Natasha tanpa Gabriel. Seperti ikan yang kehilangan air. Seperti bumi yang kebilangan sinar matahari. Seperti manusia yang kehiilangan oksigen. Seluruhnya rapuh dan tak bermakna. Gabriel tanpa Natasha.Seperti musik tanpa nada. Seperti Iagu tanpa suara. Seperti alunan tanpa getar. Sepenuhnya sepi dan rumpang.
Sejak kehadiran Gabriel Leander, tutor piano yang juga merupakan anak sahabat dari mamanya, hidup Natasha Adelina berubah. Gabriel Leander membuatnya kembali menemukan keceriaan yang telah lama hilang. Ketika cinta mulai tumbuh, kengataan pahit muncul. Masa lalu Gabriel hadir kembali di tengah rnereka dan kenyataan lain yang Iebih pahit lagi datang bagai tembok penghalang cinta Natasha dan Gabriel.
Oke, gue baru selesai baca buku ini dan 99% jujur sejujur-jujurnya, gue cuman bisa kasih bintang 2. Bahkan mau bintang 1, tapi gak tega.
Pertama, banyak banget penulisan kata yang salah ketik. Itu menganggu. Gue menemukan kurang lebih 10 kesalahan. Bahkan di penulisan di lirik lagu aja salah.
Kedua, sebenernya gue kesel banget sama Natasha pas awal-awal. Kesan pertama yang gue dapetin dari dia; agresif, caper, dan berlebihan. Gue benci banget sama Natasha dari awal.
Ketiga, di cerita itu, Natasha punya penyakit. Tapi itu 'maksa' banget. Tiba-tiba aja di tengah cerita dia pingsan. Nggak ada penjelasan apa apa di awal cerita. Yang penulisnya tulis itu tentang Gabriel yang ngajarin Natasha main piano. Seriously, maksa banget alur ceritanya. Dan the ending Natasha meninggal. Ok it's kinda mainstream tapi gapapa, gue bisa maklumin ending yang satu itu.
Keempat, gue nemuin beberapa kesalahan penulisan baku. Kalau nggak salah, itu sudut pandang orang ketiga dan bahasanya baku. Tapi, gue pernah nemuin kalimat yang pada awal kalimatnya itu pake bahasa baku, tapi di akhir kalimat pake bahasa slank.
Sebenernya banyak lagi kekurangannya. Tapi, penokohan di Gabriel udah lumayan bagus, mudah untuk dibayangkan, dan bagian romantis antara Gabriel dan Natasha lumayan dapet feelsnya.
Terima kasih!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Jadi, sebenarnya di buku ini aku nemuin banyak kesalahan ejaan, tanda baca, dsb. Tapi ya, nggak mungkin juga kan aku tunjukin satu-satu :D
Alurnya bagus. Jujur, menurutku Gabriel-Natasha itu nggak punya chemistry (ini menurutku ya, pendapat orang berbeda-beda, hehe). Ada sih, chemistry yang kuat, yaitu pada saat akhir-akhir halaman (menurutku).
Dan saat Gabriel dan Rei kerja sama gitu, aku rasa agak aneh... Hehe, mungkin perasaanku saja.
Untuk penokohan, setiap tokoh mempunyai karakter masing-masing, tapi sayangnya kurang diperkuat:(
I just can't finish it. It's been awhile since I dnf-ed a book, but here we are. I read it up to about 150 pages and nothing happened. I even had no idea that this was a sick-lit until I read another review and checked out several last chapters. It was "5 cm" all over again.
Untuk novel wattpad dan penulisnya saat itu masih SMA, novel ini patut diapresiasi. Penulisannya cukup rapih walaupun tidak sempurna. Narator orang ketiga bercerita dengan lancar dalam bahasa yang cukup baik. Sedikit kesalahan berbahasa dan typo tidaklah mengganggu keseluruhan novel ini. Romantisme antara Natasha dan Gabriel terjalin manis. Ada tarik ulur dan pasang surut dalam hubungan mereka. Saya menghargai usaha penulis dan editornya untuk menciptakan jalinan cerita yang utuh tidak lompat-lompat, meski masih ditemukan beberapa adegan yang sepertinya ingin cepat diselesaikan.
Dalam narasi yang dibangun, kita bisa merasakan kesedihan dan kehilangan. Ke-syahdu-an nya sangat terasa di bab-bab terakhir novel ini.