Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lo Gue Butuh Tau LGBT

Rate this book
"LGBT itu apa, sih? Terus, apa bedanya sama SSA?"

"Astaghfirullah... Kiamat memang sudah dekat!"

"Sstt... jangan bilang-bilang ya, katanya dia gay, lho!"

"Kenapa cinta kami dilarang? Kenapa kami tidak boleh bahagia?"

Penasaran banget sama LGBT? Atau penasaran kenapa tema LGBT begitu kontroversial? BACA BUKU INI AJA!

Buku Lo Gue Butuh Tau LGBT kami persembahkan kepada seluruh warga negara Indonesia yang peduli terhadap kesehatan moral, mental, dan masa depan generasi muda sebagai penerus bangsa ini. Terutama para remaja dapat mengambil pelajaran agar selalu sehat lahir dan batin.

124 pages, Paperback

Published April 1, 2016

83 people want to read

About the author

Sinyo

3 books7 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (43%)
4 stars
15 (38%)
3 stars
4 (10%)
2 stars
2 (5%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,447 reviews73 followers
December 22, 2019
Cuma butuh waktu satu hari buatku untuk menghabiskan buku ini. Kemasannya light banget sih. Ilustrasi dan bagian dalamnya juga colorful dan unyu-unyu. Ringan, tapi tetap dalam, dan tidak menggurui. Mengupas fenomena LGBT yang kontroversial. Mulai dari definisi, penyebab, pandangan Islam tentang LGBT, bagaimana sikap kita terhadap LGBT dan SSA, serta tips untuk menjaga diri dari LGBT. Buku ini pun ditambahi dengan beberapa kisah nyata yang menyentuh tentang SSA yang tetap berjuang untuk tidak terjerumus ke dalam dunia LGBT dan bagaimana mereka bisa melalui cobaan terberat mereka dengan bantuan keluarga dan juga Peduli Sahabat.

Beruntung banget rasanya bisa nemu buku ini di tok buku mungil Kedai Mie Serdadu Batu. Di Togamas Malang nggak ada sih (atau habis?). Sedangkan toko buku Gramedia kabarnya menolak memasarkan buku ini. Aneh, padahal buku sebelumnya yang berjudul Anakku Bertanya Soal LGBT sempat beredar luas di sana dan sempat masuk kategori best seller di beberapa kota.

Masukan aja, tambahan suplemen soal deteksi orientasi seksual sejak dini apa nggak terlalu singkat ya? Apa cuma dari tiga pertanyaan itu saja? Katanya sih masa balita dan pola pendidikan pada saat itu mempengaruhi orientasi seksual tiap orang. Kedekatan dengan lawan jenis dan pengalaman bullying berpotensi "membelokkan" orientasi seorang anak. Yang jadi pertanyaan, kenapa kedekatan dengan lawan jenis justru berpotensi membuat anak jadi seperti itu? Berarti berbanding terbalik dengan masa remaja dan dewasa dong?

Yah, semoga akan ada karya-karya berikutnya yang membahas lebih detail soal orientasi seksual anak sejak dini dan apa saja yang mempengaruhinya. Overall, buku ini recommended banget biar kita jadi lebih open-mind dan bisa menyikapi fenomena ini dengan lebih bijak. Karena bagaimana pun LGBT dan SSA pun manusia juga yang punya perasaan, dan membutuhkan teman untuk menampung curahan hati mereka di saat-saat terberat. Jangan biarkan mereka terjerumus. Karena bisa saja para SSA yang sedang kebingungan dan menderita itu ada di sekeliling kamu.
Profile Image for Ayu Novita.
79 reviews1 follower
August 17, 2025
Membaca ulang buku ini di tahun 2025 terasa masih sangat relevan, di tengah gempuran gerakan kaum pelangi yang semakin menjadi. Remaja, orang tua dan siapa saja yang mau memahami soal penyimpangan orientasi seksual harus membaca buku ini.
5 reviews
August 7, 2022
Analisis Bacaan/Buku :

Berdasarkan kasus atau narasi tentang LGBT  yang ;dikemas’ Kak SInyo dengan inisial ‘Klien’ yang beragam seperti Lesbian atau Gay atau Korban Kecanduan Pornografi. Aku menarik garis besar pada umumnya LGBT terjadi sebab Keluarga inti, dan Lingkungan.

