Ketemu sahabat lama? Siapa yang nggak seneng? Itu juga yang terjadi pada Val, saat ketemu Kirana, sahabatnya waktu kecil. Val kebetulan pindah ke SMA tempat Kirana bersekolah.
Tapi lalu Val sadar, ternyata Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu. Kirana seolah berubah menjadi orang asing di mata Val. Sang rembulan kini telah menjadi matahari. Itu sedikit mengecewakan Val yang diam-diam suka pada Kirana.
Sementara itu, Val malah mendapat perhatian lebih dari Dhini, teman sekelasnya. Anehnya, Kirana sepertinya sangat membenci Dhini. Kayaknya ada rahasia besar di masa lalu mereka berdua. Rahasia yang nggak diketahui orang lain, termasuk Val. Val jadi bingung. Apakah dia harus memilih salah satu di antara keduanya? Siapa? Kirana yang disukainya sejak kecil, atau Dhini yang perlahan-lahan mulai menjadi bagian hidupnya? Atau ada orang lain yang juga mengisi relung hatinya?
Namaku unik, terdiri atas: Luna, dan Torashyngu. Tentunya itu bukan nama asliku. nama asliku adalah (hee..hee..hee.. masih rahasia. tebak sendiri yaa...) Dalam bahasa Spanyol, Luna berarti "bulan". Sedang Torashyngu,walau kayak nama Jepang, aq produk lokal loh. Aq pilih nama Torashyngu gw doyan banget segala hal berbau Jepang, dari mulai masakan Jepang, musik, hingga dorama. Penyanyi favoritku Ayumi Hamasaki, BoA, dan sedikit Laruku. Sedang film Jepang kesukaanku : YOMIGAERI (bagi penggemar J-movie wajib nonton nih film. Ceritanya bagus banget! Touching dan romantis!), sedang dorama banyak yang aq suka, tapi paling terkesan waktu nonton LOVE GENERATION-nya Takuya Kimura dan Takako Matsu. Ceritanya berupa cerita cinta sederhana, tapi bagus banget. Beberapa ceritaku bahkan terinspirasi dari J-Movie dan dorama yang pernah aq tonton, walau aq gak bakal jiplak abis-abisan, gak kayak sinetron kita yang doyan banget ngejiplak punya orang (Udah gitu gak mau ngaku lagi...)
Judul : Dua Rembulan Pengarang : Luna Torashyngu Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Halaman : 304
Bertemu dengan sahabat lama adalah suatu hal yang sangat menyenangkan. Itulah yang di rasakan oleh Val –tokoh utama novel ini-. Dia bertemu dengan Kirana , sahabatnya waktu kecil. Namun kini Kirana berubah 180 derajat. Val pun belum bisa memaklumi hal tersebut.
Tanpa disadari ternyata Val bersekolah di SMA yang sama dengan Kirana. Val merasa sangat bahagia. Namun, sikap Kirana yang mengacuhkan Val membuat Val merasa tidak dianggap sebagai teman lama. Mungkin benar Val dulu sangat mencintai Kirana. Namun, sekarang diia harus berusaha menelan bulat – bulat kekecwaanyya itu karena perubahan sikap Kirana.
Cerita ini akan terasa sangat datar bila tidak ada pihak ketiga yang muncul. Luna sangat teliti, dia memasukkan tokoh Dini -teman kelas Val yang menaruh perhatian lebih pada Val-. Ternyata sikap dan perhatian Dhini pada Val membuat Kirana sangat membenci Dhini.
Novel-novel Luna Torashyngu sebelumnya selalu menawarkan tema biasa tetapi menjadi luar biasa karena tangan Luna sangat handal dalam menulis novel – novel best seller. Para pembaca pasti dibawa kedalam cerita yang sangat mengena dalam kehidupan remaja sehari-hari. Tentu saja bukan Luna bila verita yang dibaca pembaca datar – datar saja
Jalan cerita dalam Dua Rembulan penuh dengan kejutan yang bermakna. Luna mampu memberikan ending cerita yang benar-benar tak terpikirkan sebelumnya. (Meski membaca seperempat halaman pertama saya mencoba menebak endingnya dan saya benar!) Sebenarnya saya ingin sekali menuliskan ending novel ini di dalam resensi ini. Tapi, tentu saja saya tak ingin mengecawakan rasa penasaran anda untuk membaca novel bagus ini!
Saya yakin seratus persen, para pembaca tidak akan merasa bosan membaca novel tersebut. Sekali lagi saya tekankan, Luna mampu mengangkat tema yang biasa menjadi tema yang luar biasa hanya dengan kreatifnya!
