Jump to ratings and reviews
Rate this book

Surplus Pekerja di Kapitalisme Pinggiran

Rate this book
Bagi para ekonom neoklasik dan pendukungnya, mem­bludaknya pekerja informal di Indonesia sejak 1980an tidak peru dikhawatirkan. Mereka meyakini, jika pasar diperbolehkan berfungsi dengan baik, pekerja informal akan mampu menjadi pengusaha mikro, dan peng­usaha mikro nantinya akan mam­pu mengubah bisnis mereka ke peng­aturan formal dan de­ngan demikian secara otomatis menghilangkan perekonomian informal.

Buku ini mempersoalkan klaim di atas dengan menganalisis dampak penyesuaian neoliberal terhadap melimpahnya surplus populasi relatif, yakni suatu kombinasi antara pengangguran dan proletariat informal di negeri-negeri pinggiran. Berfokus pada lintasan pemba­ngunan Indo­nesia, bu­ku ini berusaha menunjukkan bahwa alih-alih menjadi peng­usaha mikro, mayoritas pekerja informal cenderung menjadi proletariat informal yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya sebagai pekerja. Mereka bekerja di luar sektor inti dari produktivitas kapitalis dalam kondisi rentan, terengah-engah untuk sekadar bertahan hidup. Orientasi pembangunan yang dipimpin pasar global, bertentangan dengan klaim untuk menghapus pekerjaan informal, justru cenderung mengabadikannya.

“Karya Muhtar Habibi berhasil men­do­rong pembahasan mengenai masalah pengangguran dan rendahnya kua­litas pekerjaan sebagian yang cukup besar dari penduduk In­do­nesia me­nurut suatu perspektif yang berbeda dengan yang ditemui dalam ilmu ekonomi neoklasik.”Vedi R. Hadiz

142 pages, Paperback

First published September 1, 2016

1 person is currently reading
45 people want to read

About the author

Muhtar Habibi

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (35%)
4 stars
16 (47%)
3 stars
4 (11%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (5%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Luthfian Haekal.
22 reviews2 followers
Read
November 19, 2016
Buat Marx, “Industrial Reserve Army” terdiri dari kaum pekerja yang tersedia dalam jumlah berlebihan untuk keperluan akumulasi modal pada tingkat perkembangan perekonomian kapitalis tertentu. Mereka adalah “pekerja rentan”. Secara singkat, mereka diperlukan sebagai kendala terhadap kenaikan upah pada segmen tenaga kerja yang justru terlibat dalam proses ekonomi. Mereka menjadi keadaan kontradiksi dalam kapitalisme karena jumlah mereka yang makin membengkak antara lain dengan peningkatan dan inovasi teknologi produksi yang menghemat pemakaian tenaga kerja manusia.
1 review
January 2, 2026
membaca muhtar habibi seperti melihat bagaimana orde baru membentuk pasar tenaga kerja kita seperti siklus hidup yang tak berkesudahan.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.