Apakah kalian pernah merasa tidak percaya diri? Saking tidak percaya dirinya, sampai kalian tidak berani menatap mata orang lain karena takut dengan pendapat mereka mengenai kamu? Apa kalian pernah merasa tidak puas dengan diri kalian sehingga kalian selalu menganggap diri kalian rendah dan tidak berguna? Jika iya, kita berada di posisi yang sama.
Aku benar-benar insecure dengan diriku sendiri. Entah wajahku, rambutku, body-ku, dan lain-lain. Yang jelas, aku benci hidupku. Tapi semenjak aku bertemu dengan laki-laki itu, hidupku berubah seratus delapan puluh derajat. Ia berhasil membuat duniaku lebih berwarna dan menarik. Tapi, ada satu pertanyaan yang selalu mengganggu pikiranku. Am I good enough for him?
Dari awal saat mengetahui bahwa cerita ini ada 2 buku, aku tahu aku bakal dibikin geram gereget sebel marah sama buku pertamanya. Karena memang biasanya begitu, kalau di novel keduanya mau dibikin happy ending, novel pertama biasanya bikin emosi setengah mati. Dan hal tersebut berlaku untuk novel ini. Untung aja aku baca waktu udah lengkap ya bukunya hehehehe.
Novel ini menurutku pribadi rapih banget, dan enak diikuti. Aku bisa menikmati adegan per adegan yang disajikan oleh novel ini di momen sweetnya.. tapi! aku nggak tahan sama Bianca, si tokoh utama ceweknya. Aku gereget banget sama self talk negatif dia tentang dirinya sendiri. Bianca nih tipikal cewek insecure yang udah di tahap nggak sadar sedang merendahkan dirinya sendiri. Itu adalah hal yang sebenarnya sih di real life banyak yang ngelakuin, jadi kalau aku mau marah sama tokoh Bianca aku selalu berasa tertampar karena pernah ada di posisi dia. Dan setelah di usiaku sekarang, melihat Bianca mungkin kayak aku melihat diriku di masa lalu, dan kalau dilihat dari perspektif diriku yang sekarang, wow itu nyebelin banget sih. Berarti dulu aku semenyebalkan itu dan sejahat itu ya sama diriku sendiri? Anjirrrlah ternyata aku dulu sering merendahkan diriku sendiri hahahahha
Jadi yah, ada intropeksi2nyalah yang bikin aku nahan diri nggak jadi2 nyalahin Bianca.
Masalahnya nih, disini Bianca disayang sama El yang merupakan cowok ideal dan sempurna di mata Bianca. Bagi Bianca cowok sesempurna El nggak layak buat dia. Sedangkan El melihat Bianca dari kacamata yang sangat berkebalikan dengan gadis itu. Aku memahami sudut pandang Bianca sih, karena ini sering terjadi di kehidupan kita itulah kenapa wajar kalau kemudian penyesalan yang Bianca rasakan secara nggak sadar adalah ulahnya sendiri. Ini El dateng sendiri bukan karena dicegilin ya. Artinya El sebenarnya punya ketertarikan tersendiri sama Bianca, sama keunikan gadis itu yang sayangnya nggak mau diakui sama Bianca sendiri. Bahkan El ini udah greenflag banget. Dia tipikal yang 'jatuh cinta nggak butuh alasan', dan tipe yang cuma ke satu orang aja. Dia nggak ada nengok kesana kemari. Tapi yah mungkin Bianca sekaligus jadi kelemahan El sih, ketika dia punya privilage sama semua hal di hidupnya yang bisa diperoleh dengan lebih mudah bahkan tampak 'sempurna' daripada kebanyakan orang, dia malah jatuh cintanya sama gadis yang bahkan nggak bisa melihat positif dirinya sendiri.
Dari novel ini aku semakin yakin bahwa validasi orang lain nggak akan pernah cukup untuk kita kecuali kita yang berani memvalidasi diri kita sendiri. Kata-kata positif orang lain nggak bakal berpengaruh sama kita selama kita masih memberikan kata-kata negatif ke diri sendiri. Itu tergambarkan secara jelas sih di novel ini.
Aku kasih bintang 3.9 karena novel ini tuh bagus guys. Cuma aku nggak tahan sama Bianca, itu satu hal yang bikin poinnya berkurang, kedua karena emang pada dasarnya cerita ini bukan seleraku aja sih hehehe.
seharusnya aku baca buku ini terlebih dahulu sebelum membaca the chance biar dapat emosinya😂. bianca jangan insecure” mulu ah kamu tuh cantik tau pede ajaaa kan kamu juga punya kembaran ganteng pastilah kamu cantik😙👍🏽
Mungkin aku terlalu naruh ekspektasi banyak setelah baca sinopsisnya. Aku kira ini tentang bagaimana seorang perempuan berjuang melawan insecurity di tengah badai yang hebat. Ternyata hidupnya masih ada keberuntungan. Mungkin novel ini sasarannya lebih cocok untuk remaja yang coming of age karena terbilang ringan
Sama seperti judulnya, tokohnya menampakkan aura insecure yang kental. Hmm agak kesel sama pemeran utamanya yang gak bisa percaya dengan diri sendiri dan endingnya agak tidak sesuai ekspektasi