Semoga novel ini dapat mengikuti kesuksesan novel-novel Luna yang sebelumnya yang selalu menjadi best seller. Bacalah bukunya! Dan Nikmati Ceritanya! Selamat Membaca!
Buku Luna terlama yang terakhir aku baca adalah dua rembulan. karena luna yang nulis, gak tau kenapa bawaan awalnya tuh jadi bagus duluan. sampai akhir, bacanya masih tetep asyik karena emang bukunya lumayan :)
❓️ Val bertemu dengan sahabat lamanya ketika masih kecil. Dia mengira Kirana masih seperti yang dahulu, namun ternyata kini ia agak terlibat dengan pergaulan bebas. Sementara itu, Luna, adik Kirana yang dahulu sering dijahilinya, sekarang berubah menjadi cewek yang berhobi sama dengannya. Di sisi lain datanglah teman sekelas Val yang pintar nan cantik yang mendadak menaruh perhatian padanya.
Karena sedang ke luar kota, jadi aku bacanya lewat Ipusnas. Biasanya, kalau pas baca novel remaja, aku yang sudah bukan target pembacanya ini bakal cepat menyerah. Berhubung kali ini aku baca lewat e-book, ceritanya jadi terasa lebih ringan, kayak langsung scroll saja begitu.
Salah satu hal yang menarik perhatianku untuk tetap baca buku ini adalah pendekatan si Penulis terhadap tokoh bertipe cheerleader yang biasanya jadi villain di novel-novelnya yang lain. Di sini pembaca lebih bisa bersimpati pada Kirana, setidaknya sampai di halaman yang aku baca. Dia terkesan cukup menyenangkan. Ada misteri soal latar belakang yang membuatnya menyukai dan ingin jadi matahari dibandingkan dengan bulan.
Selain itu, aku cukup kaget bahwa tumben-tumbennya si Penulis mengikuti cerita dari tokoh utama laki-laki. Pertama-tama, aku agak kegocek karena namanya Val. Hehehe. Kukira dia cewek. Yang judulnya Victory kayaknya juga dari kegiatan sehari-hari si Cowok, ya?
Sayang sekali, si Penulis sering sekali memasukkan tokoh-tokoh bertipe sama. Di satu novel, yang jadi musuh biasanya cewek centil, yang akhirnya jadian biasanya yang penyuka otomotif, dan ada juga tipe cewek pintar. Aku belum baca sampai akhir, tetapi sepertinya si Penulis suka sekali dengan tokoh cewek berambut pendek dan tomboi, jadi kayaknya dia yang bakal pacaran dengan Val. Oh, aku cukup suka bisa ingat dan mengenali nama Oyien.
Aku lumayan tertarik dengan tema harem (cowok diperebutkan banyak cewek) di sini walaupun biasanya aku sangat membencinya. Pertama-tama, reaksiku adalah... weh, dramanya bakalan seberisik apa tuh? Namun sayang, aku merasa kepribadian tokoh-tokoh di sini kayak kurang karismatik sehingga mereka kurang spesial di hatiku.
Untuk saat ini, kayaknya aku memang sudah enggak cocok dengan novel romance si Penulis. Tetapi, semoga aku masih suka dengan novel sci-fi beliau karena ialah salah satu orang yang dulu berhasil membuatku pas remaja jadi suka cerita tentang ilmu biologi dan agen rahasia.
Sebelumnya, aku baca buku kak Luna yang lain, dan aku suka. Kebetulan, aku ketemu buku ini di iPusnas. Dan ya, aku baca. Ceritanya agak lambat, aku juga kurang 'menikmati' ceritanya. Tapi, karakter Dhini dan Kirana bikin aku kasih bintang 3 buat novel ini.
keknya pertama kali gue baca novel yang ada unsur plot twistnya tuh baca novel ini deh. mind blowing parah guys.... kek.... amazing aja. dan dari novel ini gue tau kalo gunung slamet adalah gunung yang paling angker di pulau jawa (atau di indonesia?).
Cinta kadang muncul begitu saja. Kita nggak tahu dengan siapa, kapan, dan di mana akan jatuh cinta. Cinta itu sesuatu yang misterius. Lebih misterius dari Segitiga Bermuda atau puncak Gunung Himalaya. Kita nggak akan bisa menduganya..
Ketemu sahabat semasa kecil, tentu jadi hal yang menyenangkan untuk Val dan Kirana. Mereka ketemu lagi secara gak sengaja di SMA. Tapi seiring berjalannya waktu, Val dan Kira bukan lagi orang yang sama seperti dulu saat masih kecil. Val juga senang bertemu dengan adik Kira -Luna- yang juga sudah berbeda dari yang ia kenal dulu.