Pada sisi keluarga seperti terjadinya Broken Home, dan Anak merasa tidak mendapat panutan dari Ayah atau Ibunya. Selanjutnya, Lingkungan betapa ini begitu ‘penting’, lingkungan yang ‘sehat’, lingkungan yang dapat ‘mendorong’, dan memotivasi anak menjadi lebih baik dari segi Agama, Kesehatan mental, dan segi sosial. Akupun turun miris pada anak-anak yang harus hidup ‘terpaksa; di lingkungan yang tidak ramah anak-anak, lingkungan perang (perang sebenarnya, perang keluarga, atau tidak ada percontohan yang baik pada segi bertetangga).

Aku jadi ingat salah satu kisah Ayah, dan Anak yang mendatangi Rasulullah. Ceritanya ada seorang ayah datang mengeluhkan pada Rasulullah bahwa anak laki-lakinya Durhaka padanya. Sebagai penengah, dan orang yang dimintai solusi maka, Rasulullah mendengarkan perseptif ayah, dan anak tersebut. Didapat bahwa ya menurut penjelasan ayah, anak ini durhaka.

Namun, Rasulullah tidak berhenti pada penjelasan ayah tersebut saja, anak tersebut bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, saya ingin bertanya apa Hak seorang anak?”, kemudian Rasulullah dengan detail dapat penyampaian yang penuh Kasih menjelaskan Hak anak adalah Ayah mencarikan Ibu yang baik, Nama yang baik, dan lingkungan yang baik.

Maka jelas saja anak tersebut menjawab, maka sebelum saya disebut anak durhaka maka ayah saja jelas lebih dulu durhaka sebab beliau tidak memberi Ibu yang baik pada saya Ya Rasulullah, Beliau juga tidak memberi saya Nama yang baik (nama itu adalah doa orang tua untuk anaknya,Nama itu harus punya arti, tidak sembarang ingin terdengar ‘keBarat-baratan atau karna pernah terdengar di Al Quran dan sembarang saja seperti Qurun, Firaun, padahal tokoh tersebut bukanlah tokoh panutan, dan masih banyak lagi aku temui orang tua menemai anaknya sembarang saja, maka sembarang pula doa tersemat pada anaknya),

Terakhir lingkungan, ada hak anak yang harus dijamin orang tua untuk menempatkan lingkungan yang baik (lingkungan tinggal, lingkungan sekolah, dan lingkungan bermain anak yang perlu dijamin). Apabila tiga hal hak anak tersebut telah terpenuhi oleh Ayah maka, bila anak tetap atau menjadi Durhaka, terlepaslah ‘dosa[ tersebut bukan tanggungan ayah atau ibu.

3 hal penting ini akan aku sangkutkan pada analisis aku.

Pertama keluarga, ada satu cerita dalam buku ini yang kalimat akhirnya membekas dihati aku, bahwa “kamu fokus belajar kembali, berusaha memahami bahwa sebenarnya keluarga, dan sekolah sangat perhatian pada kamu, mungkin caranya saja yang masih kurang tepat, hlm.28”.
Keluarga jika kamu tidak mendapat panutan dari ayah, dan ibu kamu (aku ingin kamu, dan kita sadari Bahwa orang tua tidak ada yang sempurna, dan tidak ada anak yang sempurna, hanya selalu ada kekuatan untuk terus belajar lagi dan lagi menjadi yang terbaik versi mereka), ada memberimu solusi  tarik garis wali ayah dan ibu kamu (ambil panutan dari Kakek pihak ayah, paman, wawak, Pak Cik, Pak wo, Om atau apapun yang biasanya kamu memanggil mereka.

 Jika tidak dari pihak ayah (tarik garis wali dari Ibu, ambil panutan dari kakek pihak ibu, Om kamu, wawak, paman atau apapun yang biasanya kamu nyaman  memanggil mereka). Sadari bahwa kita masih manusia yang punya kecenderungan berbuat salah terus, dan ilmu terbatas. Jadi harus legowo mau belajar terus, dan berguru disini jangan cari yang guru baik saja, cari guru atau panutan TER-Baik, terbaik, terbaik (sampe tiga kali saya ingin tegaskan hal ini).

