Jump to ratings and reviews
Rate this book

Layang-Layang Biru

Rate this book
Malam itu aku memimpikan Edward. kami bertemu di pantai. Dia mengenakan kaus putih dan celana bermuda kotak-kotak. Kepalanya dibungku bandana merah kesayangannya. Layang-layang biru ada di tangannya. Kemudian dia menggerakkan tangannya, berbicara dalam bahasa isyarat. Mengacungkan kelingking. Tangan menyilang di dada. Kemudian ditiupkan sebuah ciuman padaku. Apa artinya?

Empat belas tahun yang lalu Elizabeth meninggalkan Indonesia dengan hati hancur. Dia harus melepas tunangannya ke tangan adiknya, yang hamil oleh lelaki itu. Kini Adriana di ambang maut. Elizabeth gundah, karena hatinya pecah antara dendam dan kasihan. Jika dia pulang dan menjenguk adiknya, dia teringat lagi pada pengkhianatan mereka. Tapi kalau tidak pulang, mungkin ini kesempatannya yang terakhir untuk menatap adiknya.

Di tengah kebimbangannya Elizabeth berkenalan dengan Edward, pemuda yang usianya hampir separo usianya. Justru anak muda itulah yang memberinya pelajaran tentang hidup, tentang cinta. Anak muda yang sok dewasa dan menganggap Elizabeth seperti kekasihnya. Anak muda yang ingin menciumnya walaupun Elizabeth pantas jadi ibunya....

220 pages, Paperback

First published December 1, 2006

1 person is currently reading
19 people want to read

About the author

Meiliana K. Tansri

7 books7 followers
Meiliana Kristanti Tansri lahir di Jambi, 14 Mei 1974. Beberapa karyanya telah memenangkan Sayembara Cerber Femina : Perahu Kertas (Juara I, 1997), Bunga Jambu (Juara II,1999), Kupu-Kupu (Juara II,2000), dan Belajar Terbang (Juara I, 2001)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (17%)
4 stars
7 (24%)
3 stars
10 (34%)
2 stars
7 (24%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Christina Winata.
12 reviews16 followers
June 4, 2009
Pertama kali lihat buku ini di library, ada perasaan kalau buku ini cukup ringan namun bermakna. Entah karena covernya yg ga neko2, atau karena jarang banget nemuin buku yg nama pengarangnya dicetak dengan lengkap dengan initial nama tengah nya.

Dan kalo ga dibikin reviewnya sekarang,pasti lewat deh..sedangkan novel yg satu ini patut banget diacungkan jempol, termasuk jempol kaki!

Dan ternyata buku ini tidak mengecewakan!
Dimulai dengan ceritanya yg tidak pasaran,dewasa (ga melulu soal belanja, shopping, cinta sebelah tangan: bukan berarti saya antipati lho) namun sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Elizabeth Atdmaja (bahkan aku punya temen yg nama nya persis sama!) seorang perempuan yg sukses dalam karirnya, semata2 karena pelariannya terhadap permasalahan hidupnya.
Novel ini dengan indahnya menuturkan bagaimana pengampunan dan penerimaan diri membuat kita menjalani hidup dengan lebih bermakna. Cinta, pengkhianatan, menerima, mengampuni dan berjuang hidup, mewarnai novel ini.

Alurnya pun bagus, walaupun tidak membahas secara detail karakteristik semua lakonnya, tetapi pemilihan kalimat, tutur kata yg simple dan membuat mata kita bersapu dari kiri ke kanan dengan kecepatan yg pas, tidak tergesa-gesa, dan tidak terantuk2, membuat cerita nya menjadi jelas dan bermakna.

Salah satu hal yang saya sukai dari membaca adalah ketika tokoh2 dan tempat serta adegan dari cerita bermunculan di belakang buku yg saya baca. Seakan-akan menonton layar tancap, saya punya bayangan sendiri seperti apa tokohnya, apa baju yg mereka pakai, indahnya pantai mereka berada, sampai nikmatnya kopi yang mereka minum.

Saya temukan semua itu di novel ini.

Jarang banget saya menemukan novel dengan 200 halaman, yang membuat saya menitikkan air mata pada akhirnya. Serta membayangkan bagaimana sang tokoh utama, Elizabeth, berjalan dengan kehidupannya setelah cerita usai.

Salut banget buat Meiliana, saya sangat bangga ada penulis cerita metropop yang bisa membuat cerita seindah ini.



Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
May 5, 2015
read more: http://www.kubikelromance.com/2012/05...

