“Tidak semua kecantikan memiliki pesona,” ujar Oma Irene dengan mata berbinar. “Pesonamu adalah mata yang bening, senyum yang manis, juga kebaikan hati.”
Katnis, seorang orthopedagog yang masih single di usia tiga puluh - ia menunggu cinta sejatinya, Shean, untuk masuk ke dalam hatinya. Dia tahu dia tidak cantik, matanya bulat besar, bibir lebar, rambut lurus panjang, dan kelebihan bobot sekitar sepuluh kilogram di tinggi badan seratus enam puluh lima sentimeter, membuatnya tampak kurang proposional untuk hitungan berat tubuh ideal. Di tengah penantiannya, Katnis memutuskan untuk mengambil risiko menjalani pernikahan gadungan demi menolong Oma Irene, yang memohon agar dia menikahi cucunya, Reinald. Akankah Shean tahu perasaannya? Atau diam-diam Katnis akan jatuh hati pada Reinald, calon CEO muda dan tampan?
Perkenalan saya dengan buku ini bisa dibilang unik. Seorang teman facebook menuliskan secuplik kisah dari buku ini, tentang bagaimana Katnis melakukan treatment kepada salah satu muridnya yang berkebutuhan khusus. Mulanya saya kira ini adalah buku nonfiksi tentang autisme atau sharing tentang pendidikan nonformal bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tapi saya keliru. The Beautiful Flaw adalah sebuah cerita fiksi. Dan jika saya terlebih dahulu membaca blurb buku ini, rasanya buku ini tidak akan menjadi prioritas baca dalam waktu dekat 😅
Katnis, si tokoh utama, adalah seorang orthopedagog, yang bekerja di bawah lembaga yang menangani anak-anak berkeinginan khusus. Selain itu, Katnis cukup aktif sebagai volunteer di panti asuhan tunanetra, dan juga aktif dalam kegiatan sosial.
Pada bagian yang menceritakan tentang pekerjaannya, dan juga aktivitasnya dengan anak-anak berlebihan khusus, adalah favorit saya. Dan ketika bercerita tentang kehidupan pribadinya, yang berhubungan dengan Shean sang pelukis cat air, atau Reinald sang CEO kaya melintir yang mempunyai saudara kembar berkebutuhan khusus, hmmm, rasanya kurang greget 😅
Ceritanya sendiri cukup klise: tentang jatuh cinta dengan sahabat sendiri, lalu ada pernikahan settingan dengan konglomerat, dibumbui dunia pekerjaan yang tidak biasa; seputar pendidikan dan terapi anak berkebutuhan khusus.
Menurut saya, plot di dalam buku ini kurang tergali. Perpindahan ceritanya bahkan terkesan terlalu cepat. Hubungan Reinald dan mantan tunangannya kurang digali dan kesannya dieksekusi dengan terburu-buru. Lalu, gaya penceritaan yang cenderung "tell" membuat beberapa bagian jadi kurang berkesan. Plot romansa dan plot seputar pekerjaan juga menurut saya kurang "menyatu". Ketika membahas dunia kerjanya Katnis, saya sering merasa kalau sedang membaca buku nonfiksi.
Tentang dunia ABK yang diceritakan di sini, membuat saya merekomendasikan buku ini pada teman saya yang seorang terapis. Semoga dia suka juga membaca plot utama di cerita ini, he he.
“Dulu ibu pengasuh di panti pernah bilang padaku, kalau seorang anak punya orangtua, maka orangtuanya itu yang akan menjaganya. Tapi kalau anak kecil tidak punya orangtua, maka Tuhan langsung yang menjaganya." (Hal. 141)— *
Novel ini bercerita tentang Katnis, seorang perempuan berusia 30 tahun yang mulai dicereweti untuk segera menikah. Terkesan biasa saja ya?! Premis Ini sudah banyak digunakan dalam novel-novel lain— *
Yang membuatnya berbeda adalah profesi tokoh yang tidak umum. Orthopedagog. Dan profesi ini menyatu dengan baik ke dalam cerita. Bahkan di awal-awal cerita, hal-hal terkait profesi ini cukup banyak disinggung. Membuat saya teringat karya Torey Hayden, salah satu penulis kesukaan saya yg karyanya berupa novelisasi pengalaman dia menangani anak-anak berkebutuhan khusus.— *
Di tengah cerita, warna cerita mulai terasa berbeda. Terutama saat Reinald muncul. Kesan sebagai novel romance jadi kuat. Dan setelah itu alur cerita menjadi lebih cepat. Dan tahu-tahu saja novelnya sudah tamat— *
Sayang sekali novel ini cepat tamat. Padahal masih banyak cerita yang bisa "diselesaikan dengan manis" seperti kisah Shean, Naya, dan Katnis— *
Dan saya sudah sempat lupa pada prolog hingga akhirnya hal itu kembali dibahas. He.. He.. Prolognya kurang menyatu dngan cerita— *
Secara keseluruhan, saya menyukai membaca The Beautiful Flaw ini.