Selanjutnya JIka aku engga dapat panutan dari keluarga inti, dan keluarga besar?? Ohh tenang sista atau bro, Ambil panutan dari  tetangga, liat kanan kiri kamu, cari tetangga yang punya sisi baik dalam pengajarannya. Engga dapat juga? Ambil panutan dari guru, dosen, ustadz, atau tokoh masyarakat yang punya sisi baik yang dapat kamu ambil. Terkahir adalah ambil dari sisi teman akrab.

Segi teman akrab, ini sangat rentan. Kenapa? Kamu punya hak untuk selektif memilah teman. Untuk perempuan yang memang punya kecenderungan lebih ‘pemilih dan memfilterI  circle  perteman, mungkin tidak susah memiliah teman sholehah yang selalu mengingatkan minimal  ayo udah waktunya sholat, memenuhi panggilan Dia yang menciptakan kamu,  minimal bisa ngaji yak. Dua pokok hal penting jika kamu ‘tersesat’, dua cara untuk kembali pada-NYA.

Untuk para laki-laki, aku tahu dibanding perempuan kaum laki-laki kurang bisa selektif memillah teman (hipotesis aku ya sebab lali-laki gengsi juga kalo memillah-milah teman, atau temannya sedikit) , tapi jangan khawatir, menurutku ini bisa jadi solusi untuk laki-laki jika kamu di posisi menyimpang atau tidak bahwa ingatlah ini.” Sebejat atau sebrengsek teman kamu sadari bahwa Allah pasti memberikan minimal 1 kebaikkan dalam diri teman mu itu, entah dalam segi agama, sikap jujur, segi sosial empatinya yang tinggi, dan lainnya.

Bersyukur jika kamu diberi anugrah lebih untuk melihat sisi kebaikan teman mu itu, yang mungkin tidak diperlihatkan Allah pada yang lain, special lah kamu itu. Nah ambil 1 kebaikan itu untuk kamu implementasikan dalam hidup kamu, dan keburukan teman karib yang kamu jadikan evaluasi pembelajaran untuk kamu jangan mencontohnya minimal jika kamu belum bisa mengingatkan atau menggerakkkan temanmu dijalan kebaikan. Selalu berdoa pada Dia yang Maha BIjaksana, dan Maha Pengasih untuk melindungi hati, dan pikiran kamu dari penyakit hati, LGBT, dan berdoa untuk selalu di’peluk; allah pada keimanan, dan takwa pada-NYA. Teguhkan ajaran agama kamu.

JIKA kau dia bilang tidak menjunjung hak asasi manusia oleh LGBT, Tegaslah mengatakan bahwa ada HAK, dan Kewajiban jelas harus kau tahu. JIka keberadaan mu sudah mengganggu kenyaman kami, Maka, jelas kamipun punya hak untuk menentang keberadaan eksistensi mu disini. Kami akan dengan tangan terbuka Bedoa untuk kebaikan kamu agar kembali ke FItrah kamu. Doa adalah Senjata terkuat yang tidak akan terkalahkan, dan mengecewakan kami.

Serta jika kamu mau mengambil tantangan untuk kembali ke fitrah kamu, kami bersama mu, ingatlah  you’re not alone, ada Allah, DIa yang Maha Kuasa pembolak hatimu, ada keluarga besarmu (ambil garis wali ya wali ayah, dan ibu yang masih Sangat bisa kamu ambil mereka sebagai panutan kamu), tetangga yang bisa kamu ambil sebagai panutan, sahabat karib yang mendukung kamu untuk kembali ke fitrahnya, lingkup sekolah dan perguruan tinggi yang mendukung, dan sangat peduli padamu.

Penilaian Penulis Mengenai Cerita Ini :

Kelebihan dari buku ini adalah termasuk buku ‘sekali duduk’. Halaman buku juga tidak terlalu tebal, terdapat ilustrasi gambar pendukung. Bahasa yang digunakan sederhana, jelas, dan mudah dipahami . Mungkin juga sebab sasaran buku ini untuk Remaja, karenanya dikemas dengan bahasa sederhana, dan ilustrasi gambar pendukung agar tidak bosan membacanya.Terdapat pula bagian intervensi singkat bagaimana mengenali apakah kamu punya kecenderungan LGBT atau tidak sedari dini, tapi aku tetap menyarankan intervensi lanjutan langsung ke Ahlinya (Ustadz atau Psikolog yang Kontra LGBT).

