 halaman jurnal didalamnya...sangat sedikit sekali rasanya...

cara penglayoutan jurnal, dengan adanya border rada tebal, warna hitam, sehingga space halaman jurnal yang sudah sangat terbatas [A5] menjadi semakin sempit dan berakibat perlu adanya pengecilan skala ukuran dari jurnal aslinya, yang berakibat sulit terbacanya beberapa teks yang ada...

proses pengescannan jurnal yang tidak seragam juga menimbulkan beberapa masalah dalam hasil akhir cetakan buku ini, dan kesulitan saya membaca/menikmati buku ini, sayang rasanya...

begitu pula dengan sampul buku yang kurang tergarap...

tetapi tetap saja saya perlu mengacungkan jempol lagi kepada CV Curhat Anak Bangsa atas keberanian mereka menerbitkan buku ini...bravo

dan untuk Tita...selamat mbake...membanggakan...!
Profile Image for Misdianto.
6 reviews5 followers
February 23, 2010
It's been quite a while I want to buy this book but each time I enter the bookstore I always don't find the book nor forgot to bought it. And finally I found this book along with another series, Back in Bandung.

When I read this book, my memory flying away, flash back in the year of 1999 - 2000, when I am actually stay and living in Netherlands to get my Master Degree. I arrived in quite nice end summer of August 1999 and left back to Indonesia in Oktober 2000.

From page to page, Tita has take a quite unique perspective and make a good comparison in some habit that we do here in Indonesia and there in Holland. i.e. when we shop for a fruit in a market. In Indonesia, especially in Traditional Market, we can easily taste the tester fruit before we actually bought it. In contrary, in Holland we are supposed not to taste the fruit prior to buy it. Nowadays, it easily we can found these prohibition in a lot of Super Market around JABODETABEK - JAkarta, BOgor DEpok TAngerang and BEkasi.

The other thing, the author, Tita, is also with her drawing capture some a bad habit that we should not do in the swimming pool. To be honest, I met some of these kind of person in Holland swimming pool, or it called "ZWEMBAD".

Tita also don't forget to show her opinion about something happened in Indonesia. i.e. she is quite upset when she read that according to a certain of domestic law, a women is prohibited still walking around in the street without her husband or relatives. Therefore they are captured and only released when her husband or relatives give some proof and some under table money.

In general, I like the book, I like on how she draw and captured the daily stuff happened around her and put it into her sketch book.

I can't hardly wait to give some comment for other books from her.

Good Work Tita!
Profile Image for Wikupedia.
65 reviews29 followers
April 5, 2008
perjumpaan pertama saya Tita teradi ketika lawangBuku (perusahan yangsaya kelola bersama teman saya) ikut berpartisipasi dalam sebuah acara komik, waktu itu sebuah majalah komik lokal menampilkan komik pendek Tita.

ceritanya tentang keadaan sehabis gempa di Jogja. di mana seorang bocah menemukan sebuah boneka laki-laki, ia membayangkan pasangan boneka itu, dan akhirnya ia bertemu dengan gadis cilik yang mempunyai pasangan perempuan boneka itu.

yang menarik dari kisah diatas adalah pengambaran Tita tentang sebuah kejadian yang ia tuangkan dalam komik. versi komik ceirta diatas digambarkan dengan tanpa teks, namun suasana yang bisa didapatkan sungguh mengharukan.

itulah kekuatan gambar-gambar dalam komik Tita, ynag terkadang tanpa teks dan tanpa balon. namun gerak badan yang digambarkan sungguh bisa bercerita banyak.

dalam buku ini Tita bercerita dalam 33 kisah yang terangkum dalam kehidupan pribadinya. ketika di Belanda juga Indonesia. buku yang termasuk graphic diary pertama di Indonesia ini selain gambarnya yang sederhana, saya pikir cerita yang terkandung di dalamnya sungguh luar bisa. Tita yang memang seorang dosen di ITB bisa menempatkan dirinya dalam kehidupan sehari-hari dan manangkanya dalam sebuah cerita komik yang sungguh luar biasa.

Profile Image for Sam.
184 reviews17 followers
June 26, 2009
keeerrreeennn abiiss,
gambar2nya mang graphic banget tp mudah dimengerti... sangat simple yet inspiring day to day activity, gambar ttg kehidupan jd kehidupan dipenuhi gambaran..

g suka bgt bagian,
upsetting thought mpe numero berapa gtu... bagaimana tita BT ma berita2 yang ia dengar soal policy di indonesia...

waktu anaknya tanya kenapa dia dipanggil bule, trus berusaha 'gelapin' kulit :D sama pas nyebut Tita kyk kodok yg muncul di commercial TV...

berantakan gtu tetap detil yaaa.. kyk da salah pemasangan bentuk sepeda tandem

AKU SUKA TITA!!! :)

hehe,
way to go TITA n esduren-nya..
Profile Image for Roos.
391 reviews
July 18, 2008
Beli buku ini...keduluan dibaca Dian...mana makan bareng di KFC dia bacanya sambil ngakak-ngakak lagi...begitu dia selesai langsung deh...kubaca.

Ternyata memang lucu juga, mungkin baru kali ini nemu diari yang bergambar...Yang Lucu Dhanu, Lindri ma Mamanya: Mbak Tita kali yah...

Nice job Mbak, salut aku. Meski hitam putih tapi cukup entertaining...lucu dan menghibur...apalagi bagian hamil dan dentist,bacanya cepet lagi...cukup 45 menit sajah...hehehehe.
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
December 17, 2015
It's exactly doodles being scanned and bundled into a book. Not that it's bad, but it could've been better. Both the drawing and the hand-writing are so messy that sometimes it took me longer to understand the words.

Good thing is, it's so honest, serious and funny at the same time. I like Ms Larasati's idea, if only the book was made to be more professional so that the readers could enjoy it more.

Inbetween two and three stars.
Profile Image for John Weeks.
21 reviews3 followers
April 4, 2013
An fun slice of life book by an accomplished diarist and comic artist / graphic designer. Graphic diary, graphic novel, Komik? Whatever we call it, it's fun and accessible for a wide audience. More, please!
Profile Image for Nilam Suri.
Author 2 books141 followers
May 6, 2008
lucu, rasanya kayak ngintip buku coret2an temen lo,hehehehe...
Profile Image for Dian.
64 reviews8 followers
July 15, 2008
lucu,lucu...
Baca di KFC Mahakam sambil ketawa-ketiwi
(Tapi tulisannya kadang ga bisa dibaca, tulisannya yang jelek or kacamata gw yang musti diganti ya.....? *bingung mode on*)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.