Pernah baca Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat karya Mira W? Cerita di buku ini mirip sama cerita tersebut :))

Bagian yang paling saya suka adalah ketika Edward menceritakan tiga harapannya kepada Elsa.
"Pertama, obat kanker akan ditemukan. Kedua cinta, kesetiaan, dan persahabatan akan hidup berdampingan selamanya. Ketiga, Mickey Mouse tidak akan dilupakan."
"Tetapi mengapa...Mickey Mouse?"
"Karena dia memiliki kegembiraan yang tidak pernah padam. Pribadi yang mungil dan sederhana, namun memiliki hati seluas bentangan langit. rendah hati menerima semua kebahagiaan, tetapi juga lapang dada meghadapi semua kesulitan. Dunia selalu memerlukan teladan seperti dia. karena itu kita tidak boleh melupakannya."

Quote favorit saya adalah:
"Emosi adalah salah satu aset pribadi manusia yang paling berharga. Bersyukurlah kau masih merasakan pasang surut emosi, karena itu berarti kau kau masih manusia dan kau masih hidup."
dan
"Dengan satu atau lain cara, dalam suatu atau lain waktu, semua harapan akan menjadi kenyataan."
Ceritanya indah, kalau gaya bahasa dan ceritanya sih mirip-mirip tulisan Mira W, yang biasa baca pasti ngerti :).Suka dengan karakter Elsa dan Edward, mereka sama-sama rapuh tapi juga bisa kuat menghadapi konflik yang mereka alami. Mereka menjadi penyemangat satu sama lain. Sayangnya, saya berharap jalinan kasih mereka lebih tergambarkan, namun cerita lebih banyak menitik beratkan pada konflik keluarga Elsa, padahal kekuatan sinopsisnya ada pada hubungan Elsa dan Edward. Baca untuk yang kedua kalinya, awalnya sempet lupa tapi kok perasaan udah baca, hehe kebiasaan kalo nggak direview lupa sama ceritanya. Satu-satunya buku Meiliana yang pernah saya baca, kalau melhat karya lainnya, sepertinya kebanyakan cerita bertema kehilangan.

3 sayap untuk Layang-layang Biru.
Profile Image for Chi.
73 reviews3 followers
January 11, 2013
Buku ini ku dapat membeli dari teman alias 2nd hand. Tanpa membaca sinopsisnya, aku random membeli. Ternyata, aku tidak kecewa. Ini juga pertama kalinya aku membaca karya Meilana K. Tansri, meskipun di akhrir buku aku menemukan judul lain dari karya beliau. Layang-layang biru menari di pantai, warnanya serupa langit, jika kau perhatikan kau akan sepeti mengendalikan langit dengan seutas benang.
Buku ini berkisah tentang Elsa, lulusan Harvard yang "melarikan diri" bekerja di Wall street. Ia meninggalkan Indonesia karena kecewa pada setiawan, tunangannya yang menghamili adik cantriknya Adriana. Waktu 14 tahun tak mampu juga mengobati lukanya, namun saat sang adik tergolek lemah karena kanker rahim (yang mungkin saja itu karma), Elsa terpaksa pulang ke Indonesia. Dalam pencarian ketenangan disebuah pantai, ia bertemu Edward pemuda 19 Tahun yang menawarkan cinta padanya. Pemuda dengan rasa percaya dirinya, si kurus itu ia bertarung melawan leukemia.Cinta ini lah yang mengajarkan Elsa untuk memaafkan.
Membaca kisah ini membuka mata kita, tentang kedamaiaan itu hanya akan kita dapatkan, kalau kita mau berdamai dengan masa lalu. Memaafkan.
3 dari 5 bintang buat buku ini, yang ku selesaikan menjelang tengah malam.
Profile Image for Ambar.
99 reviews19 followers
July 19, 2010
perjuangan elsa untuk melupakan masa lalu dengan melarikan diri ke wall street, namun pelarian bukanlah jawaban atas semua masalah, namun akan menambah masalah baru. dan ketika Elsa kembali, dia harus menyelesaikan masalahnya dan Edward membantunya dalam penyelesaian masalah tersebut.
Profile Image for Clarissa Candrian.
62 reviews
April 24, 2013
A little awkward. But this probably was the most matured novel I've ever read. Matured novels don't always contain sex scenes or what. But the problems and all. Not recommended for teenagers because the problems are not so familiar.
7 reviews1 follower
December 13, 2010
pertama kali baca sinopsisnya
dah kepikiran ni cerita lain daripada yg lain..
meski akhirnya ga happy ending
tapi tokoh utamanya berhasil berdamai dengan dirinya sendiri serta masalalunya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.