Kekurangan, kurang tebal halamannya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kania Aviandi.
2 reviews
April 30, 2018
buku yang ringan dan seru untuk dibaca buat yang mau menambah wawasan soal SSA dan LGBT..
ilustrasinya menarik, bahasa santai dan tidak menggurui, disertai dengan potongan Al-Quran dan Hadist juga demi memperkuat argumen. suka pokoknya!

adik aku yang masih 11 tahun pun aku sarankan membaca ini, di 5 halaman pertama dia langsung bilang “asyik banget bukunya!”

recommended buat semua umur deh pokonya! saya pun masih 21 tahun. ngga harus buat orangtua ajaa :)
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
February 25, 2017
Membaca buku ini dalam rangka mengobati kekecewaan karena gak dapet buku 'Anakku Bertanya Tentang LGBT' yang udah gak beredar lagi :(
Profile Image for tema.ran.
30 reviews
December 26, 2023
Actual rating: 4.5/5⭐

Buku ini terdiri dari 6 Bab dan 2 Suplemen:
1. Apa Itu Orientasi Seksual?
2. Perubahan Orientasi Seksual
3. LGBT Menurut Islam
4. Sikap Kita terhadap SSA & LGBT
5. Menjaga Diri dari LGBT
6. Pacaran Bukan Solusi
7. Deteksi Dini
8. Kisah Nyata
.
Orientasi seksual seseorang udah mulai bisa dideteksi dari dia kecil dengan melihat kecenderungannya. Dan orientasi seksual seseorang juga bisa mengalami pembelokan (na'udzubillahi min dzalik). Penyebab terjadinya pembelokan ini bermacam-macam dan nggak bisa disamaratakan. Misal, salah mengambil panutan, faktor lingkungan. Dan ciri-ciri SSA (Same Sex Attraction) sendiri bisa dilihat dari gestur tubuh, gaya bicara, dll. Tapi ketika memasuki usia tertentu, kita bisa aja nggak bisa mendeteksinya karena udah mulai bisa menutupi fakta tersebut dengan caranya sendiri. Makanya, nih, anak-anak tuh butuh banget buat dikontrol apa aja yang dikonsumsinya. Bukan cuma soal perut, tapi juga otak, mata, telinga. Soalnya dampaknya itu bisa sampai dia dewasa.
.
SSA nggak sama dengan LGBT. Ada 'syarat' yang harus dipenuhi untuk bisa dikategorikan dalam LGBT. Aku khawatir sendiri liat perihal LGBT ini semakin diwajarkan oleh beberapa kaum Muslim. Baik secara sadar ataupun nggak T.T
.
Lalu kadang kita merasa biasa lihat pertemanan cewek yang lengket banget, sedangkan kalau cowok yang ngelakuin bakalan terlihat aneh(?) Nah, padahal keduanya sama aja. Yang aku tangkap bukan nggak boleh akrab, tapi harus tetap tau batasannya. Bukan cuma soal apa yang diceritakan, tapi juga batasan kedekatan fisik dan batasan ini maksudnya juga untuk kebaikan kita🤗
.
Hal lain yang menarik dari buku ini tuh ada kisah nyata baik dari orang yang dulunya LGBT atau SSA maupun dari pihak orang terdekatnya. Dan cerita yang paling bikin aku tertegun adalah cerita dari Kak Dandels. Kak Dandels tangguh banget. Kenyataan pahit harus beliau hadapi, tapi beliau masih tetap bisa menutup aib, tetap tau harus 'lari' ke mana, setiap langkahnya tuh terstruktur🤧
.
Aku rekomendasikan buku ini untuk seluruh teman-teman yang beragama Islam. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Aamiin allahumma aamiin.
Profile Image for Bagus.
20 reviews1 follower
September 9, 2022
Buku yang menambah wawasan perihal eljibiti. Disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, karena sebenarnya audiens buku ini adalah remaja. Tapi orang dewasa juga penting membaca buku ini, supaya luas pengetahuannya.
Profile Image for Husni Magz.
213 reviews1 follower
November 3, 2020
Buku ini bagus untuk mereka yang mau hijrah dari dunia pelangi
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.