Membaca buku ini bagaikan naik roller-coaster. Naik, turun, naik, turun lagi. Naik-turunnya kehidupan yang terjadi pada sebuah keluarga. Dan semuanya terjadi dengan cepat. Wew.
Di awal sudah disuguhkan suasana muram ala perang. Obrolan antar prajurit di dalam bunker saat Perang Dunia II, antara Sam Walker dan Arthur Patterson. Lalu disuguhkan adegan "manis" saat prajurit Sam Walker jatuh cinta terhadap wanita Perancis, Solange, yang digambarkan sang mempesona dengan rambut merah menyalanya. Lalu muram kembali saat Sam harus maju bertempur lagi. Cerah sesaat ketika perang usai untuk kembali muram saat Sam harus kembali ke Amerika dan terpaksa berpisah sementara dengan Solange.
Pernikahan dan karir Sam yg melesat membuat suasana jadi cerah, untuk tahu-tahu dibuat "jatuh" dengan peristiwa tak terduga......Pembunuhan. Solange dibunuh Sam, di depan anak-anaknya...............
Sang sahabat semasa perang, Arthur, terpaksa mencarikan keluarga yang mau merawat ketiga kakak beradik Walker: Hillary, Alexandra, dan Megan. Pertama, Arthur terpaksa menaruh mereka di rumah kakak Sam, sebuah rumah di daerah kumuh dengan kehidupan yang kacau. Hillary yang masih berusia 8 tahun terpaksa menjadi dewasa demi menjaga adik-adiknya.
Arthur hanya mendapatkan 2 keluarga yang masing-masing hanya mau merawat salah satu anak. Jadi ketiga saudara terpaksa dipisahkan.
Hillary, anak tertua, tetap tinggal dengan bibinya, dan mengalami kehidupan kelam. Tersiksa, nyaris mati karena dihajar pacar bibinya, diperkosa teman sekamarnya yang lesbian, namun berprestasi sangat baik di bidang akademik. Sangat membenci Arthur, dan menyalahkannya atas kematian ibunya.
Alexandra, 4 tahun lebih muda dari Hillary, diangkat anak oleh rekan senior di firma tempat Arthur bekerja.
Megan, si bungsu yang masih berusia 1 tahun, diangkat David Abrams dan Rebecca, istrinya. Keduanya pengacara muda yang bersemangat.
Arthur yang semakin tua, tahu-tahu dikejutkan dengan kemunculan Hillary di kantornya, 8 tahun kemudian. Hillary menanyakan adik-adiknya namun Arthur pun kehilangan jejaknya. Dan Hillary pun juga menghilang.
Di masa tuanya, Arthur, yang divonis dokter tak bisa hidup lama lagi, meminta bantuan John Chapman. John, seorang pengacara yang mempunyai karir cemerlang, diminta melacak keberadaan kakak beradik tadi untuk selanjutnya dipertemukan kembali.
Bisakah John melacaknya satu demi satu dan mempertemukan mereka kembali sebelum Arthur meninggal? Apa yang menyebabkan Hillary sangat membenci Arthur? Dan kejutan apakah yang disuguhkan Danielle Steel di akhir cerita ini?