Kira yang sekarang bukan lagi Kira yang Val sukai sejak kecil. Sementara di sisi lain, Val juga mulai dekat dengan teman sekelasnya, Dhini.
Sebenarnya pada akhirnya Val suka sama siapa ?
Buku ini menceritakan tentang kehidupan Kirana, Val, Dhini dan Luna sebagai karakter-karakter utama.
Cover yang aku punya, cover lama. Tapi sepertinya sekarang sudah ada cover barunya yang dicetak kembali oleh Gramedia.
Alasan pertama membeli buku ini adalah karena memang saya menyukai buku-buku Luna Torashyngu. Alasan menyukai buku ini adalah karena di dalam buku ini menceritakan tentang gunung-gunung gitu, dimana naik gunung merupakan hobi Val dan Luna.
Tidak ada typo sama sekali di buku ini, mulus aja. Menggunakan POV 3. Di halaman terakhir buku ini ada diselipkan 1 halaman khusus menjelaskan secara singkat tentang Gunung Slamet yang menjadi salah satu setting tempat di buku ini.
Entah kenapa suka sekali sama gunung itu. Dan kagum sama para pendaki. Bisa liat secara langsung dan ada di sana ngerasain nuansa mistis nya gunung.
Luna dalam bukunya DUA REMBULAN ini melukiskan bagaimana “kisah-kasih” dalam kehidupan remaja yang hampir semua pernah mengalaminya. Ketemu sahabat lama? Siapa yang nggak seneng? Itu juga yang terjadi pada Val, saat ketemu Kirana, sahabatnya waktu kecil. Val kebetulan pindah ke SMA tempat Kirana bersekolah. Tapi lalu Val sadar, ternyata Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu. Kirana seolah berubah menjadi orang asing di mata Val. Sang rembulan kini telah menjadi matahari. Itu sedikit mengecewakan Val yang diam-diam suka pada Kirana. Sementara itu, Val malah mendapat perhatian lebih dari Dhini, teman sekelasnya. Anehnya, Kirana sepertinya sangat membenci Dhini. Kayaknya ada rahasia besar di masa lalu mereka berdua. Rahasia yang nggak diketahui orang lain, termasuk Val. Val jadi bingung. Apakah dia harus memilih salah satu di antara keduanya? Siapa? Kirana yang disukainya sejak kecil, atau Dhini yang perlahan-lahan mulai menjadi bagian hidupnya? Atau ada orang lain yang juga mengisi relung hatinya? Let’s READ :)
Pertama kali baca buku teenlit itu, ya ini, bukunya Mbak Luna. Dan Val bersama Kirana ngebikin gue makin jatuh cinta sama mereka.
Ketemu sahabat kecil? siapa yang tidak senang? hal itu jugalah yang dirasakan Val ketika bertemu dengan Kirana, sahabatnya sewaktu kecil.
Cerita ini benar-benar negbikin gue ngerasa deep banget masuk ke dalam cerita mereka. Gue sampe nggak lupain mereka. Padahal gue baca Dua Rembulan itu that was around 2012. Dan sampai sekarang cerita Val dan Kirana masih ngelotok diingatan gue. KOnfliknya yang seru dengan penyelesaiannya yang ringan yang ngebikin gue seneng dan ngga perlu mikir keras. Thanks Mbak Luna udah bikin karakter Kirana yang begitu kuat buat menghadapi apa yang lagi di hadapi. Dan buat Val, welcome to Kirana life. Hehehe
Hem, sebetulnya saya kayaknya lambat baru baca novel ini sekarang. Tapi gak papa. Namanya juga usaha. Oke, di sini saya gk menyangka kalau Val nanti jadian sama Luna. Sebenernya, udah nebak tapi waktu udah di tengah-tengah. Kalau dari awal masih muter antara Dhini sama Kirana. Gak nyangka juga sih. Novel Luna Torashyngu yang cinta-cintaan kayak gini kok rata-rata sama ya? ada roh orang meninggal yang dateng lagi ke kehidupan nyata--inget Rivi di Angel's Heart. Tetep suka kok sama ceritanya. Kerenlah Kak Luna kalau buat. Gak kecewa samasekali.
