Hidup ini memang sebuah pilihan. Memilih atau tidak memilih sama-sama mengandung risiko. Oleh karena itu, Suci mencoba menjalaninya dengan sebuah harapan ketika memutuskan untuk menjadi seorang penyanyi di Oriental Restaurant, demi melunasi biaya sewa rumah mungil yang ditempati bersama ibu dan adiknya, Murni.
Akan tetapi, seringkali dalam hidup ini harapan dan keinginan tak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Suci mulai menyadari sisi kemuslimahannya ketika tanpa sengaja mendengar pengajian yang diadakan Murni dan teman-temannya, yang membicarakan ajaran Islam tentang nilai kesucian seorang wanita. Dia pun mulai mempertanyakan pekerjaan dan hubungannya dengan Pierre, teman sekolahnya.
Meskipun batinnya menolak, tetapi Suci tak kuasa untuk meninggalkan pekerjaannya itu. Bahkan ketika Nita, salah seorang sahabatnya mengalami peristiwa tragis pun. Suci masih mencoba untuk bertahan. Dia merasa tak punya pilihan lain....
Apakah kemudian Suci berhasil "menyucikan" dirinya? Dan saat Pierre menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar sebuah persahabatan, apakah dia harus menolak? Sementara selama ini, dia telanjur menaruh harapan lebih kepada Pierre....