Luna selalu jd penulis teenlit fav aku tp aku agak kecewa sm novel yg satu ini. Aku ngerasa capek baca novel ini,ngerasa kayak "cepetaaan halaman terakhir lama amat sih elah cepetan wooi". Chemistry antara val dan lunanya ga berasa. Dan kenapa karakter cowonya harus pake nama 'val'? Kayak nama cewe ini novel luna yg ke brp sih? Aku baru sempet baca skrg karena dulu setiap beli novel teenlit isinya selalu zonk makanya baru tau penulis penulis teenlit yg bagus skrg lewat goodreads. Tp luna torashyngu bakal tetep jd salah satu penulis teenlit fav aku,terus berkarya! Hehe
Ini karya Luna Torashyngu pertama yang aku baca, nggak tau kenapa agak kurang suka dengan gaya penceritaan yang digunakan Luna dibuku ini.. Ceritanya dari awal agak terasa datar.. Sedikit menarik ditengah, tapi aku merasa nggak ada yang terlalu spesial dari buku ini, ceritanya standar.. Yaa kaya teenlit2 Indonesia pada umumnya.. Padahal aku berharap sedikit lebih dari buku ini.. Lain waktu mungkin bakal bc karya lainnya dari Penulis.. Biar bs nilai lebih objektive.. :)
Pembukaan terkesan datar, dan menarik di pertengahan buku. Sayangnya menjelang akhir cerita, gw kurang puas karena conclucion yang agak bias gender. Pengetahuan penulis soal panjat-panjatan oke bagi gw yg awam menyangkut naik gunung. Hanya saja penampakan hantu di gunung Semeru itu malah merusak kesan cerita karena gw tidak diperingatkan bahwa ada unsur mistis dalam buku ini (and I kinda hate it).
bintang 4 untuk novel yang bikin saya baca sampe berkali-kali. jujur sih, awalnya nemuin novel ini karena teman, tapi lama2 tertarik sama isi ceritanya. apalagi waktu mereka daki gunung, duh kok kayaknya ada kejadian misterius (hantu-hantuan) gitu yah? yang sampe sekarang gak terjawab. tapi it's okay lah, bintang 4 sdh cukup mewakili nyaris kesempurnaan novel teenlit ini. kalo ada bintang tujuh, saya kasih deh, sayangnya itu hanya untuk orang pusing saja ;D
awalnya lumayan, bisa ngikutin, nggak ngebosenin, kayak kehidupan remaja biasa.. eh nggak taunya ada kejutan. bagus sih, ada effect surprisenya disitu tapi kesannya maksain, soalnya sebelum itu saya dan temen saya (sepakat) dua tokoh tersebut tidak ada chemistry-nya (nggak keliatan) walaupun unpredictable tapi kurang memuaskan :(
Pertama kali baca buku ini waktu masih SMA dulu, dan langsung jatuh cinta. Alasannya? Karena teenlit ini beda, si penulis mengambil sudut pandang dari tokoh utama yang cowok, Val. Satu hal yang jarang banget ada. Menurutku hal itulah yang membuat novel ini istimewa, terlepas dari jalan cerita dan ending yang biasa aja dan gak terlalu greget.
Ketemu buku ini di perpus:D Wow, it's amazing yeah? Sekolahku yg dikenal cuek dan ga update perpusnya rupanya ada teenlit. Ya, emang cuma 2 sih teenlit yg ada*curhat*
Review? Good. Kurang suka sih. Mungkin gara2 tokoh cowok namanya Val yg seperti cewekk (apalagi mirip seperti di Omen Lexie Xu) :p hehe.. Itu doang deh baru baca 1/4.. Peace bro.
Ceritanya lumayan, walaupun udah ketebak pada siapa Val menaruh hati. Kejutannya gak terlalu banyak. Cuman jadi nambah pengetahuan tentang aktivitas pemanjat gunung dan baru ngeh kalau salah satu cara untuk menetralisir anemia dengan cara mengambil posisi menggelantung.
Sejak awal baca aku sudah tahu bagaimana akhir dari cerita ini.
Gaya penulisannya aku suka, juga tambahan ilmu soal climbing juga bagus--meski porsinya masih bisa dibilang dikit, tapi secara cerita dan bumbu-bumbu yang dimasukkan aku kira masih kurang... wah! kurang dapat gitu feelnya lah :)
Ceritanya campur aduk, ada suka dan sedih juga. Tapi sayang, kurang suka sama ceritanya, mungkin karna dari awal udah ketebak kali yah, jadi rada2 bosan gitu saat bacanya soalnya gada kejutan :p So sorry, tapi aku juga suka sama karyanya Luna kok :D
Ceritanya bagus, aku suka sekali dengan karakter Val dan Kirana, paling menegangkan ketika Val nyari Luna yang hilang di Gunung Slamet,aku gak nyangka ternyata Val suka sama Luna. Pokoknya buku ini isinya surprise lahh ....
This entire review has been hidden because of spoilers.
always give five star for his books.. selalu keren dah, meski selalu telat baca bukunya hiks hiks dan yg ini mesti rela baca sudah dalam bentuk cetak ulang